Anggota DPRD Kota Mataram Himbau Masyarakat Tak Usah Takut Divaksin

MATARAM.lombokjournal.com

Para anggota DPRD Kota Mataram antusias disuntik vaksin Covid-19, dan antusiasme tersebut selain ikhtiar memutus mata rantai penyebaran Covid-19, juga sebagai ‘jawaban’ DPRD Kota Mataram terkait isu dampak buruk vaksin terhadap kesehatan.

“Masyarakat tidak usah takut (divaksin). Saya sehat, aman,” ujar salah seorang anggota DPRD Kota Mataram dari Fraksi PDI Perjuangan, Nyayu Ernawati kepada lombokjournal.com, Rabu (03/03/21).

Dikatakan, marak isu dampak buruk terhadap kesehatan pasca disuntik vaksin adalah berita bohong.

Karenanya masyarakat tak perlu risau. Ia pun menghimbau masyarakat sukarela mengikuti kebijakan pemerintah kaitannya dengan vaksinasi.

“Silahkan masyarakat ramai-ramai datang Puskesmas untuk suntik vaksin. Aman sehat dan merdeka,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sekretaris DPRD Kota Mataram Lalu Aria Darma BS menegaskan suntik vaksin di lingkup DPRD Kota Mataram adalah hal prinsip yang harus dilaksanakan.

Setelah anggota dewan, semua pegawai lingkup sekretariat DPRD Kota Mataram juga akan divaksin.

“Jadwal kita menyusul setelah anggota dewan,” jawabnya.

BACA JUGA: 39 Anggota DPRD Kota Mataram Divaksin

Untuk diketahui, Ketua DPRD Kota Mataram Didi Sumardi jadi anggota dewan kota pertama yang menerima suntik vaksin. Didi divaksin sehari pasca divaksinnya presiden Joko Widodo.

“Hanya untuk 39 anggota. Untuk ketua sudah,” ungkap Aria Darma.

Ast




39 Anggota DPRD Kota Mataram Divaksin

Lembaga legislatif berperan aktif mengupayakan agar masyarakat kota Mataram terhindar dari pandemi Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

39 anggota DPRD Kota Mataram secara bergiliran menerima suntik vaksin Covid-19, berlangsung di ruang Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mataram , Rabu, (03/03/21).

Dalam pelaksanaan vaksinasi tahap pertama ini, wakil rakyat di Kota Mataram tidak melibatkan anggota keluarganya.

Lalu Aria Darma BS

Dari pantauan lombokjournal.com di lapangan, nampak anggota yang sedang menunggu giliran ‘menggoda’ anggota lain yang tengah disuntik. Beberapa bahkan meminta momen suntik vaksin tersebut diabadikan dengan foto dan video.

Para anggota DPRD Kota Mataram itu tampak antusias menanti giliran divaksin suntikan vaksin corona buatan Sinovac

Ketua DPRD Mataram, H Didi Sumardi mengatakan,  vaksinasi Covid-19 yang berlangsung di DPRD Kota Mataram ini merupakan bagian dari ihtiar memerangi dan mengakhiri pandemi Covid-19.

“Upaya ini (vaksinasi) sangat penting segera dilakukan, khususnya untuk wakil rakyat, mengingat Kota Mataram masih termasuk zona belum aman,” tutur Didi pada lombokjournal.com.

Menurut Didi, lembaga legislatif berperan aktif mengupayakan agar masyarakat kota Mataram terhindar dari pandemi Covid-19. Dengan masyarakat yang sehat segera bisa dilakukan pembangunan ekonomi.

“Saya mengajak seluruh anggota DPRD Kota Mataram, sekaligus menghimbau masyarakat, mari bersama kita sukseskan vaksinasi yang tengah dijalankan pemerintah, dan jika telah divaksin tolong selalu berjuang melawan virus corona dengan terus meningkatkan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan 5M sampai pandemi berakhir,” kata Didi Sumardi.

Sekretaris DPRD Kota Mataram Lalu Aria Darma BS yang ditemui lombokjournal.com di sela-sela kegiatan menyatakan, semua anggota dewan antusias menanti jadwal pelaksanaan suntik vaksin.

Antusiasme tersebut diketahui Aria Darma ketika pihaknya mengirimkan pemberitahuan melalui aplikasi WhatsApp.

“Bisa dilihat kehadirannya, semua antusias. Selain pemberitahuan tertulis, kami juga mengirimkan pemberitahuan melalui WhatsApp,” ujarnya.

Untuk jadwal vaksinasi hari ini, Aria Darma menyebut ditujukan hanya kepada 39 anggota. Sementara Ketua DPRD Kota Mataram Didi Sumardi telah lebih dulu menerima suntik vaksin yakni sehari pasca divaksinnya Presiden Joko Widodo.

“Hanya untuk 39 anggota. Untuk ketua sudah,” ujarnya.

BACA JUGA:

AnggoIa DPRD Kota Mataram Himbau Masyarakat Tak Usah Takut Divaksin 

Sementara untuk jadwal vaksin ke seuruh ASN di secretariat DPRD Kota Mataram menunggu jadwal selanjutnya.

“Ini prinsip. Kesekretariatan juga sangat antusias. Kami menunggu jadwal selanjutnya dalam waktu dekat,” ungkap Aria Darman.

Ast




Summit Institute For Development Diminta Dukung Data Posyandu NTB

SID diminta berkerjasama menyempurnakan Aplikasi SIP agar bisa maksimal dalam mengintegrasikan data Posyandu secara khusus, dan data kesehatan masyarakat di desa secara umum

MATARAM.lombokjournal.com

Memiliki data yang aktual dan akurat adalah kunci menuntaskan masalah kesehatan lebih cepat. Dan  untuk mendapatkan data tersebut, dibutuhkan sistem yang tepat serta sinergitas yang kuat dari setiap stakeholders terkait.

Wagub, Hj Sitti Rohmi

Terkait dengan data kesehatan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat sendiri memiliki aplikasi Sistem Informasi Posyandu (SIP) besutan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB.

Sebuah aplikasi pelaporan rutin administrasi Posyandu, yang sekaligus menjelma sebagai bank data.

Dalam kunjungan tim Summit Institute For Development (SID), Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah meminta SID berkerjasama menyempurnakan Aplikasi SIP agar bisa maksimal dalam mengintegrasikan data Posyandu secara khusus, dan data kesehatan masyarakat di desa secara umum.

“SID sekiranya bisa duduk bersama dengan stakeholders terkait, bagaimana mengintegrasikan aplikasi SIP yang sudah ada agar bisa berfungsi secara maksimal,” pesan Ummi Rohmi, Senin (01/03/21) sapaan akrab Wagub.

Dalam kunjungan Wagub bersama Asisten III Setda NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Kepala Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Lalu Hamzi Fikri, Dewan Pembina Dan penasihat (Dr Anuraj Shankar DSc) Chief Secretary Officer (Annisa Dwi Utami,M Gizi) dan Senior Research Officer (Yuni Dwi Setiyawati,MHID).

Menurut Ummi Rohmi, pendataan kesehataan yang baik dari dusun melalui posyandu dapat memudahkan Puskesmas dalam pendataan di tingkat desa.

Jika data kesehatan bisa dipetakan skala dusun dan desa, maka permasalahan kesehatan yang ada bisa lebih jelas dilihat. Sehingga pemerintah bisa mengambil langkah yang tepat dan cepat dalam menyelesaikan masalah tersebut.

“Jika memiliki data yang valid maka akan mudah menentukan lokus permasalahannya sehingga penyelesaian bisa lebih tepat sasaran,” jelas Wagub.

Menurutnya, selain data, kerja sama yang solid antar stakeholders dapat menjadi kunci dalam menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat. Hal tersebut diamini oleh, Dr Anuraj Shankar DSc, Chief Secretary Officer SID.

Menurut Anuraj, NTB memiliki Sumber Daya Manusia yang potensial dan mumpuni, tetapi yang menjadi pekerjaan rumah bersama adalah bagaimana menyatukan SDM yang luar biasa tersebut, agar bekerjasama secara sistematis dan solid dalam menuntaskan masalah kesehatan.

The key is, i think, getting the People to work together. (Kuncinya, saya pikir, adalah bagaimana membuat orang-orang mau bekerjasama),” katanya.

Novita/diskominfotikntb

 

 




NTB Ciptakan Rapid Test Antigen

Kolaborasi Laboratorium Hepatika dan Rumah Sakit Unram, mampu membuat alat yang memiliki akurasi yang tinggi untuk menguji Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Provinsi NTB. berhasil  menciptakan dan mengembangkan alat Rapid Diagnostic Test (RDT) atau alat rapid test antibody,

Universitas Mataram (Unram) bersama dengan Laboratorium (Lab) Hepatika Bumi Gora berhasil menciptakan alat Rapid Test Antigen yang dilabeli dengan nama “ENRAM”. Alat  rapid test antibody buatan lokal NTB ini bahkan tingkat akurasinya tidak kalah dengan alat sejenis yang selama ini digunakan untuk melakukan tracing contact.

“Selama ini, berbicara Corona Virus itu, identik dengan alat-alat yang canggih dan berada di kota-kota besar. Namun, dengan proses penelitian dan riset Laboratorium Hepatika dan Unram mampu menghasilkan inovasi alat Rapid Test Antigen,” kata Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M. Sc., didampingi Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni, SH., M.Hum., dan Kepala Laboratorium Hepatika Bumi Gora, Prof. Dr. Mulyanto, saat acara konferensi pers peluncuran  Rapid Test Antigen, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Kamis (25/02/21).

Kolaborasi Laboratorium Hepatika dan Rumah Sakit Unram, mampu membuat alat yang memiliki akurasi yang tinggi untuk menguji Covid-19.

Keberadaan alat penemuan baru ini dapat memudahkan tracing kepada pasien terinfeksi Covid-19, sehingga t mengurangi angka penyebaran Corona Virus di NTB. S

elama ini di NTB terkendala dengan alat, namun dengan kehadiran alat produk lokal  dalam daerah, diharapkan mampu mengatasi pandemi.

“Kalau sudah alatnya jelas, maka tracingnya cepat. Mudah-mudahan pandemi ini cepat teratasi,” harap Gubernur.

Doktor Zul minta, agar alat Rapid Test Antigen “Enram” ini dapat diproduksi lebih banyak lagi. Ia menargetkan akhir Maret 2021 dapat diproduksi sebanyak 50 ribu.

“Lebih cepat lebih baik, minimal akhir Maret 2021 dapat diproduksi 50 ribu alat,” ujarnya.

Menurutnya, tidak disangka NTB mampu membuat alat Rapid Test Antigen. Ini membuktikan,  industrialisasi tidak identik dengan pabrik-pabrik besar.

Bahkan Gubernur yakin, bila diberi kesempatan dan sumber daya, NTB mampu membuat Vaksin. Ia mengapresiasi usaha dan ikhtiar Profesor Mul sapaan  Kepala Laboratorium Hepatika Bumi Gora dan Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni.

“Atas nama Pemerintah Daerah, kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Hepatika dan Unram,” ucap Gubernur.

Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni, SH., M.Hum menjelaskan,  temuan ini merupakan bagian dari riset dan inovasi, yang menjadi kebijakan pemerintah, dalam mendorong perguruan tinggi (PT) untuk melakukan penelitian, penemuan dan inovasi, terutama di era pandemi Covid.

“Riset ini inovasi, memantik PT untuk menciptkan hasil karya yang mampu mengatasi persoalan dimasa Covid, sehingga kita mampu mandiri,” kata Rektor Unram.

Ia mengapresiasi Tim Rumah Sakit Unram bersama Tim Laboratorium Hepatika Bumi Gora, yang telah terus berkreasi dan berinovasi membantu daerah bahkan bangsa dan negara.

“Selamat kepada Tim yang telah bekerjasama dan kolaborasi,” tutupnya.

Kepala Laboratorium Hepatika Bumi Gora Prof Dr. Mulyanto yang menginisiasi riset dan penelitian untuk menciptakan alat Rapid Test Antigen menjelaskan, setalah membuat alat Rapid Test Antibody bekerjasama dengan Universitas Gajah Mada dan Padjajaran yang dinamai RIGHA, Hepatika ditantang Gubernur NTB, untuk membuat inovasi menciptakan alat Rapid Test Antigen bekerjasama dengan Unram.

Menurutnya, Hepatika terus berikhtiar melakukan penelitian dan riset. Dari usaha tersebut, menghasilkan produk Rapid Test Antigen untuk Covid-19.

“Kami yang mempoduksi produk, kemudian hasilnya dievaluasi oleh Unram,” kata  Profesor Mul.

Produk karya NTB ini telah melalui proses seperti validasi dan uji lainnya. Untuk menguji akurasinya alat ini dibandingkan dengan sampel virus menggunakan PCR dan anti virus yang telah beredar atau komersil lainnya.

Hasilnya kata Profesor Mul,  sangat memuaskan. Sensivitasnya dan spesifitasnya lebih baik dari salah satu alat tes cepat yang beredar di pasaran.

Akurasi alat ini sensivitasnya sekitar 91 persen, dengan spesifitasnya sekitar 96 persen. Artinya, dapat mendeteksi paling tidak dari 100 pasien positif, sejumlah 91 orang yang dapat dideteksi dengan produk ini.

Kalau tidak dapat dideteksi dengan alat ini, artinya jumlah virusnya sangat rendah dan tidak menular. Dibanding dengan produk lain ada yang sensivitasnya 80 persen. Produk ini juga merupakan hasil dari uji coba dengan 2 produk alat komersial sebagai pembanding.

“Namun lebih bagus kita,” tegasnya.

Selain itu juga, alat ini tergolong murah dengan harga kurang lebih Rp. 100.000,-  dan dapat langsung mendapatkan hasil sekitar 15 menit.

“Pembuatan alat bahanya sama dan cepat, lebih mudah dibanding dengan membuat alat sebelumnya,” tutup professor.

Tim   Peneliti dari Rumah Sakit Unram, Muhammad Rizki,  mejelaskan, hasil uji validasi yang dilakukan oleh Unram dengan membandingkan sampel yang sama dengan produk komersial menunjukan, hasil yang positif pada produk komersial juga positif pada produk Lab Hepatika.

Dan sebaliknya, hasil negatif pada produk komersial tersebut, menujukan hasil negatif juga pada produk Hepatika.

Ia juga menjelaskan, sebelum dilakukan penelitian lebih lanjut dibandingkan dengan tes PCR, Lagi-lagi hasilnya tetap konsisten. Jadi dengan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kualitas produk hepatika tidak kalah dengan produk komersil lainnya.

“Artinya, hasil deteksi produk komersial, dapat dideteksi oleh produk yang dikembangkan oleh Hepatika,” katanya.

Kegiatan ini dihadiri juga oleh Kepala Dinas Kominfotik NTB, Assiten I Setda Provinsi NTB, Tim dari Fakultas Kedokteran Unram, Tim Lab Hepatika dan awak media elektornik dan cetak NTB.

dy@diskominfotik_ntb




Launching Kampung Sehat 2, Penanganan Kesehatan dan Ekonomi Beriringan

Tak perlu takut terkena Corona tapi berusaha maksimal tetap menjaga imun

MATARAM.lombokjournal.com

Sejak ada pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia, Presden Joko Widodo minta para Gubernur mengantisipasi penyebaran pandemi Covid-19.

Dari awal Presiden menekankan, aspek kesehatan terhadap pencegahan virus ini bukan hanya persoalan kesehatan saja. Tapi ada dampak ekonomi yang ditimbulkan.

Gubernur, Kapolda NTB dn Danrem 162/WB

“Dan ini harus berjalan beriringan (penanganan Kesehatan dan ekonomi) dan harus tetap mendapat perhatian bersama,” kata Gubernur Zulkieflimansyah mengutip pernekanan Presiden pada Launching Kampung Sehat 2, di Lapangan Tenis Polda NTB Kamis (18/02/21).

Gubernur di hadapan anggota Forkompinda Provinsi NTB, para Plh Bupati dan Walikota se NTB, para Kapolres dan Dandim se NTB  mengutarakan pengalamannya yang kerap kali turun ke desa-desa.

Di tiap desa yang dikunjunginya, hampir semua masyarakatnya tak takut sama corona. Namun sebaliknya masyarakat desa lebih takut akan kehilangan pekerjaan.

“Kata orang desa tak takut sama virus Corona karena matinya belum pasti, tapi kalau kehilangan pekerjaan lambat-laun kami seperti mati dalam hidup. Ini yang perlu diperhatikan,” ungkap Gubernur yang biasa disapa Bang Zul.

Lebih jauh Gubernur mengatakan, masyarakat tak perlu takut terkena Corona tapi berusaha maksimal tetap menjaga imun. Tidak terganggu pikirannya karena terkena Covid, sehingga ada harapan sembuh di ujung trowongan.

Gubernur yang ramah ini mencontohkan, Danrem 162/WB sebagai penyintas Covid-19 saat dilakukan isolasi mandiri selalu riang sehingga imun terjaga dan beban psikologis akibat terpapar corona dengan sendirinya akan hilang. Ini adalah salah satu cara untuk cepat sembuh dari Covid.

“Oleh karena itu Launching Kampung Sehat 2 dinilai penting sekali dan momentumnya sangat tepat sebagai sosial marketing, untuk melaunching kembali cara merubah paradigma masyarakat terhadap Covid-19 yang harus dihadapi dan berani dilawan dengan cara berusaha maksimal bila terkena Covid-19 dan tidak berakhir dengan kematian,” kata Bang Zul.

Menurutya, launching kampung sehat 2 Juga merupakan momentum agar masyarakat tak takut lagi dengan Covid-19.

Covid-19 menjadi warning untuk tetap meningkatkan kewaspadaan agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Dengan demikian masyarakat akan tetap sehat dan di balik Covid-19 ini akan membawa keberkahan bagi masyarakat NTB.

Disinggugnya pelaksanaan MotoGP di KEK Mandalika, dimana Presiden melalui Menparkeraf menginginkkan agar bisa digelar 2021 ini dan memiliki banyak penonton.

Karena itu momentum Hari Kebangkita Nasional (Harkitnas) 20 Mei 2021 mendatang bisa dirayakan agar masyarakat NTB memiliki semangat baru, di NTB tetap berdamai, bersahabat dengan Covid-19.

Sehingga MotoGP bisa terselanggara dengan aman dan nyaman.

“Diharapkan musibah yang menimpa kita dijadikan sebagai awal kebangkitan NTB di masa yang akan datang,” kata Gubernur.

Gairah baru

Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal mengungkapkan, masyarakat membutuhkan suasana baru keluar dari rutinitas harian yang membosankan dan mencari konsep dengan gairah baru.

Karena itu Kampung Sehat Jilid 2 ini bisa membangkitkan semangat masyarakat  agar masyarakat bergiat lagi melombakan kampungnya.

“Vaksinasi menjadi semangat kampung sehat jilid 2. Semua steakholder harus menykseskan vaksinasi dengan menyiapkan vaksinator untuk  membantu pemerintah daerah. Kita sudah dan tengah melatih vaksinator-vaksinator yang siap digerakkan untuk membantu Pemda dalam melakukan vaksinasi kepada masyarakat,” kata Iqbal.

Ditegaskan, Kampung Sehat 2 ini mengedepankan upaya yang dilakukan Pemerintah Pusat seperti Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berscala mikro. Dan di NTB diadopsi dengan berbasis kampung/desa.

“Karena itu diminta sinergitas TNI-Polri di kabupaten-kota se NTB bersama Bupati/Walikota bisa mendedikasikan anggotanya untuk penanggulangan Covid-19 ini,” pintanya.

Danrem 162/WB, Brigjen TNI Rizal Ramdhani, S.Sos, SH, MH memberikan semangat kepada para penyintas Covid-19 ataupun yang tengah menjalani isolasi mandiri untuk tetap termotivasi agar sembuh dari Covid-19 ini.

Danrem  bersama jajarannya hingga Babinsa mendukung program kampung sehat yang  menjadi instrument penting dalam menekan penularan Covid-19.

“Kami dukung sepenuhnya kampung sehat dan mendukung Pemda NTB dalam penanganan Covid-19 ini. TNI akan bersiergi dengan steak holder dalam  rangka penanganan Covid-19. Kami bertekad untuk membantu menurunkan tingkat mortalitas di NTB, meningkatkan kesembuhan di atas rata-rata nasional,” kata Danrem.

Kadis Kesehatan NTB Dr.H. L. Hamzi Fikri, MM, MARS menambahkan, yang menjadi senjata utama penanggulangan Covid-19 yakni dengan mengaktifkan kembali Satgas Covid-19 di masing-masing desa.

Jika ada warga yang terkena Covid hatrus segera ditangani. Cara terbaru dengan menggalakkan vaksinasi yang bertujuan untuk memutus mata rantai Covid-19.

“Vaksinasi tahap pertama untuk tenaga Kesehatan (Nakes) sudah mencapai  83,1 persen. Target kita Februari ini minimal semua Nakes di kabupaten/kota bisa bisa mencapai 90 persen lebih. Kami mengajak semua untuk bersama-sama mengatasi Covid ini. Sehingga kehidupan kita menjadi sehat, aman dan produktif dan bisa berjalan secara berdampingan,” tutup HL. Hamzi Fikri.

Pada kesempatan tersebut dilakukan penyerahan Instruksi Gubernur tentang pencegahan dan penanganan Covid-19 yang lebih massif di daerah masing-masing kepada Bupati/Walikota ataupun Plh Bupati/Walikota se NTB.

her-kominfotik




Wagub Minta Percepat Proses Vaksinasi Covid-19

Dinas Kesehatan NTB targetkan penyediaan 3000 tenaga vaksinator

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd., meminta untuk mempercepat proses vaksinasi Covid-19, demi percepatan terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok, sehingga penyebaran virus Corona bisa lebih cepat dikendalikan.

Hal tersebut disampaikan Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub, saat membuka Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 di NTB secara daring, Jumat (05/02/21).

Pemerintah Provinsi NTB sendiri menargetkan vaksinasi Covid-19 kepada 70 persen atau sejumlah kurang lebih 3 juta masyarakat NTB, yang terdiri dari tenaga kesehatan, petugas pelayan publik, dan masyarakat umum dalam kurun waktu satu tahun ke depan.

“Kita harus percepat proses vaksinasi. Kalo kita cermati, vaksinasi ini yang paling bisa mengendalikan penyebaran Covid-19. Dan kitalah yang bisa kendalikan vaksinasi. Yang mulanya satu tahun kalo bisa kita press menjadi enam bulan saja,” pinta Wagub perempuan pertama NTB tersebut.

Selain percepatan vaksinasi, Ummi Rohmi juga meminta untuk mengintensifkan kembali 3T yakni, testing, tracing, dan treatmen.

Terutama pada tahap tracing dan testing. Untuk jumlah tracing, Ummi Rohmi meminta kepada petugas kesehatan untuk melakukan tracing lebih banyak. Untuk testing, diminta agar memanfaatkan semaksimal mungkin Rapid-test Antigen.

“Adanya Rapid-test Antigen ini adalah angin segar bagi kita. Dengan ini maka kita bisa tracing lebih cepat dan lebih banyak. Rapid-test Antigen harus dipakai di semua Kabupaten dan Kota,” pintanya.

Capai 36 persen

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dr. H. Lalu Hamzi Fikri menjelaskan, pihaknya sedang berupaya optimal untuk melakukan percepatan vaksinasi dan memperbanyak tracing.

Saat ini, vaksinasi telah mencapai 36 persen pada tahap tenaga kesehatan. Pada timeline normal direncanakan, tahap I vaksinasi kepada tenaga kesehatan pada bulan Januari-Februari sebanyak 27.894 orang.

Tahap II petugas pelayanan publik pada bulan Maret-April, sebanyak 285.804 orang, dan terakhir tahap III Masyarakat Umum pada bulan Mei-Desember 2.743.611 orang.

Dinas Kesehatan NTB juga telah menargetkan penyediaan 3000 tenaga vaksinator dengan sasaran masyarakat umum sejumlah 2.743.611 atau 5.487.222 suntikan.

“Ke depan vaksinasi ini kita akan adakan percepatan. Sebelum Februari vaksinasi Tenaga Kesehatan harus kita tuntaskan,” jelasnya.

Untuk tracing sendiri, Dinas Kesehatan NTB akan menggenjot prosesnya agar memenuhi standard WHO 20-30 orang dalam sekali tracing.

“Paling tidak 1 orang tracing sampe 20 orang. Harus tetap kita usahakan meski susah,” jelas Fikri.

Hingga saat ini jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di NTB sejumlah 7.717, sembuh sejumlah 5.891 (76,3 persen), dirawat 1.487 (15,3 persen), dan meninggal 339 (4,4 persen).

novita@diskominfotikntb




Tenaga Kesehatan di Bima Mogok, Karena Belum Diberikan Tunjangan

Aksi mogok disayangkan Dikes NTB, padahal status di Bima zona merah Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Aksi mogok kerja yang dilakukan para tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Bima, disayangkan pihak Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Mengingat di Kabupaten Bima yang masih dalam status zona merah Covid-19.

Alasan mogok kerja para tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Bima karena pembayaran tunjangan yang belum diberikan oleh pemerintah setempat.

“Di Puskesmas Bima, mereka rata-rata mogok kerja. Ya jadi memang ada kaitannya sama tunjangan kinerja,” ungkapnya pada media, kemarin.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri yang dikonfirmasi mengaku pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Kepala Dinas yang ada di Bima. Diketahui, tunjangan yang belum diberikan itu karena ada rasionalisasi anggaran karena pandemi Covid-19.

“Semenjak (pandemi) Covid ada rasionalisasi anggaran di semua OPD kan dilakukan jadi itu semua terdampak juga pada tunjangan kinerja,” paparnya.

Hamzi juga mengatakan, teman-teman dinas itu sudah berkomunikasi dan berharap bisa diselesaikan dengan Internal.

“Kita sangat menyayangkan sikap para nakes yang pada saat pandemi seperti ini dibutuhkan, Ya kita  berharap agar tidak usah sampai keluar, silahkan keluarkan Aspirasi tapi jangan sampai mogok kerja,” katanya.

Hamzi berharap soal mogok kerja ini bisa diselesaikan secara internal.

“Semoga ini bisa cepat diselesaikan, terlebih di Bima masih  dalam status Zona merah penyebaran Covid-19,” kata Hamzi Fikri .

Aya




Percepatan Pemberian Vaksinasi, Untuk Menekan Covid-19 di NTB 

Penerapan protokol kesehatan dan sosialisasi tentang  Covid-19 dan vaksinasi terus dilakukan

MATARAM.lombokjournal.com

Percepatan pembeian Vaksinasi yang tengah berlangsung menjadi harapan untuk menekan penyebaran Covid- 19, di tengah kian meningkatnya jumlah kasus positif baru.

Tentu saja, selain pemberian vaksinasi terus ditekankan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Lalu Gita Aryadi

Hal itu terungkap dari rapat evaluasi pencegahan dan penanganan Covid 19 yang digelar Satuan Tugas Pemerintah Provinsi NTB bersama Satgas Kabupaten/Kota.

“Karena itu, diperlukan percepatan atau akselerasi pemberian vaksinasi di semua daerah di NTB”, ujar Kepala Dinas Kesehatan, H Lalu Hamzi Fikri, di Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Kamis (04/02/21).

Dijelaskannya, untuk mempercepat vaksinasi, Pemerintah Daerah akan menambah vaksinator sejumlah 3000 orang dari 1800 yang sudah ada di lapangan untuk tiga juta penduduk NTB.

Upaya lain mengantisipasi lonjakan kasus baru adalah dengan melakukan tracing contact menggunakan rapid test antigen.

Seperti dikatakan Kepala Dinas Kesehatan NTB, sasarannya lebih banyak dalam penanganan Orang Tanpa Gejala dan memiliki akurasi cukup tinggi. Ini bisa menjadi kebijakan strategis Satgas di daerah.

Dengan melonjaknya angka kasus baru, angka kematian karena terpapar Covid 19 di NTB sebesar 4,4 persen, berada di atas rata-rata nasional 2,8 persen dan 2,2 persen angka kematian global.

Demikian juga dengan realisasi kontak erat NTB juga tinggi sebesar 7,8 persen dari angka ideal 2 persen. dr. Fikri panggilan Kadikes menyarankan tracing contact antigen, karena korelasinya sangat erat mempengaruhi data lainnya terkait penanganan dan pencegahan.

“Saat ini situasi pandemi yang meningkat belum menunjukkan trend puncak, apalagi menurun,” jelas dr. Fikri.

Strategi lainnya, ia mengingatkan Satgas kabupaten/ kota terkait kebijakan konversi kamar rumah sakit sebesar 30 persen untuk ruang isolasi. Begitu pula dengan protokol Kesehatan, ditekankan untuk menghindari, mengurangi dan membatasi kerumunan.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan Korem 162/WB berharap, rapid antigen bisa dilakukan sampai ke warga desa melalui Satgas Covid-19 kelurahan/desa.

Dari rapat evaluasi tersebut, baru Satgas Covid-19 Kabupaten Sumbawa Barat yang mengakui telah mendorong Pemerintah Desa untuk penganggaran pembentukan Satgas desa sesuai PerMenDes.

Sosialisasi ditingkatkan

Sekretaris Daerah, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si. mengingatkan, agar penerapan protokol kesehatan dan sosialisasi tentang  Covid-19 dan vaksinasi terus dilakukan.

Begitu pula dengan surat edaran Gubernur tentang pembatasan kegiatan masyarakat untuk dipatuhi dan dilaksanakan.

“Kita tetap berharap ada langkah strategis baru yang bisa segera mengeluarkan kita dari pandemi, selain upaya dan ikhtiar yang sudah kita lakukan selama ini”, ujar Sekda.

Dalam rapat evaluasi tersebut, seluruh perwakilan Satgas kabupaten/ kota yang mengikuti melalui video

Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur diminta mengantisipasi kegiatan Bau Nyale pade Maret mendatang, agar tidak menimbulkan kerumunan warga masyarakat saat melakukan tradisi tahunan tersebut.

jm@DiskominfotikNTB




Bupati Lombok Utara Canangkan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

DI KLU ingga saat ini ada 20 kasus konfirmasi positif. Kematian ada 7 orang yang sudah meninggal. Sedangkan 132 pasien sembuh

TANJUNG.lomokjournal.com

Vaksinasi tahap awal DI Kabupaten Lombok Utara (KLU) pencanangan pelaksanaannya dibuka Bupati KLU,  Dr H Najmul Akhyar SH MH, di Aula Kantor Bupati setempat (2/2/2021).

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 KLU, mulai melakukan pencanangan itu setelah mendapat distribusi vaksin Covid-19 sebanyak 2.560 unit.

Bupati Najmul berharap, pencanangan hari itu menjadi momentum kewaspadaan, kehati-hatian sekaligus keseriusan bersama menghadapi Covid-19.

Prioritas vaksin ditujukankepada tenaga medis, tokoh, ulama pemegang amanah yang pertama karena kerap bertemu langsung dengan orang banyak. Para medis berhadapan dengan penderita Covid. Selain, supaya menjadi contoh bagi masyarakat.

Dikatakan, pemerintah ingin mempercepat proses vaksin segara sampai ke masyarakat. Seluruh masyarakat Indonesia diikhtiarkan mendapatkan vaksin. Pandemi Covid-19 tak bisa hilang, jika tidak ditangani secara komprehensif.

“Marilah kita bersama-sama terus bersinergi membangun kesepahaman agar kita tidak menjadi bagian dari penyebar berita-berita tidak benar  tentang vaksin Covid,” pesannya.

Dikatakannya, kondisi di Lombok Utara jika dibandingkan dengan kabupaten lain di NTB, sejak November sempat zero Covid. Kemudian muncul satu dua, dan terkaKhir sungguh mengejutkan, karena beberapa tenaga medis ada yang kena.

“Saya berpikir vaksin ini perlu segera dipercepat untuk diberikan kepada masyarakat kita. Bila ada masyarakat kita yang mampu, bisa melakukan vaksin secara mandiri. Tentu dalam pengawasan para medis,” imbuhnya.

Tantangan utama kini adalah menghadapi kejenuhan masyarakat yang mesti dihadapi sebagai pengalaman bersama. Menurutnya, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada satu sisi cara menyelesaikan masalah, tetapi pertumbuhan ekonomi semakin kecil.

Bupati mengimbau masyarakat untuk melakukan vaksinasi, tidak mungkin kebijakan pemerintah itu mencelakakan masyarakatnya.

“Tadi saya minta menjadi orang pertama kali di screening, karena saya ingin menunjukkan ke masyarakat bahwa vaksinasi ini penting, tapi setelah di screening, saya alergi obat. Ditunda dulu sampai bisa divaksinasi seperti yang lain. Mudah-mudahan tahapan berikutnya saya bisa divaksinasi. Kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa vaksin itu tidak apa-apa,” tuturnya.

Ketua DPRD Lombok Utara Nasrudin SHI sebagai orang pertama yang divaksinasi mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah menerima berita hoaks tentang efek samping vaksin. Dan ia minta masyarakat, agar mengikuti program vaksinasi pemerintah sebagai langkah mengantisipasi penularan Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan dr Lalu Bahrudin dalam laporannya mengatakan, dari sepuluh Kabupaten/ Kota di NTB, Lombok Utara termasuk  mengikuti pencanangan tahap II vaksinasi Covid-19.

Tahap pertama dilaksanakan di Provinsi NTB, Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. Sedangkan tahap kedua, dilaksanakan pada delapan kabupaten/kota termasuk di Lombok Utara.

“Sebagai laporan terkait kasus Covid-19 di KLU, hingga saat ini ada 20 kasus konfirmasi positif. Kematian ada 7 orang yang sudah meninggal. Sedangkan 132 pasien sembuh,” tandasnya.

Menurutnya, telah berbagai upaya dilakukan termasuk pada jajaran kesehatan yang terus melakukan koordinasi berbagai pihak termasuk pihak kepolisian.

Mulai dari sosialisasi edukasi promotif sampai kuratif. Dengan adanya vaksinasi tersebut, diharapkan dapat menekan angka peningkatan Covid-19.

Dijelaskan pula, didroping sekitar 2560 unit untuk 2 kali vaksin. Jika hari ini (2 Februari) divaksinasi, maka pada tanggal 16 Februari akan divaksinasi lagi. Karena, jika vaksin hanya sekali itu percuma.

“Proses perjalanan vaksin sampai terbentuknya antibody membutuhkan waktu sekitar 29 sampai 30 hari. Vaksin ini tidak sembarangan kita berikan kepada semua orang, karena ada indikasi-indikasi yang harus disesuaikan. Setelah vaksinasi, kita observasi selama 30 menit, kalau tidak ada persoalan diperbolehkan pulang.  Seandainya ada masalah, ada tim ambulance yang sudah standby di lokasi,” tuturnya.

Rangkaian acara berjalan lancar dilanjutkan dengan penyuntikan vaksin kepada Ketua serta Wakil Ketua I dan II DPRD, Kepala Dinsos PPA, Kadis Kesehatan serta Ketua FKUB KLU dan hadirin lainnya.

Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua DPRD Lombok Utara Nasrudin SHI, Wakil Ketua I H Burhan M Nur SH, Wakil Ketua II Mariadi SAg, Dandim 1606/Lobar Kolonel Arm Gunawan SSos MT, Kapolres Lotara AKBP Feri Jaya Satriansyah SH, Ketua FKUB KLU Dr H L Muchsin Muhtar, Para Asisten Setda KLU, unsur pimpinan OPD, Kepala Puskesmas se-KLU, serta tamu undangan.

sas




Wagub: Jiwa Sehat dan Rasa Aman Jika Patuhi  Protokol Kesehatan

Selain berdampak pada ekonomi dan kesehatan fisik masyarakat, pandemi Covid-19 berpotensi menyebabkan gangguan jiwa dan mental masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd berharap, mental dan kesehatan jiwa masyarakat di masa pandemi harus betul-betul disikapi dengan baik

Kesehatan jiwa atau mental masyarakat menjadi salah faktor penting dalam upaya pemulihan seluruh sektor yang terdampak pandemi Covid-19.

Wagub Hj Sitti Rohmi Jalillah

“Pengaruh mental dan kesehatan jiwa masyarakat di masa pandemi harus betul-betul disikapi dengan baik. Jangan sampai pandemi mengacaukan kesehatan jiwa masyarakat,” harap Wagub pada puncak peringatan hari ulang tahun RSJ Mutiara Sukma ke-31, di Aula Utama RSJ Mutiara Sukma, Jumat (01/29/21).

Pada kegiatan dengan tema sehat jiwa hadapi pandemi Covid-19 untuk NTB Gemilang dan Indonesia maju itu , Wagub mengungkapkan bahwa salah satu sumber lahirnya kebahagiaan adalah tumbuh dari jiwa-jiwa dan mental yang sehat dan perasaan aman.

Guna memutus mata rantai wabah ini, Wagub  minta seluruh masyarakat tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan.

Kalau kesehatan jiwa dan mental yang kuat mampu dibentengi dengan baik, maka otomatis memberi dampak yang positif bagi kehidupan masyarakat, meski di tengah hiruk piruknya isu tentang Covid-19.

Protokol kesehatan dengan menerapkan 5 M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilitas dan interaksi menjadi benteng paling kuat mencegah penyebaran Covid-19 saat ini.

“Untuk itu, kesehatan jiwa akan selalu hadir jika tetap patuh menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB, menjelaskan, selain berdampak pada ekonomi dan kesehatan fisik masyarakat, pandemi Covid-19 berpotensi menyebabkan gangguan jiwa dan mental masyarakat jika tidak tertangani dengan baik.

Hal itu dilihat dari berbagai stigma negatif yang dirasakan oleh orang-orang yang pernah terpapar Covid-19. Karena itu, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma Provinsi NTB diharapkan tetap menjadi garda terdepan dalam menangani dan menjaga kesehatan mental dan jiwa masyarakat di masa pandemi.

Selain itu, Ummi Rohmi mengapresiasi atas kerja keras pihak RSJ bersama seluruh tenaga kesehatannya, yang sudah 31 tahun memberi pengabdian kepada masyarakat. Selain menangani Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), mereka juga telah berhasil menghadapi situasi pandemi Covid-19 dengan baik.

“Mewujudkan kesehatan jiwa dan meminimalisir ODGJ butuh keseriuasan semua pihak. Butuh kolaborasi yang luar biasa antara pemerintah dan masyarakat,” imbunya.

Tetap produktif di tengah pandemi

Senada dengan itu, Direktur RSJ Mutiara Sukma, dr. Evi Kustini Somawijaya menjelaskan, momentum HUT ke- 31 RSJ Mutiara Sukma kali ini, merupakan semangat baru untuk terus meningkatkan pelayanan terhadap kesehatan jiwa masyarakat NTB.

Menanggulangi masalah kesehatan jiwa menjadi misi besar bagi RSJ untuk menciptakan masyarakat yang aman dan tetap produktif meski di tengah pandemi Covid-19.

“Sejak pandemi Covid-19 berlangsung, berbagai upaya terus kami lakukan, mulai dengan tetap menerapkan protokol kesehatan disemua fasilitas pelayanan hingga meningkatkan perlindungan kepada pasien ODGJ yang sedang dirawat,” jelasnya.

Dari penanganan yang dilakukan, lanjut direktur, penyebaran Covid-19 di lingkungan RSJ dapat dicegah dengan baik. Sejak virus Corona mulai mewabah di NTB, pihaknya terus memperkuat pelayanan dengan mengedepankan protokol kesehatan. Dari ratusan ODGJ yang dirawat hanya terdapat 15 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Dari jumlah pasien Covid-19 itu, kami terus melakukan pelayanan sesuai dengan SOP yang berlaku. Hingga saat ini, Alhamdulillah tersisa hanya 3 pasien ODGJ yang maaih terkonfirmasi positif,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ummi Rohmi bersama rombangan yang didampingi Direktur RSJ juga melaunching fasilitas ruang rawat anak remaja dan Klinik Tumbuh Kembang sebagai fasilitas baru bagi penangan kesehatan jiwa bagi anak dan remaja.

Man@DiskominfotikNTB