Nasional: Kasus Positif dan Kematian Covid-19 Meningkat

lombokjournal.com

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam konferensi pers dikutip dari kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (20/4/2021), menyayangkan penambahan kasus positif dan kematian kembali meningkat.

“Sangat disayangkan setelah mengalami penurunan pada minggu lalu, di minggu ini Kembali mengalai kenaikan,” ujarnya.

Data Satgas Penanganan Covid-19, persentase kasus positif pada minggu ini mencapai 14,1 persen atau meningkat pada pekan sebelumnya yang berada di angka 14 persen.

Lima provinsi sebagai penyumbang kasus terbanyak, yaitu Jawa Barat 2.276 kasus, Jawa Tengah 1.203 kasus, Riau 346 kasus, DKI Jakarta 346 kasus dan NTT 266 kasus.

Meningkatnya kasus kematian mingguan disumbang lima provinsi, meliputi DKI Jakarta naik 30 kasus kematian, Riau naik 21, Kalimantan Tengah naik 12 kasus, Banten naik 8 kasus, dan DIY naik 8 kasus.

Sedangkan, kasus kesembuhan mingguan tercatat meningkat setelah lima pekan berturut-turut mengalami penurunan.

Peningkatan kesembuhan pada pekan itu meliputi Jawa Tengah naik 757 kesembuhan, DKI Jakarta naik 590 kasus, Banten naik 518, Aceh naik 92, dan DIY naik 384.

Terkait kenaikan kasus positif dan kematian, Satgas menduga hal itu disebabkan karena dampak libur Paskah dan menurunnya ketaatan masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

“Penambahan kasus positif dan kematian ini terjadi bisa karena dampak dari libur Paskah pada 4 April lalu, dan menurunnya kepatuhan protokol kesehatan yang mungkin terjadi karena euforia vaksinasi,” kata Wiku.

BACA JUGA: Update Covid-19,  Di NTB 517 meninggal dunia, 1.101 orang masih positif

Karena itu diingatkan, agar semua pihak langsung melakukan antisipasi supaya peningkatan ini tidak berkelanjutan pada pekan berikutnya.

“Perkembangan yang kurang baik ini perlu segera dimitigasi agar tidak berkelanjutan di minggu-minggu berikutnya,” kata Wiku.

Rr




Covid-19 di NTB: 517 Meninggal Dunia, 1.101 Masih Positif

MATARAM.lombokjournal.com

Kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, hari Selasa (20/04/21) bertambah 40 pasien. Sedangkan pasien yang dianyatakan sembuh atau yang selesai isolasi sebanyak 34 pasien.

Dan pada hari Selasa juga terdapat 4 kasus kematian baru, masing-masingg pasien nomor 10969, an. N, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid.

Kemudian pasien nomor 11281, an. S, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid.

Yang ketiga, pasien nomor 11692, an. SR, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid.

Dan keempat, pasien nomor 11768, an. M, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasa sebanyak 11.773 orang, dengan perincian 10.155 (sepuluh ribu seratus lima puluh lima) orang sudah sembuh, 517 (lima ratus tujuh belas) meninggal dunia, serta 1.101 (seribu seratus satu) orang masih positif.

Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Gita Ariadi melalui press release hari Selasa (20/04) mengharapkan,  bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu pasien  yang masih berjuang melawan Covid-19.

BACA JUGA: Nasional: Kasus Positif dan Kematian Covid-19 Meningkat

“Dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, kata Lalu Gita.

Rr




Kasus Positif Covid-19, Kota Mataram Terbanyak

Penyintas Covid-19 dihimbau mendonorkan plasma darahnya

MATARAM.lombokjournal.com

Kota Mataram masih teratas dalam kasus baru positif Covid-19. Dari 42 sampel  kasus baru positif Covid-19 DI Nusa Tenggara Barat (NTB), pasien yang positif terpapar Covid-19 dari Kota Mataram sebanyak 22 pasien.

Angka itu diperoleh berdasarkan press release Sekretaris Daerah Selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, hari Rabu (14/04/21).

Sisa pasien dari kabupaten lain yang positif tepapar Covid-19, masing-masing dari Kabupaten Sumbawa sebanyak 7  pasien, disusul Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Timur  masing-masing sebanyak 3 pasien.

BACA JUGA:

Kabupaten Lombok Utara sebanyak 2 pasien, dan Kabupaten Lombok Tengah  dan Kabupaten Bima masing-masing 1 pasien.

Kota Mataram juga mencatat angka terbanyak pasien Covid-19 yang sudah sembuh. Dari 116 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, dari Kota Mataram sebanyak 80 pasien.

Namun hari Rabu (14/04), dari dua pasien yang meninggal dunia, satu pasien berasal dari Kota Mataram, yaitu pasien nomor 11499, atas nama M, perempuan, 66, penduduk Kel Dasan Agung, Kec Selaparang, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu (14/04) sebanyak 11.540  orang. Rinciannya, 10.048 sudah sembuh, 498  meninggal dunia. Sebanyak 994 pasien masih positif.

BACA JUGA:

Diharapkan, orang yang sembuh dari Covid-19 agar membantu pasien yang masih berjuang melawan Covid-19. Caranya?

“Dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” kata Lalu Gita.

Rr




Wagub Launching Posyandu Keluarga Tingkat Kecamatan Lenek

Wagub bangga karena dalam waktu yang tidak terlalu lama seluruh desa di desa Lenek mampu merevitalisasi posyandu keluarga, bahkan membentuk kampung KB.

LOTIM.lombokjournal.com – –

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Ir.Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., melaunching Posyandu Keluarga dan Kampung KB Tingkat Kecamatan Lenek, di Kantor Camat Lenek, Lombok Timur, Kamis (8/4/2021).

Dengan telah direvitalisasinya posyandu yang awalnya hanya melayani kesehatan ibu dan anak  menjadi posyandu keluarga, maka selanjutnya posyandu keluarga ini akan dapat melayani remaja dan lansia juga.

Wagub Hj. Sitti Rohmi Djalilah

“Baik melayani konsultasi kesehatan remaja dan lansia bahkan persoalan sosial lainnya,” ujar Wagub yang akrab disapa Ummi Rohmi.

Posyandu keluarga ini nantinya diharapkan dapat mengurai beberapa permasalahan sosial dan kesehatan mendasar yang memang menjadi konsentrasi pekerjaan Pemerintah di seluruh NTB saat ini.

Seperti pemahaman tentang pernikahan dini, persoalan buruh migran, pemahaman tentang pola hidup lansia hingga persoalan lain. Termasuk stigma kesehatan yang secara turun temurun dipercayai oleh masyarakat harus ditangkal dengan penjelasan logis secara ilmu pengetahuan.

“Inilah pentingnya posyandu keluarga sebagai pusat edukasi berbasis dusun,” tegas Ummi Rohmi.

Melihat progres pertumbuhan posyandu keluarga, Wagub merasa bangga karena dalam waktu yang tidak terlalu lama seluruh desa di desa Lenek mampu merevitalisasi posyandu keluarga, bahkan membentuk kampung KB.

“Ini surprise bagi saya. Ayo terus bergerak mensukseskan program pemerintah demi masyakat kita,” tutupnya.

Dalam laporannya, Sekda Kabupaten Lombok Timur,  HM. Juaini Taufik, M.Ap., menyampaikan, progres pembentukan posyandu keluarga di Lotim ini berkat tantangan dan dukungan dari Wakil Gubernur.

Sejauh ini, transformasi posyandu di Lotim pada bulan Maret sampai minggu pertama April sebanyak 644, sehingga total keseluruhan posyandu keluarga di Lotim sebanyak 1.389 buah posyandu keluarga atau 72 persen dari jumlah posyandu konvensional yang sebanyak 1.926 buah.

Pemda Lotim melalui Bupati terus menginstruksikan untuk segera merevitalisasi posyandu keluarga hingga 100 persen. Komitmen ini terus kami dorong, walaupun belum siap, di tengah keterbatasan namun terus berjalan.

“Untuk itu, OPD terkait kami dorong untuk langsung monev di desa-desa, memberikan pemahaman tentang pentingnya Posyandu Keluarga,” tutup Sekda.

Sementara itu, Camat Lenek H. Supriadin, M. Pd., mengatakan bahwa kecamatan lenek merupakan pemekaran dari kecamatan Aikmal. Sudah 3 tahun ini terus berbenah dan berkembang.

Dijelaskannya, di desa Lenek Ada 10 desa. Ada 77 posyandu konvensional yang sudah berubah menjadi posyandu keluarga.

Sedangkan Kampung KB awalnya desa ada 2 desa, yaitu Lenek duren dan Kalibambang. Namun kini sudah 10 Kampung KB terbentuk.

“Terimakasih atas keluangan waktu Wagub untuk meresmikan Posyandu Keluarga dan Kampung KB di Tingkat Kecamatan Lenek,” tutupnya.

Turut mendampingi Wakil Gubernur,  Asisten 1, Asisten 3, Kadis PMPD Dukcapil, Kadis Kesehatan Provinsi NTB, Camat Lenek, Forkopimca Lenek beserta elemen masyarakat setempat.

Edy

@diskominfotik_ntb




Wagub: Perkuat Edukasi Pengendalian Penduduk Melalui Posyandu Keluarga

Untuk Percepatan Implementasi Program Bangga Kencana 2021

MATARAM.lombokjournal.com

Kunci pengendalian penduduk dan penyelenggaraan Keluarga Berencana di Provinsi NTB terletak pada edukasi.

Edukasi yang massif dapat diselenggarakan melalui Posyandu Keluarga di seluruh dusun dari Ampenan hingga Sape.

Wagub Hj. Sitti Rohmi Djalilah

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd. saat membuka Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Banggakencana) tahun 2021, di Aula BKKBN NTB, Rabu (07/04/21).

Tema yang diangkat “Meningkatkan upaya dan strategi dalam Rangka Percepatan Implementasi Program Bangga Kencana Melalui Lintas Sektor di Masa Pandemi Covid-19”.

Rakerda diikuti secara daring oleh 312 orang ASN BKKBN, Pemprov dan Pemda se-NTB, organisasi masyarakat dan mitra kerja.

Ke depan, semua Posyandu di NTB menjadi Posyandu Keluarga yang melayani warga dusun, tidak hanya bayi dan ibu hamil. Termasuk ibu-ibu usia produktif, remaja, hingga lansia terlayani disertai edukasi.

Sehingga berbagai program BKKBN seperti menurunkan angka pernikahan anak, angka stunting, dan lain sebagainya diedukasikan melalui Posyandu Keluarga.

“Agar masyarakat menjalankan program karena paham, bukan karna dipaksa pemerintah,” tegas Wagub.

Menurut Ummi Rohmi, perkembangan Revitalisasi Posyandu atau proses meningkatkan status posyandu biasa menjadi Posyandu Keluarga di NTB semakin membaik dari waktu ke waktu.

Respon dari Kabupaten dan Kota se-NTB sudah semakin baik. Di Kabupaten Sumbawa misalnya sudah hampir mencapai target 100 persen Posyandu Keluarga.

Begitu juga di Kabupaten-kabupaten yang ada di Lombok. Kabupaten Lombok Timur sendiri menargerkan 100 persen Posyandu Keluarga bulan Mei mendatang.

Untuk mensukseskan program Revitalisasi Posyandu, dapat diwujudkan dengan komitmen yang kuat dari tiap Desa setempat.

Jika semua Posyandu Keluarga telah kuat, maka berbagai edukasi di tingkat dusun bisa berjalan sukses termasuk program Banggakencana dari BKKBN.

Strategi BKKBN NTB

Drs. Sama’an, M.SI, PLT. Kepala Perwakilan BKKBN NTB menjelaskan Rencana strategis BKKBN NTB di tahun 2021 mendatang.

BKKBN NTB menragetkan capaian Banggakencana di antaranya, menurunkan angka kelahiran total menjadi 2,23 dan angka kelahiran remaja 36 per wanita subur  pada usia15-19.

Meningkatkan usia perkawinan perempuan menjadi 21 tahun serta indeks pembangunan keluarga menjadi 52,43 persen.

“Kita juga menargetkan angka pemakaian kontrasepsi modern menjadi  56, 5 persen, menurunkan kebutuhan berkontrasepsi yang tidak diinginkan menjadi 14,48 persen,” jelasnya.

Sama’an berharap, pandemi yang tengan melanda dan berpengaruh pada jalannya program BKKBN dapat dibenahi bersama. Seluruh pihak termasuk Media harus bekerjasama mensukseskan program tersebut.

Novita

@diskominfotikntb

 




Bantuan Alkes Penanganan Covid-19 di NTB Harus Dimanfaatkan Maksimal

Bantuan alat kesehatan berupa chamber (hiperbarik) bermanfaat untuk terapi pengobatan penyakit dekompresi yang biasanya dialami para penyelam

MATARAM.lombokjournal.com

Bantuan sejumlah alat-alat kesehatan (Alkes) dari Kementerian Kesehatan yang diterima Pemprov NTB harus dimanfatakan maksimal dalam menunjang kesehatan masyarakat terlebih saat penanganan Covid-19.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd menyampaikannya pada penyerahan alat kesehatan berupa Chamber (Hiperbarik) dan Ventilator di Mataram, Senin (05/04/21).

“Gunakanlah bantuan alat ini dengan sebaik-baiknya agar bermanfaat bagi kesehatan masyarakat yang ada di Rumah Sakit yang menerima bantuan alat ini. Jangan disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak semestinya,” harap Wagub.

Kepala Dinas Kesehatan NTB dr. HL. Hamzi Fikri di hadapan Wagub NTB menjelaskan, penyerahan alat kesehatan berupa chamber (hiperbarik) merupakan bantuan Kementerian Kesehatan melalui UPT Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Mataram.

Bantuan itu diperuntukkan bagi Pemprov NTB untuk diserahkan kepada Rumah Sakit Provinsi NTB, Rumah Sakit Gerung dan Rumah Sakit Air Awet Muda, Narmada, Lombok Barat.

Chamber sendiri bermanfaat untuk terapi pengobatan penyakit dekompresi yang biasanya dialami oleh para penyelam bawah laut.

Namun belakangan ini, terapi hiperbarik juga kerap dipakai sebagai pengobatan tambahan untuk mengatasi berbagai penyakit.

“Sedangkan Pemprov NTB memberikan bantuan alat kesehatan berupa GeNose yang bisa mendeteksi Covid-19 dalam kurun waktu hanya 10 detik. GeNose bantuan Pemprov NTB ini diserahkan kepada KKP Mataram untuk diteruskan kepada Pelabuhan Laut dan Bandara.

Kita gunakan GeNose untuk deteksi cepat Covid-19, apalagi NTB merupakan asal pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan banyaknya jamaah yang umroh setiap saat,” kata Hamzi Fikri.

Pada kesempatan itu pula diserahkan bantuan 2 buah ventilator dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) untuk penanganan Covid-19 di RS Air Awet Muda Narmada.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala BPKAD, Direktur RS Air Awet Muda, Kepala KKP Mataram dan Direktur RSUP NTB.

Her
diskominfotik




Wagub: Posko Ketahanan Pangan Terintegrasi dengan Posko PPKM di Jenggala Patut Dicontoh

PPKM Mikro bukan membatasi kegiatan warga, namun tetap bekerja dan produktif dengan tetap mengikuti protokol kesehatan

KLU.lombokjournal.com

Posko Ketahanan Pangan terintegrasi dengan Posko Terpadu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro dengan berbasis Rukun Tetangga (RT), di Desa Jenggala, salah satu inovasi yang patut dicontoh.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., Senin (05/04/21), saat meninjau kegiatan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Lombok Utara.

“Posko terpadu dan terintegrasi ini, merupakan salah satu inovasi yang patut dicontoh,” kata Wagub Ummi Rohmi di hadapan Pemerintah Desa Jenggala.

Menurutnya, dalam menanggulangi penyebaran Covid-19, posko terintegrasi di tingkat desa diperlukan sebagai sarana pengendalian pandemi Covid-19 agar lebih tepat sasaran.

Diingatkan, sebagai pusat perencanaan, koordinasi, pengendalian, dan evaluasi kegiatan penanganan, sistem pelaporan PPKM berbasis mikro ini dapat dilaksanakan dengan baik.

“Jadi harus fokus dengan sistem pelaporan bebasis data yang riil di tingkat RT. Jangan disama ratakan, ketika salahsatu RT di desa tersebut, ada satu warga terkonfirmasi positif, sehingga menjadikan desa zona merah. Itu yang salah, seharusnya hanya di RT itu saja yang berwarna merah, itulah PPKM berbasis RT,” tegasnya.

Selain itu, PPKM Mikro bukan membatasi kegiatan warga. Namun tetap bekerja dan produktif dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Wagub menekankan, agar sinergi dan kolaborasi antara pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan seluruh elemen di desa harus terjalin baik.

Nol kasus

Kepala Desa sekaligus Ketua Satgas Covid Desa Jenggala Fakhruddin, S.Pd. mengatakan di desanya memiliki 8 Dusun dan sebanyak 30 RT.

“Desa kami tidak ada yang terkonfirmasi Covid, nol kasus,” tegas Kades.

Untuk menanggulangi Covid, Ada 3 posko utama, termasuk Posko isolasi mandiri. Berbagai fasilitas disediakan di Posko seperti alat kesehatan, media edukasi untuk menerapkan 5 M dan data.

Termasuk Posko  Ketahanan Pangan ini merupakan posko terpadu untuk memotivasi masyarakat memanfaatkan pekarangan dan tanah kosong yang produktif. Sehingga menambah gizi untuk kesehatan keluarga ditengah Covid.

Diakuinya, bersama satgas dan elemen masyarakat terus memberikan edukasi untuk menegakan protokol Covid. Pentinnya vaksinasi guna memperkuat imun dan informasi lain kepada masyarakat.

“Kami bersama dan bersinergi membangun kesadaran masyarakat tentang ketahanan pangan maupun pentinnya menjaga kesehatan ditengah pandemi,”tutup Kades.

Turut serta mendampingi Wakil Gubernur, antara lain Asisten 1, Kadis Kesehatan, Kadis PMPD Dukcapil, Direktur RSUP, Karo Kesra Setda Provinsi NTB, Sekda KLU, Kadikes KLU,dan perwakilan Kepolisian dan TNI di KLU.

Edy

@diskominfotik_ntb




Pantau Vaksinasi di Lobar, Wagub Minta Perhatikan Lansia dan Jamaah haji

Posyandu keluarga diminta maksimalkan vaksinasi bagi lansia

LOBAR.lombokjournal.com

Keberadaan posyandu keluarga di NTB diharapkan dapat mempercepat realisasi target vaksinasi Covid-19 untuk kelompok lanjut usia. Para lansia termasuk kelompok rentan terpapar Covid-19 dan memiliki keterbatasan.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Ir.Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., meminta keberadaan posyandu keluarga dapat dimaksimalkan untuk kegiatan vaksinasi bagi lansia.

Hal itu dikatakannya ketika meninjau langsung proses vaksinasi di Kantor Bupati Lombok Barat dan di Puskesmas Kuripan, Rabu (31/03/21).

“Kita bersama tahu, keadaan orang tua kita yang masuk kategori lansia serba terbatas. Maka dengan adanya posyandu keluarga, mempermudah dan mempercepat mereka untuk melakukan vaksin,” jelas Ummi Rohmi.

Termasuk para jamaah haji yang akan melaksanakan ibadah haji juga wajib harus segera divaksin. Karena terdapat kelompok lansia juga pada jamaah haji ini. Sehingga dapat menjaga dan memperkuat iman dan imun jamaah saat ke tanah suci.

Menurut Ummi Rohmi, Kabupaten Lombok Barat memiliki layanan posyandu keluarga yang bagus. Bahkan ada aplikasi e-posyandu.

“Nah harus kita dorong, agar terintegrasi dengan Sistem Layanan Posyandu Keluarga Pemprov. NTB,” cetusnya.

“Jangan terlalu berpikir idel dan ribet merevitalisasi posyandu keluarga ini, cuma menambah 2 meja, untuk melayani lansia dan remaja saja,” tambahnya.

Wakil Bupati Kabupaten Lombok Barat, Hj. Sumiatun mengatakan, saat ini konsentrasi vaksinasi adalah ASN, tokoh masyarakat, lansia, jamaah haji dan komponen lainnya.

“Antusias yang mengikuti vaksinasi ini terus kami dorong, demi melindungi masyarakat di Lombok Barat,” kata Sumiatun.

Pemerintah Lombok Barat juga gencar mensosialisasikan pentingnya Vaksin. Termasuk terus mentaati protokol Covid-19, untuk mencegah penyebaran virus covid ini.

Usai meninjau vaksinasi di Kantor Bupati Lombok Barat, Wagub bersama rombongan meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid di Puskesmas Kuripan.

Salah satu lansia asal Kuripan, Marianah (71 tahun) mengatakan, ia merupakan peserta yang akan menunaikan ibadah haji. Ia berterimakasih telah diperhatikan untuk divaksin.

“Saya bersyukur memperoleh suntikan vaksin untuk memberikan kekebalan tubuh kami,” katanya di Puskesmas Kuripan.

Turut serta mendampingi Wakil Gubernur, antara lain Asisten 1, Asisten 3, Kadis Kominfotik, Kadis Kesehatan, Kadis PMPD Dukcapil, Direktur RSUP dan Karo Kesra Setda Provinsi NTB, Pejabat Pemkab Lobar, Camat Kuripan dan jajarannya.

diskominfotikNTB

 




Wagub Memantau Penerapan PPKM di Desa Setanggor

Harus dijaga betul jangan sampai interaksi sesama warga terlalu bebas, ini maksudnya PPKM berbasis RT

LOTENG.lombokjournal.com

Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro  berbasis Rukun Tetangga (RT), agar tetap memperhatikan kearifan lokal setempat. Serta menekankan 5M, melibatkan semua unsur, dari Pemdes, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan lembaga lain.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir.Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd menyampaikan itu saat  meninjau penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro  berbasis Rukun Tetangga (RT) untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, di Desa Setanggor Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (30/03/21).

Kunjungan Wakil Gubernur yang akrab disapa Ummi Rohmi ini guna memantau penerapan PPKM Mikro di desa, serta menekankan pentingnya kepatuhan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan.

“Tetap mengikuti aturan untuk tetap menjaga kesehatan, agar terhindar dari penyebaran virus Covid,” kata Wakil Gubernur NTB.

Menurutnya, harus dijaga betul jangan sampai interaksi kita dengan sesama warga terlalu bebas, ini maksudnya PPKM berbasis RT itu.

Ummi Rohmi juga menyinggung Vaksin. Ia menghimbau agar masyarakat paham tujuan vaksin di masa pandemi ini agar  kita semua dapat hidup produktif dan ekonomi kembali pulih.

Kepala Desa Setanggor, H. Kamarudin, menjelaskan, ada 14 Dusun di desa Setangor. Sejak himbauan pemerintah 23 Maret lalu, desanya sudah sigap memberlakukan PPKM berbasis desa.

“Insya Allah kami jaga hingga 5 April sesuai kebijakan pemerintah,” kata Kamarudin.

Di desanya juga sudah mengikuti aturan dan persyaratan untuk PPKM itu. Seperti pembentukan Posko Terpadu, termasuk posko berbasis RT.

Sehingga setiap aktivitas sosial kemasyarakatan selalu melibatkan tim terpadu, untuk mewajibkan warga menerapkan protokol Covid.

Kamarudin mengatakan, desa Setangor merupakan desa Wisata. Bahkan beberapa kali diundang Nasional untuk mengikuti berbagai kegiatan.

Ia meminta Pemrov. NTB ikut membantu untuk penguatan kapasitas SDM maupun SDM. Sehingga kedepan desa ini menjadi ikon pariwisata dilingkar bandara.

“Kami punya potensi wisata, semoga pemerintah mau membuka mata membantu desa kami,” tutupnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Assisten III Setda Provinsi NTB, tim posko terpadu PPKM Mikro desa Setanggor, tokoh masyarakat, agama, pemuda dan elemen lembaga desa lainnya.

Edy

@diskominfotik_ntb)




Bunda Niken Ajak Masyarakat Rutin Senam Jantung Sehat

Masyarakat fokus penularan Covid 19, jangan lupa jaga diri dari penyakit jantung coroner

MATARAM.lombokjounal.com

Masyarakat diajak rutin mengikuti senam jantung sehat, untuk menjaga imun tubuh tetap sehat dan bugar.

Selama lebih setahun, masyarakat fokus membicarakan bahaya penularan Covid 19, yang banyak menimbulkan kematian.

“Padahal selain Covid 19,  jantung coroner merupakan salah jenis penyakit tidak menular yang tidak kalah bahayanya dan banyak menimbulkan kematian,” ujar Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj.Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah yang lebih akrab disapa bunda Niken, Pembina Pengurus Klub Jantung Sehat (KJS) FKPPI Epicentrum, masa bhakti 2020-2023, di pelataran Epicentrum Mall di Mataram, Sabtu (27/03/21).

Para pengelola dan pengurus klub jantung sehat ( KJS), khususnya KJS-FKPPI Epicentrum diajak  aktif membantu masyarakat agar gemar senam jantung sehat, atau rutin berolahraga. Ini untuk mencegah tingginya resiko kematian akibat penyakit jantung.

“Dengan aktif  dan rutin berolah raga atau senam jantung sehat, 3 kali dalam seminggu  pada ruang terbuka seperti dengan memanfaatkan fasilitas di halaman epicentrum mall ini, mudah-mudahan kesehatan kita tetap terjaga,” pungkas Bunda Niken.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Ketua Yayasan Jantung Sehat Mataram, H.M.Nur dan Ketua PD XXV KB FKPPI NTB, Endah Yuli Astuti, SE yang secara aktif melakukan pembinaan terhadap kegiatan senam jantung sehat bagi masyarakat.

Ketua Yayasan Senam Jantung Sehat Mataram, H.M Nur usai mengukuhkan Pengurus KJS FKPPI Epicentrum masa bhakti 2020-2023 menyatakan dukungannya pada seluruh program kegiatan yang dilaksanakan  pengurus KJS dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.

Mantan Sekda NTB itu menegaskan, keberadaan klub senam jantung sehat merupakan wujud nyata dukunga tercapainya pembangunan NTB Gemilang.

Menurutnya, syarat terpenting untuk mengejewantahkan pencapaian visi-misi NTB Gemilang adalah SDM yang sehat, cerdas, berdedikasi dan berintegritas.

Hal itu dapat diwujudkan melalui pembinaan kesehatan jasmani dan rohani secara teratur. Salah satunya adalah senam jantung sehat, jelasnya.

@timkominfotik