Pada tanggal 13 Mei 2021 semua ummat Islam di seluruh tanah air merayakan hari besar Islam yang jatuh pada tanggal 01 Syawal 1442 Hijriah. Tentunya, menjadi hikmah tersendiri bagi setiap ummat muslim untuk merayakannya bersama keluarga tercinta.
Dari berbagai daerah baik Mahasiswa/I atau pun pekerja akan kembali melakukan aktifitas kesehariannya setelah selesainya masa cuti perayaan Hari Raya Idul Fitri.
Di Nusa Tenggara Barat (NTB) Seperti yang diketahui tentang pelarangan mudik yang tertuang dalam Surat Edaran Gubernur NTB Nomor 550/05/KUM/Tahun 2021 tentang penyelenggaran mudik hari raya Idul Fitri Tahun 1442 H dalam masa pandemi Corona Virus Disease 2019, dimana pelabuhan Kayangan dan Tano telah ditutup semenjak tanggal 8 Mei dan akan dibuka kembali pada tanggal 17 Mei 2021.
Rutinitas dan aktivitas seperti biasa akan segera dilakukan oleh semua lapisan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya, artinya arus mudik akan segera terjadi dari berbagai pulau di Indonesia yang akan mengakibatkan terjadinya keerumunan massa.
Khusus di Nusa Tenggara Barat (NTB) bila tidak diantisispasi dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten/Kota ataupun Provinsi akan berpotensi banyaknya pasien terpapar Covid-19. Jumlah akan semakin bertambah.
Berdasarkan data terakhir tanggal 15 Mei Covid-19 di NTB dalam Perawatan (1108), Sembuh (11151), dan Meninggal (599), Sumber: Dinas Kesehatan NTB.
Maka dari itu sekiranya Pemerintah perlu melakukan kolaborasi dengan tepat, aman dan nyaman untuk rakyatnya dalam melakukan mudik ke berbagai tempat agar tidak menimbulkan penambahan pasien yang Covid-19.
Sebaliknya, masyarakat haru pula menaati protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.
BACA JUGA: Gelombang Kedua Covid-19 di India
Sebab ketika menjaga diri dari Covid-19, maka kita akan melindungi diri sendiri dan juga orang lain di sekitar kita.***
Gelombang Kedua Covid-19 di India
Amira Asmalayali, mahasiswa Program Studi Administrasi publik, Universitas Muhammadiyah Mataram
Covid-19 (SARS CoV – 2) atau yang lebih dikenal dengan sebutan virus corona, merupakan virus penyakit menular yang menyerang pernapasan pada manusia. Penyakit ini dapat menyebabkan gejala ringan pada sistem pernafasan dan infeksi pada paru paru hingga kematian.
Covid – 19 pertamakali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini dengan cepat menyebar, sehingga mengakibatkan kelumpuhan aktivitas sosial masyarakat di berbagai kota di China.
Virus ini dapat menjangkit berbagai kalangan usia mulai dari balita, remaja, orang dewasa, hingga para lansia. Menurut laporan, kasus Covid-19 ini banyak menjangkit orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, sehingga para lansia sangat rentan terinfeksi oleh virus ini.
Tidak hanya menjangkit berbagai kota di China, virus ini juga menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru dunia, sehingga beberapa negara harus memberlakukan lockdown untuk menekan penyebaran virus.
Setelah 1 tahun lebih warga didunia berkutat dengan penyakit menular ini, perlahan-lahan kehidupan masyarakat mulai memasuki tahap new normal. Namun kekhawatiran akan virus ini terus menghantui, sehingga pemerintah harus memberlakukan kebijakan diantaranya pembatasan aktivitas fisik masyarakat.
Namun karena rendahnya kesadaran masyarakat akan virus ini membuat kasus terus kian bertambah. Salah satunya yang terjadi saat ini di India. India mencatat rekor dunia, dengan kasus penularan sebanyak 403.738 orang dalam waktu 2 hari.
Gelombang kedua penularan virus Covid-19 di India terjadi, membuat pemerintah india sangat kewalahan. Melalui Kementerian Kesehatan India mengumumkan 403.738 kasus penularan yang terjadi hanya dalam 2 hari.
Kasus penularan yang sudah perlahan lahan menurun, namun terhitung sejak Maret 2021 kasus penularan kembali melonjak secara signifikan.
Pelaksanaan protokol yang kurang baik dan dibukanya bioskop dan pasar pasar setelah kasus di India menurun dianggap menjadi penyebab, selain itu terdapat festival kegamaan dan pemilu juga yang dianggap sebagai pemicu gelombang kedua penularan virus corona.
Terhitung selama Bulan Maret – April terdapat dua event besar yaitu pemilu legislatif yang di laksanakan di 5 negara bagian, dan acara keagamaan yakni Festival Kumbi Mela.
Penurunan kasus di India menjadi indikator untuk tetap melaksanakan Festival Kumbh Mela, serangkaian ritual mandi suci di sungai gangga yang di lakukan setiap 12 tahun. Festival tersebut di laksanakan selama 1 bulan lebih. Menurut data ledakan kasus penularan Covid-19 terjadi sejak 31 Maret – 24 April yang mana bertepatan dengan pelaksanaan ritual keagamaan.
Pada akhir Maret, Uttarakhand mencatat 1.800-an kasus aktif COVID-19. Kurang dari sebulan kemudian, angkanya sudah mengudara jadi 33.330 kasus. Pemerintah memperkirakan 3,5 juta orang hadir pada upacara pada 12 April, sementara dua hari kemudian jumlahnya berkisar 1,35 juta orang.
Pemerintah India sangat kewalahan, di berbagai daerah dilaporkan banyak terjadi krisis pasokan oksigen dan ranjang perwawatan.
Selain itu masifnya lonjakan penularan virus ini juga memunculkan varian baru dari virus Covid-19 yaitu, varian COVID-19 B1617 yang ditemukan di India. Varian yang membawa sejumlah mutasi ini, disebut Strait Times sebagai “mutan ganda” lantaran memiliki dua mutasi utama pada protein virus yang berfungsi mengikat lebih banyak sel dan menyebabkan penularan.
Kini India harus membayar mahal akibat lengah saat pelandaian kasus terjadi. Masifnya lonjakan kasus membuat banyak pihak pesimistis. India saat ini berada dalam lorong gelap bencana COVID-19, yang hampir sulit menemukan jalan keluar.***
Tsunami Covid-19 di India bisa menjadi bencana global. Lonjakan kasus positif Covid-19 di India bisa juga terjadi di negara lain.
Sebelum Covid-19 di India mengganas, para ahli telah memperingatkan selama berbulan-bulan sebelumnya, India bisa menjadi ancaman yang semakin besar bagi perang global melawan virus corona. Dan sekarang ketakutan itu telah terwujud.
India telah digulung tsunami Covid-19 dengan melonjaknya jumlah kasus harian, meroketnya jumlah kematian, dan menipisnya pasokan medis. Para ahli memperingatkan, tsunami virus corona di India dapat berdampak besar bagi seluruh dunia sebagaimana dilansir New Zealand Herald, Rabu (28/04/21).
Pada Minggu (25/04/21), India melaporkan 352.991 kasus Covid-19 terbaru, jumlah kasus virus corona terbanyak dalam sehari dari seluruh negara di dunia.
Sehari setelahnya, pada Senin (26/04/21), India kembali melaporkan 323.000 kasus Covid-19 dan 2.771 kematian dalam sehari, tanpa tanda-tanda melambat.
Di sisi lain, di India terdapat produsen vaksin terbesar di dunia, Serum Institute of India. Perusahaan tersebut menyediakan vaksin ke 92 negara di dunia. Namun, progres vaksinasi Covid-19 di India sendiri sangat lambat. Kini, India membatasi ekspor vaksin ke luar negeri untuk dialihkan ke kepentingan domestik.
Serum Institute of India, yang juga memproduksi vaksin AstraZeneca, menyatakan belum bisa memenuhi komitmen internasionalnya jika pasokan di dalam negeri tidak terpenuhi. Selain itu, Covid-19 terus bermutasi.
Para ahli khawatir mutasi terbaru virus corona yang akan datang dapat mendorong lonjakan kasus yang semakin parah di India. Mutasi tersebut turut memicu kekhawatiran bahwa situasi yang sama akan segera menyebar lebih jauh di seluruh dunia.
Media-media lokal melaporkan situasi Covid-19 di India semakin parah. Antrean pasien yang mengular di rumah sakit, kehabisan oksigen, dan penumpukan jenazah di krematorium menjadi berita sehari-hari.
Para ahli berpendapat, situasi mungkin tidak seburuk itu jika India lebih cepat mendistribusikan vaksin lokalnya dan tidak melonggarkan pembatasan jarak sosial.
Namun, pemerintah India lengah setelah melihat merasa mampu mengendalikan Covid-19 pada akhir tahun lalu hingga awal tahun ini.
“Banyak orang pada Desember dan Januari berpikir, ‘Oh, ini sudah terkendali’,” kata ahli epidemiologi dari Universitas Toronto, Prabhat Jha.
“Itu ternyata hanya keangkuhan. Beberapa orang, termasuk saya, telah memperingatkan bahwa virus itu benar-benar bisa menggigit balik,” sambung Prabhat Jha.
Di sisi lain, para profesional kesehatan menuduh Pemerintah India menyembunyikan jumlah sebenarnya kematian Covid-19 di seluruh negeri. Asisten Profesor di Universitas Kedokteran South Carolina, Krutika Kuppalli, memperingatkan bahwa jika India tidak mampu mengendalikan Covid-19, itu akan memengaruhi seluruh dunia.
“Kami dapat memberlakukan semua pembatasan perjalanan, tetapi itu tidak akan mencegah mutasi virus corona mencapai tempat lain,” tutur Kuppalli.
Kini, jumlah kasus Covid-19 di India sejak pandemi dimulai tercatat sekitar 17,6 juta kasus dengan angka kematian akibat virus corona sebanyak 198.000 jiwa.***
Kulit kita adalah persoalan besar—secara harfiah. Kulit adalah organ tubuh yang paling besar, dan salah satu yang paling rumit. Ia memiliki banyak peran dalam memelihara kehidupan dan Kesehatan.
Tapi kulit juga memiliki banyak potensi masalah, dengan lebih dari 3.000 kemungkinan kelainan kulit. Tidak hanya menahan segala sesuatu tetap pada tempatnya, kulit juga berperan penting sebagai batas pelindung yang kedap udara, kedap air, dan fleksibel, antara dunia luar dan sistem yang sangat teratur di dalam tubuh.
Kulit juga membantu dalam regulasi suhu, pertahanan kekebalan tubuh, produksi vitamin, dan sensasi rasa. Kulit itu unik dalam berbagai cara, tapi tak ada organ lain yang membutuhkan perhatian yang begitu besar, baik dalam hal penyakit maupun kesehatan. Terdapat fokus yang sangat besar pada kesehatan kulit, dengan kompetisi yang sengit untuk memiliki kulit yang berkilau, lebih bersih, lebih sehat, lebih muda, dan lebih segar. Dan fokus ini bisa menyebabkan masalah sekunder terkait rasa percaya diri dan kesehatan mental.
Struktur kulit
Kulit dibagi ke dalam tiga lapisan yang disebut epidermis, dermis, dan subkutis. Ketiga lapisan ini didefinisikan dengan baik, tapi bersama, terciptalah kulit yang berfungsi efektif. Aktivitas yang padat dan teriknya matahari membuat Anda harus lebih ekstra menjaga kulit supaya nampak bersih dan sehat.
Namun, melakukan perawatan kulit harus dilakukan secara dua tahap, baik dari dalam atau luar. Oleh karena itu, coba terapkan beberapa trik berikut ini, agar penampilan tetap prima sepanjang hari.
Ada 4 tips merawat kulit anda agar teteap sehat Kulit Nampak Cerah Dan Sehat Dengan Langkah Mudah Ini. Aktivitas yang padat dan teriknya matahari membuat Anda harus lebih ekstra menjaga kulit supaya nampak bersih dan sehat.
Namun, melakukan perawatan kulit harus dilakukan secara dua tahap, baik dari dalam atau luar. Oleh karena itu, coba terapkan beberapa trik berikut ini, agar penampilan tetap prima sepanjang hari.
Menontrol mood
Pikiran yang penuh dengan tekanan atau terlalu stres tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan seseorang tetapi juga kesehatan kulit. Ketika Anda mengalami stres berkepanjangan, maka tubuh akan memproduksi hormon kortisol yang merangsang kelenjar minyak bekerja lebih aktif.
Akibatnya, wajah akan lebih mudah berjerawat dan merusak kolagen di dalam tubuh yang menimbulkan kerutan.
Tidur dan istirahat cukup
Saat Anda kurang tidur maka sistem kekebalan tubuh akan ikut melemah. Hal ini dapat menjadi pemicu utama menurunnya tingkat produksi kolagen yang menyebabkan wajah tampak kusam, berkerut dan mengendur.
Selain itu, kurang tidur dapat merangsang timbulnya kantung mata yang umumnya berwarna kehitaman, akibat dari penebalan dan pengendapan pembuluh darah pada area tersebut.
Jangan malas membersihkan make up
Seharian bekerja memang terasa melelahkan, namun jangan sampai Anda melupakan rutinitas yang satu ini. Pastikan wajah dan tubuh selalu bersih sebelum terlelap. Jika tidak, maka sisa makeup yang melekat dapat memicu terjadinya jerawat dan merangsang timbulnya minyak berlebih. Wajah yang jarang dibersihkan juga akan membuat elastisitas kulit menurun yang menyebabkan timbul garis halus.
Kenakan Body Lotion tiap hari
Selain menjaga kesehatan wajah, Anda juga harus memerhatikan kondisi kulit tubuh. Kandungan ekstrak bengkoang akan membuat kulit nampak lebih putih dan bersinar.
Selain itu, hand and body lotion ini mengandung 5x vitamin C serta mineral yang menjaga tubuh terhindar dari hidrasi dan menyimpan antioksidan tinggi. Kandungan UVA dan UVB protection mampu membantu melindungi kulit dari pengaruh buruk sinar UVA & UVB penyebab kulit kusam dan kering.
Jadi jangan pernah lupa kenakan CITRA NATURAL WHITE UV setiap hari.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lombok Utara (KLU) gelar operasi penegakan protokol Covid-19 jelang lebaran di wilayah perbatasan KLU-Kabupaten Lombok Barat, tepatnya di wilayah Pusuk Desa Bentek Kecamatan Pemenang.
Kasat Pol PP KLU, Wartawan (kiri)
Berdasarkan pantauan lombokjournal.com di lokasi, terlihat petugas Pol PP bersama Polres KLU menghentikan beberapa pengguna jalan yang melanggar protokol Covid-19.
Kebanyakan dari pelanggar yang ditindak petugas tidak mengenakan masker saat berkendara.
“Mengingatkan kembali pada masyarakat bahwa bahaya Covid ini sangat luar biasa,” kata Kasat Pol PP KLU kepada lombokjournal.com.
Untuk sangsi yang diberikan, masih sebatas ‘sangsi sosial’ seperti membersihkan sampah di sekitar lokasi razia.
Setelah diberi sangsi, para pelanggar dinasehati agar tak mengulang kesalahan. Selanjutnya petugas memberi mereka masker untuk dikenakan.
Terkait sangsi berupa pembayaran denda, kepada Wartawan mengaku belum diberlakukan secara ketat.
Saat ini, pihaknya lebih memilih menerapkan sangsi sosial, kecuali bagi yang ‘gengsi’ menjalankan hukuman bersih-bersih.
Selain bersih-bersih, pelanggar–yang masih pelajar–juga diberi hukuman dengan muatan edukatif. Salah satunya dengan menyebutkan butir-butir Pancasila.
Salah satu yang menarik ketikalombokjournal.commenyaksikan salah seorang pelanggar yang masih pelajar diminta petugas menyebut butir-butir Pancasila.
Entah karena takut pada petugas, atau karena tidak hafal, pelajar tak kunjung bisa menyelesaikan hukumannya. Butir-butir Pancasila yang disebutkan urutannya berantakan.
“Coba ulang itu ‘kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan’ masak nomor urut dua,” tegas salah seorang petugas Satpol PP.
Gubernur Zulkieflimansyah menyampaikan apresiasi tinggi pada tim kesehatan Universitas Mataram (Unram) yang bekerjasama dengan Laboratorium Hepatika Mataram, karena berhasil menciptakan rapid test antigen.
“Rapid antigen saja bisa dibikin di NTB,” kata gubernur di sela-sela acara penyerahan rapid antigen Entram (NTB-Unram), kepada 10 Kabupaten/Kota di NTB bertempat di Science Technologi Industrial Park (STIP) Banyu Mulek, Senin, (10/05/21).
Dikatakan, prestasi di bdang Kesehatan itu jadi bukti masyarakat NTB tak hanya mampu produksi barang remehtemeh, tapi juga produk kesehatan sekelas rapid antigen.
“Pesan sederhana, bikin rapid antigen saja NTB bisa. Jangankan bikin mesin sederhana, bikin rapid ini pun bisa,” ujarnya.
Lebih jauh Gubernur minta segenap pemerintah Kabupaten/Kota di NTB ikut memberi apresiasi pada prestasi tersebut, dengan menggunakan produk lokal di daerah masing-masing.
Dijelaskan, jika bukan masyarakat NTB, siapa yang diharapkan membangun dan mengembangkan produk-produk lokal NTB.
“Mohon pak Bupati/Walikota jangan bisnis lagi alat kesehatan. Kalau kita bangga pakai buatan lokal kita bisa lebih maju,” kata gubernur.
Hal lain yang disampaikan Gubernur, terkait alasannya menghadiri undangan mendadak penyerahan rapid test antigen Entram tersebut.
Kehadirannya menjadi bentuk penyampaian tidak langsung pada masyarakat NTB, salah satu rumus peningkatan kesejahteraan masyarakat adalah industrialisasi.
Masyarakat NTB tak boleh lagi memandang industrialisasi secara sederhana, hanya bingkai tambang seperti di pulau Sumbawa.
Melainkan dari banyak segi, salah satunya produk kesehatan. Karena sejatinya, inti dari industrialisasi adalah terwujudnya nilai tambah suatu barang.
Ia menyinggung bagaimana NTB tak usah bangga oleh melimpahnya hasil alam, jika hasil alam tak bisa diolah jadi komoditi dengan nilai tambah lebih tinggi.
“industrialisasi tidak selalu identik dengan pabrik besar. Industrialisasi sejatinya adalah adanya pendalaman struktur. Kita tidak usah jual jagung mentah berkapal-kapal, kita olah dia,” terangnya.
Salah seorang perwakilan Kepala Daerah yang hadir yakni Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) yakni Dany Karter Febrianto Ridawan.
Saat ditanya lombokjournal.com terkait permintaan Gubernur agar pemerintah Kabupaten/Kota mendayagunakan produk lokal di daerah masing-masing, ia menyambut positif permintaan itu.
Menurutnya, hal itu harus didukung guna kemajuan Provinsi NTB di masa mendatang.
“Kalau melihat komitmen Pak Gubernur tidak ada alasan kita tidak mendukung,” katanya.
Untuk diketahui, rapid antigen Entram merupakan hasil riset dan inovasi Laboratorium Hepatika NTB bekerjasama dengan Universitas Mataram, guna memberikan solusi mengatasi penyebaran Covid-19.
Selain itu, kehadiran rapid test antigen Entram diperlukan agar NTB tidak bergantung pada produk impor.
Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc menyalurkan 4.800 unit antigen Covid-19 buatan lokal NTB kepada 10 kabupaten/kota se-NTB.
Alat rapid test antigen yang dinamai Entram itu diserahkan simbolis oleh Gubernur secara daring di STIPark Banyumulek, Senin (10/05/21). Masing-masing kabupaten/kota mendapatkan 480 unit Entram.
Gubernur yang akrab disapa Bang Zul mengatakan, Entram adalah produk teknologi tinggi.
Keyakinannya tentang potensi masyarakat NTB akhirnya dibuktikan dengan berhasil diciptakannya Rapid Test Antigen, Entram.
Ini membuktikan, program industrialisasi yang sedang berjalan ternyata tidak hanya memberikan dorongan terhadap lahirnya inovasi dalam bidang industri olahan dan permesinan.
Namun juga melebar ke sektor Kesehatan, dan NTB mampu membuktikan bahwa industrialisasi telah berkembang di segala bidang.
Bahkan Gubernur yakin, bila diberi kesempatan dan sumber daya, NTB mampu membuat vaksin dan alat kesehatan lainnya.
“Jangankan mesin-mesin sederhana, alat rapid test antigen pun bisa diproduksi oleh anak-anak NTB,” ucapnya optimis.
Bang Zul menginginkan agar alat Rapid Test Antigen Entram ini dapat diproduksi lebih banyak lagi.
Serta mendorong agar kabupaten/kota mulai menggunakan serta bangga dan cinta terhadap berbagai buatan produk lokal.
Ia juga berharap kedepan kapasitas produksi Entram bisa lebih diperbesar untuk memenuhi kebutuhan rapid test antigen di Indonesia.
“Rapid test Entram ini selain murah tapi berkualitas tidak kalah dengan produk luar negeri,” ujar Bang Zul.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, L Hamzi Fikri mengatakan, Laboratorium Hepatika NTB yang memproduksi Entram ini sudah mengantongi izin edar dan saat ini didorong untuk didaftarkan dalam e-katalog.
“Kemampuan produksinya baru 50 ribu per bulan. Sekarang ini tersisa stok sebanyak sepuluh ribu dari yang diproduksi 60 ribu tahun ini,” jelas Fikri.
Sementara itu, Prof. Dr. Mulyanto, Kepala Laboratorium Hepatika Bumi Gora mengatakan, produk karya NTB ini telah melalui proses seperti validasi dan uji lainnya.
Untuk menguji akurasinya, alat ini sudah dibandingkan dengan alat rapid test komersil lainnya, dengan hasil akurasi yang sangat baik.
Menurut keterangannya, sensivitasnya alat ini lebih baik dari salah satu alat tes cepat yang beredar di pasaran.
Akurasi alat ini sensivitasnya sekitar 91 persen, dengan spesifitasnya sekitar 96 persen. Artinya, dapat mendeteksi paling tidak dari 100 pasien positif, sejumlah 91 orang yang dapat dideteksi dengan produk ini.
Kalau tidak dapat dideteksi dengan alat ini, artinya jumlah virusnya sangat rendah dan tidak menular. Dibanding dengan produk lain ada yang sensivitasnya 80 persen. Produk ini juga merupakan hasil dari uji coba dengan dua produk alat komersial sebagai pembanding.
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan, Revitalisasi Posyandu dapat menjadi pusat edukasi dan solusi utama permasalaham kesehatan di Provinsi NTB.
Untuk mewujudkannya, Ummi Rohmi – sapaan akrab Wagub – memaparkan beberapa strategi saat menjadi narasumber dalam Webinar Penguatan Posyandu Keluarga yang digelar Pemerintah Provinsi NTB bekerjasama dengan Dinas Kesehatan NTB, Senin (10/05/21).
Wagub Perempuan pertama di NTB itu menjelaskan, dibutuhkan komitmen yang kuat antara pemerintah kabupaten dan desa.
Membentuk Pokja Posyandu Desa dan menambah 3 meja pelayanan, yang semula 5 menjadi 8, yaitu; meja untuk remaja, Posbindu, serta lansia.
Kemudian untuk 3 meja pelayanan tersebut, dibutuhkan tiga orang kader yang akan bertugas.
Jika belum ada kader tambahan bisa dengan sementara memanfaatkan ibu-ibu atau remaja yang ada di desa tersebut). Kalau tempat itu waktunya fleksibel maka penambahan alat relatif murah.
Berbagai masalah kesehatan yang kompleks juga dihadapi oleh Provinsi NTB. Masalah stunting, kematian ibu, kematian bayi, dan berbagai masalah kesehatan yang kompleks seperti; pernikahan anak, pekerja migran (PMI) Ilegal, narkoba, lingkungan hidup, bencana, dan lain sebagainya.
Semuanya ini harus bisa kita kendalikan dengan pola edukasi yang konsisten dan tersistem dengan baik.
“Salah satu yang paling strategis yang kita perkuat selain sekolah adalah Posyandu, karena Posyandu dilaksanakan di setiap dusun di seluruh NTB setiap bulan,” jelas Ummi Rohmi.
Hingga saat ini, peta sebaran posyandu keluarga per April 2021 di Provinsi NTB adalah sebagai berikut; 208 di kabupaten Lombok Utara, 844 di Lombok Timur, 126 di Lombok Barat, 244 di Lombok Tengah, 104 di Sumbawa Besar, 414 di Sumbawa, 428 di Dompu, 481 di Kabupaten Bima, dan Kota Bima 99.
“Kalau posyandunya aktif semua, maka semua data akan kita dapatkan secara ‘up-to-date’ setiap bulan. Sehingga semua permasalahan dari skala dusun bisa kita kontrol di NTB,” tegas Ummi Rohmi.
Ummi Rohmi juga menjelaskan, Edukasi di Posyandu Keluarga ini akan lebih efektif lagi jika kita mengaktifkan Dasa Wisma. Dasa Wisma merupakan program kerja Tim Penggerak PKK Provinsi NTB.
Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah selaku Ketua TP-PKK menjelaskan Dasawisma di mulai dari pusat sampai ke desa, yang terdiri dari kelompok ibu dari 10 kepala keluarga (KK), yang melakukan aktivitas bermanfaat bagi keluarga.
Terutama kegiatan mewujudkan program-program dalam bidang meningkatkan ketahanan keluarga, baik ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya.
Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr H Zulkieflimansyah mengendarai sepeda motor trail mengunjungi sejumlah Posko Pengamanan Idul Fitri, yakni di simpangan Karang Jangkong, Epicentrum Mall dan simpang Kebon Roek Ampenan, Sabtu (08/05/21).
Didampingi Forkopimda, orang nomor satu di NTB itu bermaksud memastikan daerah agar tetap dalam keadaan aman dan nyaman. Dan tidak ada kerumunan berlebih, serta taat prokes COVID19.
Begitu pun terkait kemacetan dan kriminalitas dan lain sebagainya.
Bang Zul berharap agar masyarakat tetap mengedepankan ketertiban, keamanan dan kenyaman demi kebaikan bersama.
“Mudah-mudahan kita semua tetap disiplin (prokes) agar Idul Fitri menyenangkan bagi kita semua,” kata Gubernur di Mataram.
Tugas pos penjagaan adalah sigap memastikan dan memberikan penjelasan maupun membubarkan jika ada hal yang melanggar protokol kesehatan maupun pencegahan tindak kejahatan.
Terkait mudik, Bang Zul mengatakan aturan pusat sudah jelas melarang sampai di dalam daerah. Maka dari itu, masyarakat diharapkan harus bersikap bijak demi keselamatan bersama.
Sebelumnya, Kapolda NTB M Iqbal menegaskan prosedur dan aturan di tempat umum sudah jelas. Yakni mengurangi kapasitas hingga 50 persen. Selain itu, Satgas COVID19 dari masing-masing institusi termasuk pengelola tempat umum terus menerus berpatroli.
Yaitu, kata dia, mulai dari memberikan himbauan sampai dengan membagikan masker dan melakukan tindakan tegas yang diperlukan. “Intinya protokol kesehatan dan keselamatan masyarakat itu nomor satu,” tegasnya.
Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr Najamuddin Amy menyatakan, Gubernur dan Forkopimda juga sempat berdialog.
Menurut Doktor Najam, Gubernur memberikan bingkisan di pos pengamanan.
“(Gubernur dan Forkopimda, Red) berdialog juga dengan petugas dan memberikan bingkisan juga,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Gubernur juga terus mengingatkan kepada semua pihak agar tetap mengedepankan prokes. Terlebih di masa pandemi COVID19 demi kebaikan bersama.
“Jadi dikesempatan itu pula, Pak Gubernur juga terus menerus mengingatkan kepada semua pihak agar tetap mengutamakan protokol kesehatan,” ucap pria asal kelahiran Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ini.
Gubernur mengingatkan petugas di posko pengamanan, agar tetap melakukan persiapan dan mengkondisikan situasi agar antisipasi lebih dikedepankan .
Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, ke RSUD Provinsi NTB menemui dan menyemangati para petugas kesehatan yang menjadi ujung tombak pelayanan pasien Covid-19, Minggu (09/05/21}pagi.
Bang Zul, mengakui perjuangan para tenaga kesehatan yang tidak pernah mengenal lelah dari sejak awal berada pada barisan terdepan dalam penanganan Covid-19.
“Dedikasi yang luar biasa,” pujinya.
Menurut Bang Zul, melihat kondisi petugas kesehatan yang telah berjibaku melawan pandemi corona, ia tetap merasakan ada keikhlasan dan kehangatan suasana di tengah-tengah perjuangan dan kelelahan mereka.
“Walaupun melelahkan suasana tetap hangat dan penuh canda ceria,” kata Gubernur.
Pada kunjungannya, Bang Zul juga sempat mendatangi pasien-pasien yang terkena Covid-19 ke kamar mereka masing-masing. Bang Zuld memberikan semangat untuk optimis segera sembuh, bahwa penyakit ini bisa di sembuhkan.
“Ayo semangat dan bergembira agar imun meningkat,” kata Bang Zu.