Pasien Covid-19 di NTB, Sabtu, Bertambah 25 Orang Positif

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dari pemeriksaan laboratorium pada 432 sampel, telah dikonfirmasi bertambahnya pasien positif Covid-19 sebanyak 25 orang.

Pasien Covid-19

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si. melalui press release pada media, hari Sabtu (12/06/21).

Lalu Gita menjelaskan, pemeriksaan sampel tersebut dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Selong, Laboratorium PCR Prodia, dan Laboratorium Antigen.

Hasil pemeriksaan sebanyak 432 sampel dengan 401 sampel negatif, 6 positif ulangan, dan diketahui 25 kasus baru positif Covid-19.

BACA JUGA: Posyandu Keluarga, Target 100 persen di Tahun 2021

Dijelaskannya, pasien yang sudah sembuh pada hari Sabtu jauh lebih banyak dari jumlah bertambahnya pasien positif Covid-19.

“Hari ini terdapat 42 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” kata Lalu Gita melalui press release.

Dan pada Hari Sabtu tidak terdapat penambahan kasus kematian baru.

Dengan tambahan 25 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 42 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Sabtu (12/06/21) sebanyak 13.890 orang.

Rinciannya, 12.781 orang sudah sembuh, 617 meninggal dunia, serta 492 orang masih positif.

Menurut Lalu Gita, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif. Itu dilakukan untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19.

Pasien Covid-19

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.423 orang dengan perincian 179 orang (0,9%) masih dalam isolasi, 28 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.216 orang (99%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 89.416 orang, terdiri dari 2.586 orang (2,9%) masih dalam karantina dan 86.830 orang (97,1%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.456 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.057 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.399 orang (99,1%).

BACA JUGA: Bupati Lombok Utara Launching Inovasi ‘Simpel Saja’

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu
saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Posyandu Keluarga, Target 100 Persen di Tahun 2021

Wagub mengapresiasi Kades dan Kader Posyandu yang merespon cepat

MATARAM.lombokjournal.com — Pemernitah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menargetkan Posyandu Keluarga berbasis Dusun dalam tahun 2021 mencapai 100 persen.

Karena itu diperlukan kerjasama dan kerja keras bagi seluruh masyarakat NTB, terutama para Kepala Desa dan para Kader Posyandu di NTB untuk bisa mencapai target tersebut.

Wagub NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd mengungkapkan, 7.561 jumlah Posyandu se-NTB yang sudah menjadi Posyandu Keluarga itu sebanyak 4.100 lebih.

“Jadi sudah lebih dari 50 persen Posyandu di NTB sudah menjadi Posyandu keluarga. Dan Insya Alloh dalam tahun 2021 ini kita targetkan bisa mencapai 100 persen,” katanya, Jumat (11/06/21) dalam acara Bincang Gemilang di halaman Kantor Dinas Kominfotik Provinsi NTB.

BACA JUGA: Bupati Lombok Utara Launching Inovasi ‘Simpel Saja’

Dikatakan Wagub, Revitalisasi Posyandu di NTB hadir sebagai pusat edukasi berbasis dusun, yang dihajatkan mengatasi berbagai masalah kesehatan dan sosial.

Dengan penanganan berbasis dusun, Wagub meyakini penanganannya akan lebih tepat tepat sasaran, karena lokus dan data-datanya jelas serta lebih komprehensif.

Dengan begitu permasalahan-permasalahan itu bisa didata, diatasi dan diedukasi sebaik-baiknya.

Wagub mengapresiasi para Kades dan Kader Posyandu se NTB yang memiliki respon yang luar biasa cepat, sehingga sampai saat ini pelaksanaan kegiatan Posyandu berjalan dengan baik.

Baginya tanpa Kader Posyandu, kerja-kerja Keposyanduan tidak bisa berfungsi dengan baik.

BACA JUGA: NTB Care Sebagai Wujud Keterbukaan Informasi Publik

“Karena itu kita harapkan kader-kader kita di NTB untuk lebih bersemangat untuk bersama-sama untuk bagaimana tetap menggairahkan Posyandu Keluarga ini bisa menjadi Posyandu Berbasis Dusun,” kata Ummi Rohmi.

Diskominfotikntb




Pasien Covid-19 di NTB, Jum’at, Bertambah 22 Orang Positif

MATARAM.lombokjournal.com Dari pemeriksaan Laboratorium pada 329 sampel, telah dikonfirmasi terjadi penambahan pasien positif Covid-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB) sebanyak 22 orang.

Pasien Covid-19Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Gita Aryadi, melalui press releasenya, Jum’at (1/06/21).

Pemeriksaan dilakukan di laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Lab. PCR Prodia, Laboratorium PCR RSUD Praya, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti, dan Laboratorium Antigen.

BACA JUGA: NTB Minta Telkom Percepat Penuntasan Area Blank Spot

Hasil pemeriksaan dari 329 sampel dengan 303 sampel negatif, 4 positif ulangan, dan 22 sampel kasus baru positif Covid-19.

Pada hari Jum’at, pasien yang sembuh juga lebih banyak dari pertambahan pasien yang positif Covid-19.

“Hari Jum’at terdapat 33  penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” kata Lalu Gita Ariadi melalui press releasenya.

Dijelaskan, pada hari ini Jum’at terdapat penambahan 2 kematian pasien Covid-19, masing-masing, yakni:

  • Pasien nomor 13138, an. MN, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Desa Kediri, Kecamatan
    Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid.
  • Pasien nomor 13264, an. K, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Desa Mpuri, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid.

Dengan tambahan 22 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 33  tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at (11/06) sebanyak 13.865 orang.

Pasien Covid-19

Rinciannya, 12.739 orang sudah sembuh, 617 meninggal dunia, serta Dengan tambahan 22 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 33  tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at (11/06) sebanyak 13.865 orang.

Rincinya, 12.739 orang sudah sembuh, 617 meninggal dunia, serta 509 orang masih positif

Dijelaskan,  petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Hal itu dilakukan mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19.

BACA JUGA: NTB Care Sebagai Wujud Keterbukaan Informasi Publik

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.379 orang dengan perincian 210 orang (1%) masih dalam isolasi, 29 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.140 orang (98,8%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 89.341 orang, terdiri dari 2.873 orang (3,2%) masih dalam
karantina dan 86.468 orang (96,8%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.456 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.057 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.399 orang (99,1%).

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” harap Lalu Gita Aryadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Vaksinasi Covid-19 NTB Capai 100 Persen

MATARAM.lombokjournal.com ~ Penyerapan Vaksinasi di Nusa Tenggara Barat (NTB) sangat baik dan tidak ditemui penolakan yang dilakukan oleh masyarakat, bahkan berdasarkan sasaran sudah mencapai angka 100 persen.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, usai rapat kesiapan untuk mengantisipasi eskalasi outbreak dan potensi transmisi Covid-19 saat kunjungan skala Nasional dan International dengan Metode TFG (tactical Floor Game), di Lapangan Bhara Daksa Polda NTB, Kamis (10/6/2021).

Vaksinasi Covid-19 NTB Capai 100 Persen
Hj. Sitti Rohmi Djalilah

Menurut Wagub, ketersediaan vaksin masih aman, pemerintah terus mendorong agar vaksin yang disalurkan di kabupaten/kota cepat terserap.

“Malahan kita minta kepada pemerintah pusat, agar jatah vaksin di NTB ditambah,” jelas Sitti Rohmi.

Keberhasilan ini diakui Sitti Rohmi sebab tidak terlepas dari kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, jajaran TNI, Polri, serta kerja sama seluruh masyarakat.

BACA JUGAPasien Covid-19 di NTB, Kamis, Bertambah 21 Orang Positif

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTB, Irjen. Pol. M. Iqbal, pada kesempatan tersebut juga menjelaskan bahwa jajaran Polda NTB terus berkoordinasi dengan pemerintah guna mendorong percepatan vaksinasi bagi umum maupun lansia.

“Alhamdulillah langkah kita bahkan over prestasi hingga 100 persen lebih sasaran target tercapai,” kata Iqbal.

Menurut Iqbal, vaksin untuk lansia diakui Kapolda memiliki karakter yang agak unik, tidak boleh dipaksa dalam menghadapinya.

Malahan di lapangan ada lansia yang digendong, diberikan hadiah agar mau divaksin. Dengan kepiawaiannya, Polri dan TNI bersinergi melakukan pendekatan secara humanis dan stimulisasi.

Bahkan akibat terkendalinya vaksinasi, Kemenkes RI mendroping vaksinasi tanpa ragu ke NTB. Polri dan TNI selalu menjadi tulang punggung Pemprov dalam memasifkan vaksinasi.

“Kapolri sudah memerintahkan agar seluruh Polda maksimal dalam melaksanakan suporting sistem untuk menekan transmisi Covid-19,” tegas Iqbal.

diskominfotikntb




Pasien Covid-19 di NTB, Kamis, Bertambah 21 Orang Positif

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dari pemeriksaan di labaratorium pada 311 sampel, telah terkonfirmasi penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 21 oang.

Update Covid-19 di Nusa Tenggara Barat itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganaupdate pasien covid ntbn Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Gita Ariadi, melalui press release yang diterima media, Kamis (10/06/21).

Hasil pemeriksaan itu diperoleh dari Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RS Bhayangkara, Laboratorium PCR Labkesda Banyuwangi, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti, dan Laboratorium Antigen.

BACA JUGA: POLDA NTB Antisipasi Transmisi Covid-19 dengan Metode TFG

Dari sebanyak 311 sampel dengan 285  sampel negatif, 5 positif ulangan, dan 21 sampel kasus baru positif Covid-19

Lalu Gita menjelaskan, meski terdapat penambahan sebanyak 21 orang namun pasien yang sembuh hari ini jauh leih besar.

update pasien covid ntb

“Hari ini terdapat 35 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” jelas Lalu Gita Ariadi melalui press releasenya.

Dan hari ini juga terdapat 2 penambahan kasus kematian pasien Covid-19, yaitu:

  • Pasien nomor 12904, an. WSWM, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.
  • Pasien nomor 12930, an. D, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid

Dengan adanya tambahan 21  kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 35 tambahan sembuh baru, dan 2 kasus kematian, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis (10/06) sebanyak 13.843 orang.

Rinciannya, 12.706  orang sudah sembuh, 615 meninggal dunia, serta 522  orang
masih positif.

Menurut Lalu Gita, mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.362 orang dengan perincian 198 orang (1%) masih dalam isolasi, 26 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.138 orang (98,9%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 89.157 orang, terdiri dari 2.762 orang (3,1%) masih dalam karantina dan 86.395 orang (96,9%) selesai karantina.

BACA JUGA: Addendum Pengelolaan Gili Trawangan Ditandatangani 

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.456 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.057 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.399 orang (99,1%).

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu
saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” harap Lalu Gita Ariadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Polda NTB Antisipasi Transmisi Covid-19 dengan Metode TFG

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Sitti Rohmi Djalilah, mengapresiasi langkah dan gagasan Polda NTB untuk melakukan penanganan penyebaran Covid-19 yang tersistem dengan Metode TFG (Tactical Floor Game).

Polda NTB
Hj. Sitti Rohmi Djalilah

“Apalagi adanya informasi bermunculan pandemi Covid-19 yang bermutasi dengan varian yang baru, harus menjadi atensi bersama,” kata Wagub saat rapat kesiapan antisipasi Eskalasi Outbreak dan potensi transmisi Covid-19, kunjungan skala Nasional dan International di NTB, Kamis (10/6/2021) di Lapangan Bhara Daksa Polda NTB.

Untuk itu, langkah dan strategis yang dilakukan Polda NTB dengan TFG, harus dibangun dengan sebuah sistem yang terstruktur rapi. Agar bila terjadi melonjaknya Covid-19 secara tidak terkendali, dapat teratasi secara sistematis dan terstruktur.

“Kami kira ini langkah yang bagus, dalam upaya tindakan promotif dan preventif sangat dibutuhkan dalam pengendalian Covid,” ungkap Sitti Rohmi.

BACA JUGAAddendum Pengelolaan Gili Trawangan Ditandatangani

Sementara itu, Kepala Polda NTB, Irjen. Pol. M. Iqbal, mengatakan bahwa Polda menginisiasi dilaksanakannya TFG (Tactical Floor Game) merupakan langkah untuk melaksanakan kegiatan antisipasi Outbreak penularan Covid-19.

Upaya proaktif dan prefentif harus dilaksanakan untuk menghadapi jika terjadi lonjakan penderita Covid-19, dengan menghadirkan steakholder untuk duduk bersama, dengan tujuan memastikan kesiapan tugas masing-masing.

Sehingga jika terjadi hal terburuk, sistem sudah terbentuk dan semua stakeholder sudah tahu apa yang harus dilakukan.

“Sampai menejemen kuburan pun harus sudah siap,” ujar Kapolda.

Begitupun anggaran, tenaga kesehatan, fasilitas seperti tempat tidur, puskesmas dan bahkan hotel harus siap apabila dibutuhkan sebagai tempat isolasi.

Artinya, negara harus sedini mungkin mempersiapkan sistem untuk masyarakatnya.

diskominfotikntb




Pasien Covid-19 di NTB, Rabu, 17 Orang Positif

MATARAM.lombokjournal.com Dari pemeriksaan 406 sampel di laboratorium,  telah terkonfirmasi pasien positif Covid-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB) bertambah sebanyak 17 orang.

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si melalui press release yang diterima media, hari Rabu (09/06/21).

Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RS Bhayangkara, Laboratorium PCR RSUD Praya, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti, dan Laboratorium Antigen.

Hasil pemeriksaan sebanyak 406 sampel dengan 382 sampel negatif, 7 positif ulangan, dan telah terkonfirmasi 17 sampel kasus baru positif Covid-19.

Data per-hari Covid-19

Namun  pasien yang dinyatakan selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, jumlahnya lebih banyak.

“Hari ini terdapat 23 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” jelas Lalu Gita Ariadi melalui press releasenya.

Dan diungkapkan, hari ini terdapat dua penambahan kasus kematian baru.

Dengan adanya tambahan 17 (tujuh belas) kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 23 tambahan sembuh baru, dan 2 kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19
di Provinsi NTB sampai hari Rabu (09/06/21) sebanyak 13.822 orang.

Rinciannya, 12.671 orang sudah sembuh, 613 meninggal dunia, serta 538 orang masih positif.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Ariadi.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.326 orang dengan perincian 184 orang (0,9%) masih dalam isolasi, 25 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.117 orang (99%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 88.882 orang, terdiri dari 2.679 orang (3%) masih dalam karantina dan 86.203 orang (97%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.456 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.062 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.394 orang (99,1%).

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu
saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” harap Lalu Gita Ariadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Mi6: Masker Medis Masih Mahal, Pemerintah Perlu Tetapkan HET

MATARAM.lombokjournal.com

Mi6 menilai harga masker medis untuk mencegah penyebaran Covid 19 masih cukup mahal. Rata-rata harga ecerannya 2 ribu per biji. Padahal Masker Medis tsb sangat dibutuhkan guna mencegah penularan covid 19.

“Untuk itu Pemda NTB perlu membuat regulasi yang mengatur Harga Eceran Tertinggi (HET) masker medis agar tidak mahal dan terjangkau oleh masyarakat, khususnya warga miskin,” kata Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, Rabu (9/6/2021)

Pria yg akrab disapa Didu, ini, mengatakan berdasarkan pantauan Mi6 di beberapa apotik, mini market maupun toserba, harga satuan masker medis yg berisi 5 pcs rentang harganya antara 9,9 ribu s/d 12 ribu tergantung merk dan jenisnya.

BACA JUGA: Waspada Akun Palsu Wakil Gubernur NTB

“Padahal efektifitas pemakaian masker medis hanya bisa dipakai beberapa jam, setelah itu tidak efektif lagi sebagai filter pencegah covid 19,” ujar Didu.

Di tengah beratnya beban ekonomi masyarakat akibat pandemi covid 19 ini selayaknya Pemda segera bertindak mengatasi harga masker agar masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan dengan benar.

“Harga Masker yg murah dan terjangkau akan membuat masyarakat nyaman dan makin patuh mentaati protokol kesehatan ,” imbuhnya.

Selanjutnya Mi6 menghimbau di tengah upaya pemerintah mengatasi dampak pandemi covid 19, hendaknya pengusaha alat kesehatan memiliki sense of crisis dan empati terhadap permasalahan harga masker medis yang sangat dibutuhkan warga masyarakat untuk body protector dari covid 19.

BACA JUGA: Kunjungi Santong, Gopark Rinjani Agendakan Pelatihan Wisata

“Idealnya harga masker medis 500 – 1000 per pcs. Syukur-syukur Pemda di NTB bisa kasih subsidi agar makin murah meriah,” tukas Didu.

Me

 

 




Pasien Covid-19 di NTB, Selasa, 37 Orang Positif

MATARAM.lombokjournal.com

Dari pemeriksaan 339 sampel di laboratorium di Nusa Tenggara Barat (NTB), terkonfirmasi pasien positif Covid-19 bertambah sebanyak 37 orang.

Hasil pemeriksaan 339 sampel itu dengan 301  sampel negatif, 1 positif ulangan, dan 37  sampel kasus baru positif Covid-19.

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si melalui press release, hari Selasa (09/06/21).

Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium PCR  Prodia, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti, Laboratorium PCR Labkesda Banyuwangi dan Laboratorium Antigen

BACA JUGA: Kadiskominfotik: Waspada Akun Palsu Wakil Gubernur NTB

Meski pasien positif Covid-19 bertambah 37 orang, namun juga terdapat 30 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19.

“Hari ini tidak terdapat penambahan kasus kematian baru,” kata Lalu Gita melalui press releasenya.

Adanya tambahan 37 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 30 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasa (08/06) sebanyak 13.805 orang.

Rinciannya, 12.649 orang sudah sembuh, 610 meninggal dunia, serta 546 orang masih positif.

Dijelaskan, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, jelas Lalu Gita.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.297 orang dengan perincian169 orang (0,8%) masih dalam isolasi, 30 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.098 orang (99%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 88.798 orang, terdiri dari 2.637 orang (3%) masih dalam
karantina dan 86.161 orang (97%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.456 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.064 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.392 orang (99,1%).

BACA JUGA: Kunjungi Santong, Geopark Rinjani Agendakan Pelatihan Wisata

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu
saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” harap Lalu Gita Ariadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Pasien Covid-19 di NTB, Senin, Melonjak 53 Positif

MATARAM.lombokjournal.com

Hasil pemeriksaan laboratorium di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 355 sampel, pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 53 orang.

Lengkapnya, dari 355 sampel dengan 297 sampel negatif, 5 positif ulangan, dan 53 kasus baru positif Covid-19.

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah Selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si melalui press release pada media, hari Senin (07/08/21).

Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium PCR Prodia, dan Laboratorium Antigen.

Lalu Gita mengatakan, hari ini terdapat 30 orang yang dinyatakan selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19.

Namun hari ini terdapat kasus kematian karena Covid-19.

“Hari ini terdapat 2 penambahan kasus kematian baru,” ujar Lalu Gita Ariadi melalui press releasenya.

Dengan adanya tambahan 53 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 30 tambahan sembuh baru, dan 2 kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid19 di Provinsi NTB sampai hari Senin (07/06/21) sebanyak 13.768 orang.

Rinciannya, 12.619 orang sudah sembuh, 610 meninggal dunia, serta 539 orang masih positif.

Dijelaskan, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.295 orang. Rinciannya, 185 orang (0,9%) masih dalam isolasi, 30 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.080 orang (98,9%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 88.760 orang, terdiri dari 2.814 orang (3,2%) masih dalam
karantina dan 85.946 orang (96,8%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.449 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.057 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.392 orang (99,1%).

“Diharapkan bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” pinta Lalu Gita Ariadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.