Sinergi Pastikan Penanganan Data Covid-19 Sinkron

Seluruh kabupaten kota melakukan sinergi agar data Covid-19 yang di-update adalah data yang dihasilkan dari ketelitian dan maksimal

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan manajemen data Covid-19 di kabupaten dan Kota se-NTB harus sinkron dengan data pada aplikasi allrecord TC19, aplikasi pencatatan dan pelaporan tes Covid-19 dari Kementerian Kesehatan RI.

Sinergi Covid
Hj. Sitti Rohmi Djalilah

“Kita berharap agar seluruh kabupaten kota dapat mengupdate data yang sebenarnya secara maksimal, harus lebih teliti, karena data itu sangat penting,” tegas Sitti Rohmi saat mengikuti Rapat Koordinasi Antisipasi Ekslasi Pasien Covid–19 di Provinsi NTB berlangsung di Ruang Vidcon Polda NTB, Jum’at (18/06).

Data penanganan Covid-19 dikutip dari Laporan Harian Dinas Kesehatan Provinsi NTB per tanggal 16 Juni 2021, bahwa: AR sejumlah 271,8 , CFR (Case fatality rare) 4,4%, Kesembuhan 91,9%, Kasus Aktif 3,7%, dan Bed Occupancy Rate (BOR) 34,5%.

“Alhamdulillah data kesembuhan di atas provinsi, BOR kita jauh diatas nasional. Alhamdulillah semua terkendali, PR kita adalah bagaimana data all new record dapat sesuai dengan kondisi yang sebenanrya,” kata Sitti Rohmi.

BACA JUGA: Indeks Inovasi NTB Rendah Sebab Laporan Tidak Maksimal

Senada dengan Wagub, Kapolda NTB, Irjen Mohammad Iqbal, mengatakan bahwa manajemen data harus satu frekuensi.

“Kalau kita sudah kerja di lapangan secara luarbiasa, namun data amburadul sama saja bohong, sehingga data yang sebenarnya baik, namun menjadi jelek karena tidak adanya sinkronisasi, sehingga kami bersama Pemprov NTB konsen untuk mengawal data tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Lalu Hamzi Fikri melihat data penanganan Covid-19 di NTB masuk dalam kategori baik. Hanya saja untuk indikator CFR harus perlu ditingkatkan kembali tracing di setiap daerah.

“Provinsi NTB dari indikator kesembuhan, kasus aktif dan BOR tergolong baik, namun CFR terkait dengan tracing, sementara tracing terus menurun, dari sisi ketersediaan tidak masalah, namun kita lebih mengupayakan tingkat tracing,” kata dr. Hamzi.

diskominfotikntb




Pasien Covid-19 di NTB, Kamis, Bertambah 32 Orang Positif

Jumlah pasien yang dinyatakan telah selesai isolasi dan dinyatakan sembuh dari Covid-19, jauh lebih sedikit dibandingkan bertambahnya pasien positif

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dari pemeriksaan laboratorium pada 422 sampel, telah terkonfirmasi bertambahnya pasien positif Covid-19 sebanyak 32 orang.

Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si. menyampaikan update Covid-19 pada  melalui press release, hari Kamis (17/06/21).

Pemeriksaan sampel dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa,  Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium PCR RSUD Praya, Laboratorium PCR RS Bhayangkara, Laboratorium PCR Labkesda Banyuwangi, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti Mataram dan Laboratorium Antigen.

Hasil dari pemeriksaan sebanyak 422 sampel, yaitu 386 sampel negatif, 4 positif ulangan, dan diketahui adanya 32 sampel kasus baru positif Covid-19.

BACA JUGA: KKI: Prodi DoKter Spesialis, Semoga Bisa Segera Dibuka

Pada hari Kamis ini, jumlah kasus positif Covid-19 lebih banyak dari pasien yang dinyatakan sembuh.

“Hari ini (Kamis) terdapat 14 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid19,” kata Lalu Gita melalui press releasenya.

Dan pada hari Kamis ini juga terdapat 1 (satu) penambahan kasus kematian baru, yaitu

  • Pasien nomor 13809, an. BK, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Pelangan,
    Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid.

Dengan adanya tambahan 32 (tiga puluh dua) kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 14  tambahan sembuh baru, dan 1 kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis (17/06) sebanyak 14.066 orang.

Rinciannya, 12.945  orang sudah sembuh, 618 meninggal dunia, serta 503 orang masih
positif.

Lebih lanjut dijelaskan, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19.

Penambahan pasien Covid-19 per Kabupaten/Kota

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.498 orang dengan perincian 173 orang (0,8%) masih dalam isolasi, 34 orang (0,2%) masih berstatus probable, 20.291 orang (99%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala, sebanyak 90.174 orang, terdiri dari 2.762 orang (3,1%) masih dalam
karantina dan 87.412 orang (96,9%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.456 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.041 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.415 orang (99,1%).

BACA JUGA: Kompetisi Putri Batik Remaja, Pemprov Dukung Wakil NTB

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu
saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” harap Lalu Gita Ariadi.

Rr

 




Posyandu Keluarga, Bukti Aparat Desa Melayani Kesehatan

Masyarakat Desa Babussalam, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat sangat antusias mengikuti pelayanan kesehatan Posyandu Keluarga

LOBAR.lombokjournal.com ~ Pada kegiatan roadshow Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Nusa Tenggara Barat (NTB) di Posyandu Keluarga Mawar, Kamis (17/06/2021), ini, nampak yang hadir bukan hanya bayi, balita, beserta ibunya, melainkan juga para remaja, dewasa, maupun lanjut usia (lansia).

Posyandu keluargaKetua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, mengatakan bahwa dengan diresmikannya Posyandu Keluarga menjadi bukti kepeduliaan aparat desa untuk memberikan pelayanan kesehatan.

“Alhamdulillah, ini sebagai bukti para aparat yang ada di desa, ibu-ibu, masyarakat semuanya mendukung penuh terwujudnya Posyandu Keluarga sebagai titik yang ada di desa dan dusun untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh keluarga,” tutur Hj. Niken.

BACA JUGAPosyandu Keluarga, Hulu Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Dalam kegiatan tersebut, Hj. Niken juga memberi bantuan peralatan olahraga, berupa bola voli, serta bibit tanaman sayuran dan obat-obatan yang dapat ditanam dan dikembangkan, sehingga memberi manfaat untuk masyarakat sekitar.

“Kami menitipkan bibit tanaman untuk membuat taman kecil yang isinya adalah sayur sayuran dan obat-obatan yang bermanfaat untuk kita semua,” ujarnya.

Salah satu kader Posyandu Anggrek, mengatakan bahwa antusias warga sangat besar untuk dapat mengikuti pelayanan di Posyandu Keluarga ini. Data penerimaan pelayanan kesehatan menunjukkan ada sebanyak 65 bayi, 136 lansia, 69 remaja, 78 Perempuan Usia Subur (PUS) dan 134 Wanita Usia Subur (WUS).

diskominfotikntb




Posyandu Keluarga, Hulu Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Dukungan anggaran Pemda Lombok Barat menjamin posyandu biasa bukan hanya berhasil menjadi Posyandu Keluarga namun bisa menjadi posyandu berkualitas

LOBAR.lombokjournal.com ~ Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, mengapresiasi PKK Lombok Barat dalam percepatan pembentukan Posyandu Keluarga.

Menurut Hj. Niken, Posyandu Keluarga melayani kesehatan kepada masyarakat, mulai dari memantau tumbuh kembang anak, remaja, serta kesehatan ibu hamil, nifas, dan menyusui.

Posyandu keluarga
Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah

Selain berperan meningkatkan status gizi balita serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi, Posyandu Keluarga juga meningkatkan status kesehatan remaja dan status kesehatan para lanjut usia (lansia) agar sehat, mandiri, dan produktif.

“Posyandu Keluarga adalah titik di hulu pelayanan pada masyarakat yang langsung berada di dusun masing-masing, sehingga kesehatan masyarakat dapat kita ciptakan bersama,” ujar Hj. Niken saat membuka Roadshow TP-PKK NTB yang berlangsung di Kantor Bupati Lombok Barat, Kamis (17/06/2021).

BACA JUGAPosyandu Keluarga, Bukti Aparat Desa Melayani Kesehatan

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kab. Lobar, Hj. Chaeratun Fauzan Khalik mengatakan, jumlah posyandu di Lombok barat ditargetkan dapat 100% di tahun 2021, sehingga percepatan penyebaran Posyandu Keluarga dapat segera dirasakan dari berbagai kalangan.

“Saat ini, terdapat 800 posyandu dan 133 Posyandu Keluarga. Bulan Juli kami menargetkan 464 Posyandu Keluarga, sehingga pada Desember 2021 menjadi 100 persen Posyandu Keluarga.” ungkap Hj. Chaeratun.

Roadshow PKK Provinsi NTB dirangkai dengan kunjungan pelayanan Keluarga Berencana (KB) di Pusat Kesehatan Desa (Puskesdes) Babussalam serta kunjungan ke Posyandu Keluarga Mawar.

diskominfotikntb




Pasien Covid-19 di NTB, Rabu, Bertambah 26 Orang

Pasien positif Covid-19 memang bertambah 26 orang, namun dengan 70 orang sembuh, maka di NTB jumlah pasien positif makin berkurang.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dari pemeriksaan pada 267 sampel, telah dikonfirmasi bertambahnya pasien positif Covid-19 sebanyak 26 orang.

Pasien
Pasien Covi-19, 16 Juni 2021

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si melalui press release pada media, hari Rabu (16/06/21).

Pemeriksaan telah dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa,  Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti Mataram dan Laboratorium Antigen.

Hasil dari pemeriksaan sebanyak 267 sampel dengan 225 sampel negatif, 6 positif ulangan, dan diketahui bertambahnya 36 kasus baru positif Covid-19.

BACA JUGA: Pabrik Pengolah Sampah Akan Dibangun di Lombok Barat

Meski ada pertambahan 26 orang positif Covid-19, namun pasien yang dinyatakan sembuh jauh lebih banyak.

“Hari ini (Rabu) terdapat 70  penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” kata Lalu Gita melalui press releasenya.

Dan pada hari Rabu tidak terdapat penambahan kasus kematian baru.

Dengan adanya tambahan 36 (tiga puluh enam) kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 18 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien
positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu (16/06/21) sebanyak 14.034 orang.

Rinciannya, 12.931 orang sudah sembuh, 617 meninggal dunia, serta 486 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19.

Pasien Covid-19 bertambah per Kabupaten/Kota

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.481 orang, dengan perincian 160 orang (0,8%) masih dalam isolasi, 31 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.290 orang (99,1%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 90.012 orang, terdiri dari 2.723 orang (3%) masih dalam karantina dan 87.289 orang (97%) selesai karantina.

BACA JUGA: Jalan Terbaik Adalah Addendum, dan Tak Rugikan Semua Pihak 

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.456 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.041 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.415 orang (99,1%).

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu
saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” pinta Lalu Gia Aryadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Pasien Covid-19 di NTB, Selasa, Bertambah 34 Orang Positif

Pasien Covid-19 yang sembuh pada hari Selasa bertambah 70 orang pasien

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dari pemeriksaan laboratorium pada 371 sampel, telah dikonfirmasi bertambahnya pasien Covid-19 sebanyak 34 orang positif.

Pasien Covid-19 tanggal 15 Juni

Upate Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si melalui press release pada meia, Selasa (15/06/21).

Pemeriksaan sampel dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa,  Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium PCR RSUD Praya, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti Mataram dan Laboratorium Antigen.

Hasil dari pemeriksaan pada 371 sampel dengan 332 sampel negatif, 5 positif ulangan, dan 34  sampel kasus baru positif Covid-19.

Meski terdapat penambahan pasien proaitif Covid-19 sebanyak 34 orang, namun pasien yang sembuh jauh lebih banyak.

BACA JUGA: Badan Publik NTB Ditargetkan 100 Persen Informatif

“Hari ini terdapat 70 penambahan orang pasien Covid-19 yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” ungkap Lalu Gita Ariadi melalui press releasenya.

Dan diugkapkan juga, bahwa hari ini tidak terdapat penambahan kasus kematian baru.

Dengan tambahan 34 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 70 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif
Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasa (15/06/21) sebanyak 13.998 orang.

Rinciannya, 12.913 orang sudah sembuh, 617 meninggal dunia, serta 468  orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita.

Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19,

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.471 orang dengan perincian 187 orang (0,9%) masih dalam isolasi, 29 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.255 orang (99%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 89.951 orang, terdiri dari 2.787 orang (3,1%) masih dalam
karantina dan 87.164 orang (96,8%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.456 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.041 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.415 orang (99,1%).

BACA JUGA: PKK NTB Siap Jadi Organisasi Modern, Kata Bunda Niken

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu

saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” harap Lalu Gita Aryadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Pasien Positif Covid-19 di NTB, Senin, Bertambah 32 Orang

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dari pemeriksaan sebanyak 319 sampel, telah terkonfirmasi penambahan pasien Covid-19 di Nusa Tenggara Barat sebanyak 32 pasien kasus baru positif Covid-19.

Pasien Covid-19

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si melalui press release hari Senin (14/06/21).

Pemeriksaan telah dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa,  Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium PCR RSUD Praya dan Laboratorium Antigen.

Hasil dari pemeriksaan sebanyak 319 sampel dengan 283 sampel negatif, 4 positif ulangan, dan diketahui terdapat 32 sampel kasus baru positif Covid-19.

Meski terjadi penambahan 32 pasien positif, namun pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 sebanyak 46 orang.

BACA JUGA: TAMBORA Agar Optimal, NTB Ajukan Usulan ke Menparekraf

“Hari ini terdapat 46 (empat puluh enam) penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” kata Lalu Gita Ariadi melalui press releasenya.

Dan dijelaskan bahwa hari ini tidak terdapat penambahan kasus kematian baru.

DijeLaskan, adanya tambahan 32 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 46 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif
Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Senin (14/06/21) sebanyak 13.964 orang.

Rinciannya, 12.843 orang sudah sembuh, 617 meninggal dunia, serta 504 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” jelas Lalu Gita.

Itu dilakukan untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19.

Pasien Covid-19

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.460 orang. Rinciannya; 181 orang (0,9%) masih dalam isolasi, 29 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.250 orang (99%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 89.643 orang, terdiri dari 2.827 orang (3,2%) masih dalam karantina dan 86.816 orang (96,8%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.456 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.042 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 4 hari sebanyak 115.414 orang (99,1%).

BACA JUGA: Dokter Bedah Minim, Unram Akan Buka Prodi Dokter Spesialis

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu
saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat” harap Lalu Gita Ariasi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Wagub NTB: Revitalisasi Posyandu Butuh Dukungan Akademisi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menyatakan bahwa program unggulan NTB, yakni; Revitalisasi Posyandu, membutuhkan komitmen atau dukungan dari semua pihak, termasuk akademisi, dalam memperluas akses kesehatan. .

Bentuk sinergi itu dibutuhkan karena revitalisasi posyandu kini berubah menjadi Posyandu Keluarga, yang tidak lagi melayani kesehatan ibu dan anak saja, namun juga sebagai pusat edukasi.

Posyandu juga memperluas sasaran pelayanan kesehatannya, yaitu kepada para remaja dan lanjut usia (lansia), serta masalah sosial masyarakat melalui keluarga berkualitas dengan sumber daya manusia yang bermutu.

“Universitas Mataram yang kita banggakan harus dapat mendorong pembangunan kesehatan dan pendidikan di NTB,” ujar Sitti Rohmi Djalilah M.Pd dalam kegiatan visitasi Konsul Kedokteran Indonesia, di Pendopo Wagub, Senin (14/06/2021)

Dalam kegiatan yang dilakukan secara daring tersebut, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Mataram (Unram) yang turut sebagai partisipan, menyampaikan rencananya  membuka Program Pendidikan (Prodi) Dokter Spesialis, yang terdiri dari program studi Obstetri (bedah) dan Ginekologi (kebidanan).

BACA JUGADokter Bedah Minim, UNRAM Akan Buka Prodi Dokter Spesialis

Dekan FK Unram, dr. Hamsu Kadriyan mengatakan, rencana penyelenggaraan kedua prodi itu merupakan visi pengembangan lembaga pendidikan, dan juga sebagai kontribusi Unram terhadap pembangunan kesehatan, terutama pendidikan di NTB.

“Visitasi dalam rangka persiapan Prodi Obstetri dan Ginekologi ini selesai sampai Jumat besok. Hasil rekomendasi akan diserahkan ke Konsul Kedokteran Indonesia dan Kemendikbud untuk izin pembukaan prodi,” jelas dr. Hamsu.

diskominfotikntb




Dokter Bedah Minim, UNRAM Akan Buka Prodi Dokter Spesialis

MATARAM.lombokjournal.com ~ Menurut data Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Mataram (Unram), ketersediaan dokter bedah di Nusa Tenggara Barat (NTB) masih minim yaitu baru 38 orang. Hal inilah yang mendorong rencana dibukanya Program Pendidikan (Prodi) Dokter Spesialis, yang terdiri dari program studi Obstetri (bedah) dan Ginekologi (kebidanan).

Rencana dibukanya Prodi Dokter Spesialis, ini, dipaparkan oleh FK Unram kepada Wakil Gubernur NTB, Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP), serta hadirin lainnya secara daring, dalam kegiatan visitasi Konsul Kedokteran Indonesia, di Pendopo Wagub, Senin (14/06/2021).

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah, mengapresiasi rencana tersebut dan mengatakan bahwa pembangunan kesehatan dan pendidikan NTB tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri, salah satunya adalah kebutuhan dokter spesialis yang belum sebanding dengan jumlah penduduk.

Program Studi Kebidanan dan Bedah yang akan dibuka merupakan kontribusi Unram dalam pembangunan masyarakat, seperti IPM (Indeks Pembangunan Manusia) dan juga masalah kesehatan lain, seperti stunting, gizi buruk dan lainnya.

Dokter Bedah Minim di NTB

“Semoga di masa depan, FK Unram dapat melahirkan dokter-dokter spesialis yang berkualitas terutama dalam mendukung program unggulan Revitalisasi Posyandu,” ujar Sitti Rohmi.

BACA JUGA:

Sementara itu, Dekan FK Unram, dr. Hamsu Kadriyan, dalam penjelasannya mengatakan bahwa FK Unram yang telah terakreditasi A telah menyiapkan persyaratan maksimal agar kedua prodi tersebut segera dibuka.

Pihaknya optimis terhadap penyelenggaraan kedua prodi tersebut sebab selain menjadi visi pengembangan lembaga pendidikan, juga sebagai kontribusi bagi pembangunan kesehatan, terutama pendidikan di NTB.

FK Unram yang berdiri 18 tahun silam dan terbilang muda usianya, saat ini sudah masuk 18 besar Fakultas Kedokteran terbaik se-Indonesia, sesuai rilis Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).

“FK Unram sangat mengapresiasi dukungan pemerintah provinsi dalam pembukaan kedua program studi ini untuk kemajuan daerah,” tutur dr. Hamsu.

diskominfotikntb




Pasien Positif Covid-19 di NTB, Minggu, Bertambah 42 Orang

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dari pemeriksaan laboratorium pada 281 sampel, telah dikonfirmasi pasien Covid-18 bertambah 42 orang positif.

Pasien Covid-19

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi , M.Si. melalui press release pada media, hari Minggu (13/06/21).

Pemeriksan sampe tersebut dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium TCM RSMA Sumbawa dan Laboratorium Antigen.

Hasil dari pemeriksaan sebanyak 281 sampel dengan 233 sampel negatif, 6 positif ulangan, dan tekonfirmasi 42 pasien positif Covid-19.

BACA JUGA: Bima Kini Bakal Jadi Pesaing Destinasi Wisata di Indonesia

Penambahan pasien positif Covid-19 pada hari Minggu cukup besar, mengingat pasien sembuh hari ini hanya 16 orang.

“Hari ini terdapat 16 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” kata Lalu Gita melalu press releasenya.

Namun hari ini tidak terdapat penambahan kasus kematian baru.

Dengan tambahan 42 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 16 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid19 di Provinsi NTB sampai hari Minggu (13/06) sebanyak 13.932 orang.

Rinciannya, 12.797 orang sudah sembuh, 617 meninggal dunia, serta 518 orang masih positif.

Lalu Gita menjelaskan, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif. Itu dilakukan untuk mencegah deteksi dini penularan Covid-19.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.430 orang dengan perincian 174 orang (0,9%) masih dalam isolasi, 29 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.227 orang (99%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 89.564 orang, terdiri dari 2.755 orang (3,1%) masih dalam
karantina dan 86.809 orang (96,9%) selesai karantina.

BACA JUGA: Perajin Perak di Kamasan, Mataram, Butuh Perhatian Pemda

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.456 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.042 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.414 orang (99,1%).

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu
saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.