Kader Posyandu Insentifnya 100 ribu Sebulan, Wagub Sindir Kades

Meski mendapat insentif Rp.100 ribu/bulan, nmun Kader Posyandu di Lombok Utara tetp bekerj dengan iklas

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Keluarga di Kabupaten Lombok Utara, mendapat intensif sebesar Rp.100 ribu/bulan.

Hal itu diungkapkan salah seorang kader Posyandu di Kader Posyandu Keluarga Ida Apriana (33) asal Posyandu Mentari di Dusun Santong Barat Desa Santong, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ia tidak berani mengeluh kepada Kepala Desa (Kades), kendati insentifnya hanya Rp. 100.000,- per bulan.

Selama 4 tahun, Ida bekerja sepenuh hati. Karena menurutnya, amal perbuatan yang baik akan dibalas di tempat lain. Kalau sarana di posyandunya lumayan memadai. Pelayanan juga maksimal terus bersama kader lain.

BACA JUGA: Pesan Wagub Saat Kunjungi Posyandu Keluarga di KLU

“Kami hanya terima intensif 100.000 per bulan, harapannya seperti ketentuan, 150.000 lah per bulan,” ujarnya. Sebab aturan yang telah dikeluarkan Gubernur NTB, paling minimal insentif kader Rp. 150.000/ bulan.

Ida menyampaikan curahan hatinya kepada Wakil Gubernur (Wagub) NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, yang sedang kunjungan kerja lapangan untuk meninjau perkembangan  Posyandu Keluarga, Kamis (24/06/21).

Kader Posyandu lain, Kalsum (35), lebih ‘makmur’ karena mendapat insentif lebih besar, Rp200.000/bulan.

“Menjadi kader posyandu ini, memang pekerjaan yang harus mengedepankan hati dan keihlasan,” ungkap Kalsum (35), salahsatu diantara 7 kader diposyandu keluarga Senumpeng Dusun Amor-Amor Desa Gumantar Puskesmas Kayangan Kabupaten Lombok Utara.

Mewakili rekan-rekannya, ibu 2 orang anak ini bercerita bahwa pilihannya menjadi kader posyandu adalah keinginan yang tulus.

Diakui ibu yang telah menjadi kader posyandu sejak 2012 ini, dengan intensif Rp. 200.000,- dirasa cukup. Kalau mengharap intensif besar dari Pemerinta DesA tidak mungkin. Maka ketulusanlah modalnya menjalani pekerjaan kemanusiaan ini.

“Kadang tidak kenal waktu, bahkan tengah malam pun kita bekerja. Misalnya mengantar ibu yang melahirkan ke puskemas,” ujarnya dengan nada semangat.

Bersama kader lain, ia tidak mengharap banyak kepada pemerintah. Cukup melengkapi sarana prasarana dan edukasi saja.

“Kami mohon dibantu dan didukung meja, kursi dan tempat agar nyaman kami bekerja,” ucapnya didepan Wagub Ummi Rohmi.

Termasuk pelatihan dan bimbimgan teknis untuk menjadi kader yang terampil dalam segala persoalan di desa. Sehingga bisa memberikan edukasi dan keyakinan yang pasti kepada masyarakat.

BACA JUGA: Posyandu Keluarga Indikator Sustainable Development Goals

Menjawab isi hati kader Posyandu Keluarga, Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi tegas mengatakan, sinergi dan kolaborasi sangat dibutuhkan untuk membantu para kader.

Ia menjelaskan selama ini untuk sarana prasarana itu tugasnya Pemerintah Desa dan Kabupaten. Sedangkan bimbingan teknis dan peningkatan SDM serta regulasi Pemerintah Provinsi yang mengawalnya.

Wagub yng akrab disapa Ummi Rohmi menegaskan, agar kader yang telah diberikan pelatihan dan sertifikat jangan sembarangan diganti. Pemerintah Desa juga harus memperhatikan insentif para kader.

“Ingat bapak Kepala desa, jangan seenaknya gonta ganti kader, karena melatih mereka butuh biaya. Dan jangan intensifnya dibawah 150.000,” dingatkan Wagub di depan Kades.

Di akhir kunjungannya, mantan Ketua DPRD Kabupten Lombok Timur ini mengingatkan kader, walaupun ini pekerjaan yang butuh keihlasan, berikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

“Jangan lupa pak Kades, perhatikan para kader posyadu keluarga,” tutupnya.

edy

@diskominfotik_ntb




Pasien Covid-19 di NTB, Kamis, Bertambah 16 Orang Positif

Jumlah pasien yang dinyatakan sembuh masih lebih banyak dari jumlah penambahan pasien Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dari pemeriksaan laboratorium di Nusa Tenggara Barat pada 35 sampel, telah dikonfirmasi adanya penambahan pasien Covid-19, sebanyak 16 orang positif Covid-19.

Pasien Covid-19

Update pasien Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si. melalui press release pada media, hari Kamis (24/06/21).

Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RSUD Praya, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti, dan Laboratorium Antigen.

Hasilnya, dari pemeriksaan sebanyak 357 sampel dengan 341 sampel negatif, tidak ada positif ulangan, dan 16 sampel kasus baru positif Covid-19.

Hari Kamis ini jumlah pasien yang dinyatakan sembuh masih lebih banyak dari jumlah penambahan pasien Covid-19.

BACA JUGA: Kesehatan Keluarga Berkualitas Dengan Turut dan Aktif KB

“Hari ini terdapat 17 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi.

Dan hari ini pun tidak terdapat penambahan kasus kematian baru.

Dengan tambahan 16 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 17 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis (24/06/21) sebanyak 14.300 orang.

Rinciannya, sebanyak 13.116 orang sudah sembuh, 618 meninggal dunia, serta 566 orang masih positif.

Menurut Lalu Gita, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19.

Pasien Covid-19

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.657 orang dengan perincian 136 orang (0,7%) masih dalam isolasi, 28 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.494 orang (99,2%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 91.169 orang, terdiri dari 2.842 orang (3,1%) masih dalam karantina dan 88.327 orang (96,9%) selesai karantina.

BACA JUGA: Madu Trigona, Bakal Jadi Primadona Industrialisasi di Sumbawa

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.504 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 997 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.507 orang (99,1%).

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) agar ikut serta membantu
saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” harap Lalu Gita Aryadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119. 




Pesan Wagub Saat Kunjungi Posyandu Keluarga di KLU

Selain mengingatkan agar lebih perhatikan pelaksanaan Posyandu Keluarga, Wagub menyampaikan pesan agar pihak Pemerintah Desa segera mendata warga miskin

SANTONG.lombokjournal.com ~  Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (Wagub NTB), Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., melakukan kunjungan ke lokasi Posyandu Keluarga di beberapa desa di Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kamis (24/05/21).

Pesan Wagub saat kunjungi Posyandu Keluarha di Santong

Kunjungan Wagub guna meninjau pelaksanaan Posyandu Keluarga di Lombok Utara.

Salah satu kunjungan Wagub Lombok Utara yaitu lokasi Posyandu Keluarga di Desa Santong, Kecamatan Kayangan.

Di Desa Santong Ummi Rohmi, panggilan akrab Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., membuka dialog dengan Pemerintah Desa, pihak tenaga kesehatan, dan masyarakat setempat.

Saat meninjau langsung kegiatan Posyandu Keluarga, Ummi Rohmi menyampaikan himbauan kepada pihak Pemerintah Desa, agar lebih memperhatikan pelaksanaan Posyandu Keluarga di tiap dusun.

BACA JUGA: Posyandu Keluarga, Indikator Suistainable Development Goal

Diungkapkan Wagub Ummi Rohmi, Posyandu Keluarga sangat penting untuk diperhatikan oleh semua kalangan masyarakat demi kemaslahatan bersama.

“Posyandu keluarga ini sangat penting, karena posyandu keluarga ini sebagai pusat edukasi berbasis dusun. Jika setiap dusun ada posyandu keluarga maka masyarakat bisa diberikan edukasi terkait kesehatan dan sosial, sesuai dengan masalah di dusun tersebut. Jadi masalah-masalah besar bisa teratasi dari waktu ke waktu,” kata Ummi Rohmi.

Saat itu Wagub menyampaikan pesan, agar pihak Pemerintah Desa Santong segera melakukan pendataan yang benar, agar warga miskin bisa mendapat pelayanan di bidang kesehatan.

Selain itu, Wagub juga ditekankan, agar anak-anak di Desa Santong tidak putus sekolah. Jika memang ada yang putus sekolah, Pemerintah Desa dihimbau menguahakan yang berangkutan ikut Kejar Paket untuk melanjutkan sekolahnya.

BACA JUGA: Madu Trigona, Bakal Jadi Ekowisata Baru di Pulau Sumbawa

Wagub berharap, Posyandu Keluarga bisa benar-benar dimanfaatkan sebagai tempat memberikan edukasi bagi masyarakat.

“Perkuat posyandu keluarga ini agar beberapa aspek bisa terkontrol secara perlahan. Jika posyandunya dijalankan dengan benar, tugas Pemerintah Desa juga akan banyak terbantu,” kata Rohmi.

Pada kesempatan itu juga mengigatkan, para kader yang mengurus Posyandu Keluarga harus benar-benar diperhatikan oleh pemerintah setempat demi terjaganya kualitas pelaksanaan Posyandu Keluarga.

Kader-kader yang sudah ditugaskan harus yang memang sudah memiliki sertifikat dari provinsi, dan tidak boleh sering berganti meski pemerintahan berganti.

“Kader itu sekarang ada sertifikat langsung dari provinsi, jadi tidak boleh digonta ganti sembarang, agar kualitas kader tetap yang terlatih,” Ummi Rohmi.

Han




Bahaya HIV/AIDS Menjadi Musuh Bersama

Bahaya HIV/AIDS harus menjadi musuh bersama (common enemy), karena itu upaya mencegah penularannya membutuhkan sinergi semua lini

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Unit Pelaksana Teknis Badan Layanan Umum Daerah (UPT BLUD) Puskesmas Gangga menyelenggarakan sosialisasi bahaya penyakit HIV/AIDS di Balai Desa Sambik Bangkol (Samba), Rabu (23/06/21).

Sosialisasi diikuti oleh 25 peserta terdiri dari perwakilan setiap dusun, staf desa, perangkat kewilayahan, dan para kader desa dengan narasumber dari Bidang Penyakit Menular Dinas Kesehatan KLU, Sabri, SKM.

“Kegiatan sosialisasi ini salah satu bentuk perhatian dan kepedulian BLUD Puskesmas Gangga dalam menyelamatkan masyarakat dan generasi kita dari bahaya penyakit mematikan ini,” ujar Penjabat (Pj) Kepala Desa Sarjono, S.I.Kom membuka sosialisasi.

BACA JUGA:

Bima dan BPOLBF Perkuat Percepatan Pembangunan Pariwisata 

Menurutnya, bahaya HIV/AIDS harus menjadi musuh bersama (common enemy) semua pihak. Upaya untuk mencegah penularannya membutuhkan sinergi semua lini.

Dikatakan, penyebaran kasus HIV/AIDS laksana fenomena gunung es. Hanya sedikit saja yang nampak di zona permukaan, lainnya tidak terdeteksi. Hal ini menandakan kasus rill bisa mencapai 2 kali lipat dari apa yang terdata.

“HIV/AIDS betul-betul ancaman bagi generasi di masa depan. Usia produktif dengan rentang usia 15-24 tahun adalah usia yang rentan terkena penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia ini,” tutur Kasubbag Humas pada Bagian Humas dan Protokol Setda KLU tersebut.

HIV dan AIDS sulit diketahui dan diobati lantaran sulit dicegah dan dideteksi, penyakit yang baru bisa diketahui dalam waktu puluhan tahun. Upaya pencegahan sedini mungkin harus dimulai dari lingkungan keluarga.

“Memastikan anak-anak atau anggota keluarga kita terlebih dahulu atau memastikan mereka jauh dari penyakit masyarakat,” tegasnya.

Dipaparkan pula diantara sarana penularannya yaitu hubungan seksual di luar nikah atau hubungan seks yang dilarang norma-norma kehidupan.

Untuk menghindarinya, maka kehidupan sehari-hari perlu diisi dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, dan masyarakat.

Peserta sosialisasi diimbau sungguh-sungguh, agar materi yang disampaikan narasumber dapat diresapi secara seksama.

BACA JUGA: Pengelolaan Sampah Harus Berkelanjutan

“Itulah nanti yang harus diindahkan dan patuhi dalam kehidupan sehari-hari,” imbaunya.

Ia berharap usai sosialisasi para peserta dapat menjadi pioner atau motor penggerak pencegahan penyakit HIV/AIDS di lingkungan masing-masing.

“Lebih baik mencegah daripada mengobati, lebih baik antisipasi daripada mitigasi, dan lebih baik mitigasi daripada evakuasi. Mari kita wujudkan hidup sehat dan aman untuk masa depan yang lebih sejahtera,” kata Sarjono.

Narasumber sosialisasi, Sabri, SKM dalam paparan materinya menyebutkan ada 3 penyakit menular, yaitu HIV, TBC, dan kusta. Ketiga penyakit itulah yang menular dan masih ada hingga sekarang.

Dijelaskan, HIV merupakan virus yang merusak kekebalan tubuh. Selain HIV, Covid-19 termasuk penyakit disebabkan oleh virus.

“Semua penyakit yang disebabkan oleh virus belum ada obatnya, yang ada itu adalah anti bodi zat kekebalan tubuh,” terangnya.

Sasaran penyakit HIV itu menyerang kekebalan tubuh manusia, sementara AIDS termasuk rentetan dari HIV jika sudah kronis.

“Virus HIV ini bersarangnya di dalam tubuh, terutama dalam cairan tubuh kita. Ada 4 macam cairan dalam tubuh kita yaitu cairan mani, cairan vagina, darah dan ASI. Dan yang sudah terbukti tempat bersarangnya virus adalah di 4 tempat ini. Dan yang paling berbahaya adalah darah karena kuman itu langsung masuk ke darah,” jelasnya.

Disampaikan pula, HIV tidak serta merta langsung menyerang, tapi 5 sampai 10 tahun baru terdeteksi dampaknya. Misalnya studium tiga dengan gejala muncul benjolan-benjolan, sementara stadium empat sudah tidak bisa diobati.

“Penyakit ini disebabkan seks bebas. Sejarahnya pertama masuk di Indonesia pada tahun 1978, ada di Bali dan Jakarta. Di KLU yang sedang melakukan pengobatan ada 32 orang menyebar di semua kecamatan,” tutur Sabri.

Kata dia, di Indonesia sendiri penyakit AIDS paling banyak di Papua dan NTT. HIV penyakit yang eksklusif sehingga penderitanya tidak boleh dipublikasi.

Sabri juga mengingatkan pihak yang seringkali membawa kuman adalah perempuan. Berdasarkan data Dikes KLU rata-rata perempuan. Penularan juga bisa lewat transfusi darah, kontak seksual, dan plasenta.

“Dan yang paling bahaya itu seks lelaki dengan lelaki. Begitu pula air susu ibu dan jarum suntik mengakibatkan penularan. HIV ini beda dengan Covid, karena penularannya berbeda,” ujar Sabri.

@ng




Pasien Covid-19 di NTB, Rabu, Bertambah 15 Orang Positif

Jumlah pasien positif Covid-19 sedikit berkurang, meski ada penambahan namun jumlah yang sembuh lebih banyak

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dari pemeriksaan laboratorium pada 356 sampel, telah dikonfirmasi tambahan pasien Covid-19 sebanyak 15 orang positif.

Pasien Covid-19

Update pasien Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi M.Si. melalui press release pada media, Rabu (23/06/21).

Pemeriksaan sampel itu dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RSUD Praya, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti, dan Laboratorium Antigen.

Hasil pemeriksaan dari 356 sampel dengan 341 sampel negatif, tidak ada positif ulangan, dan 15 sampel kasus baru positif Covid-19.

BACA JUGA:

Dasa Wisma Digalakkan Guna Ketahanan Keluarga di Masa Pandemi

Meski ada penambahan 15 kasus baru positif Covid-19, namun dengan 21 penambahan orang yang selesai isolasi dan dinyatakan sembuh dari Covid-19, maka jumlah pasien positif hari Rabu di NTB sedikit berkurang.

Hari ini juga tidak terdapat penambahan kasus kematian baru.

Dengan tambahan 15 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 21 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu (23/06/21) sebanyak 14.284 orang,

Rinciannya, 13.099 orang sudah sembuh, 618 meninggal dunia, serta 567 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi melalui press releasenya.

Hal itu dilakukan guna mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.645 orang dengan perincian 126 orang (0,6%) masih dalam isolasi, 30 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.489 orang (99,2%) sudah discarded.

BACA JUGA:

Shalat Idhul Adha dan Pelaksanaan Qurban, Ini Isi Edaran Menag

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 91.099 orang, terdiri dari 2.855 orang (3,1%) masih dalam karantina dan 88.244 orang (96,9%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.504 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.020 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.484 orang (99,1%).

“Diharapkan bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” kata Lalu Gita Ariadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Pasien Covid-19 di NTB, Selasa, Bertambah 37 Orang Positif

Penambahan pasien yang positif Covid-19, lebih besar dari jumlah pasien yang dinyatakan sembuh

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dari pemeriksaan laboratorium pada 411 sampel, telah dikonfirmasi terdapat penambahan pasien Covid-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB), sebanyak 37 pasien positif.

Pasien

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat,Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si. melalui press release pada media, hari Selasa (22/06/21).

Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti, Laboratorium PCR Labkesda Banyuwangi dan Laboratorium Antigen.

BACA JUGA: Tiket non Tunai, Upaya Putus Mata Rantai Covid-19

Hasil dari pemeriksaan 411 sampel dengan 374 sampel negatif, tidak ada positif ulangan, dan 37 sampel kasus baru positif Covid-19.

Dengan penambahan 37 orang positif Covid-19, berarti jumlahnya lebih besar dari pasien yang sembuh.

“Hari ini (Selasa) terdapat 28  penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” kata Lalu Gita melalui press releasenya.

Dan pada hari ini tidak terdapat penambahan kasus kematian baru.

Pasien

Dengan tambahan 37 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 28 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasa (22/06/21) sebanyak 14.269 orang.

Rinciannya, sebanyak 13.078 orang sudah sembuh, 618 meninggal dunia, serta 573 orang masih positif

Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” jelas Lalu Gita.

Hal itu dilakukan, menurutnya, untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19,

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.637 orang dengan perincian 136 orang (0,7%) masih dalam isolasi, 34 orang (0,2%) masih berstatus probable, 20.466 orang (99,1%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 91.037 orang, terdiri dari 2.809 orang (3,1%) masih dalam karantina dan 88.228 orang (96,9%) selesai karantina.

BACA JUGA: Isu Strategis NTB Diungkap di hadapan Peserta Lemhanas

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.504 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.022 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.482 orang (99,1%).

“Diharapkan bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) ikut serta membantu saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” pina Lalu Gita Aryadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Pasien Covid-19 di NTB, Senin, Bertambah 46 Positif

Jumlah pasien yang diketahui sembuh dari Covid-19 hari Senin, jauh lebih banyak dari penambahan pasien positif.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemeriksaan laboratorium pada 305 sampel, telah dikonfirmasi adanya penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 46 orang.

Pasien Covid-19

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah Selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si melalui press release, hari Senin (21/06/21).

Pemeriksaan sampel itu dilakukan di Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara  Barat, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Selong, Laboratorium PCR RS Bhayangkara, Laboratorium PCR RSUD Praya, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti, Laboratorium PCR RS Parahita Jember dan Laboratorium Antigen.

Hasil lengkapnya, dari pemeriksaan sebanyak 305 sampel dengan 259 sampel negatif, tidak ada positif ulangan, dan 46 sampel kasus baru positif Covid-19.

Jumlah pasien yang diketahui sembuh dari Covid-19 hari Senin, jauh lebih banyak dari penambahan pasien positif.

BACA JUGA: Sepakat Damai, Rambitan dan Ketara Serahkan Konflik ke APH

“Hari ini (Senin) terdapat 70 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” kata Lalu Gita melalui press releasenya.

Dan pada hari ini juga tidak terdapat penambahan kasus kematian baru,

Dengan tambahan 46 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 70 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Senin (21/06/21) sebanyak 14.232 orang.

Rinciannya, sebanyak 13.050 orang dinyatakan sudah sembuh, 618 meninggal dunia, serta 564 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” jelas Lalu Gita.

Itu dilakukan untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.612 orang dengan perincian 147 orang (0,7%) masih dalam isolasi, 33 orang (0,2%) masih berstatus probable, 20.431 orang (99,1%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 90.785 orang, terdiri dari 2.912 orang (3,2%) masih dalam
karantina dan 87.873 orang (96,8%) selesai karantina.

BACA JUGA: Kartu Elektronik Berlaku di Pelabuhan Poto Tano dan Kayangan

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.504 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.030 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.474 orang (99,1%).

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu
saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” harap Lalu Gita Ariadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Pasien Covid-19 di NTB, Minggu, Bertambah 51 Orang Positif

Jumlah pasien positif Covid-19 pada hari Minggu, jauh di atas jumlah pasien yang dinyatakan sembuh

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dari pemeriksaan laboratorium pada 214 sampel, telah dikonfirmasi penambahan pasien positif Covid-19, bertambah 51 orang.

Pasien Covid-19

Update Covid-19 itu diampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi M.Si melalui press release, hari Minggu (20/06//21).

Pemeriksaan sampel itu dilakukan Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa  Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RS Bhayangkara, dan Laboratorium Antigen sebanyak 214 sampel dengan 163  sampel negatif, tidak ada positif ulangan, dan 51 sampel kasus baru positif Covid-19.

Dalam tiga hari terakhir, penambahan passien yang poitif Covid-19 jau melebihi dari pasien yang dinyatakan sembuh.

BACA JUGA: Bappenas Bantu Percepat Pembangunan STiPark dan Smelter

“Hari ini (Minggu) terdapat 7 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” kata Lalu Gita.

Namun hari ini tidak terdapat penambahan kasus kematian baru.

Dengan tambahan 51 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 7 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di
Provinsi NTB sampai hari Minggu (20/06/21) sebanyak 14.186 orang, dengan perincian 12.980 orang sudah sembuh, 618 meninggal dunia, serta 588 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” jelas Lalu Gita.

Ibni dilakukann untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19.

Pasien Covid-19

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.514 orang dengan perincian 159 orang (0,8%) masih dalam isolasi, 32 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.323 orang (99,1%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 90.605 orang, terdiri dari 3.060 orang (3,4%) masih dalam
karantina dan 87.545 orang (96,6%) selesai karantina.

BACA JUGA: Sarang Walet Diproyeksi Jadi Indutri Baru di NTB

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.456 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.032 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.424 orang (99,1%).

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu
saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” harap Lau Gita Ariadi melalu press releasenya.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Zona Oranye Desa Santong, Dua Orang Positif Covid-19

Ketiaksiapan Satgas Covid-19 Desa Santong yang menyebabkan terjadinya dua kasus positif Covi-19, dan desa ini berstatus zona oranye

KAYANGAN.lombokjournal.com ~ Dua orang diketahui positif Covid-19 di Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara setelah dikonfirmasi salah satu tenaga kesehatan Puskesmas Santong. hari Jum’at (17/06/21),

Dengan terdatanya dua kasus positif Covid-19 itu, kini Desa Santong statusnya menjadi zona oranye.

Perihal tersebut menuai kekecewaan pihak Karang Taruna Desa Santong sebagai wakil kepemudaan.

Menurut Ketua Karang Taruna Desa Santong, Opianda Juniko Mahendra, S.H. kekecewaan itu diarahkan kepada Satgas Covid-19 Desa santong karena kinerjanya dinilai kurang maksimalnya.

BACA JUGA: Pelari Lombok Charity Fun iterima Bupati Lombok Utara

Menurut Niko, Satgas Covid Desa Santong belum melibatkan pihak Karang Taruna sebagai mitra kepemudaan dalam menjalankan program terkait pengetatan aturan protokol Covid-19 di desa Santong.

Niko menjelaskan,  pihak Karang Taruna hanya mendapat undangan musyawarah pembentukan, dan hingga saat ini belum ada kelanjutan info dari pihak Pemerintah Desa.

Satgas Covid-19 Desa Santong belum memberi informasi kepada Karang Taruna terkait kelanjutan pembentukannya, bagaimana mekanisme dan apa program yang dilakukan belum ada sosialisasi.

“Saya sampaikan menurut pengetahuan saya pribadi, pihak Karang Taruna hanya mengikuti musyawarah pembentukan Satgas Covid Desa Santong satu kali, kemudian setelah itu belum ada info dari pihak pemerintah desa terkait kelanjutannya,” ungkap Niko

Pihak Pemerintah Desa juga tak memberi penjelasan terkait kesiapan satgas Covid-19 Desa Santong dalam mencegah penularan Covid-19 di Desa Santong.

“Baru-baru ini kami menyaksikan pembagian rompi satgas covid desa santong tapi kami dari pihak karang taruna belum ada kejelasan,, apakah disertakan atau tidak sebagai satgas.” jelas Niko

Selain itu juga, Niko selaku ketua karang taruna menyampaikan, antusias pihak pemuda sangat besar untuk mencegah terjadinya kasus pasien positif Covid-19 di Desa Santong.

BACA JUGA: Sarang Walet Diproyeksi Jadi Industri Baru di NTB

Namun disayangkan terjadinya kasus pasien positif Covid-19 di Desa Santong yang menjaikan status desa ini sebagai zona orange.

“Kami selaku perwakilan pemuda merasa kecewa, karena kesiapan Satgas Covid-19 tiak maksimal,” kata Niko.

Han




Pasien Covid-19 di NTB, Sabtu, Bertambah 31 Orang Positif

Pasien positif Covid-19 di Nusa Teggara Barat pada hari Sabtu, jumahnya masih melebihi pasien yang dinyatakan telah sembuh

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dari pemeriksaan laboratorium pada 454 sampel, telah dikonfrmasi di Nusa Tenggara Barat (NTB) ada penambahan 31 orang positif Covid-19.

Pasien Covid-19

Penambahan pasien positif Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si. melalui press release, hari Sabtu (19/06/21).

Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium PCR RSUD Praya, Laboratorium PCR RS Bhayangkara, dan Laboratorium Antigen.

Hasilnya dari pemeriksaan 454 sampel dengan 423 sampel negatif, tidak ada positif ulangan, dan 31 sampel kasus baru positif Covid-19.

Hari Sabtu ini jumlah pasien Covid-19 masih lebih banyak dari pasien yang dinyatakan sembuh.

BACA JUGA: Zona Oranye Desa Santong, Dua Orang Positif Covid-19

“Hari ini (Sabtu) terdapat 24 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19,” kata Lalu Gita.

Dan hari ini dinyatakan tidak terdapat kasus kematian baru.

Dengan tambahan 31 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 24 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Sabtu (19/06) sebanyak 14.135 orang.

Rinciannya, 12.973 orang sudah sembuh, 618 meninggal dunia, serta 544 orang masih positif.

Lalu Giita menjelaskan, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Itu tetap diakukkan guna mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19.

Pasien Covid-19

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.507 orang dengan perincian 171 orang (0,8%) masih dalam isolasi, 33 orang (0,2%) masih berstatus probable, 20.303 orang (99%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 90.542 orang, terdiri dari 3.040 orang (3,4%) masih dalam karantina dan 87.502 orang (96,6%) selesai karantina.

BACA JUGA: Pasokan Solar Terbatas, Ganggu Pengolahan Pertanian

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.456 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.033 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak
115.423 orang (99,1%).

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu
saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” harap Lalu Gita Ariadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.