Mandalika Go Green: Masyarakat Antusias Ikuti Vaksinasi

Warga di sekitar KEK Mandalika menyambut baik Vaksinasi Presisi Merdeka bertajuk Mandalika Go Green yang digelar Polda NTB, Korem 162 dan Pemprov.

LOTENG.lombokjournal.com ~ Antusias warga terlihat disekitar lokasi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah memantau langsung proses vaksinasi di desa Kuta, Mandalika, Lombok Tengah, bersama Kapolda NTB, Danrem 162 dan Bupati Lombok Tengah, Sabtu (21/8).

Gubernur juga sempat berbincang dengan seorang warga Amerika, Suzane (65), yang sudah 20 tahun tinggal di Indonesa . Suzana mengapresiasi upaya dan langkah pemerintah pusat hingga pemprov NTB bersama Polda dan Korem 16/WB melakukan perlindungan terhadap warga negaranya.

“Termasuk kepada kami, sudah diberikan high imunity,” ujar Suzane.

Mandalika Go Green

Ia mengajak masyarakat, terutama warga asing yang sedang berada di sekitar kawasan Mandalika, dengan kesadaranya untuk ikut melakukan vaksinasi, dengan tujuan untuk memberikan kekebalan dan imun terhadap Covid-19.

Apalagi, sebentar lagi Mandalika ini akan jadi tuan rumah World Superbike Champion dan MotoGP,”, tutur Suzane.

Warga setempat bernama Suparman (34), mengaku sejak awal ia mencari tempat untuk melakukan vaksin. Dan dengan kehadiran kegiatan seperti ini memudahkan masyarakat untuk ikut vaksinasi secara masif.

“Ini vaksin dosis pertama, karena kesibukan jadi baru sempat ikut. Untuk vaksin kedua kami tunggu,” kata pria yang berprofesi sebagai supir dam truk ini.

Ia berharap kepada masyarakat lain untuk ikut vaksinasi guna menjaga kesehatan dan kekebalan imun tubuh.

BACA JUGAMandalika Go Green, Gelaran Vaksinasi Jelang World Superbike

Vaksinasi yang digelar di KEK Mandalika, ini, tidak hanya diikuti oleh warga sekitar, namun juga terdapat warga dari kabupaten lainnya. Seperti seorang warga dari desa Sukadana kabupaten Lombok Timur yang bernama Mahruf (48). Ia mendengar kabar kalau ada kegiatan vaksinasi hingga akhirnya ia datang untuk melakukan vaksin dosis pertama.

“Saya mau sehat pak. Makanya saya jauh-jauh datang bersama anak saya untuk ikut vaksin,” tutur Mahruf.

BACA JUGASulis LIDA 2021 didukung Gerakan Gotong Royong OPD

edy




Mandalika Go Green, Gelaran Vaksinasi Jelang World Superbike

Vaksinasi Presisi Merdeka bertajuk Mandalika Go Green yang digelar di KEK Mandalika, sebagai percepatan capaian vaksinasi menjelang World Superbike November 2021.

LOTENG.lombokjournal.com ~ Vaksinasi Presisi Merdeka bertajuk Mandalika Go Green di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di tiga titik lokasi, juga bersamaan dengan gelaran vaksinasi massal di tiga desa sekitar, yakni desa Mertak, Prabu dan Tumpak di kecamatan Kuta, Lombok Tengah.

MandalikaGubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, berharap kegiatan tersebut meningkatkan capaian vaksinasi di masyarakat sekitar KEK Mandalika, sebelum prakondisi gelaran World Superbike (WSBK) selesai.

“Terimakasih untuk para kepala desa dan warga Kuta, Kapolda dan Danrem yang sudah berikhtiar agar ekonomi dan pariwisata bisa bangkit lagi”, ujar Zulkieflimansyah, di kawasan Mandalika, Sabtu (21/8).

Target lima kecamatan dengan populasi 1.098 ribu baru tervaksinasi 600 ribu orang. Sedangkan Loteng capaian vaksinasinya baru 10,94 persen. Untuk vaksin pertama sebesar 83.990 orang dan vaksin kedua 38.990 ribu orang.

BACA JUGA:

Kepala Dinas Kesehatan, L. Hamzi Fikri mengatakan, jumlah tersebut relatif baik dengan target tiga juta per-hari dari Kemenkes. Ia optimis, percepatan vaksinasi mendukung gelaran WSBK hari ini oleh Polda signifikan menaikkan angka vaksinasi.

“Hari ini vaksinasi dosis pertama, dan nanti dilanjutkan dosis kedua di fasilitas kesehatan yang ada. Apalagi ada droping vaksin dalam jumlah besar nanti di akhir bulan ini,” ujar Hamzi.

jm




RS Mandalika Siap Sukseskan World Superbike November 2021

RS (Rumah Sakit) Mandalika yang pembangunannya sudah mencapai 70 persen, sudah siap mensukseskan ajang balapan seri World Superbike pada 12 November 2021 mendatang.

LOTENG.lombokjournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, menyatakan bahwa RS Mandalika sudah siap mensukseskan ajang balapan seri World Superbike (WSBK) pada 12 November 2021 mendatang. Bahkan RS internasional Mandalika ditargetkan menjadi etalase kesehatan yang mumpuni untuk mensukseskan event-event internasional yang ada di NTB.

“Alhamdulillah RS Mandalika sudah siap untuk mensukseskan World Superbike yang akan digelar di sirkuit MotoGP Mandalika. Kita ingin menata RS Mandalika menjadi rumah sakit yang aman, indah dan megah,” tutur gubernur saat meninjau RS Mandalika yang berlokasi di desa Sengkol, kecamatan Pujut, kabupaten Lombok Tengah, Jumat (20/8).

Menurut Zulkieflimansyah, dalam tempo yang relatif singkat pihak RS Mandalika yang menyulap tempat ini menjadi area yang berkelas, sehingga sebelum WSBK digelar maka segala sarana dan prasarananya sudah bisa dipastikan siap beroperasi.

“Mudah-mudahan ini menjadi wajah dan etalase kita untuk dunia,” ujar Zulkieflimansyah.

BACA JUGAMandalika Go Green, Gelaran Vaksinasi Jelang World Superbike

Dalam kesempatan yang sama, Direktur RS Mandalika, dr. Oxy Tjahjono, menjelaskan, target RS Mandalika saat ini adalah finishing pembangunan fisik dan penataan halaman rumah sakit, sedangkan pembangunan fisiknya sudah mencapai 70 persen.

Sementara untuk kegiatan operasional, lanjutnya, harus melewati tahapan-tahapan dengan fasilitas dan sarana yang sudah ada. Untuk layanan operasional yang sudah ada di antaranya adalah, instalasi gawat darurat, rawat jalan, homecare dan penunjang lainnya.

“Untuk SDM yang sudah kami rekrut mencapai 50 orang, baik dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Semua sudah lengkap. Kemudian untuk dokter spesialis kami bermitra dengan RS Praya dan RSUP NTB. Kami juga sudah memiliki dokter spesialis olahraga sebagai dokter spesialis satu-satunya di NTB untuk men-support layanan kesehatan di RS Mandalika,” ungkapnya.

manikp@kominfo




PPI NTB Lantik Ketua dan Pengurus PPI KLU

Pelantikan pengurus Pita Putih Indonesia (PPI) Lombok Utara dengan melibatkan OPD terkait, diharapkan nantinya bersinergi dalam menurunkan Stunting di Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Ketua Pita Putih Indonesia (PPI) Provinsi NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati, melantik Ketua dan Pengurus PPI KLU masa bakti 2021-2026 di Aula Kantor Bupati Lombok Utara (20/08/21).

Hadir pula Ketua PPI KLU, Hj Galuh Nurdiyah, Kepala Dinas DP2KBPMD KLU Drs H Kholidi MM, Jajaran Pengurus PPI NTB, PPI KLU, Anggota Forum Genre Lombok Utara beserta tamu undangan lainnya.

Pengurus PPI KLU usai pelantikan

Ketua PPI Provinsi NTB Hj Niken Saptarini Widyawati menyatakan, PPI merupakan bagian dari Global White Alliance atau Aliansi Pita Putih yang terdiri dari 145 negara di dunia yang memiliki kepedulian pada tingginya angka kematian ibu dan bayi lahir.

BACA JUGA: NTB Rancang Pergub, Lindungi Anak Korban Jaringan Terorisme

Hingga saat ini, terdapat 22 perwakilan PPI Provinsi di Indonesia, NTB salah satunya.

Dalam perkembangannya PPI melibatkan berbagai latar belakang pengurus yang memiliki kepedulian keinginan dan kemampuan untuk berkontribusi menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan Stunting.

“Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengikutsertakan PPI sebagai Ormas yang bertugas menuntaskan permasalahan stunting di beberapa daerah di Indonesia. PPI Provinsi NTB diberikan tugas untuk menangani Stunting di KLU. Saya merasa berkepentingan memastikan program kita ini lancar dan baik. Bersinergi dan bekerja sama dengan PPI KLU dalam penanganan stunting,” tuturnya.

Dijelaskannya, melihat tren kematian ibu di NTB sampai tahun 2019, terdapat sejumlah 97 kasus, sedangkan bayi dan balita berkisar 863 kasus, serta Stunting mencapai 7069 kasus yang bersumber dari informasi kesehatan 2019.

“Hal ini tantangan yang besar, semuanya ini kita hadapi secara bersama-sama. Pemerintah tak bisa melakukan sendiri, semua mesti bersinergi ini. Kini bukan saatnya bekerja berdasarkan egosentris lembaga, organisasi dan lainnya. Kita bersatu padu menyelesaikan permasalahan yang ada,” imbuhnya.

Dalam pada itu, Kadis DP2KBPMD Drs H Kholidi MM mengatakan dengan telah dilantiknya Pengurus PPI KLU menjadi tonggak membangun sinergi secara bersama-sama.

Meneguhkan komitmen dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Lombok Utara,” tandasnya.

“DP2KBPMD membangun sinergi dengan pihak lain. Mengupayakan penanganan stunting di Lombok Utara bisa menurun. Hingga kini angka Stunting relatif banyak pada 20 desa. Tingkat capaiannya berkisar 32,68 persen artinya prosentase balita stunting masih cukup tinggi,” urainya.

Dikatakannya, sinergi antar OPD dan stakeholder lain termasuk Forum Genre diharapkan angka pernikahan di bawah usia menurun.

“Semoga amanah ini, bisa kita laksanakan secara bersama sehingga kesehatan ibu dan anak termasuk remaja, serta penanganan Stunting berhasil di Lombok Utara,” harapnya.

Adapun Ketua PPI KLU Hj Galuh Nurdiyah menyampaikan adanya pelantikan dan terbentuknya Pengurus PPI KLU menjadi langkah awal peran aktif meningkatkan pola hidup sehat, bagi masyarakat Lombok Utara.

“Tugas yang kita emban ini akan menyadarkan kita, betapa pentingnya keikutsertaan kita merubah pola pikir masyarakat bahwa betapa berharganya hidup sehat,” tuturnya.

Diuraikannya, penanganan stunting mesti dimulai sejak 1000 hari. 270 hari berada pada masa kehamilan ibu, sedangkan 730 hari pada masa tumbuh-kembangnya. Bila tidak diperhatikan dengan baik, berakibat stunting. Oleh karennya, kesehatan ibu dan anak menjadi perlu diperhatikan.

Ketua PPI KLU menyampaikan rasa syukur atas terbentuknya organisasi PPI di Lombok Utara dengan melibatkan OPD terkait yang nantinya bisa bersinergi dalam menurunkan Stunting di Lombok Utara melalui optimalisasi Posyandu Keluarga, Dasa Wisma, dan Forum Genre KLU.

“Wadah-wadah inilah yang kita harapkan dapat menggerakkan Posyandu. Selain kiprah TP PKK pada seluruh jenjang, begitu juga forum genre nantinya menjadi garda terdepan memotivasi masyarakat dengan kesadaran sendiri datang ke Posyandu,” jelasnya.

BACA JUGA: Peran PPI Strategis: Tekan Stunting, Kematian Ibu dan Bayi

Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi arahan kepada pengurus terkait percepatan penanganan penurunan Stunting di Lombok Utara.

Acara berlangsung lancar dengan tetap menerapkan Prokes Covid-19, dilanjutkan dengan foto bersama.

wld




Peran PPI Strategis: Tekan Stunting, Kematian Ibu dan Bayi

Peran PPI di kabupaten/kota sangat strategis sebab dapat terjun langsung ke masyarakat guna menekan angka kematian Ibu, bayi dan angka stunting.

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Ketua Pita Putih Indonesia (PPI) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, menyampaikan hal terebut dalam acara Pelantikan Ketua dan Pengurus PPI Kabupaten Lombok Utara (KLU) masa bakti 2021-2026, di aula kantor bupati, Jum’at (20/8).

Peran“Salahsatu ikhtiar kita adalah dengan membangun kesadaran masyarakat KLU betapa pentingnya menjaga kesehatan dan merubah pola pikir masyarakat akan pentingnya kesehatan ibu, bayi maupun remaja,” kata Hj. Niken.

Perkuat dan berikan edukasi dan penyuluhan oleh PPI bersama OPD terkait, sehingga tumbuh kesadaran pribadi dan secara umum masyarakat, tentang pola hidup yang sehat. Selain itu, peran PPI KLU untuk menekan angka kematian ibu, bayi, stunting juga tidak terlepas dari pernikahan dini di kalangan remaja atau ibu muda.

“Maka keberadaan Posyandu Keluarga juga harus diperkuat sebagai media pelayanan kesehatan dan pusat edukasi tentang menghindari pernikahan dini,” tutur Hj. Niken.

PPI merupakan anak organisasi Pita Putih Internasional yang mendukung kesehatan ibu dengan berkampanye untuk lebih banyak sumber daya dan kebijakan yang tepat dalam mencegah kematian ibu dan bayi baru lahir, advokasi pemerintah dan politisi dalam kebijakan.

“PPI NTB dibentuk dengan tujuan meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya menurunkan angka kematian ibu hamil, melahirkan, nifas, bayi baru lahir dan anak. Memperhatikan angka stunting yang cukup tinggi di beberapa wilayah di NTB,”
ujarnya.

BACA JUGANTB Rancang Pergub, Lindungi Anak Korban Jaringan Terorisme

Mewakili Bupati KLU, Kepala BP2KBPMD Kabupaten KLU, H. Kholidi, menyambut baik pelantikan pengurus PPI KLU. Sehingga menurutnya ini merupakan awal untuk tetap bersinergi membantu kesehatan ibu dan anak.

“Pelantikan hari ini dalam rangka membangun komitmen untuk sinergi bersama OPD terkait,” kata Kholidi.

Namun ia berharap sinergi ini ke depan berjalan dengan maksimal sebab persoalan ini bukan semata tugas pemerintah, namun kolaborasi PPI, OPD terkait dan semua pihak.

Ketua PPI Indonesia Kabupaten Lombok Utara, Hj. Galuh Nurdiyan Djohan Sjamsu dalam sambutannya menyampaikan bahwa apresiasi atas pelantikan pengurus PPI oleh ketua PPI Provinsi NTB.

“Kedepan peran dan kontribusi PPI dapat meningkatkan pola hidup sehat di KLU,” kata ketua TP. PKK KLU.

Menurutnya, komitmen PPI KLU untuk memberikan edukasi dan mengubah pola pikir masyarakat di KLU, pentingnya kesehatan ibu dan anak serta remaja akan terus diperkuat.

“Termasuk keterlibatan adik-adik forum gender dan mahasiswa di KLU,” ajaknya.

Ia juga berharapa agar PPI Provinsi NTB dapat mendukung dan ikut berkolaborasi untuk menurunkan stunting di KLU.

edy




Vaksin untuk Generasi Sehat dan Upaya Kembali Hidup Normal

Vaksin dilakukan untuk menjaga generasi sehat dan kuat  di masa depan dan merupakan upaya agar hidup kembali normal.

SUMBAWA.lombokjournal.com ~ Hal itu dikatakan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, dalam kegiatan Vaksinasi Presisi Merdeka Goes to Campus di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), kabupaten Sumbawa, Kamis (19/8).

Vaksin“Mahasiswa adalah calon pemimpin, pemuda pemudi harapan bangsa. Menjaga kesinambungan generasi dan masa depan pembangunan adalah dengan vaksinasi”, ujar Zulkieflimansyah.

Senada dengan gubernur, Kapolda NTB, Irjen. Pol Mohammad Iqbal, berharap mahasiswa ikut mendorong masyarakat melakukan vaksinasi, sebab kekebalan komunal atau herd immunity baru tercapai setelah 70 persen populasi divaksinasi. Hal ini bertujuan untuk memutus penularan Covid-19.

“NTB juga akan mendapatkan distribusi vaksin dalam jumlah besar untuk mendukung hal itu selain bersiap dalam menyambut beberapa gelaran event internasional. Oleh karena itu percepatan vaksinasi dilakukan bagi masyarakat umum dan mahasiswa di Sumbawa,” jelas Iqbal.

BACA JUGAMotivasi untuk Para Atlet NTB Jelang PON ke-20 di Papua 2021

Sementara itu, Danrem 162 WB, Brigjen. TNI, Achmad Rizal Ramdhani, mengatakan, TNI mendukung sepenuhnya pelaksanaan program vaksinasi massal agar selamat dari situasi pandemi.

“Vaksinasi untuk keselamatan bersama. Mahasiswa juga harus dapat menjadi contoh dan teladan mematuhi protokol kesehatan”, ujar Rizal.

Vaksinasi Presisi Merdeka Goes to Campus yang digelar di UTS ini diperuntukkan bagi seluruh mahasiswa. Vaksinasi terselenggara atas kerjasama TNI-Polri, Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama UTS, Institut Ilmu Sosial dan Budaya Samawa Rea, Akademi Komunitas Olat Maras, Institut Agama Islam Sumbawa dan Organisasi Kepemudaan (OKP) Cipayung Plus.

 




Posyandu Jadi Pusat Edukasi dan Sosialisasi Program Unggulan

Revitalisasi Posyandu yang kuat menjadikannya sebagai pusat edukasi dan sosialisasi berbagai program unggulan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kepada masyarakat.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Revitalisasi Posyandu masih tetap menjadi penekanan utama Wakil Gubernur NTB, Hj. Siti Rohmi Djalilah, dalam berbagai kesempatan. Revitalisasi Posyandu harus diperkuat mulai dari tingkat dusun agar bisa dijadikan sebagai pusat edukasi dan sosialisasi berbagai program unggulan NTB. Baik masalah pendidikan kesehatan, lingkungan ketenagakerjaan, ekonomi dan persoalan-persoalan mendasar yang tengah dihadapi masyarakat saat ini.

Posyandu
Hj. Sitti Rohmi Djalilah

Penegasan itu disampaikan Wagub NTB pada Rakor Provinsi Dalam Rangka Pelaksanaan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) 2020 dan Membangun Sinergi antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Tenaga Ahli Pendamping Profesional dalam Pelaksanaan Tugas Pendamping Desa (TPD), di Lombok Astoria Hotel Mataram, Rabu (18/8).

Dihadapan peserta dari unsur perwakilan kepala desa, kepala Bappeda kabupaten, TPD, unsur Kecamatan, DPMPD Kabupaten, Wagub mengingatkan agar para kepala desa memiliki perhatian yang serius terhadap keberadaan posyandu. Pasalnya melalui posyandu program-program pembangunan di desa yang juga menjadi bagian dari program unggulan bisa bersinergi dan saling memperkuat layanan kepada masyarakat dari seluruh sektor pembangunan itu sendiri.

“Dana Desa (DD) yang selama ini dikucurkan bagi setiap desa hendaknya bisa lebih bermanfaat secara produktif dan tepat sasaran bagi seluruh komponen pembangunan dan bisa bersinergi dengan baik antara program pemprov dan pemkab. Sehingga dengan demikian pengelolaan DD bisa memberikan multi manfaat secara efektif dan efisien. Saya juga menginginkan agar pendataan komprehensif berbasis desa dari apa yang sudah kita lakukan di desa bisa dilakukan secara online, cepat, tepat waktu dan tepat sasaran,” ujar Sitti Rohmi.

BACA JUGATransformasi Digital Butuh Peningkatan SDM Aparatur Negara

Sementara itu, Kepala DPMPD NTB, H. Azhari, menjelaskan bahwa dalam upaya implementasi SDGs Desa untuk NTB Gemilang banyak pilar yang bisa terintegrasi bagi penyelerasan setiap program unggulan, baik pemprov maupun kabupaten. Dalam pencapaian SDGs itu sendiri bisa merangkum berbagai sektor, seperti penddikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, tata kelola pemerintahan desa, sosial kemasyarakatan dan lainnya.

Azhari menyebut Revitalisasi Posyandu bisa mengakomodir dan memecahkan berbagai persoalan tidak saja persoalan kesehatan, namun berbagai persoalan sosial kemasyarakatan bisa ditangani. Karena itu dana desa bisa dimanfaatkan secara lebih optimal untuk mendukung program kerja posyandu.

her-ikp-kominfotik




Vaksinasi Digelar M16 Sebagai Wujud Kepedulian Civil Society

Vaksinasi merupakan dukungan M16 terhadap percepatan proses herd immunity dan mendorong masyarakat tidak lagi ragu dan takut divaksin agar pandemi Covid-19 bisa segera teratasi.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Vaksinasi yang digelar M16 bekerjasama dengan RSUP NTB dan Tuwa Kawa Cafe, di Coffee Shop Tuwa Kawa, Rabu (18/8), berlangsung lancar dan Tertib. Sejak pagi jam 09.00 wita masyarakat berdatangan mengikuti vaksinasi dengan standar prokes.

“Alhamdulilah program vaksinasi gratis yang digelar M16 bekerjasama RSUP NTB mendapat antusiasme dan atensi dari masyarakat. Hal ini terbukti mereka mendatangi lokasi vaksinasi sesuai protokol kesehatan,” kata Ketua Panitia, L. Athar Fathullah.

Menurut Athar, kegiatan vaksinasi adalah salah satu bentuk dukungan M16 untuk mempercepat proses herd immunity selain untuk menyambut gelaran motoGP . Selain itu M16 mendorong masyarakat di NTB tidak lagi ragu dan takut divaksin agar pandemi covid 19 bisa segera teratasi.

“M16 akan terus mengkampanyekan pentingnya vaksinasi untuk mempercepat herd immunity ,” imbuh Athar.

Sementara itu salah satu peserta vaksinasi, Murdani, menyambut baik bakti sosial vaksinasi ini sebagai bentuk kepedulian civil society di NTB dalam mendukung pencegahan perluasan covid 19.

“Saya hari ini mengikuti vaksinasi karena ingin melindungi diri sendiri maupun masyarakat agar tidak terkena dampak dari covid 19,” ujar Eksekutif Daerah Walhi NTB.

Salah satu Komisioner Bawaslu NTB, Suhardi serta Kasi Pendidikan Agama Islam dan Keagamaan Islam, Nasrullah, beserta puteranya tampak mengikuti kegiatan vaksinasi. Bahkan mereka tampak akrab dengan peserta lain sebelum mendapat giliran divaksin.

“Saya senang dengan setting panggung vaksinasi yang digelar M16 dan Tuwa Kawa yang diselingi hiburan dan tidak mengesankan suasana kaku,” kata Nasrullah.

“Baru kali ada kegiatan vaksinasi yang dapat hiburan, konsumsi dan doorprize gratis. Salut buat M16 dan Tuwa Kawa,” imbuh Suhardi.

BACA JUGA300 Tukik Dilepasliarkan Di Pantai Bangsal

Ketua Pelaksana Vaksinasi dari RSUP NTB, dr. Yuti Dwi Suharyani, menyambut baik gelaran vaksinasi yang digelar M16 dan Tuwa Kawa. Dan guna mempercepat proses vaksinasi saat ini pihak RSUP sedang mengadakan program mobile vaksin.

“Pihak RSUP siap melayani permintaan secara kolektif masyarakat yang ingin divaksin ,” tutur dr. Yuti.

me




Vaksinasi Harus Capai 50 Persen Untuk Sambut Superbike

Vaksinasi masyarakat capai 50 persen merupakan syarat digelarnya event Superbike di Sirkuit Mandalika, Lomboh Tengah, pada November depan.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hal tersebut dikatakan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, dalam rapat evaluasi mingguan pengendalian pandemi Covid 19 di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Senin (16/08)

VaksinasiDalam menyikapi stok vaksin kabupaten/kota yang selalu habis, gubernur memastikan logistik vaksin akan segera dikirim Kementerian Kesehatan pada akhir bulan Agustus.   Saat ini cakupan vaksinasi NTB untuk dosis pertama (16,09 persen) dan dosis kedua (7,74 persen).

“Kita berkejaran dengan waktu untuk persiapan menyambut gelaran Superbike. Oleh karena itu vaksinasi dapat dipercepat dan melibatkan semua pihak”, ujar Gubernur.

Wakil Gubernur, Hj. Sitti Rohmi Djalillah menekankan prosedur standar operasi di pasar yang melibatkan pembeli, pedagang dan pengelola benar benar diterapkan sesuai ketentuan dalam PPKM level tiga. Begitupula dengan SOP di kantor, pesantren, sekolah, rumah makan, cafe, resto dan perjalanan serta sektor esensial dan fasilitas umum lainnya dan kegiatan sosial masyarakat beroperasi dengan pengaturan PPKM level tiga.

“Pengendalian harus dibarengi protokol kesehatan ketat karena vaksinasi membutuhkan waktu terbentuknya herd immunity”, jelas Wagub.

Wagub juga menyoroti posko PPKM berbasis desa yang belum seratus persen dibentuk yang angkanya baru 65,38 persen se NTB.

Sementara itu, Danrem 162 WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani menyoroti hal-hal menonjol di lapangan terkait sinkronisasi data kabupaten/kota yang merilis data tracing menggunakan rapid antigen dan bukan PCR. Ia juga menyebut pelayanan nakes di Puskesmas saat libur. Sedangkan Kapolda, Irjen Mohammad Iqbal mengemukakan pengendalian pandemi di kabupaten/ kota belum seragam serta operasi yustisi yang menurun.

BACA JUGAAduan dan Keluhan Masyarakat Harus Cepat Direspon

Kepala Dinas Kesehatan, Hamzi Fikri menguraikan, dalam sepuluh minggu terakhir ada peningkatan trend kesembuhan di sepuluh kabupaten/kota dari hasil verifikasi data All New Record. Begitu pula dengan trend testing yang memadai meski secara rata-rata sudah di atas 15 persen namun secara umum belum mencapai sepuluh persen sedangkan positive rate diupayakan di bawah sepuluh persen.

Lebih lanjut, Kadikes menjelaskan, rasio tracing kontak juga naik. Ia mengakui pula terjadi lonjakan status rawat sebelum NTB masuk PPKM level tiga saat ini.

“Kenaikannya 272 persen di tahun ini karena isu global juga terkait varian virus baru tidak hanya NTB. Target kita turun ke level dua”, jelas Fikri.

Ditambahkannya, hospital handling NTB berwarna hijau dengan ketersediaan kamar, oksigen dan obat obatan antivirus aman. Begitupula dengan fasilitas isolasi mandiri dsn terpadu yang sudah tersedia di kabupaten/ kota. Ia mengatensi kota Bima yang belum memiliki ICU. Untuk jangka panjang, kadikes menekankan kabupaten/kota untuk menyiapkan oksigen generator terutama di Sumbawa.

jm




Vaksinasi Merdeka Digelar NTB untuk Sambut HUT RI ke-76

Vaksinasi Merdeka digelar Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-76.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Vaksinasi Merdeka yang diadakan tersebut diperuntukkan bagi keluarga besar Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemprov NTB dan masyarakat yang berada di sekitar kantor gubernur.

Asisten III Setda NTB, Nurhandini Eka Dewi, mengatakan, masyarakat sangat antusias dengan adanya vaksinasi merdeka.

Vaksinasi Merdeka“Masyarakat sangat antusias menyambut vaksin ini, bahkan ada yang datang dari pukul 06.30 pagi, sehingga kegiatan vaksin dapat segera dilaksanakan,” kata Nurhandini, saat memantau kegiatan Vaksinasi Merdeka yang berlangsung di Gedung Graha Bakti, Jum’at (13/8).

Sebanyak 500 pendaftar Vaksinasi Merdeka terdiri dari vaksin dosis pertama dan dosis kedua. Pendaftar diharapkan membawa Kartu Tanda Pengenal (KTP) bagi yang belum vaksinasi pertama dan boleh menunjukkan bukti vaksinasi pertama bagi yang akan vaksin kedua.

Salah satu peserta vaksinasi, Nabila Tri Auren mengaku sangat berterima kasih kepada Pemprov NTB karena telah memfasilitasi vaksinasi.

“Seneng banget bisa diberikan fasilitas vaksin, karena untuk mencari vaksin sekarang susah banget, karena banyaknya masyarakat juga yang vaksin,” tutur Nabila.

BACA JUGAPinjaman dari SMI Diprioritaskan untuk Kesehatan dan Ekonomi

ser