Hadiri HKN, Pj Sekda Ajak Masyarakat KLU Hidup Bersih

Peringatan HKN bertujuan agar masyarakat makin mengerti penting perilaku hidup bersih dan sehat, tentunya dimulai dari keluarga, lingkungan, tempat kerja dan lainnya

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-57 di Kabupaten Lombok Utara Tahun ini mengambil tema “Sehat Negeri Tumbuh Indonesiaku”, yang bermakna penyatuan tekad dan semangat untuk memperjuangkan ketahanan kesehatan Indonesia.

Peringatan HKN diramaikan dengan lomba

Peringatan HKN di KLU dihadiri Pj.Sekda KLU Anding Duwi Cahyadi SSTP MM yang diselenggarakan di Aula Segara Anak RSUD KLU, Kamis (11/11/21).

Nampak hadir juga Plt.Kadis Kesehatan dr. H Abdul Kadir, Direktur RSUD, para Kepala OPD, dan Kepala UPTD Puskesmas.

Pj. Sekda KLU, Anding Duwi menyampaikan, HKN bertujuan agar masyarakat makin mengerti penting perilaku hidup bersih dan sehat, tentunya dimulai dari keluarga, lingkungan, tempat kerja dan lainnya.

Gerakan hidup bersih dan sehat di masyarakat harus ditingkatkan melalui sosialisasi-pada masyarakat, seperti tidak buang air besar sembarangan, dan tidak membuang sampah sembarang karena hal ini sangat menggangu kesehatan.

BACA JUGA: Desa Sambik Bangkol Noiminator Kategori Lawan Covid-19

Semangat kerjasama gotong royong elemen kesehatan dan masyarakat dalam melawan Pandemi covid 19.

Kolaborasi ini sangat penting utamanya untuk meningkatkan vaksinasi nasional yang diharapkan bisa segera bentuk Herd immunity untuk mewujudkan Indonesia yang sehat lepas dari pandemi Covid-19.

“Saya mengapresiasi kepada jajaran Petugas Kesehatan, TNI, Polri serta lainya yang terus menerus melakukan kegiatan Vaksinasi ditengah masyarakat,” tuturnya.

Panitia HKN ke- 57, Sofan Ardianto menyampaikan, tujuan peringatan HKN ini adalah agar masyarakat melaksanakan gerakan hidup sehat baik di tatanan keluarga tempat kerja maupun fasilitas lainnya, agar masyarakat mengerti arti penting perilaku dan lingkungan yang sehat.

Dalam peringatan HKN di KLU diselenggarakan beberapa kegiatan dalam rangka memeriahkan seperti lomba senam peregangan, Lomba Futsal, Tenis meja, kampanye pencegahan stunting dan gizi buruk dan Lomba makan buah dan sayur.

BACA JUGA: Honor Tenaga Kontrak di KLU Akhirnya Dipangkas

Selain itu ada penilaian yang sudah mengikrarkan diri sebagai desa yang bebas buang air besar sembarangan pada tahun 2021. Ada 5 Desa yaitu Desa Pamenang Barat, Pamenang Timur, Dangiang, Salut dan Sambik Bangkol.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan Piagam penghargaan sebagai desa ODF di KLU.

@ng




Desa Sambik Bangkol, Nominator Kategori Lawan Covid-19

Dari 43 desa yang mengikuti lomba di Gumi Tioq Tata Tunaq, 10 Desa terbaik masuk kategori Lawan Covid-19, salah satunya Desa Sambik Bangkol

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Desa Sambik Bangkol (Samba) menjadi salah satu desa nominator pada Lomba Kampung Sehat Jilid II dengan Kategori Lawan Covid-19 di Kabupaten Lombok Utara.

Kades yang dapat nominator Lawan Covid-19

Penyerahan Juara Lomba Kampung Sehat Jilid II itu dalam rangkaian prosesi upacara peringatan Hari Pahlawan ke-76 tahun 2021 di Kabupaten Lombok Utara,  Rabu (10/112021).

Tiga kategori juara dalam Lomba Kampung Sehat Jilid II itu, yaitu Kategori Aman Covid-19, Kategori Lawan Covid-19, dan Kategori Kampung Sehat Heroes.

“Totalnya ada 10 Desa terbaik masuk kategori Lawan Covid-19 dari 43 desa yang mengikuti lomba di Gumi Tioq Tata Tunaq, salah satunya Samba. Bagi kami ini survive di tengah Pandemi Covid-19 yang masih melanda,” kata Penjabat Kepala Desa Samba, Sarjono saat dikonfirmasi awak media Utarapost.net usai menerima penghargaan, Rabu (10/11/21).

BACA JUGA: Honor Tenaga Kontrak di KLU Akhirnya Dipangkas

Menurutnya, keberhasilan itu diawali dari ikhtiar dan kejibakuan semua pihak yang dimotori oleh Satgas Covid Desa. Termasuk peran luhur Bhabinkamtibmas, Babinsa, tenaga kesehatan, para Kadus hingga ketua RT dan seluruh tokoh yang ada di Desa Samba dalam pencegahan Covid-19.

Beberapa ikhtiar yang diterapkan untuk menekan penyebaran virus Corona di Samba, sebut Sarjono, adalah penerapan pola hidup bersih dan sehat di setiap dusun.

Kemudian membangkitkan spirit warga secara sosial dan ekonomi. Mendorong warga memanfaatkan sumber daya ekonomi lokal seperti budidaya ikan di kolam milik warga.

Selain itu, ada Kelompok Usaha Kopi Samba, Kelompok Nelayan, dan penguatan tradisi adat istiadat.

“Kami bersyukur, warga kami bisa tetap bertahan di tengah situasi yang tidak menentu akibat gempuran virus corona,” ujarnya.

Sarjono megatkan, penguatan tatanan kehidupan masyarakat di tengah badai Pandemi tidak saja konsen pada poros sosial ekonomi masyarakat, melainkan yang juga sama pentingnya bagaimana menjaga kesehatan, kebersihan, dan keamanan.

Apalagi sebelumnya, Pemda Lombok Utara juga mendorong seluruh desa mengikuti lomba kampung sehat di tingkat kabupaten.

Peran aksi luhur Satgas Covid bersama seluruh pihak mampu menggugah kesadaran warga terkait pentingnya memportal diri dan lingkungan agar terhindar dari serangan pandemi.

Di antara langkah praktis yang diambil adalah membagi penugasan Satgas Desa menjadi tiga regu yang bertugas melakukan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat.

Pasalnya, secara topografi, wilayah Samba terbagi dalam tiga ruang spasial, yaitu atas, tengah, dan bawah

“Berkat hadirnya lomba Kampung Sehat ini, masyarakat kami semakin sadar pentingnya kebersihan dan kesehatan. Segenap unsur baik TNI, Polri, Pemdes, dan para tokoh menggenjot kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dan peduli satu sama lain di tengah situasi pandemi,” urai Penjabat Kades Samba ini.

Lomba Kampung Sehat sebagai salah satu upaya dan strategi yang bisa diterapkan dengan melibatkan masyarakat, unsur pemerintah desa, tenaga kesehatan dan TNI-Polri yang bertugas di wilayah setempat. Hasilnya memberikan dampak positif.

Lomba Kampung Sehat ini menjadi momen bagi semua unsur di Desa Samba membuktikan kekompakan, kebersamaan, dan kemampuan yang dimiliki lingkungan sosial setempat.

“Segenap unsur lapisan masyarakat di dusun bersama-sama menunjukkan kepedulian mengantisipasi dampak Covid-19 baik dengan menyediakan tempat isolasi mandiri di desa. Memacu percepatan vaksinasi dan sebagainya,” jelas Sarjono.

Ditambahkan pula, desa-desa yang masuk nominasi dalam tiga kategori lomba itu terbukti mampu menekan penularan virus Covid-19.

BACA JUGA: Pondok Pesantren Nurul Bayan, Cahaya Dari Utara

Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH usai upacara peringatan Hari Pahlawan kepada awak media mengungkapkan, kegiatan lomba tersebut semata-mata sebagai upaya pendorong semangat berlomba menjadi yang terbaik untuk bersama-sama menekan angka Covid-19 di Lombok Utara.

“Ini bisa dijadikan contoh bagi wilayah-wilayah lain,” kata bupati.

sas

 




Pemprov NTB Tingkatkan Herd Immunity melalui Vaksin OTR

Untuk mensukseskan penyelenggaraan IATC dan WSBK Pemprov NTB akan lakukan vaksinasi dengan vaksin OTR

MATARAM.lombokjournal.com ~ Upaya meningkatkan capaian Herd Immunity (Kekebalan kelompok) dilakukan dengan meningkatan vaksinasi melalui Vaksin On The Road (OTR) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB.

kegiatan vaksin OTR dilakukan Pemprov NTB untuk capaian vaksinasi 70%

Upaya pnigkatan vaksinasi itu dilakukan Pemerintah Provinsi NTB untuk menyambut gelaran IATC dan WSBK 2021.

dr. I Nyoman Wijaya Kusuma, Kepala Bidang Pelayanan RSUD Provinsi NTB mengatakan, kegiatan Vaksin OTR berlangsung di berbagai lokasi dan bekerjasama dengan beberapa stakeholder, seperti TNI dan Polda.

“Vaksin OTR ini juga bersinergi dengan berbagai stakeholder, seperti TNI, Polda NTB dan kita menyediakan berbagai jenis vaksin, tergantung yang tersedia pada saat itu,” jelas dokter Wijaya, saat dihubungi secara daring, Kamis (04/11/21).

Sementara itu, cakupan vaksinasi yang ditargetkan sebanyak 70%, namun saat ini cakupan vaksinasi Covid-19 di Provinsi NTB per tanggal 3 November 2021 telah mencapai 2.452.261 atau 62,71% untuk dosis 1, dan sebanyak 1.164.379 atau 29,77% untuk dosis 2.

BACA JUGA:

Kegiatan Vaksin OTR dilakukan setiap hari, lokasinya dapat dilihat melalui kanal Facebook PPID RSUD Provinsi NTB, melalui link:

https://www.facebook.com/rumahsakitumumdaerahprovinsintb/
.

Nn

Diskominfotikntb




Fasilitas Kesehatan dan Pendidikan Proyek UNDP di KLU Diresmikan Bupati

12 bangunan fasilitas kesehatan dan pendidikan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) adalah Project dukungan Pemerintah Federal Jerman dan KFW untuk pemulihan pasca bencana gempa bumi  2018

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH mengapresiasi kepedulian Pemerintah Jerman melalui UNDP Petra, totalnya ada 14 bangunan yang diberikan pada NTB.

Bupati resmikan fasilitas kesehatan dan pendidikan

Sebanyak 12 di antaranya ada di KLU, yaitu bangunan 4 SMK dan 8 Pustu.

Hal itu dikatakan Bupati Djohan Sjamsu saat meresmikan 8 fasilitas kesehatan di Lombok Utara proyek UNDP-PETRA secara simbolis, di Puskesmas Pembantu (Pustu) Rangsot Desa Singgar Penjalin, Tanjung (01/11/21).

Dalam peresmian itu hadir anggota DPRD KLU Adam Malik SIP, Perwakilan UNDP Petra Nurjanah, Plt. Kadis Kesehatan KLU dr. H. Abdul Kadir, Kalaksa BPBD KLU M Zaldy Rahadian ST, Para Kepala Puskesmas, Kepala Desa Singgar Penjalin Zawil Fadli serta undangan lainnya.

BACA JUGA: Strategi Wujudkan NTB Gemilang, Ini Kata Wagub

“Kami atas nama Pemda menyampaikan terimakasih pada para Donatur dan Para lembaga Internasional dan Nasional lebih khusus pada UNDP Petra yang memberikan perhatian dan membantu percepatan pemulihan pasca bencana di KLU ini,”ungkapnya

Tugas daerah melalui Dinas Kesehatan nantinya dengan adanya Bangunan Pustu menempatkan tenaga kesehatan dan melengkapi alat-alat medis yang dibutuhkan, supaya masyarakat yang ada disekitar wilayah Dusun Rangsot jika ada keluhan atau sakit bisa kesini tidak langsung ke Puskesmas atau RSUD KLU.

“Dengan adanya Pustu yang dibangun mempermudah pelayanan masyarakat di Desa masing-masing mudah dijangkau oleh masyarakat,” ungkapnya

Dalam kesempata sama, Stakeholder Liaison Associate UNDP Petra, Nurjanah mengungkapkan, 12 bangunan yang ada di Lombok Utara adalah Project dukungan dari pemerintah federal Jerman dan KFW untuk pemulihan pasca bencana gempa bumi tahun 2018.

Awalnya yang diminta 15 Pustu, tapi yang disetujui hanya 8 bangunan.

BACA JUGA: Wabup Danny Resmikan Rumah Layak Huni untuk Lansia Terlantar

”Harapan kami pembangunan Pustu ini berguna dengan baik mengingat pustu ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat terkait dengan layanan kesehatan,” harapnya.

Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan Prasasti dan pemotongan Pita oleh Bupati yang disaksikan oleh undangan lainnya.

@ng




Partisipasi Vaksinasi Warga Samba Capai 87 Persen

Dari jumlah penduduk Desa Sambi Bangkol yang jadi target layak vaksin sebanyak 6.909 jiwa, partisipasi waga Sambik Bangkol (Samba) untuk vaksinasi mencapai 87 persen

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Capaian partisipasi vaksinasi warga Desa Sambik Bangkol (Samba) Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara sangat tinggi.

Tingginya partisipasi unuk vaksinasi warga Samba

Hingga tanggal 20 Oktober 2021 misalnya, tingkat partisipasi vaksinasi Covid-19 pada warga setempat sudah mencapai 87 persen. Rinciannya sebanyak 4.076 untuk dosis pertama dan 404 dosis kedua.

“Totalnya 4.500 jiwa sudah tervaksin,” ungkap Pejabat Kepala Desa Samba, Sarjono, dikonfirmasi media ini Senin (25/10/21).

Sarjono menuturkan, jumlah total warga Desa Samba sebanyak 8.148 jiwa. Sementara masyarakat yang menjadi target layak vaksin ada 6.909 jiwa.

Sedangkan jumlah yang tidak dapat divaksin sebanyak 2.023 jiwa.

BACA JUGA: Maulid Adat Bayan, Lombok Utara, Dihadiri Gubernur NTB

Mereka yang tidak dapat divaksin, ujarnya, antara lain karena sedang berstatus Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri sebanyak 428 orang.

Kemudian warga yang memiliki komorbid sebanyak 241 orang, sedang sakit sebanyak 201 orang serta lansia ada 302 orang.

Sementara warga yang belum divaksin sebanyak 883 orang, sekolah di luar KLU ada 195 orang, meninggal dunia 161 orang, dan sudah menjalani vaksinasi di luar desa sebanyak 394 orang.

Diterangkannya, vaksinasi tersebut penting dilakukan. Ketika herd immunity terwujud, masyarakat bisa beraktivitas tanpa pembatasan. Hal itu tentunya akan berpengaruh pada sektor penyokong kehidupan masyarakat.

“Terutama sektor ekonomi dan pendidikan,” katanya.

Berbicara membangun desa di tengah pandemi Covid-19 saat ini, mantan Pengurus Cabang PMII Yogyakarta itu menegaskan, sektor pendidikan dan ekonomi menjadi prioritas.

Pasalnya, meningkatkan SDM masyarakat desa bisa memberikan timbal balik yang positif untuk pembangunan desa.

Ditegaskan pula, pihaknya konsisten bekerja sama dan bersinergi dengan TNI dan Polri dalam rangka mempercepat vaksinasi Covid-19.

Jika hal tersebut tuntas dilakukan, siswa bisa efektif kembali belajar tatap muka dan perekonomian warga pun bisa hidup seperti sedia kala.

BACA JUGA: Maulid Adat Juga Berlangsung Tiap Tahun di Desa Pansor

Di sisi lain, kendati pun capaian vaksinasi sudah tinggi, masih kata Sarjono, protokol kesehatan harus tetap ditegakkan.

“Edukasi dan pengawasan juga intens kita lakukan,” pungkas Pj Kades Samba itu.

@ng 




Fasilitas IPAL RSUD KLU, Mengolah Limbah Berbahaya

Memanfaatkan fasilitas Intalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sangat penting, sebab air limbah yang dibuang bebas tanpa pengolahan sangat berbahaya

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) merupakan bagian penting dalam mengolah limbah cair di Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Kabupaten Lombok Utara.

Namun masih banyak masyarakat yang kurang mengetahui pentingnya fasilitas IPAL termasuk prosedur operisionalnya sebagaimana RSUD Tanjung saat ini.

Masyarakat belum paham fasilitas IPAL
dr Made Suasa

Direktur RSUD Tanjungr. dr.I Made Suasa menuturkan, air limbah yang dibuang secara bebas tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu sangat berbahaya bagi masyarakat yang terpapar.

“Contohnya saja kegiatan rumah sakit yang limbahnya infeksius. Jadi bisa menimbulkan penyakit,” ucapnya pada Kamis, (14/10/21).

Made menuturkan, belum lagi misalnya senyawa organik yang terkandung di dalam air limbah bisa menyebabkan nilai COD (Chemical Oxygen Demand) atau BOD (Biological Oxygen Demand) tinggi.

BACA JUGA: 

Sumur Bor Mangkrak di Desa Sokong, Sumber Air Irigasi Jauh Lokasinya

Senyawa itu kalau terlepas di lingkungan dapat menyebabkan konsumsi oksigen sangat tinggi.

Adanya IPAL di RSUD ini bukan berati tidak berfungsi atau rusak, namun masih menunggu rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta.

“Kita tidak bisa memanfaatkan fasilitas tanpa mengikuti prosedur, namun pihak RSUD sudah melengkapi segala kelengkapan yang berkaitan dengan usulan baik di daerah hinggga ke Kementerian LH di Pusat, “ tutur dr. Made.

dr Made juga sedang menata dan membenahi internal karyawan maupun administrasi, karena Ia baru saja ditugaskan di tempat yang baru.

“Saya ingin bekerja untuk masyarakat kita di Lombok Utara sesuai bidang saya, dan saya butuh waktu yang tidak sedikit untuk membenahi internal RSUD ini,” katanya.

Ia berharap, semua pihak saling menjaga dan kalau ada suara sumbang terdengar di luar sana, perlu didiskusikan untuk mencari solusi terbaik.

“Saya juga manusia biasa dan tak lepas dari kekurangan, namaun saya senang kalau kita sama sama saling mengingatkan jika ada hal yang perlu sisampaikan,” imbuhnya.

Khusus berkaitan dengan IPAL ini memang sesuatu yang sangat vital katanya.  Itu pun bukan saja di RSUD, namun juga di Puskesmas, Perhotelan dll.

Belum lagi kegiatan-kegiatan yang menghasilkan limbah berupa nutrien, misalnya fosforus dan nitrogen.

BACA JUGA: Warga Dusun Gol Panen P2L, di Saat Pandemi Covid-19

Contohnya rumah makan, itu kan menghasilkan air limbah yang mengandung fosforus dan nitrogen itu kalau lepas ke lingkungan dapat menyebabkan eutrofikasi.

“Tapi saya tidak menyentuh kesana,  dan itu kira kura gambaran lain selain di RSUD ini,” tutur Direktur RSUD yang belum genap satu bulan menjabat ini.

@ng




Vaksinasi Lintas Agama Oleh Muhammadiyah KLU

Pemerintah menargetkan vaksinasi masyarakat harus mencapai 70 persen dari jumlah penduduk, karena itu semua instansi bergerak termasuk Muhamadiyah

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH membuka secara resmi Vaksinasi Lintas Agama yang diselenggarakan oleh Muhamadiyah Lombok Utara, di Kantor PDM Muhamadiyah Dusun Lekok Desa Gondang, Rabu (13/10/21).

Hadir pula Pimpinan Daerah Muhammadiyah KLU Drs. Parthu MSc, Wakapolres Lotara Kompol Setia Wijatono SH,Plt.Kepala Dinas Kesehatan dr.H Abdul Kadir,Plt Kepala DLHPKP H Husnul Hadi SKm, serta undangan lainnya.

Bupati mengapresiasi vaksinasi lintas agama yang dilakukan muhammadiyah
H. Djohan Sjamsu

Muhammadiyah seleggarakan vaksinasi intas agama

BACA JUGA: Lombok Utara Jadi Lokus Pertama Launching Ide Inovasi

Bupati Lombok Utara menyampaikan, vaksinasi yang dilakukan oleh Pemerintah dalam upaya memotong rantai penularan Covid 19 di Indonesia, khususnya KLU.

“Pemerintah sendiri menargetkan masyarakat yang divaksin harus mencapai 70 persen dari jumlah penduduk yang ada saat ini,”ungkapnya

Ikhtiar kita untuk melakukan vaksinasi harus menyeluruh tidak bisa setengah-setengah dan membutuhkan partisipasi untuk membebaskan masyarakat kita dari Covid 19.

Terlebih target 70 persen sudah banyak upaya dilakukan oleh Pemerintah Daerah bersama Stekholder lainnya dengan rata-rata masyarakat harus tervaksin 5000 orang setiap harinya.

“Semua instansi bergerak dalam hal ini termasuk Muhamadiyah yang melakukan vaksinasi lintas agama ini,” ungkapnya

Covid 19 suatu virus yang tidak nampak namun dampak sangat kita lihat di sekitar kita.

“Terimakasih kepada pimpinan muhammadiyah yang bekerja sama dengan pimpinan pusat yang melakukan vaksinasi kepada masyarakat Lombok Utara,” ujarnya

Sementara itu PDM KLU, Drs H Parthu mengungkapkan, vaksinasi yang dilakukan oleh jajaran Muhammadiyah di seluruh Indonesia sebagai bentuk ikhtiar dari muhamadiyah yang secara serius memutus rantai Pandemi.

Covid-19 melanda kita semua sejak 2020 lalu, banyak dampak yang kita rasakan pada kehidupan masyarakat.

BACA JUGA: Menakjubkan, Lahan nonProduktif Disulap Jadi Kebun Sayur

“Dengan adanya kegiatan vaksinasi ini nantinya terwujud target capaian yang diinginkan pemerintah bisa terpenuhi, gunanya mewujudkan masyarakat bebas beraktivitas sehari-hari,” jelasnya.

@ng




Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini di Santong

Kegiatan sosialisasi perkawinan di bawah umur memberi contoh generasi muda agar saling mengingatkan akan bahaya pernikahan di bawah umur

SANTONG,KLU.lombokjournal.com ~ Karang Taruna Desa Santong, berkolaborasi dengan Duta Genre KLU, menggelar agenda sosialisasi pencegahan pernikahan dini atau di bawah umur dengan sasaran siswa sekolah, di aula Pondok Pesantren Bayyinul Ulum Santong, Minggu (10/10/21).

Sosiallisasi bahaya pernikahan anak di bawah umur, menyasar siswa sekolah

Sosialisasi itu menggaet peserta dengan antusias tinggi dari dua lembaga pendidikan, antara lain Pondok Pesantren Albaqiyatusshalihat NW Santong, dan Pondok Pesantren Bayyinul Ulum Santong.

Hadir juga sebagai tamu undangan, Kepala UPT BLUD Puskesmas Santong, Baiq Nirmala Sari S,Sos., yang memberikan apresiasi sosialisasi tersebut.

BACA JUGA: Ketua TP-PKK KLU Hadiri Lomba Kebun Gizi di Bayan

Nirmala menjelaskan, agenda sosialisasi tersebut sejalan dengan program dari Puskesmas Santong, tentunya sangat membantu dalam hal menyuarakan bahaya pernikahan di bawah umur.

“Kami sangat mengapresiasi agenda semacam ini, karena sejalan dengan program kami di Puskesmas Santong. Agenda ini juga dapat menjadi contoh untuk generasi muda agar saling mengingatkan bahaya pernikahan di bawah umur.” jelas Nirmala

Agenda yang bertajuk “Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Usia Anak Dan Pendewasaan Usia Pernikahan”, mengingatkan bahwa kalangan pemuda harus ikut mengkampanyekan bahaya pernikahan di bawah umur.

Pihak Karang Taruna Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara menjelaskan, agenda tersebut merupakan salah satu rangkaian dari beberapa program Karang Taruna Desa Santong dalam bidang sosial dan pendidikan.

Antoni Pratama, Wakil Ketua Karang Taruna Desa Santong menjelaskan, selain untuk memberikan edukasi dan pembinaan, agenda ini didasari fenomena maraknya pernikahan di bawah umur di kabupaten Lombok Utara.

“Berkaca dari banyaknya pernikahan di bawah umur, kami menggelar agenda sosialisasi ini agar adik-adik yang masih dibangku sekolah bisa memahami bahaya atau resiko dari pernikahan di bawah umur,” jelas Anton

Dijelaskan,  Karang Taruna akan terus menggelar agenda pembinaan maupun edukasi terkait masalah kepemudaan.

Harapannya dapat memberikan dampak positif bagi pemuda maupun warga Karang Taruna yang ada di desa Santong.

BACA JUGA: Pengurus DPC PAPPRI Lombok Utara Dikukuhkan

“Kami dari pihak Karang Taruna belum berani memutuskan apakah akan ada agenda lanjutan, karena kami juga harus menyesuaikan dengan anggaran kami pada masa pandemi. Harapannya semoga pihak pemerintah desa dapat memprioritaskan anggaran untuk operasional kami di tahun 2022 nanti, agar banyak hal-hal positif yang dapat kami berikan untuk desa Santong,” kata Anton.

Han




Bupati Djohan: Target Dua Minggu, 70 Ribu Warga KLU Divaksinasi

Untuk mendukung kesiapan NTB menyambut event MotoGP, Bupati Djohan berharap vaksinasi harus mencapai target maksimal, agar ribuan wisatawan bisa berkunjung ke KLU

SANTONG, KLU.lombokjournal.com ~ Bupati kabupaten Lombok Utara, H. Djohan Syamsu, S.H menghimbau kepada masyarakat untuk mendukung program pemerintah dalam rangka vaksinasi untuk mencapai target atau sasaran vaksinasi 70.000 jiwa di kabupaten Lombok Utara secara umum.

Kegiatan Vaksinasi daerah kabupaten Lombok Utara diharapkan bisa mencapai target maksimal, demi mendukung kesiapan daerah NTB khususnya kabupaten Lombok Utara dalam menyambut moment SuperBike Moto G.P di NTB.

BACA JUGA: Pusat Evakuasi Masyarakat Dibangun di Desa Santong Mulia

Djohan Syamsu selaku bupati saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) di desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan menjelaskan, kegiatan vaksinasi sangat diharapkan bisa berjalan lancar demi bangkitnya perekonomian di kabupaten Lombok Utara.

Selain itu dengan adanya event MotoGP di NTB tentu akan menggaet banyak wisatawan asing yang mengunjungi daerah NTB, terlebih juga Kabupaten Lombok Utara.

Sehingga target vaksinasi masyarakat kabupaten Lombok Utara diharapkan bisa segera mencapai target maksimal ketika wisatawan asing mulai berdatangan ke daerah NTB dan khususnya Kabupaten Lombok Utara.

“Saya sudah rapatkan beberapa hari kemarin bahwa target kita dua minggu ini 70.000 sudah divaksin, sehingga masyarakat KLU ini 130.000 dari 180.000 sasaran, sudah divaksin. Karena kita akan menyambut event MotoGP dan tentu ribuan wisatawan akan datang ke daerah kita dan kita bisa siap menyambut hal tersebut.” kata Bupati Djohan, Kamis (07/10/21).

Kemudian dijelaskan, penurunan anggaran daerah mencapai 300 milyar di tahun 2021 ini, karena dampak dari pandemi Covid-19. Sehingga penurunan ini mempengaruhi upaya percepatan pembangunan.

Sehingga yang sangat berpotensi menunjang hal tersebut adalah peningkatan sektor pariwisata dan pertanian, sehingga sangat didorong untuk percepatan target vaksinasi di Kabupaten Lombok Utara.

“APBD kita turun hingga 300 milyar pada tahun 2021 ini, ditambah lagi dengan pendapatan asli daerah yang tadinya 250 milyar, sekarang menjadi 100 milyar, sehingga ini menjadi persoalan daerah.” jelas Bupati Djohan.

Djohan Syamsu juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait terhambatnya percepatan pembangunan daerah di masa pandemi.

BACA JUGA: Pelatihan Mendogeng untuk Tumbuh Kembang Anak

Kendati begitu H. Djohan Syamsu menyampaikan suka citanya atas predikat zona hijau untuk daerah Kabupaten Lombok Utara.

“Saya minta maaf kepada saudara-saudara sekalian, masyarakat saya khususnya di Kecamatan Kayangan ini. Belum banyak yang bisa saya lakukan dalam rangka percepatan pembangunan daerah. Semoga pandemi ini segera berakhir, dan cek terkhir saya bahwa hari ini kita sudah zona hijau, tapi kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan dan tentunya selalu menggunakan masker,” kata Bupati Djohan.

Han




Waspada! Gelombang Ketiga Kasus Covid-19 di Akhir Tahun

Puan Maharani minta pemerintah waspada potensi gelombang ketiga kasus Covid-19 akibat libur akhir tahun ini.

JAKARTA.lombokjounal.com ~ Pemerintah didesak untuk mempercepat program vaksinasi Covid-19 agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 di akhir tahun.

Pasalnya, pada momen liburan akhir tahun berpotensi terjadi penularan Covid-19, sehingga diperlukan upaya-upaya pengedalian, salah satunya dengan mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Peringatan pentingnya percepatan vaksinasi itu disampaikan Ketua DPR RI, Dr. (H.C) Puan Maharani, akhir pekan ini di Tangerang, Banten.

“Sebentar lagi akan ada perayaan Tahun Baru, Natal,” kata Puan.

Meski sudah ada pembatasan mobilitas, namun tak bisa dihindari tetap saja terjadi arus ulang-alik warga di acara hari raya.

“Ini mengakibakan terjadinya lonjakan kasus. Di wilayah Jabodetabek paling tinggi mobilitas penduduknya, apalagi dengan mulai dibukanya aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat,” kata Puan.

BACA JUGA: Pecepatan Vaksinasi di Lombok Tengah untuk Menyambut WSBK

Maka sebelum bulan Desember, Jabodetabek sebagai wilayah yang mobilitas penduduknya sangat tinggi, harus sudah mencapai herd immunity (kekebalan komunal), imbau Puan.

Karena itu, penerapan protokol kesehatan yang tidak boleh kendor, dan yang penting lagi vaksinasi harus terus digenjot.

Menurutnya, percepatan vaksinasi di wilayah aglomerasi perlu dilakukan mengingat berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Satgas Penanganan Covid-19, salah satu sumber besar penularan Corona diakibatkan oleh mobilitas penduduk.

“Karena itu, percepatan vaksin untuk wilayah ini harus terus digenjot sebagai antisipasi dari sisi hulu,” tegas puteri Megawati Soekarnoputri itu.

Puan Maharani merupakan perempuan pertama yang menjabat Ketua DPR RI. Pesannya pada semua pihak untuk mewaspadai potensi gelombang ketiga Covid-19 akibat libur akhir tahun.

Puan mengaku sudah berdiskusi dengan Presiden Joko Widodo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengenai  perlunya antisipasi dampak libur akhir tahun.

BACA JUGA: Vaksinasi untuk Anak adalah Investasi Kesehatan Jangka Panjang

Tak hanya di Jabodetabek, tapi juga di seluruh daerah di Indonesia.

“Karena itu vaksinasi harus digencarkan, juga secara nasional,” ungkap Puan Maharani.

Ist