Hari Gizi, Bunda Niken Ingatkan Pentingnya Gizi Makanan Anak

Memperigati Hari Gizi, Bunda Niken mengingatkan ibu-ibu harus pandai mengatur apa yang akan dikonsumsi oleh keluarga

LOBAR.lombokjournal.com ~ Ibu-ibu diingatkan memperhatikan gizi yang terkandung dalam makanan anak-anaknya. 

Gizi yang baik mempengaruhi tumbuh kembang anak-anak agar tidak terjadi stunting.

Hj Niken dalam peringatan Hari Gizi
Hj Niken

Pesan itu disampaikan  Ketua TP – PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah saat acara Peringatan Hari Gizi Nasional 2022 bersama dengan Yasayan Aksi Cepat Tanggap (ACT) NTB di Masjid Nurul Iman Dusun Batulayar Utara, Desa Batulayar, Selasa (25/01/22).

“Ibu adalah jantung rumah tangga, Gizi yang ada dalam sebuah keluarga tentu semua ibu yang mengatur, sehingga kita menjadi seorang ibu juga harus pandai mengatur apa yang akan dikonsumsi oleh keluarga kita,” tutur Bunda Niken 

Bunda Niken juga menjelaskan ‘isi piringku’ yang merupakan program bagi masyarakat dalam memahami bagaimana porsi makan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi. Porsi Isi Piringku terdiri makanan pokok yakni sumber kabohidrat dengan porsi 2/3 dari 1/2 piring. 

BACA JUGA: Muslimat NWDI pun Diajak Aktif di Posyandu Keluarga

Lalu dilengkapi dengan lauk pauk dengan porsi 1/3 dari 1/2 piring. Untuk setengah piring lainnya diisi dengan proporsi sayur-sayuran dengan porsi 2/3 dan buah-buahan dengan porsi 1/3.

“Dengan menerapkan isi piringku maka ibu sudah memberikan gizi yang baik kepada anak – anak dan juga suami, sehingga keluarga kita mendapatakan asupan makanan dengan gizi yang seimbang,” ungkapnya.

Dalam kegiatan ini juga dilakukannya launching mobil layanan makan gratis (Food Van) untuk masyarakat rawan gizi. Khususnya di daerah bencana yang diinisiasi oleh Yayasan ACT NTB. 

Romi Saefuddin, Kepala Cabang ACT NTB mengatakan, launchingnya Food Van untuk dapt terus hadir ditengah masyarakat tepatnya diderah bencara dengan kondisi rawan gizi.

BACA JUGA: Cegah Perkawinan Anak, Tingkatkan Kesehatan Anak

“Banyak program yang telah dilakukan ACT salah satunya kita fokus untuk mendampingi daerah – daerah rawan gizi di daerah bencana. Ini ada mobil, mobil ini suka senyum kepada masyarakat, senyum dengan bahagia membeikan makanan gratis, selain ke daerah bencana juga akan masuk kedalam daerah pondok pondok pesantren,” ungkap Romi.*** 

 




Muslimat NWDI pun Diajak Aktif di Posyandu Keluarga

Wagub Ummi Rohmi seluruh muslimat NWDI aktif di Posyandu Keluarga dan bersinergi dengan Pemerintah Daerah

LOTENG.lombokjournal.com ~ Seluruh muslimat NWDI diajak aktif di posyandu keluarga, untuk mengedukasi masyarakat tentang pola hidup bersih dan sehat.

Agar Kabupaten Lombok Tengah menurunkan angka stunting, angka kematian bayi pun turun, juga angka kematian ibu hamil turun dan angka kematian anak turun. 

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd  menyampakan imbauan itu saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan Pengurus Cabang NWDI, Pengurus Cabang Muslimat NWDI, Pengurus Daerah PG NWDI se – Kabupaten Lombok Tengah. di Ballroom Kantor Bupati Lombok Tengah, Minggu (23/01/22).

“Mari bersama- sama kita bersinergi, begitu juga muslimin dalam bidang bidang yang bisa diintervensi, semuanya kita bekerja bersama sama,” tutur Ummi Rohmi.

BACA JUGA: Mendagri Minta Kepala Daerah Antisipasi Korupsi Pengadaan Barang

Sebagai Pimpinan Pusat Muslimat NWDI juga mengatakan, sinergitas dan kolaborasi antara

TGB Zainul Majdijuga menyampaikann arahan pada muslimat
TGB Zainul Majdi

muslimat NWDI dengan Pemerintah Daerah harus terus berjalan.

Hal ini bertujuan untuk sama – sama membangun Kabupaten Lombok Tengah dalam semua bidang.

“Insya Allah, kedepan sinergi muslimat NWDI, keberadaan pengurus daerah NWDI, begitu juga Badan Otonom, mulimat nwdi, PG NWDI akan siap bersama membangun Lombok tengah dalam semua bidang,” kata Ummi Rohmi.

Ia juga berpesan kepada Persatuan Guru (PG) NWDI agar dapat terus menjadi guru yang berkualitas dan menjadikan Pendidikan di Loteng terus maju.

“PG NWDI juga, guru guru kita harus berkualitas, Pendidikan di loteng suoaya bisa maju dari waktu ke waktu,” tuturnya.

BACA JUGA: Fun Bike Dirgantara, Gubernur Zul Ingatkan Protokol Kesehatan

Sementara itu, Bupati Kabupaten Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri.mengungkapkan, hubungan organisasi dengan Pemerintah Daerah, hubungan organisasi dengan manusia, hubungan organisasi dengan masyarakat, hubungan–hubungan tersebut terjalin dengan baik di Lombok Tengah.

“Kami yakin ke depan, Loteng akan jauh lebih maju karena hubungan yang terbaik tersebut. Saya pribadi tidak mampu membangun Ldengan ketebatasan ilmu, kalau tanpa muslimat tanpa kita semua keluarga besar NWDI yang ada di Kab Loteng,” ungkapnya. ***

 

 




Kalsium Penting untuk Jantung, Bukan Cuma untuk Tulang

Hasil penelitian menunjukkan, kalsium penting untuk ritme teratur dan kesehatan otot jantung secara keseluruhan. 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Jantung manusia, seukuran kepalan tangan, terletak tepat di belakang dan sedikit di sebelah kiri tulang dada. Jantung, berdetak tanpa lelah rata-rata 100.000 kali sehari.  

Namun, kondisi yang menghentikan jantung untuk memompa darah secara efisien dapat menyebabkan masalah serius dan pada akhirnya memerlukan transplantasi jantung.

Suplemen penting untuk jantung yang mengandung kalsium
Suplemen jantung

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ‘Science Translational Medicine’, para peneliti dari Universitas Osaka menunjukkan, mutasi yang sebelumnya tidak diketahui dapat menyebabkan kondisi yang disebut kardiomiopati dilatasi, yang merupakan salah satu penyebab utama gagal jantung.

Gagal jantung mengacu pada kondisi yang tidak dapat disembuhkan, di mana jantung tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan tubuh dalam hal suplai darah. 

Ini adalah salah satu penyebab kematian paling umum dan mempengaruhi hampir 40 juta orang di seluruh dunia, mewakili masalah kesehatan masyarakat yang besar.  

Salah satu faktor utama yang menyebabkan gagal jantung adalah penyakit yang disebut kardiomiopati dilatasi (atau DCM).  

BACA JUGA: Inovasi Pemantauan Kesehatan Bayi yang Lebih Sistematis

DCM ditandai dengan pelebaran bilik jantung dan disfungsi pemompaan.  

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa DCM sering diturunkan dan memiliki dasar genetik.  

Namun, hingga 80 persen kasus DCM familial, mutasi genetik yang menyebabkan penyakit ini masih belum diketahui.

Tim peneliti mengidentifikasi, gen yang disebut BAG5 sebagai gen penyebab baru untuk DCM.  

Pertama, mereka mempelajari pasien dari keluarga yang berbeda, menyoroti korelasi antara hilangnya fungsi mutasi pada gen BAG5 dan DCM.  

Para peneliti menemukan, mutasi ini memiliki penetrasi yang lengkap, yang berarti bahwa 100 persen individu yang mengalaminya akan mengembangkan penyakit.  

Mereka kemudian menemukan pada model tikus kardiomiopati dilatasi, tikus tanpa BAG5 menunjukkan gejala DCM manusia yang sama, seperti dilatasi bilik jantung dan irama jantung tidak teratur.  

BACA JUGA: Penuaan Dini di Usia 30, Tips Kecantikan Mencegahya

Hal ini menunjukkan, mutasi yang menghapus fungsi BAG5 dapat menyebabkan kardiomiopati.

Kalsium dibutuhkan untuk penguatan otot jantung

 “Di sini kami menunjukkan bahwa hilangnya BAG5 mengganggu penanganan kalsium pada kardiomiosit tikus,” kata Dr. Hideyuki Hakui, penulis utama studi tersebut.  

BAG5 penting untuk penanganan kalsium di sel otot jantung, dan kalsium penting untuk ritme teratur dan kesehatan otot jantung secara keseluruhan. 

Itu sebabnya, mengapa hilangnya BAG5 menyebabkan kardiomiopati.

 “Setelah menunjukkan bahwa mutasi BAG5 menyebabkan hilangnya protein BAG5 fungsional,” lanjut Dr. Yoshihiro Asano, penulis senior studi tersebut.

“Kami juga menunjukkan bahwa pemberian vektor AAV9-BAG5 dalam model murine dapat memulihkan fungsi jantung. Temuan ini  menyarankan bahwa terapi gen dengan adeno-associated virus (AAV) harus diselidiki lebih lanjut sebagai alternatif pengobatan yang mungkin untuk transplantasi jantung untuk pasien yang kekurangan BAG5,” jelasnya.

Terapi gen AAV mengacu pada bentuk terapi inovatif yang ditujukan untuk memperbaiki gen yang bermutasi pada penyakit yang memiliki penyebab genetik seperti DCM.  

Karena itu, temuan ini telah membuka jalan bagi pengobatan yang potensial presisi, berdasarkan terapi gen.***

 

 




Cegah Perkawinan Anak, Tingkatkan Kesehatan Anak

Upaya mencegah perkawinan anak membutuhkan sinergi banyak pihak, sebab upaya itu akan meningkatkan kesehatan anak

MATARAM.lombokjournal.com ~ Upaya mencegah terjadinya perkawinan anak turut mendukung percepatan penurunan angka stunting, dan peningkatan setinggi mungkin derajat kesehatan anak Indonesia.

Ini sesuai dengan amanat Konvensi Hak Anak dan peraturan perundang-undangan di Indonesia.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kemen PPPA, Lenny N. Rosalin, beberapa waktu lalu.

Kemen PPPA dalam mencegah perkawinan anak, caranya dengan mengoptimalkan peran dan fungsi layanan kesehatan yang ada di masyarakat.

Lenny menjelaskan pentingnya mencegah perkawinan anak
Lenny N. Rosalin

BACA JUGA: Wagub NTB Ajak Santri Kampanye Cegah Perkawinan Dini

Salah satunya melalui Puskesmas Ramah Anak (PRA). Puskesmas Ramah Anak berperan penting mencegah perkawinan anak.

Menurut Lenny, mencegah perkawinan anak turut mendukung upaya percepatan penurunan stunting, serta risiko kesehatan.

Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang sangat penting dalam mencegah perkawinan anak, mengingat 32 Ppersen anak di Indonesia diketahui berobat ke puskesmas.

Jika puskemas di seluruh Indonesia dapat memenuhi 8 (delapan) dari 15 indikator Puskesmas Ramah Anak dan fungsinya dioptimalkan untuk mencegah perkawinan anak, hal ini dapat menyelamatkan dan meningkatkan kualitas anak Indonesia sebagai generasi penerus bangsa.

BACA JUGA: Produk Shorgum, Dari Makanan Ternak ke Produk Ekspor

Puskemas Ramah Anak harus dapat melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan ramah anak. Di antaranya yaitu memperluas cakupan dan mengembangkan layanan puskesmas bagi masyarakat secara berkesinambungan, khususnya dalam Pencegahan Perkawinan Anak.

“Fungsi puskesmas dalam mencegah perkawinan anak yang dapat dioptimalkan, yaitu melakukan edukasi, sosialisasi, dan konseling terkait kesehatan reproduksi,” katanya.

Puskesmas dapat mengedukasi pentingnya pemenuhan hak anak. Dan pemahaman terkait hak anak untuk tidak dinikahkan saat usia anak.

Menurut Lenny, hal ini dapat disampaikan para tenaga kesehatan di puskemas. Agar diteruskan kepada masyarakat luas seperti keluarga dan anak itu sendiri.

Sbenarnya, perkawinan anak merupakan bentuk pelanggaran hak anak. Pelanggaran itu berdampak negatif dan sangat berbahaya tidak hanya bagi anak, keluarga, tapi juga Negara.

Di antaranya yaitu stunting, tingginya angka kematian ibu dan bayi, tingginya angka putus sekolah, tingginya angka pekerja anak yang rentan diberi upah rendah.

Sehingga turut meningkatkan angka kemiskinan, serta dampak lainnya. Karenai itu, semua pihak perlu bersinergi mencegah perkawinan anak.

“Ini demi kepentingan terbaik 80 juta anak Indonesia,” tegas Lenny.

“Kita perlu bersinergi, baik

Pemerintah Pusat, daerah, tokoh agama, tokoh adat, dunia usaha, media massa, dan lapisan masyarakat lainnya, perlu bersinergi.

“Melalui regulasi yang dapat diimplementasikan dengan baik, maupun menyosialisasikan pencegahan perkawinan anak secara masif,” tuturnya.***

 




Omicron Masuk NTB, Sekda se NTB Diajak Percepat Vaksinasi

Masuknya Cocid-19 varian Omicron masuk NTB, Ketua Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (FORSESDASI) mengajak Sekda Kabupaten/Kota percepat vaksinasi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Virus Covid-19 varian Omicron sudah masuk di Nusa Tenggara Barat (NTB), sudah dua orang terpapar yaitu Kota Mataram dan Sumbawa. 

Ke depan semua akan bekerja lebih keras lagi dalam meningkatkan upaya pencegahan, kembali  memperketat protokol kesehatan dan melalui percepatan vaksinasi bagi lansia maupun anak-anak.

“Masuknya varian baru omicron itu, kita bertemu langsung dalam forum ini bagaimana vaksinasi dosis satu bisa mencapai 100 persen dan dosis dua di atas 70 persen. Karena ini menjadi syarat utama penyelenggaraan MotoGP nanti,” tegas Ketua Umum Forsesdasi Drs. H. Lalu Gita Ariadi.

Lalu Gita yang yang juga sebagai Sekretaris Daerah NTB menyampaikannya pada Rapat Komisariat Wilayah (RAKOMWIL) Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (FORSESDASI) Tahun 2022, di Dapoer Sasak Udayana Mataram, (21/01/22). 

BACA JUGA: Produk Shorgum, dari Pakan Terak ke Produk Ekspor 

Selain itu,  Sekda NTB menyebutkan tugas yang berat sebagai tuan rumah penyelenggaraan MotoGP. 

Karena itu semuanya harus saling bahu-membahu, khususnya para Sekda-sekda yang di Lombok akan di infrastruktur. 

Kemudian teman-teman kabupaten/kota kita undang para pelaku UMKM termasuk yang di pulau Sumbawa untuk ikut terlibat langsung.

“Kenapa ini penting, karena dalam penyelenggaraan kemarin 25 ribu orang yang datang, begitu repotnya kita semua sampai tak mampu melayani, apalagi besok yang diperkenankan oleh presiden 100 ribu orang,” kata Miq Gita sapaan akrabnya.

Dalam kesempatan itu juga, Asisten l Hj. Baiq Eva Nurcahya Ningsih mengatakan, magnet Mandalika sebagai tempat penyelenggaraan MotoGP luar biasa, tidak hanya itu tetapi selanjutnya akan banyak kedatangan tamu-tamu. 

“Karena itu dengan event MotoGP tersebut, kita harapkan Sekda-sekda kabupaten kota sebagai top manager untuk menggerakkan seluruh potensi dalam mendukung kegiatan di NTB baik Nasional maupun internasional melalui percepatan vaksinasi, baik lansia maupun anak-anak sebagai syarat utamanya,” jelasnya.

Ditambahkan Bunda Eva sapaan akrabnya, terkait posisi NTB dalam cakupan vaksinasi dosis pertama yaitu 84 persen, sedangkan untuk dosis kedua  masih berada di 59 persen, artinya ini harus  dikebut. 

BACA JUGA: Rekor Aksi Donor Darah Terbesar di NTB, Dilakukan INTI NTB

Karenanya ia mengajak kepada sekda kabupaten kota untuk bersama-sama untuk bisa mencapai lebih dari 70 persen untuk dosis kedua.

Sementara itu, Asisten lll Setda NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi mengatakan persiapan jelang MotoGP yang harus dilakukan adalah meningkatkan kembali protokol kesehatan, melakukan percepatan vaksinasi. 

Selain itu, sebut dr. Eka adalah penerapan aplikasi peduli lindungi. 

Terutama para UMKM yang langsung terlibat, harus benar-benar dipastikan mereka menggunakan aplikasi peduli lindungi terutama di tempat keramaian.

“Penyelenggaraan MotoGP nanti harus memiliki aplikasi peduli lindungi, tanpa aplikasi kita tidak bisa masuk,” tandasnya.

Dikatakannya, Pemprov NTB sendiri sudah menerapkan aplikasi peduli lindungi sebagai salah satu cara untuk melakukan traching kepada orang orang yang berkunjung ke kantor kita. 

Disebutkan juga permasalahan kabupaten kota selama ini yang masih berada di level 2 itu, karena lemahnya pada kemampuan traching.

Turut hadir dalam rapat tersebut diantaranya Asisten I dan lll Setda NTB, Sekda kabupaten/kota se-ntb dan seluruh Staf Ahli Gubernur NTB.***

 

 




Audiensi PERDATIN NTB, Wagub Minta Tingkatkan Kompetensi

Wagub berharap dokter yang berhimpun dalam PERDATIN NTB selalu mengupdate ilmu pengetahuan, skill dan kompetens, agar tak tertinggal

MATARAM.lombokjournal.com ~ Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesi dan Terapi Intensif (PERDATIN) NTB diharapkan  mengupdate Ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kedokteran dan meningkatkan kompetensinya.

Wagub bersama dokter yang berhimpun dalam Perdatin NTB

“Karena ilmu dan teknologi kedokteran,terus berkembang setiap saat,” pesan Ummi Rohmi sapaan Wagub, saat silaturahmi dan audiens dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesi dan Terapi Intensif (PERDATIN) NTB, Jum’at (21/01/22) di Aula Pendopo Wagub.

Menurut Ummi Rohmi, kalau tidak terus mengupdate ilmu pengetahuan, skill dan kompetensi, maka SDM di bidang ilmu kesehatan akan tertinggal dengan perkembangan Iptek dan IT yang pesat.

Mengupdate ilmu pengetahuan, skill dan kompetensi itu bisa bisa melalui seminar, workshop, sarasehan dan media edukasi lain. 

Hanya dengan cara itu, maka pusat layanan kesehatan dapat memberikan kemudahan dalam penanganan kesehatan di NTB.

Disampaikan Wagub, RSUP Provinsi juga telah memiliki berbagai fasilitas kesehatan dibidang kedokteran yang canggih. Termasuk SDM dibidang kedokteran juga sudah mumpuni.

“Kita tidak perlu berobat jauh keluar daerah, karena memang fasilitas dan teknologi kedokteran kita sudah lengkap,” katanya.

Hal itu perlu secara masif disosialisasikan kepada publik. Bahkan ikhtiar ke depan, RSUP dapat menjadi pusat layanan kesehatan di Indonesia bagian timur.

BACA JUGA: Pemerintah Siap Sukseskan World Tourism Summit NTB 

“Semoga kedepan Perdatin lebih maju, lebih bermanfaat utk masyarakat dan lebih baik lagi,”tutup mantan ketua DPRD Lombok Timur tersebut.

Sementara itu, Ketua Perdatin NTB, dr. Suryadi, meminta agar Wagub mendukung dan mensuport kegiatan dan program para dokter spesial ini.

“Seperti seminar melalui webinar dan kegiatan lain,” kata Suryadi.

Disampaikannya, Perdatin awalnya tergabung dengan Persatuan Dokter Ahli, namun, Juni tahun lalu telah dibentuk secara terpisah.

“Di NTB jumlah anggotanya sangat sedikit. Hanya ada 23 dokter se-NTB,” ujar dokter Suryadi.

Mengingat keberadaan Dokter Spesialis Anestesi dan Terapi Intensif, dapat mendukung dokter bedah dan operasi di rumah sakit Kabupaten/Kota.

BACA JUGA : Pelantikan Kades di KLU, Bupati Kades Harus Kreatif

Dokter spesialis Anestesi masih kurang 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Dr. H. Lalu Hamzi Fikri mengaku, dokter Spesialis Anestesi dan Terapi Intensif, masih sangat kurang di NTB.

Secara keseluruhan ada 426 dokter spesialis di NTB. Sedangkan kalau Dokter Spesialis Anestesi hanya ada 23 orang se-NTB.

“Tersebar di 10 Kabupaten/Kota dan Provinsi,” kata mantan Dirut RSUP NTB.

Distribusi dan penyebarannya juga belum merata. Ada 2 Kabupaten yang belum memikili dokter ppesialis Anestesi, yaitu Kabupaten Dompu dan KSB.

Menurut dokter Fikri, untuk mengantisipasi hal tersebut harus ada permintaan dari daerah. Termasuk daerah harus berani menginvestasikan SDM, untuk menempuh pendidikan dokter spesialis ini.

“Termasuk kedepan kami akan distribusikan. Baik yang kontrak, P3K atau PNS. Pernah di usulkan formasinya tapi tidak ada yang ikut,”ujar dokter Fikri.

Selain itu ia juga mengatakan RSUP harus terus maju dan berkembang. Bahkan RSUP didorong untuk menjadi RS pendidikan. Jadi yang ingin menempuh pendidikan specialis bedah dan beberapa special lainnya, dapat ikut di RSUP.

“Kami juga terus beriktiar membangun RSUPagar dapat naik kelas ke tipe A, karena segala fasilitas dan SDM sudah memenuhi. Salahsatunya kita memiliki teknologi menangani ibu melahirkan tanpa rasa sakit,” kata Kadikes NTB.***

 

 




Mahasiswa KKN Unram, Adakan Penyuluhan Stunting di Loteng

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Mahasiswa Unram mengadakan penyuluhan stunting dan pemberian makanan tambahan gandeng DP3AP2KB Kabupaten Lombok Tengah.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Mataram mengajak masyarakat Desa Beber, Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah ikut andil dalam kegiatan penyuluhan stunting dan pembagian makanan tambahan (PMT), Kamis (20/01/22)

Kegiatan ini untuk memberi pemahaman masyarakat dalam mencegah stunting pada anak di Desa Beber.

Mahasiswa KKN unrm melakukan penyuluhan stunting dan pmberian makanan tambahan
Penyuluhan stunting

Penyuluhan ini mendorong masyarakat di Desa Beber melawan dan memberikan pemahaman tentang stunting kepada masyarakat. 

Dengan demikian masyarakat dapat memanfaatkan pengetahuan seputar stunting, sekaligus memanfaatkan hasil tani, daun kelor dan penciptaan lingkungan yang bersih. 

“Agar masyarakat mudah mencegah stunting pada anak,” ungkap Ketua Kelompok KKN-Tematik Desa Beber, Afran, Kamis (20/01/22).

Afran berharap, masyarakat Desa Beber dapat mengatasi masalah stunting dan memutuskan rantai penyebarannya di Desa Beber dengan mandiri, dalam kurun waktu yang lama. 

“Dan ke depan generasi Desa Beber menjadi anak-anak yang berkualitas dan melanjutkan estapet kepemimpinan dan berguna bagi nusa dan bangsa,”.lanjut Afran,

BACA JUGA: Gubernur NTB Dukung Mataram, Tuan Rumah Muktamar IDI 2024

Penyuluhan stunting dan Pembagian Makanan Tambahan (PMT) ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN yang bertema ‘Stunting’ di Desa Beber kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah.

Pencegahan stunting

Kegiatan mahasiswa KKN Tematik itu menggandeng narasumber dari DP3AP2KB Kabupaten Lombok Tengah, H. Dim Junaidin, SK.,MM.

Dim Junaidin menjelaskan beberapa point penting pencegahan stunting pada anak, yang harus dimulai sejak calon pengantin, ibu hamil dan sampai pada anak dikategorikan stunting.

Menurutnya, penyuluhan stunting dan pembagian makanan tambahan (PMT) yang dibuat oleh mahasiswa KKN Tematik Universitas Mataram di Desa Beber sangat bagus.

Karena tujuannya membantu mencegah, dan mengatasi permasalahan stunting di Desa Beber. Pencegahan stunting juga menjadi program kerja dari DP3AP2KB Kabupaten Lombok Tengah.

“Dan kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan penyuluhan stunting dan pembagian makanan tambahan (PMT) ini,” katanya.

Ia menjelaskaN, pencegahan stunting menjadi program kerja unggulan dari Pemerintah Pusat. 

“Keluarga memiliki peran penting dalam pencegahan stunting,” tegasnya.

BACAJUGA: Wagub Ummi Rohmi Ajak Kader Himmah NWDI Jadi Enterpreneur

Dikatakan Junaidin, salah satu cara atau pencegahan stunting adalah memperhatikan asupan gizi pada 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) pada balita sejak mulai dari dalam kandungan hingga anak berusia 24 bulan, pengASIHan dan pengASAHan pada balita dengan teratur. 

Pemerintahan Desa dan masyarakat Desa Beber sangat antusias mengikuti kegiatan penyuluhan stunting dan pembagian makanan tambahan (PMT) yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Beber tersebut..

Kepala Desa Bapak Ersan Julianto sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh kelompok mahasiswa KKN bertemakan stunting. 

Menurutnya, hal itu membantu mencegah masalah stunting yang juga menjadi salah satu program kerja di Desa Beber. Dan ia mengajak masyarakat agar memperhatikan dengan baik materi selama kegiatan penyuluhan berlangsung, agar masyarakat bisa mandiri dalam melawan stunting.

“Harapan kami semoga dengan adanya kegiatan penyuluhan stunting oleh Kelompok KKN-Tematik Universitas Mataram ini, memberikan manfaat yang baik terhadap masyarakat guna melawan stunting hingga waktu yang lama,”.ungkap Ersan Julianto, Kepala Desa Beber.***.

 




Gubernur NTB Dukung Mataram, Tuan Rumah Muktamar IDI 2024

Gubernur Zukiefimansyah bersemangat mendukung IDI Mataram menjadi tuan rumah Muktamar IDI 2024 yang akan membawa dampak positif bagi NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB siap membantu Ikatan Dokter Indonesia (IDI)  Kota Mataram menjadi tuan rumah Muktamar IDI yang akan diselenggarakan pada tahun 2024. 

Terlebih lagi Muktamar IDI ini merupakan event skala Nasional yang akan membawa dampak positif bagi NTB nantinya.

IDI Mataram bersilaturrahmi dengan Gubernur Zul

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah mengaku bersemangat dan bahagia dengan keinginan para dokter yang menginginkan Kota Mataram menjadi tuan rumah terselenggaranya Muktamar IDI pada tahun 2024. 

“Apalagi hal ini merupakan event nasioanal, tentunya akan berdampak positif bagi Kota Mataram dan tentunya NTB.” ungkapnya saat menerima silaturahim Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Mataram di Pendopo Gubernur, Kamis (20/01/22).

Gubernur  Zul akan mendukung segala bentuk tindakan demi terwujudnya Muktamar IDI tahun 2024 yang akan terlaksana di Kota Mataram.

“Tiada alasan bagi kami selain mensuport sepenuhnya upaya dari teman-teman IDI Kota Mataram ini agar Muktamar IDI terlaksana di Mataram. NTB memiliki banyak tempat yang indah dan kuliner yang tidak kalah enak dengan daerah lain. Jadi saya kira cukup menarik membincangkan banyak persoalan strategis dunia kedokteran di NTB ini,” katanya. 

BACA JUGA: Inovasi Pemantauan Kesehatan Bayi yang Lebih Sistematis

Gubernur dukung IDI Mataram

Muktamar IDI merupakan musyawarah nasional dokter Indonesia yang diadakan tiga tahun sekali, untuk menetapkan pedoman pokok tatalaksana organisasi dan kebijakan strategis nasional. 

Kgiatan tersebut bakal dihadiri seluruh cabang  IDI se-Indonesia.

Ketua IDI Kota Mataram dr. Akhada Maulana, Sp.U berterimakasih kepada Gubernur NTB, yang bersemangat dalam mendukung keinginan IDI Mataram untuk menyelenggarakan Muktamar di Kota Mataram.

BACA JUGA: Pelantikan Kades di KLU, Bupati: Kades Harus Kreatif

“Kami berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Pak Gubernur, Insyaallah kami seluruh pengurus IDI Kota Mataram akan mempersiapkan semuanya demi terlaksananya Muktamar IDI di Kota Mataram,” kata Akhada.***

 

 




Inovasi Pemantauan Kesehatan Bayi yang Lebih Sistematis

Dalam menghadapi bayi bermasalah kini Pemprov NTB-UNICEF bekerjasama melakukan inovasi pemantauann kesehatan bayi baru lahir

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kurangnya pengetahuan memadai masyarakat tentang tindakan atau perlakuan khusus pasca melahirkan, menimbulkan kelahiran bayi bermasalah  

Nah, menghadapi masalah bayi, kini Pemerintah Provinsi NTB bekerjasama dengan UNICEF meluncurkan inovasi sistem pemantauan kesehatan bayi lahir.

Bunda Niken

Membahas Inovasi pemantauan bayi bau lahir

Selain buku KIA (Kesehatan Ibu dan Aanak) yang sudah dikenal masyarakat, sekarang dilengkapi formulir pendataan dan langkah langkah pemantauan yang lebih sistematis, dalam bentuk tabel perkembangan dan masalah yang dihadapi.

BACA JUGA: Wagub Ummi Rohmi Ajak Kader Himmah NWDI Jadi Entrepreneur

Ketua TP PKK NTB, Hj Niken Zulkieflimansyah berharap inovasi pemantauan kesehatan bayi  baru lahir ini dapat diketahui oleh masyarakat melalui kerja kolaboratif.

“Di satu sisi, fasilitas kesehatan terutama di pelosok masih terbatas tapi di sisi lain, perilaku masyarakat tentang kurangnya pengetahuan bisa diintervensi melalui Dasawisma PKK dan lembaga lain,”,ujar Bunda Niken di Hotel Aston dalam kegiatan Sosialisasi Inovasi Pemantauan Kesehatan Bayi, Kamis (20/01/22).

Kepala Dinas Kesehatan, dr Hamzi Fikri mengatakan, angka kematian bayi 0 sampai 11 bulan dari 1000 kelahiran di NTB terus menurun sejak 2007 (57 persen) namun belum mencapai target SDGs 23 persen.

“Penyebab terbesar karena berat badan kurang dan aneksia atau kekurangan oksigen. Dan  intervensi sebenarnya sudah dilakukan sejak remaja. Tinggal konsistensi pelaksanaannya,” jelas Fikri.

 Sistem pemantauan selama 30 hari pertama ini detail mencatat perkembangan bayi dan telah diujicobakan di Lobar,  Lotim dan delapan provinsi lain.

Sementara perwakilan UNICEF, Yudistira Yewangoe mengatakan, kemampuan dan pengetahuan pemantauan ini sangat penting di tengah pandemi.

BACA JUGA: Gubernur: Industrialisasi NTB Sejalan Dengan Prinsip Ekonomi Islam

“Karena dalam prosesnya juga dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi.

“Harapannya, NTB bisa melakukan praktik baik terkait sistem pemantauan ini,” kata Yudistira.

Hadir dalam sosialisasi, kader Posyandu se kabupaten/ kota, Puskesmas se NTB dan kader organisasi Pita Putih Indonesia.***

 




Bisakah Covid-19 Menyebabkan Keguguran?  Ini Kata Ahli 

Badai sitokin yang merupakan komplikasi yang terkait dengan Covid-19 juga dapat memiliki efek merusak pada perkembangan janin dan implantasi embrio

MATARAM.lombokjournal.com ~ Covid-19 dapat menyebabkan sejumlah komplikasi pada ibu hamil, dan keguguran dini bisa menjadi salah satunya, menurut seorang ahli.

Keguguran adalah hilangnya kehamilan secara spontan sebelum minggu ke-20.  Sebagian besar keguguran terjadi sebelum minggu ke-12 kehamilan.  

Tanda dan gejala keguguran termasuk bercak atau pendarahan vagina, nyeri atau kram di perut atau punggung bawah, dan cairan atau jaringan keluar dari vagina.

 “Studi menunjukkan bahwa virus SARS-Cov 2 mengikat berbagai organ dalam tubuh. Ini juga termasuk ekspresi protein SARS Cov ACE2 di jaringan plasenta awal, sehingga membuat kehamilan awal rentan terhadap efek infeksi Covid,” kata dr.  Muskaan Chhabra, Konsultan, Birla Fertility & IVF mengatakan kepada HT Digital. 

Dia menambahkan, badai sitokin yang merupakan komplikasi yang terkait dengan Covid-19 juga dapat memiliki efek merusak pada perkembangan janin dan implantasi embrio.

Sebuah laporan yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah PLOS One mengatakan bahwa Covid dapat menyebabkan peradangan plasenta yang dapat mengakibatkan keterlambatan pertumbuhan janin dan menyebabkan aborsi.

BACA JUGA: Solusi Pengasuhan Merawat Bayi yang Baru Lahir

“Ada peningkatan risiko aborsi pada ibu dengan hasil tes positif SARS-CoV-2, yang telah diidentifikasi oleh beberapa laporan kasus dan rangkaian kasus selama pandemi,” bunyi laporan itu.

Menurut penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Obstetrics and Gynaecology, ibu hamil tiga kali lebih mungkin dirawat di rumah sakit karena Covid-19 dan penyakitnya mungkin lebih parah dibandingkan dengan yang lain.

Virus mematikan juga dapat menyebabkan komplikasi terkait kelahiran pada wanita yang terinfeksi menjelang akhir kehamilan.

“Namun, penting juga untuk dicatat bahwa rekomendasi mengenai hal ini masih berkembang dan meskipun ada sejumlah kecil kasus, studi skala besar diperlukan untuk membangun hubungan antara Covid 19 dan keguguran,” kata Dr Chhabra.

 Artikel yang dimuat dalam jurnal medis ternama The Lancet ini juga membahas dampak tidak langsung Covid-19 terhadap ibu hamil akibat pembatasan terkait pandemi.

“Wanita hamil dengan Covid-19 umumnya memiliki hasil kehamilan yang baik. Namun, dampak tidak langsung dari Covid-19 akan sangat besar, termasuk peningkatan angka kelahiran mati, efek tidak langsung Covid-19 pada hasil perinatal sebagian besar karena gangguan terkait pandemi.  terhadap perawatan kesehatan reproduksi, ibu, bayi baru lahir, dan anak, serta efek dari kebijakan penguncian,” baca laporan The Lancet.

BACA JUGA: Makanan untuk Tingkatkan Kesehatan Mental Anak

 Bagaimana ibu hamil dapat merawat di masa Covid-19

Pakar mengatakan penting untuk membuat diri Anda divaksinasi ganda dan mempraktikkan norma jarak sosial untuk menghindari risiko Covid-19.

Kegiatan sehat seperti olahraga, berjalan, meditasi direkomendasikan yang dapat membantu Anda menghindari stres.

“Saran diet dan nutrisi harus diambil dari ahli gizi Anda selama ketiga trimester. Berhati-hatilah untuk mengikuti diet seimbang dan hindari makanan cepat saji. Yang terbaik adalah menjauhi alkohol atau merokok dan mencoba tidur yang cukup secara teratur,” kata  Dr Chabra.

Dia juga menambahkan bahwa jika ada kondisi kronis yang mendasarinya, disarankan untuk mengikuti perawatan yang direkomendasikan oleh dokter. ***