Nutrisi Ini Jangan Dilewatkan untuk Kesehatanmu

Paling tidak, jangan melewatkan 7 nutrisi yang sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh

MATARAM.lombokjournal.com ~ Menjaga tubuh tetap sehat, salah satunya adalah pemenuhan nutrisi yang diperlukan. 

Di bawah ini ada 7 nutrisi yang dibutuhkan untuk kesehatan tubuh. Jangan dilewatkan untuk membina tubuh tetap bugar. 

Kalium

Salah satu ntrisi ang anda perlukany

Anda membutuhkan lebih banyak mineral ini. Ini baik untuk tekanan darah Anda dan dapat menurunkan risiko batu ginjal dan keropos tulang. Otot dan saraf Anda juga membutuhkannya untuk bekerja dengan benar. 

Ini ditemukan secara alami dalam susu, kentang, ubi jalar, pisang, alpukat, dan kacang-kacangan.

Magnesium

Sudah tahukah anda, Bayam sanga baik untuk kesehatan Anda. Selain kacang-kacangan, kacang polong, biji-bijian, dan kacang-kacangan (terutama almond), ini adalah sumber magnesium yang baik.

Beberapa atau semua makanan ini taruh di piring Anda untuk membantu mencegah penyakit.

BACA JUGA: Mengetahui Ciri-ciri Omicron, Untuk Pencegahan

Jika Anda memiliki masalah perut atau usus, diabetes tipe 2, atau penyalahgunaan alkohol jangka panjang, atau jika Anda adalah orang dewasa yang tampak lebih tua, kemungkinan besar Anda kekurangan magnesium.

Vitamin A

Ini mendukung penglihatan yang baik, kekebalan yang sehat, dan pertumbuhan jaringan. Ada dua jenis vitamin A: retinol dan karotenoid, seperti beta-karoten. Vitamin A jangan lewatkan dalam men anda, yaitu pada buah dan sayuran berwarna oranye dan kuning, seperti ubi jalar, wortel, dan labu musim dingin. Anda juga akan mendapatkannya dari bayam dan brokoli.

Vitamin D

Kalsim salah satu nutrisi yang dibutuhkan tubuhu

Tulang, otot, dan serabut saraf Anda membutuhkan Vitamin D. Ini juga membantu menjaga sistem kekebalan tubuh Anda tetap prima.

Tubuh Anda dapat membuat vitamin D ketika Anda mendapatkan cukup sinar matahari. Tetapi terlalu banyak sinar matahari tidak baik untuk Anda, jadi Anda juga bisa makan makanan termasuk salmon, makarel, dan jamur yang terkena sinar ultraviolet. Hati, keju, dan kuning telur memiliki jumlah yang sedikit. Susu, beberapa merek jus jeruk, dan banyak sereal juga diperkaya denga Vitamin D.

BACA JUGA: Olahraga Mengubah Kimia Otak, Melindungi Penuaan Sinapsis

Kalsium

Lebih banyak mekonsumsi mineral ini membuat gigi dan tulang yang sehat. Ini juga kunci untuk otot Anda, termasuk jantung Anda. Dengan kalium dan magnesium, bahkan mungkin membantu mencegah tekanan darah tinggi. Susu adalah sumber yang sangat baik. Makanan lain dengan kalsium termasuk salmon kaleng, kangkung, dan brokoli. Ingat, Anda membutuhkan vitamin D agar tubuh Anda menyerap kalsium.

Vitamin C

Dengan mengkonsumsi Vitamin C, dari beberapa penelitian menunjukkan, membuat Anda jarang sakit, atau bila sakit akan lebih cepat sembuh. Vitamin ini, ditemukan di banyak buah dan sayuran, meningkatkan pertumbuhan tulang dan jaringan. Ini juga merupakan antioksidan, jadi mungkin juga membantu melindungi sel-sel Anda dari kerusakan.

Serat

Anda bisa mendapatkan banyak manfaat dari biji-bijian, kacang-kacangan, dan sayuran dan buah-buahan. Diet tinggi serat dapat membantu menurunkan kolesterol dan membuat Anda tetap teratur. 

Plus, itu mungkin menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan beberapa jenis kanker. Serat ekstra sangat bagus jika Anda ingin menurunkan berat badan beberapa kilogram: Jenis makanan berserat membuat Anda lebih cepat kenyang, itu akan membuat Anda makan lebih sedikit.***

 




Mengetahui Ciri-ciri Varian Omicron, Untuk Pencegahan

Lonjakan kasus COVID-19 akibat varian Omicron kini dihadapi Indonesia, karena itu . masyarakat harus mengetahui ciri-cirinya

MATARAM.lombokjornal.com~ Flu biasa, batuk, dan demam dengan tingkat penularan yang cepat, itu gejala yang dipicu Omicron. 

Dalam konferensi secara virtual, akhir bulan lalu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dalam waktu yang singkat akan terlihat kenaikan jumlah kasus yang tinggi.

Ciri-ciri selanjutnya dari varian omicron adalah tingkat perawatan di rumah sakit lebih rendah, begitupun tingkat keparahannya juga lebih rendah. 

Sehingga pasien yang masuk ke rumah sakit lebih sedikit daripada pasien yang melaksanakan isolasi mandiri (Isoman).

BACA JUGA: Vaksinasi Booster Digenjot Jelang Event MotoGP

Strategi pemerintah dalam menghadapi gelombang Omicron ini sedikit berbeda dengan menghadapi gelombang Delta. 

Gelombang Delta memiliki tingkat keparahan tinggi sehingga pemerintah harus mempersiapkan rumah sakit dengan banyak tempat tidur. Sedangkan Omicron ini yang tinggi adalah penularannya tapi keparahannya rendah.

“Sebagian besar kasus Omicron adalah OTG atau asimtomatik atau gejala sakitnya ringan. Jadi hanya gejala pilek, batuk, atau demam yang sebenarnya bisa sembuh tanpa perlu dibawa ke rumah sakit,” ucap Menkes Budi.

Pemerintah menyiapkan tempat tidur perawatan di rumah sakit sebanyak 70.641. Kapasitas tempat tidur secara nasional berjumlah 120 ribu hingga 130 ribu.

Total pasien yang sudah terkonfirmasi Omikron sampai tanggal 26 Januari 2022 berjumlah 1.988. Dari jumlah itu yang sudah sembuh atau selesai dirawat berjumlah 765 orang.

Total pasien pernah dirawat sejak awal kasus Omicron pada Desember 2021 sebanyak 854 pasien dengan rincian pasien asimtomatik 461, gejala jaringan 334 pasien, dan gejala sedang dan berat 59 pasien.

“Sebenarnya yang perlu masuk rumah sakit adalah pasien yang 59 itu. Yang perlu dirawat hanya kalau dia perlu di treatment oksigen,” ucap Menkes Budi.

Ia berpesan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati. Yang paling penting selalu pakai masker, hindari kerumunan karena penularan akan semakin tinggi. 

BACA JUGA: Bupati Djohan: Layanan Kesehatan Tuntas Bagi Warga KLU

Kalau bisa kerja di rumah, di rumah saja, tidak usah pergi kemana-mana karena risiko tertularnya sedang tinggi.

Tapi kalau pun tertular tidak usah panik yang penting disiplin isolasi sendiri dan minum vitamin, jika ada gejala ringan minum obat.

“Yang perlu ke rumah sakit kalau ada Lansia atau komorbid nya banyak, itu ke rumah sakit. Dan cepat-cepatlah divaksin untuk memperkuat daya tahan tubuh dalam menghadapi varian baru,” tuturnya.***

 




Bupati Djohan; Layanan Kesehatan Tuntas Bagi Warga KLU 

Bupati Lombok Utara menegaskan, pencanangan Universal Health Coverage/UHC, bagian pemerataan kualitas pelayanan kesehatan 

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pencanangan program jaminan kesehatan cakupan semesta (Universal Health Coverage/UHC) di Kabupaten Lombok Utara dilakukan Bupati Djohan Sjamsu di Aula Segara Anak RSUD, Jum’at (04/02/22). 

Program UHC termasuk suatu sistem penjaminan kesehatan, dan memastikan setiap orang memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, serta bermutu dengan biaya terjangkau. 

Acara pencanangan UHC oleh Bupati Djohan dengan penyerahankartu BPJS

Bupati Lombok Utara pada kesempatan pencanangan itu menyampaikan, pelaksanaan program UHC merupakan bagian dari peningkatan akses pemerataan kualitas pelayanan kesehatan dan pelayanan sosial dasar di KLU. 

UHC sebagai bentuk komitmen Pemerintah Daerah dalam mendukung penyelenggaraan program jaminan kesehatan dengan tujuan masyarakat mendapatkan perlindungan dan pelayanan kesehatan yang maksimal dan berkualitas.

“Harapan kita semua tidak ada yang tidak bisa mengakses pelayanan kesehatan dengan alasan tidak ada biaya pengobatan,” tegas bupati.

Bupati Djohan menyampaikan, optimalisasi kerja puskesmas, polindes serta rumah sakit rujukan harus dapat memastikan semua masyarakat daerah ini mendapat pelayanan kesehatan secara komprehensif

BACA JUGA: Universal Health Coverage Dilaunching DiNas Kesehatan KLU

Karena itu, pemerintahan daerah harus berperan aktif dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. 

Hal itu tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan semata tetapi amanah bagi semua pihak.

“Dengan UHC, masyarakat sehat, Lombok Utara bangkit menuju kabupaten sehat dan masyarakat sejahtera,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS kesehatan Ir. David Bangun mengatakan, komponen UHC menghendaki seluruh lapisan masyarakat dapat tercakup dan tercover untuk dapat mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas dengan biaya yang murah.

Pasalnya, bagaimana pun biaya murah sudah ditetapkan oleh pemerintah. 

Hal tersebut  tentu pula membuktikan negara hadir dan peduli dengan sektor pelayanan kesehatan yang dapat menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jaminan kesehatan terbesar di dunia.

“Saya sangat terkesan dan mengapresiasi dengan pencapaian Kabupaten Lombok Utara dimana sebanyak 95 persen masyarakatnya sudah terdaftar sebagai anggota BPJS,” kata David memberi apresiasi.

Harapannya, dengan capaian UHC yang diraih Kabupaten Lombok Utara dapat mendorong sekaligus bisa ditiru oleh daerah lain di Provinsi NTB.

Kepala Dinas Kesehatan dr. H. Abdul Kadir menjelaskan, tujuan program UHC ialah memberikan akses pelayanan kesehatan lebih gampang, mudah dan tidak susah yaitu cukup menjadi anggota BPJS Kesehatan. 

BACA JUGA: 1.308 Atlet Akan Ramaikan L’etape by Tour de France di NTB

Namun bagaimanapun juga realitanya, hal tersebut tentu tidak mudah karena masih ada sejumlah kendala yang terjadi di lapangan terutama masalah pendataan.

“Kendalanya masyarakat kita masih ada yang belum tercover Kepesertaannya terutama terkait data dan NIK,” ujarnya. 

Dituturkan Kadikes KLU, berkat kerjasama semua pihak insyallah harapan kedepan Lombok Utara lebih baik dari segi pelayanan kesehatan lebih optimal.

Acara dilanjutkan penyerahan plakat serta piagam penghargaan UHC dari Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS kesehatan kepada Bupati Lombok Utara dirangkaikan dengan penyerahan Kartu BPJS secara simbolis oleh Bupati Lombok Utara.*** 

 




Universal Health Coverage Dilaunching Dinas Kesehatan KLU 

Kabupaten Lombok Utara ditetapkan dengan predikat UHC atau Universal Health Coverage ke 4 di Provinsi NTB

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Lombok Utara menggelar kegiatan launching Universal Health Coverage (UHC) program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), Jum’at (04/02/22).

Kabupaten Lombok Utara ditetapkan dengan predikat Universal Health Coverage

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lombok Utara itu merupakan salah satu upaya peningkatan akses, pemerataan dan kwalitas pelayanan kesehatan serta pelayanan sosial dasar lainnya di KLU, melalui pelaksanaan Universal Health Coverage (UHC). 

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara, dr. H Abdul Kadir, saat launching UHC, Jum’at. 

Menurut Abdul Kadir, Universal Health Coverage (UHC), merupakan program yang memastikan agar masyarakat memiliki akses dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, tanpa harus mengalami kesulitan terkait masalah finansial. 

Dan mempermudah masyarakat dalam pelayanan kesehatan.

BACA JUGA: Bupati Djohan: Layanan Kesehatan Tuntas Bagi Warga KLU

Sejumlah undangan turut di hadirkan dalam rangka KLU UHC, di antaranya, Direktur Perluasan dan Pelayanan peserta BPJS Kesehatan Pusat,  Deputi Dir. Bidang Perluasan Peserta BPJS Kesehatqn Wilayah Nusra, Bupati Lombok Utara,  DPRD KLU, Plt. Sekda, Asisten III Setda KLU, Kadis Kesehatan Provinsi NTB, Kpala PBJS Kesehatan Cabang Mataram Perwakilan Tanjung, Sejumlah Kepala OPD KLU dan Camat serta seluruh Kepala Desa se Kabuoaten Lombok Utara.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara, dr. H Abdul Kadir mengatakan, tujuan pembangunan kesehatan adalah tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

“Agar terwujud manusia Indonesia yang bermutu, sehat, dan produktif ,” katanya.

Tujuan itu selaras dengan upaya untuk mewujudkan Misi ke 3 Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara,yaitu meningkatkan akses, pemerataan dan kualitas pelayanan kesehatan, serta pelayanan sosial dasar lainnya.

Termasuk di dalamnya adalah kewajiban Pemerintah Daerah untuk memberikan jaminan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakatnya, terutama masyarakat yang tidak mampu.

Dalam perjalanannya pelaksanaan program jaminan kesehatan di Kabupaten Lombok Utara, menggunakan dua mekanisme, yaitu terintegrasi dengan BPJS kesehatan dan melalui Program Biaya Berobat Masyarakat Miskin Kartu KLU Sehat (KKS).

Berdasarkan hasil evaluasi, Program Jaminan Kesehatan Daerah yang dilaksanakan dengan pola terintegrasi dengan BPJS kesehatan, memiliki berbagai keuntungan dan kelebihan.

Baik dari sisi pelayanan maupun manfaat jaminan kesehatan yang diperoleh peserta BPJS Kesehatan.

Data jumlah punduduk Kabupaten Lombok Utara pada semester I Tahun 2021, dari 252.949 penduduk,  kepesertaan JKN-KIS Kabupaten Lombok Utara mencapai 240.485 jiwa (95,07 persen).

BACA JUGA: Roadshow di KLU, Kadiskominfotik Ajak Perkuat Sinergi

Terdiri dari segmen kepesertaan PBI-JK sebanyak 57,48 persen, peserta Pekerja Penerima Upah sebanyak 10,02 persen, peserta Mandiri sebanyak 2.5 persen, dan  peserta Pekerja Bukan Penerima Upah/Bukan Pekerja yang didaftar oleh pemerintah Daerah sebanyak 29,71 persen.

“Termasuk didalamnya adalah sharing anggaran dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat,” ucap dr.Kadir.

Layanan kesehatan masyarakat 

Akhir bulan september  Kadis Kesehatan dipanggil Bupati, hadir saat itu Wakil Bupati, Penjabat Sekda, Kepala BPKAD, Kepala Bappeda, Kepala Dinson. 

Waktu itu peranyaan Bupati, “pelayanan kesehatan bagi masyarakat  tidak mampu di KLU, mau diapakan?” 

Semua yang hadir saat itu sepakat untuk UHC. Sejak itu semua lini bergerak  bekerja dan berupaya agar masyarakat  bisa menjadi  peserta BPJS,.

Dana dari PEMDA  diupayakan untuk membayar iuran biaya kepesertaan  BPJS,  

Sekitar awal Oktober, tepatnya 5 oktober 2021, dibentuk tim kerja kecil yang melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan, Dinas Kominfo serta pimpinan BPJS Perwakilan Tanjung, membuat group WA ‘JELAB JARI’.

“Karena kami ingin  data kependudukan, data kepesertaan BPJS  KLU  lebih baik dan  sesuai dengan kenyataan,” tutur Abdul kadir 

Berkat kerja sama yang sangat baik, mendapatkan hasil data kepesertaan yang “Super Mendekati Kenyataan”. 

Komunikasi dengan  Dinas Kesehatan Provinsi dan Asisten III Gubernur juga lebih intens dilakukan terkait dana sharing Pemda KLU dan Pemprov.

Dengan berbagai upaya dan dukungan Pemda beserta pihak terkait lainnya, per tanggal 1 Februari tahun 2022, Kabupaten Lombok Utara ditetapkan sebagai Kabupaten dengan predikat UHC (Universal Health Coverage) yang ke 4 di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Ini berarti bisa dipastikan bahwa seluruh masyarakat Lombok Utara mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan sebagai peserta BPJS Kesehatan,” kata Andul Kadir.

Setelah ditetapkan Kabupaten Lombok Utara sebagai Kabupaten UHC, tugas selanjutnya adalah bagimana meningkatkan kualitas pelaksanaan UHC, melalui upaya optimalisasi layanan kesehatan yang ditujukan untuk memberikan layanan kesehatan yang berkualitas dan memuaskan.  

Masyarakat yang tidak mampu  dapat mengakses pelayanan kesehatan cukup dengan membawa  kartu BPJS, atau kalau tidak punya  cukup dengan menunjukkan KTP/Kartu Keluarga (KK), 

Jika ada masyarakat yang  perlu pelayanan segera dan sifatnya emergency, pemerintah pada hari yang sama  dapat  mendaftarkan masyarakat menjadi peserta BPJS,

Puskesmas mendapatkan Dana Kapitasi dari BPJS  untuk dapat mengelola dana tersebut untuk  meningkatkan pelayanan dan operasional puskesmas.

Puskesmas juga bisa mengklaim dana pelayanan di luar kapitasi.

Bagi RS, RS juga bisa mengklaim  jasa pelayanan yang diberikan kepada masyarakat  kepada BPJS . 

Dengan cakupan kepesertaan UHC sebesar 95,07 persen, potensi pendapatan Kapitasi dan non Kapitasi di 8 Puskesmas bisa mencapai 25 Milyar per tahun. 

Sedangkan potensi pendapatan Rumah Sakit Daerah dari klaim pelayanan non kapitasi bisa mencapai 2 Milyar – 2,5 Milyar per bulan.  

Pendapatan tersebut digunakan untuk membayar jasa pelayanan dan membiayai operasional Puskesmas dan Rumah Sakit setiap bulannya.

Hal tersebut berdampak terhadap berkurangnya beban APBD untuk membiayai seluruh operasional Puskesmas dan Rumah Sakit. 

Dengan demikian diharapkan semua masyarakat dapat terlayani dengan sebaik-baiknya. 

Dan Puskesmas selaku FasIlitas Kesehatan Tingkat Pertama dan Rumah Sakit sebagai Fasilitas Kesehatan Rujukan dapat menjalankan fungsinya dengan optimal dengan mengedepankan standar pelayanan yang berkualitas.

Selain itu, kekompakan semua pihak juga penting sebagai upaya menjaga kondusifitas masyarakat KLU. 

“Ya, ini penting dilakukan, tujuannya agar supaya seluruh warga masyarakat Kabupaten Lombok Utara dapat memiliki kepastian akan jaminan kesehatannya,” kata Abdul Kadir.***

 




Pemprov NTB Kejar Target Kota Layak Anak 2022

Pemprov NTB akan kawal pembentukan Kota Layak Anak seluruh kabupaten/kota se NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi(Pemprov) NTB melalui Dinas P3AP2KB NTB dan BAPPEDA NTB mendorong terwujudnya Kota Layak Anak di seluruh Kabupaten/Kota di NTB. 

Pemprov kejar target Kota Layak Anak 2022

Asisten I Setda Provinsi NTB, Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih, menyampaikan itu dalam Rapat Koordinasi mengenai Program Pemberdayaan Perempuan  Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB), Rabu (02/02/22).

“Untuk pembentukan Kota Layak Anak akan terus kita kawal, dan harapannya di tahun 2022/2023, seluruh Kabupaten/Kota se-NTB dapat menjadi Kota Layak Anak dengan Kategori Terbaik,” ungkap Bunda Eva, sapaan akrab Asisten I Setda NTB.

Dilansir dari Kemenpppa.go.id, Kota Layak Anak sendiri merupakan Kabupaten/Kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya.

BACA JUGA: Pengolahan Limba, Pemprov NTB Siapkan Infrastruktur Dasar

Sejauh ini, terdapat lima Kabupaten/Kota di NTB yang telah berstatus menjadi Kota Layak Anak, yaitu Kota Mataram, Kab. Lombok Barat, Kab. Dompu, Kab. Bima dan Kota Bima. 

Sedangkan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, sudah terbentuk di Kab. Lombok Barat, Kab. Lombok Timur, Kab. Sumbawa, Kab. Dompu, Kab. Bima dan Kota Bima. 

Bunda Eva meminta agar kerjasama antara DP3AP2KB se-NTB dan BAPPEDA se-NTB dapat dimaksimalkan agar seluruh Kab/Kota se-NTB dapat menjadi Kota Layak Anak dan masing-masing Kab/Kota memiliki UPTD PPA.

Bunda Eva juga menjelaskan, kolaborasi dan sinergi antara semua pihak terkait sangat penting untuk menyelesaikan permasalahan perempuan dan anak.

BACA JUGA: Kerukunan Nasional, Unsur Utamaya Kerukua antar Umat Beragama

Pemprov NTB membentuk Kota Layak Anak 2022/2023

“Kerjasama itu penting, InsyaAllah melalui koordinasi dan sinergi program serta anggaran, permasalahan mengenai perempuan dan anak juga dapat kita selesaikan,” kata Bunda Eva.

Turut hadir dalam Rakor tersebut, yaitu Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi NTB, Kepala BAPPEDA Prov. NTB, DP3AP2KB Kab/Kota se-NTB, BAPPEDA Kab/Kota se-NTB.***

 




Perubahan Warna dan Bentuk Mata, Ini Harus Diwaspadai

Perubahan warna dan bentuk pada mata bisa menjadi petunjuk kesehatan seseorang, kenali tanda-tanda perubahannya

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dengan mata kita bisa mengetahui warna dunia, dan bersyukurlah bagi orang yang pandangan matanya masih sempurna. 

Orang bilang, mata merupakan jendela jiwa. Bukankah emosi seseorang bisa kita kenali dari matanya, bukan? 

Itulah sebabnya menjaga kesehatan mata menjadi begitu penting. 

Selain itu, ternyata perubahan warna dan bentuk pada mata bisa menunjukkan kondisi kesehatan. Waspadai perubahan pada mata dan kenali tanda-tandanya.

BACA JUGA: Gangguan Pendengaran di Usia Muda, Ini Perlu Diketahui

Kehilangan Penglihatan Tiba-tiba

Kehilangan penglihatan secara tiba-tiba dan dramatis bisa jadi pertanda adanya masalah dengan aliran darah ke mata atau otak. 

Jika kamu mengalami kondisi seperti ini, segera kunjungi dokter untuk memastikan gangguan kesehatan yang kamu alami. Bahkan, saat kondisi penglihatan sudah membaik. 

Bisa jadi ini merupakan peringatan gejala stroke atau gangguan migrain. Para dokter favorit di aplikasi Halodoc bisa menjadi teman diskusi kamu tentang hal ini, lho. Kamu bisa menghubungi mereka melalui layanan Video/Voice Call atau Chat.

Perubahan pada mata, waspadai

Mata Menggembung

Penyakit Graves menyebabkan kelenjar tiroid mengeluarkan terlalu banyak hormon yang menyebabkan mata menjadi menggembung. Pengobatan atau pembedahan dapat membantu mengendalikan jumlah hormon tiroid, tetapi tidak menyembuhkan penyakit atau mengembalikan mata ke kondisi semula.

Penglihatan Kabur

Ini bisa jadi pertanda diabetes. Terlalu banyak gula di dalam darah bisa membuat pembuluh kecil di mata mengeluarkan darah dan cairan lainnya. Akibatnya, penglihatan menjadi kabur dan menjadi sulit di malam hari. Komunikasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan sesegera mungkin.

Lingkaran di Sekitar Kornea

Kondisi ini disebut arcus kornea, menyebabkan garis abu-abu putih di lingkaran luar kornea akibat timbunan lemak. Jika kamu sudah berusia tua, hal ini tentu tidak terlalu mengkhawatirkan. 

Namun, jika kamu berusia di bawah 40 tahun, jangan anggap sepele, ini bisa menjadi tanda kolesterol tinggi yang berbahaya.

Kelopak Mata Terkulai

Bisa jadi ini gejala miastenia gravis, yang membuat sistem kekebalan tubuh menyerang dan melemahkan otot. 

tot-otot yang diserang biasanya adalah otot mata, wajah, dan tenggorokan, sehingga si pengidap menjadi sulit mengunyah, menelan, atau bahkan berbicara.

Mata Menguning

Bila kulit dan mata terlihat kuning, itu disebut penyakit kuning. Penyebabnya adalah gangguan hati akibat terlalu tingginya kadar bilirubin. 

Diet yang buruk, kanker, infeksi, dan penyalahgunaan alkohol kronis dapat merusak hati. Pengobatan bisa dilakukan dengan perubahan gaya dan transplantasi hati.

BACA JUGA: Awas, Gunakan Headset Bisa Mengundang Bahaya

Mata Berkedut

Mata berkedut yang sesaat dan hilang dengan sendirinya tidak perlu kamu khawatirkan. Kelelahan, kafein, alkohol, atau rokok adalah penyebabnya. 

Namun jika berkelanjutan, kamu harus waspada pertanda adanya masalah pada sistem saraf, seperti multiple sclerosis. Gejala ini biasanya disertai gejala lain seperti kesulitan berjalan dan berbicara.

Rabun Senja

Sulit melihat saat cahaya semakin sedikit, biasa juga disebut buta ayam. Pada usia muda, ini terjadi akibat kekurangan vitamin A dan bisa diatasi dengan suplemen dan diet makanan tinggi vitamin A, seperti ubi jalar, hati sapi, bayam, wortel, dan labu.*** 

sumber: halodoc




Gangguan Pendengaran di Usia Muda, Ini Perlu Diketahui

Gangguan pendengaran bukan hanya untuk orang lanjut usia, orang muda pun bisa mengalami gangguan di organ telinga

MATARAM.lombokjounal.com ~ Banyak orang yang mengira bahwa gangguan pendengaran adalah penyakit orang yang 

Bukan hanya yang berusia lanjut saja kena ppenyakit gangguan pendengaran. Anak muda pun bisa mengalami gangguan pendengaran

Justru di kalangan orang berusia muda lebih umum ditemukan pada orang berusia muda, daripada yang diperkirakan banyak orang. 

14 persen orang Amerika berusia antara 20 dan 69 tahun mengalami gangguan pendengaran. Kira-kira 3 dari setiap 1.000 bayi baru lahir mengalami gangguan pendengaran ringan hingga berat, tetapi lebih sering terjadi gangguan pendengaran awal selama bertahun-tahun karena penyebab lain. 

Angka itu diperoleh dari  data National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD)

BACA JUGA: Awas, Gunakan Headset Bisa Mengundang Bahaya

Berbagai Jenis Gangguan Pendengaran di Usia Muda

Memang, kemampuan mendengar mulai menurun seiring bertambahnya usia, adalah suatu kewajaran. 

Namun, ada beberapa jenis gangguan pendengaran yang bisa menyerang siapa pun, termasuk yang berusia muda. 

Berdasarkan penyebabnya, berikut ini tiga jenis gangguan pendengaran yang umum terjadi:

  1. Gangguan Pendengaran Konduktif

Jenis gangguan pendengaran ini terjadi ketika getaran suara tidak bisa masuk ke telinga bagian dalam. Penyebabnya dapat berupa gangguan pada bagian ossicles (stapes, malleus, dan incus) atau bagian telinga lainnya yang menghambat aliran suara mencapai koklea. 

BACA JUGA: Covid-19 Menyebabkan Telinga Berdengung?

Selain itu, masalah pada gendang telinga yang tidak bisa menggetarkan gelombang suara dengan benar juga bisa jadi penyebab gangguan pendengaran ini. Sementara itu, beberapa penyebab lainnya adalah:

  • Sering membersihkan kotoran telinga. Membersihkan kotoran telinga dengan cotton buds, sering kali membuat kotoran terdorong ke dalam. Akibatnya, kotoran dapat menumpuk dan menggumpal sehingga menghalangi suara yang masuk.
  • Swimmer’s ear. Terjadi ketika air yang masuk ke telinga membuat telinga jadi lembap dan menimbulkan infeksi, dan mengganggu pendengaran. Di dunia medis, kondisi ini disebut otitis eksterna.
  • Cairan di telinga tengah. Flu, alergi, infeksi telinga, atau penyakit pada saluran pernapasan bisa menyebabkan cairan menumpuk dan mengganggu pendengaran.
  • Cacat. Saluran telinga luar yang tidak sempurna saat lahir bisa jadi penyebab gangguan pendengaran.
  • Otosklerosis. Merupakan pertumbuhan bentuk tulang yang tidak normal di bagian tengah telinga. Kondisi ini membuat telinga tidak responsif dan tidak bergetar, sehingga pendengaran terganggu.
  • Cholesteatoma. Pertumbuhan tumor jinak di telinga bagian tengah akibat infeksi telinga berulang. Kondisi ini bisa merusak telinga dan menyebabkan gangguan pendengaran.                                                                                                                                                                                                              2.Gangguan Pendengaran Sensorineural

Ini adalah jenis gangguan pendengaran yang paling umum terjadi. Penyebabnya adalah masalah pada telinga bagian dalam, saraf koklea, atau gangguan pada silia (rambut kecil di dalam telinga). Berikut ini beberapa pemicunya:

  • Usia. Semakin tua, kemampuan telinga untuk mendengar akan semakin menurun. 
  • Trauma akustik. Terjadi akibat paparan suara keras dalam waktu yang lama. Lingkungan yang bising dengan suara musik keras, bunyi mesin, atau suara keras lainnya meningkatkan peluang gangguan pendengaran ini.
  • Penyakit autoimun pada telinga bagian dalam. Kelainan pada sistem imun bisa memengaruhi kesehatan telinga, dan menyebabkan gangguan pendengaran.
  • Penyakit meniere. Kondisi ini menyebabkan gangguan pendengaran seperti gejala vertigo dan tinnitus.
  • Perubahan tekanan udara mendadak. Kegiatan seperti scuba diving, naik pesawat, atau terjun payung bisa meningkatkan risiko kerusakan saraf telinga bagian dalam dan memicu gangguan pendengaran. Sebab, saat kembali ke darat, cairan pada telinga bagian dalam dapat bergeser, bocor, dan pecah.
  • Neuroma akustik. Tumor non-kanker ini bisa mempengaruhi saraf yang mengirim sinyal suara ke telinga bagian dalam dan otak, dan menyebabkan gangguan pendengaran.

3. Gangguan Pendengaran Kombinasi

Jenis gangguan pendengaran ini adalah gabungan dari gangguan pendengaran konduktif dan sensorineural. Pengidapnya biasanya mengalami gangguan pendengaran sensorineural lebih dulu. Jika tidak ditangani, lama-kelamaan gangguan ini bisa bertambah buruk dan menimbulkan gangguan konduktif. Itulah sedikit penjelasan mengenai gangguan pendengaran di usia muda. Jika kamu mengalami gejala gangguan pendengaran, segera bicarakan dengan dokterr.***

 

sumber: halodoc




Awas, Gunakan Headset Bisa Mengundang Bahaya

Umumnya anak muda, tidak asing lagi dengan headset, mulai sekedar bercakap dengan Hp atau mendengar musik, tapi hati-hati bisa berisiko

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kebanyakan anak muda sering mendengarkan musik lewat headset. Mendengarkan musik lewat headset memang lebih menyenangkan, karena suara terdengar lebih jelas dan jernih. 

Namun, ada batasan maksimal volume dan waktu penggunaan headset yang harus kamu perhatikan supaya kesehatan telinga tetap terjaga. 

Dampak Buruk Headset Terhadap Kesehatan Telinga

Mendengarkan musik lewat earphone atau headphone sebenarnya tidak masalah. Namun, kebiasaan-kebiasaan seperti terlalu lama dan terlalu sering menggunakan earphone, serta mengencangkan volume suara musik akan memberi dampak negatif kepada indera pendengaran kamu.

BACA JUGA: Gangguan Pendengaran di Usia Muda, Ini Perlu Diketahui 

Salah seorang peneliti mengungkapkan kepada International Herald Tribune, efek mendengarkan pemutar musik personal secara terus menerus dalam volume yang tinggi mungkin tidak akan langsung terasa, tapi kelak, kemampuan mendengar bisa menurun hingga menghilang. Berikut dampak negatif dari menggunakan headset terlalu lama:

  1. Komplikasi Pendengaran / Kehilangan Pendengaran

Ketika kamu menggunakan earphone atau headphone, suara musik secara langsung masuk ke dalam telinga. Jadi, jika kamu mengencangkan volume suara melebihi 90 desibel, maka akan menyebabkan komplikasi pada pendengaran, atau bahkan tuli. Siapa saja yang mendengarkan suara bervolume lebih dari 100 desibel selama 15 menit saja, akan menyebabkan orang tersebut kehilangan pendengarannya. Jadi perhatikan volume suara musik ketika kamu menggunakan headset. Sebaiknya kamu memutar musik hanya 60% dari maksimum volume.

  1. Infeksi Telinga

Pernahkah kamu meminjamkan earphone atau headphone ke orang lain? Ternyata meminjamkan earphone kepada orang lain dapat menyebabkan infeksi telinga, lho. Bakteri dari telinga orang lain dapat dengan mudah berpindah melalui earphone. Jadi, lain kali kamu meminjamkan earphone ke orang lain, pastikan kamu membersihkannya dulu sebelum digunakan.

  1. Tidak Ada Ruang Udara

Agar suara musik bisa terdengar jelas, kamu harus memasang earphone langsung ke dalam lubang kuping sehingga tidak menyisakan adanya ruang udara. Ya, suara musik memang akan terdengar jelas dan jernih ketika tidak ada ruang udara, tapi hal tersebut justru akan menyebabkan infeksi pada telinga. Jadi, dibanding earphone, pakailah headphone yang tidak perlu langsung dimasukkan ke lubang telinga.

  1. Tuli Sesaat

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang-orang yang memakai earphone atau headphone hampir sepanjang waktu dan dalam volume yang kencang, merasakan telinga mereka mati rasa. Mereka tuli untuk sesaat waktu, tapi kemudian kembali normal. Tuli sesaat ini bisa berbahaya dan berujung kepada tuli permanen. Karena itu, usahakan untuk tidak menggunakan headset selama 4 jam terus menerus.

  1.  Sakit Pada Telinga

Selain itu, pengguna earphone atau headphone juga sering mengeluh sakit pada telinga mereka. Terdengar suara dengungan pada kuping atau sakit pada daerah telinga tertentu.

  1. Pengaruh Buruk untuk Otak

Gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh headset dapat menyebabkan dampak yang serius terhadap otakmu. Walaupun belum terdapat bukti medis yang kuat untuk hal tersebut, tapi kebanyakan pengguna headset ditemukan cenderung memiliki masalah pada otak. Bagian dalam telinga manusia terhubung langsung dengan otak. Infeksi kecil sekalipun pada bagian dalam telinga, dapat langsung mempengaruhi otak dan akan berujung pada masalah kesehatan yang serius.  

  1. Dapat Menyebabkan Kecelakaan

Menggunakan headset untuk mendengarkan musik juga bisa menyebabkan seseorang menjadi kurang awas terhadap lingkungan sekitar. Apalagi salah satu kecenderungan pengguna headset adalah menaikkan volume lebih kencang daripada suara di sekitarnya. Tidak mengagetkan jika sering terjadi kecelakaan akibat pengguna headset tidak bisa mendengar bunyi suara klakson ketika sedang berada di jalan. 

BACA JUGA: Covid-19 Menyebabkan Telinga Berdengung?

Karena itu, sebaiknya pasanglah volume yang tidak terlalu keras, sehingga masih bisa mendengarkan suara dari lingkungan di sekitar.   

Jika telinga pernah mengalami gangguan atau menunjukkan gejala-gejala penurunan tingkat pendengaran, segera bicarakan keadaan telinga ke dokter. ***

sumber: halodoc




Covid-19 Menyebabkan Telinga Berdenging?  

Kita perlu mengetahui Semua tentang gejala langka ini, apa ini bagian dari petunjuk gangguan Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com ~ Selain gejala umum seperti batuk, pilek, kelelahan, dan sakit tenggorokan, beberapa pasien Covid-19 juga melaporkan telinga berdenging, atau gangguan pendengaran saat berjuang melawan penyakit atau berminggu-minggu setelahnya.  

Menurut para ahli, kondisi tersebut dikenal sebagai telinga Covid (Covid ear) dan orang yang menderitanya menderita gejala seperti sakit telinga, vertigo, dering atau tinitus dan juga gangguan pendengaran.

Studi yang dilakukan pada tahun 2021 di University of Buffalo di New York dan Eye and Ear Institute dari Harvard Medical School di Boston, mendokumentasikan dan memberikan cukup penerang, untuk membuktikan efek virus pada sel-sel telinga bagian tengah dan dalam.

 “Meskipun belum ada literatur yang membuktikan kejadian dan prevalensi ‘Covid ear’ pada pasien yang menderita varian Omicron, namun diperkirakan kejadiannya dapat berkisar antara 8 persen hingga 15 persen pada orang dewasa dengan tes positif Covid-19,  ” kata Dr Charu Dutt Arora, Konsultan Dokter dan Kepala Spesialis Penyakit Menular, Ameri Health, Asian Hospital, Faridabad.

BACA JUGA: Olahraga Ubah Kimia Otak, Lindungi Penuaan Sinapsis

Sensasi berdenging, berdengung, atau tersedak di telinga dapat disebabkan oleh tinitus, masalah umum pada orang dewasa yang lebih tua.

Umumnya disebabkan oleh gangguan pendengaran terkait usia, cedera telinga, atau masalah dengan sistem peredaran darah.  

Dering di telinga bisa hadir sepanjang waktu, atau mungkin datang dan pergi.  Ini bisa sangat menyusahkan dan dapat menyebabkan kecemasan, hipertensi, vertigo, insomnia, dan gangguan pendengaran.

 “Pasca gelombang kedua Covid-19, terjadi peningkatan kejadian keluhan tersebut pada sekitar 6% pasien OPD pasca sembuh, terutama pada kelompok usia 40 tahun ke atas,” ujar dokter.

Hubungan antara gejala ini dan virus masih belum diketahui, namun penelitian telah menunjukkan bahwa sel koklea, sel rambut, dan sel Schwann di telinga mengekspresikan reseptor serupa yang menempel pada protein pengikat virus Covid-19.

 “Karena virus diketahui menyebabkan peradangan dan kerusakan pada sistem vaskular dan struktur anatomi, mekanisme serupa memainkan peran utama di telinga tengah dan dalam yang menghasilkan suara mendengung yang konstan ini,” kata pakar tersebu t.

BACA JUGA: Kalsium Penting untuk Jantung, Bukan Cuma untuk Tulang

 “Seseorang harus berkonsultasi dengan dokter perawatan Covid atau spesialis THT untuk membahas masalah ini. Berbagai modalitas seperti konseling, latihan pernapasan dalam, vasodilatasi, dan terapi steroid dapat membantu pasien tersebut,” tambahnya.***




Olahraga Ubah Kimia Otak, Melindungi Penuaan Sinapsis

Orang yang sudah berusia lanjut yang rajin beraktivitas fisik atau olahraga dapat mendorong hasil kognitif yang bermanfaat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Studi baru menemukan ketika orang tua tetap aktif, sebenarnya otak mereka memiliki lebih banyak kelas protein yang meningkatkan koneksi antar neuron, untuk menjaga kognisi yang sehat.

Studi ini telah dipublikasikan di ‘Alzheimer’s & Dementia: The Journal of the Alzheimer’s Association.

Dampak olahraga yang melindungi sinapsis ini, ditemukan bahkan pada orang yang diotopsi otaknya dan penuh dengan protein beracun, yang terkait dengan Alzheimer dan penyakit neurodegeneratif lainnya.

 “Pekerjaan kami yang pertama menggunakan data manusia, untuk menunjukkan bahwa regulasi protein sinaptik terkait dengan aktivitas fisik, dan dapat mendorong hasil kognitif yang bermanfaat,” kata Kaitlin Casaletto, PhD, asisten profesor neurologi dan penulis utama studi tersebut.

Efek menguntungkan dari aktivitas fisik pada kognisi ditunjukkan pada tikus, tapi jauh lebih sulit untuk ditunjukkan pada manusia.

Casaletto, seorang neuropsikolog dan anggota Weill Institute for Neurosciences, bekerja dengan William Honer, MD, seorang profesor psikiatri di University of British Columbia dan penulis senior studi tersebut, untuk memanfaatkan data dari Memory and Aging Project di Rush University di  Chicago.  

Proyek itu melacak aktivitas fisik atau olahraga peserta lanjut usia, yang juga setuju untuk menyumbangkan otak mereka ketika mereka meninggal.

 “Menjaga integritas koneksi antar neuron ini mungkin penting untuk menangkis demensia, karena sinaps benar-benar tempat kognisi terjadi,” kata Casaletto.

 “Aktivitas fisik atau olahraga dapat membantu meningkatkan fungsi sinaptik ini,” tambahnya.

 Honer dan Casaletto menemukan, orang tua yang tetap aktif memiliki tingkat protein yang lebih tinggi, yang memfasilitasi pertukaran informasi antar neuron.  

Hasil ini sesuai dengan temuan Honer sebelumnya, orang yang memiliki lebih banyak protein ini di otak mereka ketika mereka meninggal, lebih mampu mempertahankan kognisi *) mereka di usia lanjut.

 Yang mengejutkan mereka, kata Honer, para peneliti menemukan bahwa efeknya berkisar di luar hippocampus, pusat memori otak, untuk mencakup wilayah otak yang terkait dengan fungsi kognitif.

“Mungkin aktivitas fisik memberikan efek keberlanjutan global, mendukung dan merangsang fungsi protein yang sehat yang memfasilitasi transmisi sinaptik ke seluruh otak,” kata Honer.

Otak sebagian besar orang dewasa yang lebih tua mengumpulkan amiloid dan tau, protein beracun yang merupakan ciri khas patologi penyakit Alzheimer.  

Banyak ilmuwan percaya bahwa amiloid terakumulasi terlebih dahulu, lalu tau, menyebabkan sinapsis dan neuron berantakan.

Casaletto sebelumnya menemukan bahwa integritas sinaptik, apakah diukur dalam cairan tulang belakang orang dewasa yang hidup atau jaringan otak orang dewasa yang diotopsi, tampaknya mengurangi hubungan antara amiloid dan tau, dan antara tau dan neurodegenerasi.

 “Pada orang dewasa yang lebih tua dengan tingkat protein yang lebih tinggi yang terkait dengan integritas sinaptik, kaskade neurotoksisitas yang mengarah ke penyakit Alzheimer tampaknya dilemahkan,” katanya.

 “Secara keseluruhan, kedua penelitian ini menunjukkan potensi pentingnya menjaga kesehatan sinaptik untuk mendukung otak melawan penyakit Alzheimer,” katanya.***

Catatan:

*) Kognisi, juga berarti proses, pengenalan, dan penafsiran lingkungan oleh seseorang.