Gubernur Dampingi KSAD Tinjau Vaksinasi Serentak TNI-AD 

Dalam peninjauan vaksinasi serentak di Lobar, KASAD, Jendral Dudung Abdurrachman didampingi Gubernur Zulkieflimansyah   

LOBAR.lombokjournal.com ~ Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Jenderal TNI Dudung Abdurachman, dalam kunjungan kerja (kunker) di NTB melakukan peninjauan vaksinasi secara serentak yang diselenggarakan oleh Dandim Kabupaten/Kota se  NTB,di Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat, Senin (21/02/22).

Didampingi Gubernur Zul, KASAD juga memberikan bansos

Dalam kunjungannya, Dudung Abdurahman yang didampingi Gubernur NTB,. Zulkieflimansyah  mengatakan, vaksinasi dirangkaikan dengan pemberian bantuan sosial kepada warga masyarakat dan para santri Ponpes Ishlahuddiny.

BACA JUGA: Festival Bau Nyale Spirit Kebahagiaan, Ini Kata Bang Zul

“Dalam kunjungannya saya ke NTB untuk melihat langsung program pemerintah yaitu vaksinasi dilakukan oleh TNI AD yang dibantu oleh Kepolisian dan Pemerintah Daerah, baik provinsi maupun kabupaten, untuk sama-sama bekerja keras, bahu-membahu sehingga bisa mensukseskan program pemerintah yaitu vaksinasi,” jelas Dudung.

KSAD mengatakan, dalam gelaran vaksinasi ditargetkan 1800 vaksin baik dosis 1,2, dan 3.

“Alhamdulillah pencapaian vaksinasi rata-rata hampir 80 persen, diharapkan terus berkelanjutan sehingga masyarakat NTB terhindar dari penyebaran covid-19,” terang Jendral Bintang 4 ini.

BACA JUGA: Event Sport Tourism, Lombok Incaran Para Pemacu Adrenalin

Turut hadir dalam kegiatan tersebut  Bupati Lombok Barat, Jajaran TNI, Polri serta pimpinan pondok pesantren Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat. ***

 




Gubernur NTB Percepat Daerah Rendah Capaian Vaksinasinya

Merespon arahan Presiden terkait percepatan vaksinasi, Gubernur targetkan  capaian vaksinasi sebelum Maret untuk dosis 2 sekitar 60 persen seluruh NTB

LOTENG.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah bersama Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah meninjau kegiatan vaksinasi serentak di seluruh Indonesia.

Acara pennjauann vaksinasi yang diikuti Gubernnur dan Wagubb

Kegiatan yang berlangsung virtual itu bersama Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dan Kapolri Drs. Listyo Sigit Prabowo, berlangsung di Kampus Poltekpar Lombok Tengah, Jumat (18/02/22).

Menanggapi arahan Presiden RI,  Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB, menyebutkan, menjelang penyelenggaraan MotoGP bulan Maret mendatang, capaian vaksinasi untuk dosis 2 sekitar 60 persen untuk seluruh NTB. 

Namun khusus wilayah Lombok lebih dari 70 persen.

“Makanya kita akan menyerbu Kabupaten Bima karena cakupan vaksinasinya masih rendah, jauh tertinggal dengan kabupaten kota yang lain,” jelas Bang Zul pada konferensi pers usai meninjau kegiatan vaksinasi.

Saat yang sama, Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub menyampaikan terkait varian Omicron yang dinilai katEgori yang cepat penyebarannya. 

BACA JUGA: Vaksinasi Covid-19 di KSB, Gubernur NTB: Luar Biasa!

Tetapi ia mengingatkan, saat ini pemerintah tidak fokus pada jumlah kasusnya melainkan fokus pada percepatan vaksinasi dan prokesnya.

“Yang jelas kami tidak fokus pada jumlah kasusnya, melainkan kita fokus pada percepatan vaksinasi dan prokesnya sesuai arahan presiden,” jelas Ummi Rohmi.

Selain itu, kata Umi Rohmi pasien Omicron lebih banyak melakukan isolasi mandiri, dan tidak banyak dirawat di rumah sakit dan secara angka ketersediaan tempat tidur di rumah sakit masih 19 persen, artinya masih tercukupi.

Arahan Presiden

dalam arahannya, Presiden RI terus mendorong kabupaten kota di seluruh daerah provinsi di Indonesia  untuk melakukan percepatan vaksinasi dosis 1, 2 dan 3 atau booster bagi lansia dan anak-anak usia 6-11 tahun. 

Sehingga mencapai target yang lebih tinggi.

“Ini harus segera dan terus dilakukan bagi lansia dan anak-anak usia 6-11 tahun. Karena 60 persen meninggal dunia dari lansia yang belum divaksin serta memiliki riwayat komorbid,” jelas presiden.

BACA JUGA: Event MotoGP di Tengah Pandemi, Gubernur Minta Tetap Waspada

Presiden Jokowi mengatakan, Covid-19 varian Omicron ini bisa dikendalikan dengan dua cara, yaitu melakukan vaksinasi dan melaksanakan protokol kesehatan.

penjelasan pada pers terkait vaksinasi yang disampaikan Gubernur dan Wagub

Terutama selalu menggunakan masker di tempat keramaian yang memungkinkan terjadi interaksi tinggi, seperti di pasar, pusat perbelanjaan dan lain sebagainya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danrem 162 Wira Bhakti, Polda NTB, Direktur Poltekpar Lombok Tengah, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD, Bupati Lombok Tengah dan masyarakat yang mengikuti program vaksinasi.***

 




 Vaksinasi Covid-19 di KSB, Gubernur NTB: Luar Biasa!

Dalam kujungan kerja di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Gubernur Zul memuji pelaksanaan vaksinasi di kabupaten itu

TALIWANG.lombokjournal.com ~ Dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., bersilaturahim dengan Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W.Musyafirin, M.M dalam rangka monitoring sekaligus memastikan kelancaran vaksinasi Covid-19. 

Kunjungan tersebut dilakukan usai sehari sebelumnya meninjau dan dan memberikan bantuan kepada warga korban banjir di Kec Alas Kabupaten Sumbawa

BACA JUGA: Omicron Aman, Kabupaten/Kota Diminta Fokus Vaksinasi

Guberur monitoring pelaksanaan vaksinasi

“Alhamdulillah vaksinasi di KSB berjalan sangat baik. Luar biasa!” ungkap Bang Zul, di Kantor Bupati KSB, Selasa (16/02/22).

Menurut data Dinas Kesehatan Provinsi NTB, cakupan Vaksinasi Covid-19 Provinsi NTB pertanggal 15 Februari 2022 di Kabupaten Sumbawa Barat, Dosis 1 96,44% dosis 2 81,83%.

Selain memantau perkembangan vaksinasi,gubernur juga mendiskusikan solusi agar tamu dari Mandalika saat event MotoGP juga bisa mengunjungi Kabupaten Sumbawa Barat. 

“Kami juga mendiskusikan jalan cepat dari Mandalika ke Labuan Lalar agar penonton yang dari Mandalika ada juga bisa singgah ke KSB,” jelas Gubernur Zul

Setelah mengunjungi Bupati KSB, dilanjutkan agenda bersilaturahim ke kediaman Ustadz Nun di Taliwang Sumbawa Barat.

BACA JUGA: MotoGP di Tengah Pandemi, Gubernur Minta Tetap Waspada

“Bersilaturrahim ke rumah Ayahanda Ustadz  Nun di Taliwang Sumbawa Barat. Sehat selalu Ustadz. Mengalir bersama masyarakat,” doa orang nomor satu di NTB itu.*** 

 




Omicron di NTB Aman, Kabupaten/Kota Diminta Fokus Vaksinasi 

Penyebaran Omicron dianggap masih aman, di tap kabupaten/kota harus fokus vaksinasi dan Kontrol Parameter Level PPKM

MATARAM.lombokjournal.com ~ Penyebaran varian Omicron di NTB masih aman. Pengendalian pandemi Covid 19 oleh Satgas di tiap kabupaten/ kota diminta fokus pada vaksinasi dan kontrol parameter level PPKM. 

Itu diungkapkan Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah dalam rapat koordinasi penanganan pandemi bersama seluruh kabupaten/ kota di ruang rapat utama kantor Gubernur, Selasa (15/02). 

“Indikasi aman itu dilihat dari ketersediaan kamar di rumah sakit, penelusuran kontak erat  angkanya di atas batas rata rata nasional juga ketersediaan oksigen dan obat obatan,” jelas Wagub.

Ia minta semua kabupaten/kota menyelesaikan target vaksin kedua sebelum 20 Maret menjelang MotoGP. 

Ditegaskannya, penanganan harus fokus pada vaksinasi dan kontrol parameter level PPKM, Dan Dinas Kesehatan diminta memastikan stok dan upaya vaksinasi, khususnya Bima dan kabupaten Bima untuk melakukan percepatan. 

Sasaran vaksinasi NTB sebanyak 3.910.638 sudah melakukan vaksinasi pertama 90,34 persen, vaksin kedua 61,64 persen dan dosis ketiga 1,87 persen. 

BACA JUGA: Pabrik Pengolah Sampah Plastik Segera Dibangun di NTB

Sementara itu, kondisi terkini penanganan pandemi Covid 19 seperti dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan, dr L Hamzi Fikri, sesuai asesmen harian, level PPKM NTB sekarang per tanggal 15 berada di level tiga dari tanggal 13 Februari. 

“Salah satu yang harus dipertahankan agar level tidak meningkat adalah penelusuran kontak 23 orang per kasus dan pelaporan kasus kesembuhan sehingga memenuhi paramater dalam Inmendagri terbaru tentang PPKM,” jelas Fikri. 

Sedangkan target vaksinasi 80 persen harus dilakukan dengan target vaksinasi harian dengan catatan pembaruan data segera dilakukan agar selisih data dari kabupaten/ kota tidak mempengaruhi parameter penentuan level PPKM. 

Seperti dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri yang terbaru nomor 11 Tahun 2022 terkait aturan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), perubahan dalam Inmendagri 11/2022.

Di antaranya indikator untuk melakukan evaluasi pada daerah di luar Jawa Bali diberikan kekhususan untuk dapat mencapai target vaksinasi dosis kedua dan lansia di atas 60 tahun, dengan diberikan waktu 2 minggu tambahan terhitung dari 15 Februari 2022.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Menghasilkan Mega Proyek di KSB

Dan beberapa pengaturan kegiatan masyarakat sesuai level PPKM daerah terkait.

Inmendagri ini berlaku untuk wilayah Jawa dan Bali mulai hari ini, Selasa 15 hingga 28 Februari 2022.***

 

 




Omicron Melonjak, Wagub NTB Minta Tenang dan Jaga Prokes

Mensikapi lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron, Wagub NTB masyarakat tenang dan tetap disiplin menerapkan prokes

MATARAM.lombokjournal.com ~ Lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron di NTB bahkan seluruh daerah di Indonesia, Wakil Gubernur NTB,Hj. Sitti Rohmi Djalilah minta masyarakat tetap tenang.

Masyarakat diminta tidak panik, tetap menerapkan protokol kesehatan yang selama ini dinilai efektif dalam penanganan sebaran virus Covid-19 di NTB.

Wagub mensikapi Omicron
Wagub, Hj Sitti Rohmi Jalillah

Wagub NTB mengungkapkan itu saat menerima audiensi Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Prof. Iwan Ariawan bersama rombongan di ruang kerjanya, Senin (14/02/22).

Wagub NTB yang akrab disapa Ummi Rohmi ini menambahkan,masyarakat harus tetap diberikan edukasi pentingnya menggunakan masker saat beraktivitas di tempat terbuka, apalagi bila berkerumun.

Selain itu, jangan menggunakan bahasa-bahasa dengan menakut-nakuti akan bahayanya virus menular ini. Maksudnya, agar tidak membuat masyarakat panik.

“Dalam memberikan edukasi tidak menakuti tapi harus dengan bijak terutama pihak rumah sakit dan Tenaga Kesehatan (Nakes) yang selama ini menjadi tugasnya,” ungkap Ummi Rohmi.

BACA JUGA: Mandalika Jadi Tuan Rumah Formula-1, Kapan Terwujud?

Ummi Rohmi tidak hawatir dengan kasus yang terus meningkat karena dinilai cakupan vaksinasi sudah cukup baik terutama pada pengendalian Covid-19 di NTB.

Wagub mengharapkan agar pada gelaran MotoGP bulan Maret mendatang, kasusnya bisa melandai untuk keamanan dan kenyamanan dalam penyelenggaraannya.

Epidemiolog UI Prof. Iwan Ariawan mengakui Covid-19 varian Omicron hampir semua daerah Indonesia mengalami peningkatan secara signifikan. 

Untuk NTB sebutnya bukan dilihat dari jumlah kasusnya melainkan terhadap pasien yang dirawat di rumah sakit, ketersediaan tempat tidur dan lain sebagainya.

“Melihat polanya di NTB pengendaliannya cukup baik, ketersediaan tempat tidur tercukupi meskipun kasusnya terus naik walaupun belum sampai pada puncaknya,” jelas Prof. Iwan.

Disebutkan Prof. Iwan, dalam pencegahannya harus diperkuat lagi protokol kesehatannya. Dinilai protokol kesehatan di NTB menurun. Kemudian percepatan vaksinasi terutama bagi lansia yang memiliki penyakit bawaan, dan penerapan aplikasi peduli lindungi.

BACA JUGA: Pre-Season MotoGP di Mandalika, Berkah Bagi Pariwisata NTB 

“Dengan kita semua konsisten melakukan itu dalam pencegahan maka kita bisa menghadapi periode Omicron yang dugaan saya puncaknya pada akhir Februari atau awal Maret setelah itu akan turun dan melandai,” tandasnya. ***

 




Vaksinasi Booster Serentak Berlangsung di Lombok Utara

Pelaksanaan vaksinasi Booster untuk para ASN di lingkup Pemda KLU dipantau secara virtual oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Vaksinasi Covid-19 Dosis 3 (Booster) serentak  bagi seluruh ASN, Non ASN lingkup Pemda Kabupaten Lombok Utara serta masyarakat yang dipantau oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si melalui Virtual Zoom Meeting yang berlangsung di Aula Bupati, Jum’at (11/02/22). 

Vaksinasi Booster untuk para ASN di lingkup Pemda KLU

Pelaksanaan vaksinasi iu dilakukan  dalam upaya  menekan angka dan mengendalikan sebaran virus Covid 19 varian Omicron.  Pemerintah melaksanakan vaksinasi di seluruh wilayah Indonesia. 

Menguatkan kekebalan tubuh merupakan salah satu cara mencegah atau menangkal virus Covid 19. Terlebih saat ini menyebar virus Covid-19 varia Omicron yang penularannya 6 kali lipat lebih cepat dibandingkan varian delta.

Pj.Sekda Anding Dwi Cahyadi menyampaikan, untuk menjalankan tugas dengan baik sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, harus menjaga diri  dan memberikan contoh pada masyarakat yang kita layani. 

“Untuk itu kita saling mengingatkan dan  sama-sama mengikuti dan mentaati anjuran dari dari pemerintah pusat,” kata Anding.

BACA JUGA: Kapolri Pantau Vaksinasi di NTB, Upaya Kendalikan Covid-19

Dikatakan, vaksinasi Booster harus disukseskan, sama halnya dengan vaksinasi  dosis pertama dan kedua sebelumnya.

 Di Lombok Utara pelaksanaan vaksinasi dosis pertama  mencapai  89 persen, kemudian vaksin dosis kedua mencapai 79 persen. Jika dibandingkan daerah lain, tentu capaian vaksinasi ini masih  dianggap baik. 

 “Program vaksinasi tahap tiga ini harus gencar dilakukan guna kita saling menjaga menjaga diri kita, keluarga dan orang lain dari terpaparnya virus Covid 19,” kata Anding..

Diharapkan tidak ada peningkatan kasus lagi, sehingga masyarakat bisa beraktivitas sebagaimana mestinya. Dan vaksinasi booster merupakan tahap akhir vaksinasi.

Sementara itu, Kapolres Lombok Utara, AKBP I Wayan Sudarmanta menuturkan, pelaksanaan vaksinasi Booster ditujukan bagi seluruh ASN di lingkup Pemda KLU. Setelah seluruh ASN melakukan vaksin tahap tiga, kemudian mensosialisasikan kepada masyarakat luas.

“Vaksinasi tahap 3 harus terlaksana dengan sebaik mungkin agar dapat menambah kekebalan tubuh melawan virus covid-19,” tuturnya.

Percepatan vaksinasi dosis  ketiga dilakukan, setelah  Lombok Utara mencapai vaksinasi dosis pertama kisaran 89 persen kemudian vaksin dosis kedua 79 persen.

“Kalau dibandingkan dengan kabupaten lain tentu kita masih bagus, namun vaksinasi booster ini datanya hingga saa ini baru 1 persen,” ungkap Kapolres.

BACA JUGA: Gubernur Yakin, NTB Daerah Ramah dan Kondusif Jelang MotoGP

vaksinasi Booster untuk ASN lingkup Pemda KLU

Diharapkan sinergitas semua pihak-pihak, seluruh aparat Pemerintah dan masyarakat untuk saling bahu membahu dalam mensukseskan percepatan vaksin Covid-19 dosis ketiga ini.

Kegiatan vaksinasi tahap ketiga ini juga dihadiri Pabung Dandim 1606/Mataram Mayor (Inf) Ibnu Haban,  Staf Ahli Bupati  H. Simparudin, SH, Para Kepala OPD, Para ASN, Tokoh Agama, para Kades dan Kadus.***

 




Kapolri Pantau Vaksinasi di NTB, Upaya Kendalikan Covid

Mengingat NTB akan menyelenggarakan banyak event internasional, Kapolri menegaskan pentingnya dilakukan percepatan vaksinasi

LOTENG.lombokjournal.com ~ Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya percepatan vaksinasi, mengingat NTB akan menghadapi banyak event internasional, salah satunya MotoGP, yang akan berlangsung dalam waktu dekat. 

Kapolri didampingi Gubernur NB
Kapolri dan Gubernur NTB

Listyo Sigit mengungkapkan itu saat memantau pelaksanaan vaksinasi serentak secara nasional, yang dilakukan secara virtual, dipusatkan di Rumah Sakit Internasional Mandalika, Pujut, Lombok Tenah, Jumat (11/02/22)

Diterangkannya, kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan di Rumah Sakit Mandalika tersedia sebanyak 2000 vaksin, diperuntukkan bagi  lansia, anak-anak dan masyarakat umum. 

“Vaksinasi ini bertujuan menekan angka pertumbuhan Covid, agar kita dapat mengendalikannya,” harap Sigit.

Sigit juga meminta segala persiapan menjelang berlangsungnya event MotoGP agar selalu dipantau. Hal ini bertujuan mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

“Percepatan vaksinasi, kesiapan rumah sakit, kesiapan obat-obat harus selalu di cek terus menerus. Hal ini bertujuan agar tak terjadi lonjakan kasus covid khususnya Omicron. Semua persiapan sudah tersedia dan dapat dikendalikan dengan baik,” harapnya. 

BACA JUGA: Media Center Diresmikan, Memudahkan Wartawan Meliput MotoGP

Pantauan vaksin serentak oleh Kapolri yang dipusatkan di Rumah Sakit Mandalika, Lombok Tengah ini juga sekaligus melihat kesiapan NTB  khususnya Lombok Tengah sebagai tuan rumah event MotoGP 2022.

Kegiatan memantau vaksinasi yang dilakukan Kapolri dihadiri Kapolda NTB, Irjen Pol Djoko Poerwanto, Danrem 162/WB, Brigjen TNI Lalu Rudi Ircham Srigede, M.Si, Bupati Lombok Tengah HL Fathul Bahri, S.IP dan anggota Forkopimda Lombok Tengah.

Saat ini, terpenting bagi masyarakat adalah selalu mematuhi protokol kesehatan  (Prokes) dan melakukan vaksinasi.

Sebelumya, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang ikut mendampingi  Kapolri jua menekankan pentingnya percepatan vaksinasi.

“Vaksin dan mematuhi prokes merupakan dua hal yang sangat penting saat ini. Khususnya masyarakat di Lombok Tengah yang merupakan tempat diselenggarakannya event MotoGP nanti.” kata Gubernur Zul.

Kapolri memantau vaksinasi serentak di Mandalika

Bang Zul panggilan akrab Gubernur NTB berterima kasih atas kunjungan dan perhatian Kapolri terhadap penyelenggaraan event MotoGP. 

BACA JUGA: NTB dan NTT Sepakat Jadi Tuan Rumah PON Nusa Tenggara 2028

Menurutnya,  keberhasilan segala persiapan event MotoGP saat ini tidak terlepas dari peran Polri dan seluruh stakeholder baik itu Kabupaten, provinsi maupun Pemerintah Pusat.***

 

 




Suplemen Vitamin C, Harus Tahu Kapan Mengkonsumsinya

Sebagai pengganti makanan yang mengandung vitamin C, mengkonsumsi suplemen pengganti juga diperlukan asal tahun kapan waktu mengkonsumsinya

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pandemi Covid-19 belum juga berakhir, apalagi belakangan muncul varian Omicron yang disebut sangat cepat penularannya.

Itu sebabnya menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh sangat penting. Anda diharuskan memiliki sistem imun yang bagus. 

Buah=buah yang mengandung vitamin C bisa diganti suplemen
Nanas

Apalagi kalau aktivitas mulai padat, yang mengharuskan bertemu banyak orang. Sedikit banyak ada peluang akan tertular, karena mulai banyak berinteraksi langsung dengan banyak orang. 

Situsi seperti ini, anda butuh vitamin C untuk mendukung sistem imun dalam melawan penyakit, Tentu saja anda dapat mengonsumsi makanan yang kaya akan Vitamin C. 

Asupan vitamin C bisa Anda diperloeh melalui buah-buahan serta sayuran. Tidak cuma itu, vitamin C pun bisa Anda minum dalam bentuk suplemen.. 

Nah, disini mulai timbul pertayaan, apakah suplemen tersebut bisa dikonsumsi kapan saja?

Waktu Terbaik Minum Suplemen Vitamin C

Berkat antioksidan di dalamnya, salah satu manfaat vitamin C yang terkenal adalah melindungi sel imun dari kerusakan akibat radikal bebas. 

BACA JUGA: Nutrisi Ini Jangan Lewatkan untuk Kesehatanmu

Secara tidak langsung, vitamin C akan memelihara fungsi serta kesehatan kekebalan tubuh, bahkan meningkatkannya.

Berdasarkan pedoman angka kecukupan gizi Indonesia, orang dewasa perlu memenuhi kebutuhan vitamin C per hari sekitar 75 – 90 mg. 

Sementara itu, asupan vitamin C yang dianjurkan untuk anak adalah 40 – 75 mg per harinya. Vitamin C sebaiknya Anda penuhi dari makanan sehari-hari. 

Tetapi, konsumsi suplemen bisa Anda pertimbangkan untuk membantu melengkapi asupannya. Nah, vitamin C ternyata memiliki waktu terbaiknya sendiri atau waktu paling optimal agar tubuh bisa menyerapnya dengan baik. Kapan saja, ya?

1. Suplemen vitamin C dapat dikonsumsi sebelum dan setelah makan

Vitamin C yang dikenal pula sebagai asam askorbat merupakan vitamin yang larut dalam air. Karenanya, Anda tidak perlu mengkonsumsinya bersama makanan. Dengan demikian, waktu terbaik untuk minum vitamin C adalah di pagi hari, sekitar 30 menit sebelum makan. 

Anda yang tidak terbiasa atau punya penyakit maag, bisa mengkonsumsinya 2 jam setelah makan, supaya makanan dicerna terlebih dahulu.

2. Konsumsi bersama makanan apabila merasa mual

Konsumsi vitamin C dalam dosis tinggi dalam keadaan perut kosong bagi yang tidak terbiasa atau memiliki penyakit maag, tak jarang akan menimbulkan rasa mual hingga muntah.

Untuk menghindari hal ini, Anda dapat mengonsumsi vitamin C bersama makanan. Usahakan agar konsumsi vitamin C Anda lakukan pada waktu dan jam yang sama tiap harinya.

Jika Anda mengonsumsi vitamin C dalam dosis yang tinggi (lebih dari 500 mg), ada baiknya untuk membagi dosis menjadi dua kali sehari. Setengah dosis pada saat sarapan, dan sisanya Anda konsumsi pada saat makan siang. 

Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan penyerapan vitamin C, sehingga tidak terbuang banyak oleh tubuh melalui urin.

3. Hindari konsumsi vitamin C di malam hari apabila sulit tidur

Beberapa orang mengeluhkan mengalami kesulitan tidur ketika mengonsumsi vitamin C dengan dosis tinggi di waktu malam. Meskipun belum ada penelitian resminya, sebaiknya Anda hindari konsumsi vitamin C di malam hari. 

BACA JUGA: Mengetahui Ciri-ciri Varian Omicron, untuk Pencegahan

Sebaiknya kkonsumsi vitamin C di pagi dan atau siang hari dengan dosis 75 mg untuk wanita dan 90 mg untuk pria. Jika Anda seorang perokok, dapat menambah dosis 35 mg tiap harinya.

4. Jangan konsumsi vitamin C sebelum olahraga

Asam askorbat memiliki kandungan antioksidan yang dipercaya dapat menghambat inflamasi yang terjadi saat sel otot bekerja ketika Anda berolahraga. 

Namun inflamasi yang terjadi saat olahraga dibutuhkan tubuh untuk proses adaptasi dan perkembangan otot. Sehingga konsumsi vitamin C sebelum berolahraga dapat menetralisir keefektifan vitamin C tersebut.

5. Sertai konsumsi vitamin C dengan makanan kaya akan zat besi

Asam askorbat ternyata dapat membantu penyerapan zat besi dalam tubuh. 

Hal ini bagus bagi Anda yang mengalami anemia atau kekurangan darah untuk mengkombinasikan menu makanan bervitamin C dengan makanan yang kaya akan zat besi. 

Makanan kaya zat besi yang bisa Anda konsumsi, seperti kacang-kacangan, tahu, daging merah, dan sayur berdaun hijau.

Akan tetapi, mengombinasikan makanan yang mengandung vitamin C dengan zat besi tidak disarankan bagi Anda yang mengalami kondisi hemokromatosis atau kadar zat besi dalam tubuh berlebih. Kondisi ini umumnya dialami karena faktor keturunan.

Sumber Vitamin C Terbaik

Asupan vitamin C dapat Anda peroleh dari bahan makanan, seperti aneka jenis jeruk, stroberi, lemon, paprika merah, dan brokoli. 

Sayangnya, secara tidak sadar sebagian besar buah dan sayuran yang kaya vitamin C hancur ketika proses memasak. Maka dari itu, supaya asupan vitamin C harian Anda tercukupi, dapat dibantu dengan konsumsi suplemen.

 Asalkan, konsumsinya tidak berlebihan dan tidak dijadikan sebagai pengganti makanan tinggi vitamin C seutuhnya.

Sebaiknya vitamin C dikonsumsi sesuai kebutuhan Anda per harinya. Makan suplemen vitamin C yang berlebihan, justru tidak akan terserap secara optimal, karena vitamin C larut dalam air dan mudah dikeluarkan bersama urin. 

Konsumsi vitamin C berlebihan juga dapat mengganggu sistem pencernaan dan menyebabkan diare.

vitamin C dari buah-buahan yang bisa diganti splemen
Strowberi

Selain berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh, vitamin C juga berperan dalam memerangi kerusakan akibat radikal bebas, membuang racun, serta meningkatkan fungsi sel tubuh. 

Vitamin ini sangat penting dalam membantu Anda melawan penyakit dan infeksi virus seperti pilek dan flu. Juga membantu mempercepat proses pemulihan tubuh.

Vitamin C selain berperan dalam penyerapan zat besi, juga berperan dalam membantu penyerapan vitamin B12, asam folat dan vitamin E.

Mikronutrien satu ini ternyata juga memainkan peran dalam menjaga kesehatan jantung, meningkatkan aliran darah ke otak, dan meningkatkan produksi kolagen yang berperan menjaga elastisitas kulit sehingga Anda tampak awet muda.***

 




Penderita Kanker, Masihkah Bisa Sembuh Total?

Dalam bahasa medis, tidak ada istilah kanker bisa disembuhkan, tapi memungkinkan untuk dikontrol

MATARAM.lombokjournal.com ~ Hingga kini kanker merupakan penyakit yang masih menjadi momok yang menakutkan. Bisakah kanker disembuhkan?

Kanker ak bisa sembuh total, tapi bisa dapat remisi

Dalam bahasa medis, tidak ada istilah kanker bisa sembuh. Kanker hanya bisa dikendalikan atau dikontrol. 

Dr dr Andhika Rachman, SpPD, yang pernah sebagai dokter ahli kanker dari RS Kanker Dharmais pernah mengatakan, Jika sudah berada dalam stadium lanjut, hampir semua kanker tidak dapat disembuhkan, kecuali limfoma hodgkin

“Namun pada stadium 1, kanker masih relatif bisa disembuhkan lewat pengangkatan atau penyinaran,” katanya beberapa waktu lalu.

Yang disebut Limfoma merupakan kanker yang tumbuh akibat mutasi sel limfosit yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh. 

Ada 2 jenis limpfoma, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma Non Hodgkin. 

BACA JUGA: Pasien Kanker Butuh Dukungan Moril Semua Pihak

Pada limfoma Hodgkin, limfosit yang terkena adalah sel sel Reed-Sternberg atau limfosit B. Jika yang terkena sel limfosit lain, maka disebut limfoma Non Hodgkin.

Limfoma Non Hodgkin lebih agresif, dan jumlah penderitanya lebih banyak dibandingkan limfoma Hodgkin.

Sekitar 55 persen dari Limfoma Non Hodgkin bertipe agresif dan tumbuh cepat. Kanker ini merupakan kanker tercepat ketiga pertumbuhannya setelah kanker kulit dan paru-paru.

Saat ini ada berbagai macam pengobatan untuk kanker, yaitu pembedahan, kemoterapi, radioterapi, hormonal, serta imunoterapi. 

Efektifitas terapi ini sangat bergantung pada jenis dan tingkat keparahan kanker. Banyak kasus pasien kanker yang sembuh dengan terapi, asal penyakitnya masih dalam stadium awal.

Karena itu, perlunya deteksi dini pada pasien kanker. Semakin dini kanker didiagnosis dan mendapat pengobatan, maka semakin besar peluangnya untuk sembuh. 

Namun memang ada beberapa jenis kanker yang gejala awalnya amat sulit dikenali.

BACA JUGA: Pabrik Bata dari Sampah Plastik di NTB, Ini Pertama di Asia

“Ada beberapa jenis kanker yang baru ketahuan gejalanya setelah memasuki stadium 4, misalnya kanker hati dan kanker paru-paru. Pada kanker hati, gejala baru nampak setelah hati mengalami kerusakan parah. Biasanya pasien tidak dapat bertahan hidup 3 bulan setelah didagnosis. Pada kanker paru, rata-rata bisa bertahan hidup 20 bulan setelah didiagnosis dan jika mendapat pengobatan. Jika tanpa pengobatan, bisa lebih pendek lagi,” jelas dr Andhika.

Bisa Dikendalikan

Kanker merupakan penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel tak terkendali.

Pertumbuhan sel yang tidak normal ini jamak diawali dari satu bagian tubuh, menyebar ke berbagai jaringan tubuh, lantas menimbulkan gangguan kesehatan. 

Melansir laman resmi American Cancer Society, kanker terkadang tidak muncul sekali. Di beberapa kasus, penderita kanker yang penyakitnya sudah terkendali, bisa terkena kanker lagi.

Beberapa jenis kanker yang penyakitnya kerap menyerang lagi antara lain kanker ovarium, kanker darah, dan kanker kelenjar getah bening.

 Ada juga kanker yang sudah berhasil dikontrol namun kerap tumbuh kembali di bagian lain. Seperti kanker dari payudara atau prostat, dan menyebar ke bagian tubuh lain (bermetastasis) menjadi kanker kronis. 

Kanker dapat dikendalikan Walaupun sekilas terkesan berbahaya, kanker dapat dikontrol lewat berbagai perawatan. 

Dengan kata lain, kanker bisa saja tidak muncul lagi atau tidak menyebar. Tetapi, ada juga beberapa kasus yang membuat kanker yang sudah diobati tetap ada.

Melansir Medical News Today, hingga kini belum ada obat atau terapi khusus yang dapat menjamin kanker dapat sembuh total dan tidak kambuh lagi. 

Kendati demikian, deteksi dini dan perawatan tepat dapat mengontrol kanker. 

Di dunia medis, tidak ada istilah kanker bisa sembuh. Melainkan, kanker bisa dikendalikan atau dikontrol. 

Kanker dikatakan terkontrol ketika perawatan yang dijalani pasien dipandang berhasil. Kondisi tersebut terjadi saat semua tanda atau gejala kanker tidak terdeteksi lagi di tubuh penderita kanker. 

Dokter menyebut kondisi ini sebagai remisi, bukan sembuh. Pasalnya, setelah remisi kanker bisa datang lagi bertahun-tahun kemudian

Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan pengobatan kanker. Termasuk jenisnya. Kanker dengan tingkat kelangsungan hidup relatif tinggi antara lain kanker melanoma, limfoma Hodgkin, payudara, prostat, testis, serviks, dan tiroid.

 Di luar jenis kanker di atas, penderita bisa mengontrol kanker dengan pengobatan dan menjaga pola hidup sehat. 

Untuk mengendalikan kanker, pengobatan yang direkomendasikan dokter umumnya adalah kemoterapi. 

Merujuk laman resmi Kementerian Kesehatan, kemoterapi adalah pengobatan yang sebagian besar diberikan melalui pembuluh darah, seperti diinfus. 

BACA JUGA: Perubahan Warna dan Bentuk Mata, Ini Perlu Diwaspadai

Pasien bisa melakukan kemoterapi sembari tiduran, membaca, mendengarkan musik, atau menonton televisi. Obat yang diberikan untuk kemoterapi sudah melalui serangkaian pengujian untuk memastikan keamanan bagi pasien.

 Tak perlu khawatir dengan efek kemoterapi. Dokter dapat memberikan cara atau obat untuk meminimalkan efek proses pengobatan tersebut. Selain kemoterapi, pengobatan kanker juga bisa dilakukan dengan bedah, radiasi, terapi hormonal, terapi target, atau dikombinasi. *** 

 

 




Pasien Kanker Butuh Dukungan Moril Semua Pihak

Pasien kanker bisa sembuh, asal melakukan pemeriksaaan rutin ke dokter dan berpikiran positif

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pasien penderita kanker membutuhkan dukungan dan pendampingan psikologis yang intensif selama proses penyembuhan.  

Wagub menerima pengurus Yayasan Kanker, tentag kesembuhan pSIEN KANKER

Pesan tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, saat menerima audiensi pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang NTB, Selasa (08/02/22) di ruang kerjanya.

Menurut Ummi Rohmi sapaan Wagub, dukungan moril dari keluarga tercinta, para pekerja sosial dan seluruh masyarakat bisa menguatkan dan mempercepat proses penyembuhan.

“Memberikan pelayanan dan support serta semangat hidup, akan mampu meringankan beban yang selama ini ditanggungnya,” ujarnya. 

Termasuk edukasi bahwa kanker itu dapat disembuhkan dengan cara tetap melakukan pemeriksaaan rutin ke dokter dan terus berpikiran positif. 

Menerapkan pola hidup sehat, makanan dengan gizi berimbang, olahraga, menjaga kesehatan dan mental.

BACA JUGA: Nutrisi Ini Jangan Dilewatkan untuk Kesehatanmu

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang NTB, Yana mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terimakasih kepada Wakil Gubernur NTB, atas perhatian dan keluangan waktu menerima audiensi pengurus YKI.

Menjelaskan terkait kesembuhan pasien

“Dukungan dan support dari Pemprov. NTB sangat berarti untuk kami pekerja sosial ini,” kata Yana.

Ia menyampaikan terimakasih karena Ummi Rohmi akan memfasilitasi sekretariat untuk YPI NTB.

“Insya Allah selain sebagai sekretariat, akan difungsikan sebagai rumah singgah untuk masyarakat kurang mampu,” terangnya.

BACA JUGA: Penderita Kanker, Masihkah Bisa Sembuh Total?

Saat ini pihaknya secara masif terus melakukan edukasi tentang kanker kepada masyarakat. Baik secara offline dan online di Media Sosial. ***