Tak Rumit Jadi Peserta BPJS Kesehatan, Pelayanan Saat Berobat Juga Memuaskan

Siapa bilang mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan itu rumit. Bahkan Arifin, warga Nurul Yakin, Kelurahan Kebonsari, Ampenan, mengaku mendapat pelayanan yang memuaskan saat berobat.

MATARAM ,lombokjournal.com  —  Pengalaman Arifin, yang sehari-hari bekerja serabutan, warga asal Kebonsari, Ampenan itu menuturkan bahwa untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan tidaklah serumit yang diduganya sebelum ia pergi ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Mataram.

Pada awal Februari  Arifin menuturkan bersama istrinya mengunjungi Kantor BPJS Kesehatan Cabang Mataram di Jalan Bung karno Mataram, yang berjarak sekitar 2 kilometer dari rumahnya.  Setelah sehari sebelumnya ia memperoleh informasi tentang persyaratan sebagai peserta, esoknya ia mendaftar sebagai peserta mandiri BPJS Kesehatan.

Arifin bersama istrinya pagi-pagi berboncengan sepeda motor membawa semua berkas yang diperlukan, seperti KTP, KK, dan pasfoto ukuran 3×4. “Saya diterima oleh petugas yang ramah memberi penjelasan,” tuturnya.

Dalamproses mendaftar sebagai peserta itu ia mengakutak memperoleh kesulitan yang berarti, karena ia sudah membawa kelengkapan berkas yang diperlukan.  Menurutnya, antrinya tidak lama, langsung jadi.

“ Saya dan istri semula ragu-ragu, ternyata hanya sebentar langsung jadi, tidak ada yang sulit,” katanya.

Arifin dan istrinya buru-buru mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan karena ingin berobat lebih lanjut penyakit yang dideritanya.  Karena selama berobat ke puskesman, ia selalu ditanya kepesertaannya dalam JKN.  Apalagi ia mengidap penyakit kencing manis, meski belum parah, tetap membutuhkan pengobatan lanjutan.

Istri Arifin juga menuturkan, suaminya sangat membutuhkan pelayanan pengobatan lanjutan di rumah sakit.  Selama mengantar suaminya ia mengaku, dengan berobat menggunakan kartu BPJS Kesehatan mendapat pelayanan yang baik. Suaminya dirujuk oleh Puskesmas pejeruk ke RS Kota Mataram karena terdapat indikasi medis yang memerlukan penanganan dokter spesialis.

“Memang belum terlalu parah, tapi kalau tanpa kartu BPJS tentu biaya obatnya mahal,” tutur istrinya.

Karena dengan kartu BPJS Kesehatan ia tak perlu mengeluarkan biaya pengobatan, karena itu ia menganjurkan saudaranya untuk ikut menjadi peserta. Sebab katanya, penyakit bisa datang sewaktu-waktu.

Re

 

 

 

 

 




Awas, Rokok Elektronik Tak Mengurangi Bahaya Rokok.

Sekitar dua tahun lalu, The New England Journal of Medicine mempublikasikan, rokok elektronik melepaskan formaldehida. Zat tersebut bisa menjadi penyebab kanker (karsinogen) ketika dipanaskan dengan baterai yang diatur pada tegangan tinggi.

Karena itu, tidak lama setelah itu Departemen Kesehatan Masyarakat California, AS, merilis laporan yang menyatakan rokok elektronik merupakan ancaman bagi kesehatan dan menyerukan regulasi yang membatasinya.

Apa saja isinya?
Belum ada badan negara yang kusus mengawasi industri rokok ini. Itu berarti, belum ada standar yang ditetapkan. Label yang tertera pun tak menjabarkan bahan-bahannya secara akurat, bahkan satu merk akan berbeda dengan merk lainnya.

Tapi sebuah penelitian di AS terhadap 18 rokok elektrik berbeda, ditemukan racun dan zat karsinogenik pada beberapa merk. Semua rokok elektronik umumnya dilabeli ‘tanpa nikotin’, walau nyatanya mengandung nikotin.

Cairan elektrik
Cairan yang juga dikenal dengan e-juice ini merupakan nama cairan yang dipanaskan dan dikonversi menjadi aerosol, lalu dihirup oleh para pengguna rokok elektrik.

Berikut adalah bahan yang paling umum:
1. Nikotin
Bahan adiktif dalam rokok elektrik dan rokok biasa ini menstimulasi sistem saraf pusat dan meningkatkan tekanan darah, pernapasan, serta detak jantung. Orang-orang merokok karena nikotin. Meski adiktif, sebenarnya nikotin tak menyebabkan kanker, tapi yang perlu lebih diperhatikan yakni zat lain yang ada di dalam cairannya.

2. Perasa
Ada ratusan rasa pada cairan rokok elektik, seperti ceri, cheese cake, kayu manis, dan tembakau. Banyak zat perasa ini yang juga digunakan pada makanan. Kalau dimakan sih zat perasa itu aman, tapi tidak aman bila menghirupnya.

Sulit untuk mendata semua bahan kimia perasa, namun salah satunya bernama ‘diacetyl’,  yang biasanya digunakan menambah rasa pada popcorn. Zat tersebut dikaitkan dengan penyakit paru-paru yang mematikan jika dihirup.  Zat kimia lainnya yang menambah rasa seperti butter (mentega) juga berbahaya.

3. Propylene glycol (PG)

Merupakan cairan buatan laboratorium yang dianggap aman dalam makanan, obat-obatan, dan kosmetik, digunakan dalam membuat asap atau kabut buatan untuk konser dan pertunjukan lainnya. Namun asapnya bisa mengiritasi paru-paru dan mata, serta berbahaya bagi orang-orang dengan penyakit paru-paru kronis, seperti asma dan emfisema.

4. Glyserin atau gliserol
Merupakan senyawa tak berbau dan tak berwarna, namun memiliki rasa sedikit manis. Senyawa ini ditemui di banyak produk, termasuk maknan dan obat-obatan, baik dalam resep mau pun yang dijual bebas.

Meskipun PG dan gliserol aman dalam makanan dan obat-obatan, efeknya bagi tubuh jika dihirup masih belum diketahui. Belum diketahui, apa yang terjadi jika seseorang menghirup zat kimia tersebut dalam jangka waktu lama.

Proses pemanasan
Zat kimia beracun terbentuk dari cairan elektrik yang dipanaskan untuk membentuk aerosol yang dihirup oleh pengguna rokok elektronik. Zat tersebut termasuk formaldehida (karsinogen), acetaldehyde (penyebab karsinogen), dan acrolein (terbentuk dari gliserol yang dipanaskan, dapat merusak paru-paru dan menyebabkan penyakit jantung pada perokok).

Ketiganya terlepas dalam jumlah yang terus meningkat seiring dengan peningkatan suhu cairan elektronik. Perokok bisa tergoda untuk makin meningkatkan suhunya.

Semakin panas cairan itu, nikotin akan semakin banyak diperoleh. Orang yang ingin mendapat nikotin berdosis besar dapat menggunakan baterai tegangan baterai sangat tinggi, atau baterai dengan tegangan yang bisa disesuaikan. Zat perasa akan menutupi rasa tidak enak yang muncul ketika perokok memanaskan rokok elektriknya, hingga formaldehida terbentuk.

Logam beracun seperti timah, nikel, kadmium, timbal, dan merkuri pun telah ditemukan dalam aerosol rokok elektronik. Sebuah penelitian pada tahun 2013 membuktikan bahwa beberapa logam seperti nikel terjadi pada konsentrasi 2 hingga 100 kali lipat dari rokok.

Jadi, apakah rokok elektrik sebenarnya rokok elektronik lebih berbahaya dari rokok biasa.

Rr

(PSPratiwi)




Berhentilah Merokok, Kalau Tak Mau Jadi Penderita Kanker Paru

Lebih dari 86 persen pengidap kanker paru bukan hanya orang yang aktif merokok, tapi juga menyerang perokok pasif

lombokjournal.com

Inilah fakta terkait rokok dan kanker paru yang perlu diketahui :

Perokok pasif juga beresiko terkena kanker paru. Orang yang tinggal dengan perokok atau terpapar asap rokok dari lingkungannya memiliki peningkatan risiko 20-30 persen dibandingkan dengan yang terbebas dari asap rokok.

Bukan berapa banyak rokok yang Anda hisap setiap hari, tapi lamanya waktu yang Anda habiskan sebagai perokok lebih penting sebagai faktor risiko kanker.

Mulai merokok di usia muda lebih berbahaya dibanding orang yang baru merokok saat sudah dewasa.

Berhenti merokok akan mengurangi risiko kanker. Makin cepat Anda berhenti, makin baik kualitas kesehatan Anda. Tidak ada kata terlambat untuk berhenti.

Merokok konvensional (tembakau) merupakan penyebab utama kanker paru, tetapi merokok cangklong atau cerutu, termasuk juga rokok elektronik juga berbahaya bagi kesehatan paru. Selain kanker paru, mereka juga rentan terkena kanker mulut atau bibir.

Dahulu, kanker paru lebih sering dialami pria namun semakin banyaknya wanita yang merokok, pasien kanker paru wanita juga meningkat.

Re.

Sumber : WebMD




Banyak Orang Tahu Bahaya merokok, Tapi Tetap Merokok

Bukan hanya masyarakat umumnya, bahkan banyak dokter yang secara keilmuan tahu bahaya merokok, tapi tetap merokok

Lombokjournal.com

Merokok itu katanya mengurangi ketegangan, mendatangkan inspirasi, pendeknya merokok itu untuk mengejar ‘kesenangan’. Karena itu banyak para perokok mengatakan, betapa sulitnya berhenti merokok. Lepas dari rokok berarti mengurangi rasa senang.

Banyak orang tahu akan informasi bahaya merokok, informasi itu bertebaran di mana-mana, namun meski para perokok tidak peduli betapa bahaya bagi perokok. Dan sungguh menakjubkan, jumlah perokok kelompok usia produktif di Indonesia terus bertambah!

Bagi yang sudah kecanduan,  akan sulit melihat bahaya rokok. Ada istilahnya kita tahu secara kognitif, tapi perilaku kita tidak tahu. “Banyak juga dokter yang secara keilmuan sudah tahu bahayanya, tetapi tetap merokok,” kata dr Andri SpKJ,.

Seorang psikiater mengatakan, rokok bekerja di sistem saraf pusat, berkaitan dengan dopamin dan pusat rasa kesenangan (pleasure). Daerah di otak itu biasanya sudah terpengaruh jika seseorang sudah kecanduan, jadi sulit lepas.

Anda harus percaya, sebenarnya kebanyakan perokok sudah lama ingin menghentikan kebiasaan buruknya tapi itu tidak mudah. Bisa juha hal ini karena kebanyakan kelompoknya perokok, atau saat ingin berhenti timbul efek samping seperti gemuk atau gejala putus nikotin.

Gejala putus nikotin yang akan dirasakan perokok saat berusaha berhenti merokok antara lain merasa tidak nyaman, tidak bisa berkonsentrasi, tidak bergairah, atau nafsu makan bertambah. Pada orang yang tidak bisa melewati fase tersebut, mereka umumnya akan menyerah dan mulai merokok lagi.

“Berhenti merokok bisa berhasil kalau ada niat dan motivasi yang besar,” ujar Andri.

Sebenarnya, perokok yang ingin mengehentikan kebiasaannya merokok bisa meminta pertolongan pada klinik henti rokok.  Bisa tersedia di rumah sakit besar, atau dokter praktik yang sering kita kunjungi.

BACA :  Berhentilah Merokok, Kalau Tak Mau Jadi penderita Kanker Paru

BACAAwas, Rokok Elektronik Tak Mengurangi Bahaya Rokok

Re

(Sumber : MeD)

 




Pengobatan Anak Yang Kepalanya Membesar (Penderita Hydrocepallus), Gratis Pakai Kartu BPJS

Sering kita merasa tak tega, di rumah sakit kita saksikan orang tua yang terbilang tidak mampu, anak bayinya penderita  Hydrocepallus.  Penderita penyakit ini ditandai membesarnya kepala anak akibat cairan. Tentu membutuhkan biaya besar untuk biaya perawatannya

Lombokjournal.com

Tapi ada pengalaman warga Labuhan Maringgai Lampung, Lampung Timur, Bandar Lampung, bernama Supriana. Ia merasa sangat menderita ketika harus membawa anaknya yang menderita Hydrocepallus berobat ke rumah sakit. Yang membayang di kepalannya, berapa besar biaya yang harus dikeluarkannya. Padahal untuk hidup sehari-hari saja sudah pas-pasan.

Tapi kemudian Supriana merasa terbantu dengan kehadiran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Sebab, dia tidak perlu mengeluarkan biaya selama bayinya yang mengidap penyakit hydrocepallus dirawat di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM).

“Saya berobat dengan menggunakan (kartu) BPJS. Saya terbantu karena biaya pengobatan anak saya gratis,” kata Supriana di RSUAM, Bandar Lampung.

Supriana merupakan ibu dari Caca Handika. Bayi laki-laki yang berusia 40 hari itu menjalani perawatan di RSUAM karena menderita penyakit hydrocepallus. Selama berobat, pasien pemegang kartu BPJS tersebut menempati ruang perawatan kelas III.

“Saya pakai (ruang perawatan) kelas III dengan iuran Rp25 ribu per bulan. Kalau tidak pakai BPJS saya tidak tahu harus membayar biaya pengobatan anak saya dengan apa,” ujar Supriana.

Supriana pun berpendapat, bahwa program JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan adalah program yang mulia. Dengan semangat gotong royong, biaya pelayanan kesehatan yang sangat mahal bisa diatasi. Supriana pun ikhlas membayar premi seumur hidup.

“Apabila tidak digunakan, kan bisa dipakai oleh orang lain yang membutuhkan,” tuturnya.

(sumber: KASKUS)




Penggantian Kacamata Bagi Peserta BPJS Kesehatan

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sudah berjalan dan — meski sering muncul pro dan kontra — tak dapat dipungkiri bahwa program ini telah membantu banyak jiwa. Berhasil menolong pasien sembuh dari penyakit dan menolong banyak keluarga dari potensi gangguan ekonomi karena tingginya biaya kesehatan.

lombokjournal.com

Pengakuan dari Dicky Adrian menjadi salah satu contoh. Pria asal Manado yang sehari-hari bekerja sebagai manajer personalia (Human Resources Manager) di Hotel Aston Mataram, mengaku cukup puas dengan pelayanan JKN yang dikelola BPJS Kesehatan Cabang Mataram.

“Tiap dua tahun saya bisa mengganti kacamata saya dengan plafon Rp300 ribu,” akunya yang menjadi peserta kelas 1.

Dicky yang mengaku menjadi peserta BPJS Kesehatan sejak tahun 2014, pada bulan saat ia mendaftar itu sudah bisa dipakainya berobat ke spesialis mata. Menurutnya, yang penting pasien menempuh prosedur pengobatan yang ditentukan.

“Kalau harga kacamata yang kita perlukan itu Rp500 ribu, ya kita tinggal bayar sisanya berapa,” cerita Dicky.

Ternyata pengakuan Dicky Adrian sama dengan yang dialami seorang pasien di Medan, M. Ricky Rivai. Pengakuan itu ditulisnya dalam artikel Kompasiana di media online Kompas dengan juudul “Pengalaman dengan JKN, dari Kacamata ‘Gratis’ sampai Operasi Abses Liver”.

Ricky Rivai yang berobat ke Spesialis Mata di RS Swasta di Medan, Martha Friska Hospital, juga memperoleh kacamata dengan plafon Rp 300.000,- (kelas 1).

Memang ia sempat ditolak BPJS Kesehatan Center gara-gara surat rujukan tidak memuat diagnosa.  Ricky sempat ke puskesmas minta rujukan, tapi ia tidak bisa ketemu langsung dengan dokter. Perawat puskesmas hanya menuliskan keluhan mata gatal, berair dan rabun.

Ternyata itu belum merupakan diagnose yang cukup. Petugas BPJS Kesehatan Center, di era JKN ini dokter primer harus sudah menegakkan diagnosa awal sekurangnya untuk 144 jenis penyakit.

Waktu kembali ke puskesmas dan menemui dokter, barulah dokter menuliskan surat rujukan yang baru dan menulis diagnosa “kelainan refraksi”.  Setelah dapat rujukan baru, dan diserahkan rujukan, kartu dan ktp, semua harus asli. Petugas mengecek di komputer, tak lama kemudian petugas mencetak Surat Eligibilitas Peserta (SEP).

Surat ini dan surat rujukan saya dibawanya ke admission. “Saya diberikan nomor antri di Poli Mata. Sampai disini saya cukup terkesan dengan pelayanan JKN dan petugas rumah sakit,” tulisnya.

Dokter memeriksanya dengan baik dan sangat ramah. Tidak ada keraguan meski ia pasien JKN. Sekitar 15 menit saya diperiksa, dokter menuliskan resep, dokter menganjurkan pakai kacamata. “Saya buatkan resepnya. Obatnya diambil di apotik, resep kacamata nanti diantar mbak perawat ini,” kata dr. Ayu N. Qomaryati, Sp.M dengan sangat ramah.

Setelah menunggu di apotik, seorang perawat keluar dari ruang poli mata dan menghampirinya, memberikan beberapa jenis surat dan resep kacamata. Surat-surat itu masih berlogo Askes, semua dibawanya ke kantor. Dari apotik itu diberikan 1 salep dan 1 obat tetes berlogo “khusus Askes”, 1 strip Vitamin C, 12 kapsul Vitamin A, semuanya gratis tanpa biaya.

Esoknya Ricky menceritakan pergi ke kantor BPJS Kesehatan, mengutarakan maksudnya ke security mengenai resep kacamata. Disana ia diterima dengan ramah, dan menyerahkan semua surat-surat dari RS kemarin, KTP dan kartu BPJS Kesehatan, kemudian petugas menuliskan satu surat yang ditujukan ke optik rekanan BPJS Kesehatan, di pojok surat ditulis kode “Kelas 1″.

Kemudian ia menuju ke optik yang dimaksud yang memang melayani peserta BPJS Kesehatan. Disitu tersedia koleksi kacamata tidak terlalu bervariasi. Kacamata disana sudah dibagi menjadi 3 kelas. Kelas I dengan pilihan merk-merk kw dari rayban, oakley, porsche design, dan lain-lain. Kelas II di bawah itu, dan kelas III di bawahnya lagi.

“Saya tidak bisa upgrade ke kacamata yang lebih bagus meski nambah biaya karena kelas 1 sudah yang paling bagus di optik itu. Tapi tak apalah, mutu frame dan lensanya juga cukup bagus,” tulis Ricky.

Mengurai pengalaman dengan JKN yang merupakan pengalamannya sendiri, mengungkapkan JKN memberi harapan baru bagi segenap bangsa in. “Memberikan jaminan kesehatan semesta bagi seluruh rakyat Indonesia,” harapnya.

BACA : Pengobatan Anak Yang Kepalanya Membesar (Penderita Hydrocepallus),  Gratis Pakai Kartu BPJS

Rr

 

 




Biaya Pengobatan Bukan Beban Lagi Bagi Semua Karyawan NETRAL

NETRAL Mendapat penghargaan ‘Top 2 Company’ Dari BPJS Cabang Mataram

CV Harum Manis yang memproduksi air minum kemasan NETRAL, tahun 2016 menjadi salah satu perusahaan yang menerima penghargaan terbaik mengelola jaminan  kesehatan karyawannya.

Ahmad Lutfi, Wakil Kepala Bagian Personalia NETRAL

MATARAM.lombokjournal.com – Produktivitas karyawan bisa diukur dari tingkat kesehatan karyawannya. Karena itu, jaminan layanan kesehatan yang memadai harus menjadi prioritas perhatian perusahaan.

“Semua karyawan, tak terkecuali karyawan borongan (karyawan lepas), masuk menjadi peserta BPJS Kesehatan,” kata Ahmad Lutfi, Wakil Kepala Bagian Personalia NETRAL, salah satu perusahaan air minum kemasan di Kota Mataram, Sabtu (11/2).

Menurut Lutfi, perusahaan NETRAL menyadari pentingnya jaminan kesehatan bagi karyawannya termasuk keluarganya. Salah satu alasan penting, biaya untuk perawatan kesehatan termasuk item pengeluaran yang besar dalam belanja keluarga karyawannya.

Dengan adanya program BPJS Kesehatan, masalah yang selama ini menjadi momok bila seorang karyawan sakit, bisa teratasi.  Dengan menjadikan karyawannya sebagai peserta BJS Kesehatan, minan bila karyawan sakit pihak perusahaan maupun karyawan tidak perlu memikirkan biaya pengobatan.

“Memang benar, kalau karyawan sakit masih memikirkan biaya pengobatan, sakitnya bisa bertambah,” tutur Lutfi.

Pihak BPJS Kesehatan Cabang Mataram, mengapresiasi perusahaan air minum kemasan NETRAL yang sangat peduli memperhatikan sekaligus memenuhi kewajiban kepesertaan karyawannya dalam rogram jaminan kesehatan. Sekitar 250 karyawan, mulai karyawan tetap, pekerja borongan maupun sales, sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Tahun 2016, BPJS Kesehatan Cabang Mataram memberi penghargaan “ “Top 2 Best Company” atas kepeduliannya pada jaminan kesehatan karyawannya. Penghargaan itu diberikan pada bulan Agustus 2016. Kriteria penerima penghargaan itu meliputi konsistensinya dalam membayar iuran jaminan kesehatan, dan jumlah peserta.

Tiap karyawan hanya membayar 1 persen yang dipotong dari gajinya.  Bagi yang menerima gaji mulai dari ketentuan UMP (Upah Minimum Provinsi) sampai Rp4 juta menjadi peserta kelas II.  Dan untuk yang menerima gaji Rp4 juta ke atas masuk peserta kelas I.  Perusahaan mensubsidi sebesar 4 persen yang dibayarkan ke BPJS Cabang Mataram.

“NETRAL konsisten memenuhi kewajiban program jaminan kesehatan karyawan. Lumayan besar yang mengikuti program BPJS, sekitar 250 karyawan  kami masukkan sebagai peserta,” ujar Lutfi.  Kalau karyawan sakit, BPJS Kesehatan menanggung seluruh biaya.

Memang, kadang-kadang dikeluhkan ada dokter mitra BPJS yang sering tidak praktik, atau libur pada hari dan jam yang mestinya melayani pasiennya.

“Keluhan ini sudah disampaikan ke pihak BPJS. Dan respon BPJS sangat bagus, langsung menyurati dokter atau rumah sakit yang menjadi mitranya,” jelas Lutfi.

Rr (Adv)




Mengerti Manfaat Sebagai Peserta BPJS Kesehatan?

BPJS Kesehatan saat ini marak dibahas dan dibicarakan masyarakat. Program penjamin kesehatan masyarakat yang berasal dari pemerintah ini memang dinilai memberikan alternatif atau solusi lain bagi masyarakat agar bisa hidup sehat selalu.

MATARAM.lombokjournal.com

BPJS Kesehatan yang hadir sejak 1 Januari 2014, diluncurkan pemerintah untuk membawa angin segar bagi masyarakat, khusunya dalam penanganan kesehatan. Sejak pertama hadir, BPJS Kesehatan langsung menjadi pilihan favorit masyarakat. Beberapa hari setelah peluncuran, kantor BPJS langsung kebanjiran pendaftar.

Dalam mengantisipasi animo masyarakat yang luar biasa ini, maka kemudian pemerintah membuka beberapa kantor cabang BPJS di beberapa kota besar di Indonesia.

Animo yang besar itu bisa dipahami. Selama ini, biaya terbesar yang dikeluarkan masyarakat (dan sering tak terduga) adalah biaya perawatan kesehatan. Hadirnya BPJS memberi solusi untuk mengatasi kecemasan masyarakat (terutama bagi masyarakat yang secara ekonomi masih lemah) selama ini, sebab ketika sakit masyarakat menganggap biaya pengobatan sering tak terjangkau.

Apa Manfaat Peserta BPJS Kesehatan?

Biaya kesehatan yang melambung membuat kesehatan menjadi hal yang ‘mewah’. Asuransi kesehatan yang ditawarkan perusahaan swasta tentu terlalu mahal untuk ukuran masyarakat Indonesia. Saat BPJS Kesehatan hadir, masyarakat menemukan jalan keluar.

Mari kita memahami, apa saja kelebihan BPJS Kesehatan.

  • Murah
    BPJS Kesehatan adalah biaya atau iuran yang murah meriah. Meskipun murah, bukan berarti layanan bagi peserta jadi ‘murahan’. Iuran pada BPJS Kesehatan terbilang murah (informasi biaya atau iuran peserta bisa diperoleh dari kantor Cabang BPJS Kesehatan terdekat). Dengan iuran yang terjangkau rata-rata  masyarakat seseorang bisa mendapat layanan atau perlindungan kesehatan dari pemeriksaan, rawat inap, pembedahan, obat dan lain sebagainya secara cuma-cuma. Bahkan cuci darah dan biaya persalinan bisa didapat oleh peserta dengan gratis.
  • Wajib
    BPJS Kesehatan yang diselenggarakan langsung dari pemerintah atau negara ini memang sebuah program yang diwajibkan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Kenapa wajib? Karena ini Undang-Undang dan peraturan pemerintah mengatur kewajiban ini. Seseorang ikut asuransi swasta maka Anda juga diharuskan juga mendaftar asuransi BPJS kesehatan.
  • Tanpa Medical Check Up
    Bila mendaftar pada asuransi kesehatan swasta, Anda dikenai medical check up terlebih dahulu. Bila terkena penyakit kritis dan sudah berumur di atas 40 tahun, maka premi Anda makin mahal. Kemungkinan terburuk, pengajuan polis yang ditolak sangat mungkin terjadi. Namun, bila mendaftar BPJS, di umur berapa pun Anda boleh mendaftar dan tanpa adanya medical check up bahkan bayi yang masih dalam kandungan saja bisa di daftarkan.
  • Dijamin Seumur Hidup
    Hanya BPJS yang berani menanggung proteksi peserta hingga seumur hidup. Sedang asuransi swasta hanya bisa melindungi pesertanya maksimal pada usia 100 tahun, itu pun belum ada orang yang memberikan testimoni atau kabar ada asuransi yang berani menanggung hingga umur 100 tahun.
  • Tidak Ada Pengecualian
    BPJS Kesehatan adalah tidak adanya pengecualian. Dalam pendaftaran asuransi swasta, seseorang yang terkena penyakit kronis akan ditolak. Kalaupun diterima, premi yang dibebankan sangat mahal. Klaim dana bisa jadi sangat sulit ketika Anda dianggap melakukan pembohongan saat mendaftar. Nah, di BPJS Anda bisa mendaftar tanpa ada ditanyakan penyakit yang tengah diderita.
  • Saat ini, dengan maraknya para pendaftar BPJS Kesehatan, menjadi bukti bahwa BPJS menyimpan banyak kelebihan.

Masyarakat perlu memahami kelebihan atau manfaat menjadi peserta BPJS. Meski demikian, masyarakat juga perlu mengetahui beberapa hal terkait pengobatan selaku peserta BPJS.

Berikut beberapa hal yang kadang-kadang masyarakat merasa ‘kurang nyaman’ bila berobat selaku peserta BPJS Kesehatan, misalnya;

  • Metode Berjenjang
    Di BPJS, di luar keadaan darurat, peserta diharuskan memeriksakan penyakitnya ke faskes 1 terlebih dahulu. Faskes 1 ini sendiri berupa puskesmas atau klinik. Setelah dari di faskes 1 dan pasien memang dirasa harus ke rumah sakit, maka pasien atau peserta BPJS baru bisa ke rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS. Di asuransi lain, Anda bisa langsung memeriksakan sakit ke rumah sakit yang sudah bekerja sama.
  • Hanya Indonesia
    Layanan kesehatan BPJS memang hanya bisa melindungi diri di wilayah Indonesia saja. Berbeda dengan asuransi swasta yang bisa memproteksi kesehatan pesertanya di rumah sakit yang bekerja sama hingga di seluruh dunia.
  • Antri
    Untuk mendaftar atau melakukan pengubahan data di kantor BPJS, harus bersiap antri. Selain melakukan perubahan data, ketika peserta berobat ke rumah sakit, peserta juga harus antri.

Selain yang disebutkan itu, kadang-kadang masyarakat mengeluh karena jarang dapat kesempatan fasilitas kelas 1, meski menjadi peserta kelas 1.

Namun dari tahun ke tahun, BPJS Kesehatan terus menerus melakukan perbaikan sistem layanan bagi pesertanya. Dengan mengetahui informasi ini masyarakat bisa lebih bijak untuk menentukan pilihan asuransi yang akan Anda gunakan untuk melindungi atau memproteksi kesehatan diri sendiri dan keluarga.

Rr (Adv)

Sumber: BPJS Kesehatan




Dicky Adrian, Berobat Hipertensi Kronis Seumur Hidup

Dicky Adrian, Human Resources Manager Hotel Aston Inn di Mataram

Tak seorang pun menginginkan menderita penyakit kronis. Tapi tak seorang pun bisa menolak kapan pun penyakit datang.

MATARAM.lombokjournal.com

Dicky Adrian, Human Resources Manager Hotel Aston Inn di Mataram, mengaku sejak tahun 2014 mengidap penyakit hipertensi kronis. Pada awalnya, tekanan darahnya bisa mencapai 180 bahkan sering lebih dari itu. Meski daya tahan tubuhnya masih cukup baik, Dicky mencemaskan kalau sewaktu-waktu tekanan darahnya kebablasan naik.

Atas saran dokter —  itu terjadi tahun 2014 — Dicky akhirnya melakukan pemeriksaan darah lengkap. Setelah pemeriksaan, baru diketahuinya kalau ia mewarisi gen penyakit yang turun dari orang tuanya, hipertensi kronis.

Sejak saat itu, tiap hari Dicky harus mengkonsumsi obat valsatran 80 mg dan amlodipine 5 mg  untuk  menormalkan tekanan darahnya. “Saya harus mengkonsumsi dua macam obat itu pagi sore, seumur hidup,” tutur Dicky pada Lombok Journal, Senin (6/2).

Kalau dihitung jumlah biaya, pengeluaran untuk membeli dua jenis obat itu sekitar Rp500 ribu. Belum lagi pengeluaran kemungkinan pengobatan lainnya. Tentu, jumlah itu tak terlalu membebani kalau hanya dua atau tiga kali dikeluarkan.  Namun kalau harus berlangsung seumur hidup, akan jadi beban berat saat usia tak lagi produktif.

Tapi karena Dicky menjadi peserta BPJS Kesehatan, semua kesulitan biaya berobat teratasi.

“Kalau sudah sakit, kita masih memikirkan biaya berobat, nanti tambah sakit,” tutur Dicky, yang mengaku saat ini tekanan darahnya sudah normal.

Dikatakannya, sebanyak 74 orang karyawan Hotel Aston Inn Mataram, semua telah tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan. Keikutsertaan karyawan menjadi peserta bukan semata-mata karena perintah Undang-undang yang mewajibkan perusahaan mendaftarkan karyawannya menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Tiap karyawan Aston Inn hanya membayar 1 persen dari 5 persen yang harus dibayar peserta BPJS Kesehatan. “Aturannya bagus. Karyawan disubsidi. Kalau gajinya Rp7 juta hanya membayar iuran Rp70 ribu, sisanya dibayarkan perusahaan. Kalau karyawan sakit, semua biaya ditanggung pihak BPJS,” kata Dicky.

BPJS Center

Dicky bercerita pernah mendapat keluhan karyawannya, yang sempat ditolak rumah sakit karena dianggap belum bayar iuran. Karena itu ia komplin ke pihak BPJS Kesehatan karena semua iuran selalu dibayarnya tepat waktu. Ternyata ada kesalahan sistem, dan akhirnya bisa diselesaikan.

Tapi kesalahan serupa sering menimbulkan kesalahpaham. Tidak sedikit terjadi keluhan pasien BPJS yang masih harus mengeluarkan biaya rumah sakit.

Karena itu, menurut Dicky, antara pihak rumah sakit dan pasien sering tidak terjalin komunikasi yang baik, yang menyebabkan pasien masih harus membayar biaya tambahan.

“Kalau di rumah sakit tidak tersedia obat yang dibutuhkan, dia harus mencari entah bagaimana caranya. Kalau rumah sakit tidak bisa mencarikan obat, tidak usah buka rumah sakit,” tegas Dicky.

Sebab kalau pasien ke rumah sakit sesuai dengan indikasi dokter, atau sesuai prosedur, tidak ada alasan harus membayar.  Prosedur yang harus dimulai, dengan rujukan dari pihak fasilitas kesehatan tingkat pertama. Namun diakuinya, tidak semua pasien bisa berkomunikasi dengan baik dengan pihak rumah sakit.

Karena itu, selain perlunya sosialisasi pihak BPJS ke rumah sakit, disarankannya di tiap rumah sakit mestinya ada  BPJS Center.” Itu sangat membantu menerima komplin pasien, dan memberi penjelasan pihak rumah sakit,” saran Dicky.

Dicky yakin, kalau semua sesuai prosedur dilakukan maka tidak ada biaya lagi yang harus dikeluarkan dari kantong pasien. Bahkan seandainya pasien direkomendasi harus ke rumah sakit Harapan Kita di Jakarta, BPJS Kesehatan akan menanggung semua biaya pengobatan.

Er (adv)




BPJS Kesehatan Luncurkan Mobile Skrining, Deteksi Dini Resiko Penyakit

Mendorong masyarakat bisa mengelola resiko penyakit kronis, BPJS Kesehatan Cabang Mataram meluncurkan fitur mobile skrining. “Fitur ini menjadi alat bantu, agar masyarakat mengetahui secara dini kecenderungan penyakit kronis,” kata Kepala BPJS kesehatan Kota Mataram, Rabu (1/2) di Aula BPJS Mataram.

MATARAM.lombokjourn al.com – Kini skrining riwayat kesehatan warga Mataram tidak lagi dilakukan manual dan butuh waktu lama untuk mengetahuinya. Dengan penambahan fitur Skrining Riwayat Kesehatan di aplikasi BPJS  Kesehatan Mobile, para peserta Jaminan Kesehatan Nasioonal-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dapat melakutan skrining riwayat kesehatannya melalui fitur tersebut.

Kepala BPJS Cabang Mataram, Muhammad Ali

“Aplikasi fitur itu bisa diakses di BPJS Kesehatan Mobile,  melalui handphone,” kata Muhammad Ali, dalam peluncuran Fitur Mobile Screening yang dihadiri awak media dan kalangan dunia usaha.

Menurutnya, aplikasi itu untuk memandirikan masyarakat lebih dini mencegah penyakit kronis. Penyakit seperti diabetes mellitus, hipertensi, ginjal kronik, dan jantung koroner dan beberapa penyakit kronis lainnya, gejalanya sering diabaikan masyarakat. Masyarakat baru menyadarinya kalau penyakit tersebut sudah ke fase lanjut.

“Sebenarnya program ini sudah dirintis sejak BPJS Kesehatan mengelola kesehatan PNS melalui JKN-KIS,” kata Ali.

Peserta BPJS Kesehatan dapat mengunduh aplikasi BPJS Kesehatan Mobile di Google Store, kemudian melakukan registrasi mengisi data diri sesuai isian. Setelah terdaftar dan mengetik tombol log in, peserta dapat memilih Skrining Riwayat Kesehatan.

Dalam isian itu ada 47 pertanyaan, terkait kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit keluarga, dan pola makan peserta. Bila semua pertanyaan dijawab dengan sebenarnya, peserta segera memperoleh hasil skrining riwayat kesehatan saat itu juga.

Muhammad Ali menjelaskan, bila peserta memiliki resiko rendah, disarankan untuk menjaga pola hidup sehat dan disarankan berolahraga rutin. Sebaliknya, bila  terdeteksi beresiko sedang atau tinggi diabetes mellitus, akan memperoleh nomor legalisasi atau nomor skrining sekunder.

“Peserta disarankan mngunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), tempatnya terdaftar untuk memperoleh tindak lanjut pengecekan gula darah puasa dan gula darah post prandial,” jelasnya.

Bilka peserta terdeksi memiliki potensi sedang atau tinggi ketiga penyakit lainnya (hipertensi, ginjal kronik, dan jantung koroner) disarakan berkonsultasi ke FKTP tempatnya terdaftar untuk melakukan tindak lanjut skrininng kesehatannya.

Efek Jangka Panjang

Dari skrining riwayat kesehatan yang dilakukan BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2016, hasilnya cukup menghawatirkan. Kategori penyakit diabetes mellitus terdapat 702.944 beresiko rendah, sebanyak 36.255 beresiko sedang dan 651 beresiko tinggi. Untuk kategori hipertensi, 632.750 peserta beresiko rendah, 104.967 peserta beresiko sedang, dan sebanyak 2.093 beresiko tinggi.

Kategori ginjal kronik, sebanyak 715.682 peserta didiagnosa beresiko rendah, 23.307beresiko sedang, selanjutnya sebanyak 831 peserta beresiko tinggi.  Sementara kategori jantung koroner, 680.172 beresiko rendah, 57.682 beresiko sedang, sebanyak 1.956 beresiko tinggi.

Menurut Ali, dengan peluncuran fitur skrininng riwayat kesehatan yang praktis digunakan, diharapkan peserta JKN-KIS dapat lebih peduli melakukan skrining riwayat kesehatannya.”Semakin cepat peserta megetahui resiko kesehatannya, semakin cepat pula pengelolaan resiko dilakukan,” jelasnya.

Dengan demikian makin menurun angka penderita penyakit kronis. “Efek jangka panjangnya, menurunnya pembiayaan keempat kronis penyakit tersebut, program JKN-KIS terus berjalan memberikan manfaat pada peserta yang membutuhkan lainnya,” kata Ali.

Program peluncuran mobile skrining itu, fitur aplikasi yang sederhana dan cepat, merupakan bagian dari kebijakan promotif preventif dari BPJS Kesehatan bagi peserta JKN-KIS. Ini mengacu Perpres 19/2016 yang merupakan perubahan dari Perpres 12/2013.

BPJS membantu peserta untuk mengurangi resiko menderita penyakit kronis. Pencegahan merupakan tujuan program promotif preventif.

“Tentu kita tidak berharap saat sakit baru sibuk mengobati. Cara palimmg baik adalah pencegahan.” Kata Muhammad Ali.

Ka-eS