Harganas 2022, BKKBN NTB Diingatkan Jaga Sinergitas dan Kolaborasi 

Saat Peringatan Harganas 2022, Wagub NTB ingatkan BKKBN menjaga sinergitas dan kolaborasi bersama para stakeholders untuk menangani Stunting

MATARAM.lombokjournal.com ~ Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan NTB diingatkan, agar menjaga sinergitas dan kolaborasi bersama para stakeholders untuk menangani Stunting.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengingatkan itu saat menghadiri acara Puncak Peringatan  Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 Tingkat Provinsi NTB, di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Rabu (29/06/22). 

BACA JUGA: Wagub NTB Yakin, MTQ di Lombok Timur akan Sukses

Wagub menyampaikan penghargaan saat peringatan Harganas 2022

“Di peringatan Hari Keluarga Nasional ini, kita harus bersama-sama bersinergi untuk menyelesaikan masalah stunting. InsyaAllah kalau kita duduk bersama apalagi Satgas stuntingnya berfungsi dan berdaya, maka angka stunting akan bisa kita monitor tiap bulan,” kata Wagub dalam sambutannya.

Sementara itu, Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Drs. Samaan M.Si, menyatakan bahwa dalam rangka menyambut hari puncak peringatan Harganas 2022, BKKBN telah melakukan berbagai pelayanan untuk masyarakat.

“Harganas ini dirangkaikan dengan berbagai macam kegiatan, seperti Sosialisasi tentang pentingnya 1001 Hari Pertama Kehidupan, Pelayanan KB di seluruh Kabupaten/Kota se-NTB dan pelayanan lainnya. Mudah-mudahan dengan pelayanan ini akan berdampak pada penurunan angka stunting di NTB,” jelas Drs. Samaan M.Si.

Sebagai informasi, Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 tahun 2022 mengangkat tema utama yaitu “Ayo Cegah Stunting, Agar Keluarga Bebas Stunting”.

BACA JUGA: NTB Segera Bentuk Komite Ekonomi dan Keuangan Syariah

Turut hadir dalam acara tersebut, yaitu Asisten I Setda Provinsi NTB, Kepala Bappeda Provinsi NTB, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Kepala Dinas DPMPD Provinsi NTB, Kepala Dinas DP3AP2KB Provinsi NTB, Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB, dan para stakeholders lainnya.***

 

 




Menjomblo Saja Daripada Menikah pada Usia Dini

Kata Wagub NTB, menikah usia dini resikonya banyak, lebih baik menjomblo

LOTIM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan, para remaja agar berusaha tidak menikah diri

Ia mengatakan itu pada kegiatan sosialisasi dan pendampingan agen perubahan Pencegahan Perkawinan Usia Anak dan Kekerasan Seksual pada Siswa/Siswi Tingkat SMA/SMK se Lombok Timur, Senin (13/06/22) di Ruang Auditorium Siti Rauhun Universitas Hamzanwadi.

Menurutnya, masa remaja adalah masa paling indah, penuh gairah dan semangat. 

Pesan Wagub NTB, lebih baik menjomblo daripada menikah usia dini

“Maka berusahalan untuk tidak menikah dini,” kata Wagub Sitti Rohmi.

BACA JUGA: Unram Rencanakan Kebun Kopi di KLU Jadi Obyek Wisata

Dianjurkan agar para remaja lebih baik mempersiapkan masa depan dengan sebaik baiknya. 

Ia justru berharap, para remaja lebih baik menjomblo daripada menikah dini, khususnya kepada kaum perempuan.

“Siapkanlah masa depan yang lebih baik sejak usia remaja. Lebih baik menjomblo daripada menikah pada usia dini,” kata Ummi Rohmi. 

Jangan dianggap sepele pernikahan dini, sebab bisa menyesal di kemudian hari, tambahnya.

Cucu TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, pahlawan nasional asal NTB itu menegaskan, menikah usia dini resikonya banyak. 

Selain belum matang dalam mental dan psikologi, resiko kesehatan pun menanti.

Khususnya untuk kaum perempuan, sangat beresiko terjadinya kematian ibu dan bayi. 

“Jangan kita anggap sepele pernikahan dini, sehingga kita menyesal dikemudian hari.” ujar Wagub.

Wagub juga menyampaikan peran sekolah untuk membina akhlak mulia  peserta didik. Karena menjadi pondasi dalam mewujudkan generasi emas.

BACA JUGA: Event MXGP, Investor Mulai Menjajagi Investasi di Samota

“Lebih-lebih di SMA, SMK hingga MA,  harus menjadi tempat membangun akhlak, kalau akhlak baik, InsyaAlloh, generasi emas mendatang menjadi semakin baik,” kata Wagub. 

Ia mengaku merasa bangga, bisa menghadiri acara Sosialisasi dan Pendampingan Agen Perubahan Pencegahan Pernikahan Dini dan Kekerasan Seksual Pada Remaja.***

 




Sosialisasi BPJS Untuk Pekerja Kontrak di Lombok Utara

Penjabat Sekda KLU gelar sosialisasi kepersertaan BPJS untuk pegawai tenaga kontrak (PTT) atau Pegawai Pemerintah non Pegawai Negeri  (PPNPN)

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Pj. Setda KLU Anding  Duwi Cahyadi, S.STP, MM membuka sosialisasi kepersertaan BPJS dan mekanisme pendaftaran bagi Pekerja Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri ( PPNPN)  atau Pegawai Tenaga Kontrak (PTT) Kabupaten Lombok Utara, di Aula Kantor bupati, Senin (13/06/22).

Sosialisasi tersebut mendorong terwujudnya jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat di Kabupaten  Lombok  Utara.

sosialisasi jaminan kesehatan untuk pegawai tenaga kontrak

Pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang  Mataram semakin gencar meningkatkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). 

BACA JUGA: Unram Rencanakan Kebun Kopi di KLU Jadi Obyek Wisata

Dalam sosialisasi itu tampak hadir pula Kepala Cabang BPJS Mataram Sarman  Palipadang, S.Farm,  M.Kes, Kepala BKAD  Sahabuddin, S.Sos,M.Si,serta perwakilan PD lingkup Pemda KLU.

Dalam sambutannya Pj. Setda KLU Anding  dalam  menyampaikan,  ASN merupakan bagian pekerjaan serta tanggung jawab dari tugas yang diberikan pada kita sebagai abdi negara.

“Budaya disiplin dalam  waktu  dan disiplin kerja harus terus ditingkatkan,” pungkasnya.

Dimana pada Tanggal 28 November 2023 tidak lagi namanya pegawai kontrak di seluruh Indonesia baik di  pusat maupun di daerah.

Jika mekanismenya  menggunakan outsourcing maka pemerintah daerah tidak mampu untuk memberikan gaji dikarenakan keuangan daerah.

Di hadapan para peserta Sosialisasi Pj. Sekda yang juga Asiten III ini menghimbau pada seluruh PNS  untuk mulai belajar dan beradaptasi menggunakan aplikasi-aplikasi yang berkaitan dengan pekerjaan. 

Karena selama ini banyak pekerjaan PNS  dilaksanakan oleh pegawai PTT atau Tenaga kontrak.

Sementara itu, Kepala BPJS Cabang Mataram, Sarman Palipadang mengungkapkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) diterbitkan oleh BPJS Kesehatan untuk seluruh peserta program Jaminan  Kesehatan Nasional ( JKN ).

BACA JUGA: Roadshow ke Loteng, PKK NTB Menilai Lomba UP2K

“Pemda KLU sangat memperhatikan kesehatan bagi warganya, khususnya kesehatan pekerja Pegawai Pemerintah non Pegawai Negeri  (PPNPN),” ungkapnya 

Sesuai Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 disebutkan, pemberi kerja wajib memberikan jaminan kesehatan bagi pekerjanya, baik itu pekerja tetap maupun pekerja kontrak. 

“PPNPN di setiap instansi pemerintah wajib didaftarkan kedalam program JKN-KIS,” tutup Sarman  Palipadang.***

 




Waspada Gangguan Anjing Liar Jelang Event MXGP 

Meski zero kasus gigitan anjing liar, Disnakeswan NTB waspada menangani gangguan anjing liar

MATARAM.lombokjournal.com ~ Penanganan Anjing Liar merupakan bagian dari persiapan Penyelenggaraan event Internasional MXGP di sirkuit Rocket Internasional Samota Sumbawa.

Pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB terus melakukan pemantauan agar penyelenggaraan event internasional tidak terganggu.

Walaupun hingga kini kasus gigitan anjing di Sumbawa masih nol, namun Disnakeswan) NTB terus melakukan eliminasi, pengurangan jumlah peternak Anjing, serta melakukan penangkapan dengan metode obat bius.

waspada anjing liar jelang MXGP
ilustrasi ~ Anjing liar

“Selain itu juga melakukan vaksinasi massal pada anjing agar penyelenggaraan MXGP aman dan lancar dari gangguan anjing liar,” jelas Kepala Disnakeswan NTB, drh. Khairul Akbar, M.Si, Jumat (09/06/22) 

BACA JUGA: Event MXGP Sebagai Pengungkit Pergerakan Ekonomi

Khairul Akbar juga melakukan KIE atau kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi. 

Melakukan pembelajaran kepada masyarakat dan melatih para petugas kesehatan hewan dan kesehatan manusia, dalam Tatalaksana Kasus Gigitan Terpadu (Takgit), berlangsung selama 3 hari di Sumbawa. 

Disnakrswan bekerjasama dengan Kominfo dalam penyebaran edukasi kepada masyarakat dan beberapa instansi lainnya.

Selain itu juga dibentuk Kader Siaga Rabies (Kasira), lokasinya di Samota yang melibatkan masyarakat. Mulai Kepala Desa, Babinsa, dan tokoh pemuda, berpartisipasi aktif membantu pemerintah daerah mengendalikan kasus rabies. 

Disnakeswan NTB terus berkoordinasi dengan Disnakeswan kabupaten Sumbawa untuk melakukan pemantauan langsung di lapangan.  

BACA JUGA: Sambut MXGP 0f Indonrsia 2022, Fasilitas Akomodasi Siap

“Mulai hari ini akan berkantor di Samota, dan semua petugas dikerahkan baik medis veteriner (dokter hewan maupun paramedis veteriner) untuk siaga dan melakukan upaya pencegahan,” jelasnya. ***

 




Penanganan Stunting di NTB dengan  Kolaborasi dan Sinergi 

Kunci penanganan stunting yakni perkuat koordinasi dan komunikasi antar pihak

MATARAM.lombokjournal.com ~  Semua pihak diajak berkolaborasi dan bersinergi menangani stunting di beberapa Kabupaten/Kota di NTB.

Wakil Gubernur NTB, Hj Sitt Rohmi Jalillah menyampaikan itu ketika menerima kunjungan  Inspektur Wilayah I BKKBN,  terkait percepatan penanganan stunting di Provinsi NTB, Jum’at (10/06/22) di Aula Pendopo Wagub.

Kunci penanganan stunting

“Karena kuncinya harus bersama, berkolaborasi dan bersinergi semua pihak,” kata Ummi Rohmi sapaan wagub.

Percepatan menangani stunting tak mungkin dilakukan sendiri atau hanya lembaga atau OPD terkait, namun dibutuhkan kerjasama dan kolaborasi dari Pemerintah Pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga tingkat desa.

BACA JUGA: Data Tenaga Honorer Pemprov NTB Diverifikasi

Antar satu lembaga atau pemerintah harus terbangun komunikasi dan koordinasi yang intens untuk menyamakan persepsi. Sehingga data atau informasi termasuk serapan anggaran untuk stunting tepat sasaran di lapangan.

“Hilangkan ego sektoral, saling menunggu sehingga saling menyalahkan. Perkuat koordinasi dan komunikasi antar pihak,” pesan wagub.

Program BKKBN ini dapat disinergikan dengan Pemprov, Kabupaten/Kota, kerjasama untuk penanganan stunting melalui Posyandu Keluarga, yang sudah mencapai 7.000 lebih tersebar di pelosok desa se-NTB.

Karena penanganan stunting ini butuh data yang akurat. Kader Posyandu Keluarga bersama tim pendataan BKKB dapat bersama mensinkronkan data.

“Sehingga kita dapat bekerja dengan data yang valid dan tepat sasaran, baik untuk anak yang sudah menderita stunting atau berpotensi, agar cepat tertangani,” tambah Ummi Rohmi.

Wagub menyinggung persoalan pernikahan anak yang masih terjadi di tengah masyarakat.  Untuk itu, Posyandu Keluarg dapat menjadi media edukasi agar tidak terjadi pernikahan di bawah umur.

“Ini terjadi, akibat masyarakat masih minim pemahaman akibat dari pernikahan dini dan belum siapnya pasangan yang masih sekolah,” sebut cucu pahlawan nasional asal NTB ini.

BACA JUGA: Puteri Indonesia NTB 2022 Raih Posisi Top 11

Maka harus diperbanyak sosialisasi dan edukasi, termasuk terus mengkampayekan Perda untuk mencegah  perkawinan anak di NTB.

Sementara itu, Inspektur Wilayah I BKKBN Maria Vianney Cinggih Widanarti menambahkan, sinergi dan kolaborasi ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat penanganan stunting di NTB.

“Kami sangat setuju dengan apa yang sampaikan Ibu Wagub” katanya didampingi  PLT. Kepala BKKBN Prov. NTB Drs. Samaan, M. Si.

Sehingga, kerjasama dan sinergi semua pihak, dapat mensukseskan target dan tujuan untuk menekan angka stunting di NTB.

Turut mendampingi Wagub NTB, Kepala Bappeda, Kadis Kesehatan  dan sejumlah pejabat BKKBN Provinsi NTB. ***

 




Posyandu Desa Pulau Maringkik, Nol Stunting 

Wagub NTB mengingatkan warga agar rajin memeriksa kesehatan di Posyandu

LOTIM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barar, Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengapresiasi Posyandu Desa Pulau Maringkik karena belum ada temuan kasus stunting yang dilaporkan. 

“Kalau jadwal Posyandu rutin dilakukan dan warga rajin memeriksa kesehatannya, kita bersyukur anak anak Desa Maringkik belum ada yang kekurangan gizi, ” ujar Wagub di Pulau Maringkik, Kecamatan Keruak, Lombok Timur, Kamis (09/06/22). 

Namun wagub mengingatkan, agar tetap menjaga pola hidup sehat, gizi seimbang, sanitasi yang baik dan menjaga lingkungan.

BACA JUGA: Majlis Ta’lim yang Juga Budidaya Tanaman Herbal

Meninjau Posyandu di Pulau Maringkik

Pulau Maringkik dengan alamnya yang indah telah menjadi tujuan wisata.

Pentingnya Posyandu Keluarga dan kegiataan rutin dilaksanakan di desa, menjadi  penekanan Wagub.

Menurutnya, Posyandu Keluarga dapat menyelesaikan persoalan warga masyarakat lebih dini seperti pernikahan muda dan lainnya. 

Sebelumnya Kades Pulau Maringkuk, Musapatin melaporkan, Pulau Maringkik dengan luas 11 hektar dihuni 600 kepala keluarga dan 2015 jiwa dengan tiga Posyandu aktif. 

Ia bersama warga nya siap mendukung program Posyandu Keluarga dengan para kadernya. 

Wagub juga mengunjungi Wisata Budaya Tenun khas Pulau Maringkik. Ada banyak corak yang dibuat oleh masyarakat. Salah satunya corak Lohong khas Maringkik.

“Kainnya adem, lembut, sangat nyaman dipakai. Produk lokal kita semuanya bagus-bagus, tidak kalah dengan produk luar. Mari kita dukung semua produk lokal dengan membeli dan membantu mempromosikannya,” tambah Wagub. 

Kunjungannnya ke Pulau Maringkik , Wagub juga  melantik Pimpinan Anak Cabang Muslimat NWDI Desa Pulau Maringkik.

Sebelumnya, di Pondok Pesantren Miftahul Khair, Desa Gunung Malang, Dusun Bunut Tunjang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Lotim, Wagub berpesan agar para santri sungguh sungguh menuntut ilmu. 

BACA JUGA: Gubernur NTB: Pengiriman TKI Jangan Salahi Aturan

“Belajar dengan sungguh sungguh bisa membuka kesempatan lebih besar untuk pendidikan tinggi,” ujar Wagub saat menghadiri wisuda pertama Hafidz Quran dan PAUD. 

Dikatakan, modal dan bekal melanjutkan ke pendidikan tinggi adalah dengan belajar sungguh sungguh. Karena kemudahan beasiswa dan program melanjutkan ke pendidikan tinggi semakin banyak dan praktis. 

Wagub berpesan agar para santri mulai mempersiapkan diri mencoba mencari penghasilan sendiri dengan kreatifitas. ***

 




Kanker Prostat, Ini yang Penting Anda Ketahui

Kanker Prostat, gejala yang umum diderita mereka yang menginjak usia 50 tahun ke atas, dianjurkan segera melakukan langkah-langkah untuk mengatasinya, misanya mengunjungi dokter

lombokjourmal ~  Apakah Anda seorang pria yang mulai memasuki usia 50 tahu? Apakah Anda pernah mengalami kesulitan memulai dan menghentikan buang air kecil?

Bagi yang mengalami gejala seperti itu, sebaiknya Anda mulai menghubungi dokter untuk mengetahui apakah itu gejala kanker prostat. 

Paling awal yang perlu Anda ketahui, penyakit kanker prostat tumbuh dan berkembang di prostat pria. Wujudnya merupakan kelenjar, kira-kira besarnya seukuran kenari yang posisinya tepat di bawah kandung kemih yang menghasilkan sebagian cairan dalam air mani. 

Ini adalah kanker paling umum pada pria setelah kanker kulit. Kanker prostat seringkali tumbuh sangat lambat dan mungkin tidak menyebabkan kerusakan yang berarti. Tetapi beberapa jenis lebih agresif dan dapat menyebar dengan cepat tanpa pengobatan.

BACA JUGA: Tidur Terlalu Banyak Ada Risikonya

Kanker Prostat untuk pria 50 tahun ke atas

Gejala yang dialami penderita Kanker Prostat

Ada gejala umum yang dirasakan penderitanya, meski pada tahap awal gejala itu tak terlalu menyakitkan. Kemudian, gejalanya bisa meliputi:

  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari
  • Kesulitan memulai atau menghentikan buang air kecil
  • Aliran urin yang lemah atau terputus
  • Sensasi nyeri atau terbakar saat buang air kecil atau ejakulasi
  • Darah yang terkandung dalam urin atau air mani

Kanker stadium lanjut dapat menyebabkan nyeri yang dalam di punggung bawah, pinggul, atau paha atas.

Pembesaran Prostat atau Kanker Prostat?

Seiring bertambahnya umur, prostat bisa tumbuh makin membesar, terkadang menekan kandung kemih atau uretra dan menyebabkan gejala yang mirip dengan kanker prostat. Ini disebut hiperplasia prostat jinak (BPH). 

Jenis ini bukan yang termasuk kanker dan dapat diobati jika gejalanya mengganggu. Masalah ketiga yang dapat menyebabkan gejala kencing adalah prostatitis. Peradangan atau infeksi ini juga dapat menyebabkan demam dan dalam banyak kasus diobati dengan obat-obatan.

Faktor Risiko yang Tidak Bisa Anda Kendalikan

Bertambah tua adalah faktor risiko terbesar untuk kanker prostat, terutama di atas usia 50 tahun. Setelah usia 70 tahun, penelitian menunjukkan bahwa antara 31 persen hingga 83 persen pria memiliki beberapa bentuk kanker prostat, meskipun mungkin tidak ada gejala luar. 

Riwayat keluarga (soal genetika) meningkatkan risiko pria: memiliki ayah atau saudara laki-laki dengan kanker prostat, lebih dari dua kali lipat risikonya. 

Survei sudah membuktikan bahwa pria Afrika-Amerika dan pria Karibia keturunan Afrika berisiko tinggi dan memiliki tingkat kanker prostat tertinggi di dunia.

BACA JUGA: Merubah Gaya Hidup yang Lebih Positif dan Langgeng

Faktor Risiko yang bisa Anda Kendalikan

Diet tampaknya berperan dalam perkembangan kanker prostat. Gejala umumnya, di negara-negara di mana daging dan produk susu tinggi lemak kerap dikonsumsi. Memang alasan untuk tautan ini tidak jelas. Lemak makanan, terutama lemak hewani dari daging merah, dapat memacu peningkatan kadar hormon pria. 

Dan ini dapat memicu pertumbuhan sel kanker prostat. Diet terlalu rendah buah-buahan dan sayuran juga dapat berperan.

Mitos Tentang Kanker Prostat

Terkait dengan penyakit kanker prostat juga berkembang mitos yang belum dilakukan penelitian. Misalnya, disebutkan beberapa hal yang tidak akan menyebabkan kanker prostat: seperti terlalu banyak berhubungan seks, vasektomi, dan masturbasi. Karena belum dibuktikan secara ilmiah, ini bisa dikatakan sebagai mitos.

Demikian juga pernyataan, jika Anda mengalami pembesaran prostat (BPH) bukan berarti Anda berisiko lebih besar terkena kanker prostat. 

Para peneliti masih mempelajari apakah penggunaan alkohol,  atau prostatitis berperan dalam perkembangan kanker prostat.

Bisakah Kanker Prostat Diketahui Lebih Awal?

Tes skrining tersedia untuk menemukan kanker prostat lebih awal, tetapi pedoman pemerintah tidak menyerukan pengujian rutin pada pria pada usia berapa pun. 

Tes mungkin menemukan kanker yang tumbuh sangat lambat sehingga perawatan medis tidak memberikan manfaat. Namun perawatan itu sendiri dapat memiliki efek samping yang serius. 

American Cancer Society menyarankan pria untuk berbicara dengan dokter tentang tes skrining, mulai dari:

  • Usia 50 untuk pria berisiko rata-rata yang berharap hidup setidaknya 10 tahun lagi
  • Usia 45 untuk pria berisiko tinggi seperti telah disebutkan di atas; mereka yang memiliki ayah, saudara laki-laki, atau anak laki-laki yang didiagnosa sebelum usia 65 tahun
  • Usia 40 untuk pria dengan lebih dari satu kerabat tingkat pertama yang didiagnosa pada usia dini

Pengujian mungkin relevan bagi beberapa pria berusia 55 – 69 tahun. Mereka menyarankan agar pria segera menghubungi dokter untuk mendiskusikan potensi risiko dan manfaat dari pengujian.

Menyebar di luar Kanker Prostat

Beberapa pria mungkin memerlukan tes tambahan untuk melihat apakah kanker telah menyebar di luar prostat. Ini dapat mencakup ultrasound, CT scan, atau MRI scan (lihat di sini). Pemindaian tulang radionuklida melacak suntikan bahan radioaktif tingkat rendah untuk membantu mendeteksi kanker yang telah menyebar ke tulang.

Dalam pemindaian MRI yang ditunjukkan di sini, tumornya adalah massa berbentuk ginjal berwarna hijau di tengah, di sebelah kelenjar prostat (berwarna merah muda).

Stadium Kanker Prostat

Pemindaian digunakan untuk menggambarkan seberapa jauh kanker prostat telah menyebar (bermetastasis) dan untuk membantu menentukan pengobatan terbaik.

Stadium I : Kanker kecil dan masih berada di dalam prostat.

Stadium II : Kanker lebih lanjut, tetapi masih terbatas pada prostat.

Stadium III : Kanker adalah stadium tinggi atau telah menyebar ke luar bagian luar prostat atau ke jaringan terdekat seperti vesikula seminalis, kandung kemih, atau rektum.

Stadium IV : Kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening atau organ jauh seperti tulang atau paru-paru.

BACA JUGA: Menkes Mengapresiasi Transformasi Kesehatan di NTB

Kelangsungan Hidup Kanker Prostat

kanker prostat tumbuh lambat

Kabar baik tentang kanker prostat adalah biasanya tumbuh lambat, dan 9 dari 10 kasus ditemukan pada tahap awal. Secara keseluruhan, tingkat kelangsungan hidup relatif 5 tahun adalah 100 persen untuk pria dengan penyakit yang terbatas pada prostat atau jaringan di sekitarnya. Banyak pria hidup lebih lama. 

Ketika penyakit telah menyebar ke daerah yang jauh, angka itu turun menjadi 31 persen. Tetapi angka-angka ini didasarkan pada pria yang didiagnosis setidaknya 5 tahun yang lalu. Prospeknya mungkin lebih baik untuk pria yang didiagnosa dan dirawat hari ini.

Perawatan: Menunggu dengan Waspada

Dokter akan menganjurkan pemeriksaan secara berkala. Perawatan lain – dengan risiko masalah seksual atau kencing – mungkin tidak diperlukan. 

Beberapa pria yang lebih tua atau memiliki kondisi kesehatan yang serius mungkin tidak memerlukan perawatan. 

Namun, pengobatan yang lebih intensif biasanya direkomendasikan untuk pria yang lebih muda atau mereka yang memiliki penyakit yang lebih agresif.

Perawatan: Terapi Radiasi

Radiasi sinar eksternal untuk membunuh sel kanker dapat dilakukan sebagai pengobatan pertama atau setelah operasi kanker prostat. 

Ini juga dapat membantu meredakan nyeri tulang akibat penyebaran kanker. Dalam brachytherapy, pelet radioaktif kecil seukuran sebutir beras dimasukkan ke dalam prostat. Kedua metode tersebut dapat mengganggu fungsi ereksi. 

Kelelahan, masalah kencing, dan diare adalah efek samping lain yang mungkin terjadi.

Ada beberapa rumah sakit yang menyediakan terapi proton (terapi radiasi) untuk kanker prostat.

Perawatan: Pembedahan

Pengangkatan prostat, atau prostatektomi radikal, digunakan untuk menghilangkan kanker ketika kanker terbatas pada prostat. T

eknik baru menggunakan sayatan yang lebih kecil dan berusaha untuk menghindari kerusakan saraf di dekatnya. Jika kelenjar getah bening juga bersifat kanker, prostatektomi mungkin bukan pilihan terbaik. Pembedahan dapat mengganggu fungsi kemih dan seksual, tetapi keduanya dapat membaik seiring waktu.

Pengobatan: Terapi Hormon

Terapi hormon dapat mengecilkan atau memperlambat pertumbuhan kanker, tetapi kecuali jika digunakan dengan terapi lain, terapi ini tidak akan menghilangkan kanker. Obat atau hormon memblokir atau menghentikan produksi testosteron dan hormon pria lainnya, yang disebut androgen. Efek samping dapat mencakup hot flashes, pertumbuhan jaringan payudara, penambahan berat badan, dan impotensi.

Perawatan: Kemoterapi

Kemoterapi membunuh sel kanker di seluruh tubuh, termasuk di luar prostat, sehingga digunakan untuk mengobati kanker yang lebih lanjut dan kanker yang tidak merespon terapi hormon. 

Pengobatan biasanya intravena dan diberikan dalam siklus yang berlangsung 3-6 bulan. Karena kemoterapi membunuh sel-sel lain yang tumbuh cepat di dalam tubuh, Anda mungkin mengalami kerontokan rambut dan sariawan. 

Efek samping lainnya termasuk mual, muntah, dan kelelahan.

Perawatan: Krioterapi

Cryotherapy membekukan dan membunuh sel-sel kanker di dalam prostat (seperti sel-sel yang sangat diperbesar yang ditunjukkan di sini.) Ini tidak banyak digunakan karena sedikit yang diketahui tentang efektivitas jangka panjangnya. Ini kurang invasif daripada operasi, dengan waktu pemulihan yang lebih singkat. 

Karena pembekuan merusak saraf, banyak pria menjadi impoten setelah cryosurgery. Mungkin ada rasa sakit sementara dan sensasi terbakar di kandung kemih dan usus.

Pengobatan: Vaksin Kanker Prostat

Vaksin ini dirancang untuk mengobati, bukan mencegah, kanker prostat dengan memacu sistem kekebalan tubuh Anda untuk menyerang sel kanker prostat. Sel-sel kekebalan dikeluarkan dari darah Anda, diaktifkan untuk melawan kanker, dan dimasukkan kembali ke dalam darah. Tiga siklus terjadi dalam satu bulan. Ini digunakan untuk adva

Harapan untuk Kanker Lanjutan

Dokter Anda akan terus memantau kadar PSA Anda dan mungkin melakukan tes lain setelah perawatan untuk kanker prostat. Jika kambuh atau menyebar ke bagian lain dari tubuh, pengobatan tambahan mungkin direkomendasikan. 

Pilihan gaya hidup mungkin juga penting. Satu studi menemukan bahwa penderita kanker prostat yang berolahraga secara teratur memiliki risiko kematian yang lebih rendah, misalnya.

Mengatasi Disfungsi Ereksi

kanker prostat bisa ke arah disfungsi ereksi

Disfungsi ereksi (DE) adalah efek samping umum dari perawatan kanker prostat. Umumnya, fungsi ereksi membaik dalam waktu dua tahun setelah operasi. Peningkatan mungkin lebih baik untuk pria yang lebih muda daripada mereka yang berusia di atas 70 tahun. 

Anda juga dapat memperoleh manfaat dari obat DE. Perawatan lain, seperti terapi injeksi dan perangkat vakum, dapat membantu.

BACA JUGA: Tidur Terlalu Banyak, Bisa Jadi Ini Tanda Depresi

Makanan untuk Kesehatan

Diet sadar kanker mungkin merupakan pilihan terbaik bagi para penyintas yang ingin meningkatkan kesehatan mereka .dan berharap untuk menurunkan risiko mereka. 

Dan yang dimaksud dit sadar kanker itu, berarti:

  • Lima atau lebih buah dan sayuran sehari
  • Biji-bijian utuh bukan tepung putih atau nasi putih
  • Batasi daging berlemak tinggi
  • Batasi atau hilangkan daging olahan (hot dog, cold cut, bacon)
  • Batasi alkohol hingga 1-2 minuman per hari (jika Anda minum)

 Studi menemukan hasil yang beragam pada likopen, antioksidan yang ditemukan dalam tomat.

Suplemen: Pembeli harus Waspada

Waspadai suplemen yang dipasarkan untuk mencegah kanker prostat. Beberapa zat herbal dapat mengganggu kadar PSA. Hasil studi telah dicampur tentang dampak mengonsumsi selenium dan vitamin E terhadap risiko kanker prostat. 

Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda mengonsumsi vitamin atau suplemen. ***

 




Wagub NTB Himbau Lansia Rajin Ke Posyandu

Peringati Hari Lansia, Wagub NTB berharap lansia berkontribusi terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

MATARAM.lombokjournal.com ~ Puncak Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-26 berlangsung di Panti Asuhan Lanjut Usia Mandalika Dinas Sosial Provinsi NTB, Selasa (07/06/22). 

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang hadir dalam acara tersebut, menghimbau para lanjut usia rajin datang ke Posyandu Keluarga yang ada di tiap dusun.

Wagub berharap lansia rajin ke Posyandu Keluarga

“Ini demi menjaga kesehatan para lansia yang memberikan kontribusi besar terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di NTB,” kata wagub.

Jika lansia sehat di masa tua, otomatis angka harapan hidup meningkat. Dan jika lansia sakit sakitan menjadi tidak produktif, angka harapan hidup bisa menurun. 

BACA JUGA: Menkes Mengapresiasi Transformasi Kesehatan di NTB

“Orangtua kita di atas 60 tahun harus rajin datang ke posyandu,” pesan Wagub.

Ia berharap lansia dapat menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat, agar terhindar dari penyakit terutama darah tinggi dan diabetes. 

Menurutnya, lansia harus selalu bahagia dan merasa nyaman seperti terlihat di Panti Asuhan Lansia Mandalika.

“Mudah-mudahan lansia kita sehat, sejahtera, mandiri dan bermartabat,” harap wagub.

Peringatan hari lansia sendiri diisi dengan berbagai kegiatan seperti senam bersama, pemeriksaan kesehatan,  diteksi dini dimensia, bakti sosial, gotong royong, DAN membersihkan taman.

BACA JUGA: Pemkab Lombok Utara Serahkan SK 97 Guru PPPK

Selain itu, dilakukan pendaftaran peserta BPJS, perekaman E-KTP posyandu lansia, hingga menyanyi bersama. ***

 




Roadshow PKK NTB di Lombok Utara, Bahas Stunting

Bupati Lombok Utara berharap, roadshow memberi pemahaman penyebab stunting pada penggiat PKK di KLU

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Kabupaten Lombok Utara menjadi daerah pertama kegiatan Roadshow dan Kajian Bareng (Kabar) Bunda Niken di Pulau Lombok.

Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, Wakil Bupati Danny Karter Febrianto, menyambut Roadshow Ketua TP-PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah bersama Wakil Ketua I Hj. Lale Prayatni, yang diikuti para Kepala PD NTB,  Senin (6/6/2022). 

Ketua TP PKK Lombok Utara, Hj. Galuh Nurdiyah Djohan Sjamsu dan Ketua GOW Yunita Aprilina Danny Karter FR, para Kepala PD KLU serta sejumlah organisasi wanita yang ada di KLU juga ikut menyambut.

Roadshow dengan membahas stunting
Hj. Niken Saptarini dan Hj. Galuh Nurdiyah

Roadshow kali ini dirangkaikan dengan Kajian Bareng (Kabar) Bunda Niken, yang mengusung tema ‘Stunting Akibat Pernikahan Dini’. 

Narasumber Kabar Bunda Niken dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Utara. 

BACA JUGA: Wisata ke Lombok? Wajib Kunjungi Lombok Utara

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh anak-anak, akibat kekurangan gizi pada rentang waktu seribu hari pertama kehidupan anak. 

Kondisi itu memberi efek jangka panjang dari usia anak-anak, dewasa hingga lanjut usia. Studi World Health Organization (WHO) mengungkapkan, stunting diakibatkan oleh pernikahan dini.

Penderita stunting tertinggi

Ketua TP PKK KLU Hj. Galuh Nurdiyah menyampaikan selamat datang rombongan TP-PKK Provinsi NTB di KLU. KLU menjadi daerah dengan angka penderita stunting tertinggi di Provinsi NTB. 

Hal itu perlu diatensi dan dipahami bersama, para pihak mesti berperan serta dalam mengurangi angka stunting di Lombok Utara. 

“Pengurus PKK Desa se-KLU agar mengikuti kegiatan ini dari awal hingga akhir, sehingga output yang didapatkan bermanfaat bagi kita semuanya,” kata Ketua TP PKK KLU H. Galuh. 

Hampir senada, Bupati Djohan mengharapkan output kegiatan roadshow ini dapat memberikan pemahaman kepada ibu-ibu dan warga Lombok Utara tentang bahaya pernikahan dini, yang menjadi salah satu penyebabkan stunting. 

Ia mengajak para pihak secara bersama-sama mensosialisasikan dampak dari pernikahan dini kepada masyarakat. 

“Apapun yang menjadi hajat kita bersama dapat terlaksana dengan baik. Dengan kegiatan roadshow ini dapat terjalin relasi dengan semua pihak dalam rangka mengurangi angka stunting dan kemiskinan di KLU,” ujar bupati. 

BACA JUGA: Kirab Drumband Meriahkan Desa Segara Katon di KLU

Menurutnya, kehiadiran Ketua TP PKK Provinsi di KLU akan memberikan tambahan wawasan bagi Ketua TP PKK Desa se-KLU, dan seluruh peserta kegiatan Kabar Bunda Niken ini. 

Sementara Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini menyampaikan harapannya kepada Pengurus PKK di KLU, untuk terus aktif serta dapat memberikan manfaat yang baik bagi keluarga dan masyarakat. 

“Perlu ada bimbingan dan edukasi bagi orang tua untuk tidak terlalu cepat menikahkan anaknya,” kata Hj Niken. 

Kegiatan dilanjutkan dengan Kajian Bareng (Kabar) Bunda Niken dipandu langsung Ketua TP PKK Provinsi NTB***

 




Menkes Mengapresiasi Transformasi Kesehatan NTB 

Program unggulan Pemrov NTB dinilai Menkes selangkah lebih maju, sejalan dengan program transformasi kesehatan Kemenkes

LOBAR.lombokjournal.com ~ Posyandu Keluarga sebagai program unggulan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dinilai Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin selangkah lebih maju, meliputi enam aspek transformasi kesehatan Kementerian Kesehatan. 

“Sebagai tindakan promotif preventif (sosialisasi dan pencegahan) kesehatan masyarakat, Posyandu Keluarga yang sudah kita mulai sejak 2019 dinilai Menkes langkah maju dari transformasi kesehatan yang dicanangkan Pemerintah Pusat,” ujar Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah usai bertemu Menkes di Hotel Aruna, Senggigi, Senin (06/06/22). 

Menkes mengapresiasi program Posyandu Keluarga

Ditambahkan Wagub, intervensi kesehatan masyarakat yang dikerjakan oleh kader Posyandu Keluarga di desa, sejalan (inline) dengan program transformasi kesehatan Kemenkes.

NTB dinilai layak menjadi model (pilot project di KLU dan Bima) penerapan transformasi kesehatan nasional. Salah satunya adalah penguatan layanan kesehatan dasar   di Posyandu Keluarga dan Puskesmas. 

Dalam pemaparannya, Wagub menjelaskan perkembangan Posyandu Keluarga se NTB yang telah mencapai 7. 656 unit per April 2022. 

BACA JUGA: Wagub NTB Kenakan Rimpu saat Puncak Festival Tambora 2022

Sedangkan pengisian data EPPBGM tahun 2021 sebesar 99 persen dari kasus stunting sebanyak 19,23 persen, dan di tahun 2022 sebesar 93 persen dengan program penanganan kasus stunting sebanyak 22,30 persen. 

Sementara kasus kematian ibu, dari 144 kasus di tahun 2021 saat ini tercatat 40 kasus per April 2022. 

Sedangkan kematian bayi, tercatat sebanyak 250 kasus per April 2022 dari 811 kasus di tahun sebelumnya yang dinilai sebagai keberhasilan intervensi Posyandu Keluarga. 

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menginisiasi transformasi kesehatan yang dilakukan, yakni Layanan Primer, Layanan Rujukan, Sistem Ketahanan Kesehatan, Sistem Pembiayaan Kesehatan, SDM Kesehatan dan Teknologi Kesehatan.

“Layanan primer ini yang paling penting di promotif preventif, yang kedua adalah transformasi layanan rujukan rumah sakit, ketiga transformasi sistem ketahanan kesehatan ini kalau ada pandemi lagi supaya kita lebih siap dari sisi obat-obatan, alat-alat kesehatan, tenaga kesehatan cadangan, termasuk surveilan terhadap penyakit menular baik lokal, nasional, maupun regional harus siap,” katanya,

Secara lebih detail, Kepala Dinas Kesehatan, NTB, L Hamzi Fikri menjelaskan, salah satu korelasi transformasi kesehatan tersebut adalah penggunaan data kesehatan masyarakat dalam penanganan stunting (EPPBGM), atau elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat yang telah dikerjakan Pemprov NTB melalui Posyandu Keluarga sebesar 95 persen. 

Hal ini membuat konsistensi data lebih baik penggunaannya, untuk penguatan kelembagaan Posyandu Keluarga dan sarana prasarana penunjang penanganan dari data survey WHO. Karena berbasis data dan alamat rIil. 

Misalnya, sarana alat ukur tinggi dan berat badan yang berstandar digital. 

BACA JUGA: Wisata ke Lombok? Wajib Kunjungi Lombok Utara

“Program pusat yang sejalan  dengan trasnformasi kesehatan itu dinamakan Posyandu Prima. Sedangkan kita NTB, bertahap sarana tersebut akan dilengkapi dari Kementerian mulai tahun  ini untuk Posyandu Keluarga kita,” sebut Fikri. 

Hal lain dalam pertemuan tersebut seperti diungkapkan Kadikes adalah penguatan sumberdaya tenaga spesialis dari hulu ke hilir, dengan membuka fakultas kedokteran spesialis baru untuk penyakit beresiko tinggi seperti stroke, jantung,  kanker dan lainnya. Selain beasiswa luar negeri untuk kebutuhan dokter spesialis secara nasional, begitu pula untuk kebutuhan NTB khususnya seperti penanganan penyakit jantung yang kebijakan nasionalnya harus dapat dilakukan di rumah sakit Kabupaten/kota. ***