3 Kali Berturut-turut raih WTP, Modal BPJS Kesehatan Menuju Cakupan Semesta

 

Pendapat BPJS Kepentingan Bersih (WTP) atas Laporan Keuangan Dana Jaminan Sosial (DJS). Perolehan WTP tersebut berlangsung berturut-turut selama tiga tahun pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS),

Lombokjournal.com –  

BPJS Kesehatan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2016 oleh Akuntan Publik yang mengaudit Laporan Keuangan DJS dan BPJS Kesehatan Tahun 2016. Istilah WTP, saat ini sudah digantikan dengan istilah WTM (Wajar Tanpa Modifikasian).

Laporan Keuangan Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan dan BPJS Kesehatan bawahan, semua hal yang material, posisi keuangan Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan kinerja keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

Perolehan opini ini sudah yang ke-25 berturut-turut bila dibandingkan dengan lembaga BPJS Kesehatan masih sebagai PT Askes (Persero).

Audit yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP), merupakan wujud implementasi prinsip Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN); Yaitu keterbukaan, kehati-hatian dan akuntabilitas. Hal itu tertuang dalam UU 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.

Dalam UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial pasal 37 ayat 1 menyebutkan: “ BPJS wajib menyampaikan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugasnya dalam bentuk laporan pengelolaan dan laporan keuangan yang telah diaudit oleh akuntan publik kepada Presiden dengan tembusan kepada DJSN paling lambat tanggal 30 Juni tahun berikutnya “ .

Untuk Laporan Tahun 2016, audit ini dilakukan oleh KAP Mirawati Sensi Idris (MSI) yang berafiliasi dengan Moore Stephens International Limited .

Rr.

Sumber: BPJS Kesehatan




Mobile Screening BPJS Kesehatan, Untuk Deteksi Resiko Penyakit kronis

Peserta BPJS Kesehatan diingatkan kembali gunakan Mobile Screening, salah satu fitur dalam aplikasi BPJS Kesehatan Mobile yang berguna mendeteksi risiko penyakit kronis sejak dini.

MATARAM.lombokjournal.com — Peserta dapat mengunduh aplikasi BPJS Kesehatan Mobile di Google Play Store, kemudian melakukan registrasi dengan mengisi data diri yang dibutuhkan.

Hal itu diingatkan kembali oleh Direktur Pelayanan kantor Pusat BPJS Kesehatan Maya Amiarny Rusady melalui siaran pers BPJS Kesehatan Cabang Mataram , Sabtu (20/05)

Setelah terdaftar dan mengklik tombol log in, peserta dapat memilih menu Skrining Riwayat Kesehatan. Kemudian, peserta akan diminta mengisi sejumlah pertanyaan yang terdiri atas kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dalam keluarga peserta, dan pola makan peserta.

Bila semua pertanyaan dijawab, peserta akan memperoleh hasil skrining riwayat kesehatan pada saat itu.

“Melalui aplikasi tersebut, kami berharap peserta JKN-KIS dapat lebih aware untuk melakukan pemeriksaan riwayat kesehatannya. Semakin dini peserta mengetahui risiko kesehatannya, semakin cepat upaya pengelolaan risiko itu dilakukan, sehingga jumlah penderita penyakit kronis dapat menurun,” jelas Maya.

Sampai dengan 12 Mei 2017, jumlah peserta JKN-KIS telah mencapai 177.400.222 jiwa. Dalam menyediakan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan juga telah bekerja sama dengan 20.772 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri atas 9.825 Puskesmas, 4.502 Dokter Praktik Perorangan, 5.286 Klinik Pratama, 15 RS Tipe D Pratama, dan 1.144 Dokter Gigi Praktik Perorangan.

BPJS Kesehatan juga telah bermitra dengan 5.344  Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang di dalamnya mencakup 2.137 RS dan Klinik Utama, 2.219 Apotek, dan 988 Optik.

Rr

Sumber /BPJS Kesehatan Cabang Mataram

***

Informasi lebih lanjut hubungi: Departemen Komunikasi Eksternal dan Hubungan Masyaraka BPJS Kesehatan Kantor Pusat +62 21 424 6063 | humas@bpjs-kesehatan.go.id




Gebyar PROLANIS, Promosi BPJS Kesehatan Untuk Tingkatkan Pola Hidup Sehat

BPJS Kesehatan mengajak peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) se-Indonesia yang tergabung dalam Klub Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS)

PROLANIS, mencapai kualitas hidup optimal dengan biaya yang efektif dan efisien. (foto; BPJS Kesehatan)

JAKARTA.lombokjournal.com – “Melalui kegiatan Gebyar PROLANIS, kami promosikan murahnya dan mudahnya menerapkan pola hidup sehat,” jelas Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan Maya Amiarny Rusady melalui siaran pers BPJS Kesehatan yang dikirim ke Lombok Journal, Sabtu (20/05) siang.

Salah satu upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan peserta (JKN-KIS), BPJS Kesehatan gelar Gebyar PROLANIS. Program ini membudayakan pola hidup sehat melalui peningkatan aktivitas fisik dalam acara

PROLANIS merupakan sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif bagi peserta JKN-KIS penderita penyakit kronis, seperti Diabetes Mellitus dan Hipertensi. Program ini guna mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya yang efektif dan efisien.

Dipaparkannya, dengan melakukan senam tiap pagi, kita sudah meningkatkan kebugaran dan sistem imun tubuh kita. Peningkatkan kesadaran masyarakat berperilaku sehat sehari-hari, diharapkan penurunan peserta JKN-KIS yang sakit. Sehingga pembiayaan pelayanan kesehatan dapat dialokasikan ke program promotif preventif agar masyarakat yang sehat tetap sehat.

Gebyar PROLANIS dimeriahkan sejumlah rangkaian kegiatan seperti senam PROLANIS, edukasi kesehatan pada masyarakat. Selain itu, ada pemeriksaan penunjang gratis bagi peserta PROLANIS, lomba cerdas cermat antar Klub PROLANIS, Best Practice Sharing, serta beragam kegiatan menarik lainnya.

BACA JUGA : Fitur Mobile Screening, Untuk Deteksi Resiko Penyakit kronis

Sasaran kegiatan tersebut meliputi 5.342 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 6.468 Klub PROLANIS, dan 101.486 peserta PROLANIS yang tersebar di 288 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Hingga April 2017, tercatat ada 302.325 peserta PROLANIS Diabetes Mellitus dan 334.979 peserta PROLANIS Hipertensi.

Rr

(Sumber: BPJS Kesehatan Cabang Mataram)

 




Gudang Produk Makanan di Lobar Tak Penuhi Standar Kebersihan

Meski tak ditemukan produk makanan kadaluarsa, masih ditemukan gudang penyimpangan produk makanan kurang memenuhi kebersihan.

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Tim Pengawasan Barang dan Jasa Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Lobar bersama Dinas Kesehatan (Dikes) Lobar, Jumat (19/5) menemukan enam distributor dan dua pengecer produk pangan di Lombok Barat,  yang tak memenuhi standar kebersihan.

“Kita temukan masalah kebersihan di gudang penyimpanan,” kata Kasi Pengawasan Disprindag Lobar, Toni Hidayat.

Sejumlah gudang penyimpangan produk pangan  masih belum memiliki sistem pengamanan hama dan serangga, tata letak produk pangan dan non pangan masih bercampur. Selain itu, ada juga yang belum memiliki ijin Tanda Daftar Gudang.

Menjelang bulan suci Ramadhan 1438 H, Tim Pengawasan Barang dan Jasa Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Lobar bersama Dinas Kesehatan (Dikes) Lobar melakukan sidak kepada 6 distributor pangan dan 2 toko (besar) pengecer di wilayah Lombok Barat.

Menurut Toni, pengawasan terpadu yang melibatkan BPPOM Mataram, Ditreskrimum Polda NTB dan  Kanit Intel Polres Lobar itu dilakukan sebagai upaya melindungi masyarakat kemungkinan beredarnya pangan yang tidak memenuhi ketentuan seperti tanpa ijin edar, rusak, kadaluarsa mengandung bahan berbahaya dan TMK Label.

Dari pengawasan di lapangan yang dilakukan selama dua hari kemarin, tidak ditemukan produk berbahaya maupun tanpa ijin edar dan kadaluarsa.

“Namun yang masih menjadi kendala adalah kebersihan gudang peyimpanan,” katanya.

GRA

(Sumber: Humas Lobar)

 

 




Tahun ke 4 Program JKN-KIS, BPJS Dorong Kualitas Layanan Rumah Sakit

Memasuki tahun ke-4 implementasi Program JKN-KIS, urgensi yang patut diperhatikan yaitu pembenahan kualitas pelayanan rumah sakit atau fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL).

Jakarta.lombokjournal.com — Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan Maya Amiarny Rusady, mengatakan, banyak peserta JKN-KIS mengeluhkan  kualitas pelayanan di rumah sakit.

Kualitas pelayanan rumah sakit yang dikeluhkan misalnya pembebanan biaya di luar ketentuan, ketiadaan sistem antrian pelayanan yang pasti dan transparan, kuota kamar rawat inap, serta ketersediaan obat.

“Diharapkan melalui pertemuan ini komitmen tersebut semakin kuat diupayakan oleh seluruh manajemen rumah sakit mitra kerja BPJS Kesehatan,” ujar Maya di tengah-tengah Pertemuan Nasional Manajemen Rumah Sakit yang diselenggarakan BPJS di Jakarta (16/05) ..

Dikatakannya, BPJS Kesehatan melakukan berbagai upaya untuk mendorong mitra kerja/provider dalam memperbaiki layanan tersebut. Namun untuk menuntaskannya, sangat diperlukan inisiatif, komitmen pelaksanaan serta pengawasan menyeluruh manajemen rumah sakit menuju standar kualitas pelayanan sesuai dengan ketentuan.

Pertemuan Nasional Manajemen Rumah Sakit yang diselenggarakan BPJS di Jakarta, bertujuan mengoptimalkan hubungan kemitraan dan kepercayaan antara BPJS Kesehatan dan stakeholder terkait untuk mendorong pencapaian peningkatan kerjasama faskes dan indeks kualitas layanan faskes dalam menyukseskan program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Kegiatan ini diikuti manajemen rumah sakit pemerintah dan swasta, asosiasi fasilitas kesehatan rujukan seperti PERSI dan asosiasi professional seperti IDI Dewan Pertimbangan Medis, Dewan Pertimbangan Klinik, Dewan Jaminan Sosial Nasional, Tim Kendali Mutu dan Biaya serta Kementerian Kesehatan, yang dibuka Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Bambang Wibowo.

Pertemuan nasional itu menjadi sarana diskusi, berbagi pengalaman dan mencari solusi atas permasalahan-permasalahan terkait pelaksanaan JKN-KIS serta mendapatkan masukan-masukan positif tentang pelaksanaan JKN-KIS yang dapat dijadikan rekomendasi untuk diusulkan kepada regulator.

BPJS Kesehatan berharap mendapatkan masukan tentang pelaksanaan JKN-KIS yang bisa dijadikan rekomendasi untuk diusulkan kepada regulator.

Pertemuan Manajemen Rumah Sakit ini akan diisi oleh sejumlah rapat, diskusi dan best practice sharing dari berbagai elemen narasumber khususnya dalam peningkatan kualitas pelayanan di rumah sakit.

“Keberhasilan program JKN-KIS tidak bisa lepas dari dukungan fasilitas kesehatan tingkat lanjutan selaku mitra BPJS Kesehatan,” kata Maya.

Fasilitas kesehatan tingkat lanjutan terus ditingkatkan peran dan fungsinya dalam memberikan pelayanan, dengan kendali mutu sesuai dengan ketentuan dalam pelaksanaan JKN-KIS.

“Makin banyak masyarakat yang memanfaatkan Program JKN-KIS,” jelas Maya.

Hingga 1 Mei 2017, jumlah peserta JKN-KIS sudah mencapai 176.738.998 jiwa. BPJS Kesehatan juga telah bekerjasama dengan kurang lebih 20.775 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Puskesmas, Klinik Pratama, Dokter Prakter Perorangan, dll) dan 5.257 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan, terdiri dari 2.128 Rumah Sakit, serta 3.192 faskes penunjang (Apotik, Optik) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Rr

Sumber: BPJS




Pupuk Organik Bikin Makanan Lebih Sehat

Membentuk anak yang sehat, cerdas dan pintar harus dimulai mengkonsumsi makanan yang sehat.  makanan yang tidak mengandung bahan kimia dan pengawet.

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Ketua I TP PKK Provinsi NTB, Hj. Syamsiah M. Amin mengatakan, penggunaan pupuk dan pestisida organik merupakan salah satu cara mengurangi kandungan zat-zat kimia berbahaya.

“Penggunaan pupuk dan pestisida organik merupakan salah satu cara mengurangi kandungan zat-zat kimia berbahaya pada makanan yang akan kita konsumsi,” kata Syamsiah, Kamis (18/5) saat Pelatihan Pembuatan Pupuk dan Pestisida Organik  bagi Pengurus Pokja 3 Tim Penggerak PKK  Kabupaten/Kota se- NTB, di Gedung PKK Provinsi NTB.

Pelatihan dilaksanakan atas kerja sama TP PKK Provinsi NTB dengan BPTP Provinsi NTB dan Petani Andalan Kota Mataram.

Hj. Syamsiah menegaskan, pemberian makanan  sehat kepada anak  akan berpengaruh pada pembentukan anak pada saat anak umur 0 sampai 1000 hari kelahiran.

“Karena pada masa itu merupakan  tahap pembentukan saraf otak anak,” ujarnya.

Syamsiah menuturkan, tanpa disadari dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita mengkonsumsi sayur dan buah yang mengandung bahan kimia.

“Mengkonsumsi makanan yang mangandung zat-zat kimia berlebihan akan menimbulkan berbagai penyakit,” terangnya.

Ia berharap seluruh peserta menindaklanjuti pelatihan ke daerah masing-masing. Dengan mempraktekkan dan memperagakan di depan masyarakat maupun kader-kader PKK, bagaimana cara pembuatan dan penggunaan pupuk organik.

“Ibu-ibu hendaknya dapat memberikan edukasi kepada anggota dan masyarakat untuk memberikan contoh bahan makanan yang aman dikonsumsi,” ujarnya.

Ditegaskannya, masyarakat  harus paham pentingnya memakai pupuk organik ke tanaman sayur dan buah. “Agar sayuran dan buah yang dimakan anak-anak bebas bahan kimia,” katanya.

Pemerintah NTB dari tahun 2015-2025 memiliki program  Generasi Emas, yaitu anak-anak sehat, cerdas, dan pintar.

“Untuk menghasilkan anak yang sehat, cerdas, dan pintar, ibu-ibu harus memberikan makanan yang sehat tanpa bahan kimia dan pengawet,” tegas Syamsiah.

Tiap tahun TP. PKK mengadakan pelatihan kader PKK untuk menggunakan pupuk organik ke tanaman sayur dan buah.

Sayangnya, belum 100 persen masyarakat mempraktekannya, terutama di kalangan petani. Masyarakat dan petani diajak memberikan pupuk dan pestisida organik untuk tanamannya.

“Jika ingin umur panjang, maka perhatikanlah apa yang kita makan,” katanya.

AYA/Hms

 




BPJS Kesehatan Targetkan Kepesertaan Mandiri Tahun 2019

BPJS Kesehatan Cabang Mataram menargetkan, per 1 Januari 2019 seluruh penduduk NTB sudah terdaftar menjadi peserta Mandiri.

Kanit Pemasaran, Sri Wahyuni (foto: AYA)

MATARAM.lombokjournal.com – Hal itu disampaikan Kanit Pemasaran BPJS Kesehatan Cabang Mataram, Sri Wahyuni pada wartawan di Aula BPJS Mataram, Senin (15/05). “Per 1 Januari 2019 ditargetkan seluruh penduduk NTB sudah terdaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan Mandiri,” katanya.

Berbagai inovasi dan terobosan dilakukan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kepuasan dan mutu layanan peserta.  Upaya peningkatan kepuasan layanan itu, juga dimaksudkan untuk mempercepat cakupan target peserta

Selain membuka kanal yang memudahkan pendaftaran, juga disiapkan Kader JKN untuk menjangkau penduduk yang tinggal di pelosok.

Terkait berakhirnya masa jabatan Gubernur NTB bulan September 2018, direncanakan pada bulan Agustus  sudah dilaunching target kepesertaan Mandiri.

Dalam pembicaraan terpisah di ruang kerjanya, Sri Wahyuni optimis target BPJS Kesehatan Cabang mataram bisa terpenuhi.

“Dari target sampai dengan Mei tahun ini yang mencapai lebih dari 70 persen,  maka dengan inovasi dan terobosan unuk meningkatkan mutu layanan target  awal 2019 atau akhir 2018 akan tercapai,” kata Sri Wahyuni.

Terkait peningkatan mutu layanan itu lebih jauh dijelaskannya, secara nasional tahun 2016 kepuasan peserta BPJS Kesehatan suda mencapai 78,6 persen. Dan tahun ini, BPJS Kesehatan menargetkan angka kepuasan mencapai 80 persen.

Hingga Mei 2017, jumlah peserta JKN-KIS secara nasional mencapai 176.982.157 jiwa. Dan hingga kini BPJS Kesehatan sudah bekerja sama dengan lebih 20.766 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Faskes TP), terdiri dari 9.825 puskesmas, 5.279 Klinik Pratama, 4.504 Dokter Praktik Perorangan, 1.143 Dokter Gigi Praktik Perorangan, dan 15 RS Tipe D Pratama.

Untuk Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan ((FKRTL) mencakup 2.135 Rumah Sakit (termasuk di dalamnya klini utama), 2.216 apotek, dan 986 Optik yang tersebardi seluruh Indonesia.

Rr  




Terobosan Layanan BPJS Kesehatan, Calon Peserta Bisa Daftar Lewat Handphone

BPJS Kesehatan mengembangkan strategi kemudahan bagi masyarakat dalam mendaftarkan diri dan keluarganya sebagai peserta JKN-KIS. BPJS Kesehatan memperluas kanal pendaftaran dan pemberian informasi.

Mataram.lombokjournal.com —  Kini, untuk mendaftar sebagai peserta tidak perlu mengantri panjang di Kantor BPJS Kesehatan. Calon peserta cukup menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 1500-400.

Namun kemudahan itu hanya berlaku untuk peserta mandiri, tidak bisa bagi peserta yang didaftarkan perusahaan.

”Hanya calon peserta kategori PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah) atau peserta mandiri bisa melakukan pendaftaran via telepon ke Care Center atau Virtual Service,” ungkap Lalu Suyatna, Kanit HK2 BPJS Kesehatan Cabang Mataram saat jumpa pers “Virtual Service & Perluasan Kanal Peserta JKN-KIS” di Aula BPJSKesehatan Cabang Mataram, Senin (15/7).

Saat jumpa dengan wartawan itu, juga hadir Ari Utami (Umum dan Keuangan) dan Kanit Pemasaran BPJSKesehatan Cabang Mataram, Sri Wahyuni.

Kanit Pemasaran, Sri Wahyuni (foto: AYA)

Dalam siaran persnya juga dijelaskan, peserta dapat melakukan perbaikan atau perubahan nama, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, nomor KK, NIK, alamat, email, nomor telpon, kelas rawat, dan fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama.

Pelayanan ini masih diperuntukkan khusus pendaftaran calon peserta kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) peserta mandiri dan peserta kategori Bukan Pekerja (BP).

BPJS Kesehatan Care Center yang sebelumnya terdapat fungsi pemberian informasi, penanganan pengaduan, tanya dokter dan pengelolaan media sosial, saat ini dikembangkan fungsinya. Peningkatan pelayanan peserta ini sejalan dengan fokus utama BPJS Kesehatan Tahun 2017.

BPJS Kesehatan terus mengembangkan berbagai terobosan dan inovasi serta meningkatkan mutu pelayanan serta mempercepat cakupan kepesertaan.

Syarat Daftar Via Telpon

Terkait pendaftaran via telpon diingatkan, calon peaerta sebelum mendaftar via telepon atau Care Center 15004 400 harus menyiapkan Nomor Kartu Keluarga, Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Rekening Tabungan, Nomor Handphone, Alamat Domisilil atau Tempat Tinggal (Untuk Pengiriman Kartu) dan Alamat Domisili/Tempat Tinggal untuk pengiriman kartu dan alamat email.

Setelah syarat di atas siap, calon peserta bisa menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 1500-400. Akan dilayani oleh Agent Care Center, rekaman pembicaraan antara calon peserta menjadi bukti pendaftaran.

Setelah Agent Care Center menyatakan pendaftaran via telepon selesai, Nomor Virtual Account (VA) akan dikirim ke nomor ponsel atau emal calon peserta. Setelah mendapatkan nomor VA, peserta diwajibkan untuk pertama yang harus dibayarkan paling cepat 14 hari dan paling lama 30 hari setelah VA.

“Maksimal tujuh hari setelah pembayaran pertama kartu sudah aktif, BPJS Kesehaten akan mengirim kartu peserta JKN-KIS ke alamat yang telah diinformasikan pada saat mendaftar,” terangnya.

Konsultasi Dokter

BPJS Kesehatan Care Center 1500-400 juga mwelayani konsultasi atau tanya dokter. Peserta JKN-KIS dapat melakukan konsultasi kesehatan kepada Dokter umum informasi kesehatan yang dibutuhkan.

Upaya perluasan kanal pemberian informasi dan penanganan pengaduan melalui Website BPJS Kesehatan pada Menu SIPP (Saluran Informasi dan Penanganan Pengaduan) serta integrasi pemberian informasi dan penanganan pengaduan melalui Hotline Service, dialihkan langsung ke BPJS Kesehatan Care Center 1500-400 sehingga masyarakat cukup menghubingi BPJS Kesehatan Care Center 1500-400.

Di tempat sama, Kepala Unit Pemasaran Sri Wahyuni, berbagai inovasi dan terobosan dilakukan selain pendaftaran melalui BPJS Kesehatan Care Center 1500-400, saat ini BPJS Kesehatan juga mengembangkan pendaftaran melalui sisten Dropbox di kantor Cabang BPJS kesehatan, Kantor Kelurahan dan kantor Kecamatan serta melalui mitra kerja BPJS Kesehatan.

“Saat ini kita sedang melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah terkait dengan pendaftaran di kantor Lurah dan Kecamatan serta begitu juga dengan pembukaan Point of Service di pusat perbelanjaan, seperti di Mataram Mall dan Lombok Epicentrum,  juga masih dilakukan negoisasi,” pungkasnya.

AYA

 




Cara Mengatasi Stres Dengan Latihan Sehari-hari

Stres itu merupakan tekanan mental, yang bila tidak segera diatasi bisa menimbukkan akibat buruk dalam kehidupan seseorang. Tapi jangan khawatir, sebenarnya ada latihan-latihan sederhana untuk mengatasi stres.

MATARAM.lombokjournal.com

Tentu kita sering mendengar agar kita fokus, memusatkan perhatian pikiran pada satu hal untuk relaksasi. Fokus pikiran termasuk cara  untuk meningkatkan kewaspadaan.

Praktek kewaspadaan dapat membawa banyak manfaat bagi kesehatan emosional dan fisik, juga hubungan dalam kehidupan kita. Memfokuskan perhatian merupakan alat menakjubkan untuk mengelola stres dan kesehatan secara keseluruhan, karena dapat digunakan hampir setiap saat dan dapat dengan cepat membawa hasil yang langgeng.

Bila perhatian itu sangat intens, menjadi semacam meditasi. Ini bisa melepaskan diri dan keluar dari banyak tekanan mental yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, terlalu banyak suasana hati yang buruk.

Kita perlu melakukan latihan-latihan untuk meningkatkan ketahanan terhadap stres. Membantu kita untuk menghilangkan tekanan mental. Hal ini dapat mengubah kita untuk lebih menikmati hidup, dan meningkatkan kualitas hubungan keluarga.

Latihan-latihan sederhana dan mudah berikut bisa dipilih, agar bisa membawa kita ke pengalaman untuk lebih menikmati kehidupan sehari-hari.

Latihan Perhatian # 1: Meditasi

Meditasi membawa banyak manfaat, dan menjadi salah satu cara paling populer dan tradisional untuk melepaskan tekanan mental selama berabad-abad. Meditasi menjadi lebih mudah dengan latihan, tapi tidak perlu susah bagi pemula. Temukan tempat yang nyaman, bebas dari gangguan, dan tenangkan pikiran Anda. Berdiam diri sejenak, memfokuskan pikiran pada hal-hal yang indah.

Latihan Perhatian # 2: Pernafasan

Memusatkan perhatian pikiran memang sesederhana bernafas!
Ini merupakan salah satu latihan paling sederhana, yang dapat dilakukan saat kita melakukan aktivitas sehari-hari (nyaman bagi mereka yang merasa tidak punya waktu untuk bermeditasi).Fokus pada pernapasan. Bernapaslah dari perut Anda dan bukan dari dada, dan cobalah bernafas melalui hidung dan keluar melalui mulut Anda.

Berfokus pada suara dan irama napas Anda, terutama saat Anda sedang marah, dapat memiliki efek menenangkan pikiran.

Latihan Perhatian # 3: Mendengarkan Musik

Mendengarkan musik memiliki banyak manfaat. Nyatanya, musik digunakan terapi di cabang pengobatan menyeluruh baru yang dikenal sebagai terapi musik. Mendegarkan musik dengan sungguh-sungguh membuat fikiran kita fokus dan relaks.

Anda bisa mendengarkan yang menenangkan, musik klasik, atau jenis musik tempo slow lainnya untuk merasakan efek menenangkan. Latihan ini benar-benar memusatkan perhatian pada suara dan getaran tiap nada, pennuh perasaan menghayati irama musik.

Di dalam diri kita muncul sensasi lain saat mendengarkan musik. Jika pikiran lain menyelinap ke kepala Anda, ucapkan selamat untuk memerhatikan, dan perhatikan kembali dengan lembut dari musik yang masuk telinga kita.

Latihan Perhatian # 4: Membersihkan Rumah

Istilah “membersihkan rumah” memiliki arti harfiah (membersihkan rumah Anda yang sebenarnya), dan juga bangunan figuratif (menyingkirkan “beban emosional,” melepaskan hal-hal yang tidak lagi menyenangkan), dan keduanya dapat menjadi penghilang stres yang hebat!

Kekacauan atau kotornya keadaan rumah menjadi penyebab stres yang halus namun signifikan. Membersihkan rumah dapat memberi manfaat yang langgeng. Untuk fokus penuh membersihkan rumah, pertama kita harus melihatnya sebagai kegiatanpositif, menganggapnya sebagai latihan memahami diri dan menghilangkan stres, dan bukan sekadar sebagai tugas.

Saat membersihkan, fokuskan pada apa yang Anda lakukan dan tidak ada yang lain. Rasakan air sabun hangat di tangan Anda saat Anda mencuci piring; Mengalami getaran penyedot debu saat Anda menutupi area lantai; Nikmati kehangatan cucian saat melipatnya; Rasakan kebebasan untuk menyingkirkan benda-benda yang tidak dibutuhkan.

Ini terdengar seperti konyol, tapi jika kita menganggap membersihkan rumah sebagai latihan dengan perhatian penuh, itu bisa sangat membantu menghadapi tekanan sehai-hari.

Latihan Perhatian # 5: Mengamati Pikiran Anda

Banyak orang yang stres dan sulit memusatkan perhatian pada pemikiran yang galau. Mengamati pikiran, kita bisa duduk dan “mengamati” pikiran kita sendiri, daripada terlibat di dalamnya. Sewaktu mengamati pikiran, justru kita mendapatkan pikiran yang tenang, dan mengurangi stres.

Latihan Perhatian # 6: Buat Sendiri!

Anda mungkin sekarang mendapatkan gagasan, hampir semua aktivitas dapat menjadi latihan. Berjalan, mendengarkan musik, makan coklat, dan banyak kegiatan lainnya bisa menjadi “kegiatan kesadaran” jika Anda melakukannya dengan benar-benar fokus. Ini membantu berlatih meditasi atau latihan lain yang benar-benar membutuhkan fokus perhatian. Kita bisa membawa perhatian penuh terhadap apapun yang kita lakukan.

Elizabeth Scott, MS                                            

 




Operasi Batu Ginjal Pun Jadi Tanggungan BPJS Kesehatan

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Lebih baik mengatur gaya hidup dan pola makan yang sehat agar tak berpotensi gagal ginjal, daripada pergi berobat saat ginjalnya tengah bermasalah.

lombokjournal.com —

Tapi kalau sudah terlanjur mengalami gagal ginjal, apa harus dilakukan?

Tentu harus segera berobat, mungkin harus operasi. Tidak ada pilihan lain. Kalau tidak segera ditangani, akibatnya bisa fatal. Kata dokter, sakit  ginjal itu sering kurang dirasakan gejala awalnya. Seseorang baru menyadari resiko yang harus dihadapi, kalau ginjalnya benar-benar sudah parah,

Tentu kalau sampai operasi ginjal, biayanya  tidak sedikit. Jangankan operasi ginjal, operasi bisul saja harus menebus resep dokter yang jumlahnya bikin sesak nafas. Biaya kesehatan memang tergolong pengeluaran paling tinggi. Kalau sudah gagal ginjal, sudah terbayang jumlah biaya yang harus dikeluarkan.

Tapi paman saya, seorang karyawan kecil perusahaan air minum lokal, kena batu ginjal. Beruntunglah paman saya bekerja di perusahaan yang sudah mengikut sertakan seluruh karyawannya sebagai peserta BPJS Kesehatan. Setelah dirawat 5 hari di Rumah Sakit, dokter memutuskan segera melakukan operasi. Ini karena batu yang ada di ginjal sudah membesar, dan harus dilakkukan oembedahan untuk mengeluarkan batunya.

Dokter-dokter yang merawatnya mengatakan, tak usah mengkhawatirkan biaya operasi. Karena paman saya sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan yang sebagian biayanya sudah dibayarkan perusahaannya. Para dokter meyakinkan, semua biaya akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Sebelumnya, saat rawat inap selama 5 hari di akhir bulan, sepenuhnya di tanggung BPJS Kesehatan. Termasuk biaya cek kesehatan menyeluruh, USG, dilanjutkan rongent yang tentu biayanya tidak sedikit.

Dokter maupun pihak rumah sakit mempermudah paman saya yang berobat dengan kartu BPJS Kesehatan. Saya yang mendampingi paman menjelaskan petugas rumah sakit saat mengisi formulir, yang bersangkutan menjadi peserta BPJS melalui tempatnya bekerja (perusahaannya).

Prosedur

Ini langkah-langkah yang ditempuh dalam penggunaan BPJS Kesehatan untuk operasi ginjal paman saya.  Pengeobatan dimulai dari pemeriksaan di Klinik Catur Warga Mataram (Fasilitas Kesehatan 1 – Faskes 1).  Dari pemeriksaan ini kemudian mendapat rujukan untuk melakukan rongent di Bio Medica Mataram (Faskes 2). Sampai akhirnya, harus dirujuk ke RSUD Kota Mataram (Faskes3) untuk tindakan lebih lanjut (operasi).

Dari Faskes 1 ke Faskes 2. 

Semua prosedur yang harus ditempuh untuk pengobatan dengan fasilitas BPJS Kesehatan, tidak ada yang sulit.  Mulai Faskes1 ke Faskes2 berjalan lancar dengan layanan yang tak berbelit-belit. Bahkan dari klinik Catur Warga di Jalan Catur Warga Mataram menuju Bio Medica yang terletak di Pagutan, pihak klinik memberi pinjaman mobil untuk mengantar.

Baik pihak rumah sakit maupun dokter spesialisnya yang itu mempermudah segalanya,  tidak ubahnya dengan layanan untuk pasien umum hingga saya bisa rawat inap dengan baik sebagai pasien BPJS.  Para dokter mempermudah pasien mendapat pelayanan kesehatan.

Untuk bisa berobat di Faskes 2, harus ada rujukan dokter dari Faskes 1. Dokter di Faskes 1 tidak akan begitu saja memberi rujukan. Akan diperiksa terlebih dahulu, apakah jenis penyakitnya harus dirujuk atau tidak. Jika memang harus dirujuk, dokter bersangkutan akan memberi surat rujukan ke Rumah Sakit Faskes 2 yang dipilih.

BPJS Kesehatan dari Faskes 2 ke Faskes 3. 

Rujukan Faskes 2 ke Faskes 3 biasanya untuk pasien yang memerlukan tindakan medis yang lebih serius dan berat, dan sarana dan prasarananya tidak tersedia di Faskes 2. Seperti paman saya yang harus melakukan operasi batu ginjal, harus di rumah sakit umum Kota Mataram (Faskes 3) yang memunya fasilitas kesehatan lebih lengkap. Memang ada rumah sakit swqasta lainnya yang punya peralatan kesehatan memadai, tapi sebagai belum menjadi mitra BPJS Kesehatan.

Memang masih ada kesangsian banyak orang, bisakah pasien BPJS mendapat pelayanan baik dari dokter spesialis atau rumah sakit.  Kadang-kadang memang masih terdengar cerita-cerita kurang sedap yang menimpah pasien BPJS, beredar berita-berita buruk tentang pelayanan rumah sakit terhadap pasien yang memakai kartu BPJS Kesehatan.

Karena kabar buruk itu mungkin yang menyebabkan sebagian masyarakat yang sangsi menjadi peserta BPJS. Tapi terus terang, dari pengalaman paman yang sangat terbantu dengan BPJS Kesehatan untuk operasi bantu ginjal itu, kesangsian itu sebenarnya rumor-rumor  yang beredar akibat pengelaman masa lalu.

Sebab dari pengalaman paman,  Dokter yang memeriksa saya sejak faskes 1 – faskes 3, semuanya memudahkan dan memberi kenyamanan pasien BPJS. Sampai saat inipun, secara berkala paman saya masih harus kontrol ke dokter spesialis, semua ditanggung BPJS termasuk obat-obatnya.

Harapan saya mungkin juga menjadi harapan masyarakat luas, pelayanan kesehatan oleh BPJS semakin baik. BPJS dengan dana yang sedemikian besar bisa benar-benar digunakan mereka yang membutuhkan tanpa banyak kesulitan yang dihadapiu. Saya percaya, sebab BPJS mempunyai semangat untuk meningkatkan pelayanan dokter dan rumah sakit yang menjadi mitranya.

Rr
Sesuai penuturan: SALMAN, warga Kebon Roek, yang pernah mendampingi keluarganya berobat dengan kartu BPJS