HUT Ke-49 BPJS Kesehatan; Akses dan Jaminan Pelayanan Kesehatan Seluruh Warga Indonesia

Program JKN-KIS pun terus berkembang pesat hingga kini dan bergerak menuju cakupan semesta. Melalui Program JKN-KIS setiap warga negara Indonesia mendapatkan akses dan jaminan mendapatkan pelayanan kesehatan.

Jakarta.lombokjournal.com–  Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat  (JKN-KIS) mulai diimplementasikan sejak 1 Januari 2014.  Sebenarnya cikal bakal jaminan kesehatan semesta berawal dari ide lama.

Semula  digagas Menteri Kesehataan Professor G. A. Siwabessy sejak tahun 1968. Namun cita-cita tersebut, baru mulai diwujudkan oleh Presiden RI ke-5 Megawati Soekarno Putri yang mewujudkan Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional Nomor 40 Tahun 2004.

JKN-KIS merupakan salah satu amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Aturan itu dikuatkan dengan  Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Nomor 24 Tahun 2011. Kemudian lahirlah BPJS Kesehatan yang mengelola Program JKN-KIS.

Secara bertahap, Program JKN-KIS pun terus berkembang pesat hingga kini dan bergerak menuju cakupan semesta. Melalui Program JKN-KIS setiap warga negara Indonesia mendapatkan akses dan jaminan saat mendapatkan pelayanan kesehatan.

70 Persen Penduduk Indonesia 

Program JKN-KIS salah satu Program Prioritas Pemerintahan Presiden Jokowi-JK, seperti tercantum dalam Nawacita ke-5, yaitu meningkatan kualitas hidup manusia Indonesia. JKN KIS diharapkan mampu meretas jalan perubahan demi Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Hingga kini, masyarakat yang mengikuti Program JKN-KIS hampir mencapai 70 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, saat kegiatan Sarasehan Hari Ulang Tahun BPJS Kesehatan ke-49 di Jakarta mengatakan, di tahun ke-49 sejak cikal bakal Badan Penyelenggara Dana Pemeliharaan Kesehatan  (BPDPK dibentuk), BPJS Kesehatan terus meningkatkan kinerja yang positif.

Menurutnya, itu menjadi modal sangat penting menuju cakupan semesta (universal health coverage/UHC), jaminan kesehatan yang berbasiskan gotong royong untuk seluruh rakyat Indonesia.

“Secara khusus saya sampaikan terima kasih kepada Ibu Megawati Soekarno Putri, Presiden Republik Indonesia ke-5, yang menjadi inisiator lahirnya UU SJSN Tahun 2004. Sungguh besar kontribusi beliau dalam ikhtiar mewujudkan cita-cita bangsa, mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. UU SJSN ini juga menjadi tonggak lahirnya BPJS Kesehatan,” ujar Fahmi Idris.

Dalam sarasehan tersebut hadir Presiden RI Ke-5 Megawati Soekarno Putri, Menteri Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf. Dalam peringatan HUT BPJS Kesehatan ke-49 juga dilakukan penandatanganan prasasti UU SJSN oleh Megawati Soekarno Putri sebagai apresiasi pada  kontribusinya atas terwujudnya Program Jaminan Sosial bagi masyarakat Indonesia.

Selain itu juga diberikan Piagam MURI kepada Duta BPJS Kesehatan atas pemecahan rekor sebagai institusi yang mengunggah Video Blog terbanyak yang bertemakan Hari Kelahiran Pancasila.

BACA :

HUT Ke-49 BPJS Kesehatan; Mendorong Gotong Royong Besar Sukseskan JKN-KIs

HUT Ke-49 BPJS Kesehatan; Kualitas Layanan Program e-JKN melalui soft launching aplikasi  Mobile

 

Rr

 




Meriahnya HUT BPJS Kesehatan di Cabang Mataram

HUT ke 49 BPJS Kesehatan juga diperingati meriah di Kantor Cabang Mataram, mulai Dari lomba best practices sharing, ‘Gerakan Sayang Meja’, lomba masak hingga bakti sosial

Meriahnya Lomba Memasak

MATARAM.lombokjournal.com –Hari Ulang Tahun (HUT) ke 49 BPJS Kesehatan yang jatuh tanggal 15 Juli, tak diperingati secara meriah di semua kantor cabang.

Namun BPJS Kesehatan Kantor Cabang Mataram mempunyai serangkaian kegiatan, yang berlangsung hari Jum’at (14/7), sesuai tema “Budaya hidup sehat dan gotong royong memperkuat terwujudnya JKN-KIS yang berkualitas dan berkesinambungan.”

Rangkaian kegiatan itu, misalnya lomba-lomba yang diperuntukkan kalangan internal. Antara lain lomba Best Practices Sharing,  lomba yang memberi kesempatan staf menuangkan gagasan inovatifnya dan mempresentasikan di hadapan staf lainnya.

Gagasan inovatif penting dimilik para karyawan, yang ditujukan mencapai tiga goal BPJS Kesehatan, yaitu kepuasan peserta, cakupan semesta dan suistanable program.

Ada juga kegiatan foto meja sebelum kerja, dan sesudahnya. Ini merupakan ‘gerakan sayang meja’, yang bertujuan menjaga lingkungan kerja yang bersih.

“Ada juga lomba masak, seperti master chef di TV. Saya pemenangnya,” kata Lalu Kusman, Kepala  Bidang Kepesertaan dan Pelayanan.

Pada hari Jum’at itu juga dilakukan senam prolanis yang diikuti karyawan dan club senam dari faskes kesehatan mitra kerja BPJS Kesehatan Cabang Mataram.

Salah satu kegiatan dimaksudkan memudahkan masyarakat mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.  Di salah satu kecamatan di Kabupaten Lombok Utara, hari Jum’at (14/7), dilakukan penyerahan drop box, sarana yang diperlukan memudahkan calon peserta mandiri mendaftar menjadi peserta program BPJS Kesehatan.

“Dengan adanya drop box itu, untuk mendaftar menjadi peserta tak perlu lagi datang dari jauh ke kantor cabang,” terang Lalu Kusman.

Sudah disediakan keperluan mendaftar peserta, mulai formulir, leaflet, buku pedoman hingga amplop, tinggal mengisi dan memasukkan ke drop box.  Nantinya petugas dari kantor cabang akan mengambil berkas-berkas kepesertaan yang sudah diisi calon peserta.

Tentu yang tak bisa ditiggalkan adalah kegiatan bakti sosial. Kali ini yang dituju adalah panti asuhan Hidayaturrahman di sekitar Abian Tubuh, Cakranegara. Disamping memberikan donasi, juga dibagikan pakaian bekas layak pakai.

Dan yang perlu dicatat, pada momen peringatan HUT itu, BPJS Kesehatan Cabang Mataram menandatangani PKS (Perjanjian Kerja Sama) dengan Faskes lanjutan swasta yang menjadi mitra pelayanan kesehatan, yaitu RS Harapan Keluarga di Selagalas.

Rr

 




Puluhan Ribu Pemudik Lebaran, Manfaatkan Kemudahan Pelayanan BPJS Kesehatan

Kemudahan layanan kesehatan selama mudik Idhul Fitri bagi peserta BPJS Kesehatan, dimanfaatkan puluhan ribu pemudik  

lombokjournal.com —

Selama musim mudik lebaran Idhul Fitri 1438 Hijriyah, kemudahan layanan kesehatan yang dilaksanakan BPJS Kesehatan sejak 19 Juni hingga 2 Juli 2017,  melayani 91.005 kasus kesehatan bagi pemudik.

Pemudik yang butuh layanan kesehatan, baik emergency atau non emergency bisa langsung ke rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Layanan kesehatan khusus lebaran itu memberi kenyamanan pemudik, selama dalam perjalanan hingga sampai tempat tujuan.

Jumlah layanan ini terdiri dari 87.122 kunjungan di Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP) seperti klinik, puskesmas hingga dokter pribari serta 3.883 kasus rawat inap di rumah sakit.

Di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) seperti Rumah Sakit dan Klinik Utama, terdapat 105.860 kunjungan/kasus, yaitu terdiri dari 60.635 kunjungan di Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) dan 45.225 kasus di Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL).

Kasus-kasus kesehatan pada masa mudik lebaran, sebagian besar permasalahan kesehatan radang tenggorokan, demam, infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) dan gastro enteritis serta berbagai gangguan pencernaan seperti diare, maag, gangguan lambung, dan nyeri perut.

Selain itu, juga terdapat pelayanan atas kasus-kasus penyakit kronis rutin seperti stroke, jantung, hipertensi dan hemodialisa yang ditangani dengan baik.

Tidak seperti layanan biasanya, kemudahan yang diberikan bagi pemudik tidak perlu lagi faskes tingkat pertama karena pasti pemudik faskesnya ada di tempat awal berangkat.

“Pemudik bisa langsung ke rumah sakit mitra BPJS Kesehatan. Yang penting peserta bisa menunjukkan kartu kepesertaan BPJS,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang  Mataram, dr Muhammad Ali, Jum’at (30/6).

Bisa dikatakan layanan khusus kesehatan selama periode mudik itu berlangsung sukses. Sebab kemudahan itu dirasakan pemudik, karena bisa memanfaatkan apikasi BPJS Kesehatan unruk melakukan konsultasi, mengetahui alamat fasilitas kesehatan hingga alamat kantor BPJS Kesehatan se Indonesia.

Di luar masa mudik Lebaran, BPJS Kesehatan menjamin pelayanan kesehatan kasus kegawatdaruratan baik di fasilitas kesehatan yang bekerja sama maupun yang tidak bekerja sama. Ini merupakan wujud kepedulian BPJS Kesehatan terhadap kenyamanan dan kepuasan peserta.

“Layanan kesehatan itu tidak diperbolehkan memungut biaya,” kata Muhammad Ali.

Pihak BPJS kesehatan mengapresiasi pada seluruh fasilitas kesehatan termasuk tenaga medis dan paramedis baik di FKTP maupun di FKRTL, yang telah melayani peserta JKN-KIS khususnya pada masa mudik lebaran.

Rr

 




Cuaca Berubah-ubah, Penyakit Infeksi Pernafasan Paling Tinggi Di NTB

Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) masih menduduki rangking pertama penyakit terbanyak di NTB.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, Dr Nurhandini Eka Dewi (foto: AYA/Lombok Journal)

MATARAM.lombokjournal.com —  Peyebab tingginya penyakit saluran pernafasan itu karena kondisi cuaca yang masih berubah-ubah.  Terutama bagi anak-anak, ISPA terbilang mengkhawatirkan karena bisa jadi penyebab kematian.

“Perubahan cuaca sangat berpengaruh,”  ujar Kepala Dinas Kesehatan NTB, Dr Nurhandini Eka Dewi.

Menurut Nurhandini, penyakit ini cenderung naik ketika terjadi perubahan cuaca. Namun hingga saat ini kenaikannya masih dalam batas satu persen, dan belum menjadi KLB (Kejadian Luar Biasa). Karenanya belum dinyatakan darurat ISPA tersebut, belum sampai menjadi ISPA berat atau pneumonia.

“Ini (penyakit ISPA,red) banyak menyebabkan kematian, terutama pada anka-anak,” Katanya.

ISPA bisa menimpa siapa saja. Namun penyakit ini lebih banyak terjadi pada anak-anak. khususnya balita yang belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat.

Meski demikia, menurut Nurhandiri, perlu dilakukan sosialisasi pada masyarakat. Khususnya pada kedua orang tua. Mereka harus berhati-hati ketika anak menderita batuk pilek. Orang tua harus memperhatikan laju nafas anak.

“Jika nafasnya cepat harus segera diperiksa ke rumah sakit,” kata Eka.

Ketika nafas anak menjadi cepat merupakan tanda menuju ISPA Pneumonia. Ini merupakan jenis ISPA berat yang bisa menimbulkan kematian. Sebab itu sangat perlu memantau kondisi anak ketika terserang flu untuk menghindarkan menjadi ISPA berat ini.

ISPA menular melalui udara. Sebab itu sangat dianjurkan untuk menghindarinya dengan menggunakan masker. Terutama saat berada didekat orang yang menderita flu.

Sementara pada anak, ia menyarankan menjauhkan anak dari orang tersebut. ISPA ringan pada anak sangat cepat berubah menjadi ISPA Pneumonia.

“Segera konsultasikan sebelum menjadi pneumonia,” ucapnya

ISPA perlahan mulai cenderung turun, dikeranakan mulai dikejar penyakit lainnya seperti Diabetes, sakit jantung, hypertensi, dan lainnya. Diakuinya kesadaran masyarakat untuk berobat cepat mulai meningkat.

Meski sebagai rangking tertinggi, namun ISPA di NTB dalam kategori ISPA ringan. Namun ada beberapa kasus yang ditemukan di rumah sakit terinndikasi pneumonia. Hal tersebut terjadi karena keterlambatan orang tua memeriksa kondisi anak.

“Hingga sekarang masih rangking pertama, namun belum menjadi KLB. Bukan hanya di NTB saja tapi juga di Indonesia,” pungkasnya.

AYA




Kepesertaan Mandiri BPJS Kesehatan Mataram Di Atas Angka Nasional

BPJS Kesehatan Cabang Mataram bergerak cepat untuk mencapai kepesertaan mandiri. Sampai Juni 2017  sudah mencapai 80 persen, berarti jumlah kepesertaannya di atas angka nasional.

Kepala BPJS Kesehatan Kota Mataram, Muhammad Ali, mensosialisasikan terkait kepesertaan mandiri (Foto: rR)

MATARAM.lombokjournal.com —   Direktur Kepesertaan dan Pemasaran Direktur Kepesertaan dan Pemasaran BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari yang tiba di Mataram Kamis siang, mengungkapkan itu dalam acara Badan Usaha Gathering dan Buka Puasa di Ballroom Hotel Lombok Raya, Kamis (15/6).

“Saat ini kepesertaan mandiri di BPJS Cabang Mataram mencapai 80 persen, itu di atas angka nasional,” katanya.

Lebih lanjut Andayani mengatakan, awal Januari  Tahun 2019 menjadi target BPJS Kesehatan untuk mewujudkan universal health coverage.

“Target itu bisa terlaksana atas kerjasama seluruh stakeholder,” kata Andayani dalam sambutannya sebelum buka puasa.

Andayani saat itu menekankan, betapa pentingnya program jaminan kesehatan untuk rakyat Indonesia.

BPJS Kesehatan Kota Mataram juga menargetkan per 1 Januari 2019 ditargetkan seluruh penduduk NTB sudah terdaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan Mandiri.  Kalau angka kepesertaan mandiri hingga Mei lalu sudah mencapai lebih 70 persen, maka dengan inovasi dan terobosan unuk meningkatkan mutu layanan,  target  tersebut bisa dicapai tahun 2018.

Diperoleh informasi, lebih dari 2,6 juta penduduk NTB mendapatkan BPJS Kesehatan secara gratis. Iuran BPJS Kesehatan masyarakat tergolong kurang mampu itu ditanggulangi anggaran dari APBN dan APBD.  Saat ini pihak BPJS Kota Mataram terus melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya memiliki BPJS Kesehatan utamanya untuk peserta yang mandiri.

Menurut Andayani, dalam semangat gotong royong kita membutuhkan sekian orang sehat, untuk membantu mereka yang sakit.

“Kita harus bergandengan tangan, karena keterbatasan finansial pemerintah untuk membiayai program jaminan kesehatan itu,” katanya.

Santunan Panti Asuhan

Acara Badan Usaha Gathering dan Buka bersama yang juga dihadiri Kepala BPJS Kesehatan Divisi Regional XI dan ratusan peserta dari badan usaha itu, juga dilakukan santunan anak yatim pada panti asuhan yang dikelola Nahdlatul Wathan (NW) dan Muhammadiyah.

Penyerahan santunan itu dilakukan Kepala Cabang  BPJS Kesehatan Kota, dr Muhammad Ali, Direktur Kepesertaan dan Pemasaran BPJS Kesehatan, andayani Budi Lestari, serta Asisten II Pemkot Mataram, Warthan.

Sebelumnya, dr Muhammad Ali mensosialisasikan terkait BPJS Kesehatanuntuk peserta mandiri.  Dan testimoni disampaikan dari Bagian HRD (Human Resources Development) dari Lombok Golf Kosaido Country Club di Lombok utara.

Rr.

 

 

 

 

Hingga Mei 2017, jumlah peserta JKN-KIS secara nasional mencapai 176.982.157 jiwa. Dan hingga kini BPJS Kesehatan sudah bekerja sama dengan lebih 20.766 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Faskes TP), terdiri dari 9.825 puskesmas, 5.279 Klinik Pratama, 4.504 Dokter Praktik Perorangan, 1.143 Dokter Gigi Praktik Perorangan, dan 15 RS Tipe D Pratama.




Mudik Nyaman Tahun Ini, BPJS Kesehatan Siapkan Layanan Kesehatan

Para pemudik jelang Hari Raya Idul Fitri 2017, terutama yang masih aktif jadi peserta JKN-KIS, mendapat kemudahan layanan kesehatan perjalanan mudik.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram, dr Muhammad Ali (foto: Rr)

MATARAM.lombokjournal.com – Peserta JKN yang mudik bisa berobat di luar wilayah, tanpa harus melaporke Kantor BPJS setempat. Ini memudahkan prosedur, baik darurat maupun non darurat dapat langsung berobat rumah sakit terdekat.

“Ini bagi peserta JKN-KIS yang masih aktif,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram, dr Muhammad Ali pada wartawan, Kamis (15/06). dalam jumpa pers bertema “Mudik Nyaman Bersama BPJS Kesehatan” di aula BPJS Kesehatan Mataram.

Kebijakan penyederhanaan prosedur pelayanan itu sejak 19 Juni 2017 sampai dengan 2 Juli 2017. Dengan kebijakan tersebut, peserta JKN-KIS yang sakit saat perjalanan mudik atau telah sampai ke tempat tinggalnya, tidak harus melapor ke Kantor Cabang BPJS Kesehatan setempat.

MuhammadAli menjelaskan, peserta JKN-KIS yang mudik diimbau membawa kartu kepesertaan JKNi. Maksudnya, kartu kepesertaan itu meliputi Kartu Indonesia Sehat/KIS, Kartu BPJS Kesehatan, Kartu Askes, Kartu Jakarta Sehat/KJS, dan Kartu Jamkesmas.

“Rumah Sakit atau Fasles yang bekerjasama dengan BPJS kesehatan tidak diperkenankan memungut biaya,” kata Muhammad Ali.

Pelayanan kesehatan tersebut hanya berlaku bagi peserta JKN-KIS yang mudik dan status Kepesertaan aktif.  Karena itu, peserta diminta memastikan disiplin membayar iuran agar status kepesertaannya aktif.  Untuk mengecek iuran peserta, dapat dilakukan melalui aplikasi BPJS Kesehatan Mobile pada Menu Cek Iuran.

Sedangkan untuk daftar fasilitas kesehatan dapat dilihat di website BPJS Kesehatan, Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile, atau melalui Care Center BPJS Kesehatan 1500400, “Untuk iurn bisa di cek lansung di aplikasi BPJS,” tutur Ali,

BPJS Kesehatan telah menciptakan Apilikasi Mudik BPJS Kesehatan yang dapat didownload secara gratis di Google Play Store untuk perangkat Android. Aplikasi tersebut menyediakan telepon penting, alamat kantor BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan, tanya jawab BPJS Kesehatan, info BPJS Kesehatan, tips BPJS Kesehatan, lokasi-lokasi penting, serta media sosial BPJS Kesehatan.

Selama libur lebaran 2017, masyarakat tetap dapat menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 1500400, yang hadir 7 x 24 jam. Baik untuk mendaftar menjadi peserta JKN-KIS, memperoleh informasi, melakukan pengaduan, melakukan konsultasi kesehatan, memperoleh pelayanan administrasi peserta JKN-KIS (mutasi dan aktivasi), serta mengetahui perhitungan denda pelayanan.

Posko Mudik

Saat musim mudik, BPJS Kesehatan juga membuka Posko Mudik di delapan titik padat pemudik yakni, Terminal Pulo Gebang Jakarta, Stasiun Bandung, Stasiun Yogyakarta, Terminal Tirtonadi Surakarta, Terminal Bungurasih Surabaya, Pelabuhan Soekamo Hatta Makassar, Pelabuhan Gilimanuk serta Pelabuhan Merak Banten.

“Posko Mudik BPJS Kesehatan yang digelar pada 21 hingga 24 Juni 2017 ,dan sudah di sediakan lansung fasilitas Obat obatan pelayanan kesehatan serta sosialisai program BPJS,” sebut Ali

Selama peserta JKN-KIS mengikuti prosedur dan ketentuan, serta tindakan medis yang diperolehnya berdasarkan indikasi medis yang jelas berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, maka fasilitas kesehatan tidak diperkenankan menarik iur biaya dari peserta.

“Tidak ada penarikan biaya sedikitpun, jadi tinggal tunjukan kartu JKN-KIS saja,” tegas Muhammad Aii.

AYA




Komisi IX DPR RI Ke Pasar, Pantau Produk Makanan Yang Mengandung Zat Berbahaya

MATARAM.lombokjournal.com — Inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Mandalika Kota Mataram,  Jumat (9/6) dilakukan Anggota Komisi IX DPR RI  dipimpin Wakil Ketua, Hj. Ermalena. Sidak itu  untuk mengantisipasi  kemungkinan peredaran dan penggunaan  zat berbahaya pada produk-produk makanan untuk bulan Ramadhan dan menjelang Hari raya Idul Fitri 1438 Hijriyah/

Sidak yang didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M.Sc., Ph.D dan Kepala BPOM NTB, Dra. Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih, Apt., MH., sekaligus memantau ketersediaan dan stabilitas kebutuhan pokok masyarakat tercukupi.

Hasil sidak setelah dilakukan uji laboratorium oleh Badan POM, ditemukan hanya satu bahan yang mengandung Boraks.  Dengan demikian disimpulkan, bahan makanan yang ada di Pasar Mandalika secara umum termasuk kategori sehat.

Namun Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Hj. Ermalena  meminta  pemerintah lebih intens melakukan pemantauan di pasar-pasar, guna  meminimalisir  peredaran zat berbahaya seperti Formalin, Rodhamin B dan Boraks.

“Kami harapkan BPOM lebih sering melakukan pemantauan terhadap peredaran zat berbahaya di pasar-pasar. Selain melakukan sidak atau pemantauan, BPOM juga harus memberikan edukasi kepada para pedangang akan bahaya penggunaan zat berbahaya tersebut pada makanan,” harapnya.

Ditempat sama, Sekda NTB Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M.Sc., Ph.D mengatakan, harus mengambil hikmah dari hasil sidak Komisi IX DPR RI bersama BOPM NTB. Ternyata masih ditemukan bahan makanan yang mengandung Zat berbahaya.

Dijelaskan Sekda,melalui berbagai institusi terkait pihaknya akan terus memberikan edukasi kepada para pedagang di Pasar-pasar dan masyarakat. “Penggunaan zat-zat berbahaya pada makanan akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh,” jelasnya.

AYA




Tenaga Medis Diminta Melayani Dengan Hati

Tenaga medis di Rumah Sakit HL. Manambai Abdulkadir (RSMA) diminta Melayani dengan hati kepada para pasien yang butuh pertolongan medis.

SUMBAWA.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB, H. Muh Amin, S.H., M.Si. minta dokter dan para medis tetap tanggap dan semangat melayani masyarakat meski di bulan puasa. “Walau puasa harus tetap tanggap dan semangat,” pintanya saat melakukan peninjauan pelayanan di RS Rujukan Provinsi NTB di Kabupaten Sumbawa, Kamis (8/6).

Wagub langsung meninjau proses pelayanan loket pendaftaran, IGD, poliklinik dan rawat inap, dan sempat  menyapa dan berinteraksi dengan para petugas dan dokter internship yang berasal dari luar daerah NTB.

Didampingi Direktur RSMA, dr. H. Syamsul Hidayat, Wagub meminta segenap tenaga medis mengembangkan sikap tulus dan ikhlas melayani masyarakat.

Direktur RSMA mengakui, sebagai rumah sakit baru masih perlu melengkapi fasilitas pelayanan. Namun ia pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan. “Saat ini RSMA tengah membangun fasilitas cuci darah dan akan melengkapi fasilitas CT Scan di tahun anggaran 2017 ini,” jelasnya.

Menanggapi penjelasan Dierektur RSMA, Wagub minta pengadaan berbagai fasilitas kesehatan yang direncanakan segera dileksekusi. Agar kendala peralatan segera diatasi.

“Segera selesaikan, dan terus tingkatkan kesehatan masyarakat NTB yang ada di Sumbawa” pinta Wagub.

Usai meninjau pelayanan Rumah Sakit, dalam rangkaian Safari Ramadhannya wagub melanjutkan mengunjungi lokasi budidaya madu trigona dan  pembangunan jembatan Samota.

AYA

 




Nilai Pancasila Dalam Prinsip Gotong Royong JKN-KIS

BPJS Kesehatan menggelar talkshow bersama tokoh-tokoh inspiratif masa kini dan menyelenggarakan beraneka lomba yang menggairahkan semangat nilai Pancasila

JAKARTA.lombokjournal.com – Kegiatan BPJS Kesehatan itu diselenggarakan untuk mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan Pekan Pancasila, dalam rangka upacara peringatan hari lahir Pancasila pada 1 Juni 2017 di seluruh Kantor Cabang BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia.

Program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) merupakan program negara sebagai perwujudan nilai-nilai Pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Khususnya dalam pemenuhan hak meningkatan kualitas hidup manusia yang dibangun melalui jaminan sosial, yang di dalamnya terdapat Program JKN-KIS.

Melalui jaminan sosial, diharapkan mampu meretas jalan perubahan demi Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Program JKN-KIS meningkatkan kualitas hidup sehat manusia Indonesia dengan memberikan akses finansial kepada seluruh rakyat Indonesia, agar memenuhi kebutuhan mendasar mereka di bidang kesehatan.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris mengatakan, program ini membuka kesempatan mendapatkan pelayanan kesehatan secara adil dan merata bagi seluruh masyarakat, baik yang mampu maupun yang tidak mampu, dari kalangan penerima bantuan iuran, hingga pemilik perusahaan, dengan iuran yang terjangkau.

“Keadilan sosial sesuai dengan nilai-nilai Pancasila ini akan terwujud jika semua pihak sama-sama bergotong royong atau berkontribusi dalam Program JKN-KIS. Bahkan menerapkan pola hidup sehatpun merupakan suatu kontribusi yang nyata,” ujar Fahmi saat memberikan sambutan dalam Talkshow bertema “Bagaimana Generasi Muda Memaknai Nilai-Nilai Pancasila Dalam Era Kekinian” di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, akhir Mei (31/05).

Talkshow dihadiri berbagai narasumber seperti Pakar Komunikasi Universitas Indonesia Effendi Ghazali, CEO Kubik Leadership Jamil Azzaini, dan Pandji Pragiwaksono, artis, stand up comedian, juga penulis muda yang banyak menjadi inspirasi anak-anak muda masa kini.

Fachmi Idris menambahkan, prinsip dasar dalam Program JKN-KIS adalah Gotong Royong yang merupakan saripati Pancasila. Dalam Program JKN-KIS nilai-nilai Pancasila sudah tertuang. Pertama, gotong royong dalam membayar iuran yang digunakan bagi peserta yang harus mendapatkan pelayanan kesehatan, yang sehat membantu yang sakit.

Kedua dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS kerjasama antar stakeholder, fasilitas kesehatan akan melayani peserta JKN-KIS dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, kerjasama lintas kementerian mulai dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, Kementerian Sosial, Kementerian Dalam Negeri, serta lembaga-lembaga terkait lain baik itu DJSN, DPR, OJK, BPK, BPKP, Organisasi Profesi, Asosiasi Fasilitas Kesehatan, serta tak kalah penting adalah kerjasama dengan Pemerintah Daerah.

“Kolaborasi peran dari seluruh stakeholder diperlukan dalam menjaga kualitas dan keberlangsungan program JKN-KIS. Agar seluruh pihak memberikan sumbangsih dan kerja keras bersama demi terwujudnya bangsa Indonesia yang lebih sehat dan bermartabat,” ujar Fachmi Idris.

Bagi seluruh Duta BPJS Kesehatan sendiri, tata nilai organisasi yang saat ini diterapkan BPJS Kesehatan, yaitu Integritas, Profesional, Pelayanan Prima dan Efisiensi Operasional sudah selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

Nilai-nilai Pancasila juga bisa diimplementasikan dengan berperilaku hidup sehat, karena dengan hidup sehat sama saja dengan gotong royong menjadikan bangsa Indonesia lebih kuat, sejahtera dan bermartabat.

Ho-lopis-kuntul-baris

Fahmi Idris mengutip pidato Bapak Revolusi Indonesia Soekarno atau Bung Karno dalam Sidang BPUPKI 1 Juni 1945. Saat itun Bung Karno mengatakan, gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-membantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama.

“Pidato Presiden Soekarno di atas ada baiknya menjadi renungan bagi bangsa ini,” kata Fahmi.

Gotong-royong erupakan nilai-nilai luhur kebudayaan, dan semangat gotong royong adalah kekayaan yang tidak ternilai harganya. Kekayaan inilah yang mampu menjadi modal besar bagi bangsa Indonesia menatap tantangan global, yakni perubahan dunia yang semakin kompetitif.

“Program JKN-KIS adalah salah satu alat dalam mewujudkan cita-cita keadilan sosial demi menyongsong perubahan dunia,” papar Fachmi.

Kehadiran program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan, sejak 3 tahun yang lalu memberikan dampak positif terhadap status kesehatan masyarakat, proteksi finansial dan pertumbuhan ekonomi sektor kesehatan pun meningkat.

Jumlah pemanfaatannya di fasilitas kesehatan oleh peserta BPJS Kesehatan sampai dengan 31 Desember 2016 mencapai 192,9 juta kunjungan/kasus. Terdiri dari 134,9 juta kunjungan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (Puskesmas, Dokter Praktik Perorangan, dan Klinik Pratama/Swasta) termasuk angka rujukan ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), serta 50,4 juta kunjungan Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (Poliklinik RS) dan 7,65 juta kasus Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RS).

Kehadiran program JKN-KIS ini telah dirasakan masyarakat. Program ini selain melakukan upaya kuratif dan rehabilitatif, juga menekankan pada upaya promotif preventif untuk kesehatan perorangan. Antara lain melalui senam sehat, deteksi dini kanker leher rahim dan screening kesehatan.

Rr

 




Sejak Tahun 2016, BPJS Kesehatan Sudah Mengelola Sekitar 172 Juta Peserta

  Selama tahun 2016 program JKN-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan telah mencakup 171.939.254 jiwa peserta JKN-KIS.l

Lombokjournal.com –

Dari Sisi Pelayanan, BPJS Kesehatan bekerjasama DENGAN 20,708 FASILITAS Kesehatan Tingkat Pertama / FKTP (Puskesmas, Klinik Pratama, Dokter Prakter Perorangan, dll), 2,068 FASILITAS Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan / FKRTL (Rumah Sakit) Dan 3,094 FASILITAS Kesehatan penunjang (Apotek, Laboratorium.

Keberadaan program ini membantu masyarakat yang membutuhkan upaya pemulihan kesehatannya dan mencegah kecacatan atas penyakit yang dideritanya.

Jumlah manfaatnya di fasilitas kesehatan oleh peserta BPJS Kesehatan mencapai 192,9 juta kunjungan / kasus, yaitu terdiri dari 134,9 juta kunjungan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (Puskesmas, Dokter Praktik Perorangan, dan Klinik Pratama / Swasta) termasuk angka rujukan ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL), dan 50,4 juta kunjungan Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (Poliklinik RS) dan 7,65 juta kasus.

Kehadiran program JKN-KIS ini sangat dirasakan masyarakat. Selain melakukan upaya kuratif dan rehabilitatif, juga menekankan pada upaya promotif preventif untuk kesehatan perorangan, antara lain: senam sehat, deteksi dini kanker leher rahim dan skrining kesehatan.

POSISI Keuangan terakhhir di 31 Desember 2016, Pendapatan Iuran sebesar Rp67,4 Triliun DENGAN Realisasi mencakup biaya Manfaat jaminan kesehatan sebesar Rp67,2 Triliun. Pemerintah juga telah merealisasikan suntikan dana dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada BPJS Kesehatan untuk diteruskan ke DJS (untuk pembayaran faskes) sebesar Rp6,83 T.

Pengelolaan dana dan program selama tahun 2016 telah dilakukan dengan baik. Terbukti terbitnya opini WTP dan capaian atas pelaksanaan Good Governance yang diterapkan oleh BPJS Kesehatan.

Hasil Pengukuran Good Governance BPJS Kesehatan hasil penilaian Sangat Baik (yang merupakan predikat tertinggi, yaitu> 85), dengan capaian skor aktual yaitu 88,49 dari skor maksimal 100. Di tahun 2016 telah memperoleh laporan rapor hijau dari Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Yaitu 2 (dua) target akhir akhir, suku bunga terdistribusi Kartu Indonesia Sehat 100%, tercapainya jumlah fasilitas kesehatan (Faskes) yang terlibat sebanyak 109,41% dari taget yang diberikan pemerintah.

Rr

Sumber: BPJS Kesehatan