Sinergitas Lintas Sektor untuk Dukung Revitalisasi Posyandu

Wagub NTB menekankan pentingnya sinergitas Bappeda, Dikes, Dinsos dan intervensi dari PKK, BKOW mendukung Posyandu Keluarga

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyatakan, kolaborasi dan sinergitas lintas sektor sangat penting untuk mendukung dan mensukseskan Program Revitalisasi Posyandu di NTB.

Hal tersebut diungkapkan Ummi Rohmi sapaan akrabnya saat menghadiri dan membuka sekaligus sebagai Keynote Speaker pada Rapat Koordinasi Pokjanal Posyandu Provinsi dan Kabupaten/Kota Se-NTB di Lombok Astoria Hotel, Kamis (25/08/22).

BACA JUGA: Road Show Gubernur NTB, Ini Harapan Bupati Djohan

Wagub NTB tekankan pentingnya kolaborasi dan sinergitas lintas sektor

“Berkolaborasi dan bersinergi lintas sektor itu sangat penting untuk mendukung program revitalisasi posyandu di Provinsi NTB ini,” kata Wagub.

Disinilah peran Bappeda, Dikes, Dinsos dan intervensi dari PKK, BKOW serta yang lain dalam berkolaborasi dan meyakinkan, posyandu keluarganya aktif, bagus perjalanannya, dan orang-orang yang ada di desa itu mengerti tugas dan tanggung jawabnya, jelas Ummi Rohmi. 

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta rapat yang hadir agar 100 persen Posyandu Keluarga tiap Kab/Kota di NTB dapat aktif, berkualitas dan berdaya. 

“Tolong semuanya yakinkan agar posyandu keluarga kita aktif, berkualitas, dan berdaya. Semua unsur di tingkat desa berkerja dengan sebaik-baiknya. Stop bicara asal-asalan, langsung ke angka, ke target, dan ke action apa yang harus kita lakukan ke depan untuk pencegahan stunting,” kata Wagub..

Hadi pada Rakor tersebut yaitu, Asisten I Setda Provinsi NTB, Kadis Kesehatan Provinsi NTB, Kadis PMPD Dukcapil Provinsi NTB, serta seluruh unsur Bappeda, Dikes dan DPMPD Kab/Kota se-NTB.***

BACA JUGA: Paguyuban Muslimah Diminta Atasi Masalah Domestik Perempuan

 




Musyawarah Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia KLU

Penyelenggaraan Musyawarah Daerah PPNI menjadi momen evaluasi untuk kepengurusan periode sebelumnya

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Drs. Raden Nurjati, Plh. Sekda Kabupaten Lombok Utara, mewakili Bupati Lombok Utara membuka Musyawarah Daerah (Musda) II Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Lombok Utara.

Musyawarah yang menjadi agenda rutin tiap 5 tahun sekali itu bertema “Perawat Hebat, Untuk Rakyat Sehat, Menuju KLU Berbudaya” tersebut, berlangsung di Hotel Anema Resort-Sira Indah Kabupaten Lombok Utara, Kamis (25/08/22).

BACA JUGA: Produk Manufaktur Harus Punya Sertifikat Kandungan Lokal

Raden Nurjati mengingatkan kepada segenap petugas kesehatan, agar dalam menjalankan tugasnya mengedepankan pelayanan maksimal

Dalam laporannya, Ketua Panita Sabri, A.Md, SKM, menerangkan, kegiatan Musda dilaksanakan dengan pemilihan kepengurusan baru untuk periode 2022-2027. 

Selain itu juga menjadi momen evaluasi untuk kepengurusan pada periode sebelumnya. 

“Melalui agenda sidang yang akan dilakukan, diharapkan simua peserta memberikan penilaian terhadap pengurus sebelumnya dan bisa memilih kepengurusan selanjutnya,” ujar Sabri.

Sabri  menyinggung soal petugas atau perawat yang menjadi garda terdepan, dan berharap kepada pemangku kebijakan untuk mengkaji dan memberikan kesempatan kepada seluruh perawat baik kontrak maupun honor, agar mendapatkan kesempatan untuk bisa diterima sebagai ASN maupun P3K di tahun 2023. 

“Banyak perawat yang sudah lama mengabdi dan bahkan ada yang sudah 20 tahun dalam pengabdiannya,” harap Kepala Puskesmas Gangga ini. 

Sementara itu, Plh. Sekda, Drs Raden Nurjati mengingatkan kepada segenap petugas kesehatan, agar dalam menjalankan tugasnya mengedepankan pelayanan maksimal. Dan tidak ada lagi terdengar rada rada miring yang menyebutkan pelayanan kesehatan masyarakat kurang baik, tuturnya. 

Ia juga berharap agar petugas kesehatan yang berprestasi dalam pengabdiannya untuk diberikan penghargaan sesuai keilmuannya, termasuk kepada para perawat yang ikut serta berjuang dalam menghadapi pandemi covid 19 sampai saat ini.

Raden Nurjati mengapresiasi penyelenggaraan Musda  II PPNI Kabupaten Lombok Utara ini, karena Musda ini sebagai salah satu bukti dinamika PPNI sebagai sebuah organisasi.

“Momentum Musda II PPNI Kabupaten Lombok Utara ini semoga bisa dimanfaatkan sebagai media untuk melakukan perbaikan dan perubahan ke arah yang lebih baik lagi,” harapnya. 

Selain mencari kepengurusan baru, juga untuk meningkatkan prefesionalisme dan serta mutu pelayanan yang lebih baik. 

BACA JUGA: Pemprov NTB Dukung Social Summit Responsibility Center

“Semoga Musda ini dapat menghasilkan pengurus yang amanah dan bertanggung jawab serta dapat membawa kemajuan bagi perkembangan keperawatan di Kabupaten Sleman,” jelas Plh. Sekda. 

Usai memberikan sambutan, Plh. Sekda melakukan pemukulan gong, dan dilanjutkan dengan diskusi dan pemilihan pengurus baru. ***

 

 




Paguyuban Muslimah Diminta Atasi Masalah Domestik Perempuan

Wagub NTB audiensi dengan pengurus Paguyuban Muslimah NTB, yang diharapkan juga ikut mengatasi stunting

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., menerima Audiensi bersama Paguyuban Muslimah NTB sebagai bentuk silahturahmi sekaligus pengenalan terhadap Pengurus Paguyuban Muslimah NTB yang baru Periode 2022-2025  di Ruang Kerja Wakil Gubernur  Rabu, (24/08/22).

Wagub NTB minta Pagyuban Muslimah atasi masalah domestik perempuan

Umi Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB, mengucapkan selamat atas kepengurusan yang baru serta sangat berterima kasih kepada Paguyuban Muslimah NTB yang telah banyak memberikan kontribusi kepada masyarakat.

BACA JUGA: Sekda Buka Bazar Murah untuk Stabilisasi Harga Pangan

“Saya sangat berharap bersama pemerintah dan organisasi lainnya kita mengatasi permasalahan domestik terutama mengenai kaum Muslimah, perkawinan anak, pernikahan dini dan saat ini NTB sedang fokus menurunkan stunting,” jelasnya.

Lebih lanjut Umi Rohmi menyampaikan, Provinsi NTB memiliki Posyandu keluarga yang aktif dibuktikan dengan adanya revitalisasi Posyandu di NTB yang dilakukan dengan cara mengintervensi masyarakat, khususnya ibu-ibu yang memiliki balita untuk memberikan anaknya protein hewani seperti telur, ayam, dan ikan sehingga dapat menekan angka stunting.

“Intinya saya berharap Paguyuban Muslimah NTB dapat bekerja sama dengan organisasi lainnya terutama bagaimana menuntaskan angka stunting di Provinsi NTB”, tuturnya.

BACA JUGA: Posyandu Terintegrasi dengan Bank Sampah di Desa Sesela

Audiensi Wakil Gubernur NTB bersama Paguyuban Muslimah NTB ini juga didampingi oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi NTB, Drs. Sahnan, M.Pd., ***

 

 




Wagub NTB Terima Kunjungan Dewan Jaminan Sosial Nasional

Tim Monev Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menyampaikan pada Wagub NTB telah melakukan pemantauan kinerja BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) yang terdiri dari Subiyanto, S.Sos., S.H., M.Kn dan Muttaqien, MPH., AAK bersama anggota tim, lainnya telah melaksanakan kegiatan monev ini selama tiga hari dan telah mengunjungi beberapa tempat di NTB.

Wagub NTB mendapat penjelasan terkait pemantauan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan

Saat diterima Wakil Gubernur NTB,Hj. Sitti Rohmi Djalillah, Rabu (24/08/22),  tim monev itu menyampaikan telah memberikan beberapa rekomendasi baik kepada perwakilan BPJS Kesehatan NTB dan BPJS Ketenagakerjaan NTB guna meningkatkan kinerja dan pelayanannya masing-masing.

BACA JUGA: Paguyuban Muslimah Diminta Atasi Masalah Domestik Perempuan

Kepada Wagub NTB disampaikan apresiasinya karena Pemerintah Provinsi NTB telah menerbitkan Pergub nomor 51 tahun 2020.

“Kami apresiasi kepada Pemrov NTB yang telah menerbitkan Pergub nomor 51 tahun 2020 mengenai Kewajiban Kepesertaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Hal ini membuktikan Pemrov NTB selalu ada untuk masyarakat,” kata Subiyanto.

Sementara itu, terkait diselenggarakannya kegiatan Monev ini tujuannya melakukan pemantauan langsung, sehingga dapat dibandingkan antara kebijakan dan data pengelolaan program jaminan sosial di lapangan.

Baik terkait penyelenggaraan program jaminan kesehatan yang dilaksanakan oleh BPJS Kesehatan maupun penyelenggaraan program jaminan sosial bidang ketenagakerjaan yang dilaksanakan oleh BPJS Ketenagakerjaan. 

BACA JUGA: Pemprov NTB Dukung Summit Social Responsibility Center

Selain itu, monev juga bertujuan untuk menginventarisasi permasalahan dan kendala yang dihadapi oleh kedua Badan penyelenggara program jaminan sosial.***

 

 




Posyandu Terintegrasi dengan Bank Sampah di Desa Sesela

Kunker Wagub di Desa Sesela memonitor program Posyandu yang sudah terintegrasi dengan Bank Sampah

LOBAR.lombokjournal.com ~ Kunjungan Kerja (kunker) Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengunjungi Posyamdu Desa Sesela,  Kecamatan Gunungsari,  Kabupaten Lombok Barat, Senin (22/08/22), monitoring secara langsung kegiatan Posyandu yang sudah terintegrasi dengan Bank Sampah. 

Kunjungan kerja ini dilakukan untuk membuktikan kerja nyata dari program yang sudah dicanangkan oleh Wakil Gubenur Provinsi NTB.

BACA JUGA: KUnjungi Posyandu Keluarga, Wagub NTB: Stunting Masalah Gizi

Kader Posyandu Keluarga "Taman Sari" dianjurkan untuk membawa sampah plastik dua kali seminggu
Kader Posyandu

Umi Rohmi sapaan akrab Wagub mengatakan, program yang dilakukan di Desa Sesela sudah bagus.

Menurut Ummi,  sesuai dengan dialog dengan Kades bahwa Posyandu sudah terintegrasi dengan Bank Sampah.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa apa yang dipraktikkan di Desa Sesela ini sesuatu yang luar biasa. Sejak awal sudah saya sampaikan ke LHK, PMPD, bagi desa yang memiliki perhatian lebih terhadap program-program yang penting di bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan harus diperhatikan,” paparnya. 

Masih mengenai sampah,  Wagub Umi Rohmi mengatakan,  jika sampah kering dan basah di pisah tidak akan membuat masalah. 

Apabila sampah basah disatukan akan menimbulkan bau tidak sedap, lalat, dan penyakit. Kemudian sampah kering dibawa ke bank sampah akan menjadi uang, apalagi terintegrasi dengan Posyandu nantinya mendapatkan pemasukan bagi posyandu dan ibu-ibu. 

Magot yang berkembang juga apabila difokuskan dan berskala besar nantinya dapat diekspor ke Jepang, Korea dan berbagai negara lainnya. 

Hal tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak, seperti ikan, ayam, dan bebek. Apabila dapat direalisasikan akan menjadi hal yang luar biasa, dimana sampah teratasi, pakan tersedia, dan ketergantungan terhadap pupuk kimia bisa berkurang.

Umi Rohmi mengajak semua masyarakat Desa Sesela khususnya ibu-ibu Posyandu untuk makan makanan alami yang ada di sekitar. Seperti telur, tahu, tempe, sayuran, buah-buahan, serta mengurangi makanan cepat saji dan snack yang mengandung MSG. 

“Makanan yang tidak sehat menyebabkan anak cepat sakit dan tidak fokus belajar di sekolah. Jangan sampai ada yang putus sekolah.  Yang berhenti sekolah  SD silahkan ambil paket A, yang berhenti di SMP silahkan ambil paket B, begitu seterusnya dan harus dituntaskan,” pungkas Wagub.

BACA JUGA: Pesantren tak Jauh dari Pelajaran Eksak, Ini Kata Wagub NTB

Kader Posyandu Keluarga “Taman Sari”,  Dusun Dasar Utama Desa Sesela, Atika mengatakan,  setiap bulan pihaknya menganjurkan untuk keluarga yang mempunyai balita untuk membawa sampah plastik dan untuk masyarakat biasa dua kali seminggu, demi terwujudnya Zero Waste.  

Keterangan lain yang berhasil dihimpun menyebutkan,  Posyandu yang ada di Desa Sesela sebanyak 11 Posyandu dengan jumlah kader 60 orang, dengan angka stunting sebanyak 11 anak dan yang beresiko stunting sebanyak 315 orang balita. ***

 

 




Wagub NTB Sambut Baik Konferensi dan Seminar IAI NTB

Ikatan Apoteker Indonesia mengundang Wagub NTB memberi pengarahan seminar ke-Farmasian

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyambut baik rencana Konferensi Daerah sekaligus Seminar ke-Farmasian yang akan diadakan oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Daerah NTB. 

Hal tersebut diungkapkan Wagub saat menerima audiensi dari IAI NTB di Ruang Kerja Wagub, Senin (22/08/22). 

Wagub NTB diundang seminar ke-Farmasian
Wagub Hj Sitti Rohmi

“Ya, insya Allah saya bisa hadir. Semoga lancar ya, mudah-mudahan maju,” ujar Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub. 

Panitia pelaksana kegiatan, Apt. Agus Suprianto menyatakan, tujuan diadakannya Konferensi Daerah dan Seminar ke-Farmasian tersebut yaitu untuk meningkatkan kapasitas serta kapabilitas para apoteker di NTB.

“Kami ingin mengundang Wagub NTB untuk memberikan pengarahan kepada hampir 1.200 apoteker di NTB terkait dengan peningkatan kapasitas dan kapabilitas untuk bisa berpraktek secara mandiri dan bertanggung jawab demi membangun masyarakat NTB yang gemilang di masa depan,” tuturnya.

Sebagai informasi, Konferensi Daerah dan Seminar ke-Farmasian IAI NTB akan diselenggarakan di Hotel Golden Palace, Kota Mataram pada tanggal 27 Agustus 2022 mendatang.

Turut mendampingi Wagub pada audiesni tersebut, yaitu Asisten I Setda Provinsi NTB dan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi NTB. ***

 

 

 




Kunjungi Posyandu Keluarga, Wagub NTB: Stunting Masalah Gizi

Stunting bukan aib, hanya masalah kekurangan gizi, kata Wagub NTB saat kunjungi Posyandu Keluarga di Lombok Timur

LOTIM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalilah,  kembali mengunjungi Posyandu Keluarga. 

BACA JUGA: Posyandu Keluarga 100 persen, Modal Tangani Stunting

Kunjungi Posyandu Keluarga di Lotim, pesan Wagub NTB jangan remehkan stunting

Kali ini, Wagub datang ke Posyandu Tanjung Ungu Desa Denggen dan Posyandu Mekar Jaya Rakam, Kecamatan Selong, Lombok Timur.

Kunjungan Wagub ke Posyandu Keluarga tersebut, untuk mencegah sekaligus menekan angka stunting di NTB.

 Kepada seluruh peserta posyandu yang hadir, Wagub menyampaikan, Stunting bukan Aib, Stunting juga bukan penyakit berbahaya yang membuat keluarga panik berlebihan.

“Stunting ini masalah gizi, bukan Aib, ibu-ibu jangan hawatir berlebihan, yang penting anak-anak kita dikasih protein hewani, seperti telur,” ungkap Wagub, Sabtu (20/08/22).

Namun, lanjut Wagub, stunting tidak boleh disepelekan, tidak boleh di anggap enteng. Karena stunting dapat mengganggu pertumbuhan anak, penderita stunting juga rentan terhadap penyakit hingga memiliki tingkat kecerdasaan di bawah rata-rata.

“Kita mau anak-anak kita jadi dokter, jadi ulama, jadi abdi negara. Untuk itu, ayo, jangan sampai anak-anak kita stunting, kalau ada yang stunting, langsung cukupi asupan gizinya.” kata Wagub yang populer disapa Umi Rohmi tersebut.

BACA JUGA: Jambore Nasional Vespa, NTB Jadi Pusat Otomotif Tourism

Hadir pada kesempatan tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dinas Kominfotik NTB, Dinas PMPD NTB, Dinas P3AP2KB, Biro Adpim, Dinas Kesehatan Lombok Timur. ***

 

 




Posyandu Keluarga di NTB 100 persen, Modal Tangani Stunting

Saat ini  sudah ada sekitar 7600 lebih Posyandu Keluarga di NTB, itu menjadi modal untuk penanganan stunting

MATARAM.lombokjournal.com ~ Target 100 persen Posyandu Keluarga berbasis dusun di NTB telah berhasil dicapai pada tahun 2021 lalu.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyatakan, dengan tercapainya target tersebut, dapat menjadi modal untuk percepatan penanganan stunting di NTB.

Hal itu disampaikan saat memimpin sekaligus memberikan arahan pada Rapat Pembinaan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten/Kota se-NTB yang bertempat di Gedung Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Jumat (19/08/22).

BACA JUGA: GARPU Harus Bantu Ekonomi Kecil dan Menengah

“Berkat aktifnya posyandu keluarga NTB di tahun 2021 yang sudah 100 persen, dan sudah ada sekitar 7600 lebih posyandu keluarga, maka itu menjadi modal kita untuk penanganan stunting yang ada di NTB. Kita sisir setiap balita, karena stunting ini bukan aib. Ini adalah sesuatu yang mudah ditangani selama kita mau,” kata Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub.

Ia juga terus mendorong setiap Kabupaten/Kota di NTB untuk menginput dan memperbaharui data pemantauan pertumbuhan di ePPBGM setiap bulan agar data tersebut tetap update. 

“Jika kita bisa menginput e-PPBGM lebih dari 95 persen tahun ini, maka angka stunting kita diakui. Jika kita tidak bisa input lebih dari itu maka angkanya tidak dapat diakui. Karena memang tuntutan dari semua provinsi adalah angkanya dari e-PPBGM. Maka mari kita laksanakan dengan baik,” jelasnya.

Dengan sinergi dan kolaborasi Dinas Kesehatan Provinsi dan Kab/Kota serta BKKBN, Ummi Rohmi optimis tahun 2022 data stunting di NTB akan turun.

“Saya sangat yakin dan optimis dengan melihat kinerja seluruh kabupaten/kota yang luar biasa fokus dengan penurunan stunting dan ikatan derajat kesehatan kita, angka stunting di NTB akan turun maksimal tahun di 2022 ini,” tutup Ummi Rohmi.

BACA JUGA: Gubernur Zulkieflimansyah Kunjungi Desa Wakan, Lotim

Hadir dalam Rapat Pembinaan tersebut yaitu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Kepala BKKBN Provinsi NTB, serta Perwakilan Dinas Kesehatan dan Bappeda Kab/Kota se-NTB. ***

 

 




Akreditasi dan Sertifikasi RS Syari’ah, Tingkatkan Mutu RS di NTB

Gubernur NTB berharap, akreditasi dan Sertifikasi Rumah Sakit Syari’ah jadi langkah awal meningkatkan mutu dan pelayanan rumah sakit di NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Workshop Akreditasi Rumah Sakit dan Sertifikasi Rumah Sakit Syari’ah oleh Islamic Medical Association and Network of Indonesia-Perhimpunan Profesional Kesehatan Muslim Indonesia (IMANI-PROKAMI) Provinsi Nusa Tenggara Barat, berlangsung di Prime Park Hotel Mataram, Jumat (12/08/22) . 

Gubernur mengatakan, workksho akreditasi untuk meningkatkan mutu RS di NTB
Gubernur Zulkieflimansyah

“Diharapkan kegiatan ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan mutu dan pelayanan Rumah Sakit kita di Provinsi NTB,” harap Gubernur NTB, Zulkieflimansyah. 

BACA JUGA: Desa di Lotim Didorong Jadi Desa Wisata Berbasis Sampah

Bang Zul berharap agar kegiatan ini menjadi langkah awal meningkatkan mutu dan pelayanan rumah sakit di NTB.

Ia juga mengatakan, terminologi syariah bukan suatu hal yang harus ditakuti, namun dengan adanya terminologi syariah banyak hal yang bisa diperbaiki.

“Tugas kita adalah bagaimana menunjukkan kepada umat islam dan dunia bahwa terminologi syariah tidak harus ditakuti tetapi terminologi syariah banyak hal yang bisa diperbaiki bersama,” ujarnya.

Gubernur mengapresiasi Islamic Medical Association and Network of Indonesia-Perhimpunan Profesional Kesehatan Muslim Indonesia (IMANI-PROKAMI) Provinsi Nusa Tenggara Barat, karena telah mengdakan kegiatan yang dapat meningkatkan akreditasi dan sertifikasi Rumah Sakit.

Ketua Umum PROKAMI, Dr. dr. Eka Ginanjar., Sp.PD KKV. FINASIM FACP, FICA, MARS mengatakan, Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan inti dari suatu proses manajemen.

“Kita yakin dalam proses manajemen rumah sakit pada SDM merupakan hal yang tidak bisa disepelekan,” katanya.

BACA JUGA: Bangun Pura Dalem di Pemenang, Gotong Royong Umat Hindu Diapresiasi

Dalam kegiatan tersebut,  Gubernur NTB didampingi oleh Asisten III Setda Provinsi NTB, dr Hj Nurhandini Eka Dewi. NTB, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri,MM, MARS dan undangan lainnnya. ***

 




Remaja NTB Tidak Boleh Ada yang Kurang Darah

Komitmen remaja NTB untuk bebas Anemia, Wagub NTB mengingatkan pentingnya asupan gizi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Remaja Provinsi Nusa Tenggara Barat berkomitmen untuk bebas dari anemia. 

Qagub NTB menekankan remaja NTB tidak boleh ada yang kurang darah
Acara Aksi bergizi para siswa

Hal tersebut diserukan siswa siswi sekolah dalam acara Aksi Bergizi yang dirangkaikan dengan Peringatan HUT RI KE-77 di Kantor Gubernur,  Jumat (12/08/22).

BACA JUGA: Wagub NTB Ingatkan, Balita Tiap Harus Konsumsi Telur

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah berpesan, agar jangan lengah memperhatikan asupan gizi sehari-hari. 

Seringkali anemia atau kurang darah terjadi pada remaja bukan karena tidak ada makanan tetapi kurang memperhatikan asupan gizi

Karena itu, edukasi pentingnya asupan gizi perlu dilakukan. 

“Jangan lengah. Anemia terjadi bukan karena tidak ada makanan, tapi karena tidak ada asupan gizi. Kita setiap hari harus makan makanan bergizi,” pesan Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi juga berpesan, selain menganjurkan sarapan pagi namun yang penting harus dilihat juga komposisi makannannya. 

Karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral haruslah lengkap. NTB sendiri memiliki program minum tambah darah sekali seminggu bagi remaja sekolah. 

“Di NTB tidak boleh ada remaja kita yang kurang darah. Kalian harus perhatikan kesehatan kalian,” seru Wagub. 

BACA JUGA: Masyarakat Bayan Antusias Menyambut HUT RI

Selain aksi meminum tablet tambah darah bersama, Acara aksi bergizi tersebut juga dirangkaian dengan acara senam bersama yang dilakukan sebelumnya, serta sarapan dan makan buah bersama. ***