BPJS Kesehatan Beri Kepuasan Peserta JKN-KIS

Masyarakat yang dulunya ragu-ragu berobat, kini dapat dengan mudah mengakses layanan fasilitas kesehatan tanpa khawatir dikenakan biaya mahal. Semenjak BPJS Kesehatan hadir, tingkat kunjungan ke rumah sakit meningkat amat pesat, antrian berobatpun menjadi panjang

lombokjournal.com –

JAMKESNEWS  ;   Rudi Rudolf Ignasio (45) warga Kabupaten Lombok Barat mengaku berkesan terhadap pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Beberapa bulan yang lalu, gempa besar yang terjadi beruntun memporak-porandakan bangunan yang ada di Pulau Lombok. Salah satu bangunan yang terkena dampak adalah Kantor BPJS Kesehatan Cabang Mataram yang berlokasi di Jalan Bung Karno Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Demi kenyamanan dan keamanan, para peserta dilayani sementara waktu di garasi parkir yang terletak di bagian belakang gedung yang sedang di renovasi.

“Suasananya memang agak darurat, tapi saya salut pelayanan tetap berjalan padahal banyak instansi lain yang tutup karena terdampak gempa bumi,” kata pria yang berprofesi sebagai PNS ini.

Rudi, sapaan akrabnya amat puas dengan pelayanan yang diberikan fasilitas kesehatan. Meskipun dirinya berobat sebagai peserta JKN-KIS, dia merasa tidak ada perbedaan pelayanan yang diberikan dengan pasien umum.

Pria yang memiliki hobi lari ini pernah mengalami sakit sehingga harus rawat jalan di salah satu puskesmas di Kota Mataram. Tidak ada iur biaya yang dikenakan, petugas puskesmas tempat ia dirawat pun sangat tanggap dan cekatan.

Dirinya berharap program JKN-KIS dapat dipertahankan oleh pemerintah. Ia merasa semenjak diberlakukan, JKN-KIS sangat membantu masyarakat terutama mereka yang terkendala dengan biaya berobat.

Masyarakat yang dulunya ragu-ragu berobat, kini dapat dengan mudah mengakses layanan fasilitas kesehatan tanpa khawatir dikenakan biaya mahal. Ia mengakui, semenjak BPJS Kesehatan hadir, tingkat kunjungan ke rumah sakit meningkat amat pesat, antrian berobatpun menjadi panjang.

“Tapi saya tidak masalah, karena itu bukti bahwa pemerintah hadir dalam memberikan kemudahan akses masyarakat untuk berobat”, Ujar Rudi, saat ditemui di kantornya, Kamis (28/02).

Ia juga berharap program JKN-KIS dapat ditingkatkan kualitasnya. Pemerintah dalam hal ini BPJS Kesehatan dapat melakukan sosialisasi dengan gencar kepada masyarakat mengenai program JKN-KIS.

Rudi juga berharap BPJS Kesehatan dapat memantau kualitas pelayanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan. Hal ini bertujuan agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik sehingga mengurangi praktik-praktik pengobatan alternatif yang dasar ilmiahnya tidak jelas.

ay/yn

Narasumber : Rudi Rudolf Ignasio

 




BPJS Kesehatan Mataram Turunkan Petugas Pemeriksa Untuk Badan Usaha Yang Menunggak

Badan Usaha mempunyai kewajiban untuk mendaftarkan dan membayar iuran setiap karyawan nya yang bekerja di Perusahaan tersebut

MATARAM.lombokjornal.com –

JAMKESNEWS — Dalam upaya meningkatkan kepatuhan Badan Usaha dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS), BPJS Kesehatan Mataram melakukan pemeriksaan kepatuhan Badan Usaha Sungai Mas Cemerlang, pada Kamis (28/02).

Kegiatan pemeriksaan itu sesuai amanat UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang menyatakan,  BPJS Kesehatan memiliki kewenangan melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan peserta dan pemberi kerja dalam memenuhi kewajibannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan Jaminan Kesehatan Nasional.

Karena itu, BPJS Kesehatan  Cabang Mataram rutin melakukan pemeriksaan kepada Badan Usaha yang belum registrasi, sudah registrasi namun belum sepenuhnya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS,  dan Badan Usaha yang iurannya menunggak.

Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Cabang Mataram , Lalu Suryatna menyatakan, Pengawasan dan Pemeriksaan Kepatuhan ini rutin dilakukan dalam rangka meningkatkan kepatuhan badan Usaha dalam memberikan data secara lengkap dan benar serta kepatuhan membayar iuran setiap bulan.

“Pada Tahun 2018 telah dilakukan pemeriksaan kepatuhan sebanyak 74 Badan Usaha, dengan pencapaian 49 Badan Usaha patuh dan 25 Badan Usaha tidak patuh yang akan ditindaklanjuti lebih lanjut oleh Kejaksaan Negeri Mataram,” ujar  Lalu Suyatna.

Slogan BPJS Kesehatan dengan gotong royong semua tertolong adalah suatu dorongan agar seluruh masyarakat sadar akan kewajibannya sebagai Warga Negara Indonesia untuk saling membantu.

Terutama Badan Usaha yang mempunyai kewajiban untuk mendaftarkan dan membayar iuran setiap karyawan nya yang bekerja di Perusahaan tersebut.

Dengan ketentuan 4 persen dari gaji iuran tersebut ditanggung Perusahaan, dan 1 persen ditanggung masing-masing karyawan.

Manager Sungai Mas Cemerlang, Romli mengakui kepada petugas pemeriksa BPJS Kesehatan Cabang Mataram, perusahaannya memang memiliki tunggakan karena pemasukannya menurun akibat dampak dari gempa bumi yang terjadi.

“Perusahaan kami memang mengalami penurunan pemasukan akibat gempa, tapi kami akan berusaha untuk membayarkan semua tunggakan dan mendaftarkan seluruh karyawan ke dalam Program JKN-KIS pada bulan Maret 2019,” ujar Romli.

Lebih lanjut Suryatna menyampaikan harapannya kepada seluruh Badan Usaha dan pemberi kerja.

Dikatakannya, pemeriksaan adalah suatu bentuk kerjasama untuk saling mengingatkan pada suatu kewajiban yang seharusnya dijalani. Maka Pengawasan dan Pemeriksaan kepatuhan akan rutin dilakukan kepada setiap badan usaha yang berada di wilayah kerja Kantor Cabang Mataram.

“Tujuan pemberi kerja memberikan Jaminan Kesehatan sebagai hak dari pekerja sebagaimana diatur dalam peraturan Perundang-undangan. Dalam setiap kegiatan pemeriksaan, kami selalu menyampaikan hak dan kewajiban dari pemberi kerja dan pekerja. Pada umumnya setiap Badan Usaha yang sedang dilakukan pemeriksaan kepatuhan, menindaklanjuti rekomendasi dari tim kepatuhan, ” kata Suyatna.

ay/yn/

 

 




JKN-KIS Menolong Semua Kalangan Masyarakat

Diharapkan BPJS Kesehatan dapat lebih gencar melakukan sosialisasi pentingnya Program JKN-KIS beserta alur prosedurnya

lombokjournal.com —

JAMKESNEWSW  — Jien Tirta Raharja (28), namanya cukup terkenal di Lombok sebagai musisi. Ia bersama bandnya The Datu sering tampil dalam beragam acara pentas di dalam maupun di luar Pulau Lombok.

Selain musisi, Pria yang kerap disapa Itok ini ternyata juga berprofesi sebagai dosen. Ia berbagi pengalamannya seputar Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Itok beberapa kali sempat menjalani rawat jalan maupun rawat inap di rumah sakit. Ia terdaftar sebagai Peserta Penerima Upah (PPU) dari salah salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, tempat ia mengajar.

Selama mendapatkan pelayanan di rumah sakit, ia merasa sangat puas. Pelayanan yang diberikan tidak memandang apakah sebagai pasien umum atau peserta JKN-KIS. Tenaga medis yang merawatnya sangat tanggap cekatan dan ramah.

Tidak hanya ia sendiri yang mendapatkan pelayanan maksimal sebagai peserta JKN-KIS, istrinya yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu instansi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat pun juga mendapatkan pengalaman serupa.

Tidak ada biaya yang dibebankan kepada peserta JKN selama mendapatkan pelayanan medis di fasilitas kesehatan, asalkan sesuai prosedur.

Itok sendiri pernah membantu pengurusan kepesertaan JKN-KIS salah satu kerabatnya yang tidak bisa baca tulis. Ia menganggap prosedur pendaftaran yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan cukup mudah dan cepat.

Tidak ada biaya yang keluar satu sen pun ketika membuat Kartu Indonesia Sehat.

“Program JKN-KIS ini sangat membantu saya dan keluarga serta para kerabat, ternyata  persepsi orang diluar sana yang mengatakan prosedur berbeli-belit itu sebenarnya tidak ada, saya merasakan sendiri manfaatnya. Gak susah kok mengikuti prosedur yang berlaku,” ujar  Itok, saat ditemui di kediamannya pada Kamis (28/02).

Pria yang sudah mengeluarkan beberapa album ini memiliki harapan terhadap Program JKN-KIS. Ia ingin program ini tetap berjalan agar banyak masyarakat yang bisa tertolong.

Ia juga berharap, BPJS Kesehatan dapat lebih gencar melakukan sosialisasi pentingnya Program JKN-KIS beserta alur prosedurnya.

Ia yakin banyak masyarakat yang kurang paham mengenai program JKN-KIS sehingga terbangun kesan bahwa berobat menggunakan JKN-KIS sangat rumit. Ia juga mengapresiasi sudah banyak instansi di Kota Mataram yang dengan sadar mendaftarkan pegawainya Program JKN-KIS termasuk kampusnya tempat Ia bekerja.

ay/yn

Narasumber : Jien Tirta Raharja




Hidup Sehat Lebih Baik, Daripada Harus DirawatDi Rumah Sakit

Prinsip gotong royong dalam pelaksanaan Program JKN-KIS sejatinya adalah saling tolong menolong antar masyarakat yang difasilitasi oleh BPJS Kesehatan

lombokjournal.com —

JAMKESNEWS  ;    Kesehatan adalah harta yang tidak ternilai harganya, begitulah prinsip hidup yang dipegang oleh Lalu Isnaeni (44).

Pria yang menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Umum dan Perlengkapan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram ini memiliki pengalaman berkesan selama menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Ia selalu menggunakan kartu JKN-KIS untuk berobat ke dokter keluarga yang terletak tidak jauh dari rumahnya. Selama berobat, ia mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan oleh dokter.

“Ketika saya berobat, dokter selalu menanyakan keluhan dan memeriksa tubuh saya dengan cermat, pelayanannya bagus. Tidak ada perbedaan pelayanan antara pasien JKN dengan pasien umum,” tutur Isnaeni saat ditemui tim Jamkesnews, Senin (25/02).

Isnaeni merasa bersyukur selama ini belum pernah merasakan rawat inap di rumah sakit. Hidup sehat dan dapat beraktivitas normal lebih baik daripada harus dirawat di rumah sakit meskipun seluruh biaya ditanggung JKN-KIS.

Ia pun tidak terlalu memikirkan dengan iuran JKN-KIS yang dipotong dari gajinya sejak era PT. Askes (Persero).

Jika dihitung-hitung, potongan gajinya untuk iuran JKN-KIS jauh lebih besar dibandingkan dengan biaya pengobatan yang seandainya ia keluarkan selama ini.

Bagi dia, potongan gaji tersebut tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan perasaan tenang dari ketakutan akan biaya mahal untuk berobat. Isnaeni mengungkapkan bahwa program JKN-KIS sangat baik bagi masyarakat Indonesia yang memiliki tingkat kesejahteraan yang berbeda-beda.

Prinsip gotong royong dalam pelaksanaan Program JKN-KIS sejatinya adalah saling tolong menolong antar masyarakat yang difasilitasi oleh BPJS Kesehatan.

“Banyak teman saya yang pernah merasakan manfaat dari program ini. Mungkin saja potongan gaji saya untuk program JKN-KIS mengalirnya untuk biaya pengobatan mereka, malah jadi sumber pahala kan?,” tegas Isnaeni kepada tim Jamkesnews.

Ia sangat terkesan dengan inovasi yang telah dilakukan BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Program JKN-KIS.

Salah satunya adalah mobile JKN yang sangat membantu untuk memastikan kepesertaan ia dan keluarga.  Isnaeni berharap program ini dapat terus dilanjutkan siapapun presidennya.

Tentu saja dengan kualitas pelayanan yang semakin baik.

 

ay/yn/JAMKESNEWS

Narasumber : Isnaeni

 




BPJS Kesehatan Cabang Mataram Gencarkan Sosialisasi Mobile  JKN Di Tiap Momen

Dengan menginstal aplikasi Mobile JKN pada handphone, peserta JKN-KIS dapat memperoleh informasi kesehatan seperti mengisi skrining riwayat kesehatan pada aplikasi Mobile JKN untuk mengetahui dan mencegah resiko penyakit diabetes, hipertensi, jantung, dan dan ginjal

MATARAM.lombokjournal.com —

JAMKESNEWS  ;   BPJS Kesehatan sebagai badan hukum publik yang diberikan amanat untuk menjalankan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS secara efektif dengan berbagai inovasi.

Saat ini BPJS Kesehatan terus mendekatkan diri dengan masyarakat yang merupakan aspek terpenting dalam penyelenggaraan program JKN-KIS, dengan cara memperluas kepesertaan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Guna memberikan kemudahan kepada peserta dalam pemberian informasi jaminan kesehatan BPJS Kesehatan Cabang Mataram membuka anjungan Mobile JKN,  saat Silaturahmi Akbar Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Mataram di Pendopo Walikota Mataram, Rabu (27/02).

Turut hadir pada acara tersebut, Ketua PWRI Kota Mataram, Makmur Said dan Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Mataram, I Nengah Dwi Jendraatmaja.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menyosialisasikan secara terus menerus kepada peserta tentang program JKN-KIS dan inovasi terbaru yang dapat mempermudah peserta dalam mencari informasi tentang JKN-KIS,”  ujar Nengah.

Nengah juga menjelaskan, tentang layanan fitur dari aplikasi Mobile JKN kepada beberapa pengunjung di stand Anjungan Mobile JKN.

Hanya dengan menginstal aplikasi Mobile JKN pada handphone, peserta JKN-KIS dapat memperoleh informasi kesehatan seperti mengisi skrining riwayat kesehatan pada aplikasi Mobile JKN untuk mengetahui dan mencegah resiko penyakit diabetes, hipertensi, jantung, dan dan ginjal.

Selain itu, lanjut Nengah, peserta juga tidak perlu berlama-lama mengantri di kantor BPJS Kesehatan jika sudah menginstal aplikasi Mobile JKN.

Sebab di dalamnya sudah terdapat fitur-fitur seperti menu untuk mendaftar, mengecek tagihan, pelayanan dan informasi umum terkait hak dan kewajiban serta fasilitas kesehatan dan manfaatnya.

“Peserta yang sudah dilayani pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdaftar, dapat melakukan penilaian survei kepuasan peserta lewat aplikasi Mobile JKN,” terang Nengah.

Nengah menambahkan, pihaknya akan terus berupaya untuk mengoptimalkan edukasi kepada masyarakat mengenai kemudahan yang ditawarkan oleh BPJS Kesehatan melalui Mobile JKN tersebut.

Agar peserta JKN-KIS dapat merasakan manfaat dan kemudahan saat mengakses informasi terkait program JKN-KIS dimana pun berada.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PWRI Kota Mataram Makmur Said, menyampaikan terima kasih kepada BPJS Kesehatan Cabang Mataram yang telah membantu menyosialisasikan program JKN-KIS kepada seluruh anggota PWRI Kota Mataram .

Sebab selama ini banyak anggota PWRI Kota Mataram bertanya tentang aturan dan inovasi terbaru dari BPJS Kesehatan.

“Saya apresiasi diadakannya kegiatan ini, mereka jadi paham manfaat yang didapatkan sebagai peserta JKN-KIS,” tutup Said.

ay/yn/JAMKESNEWS

 

 




JKN-KIS Bantu Biaya Pengobatan Bayiku

Kepada seluruh penduduk Indonesia, khususnya orang tua, Ida berpesan untuk segera mendaftarkan diri dan anggota keluarganya sebagai peserta JKN-KIS, dan rutin membayar iuran agar memiliki jaminan kesehatan

lombokjournal.com —

JAMKESNEWS  –    Datangnya sakit tidak melihat usia seseorang. Bayi baru lahir pun bisa mengalami sakit yang tak terduga.

Salah satunya adalah Dayyan Alfarezi Putra Firmanda yang saat ini baru berusia 1,5 bulan. Sejak lahir Dayyan memang sudah didiagnosa oleh dokter spesialis anak mengalami kelainan jantung.

Ibu dari Dayyan, Siti Hamidah menuturkan, sejak dokter mengatakan bahwa Dayyan mengalami kelainan jantung, saya langsung memeriksakan anak saya ke dokter spesialis jantung di rumah sakit sesuai rujukan dari dokter keluarga tempat Dayyan terdaftar.

SITI Hamidah melanjutkan, setelah mendapat penjelasan dari dokter jantung, saya mulai agak tenang. Tidak lama setelah itu anak saya terserang batuk dan pilek.

Awalnya Hamidah mengira ini hanya batuk pilek biasa yang sering di alami oleh anak-anak.

“Tapi ternyata tiba-tiba setelah batuk kondisi anak saya pucat seluruh tubuh, tidak pikir panjang langsung saya bawa anak saya ke UGD rumah sakit terdekat. Bayi saya pun akhirnya harus dirawat inap untuk mendapatkan penanganan lebih intensif karena terjadi penurunan saturasi oksigen, saat itu saya dan suami langsung terpikir bakal banyak mengeluarkan biaya untuk pengobatan bayi saya, sedangkan suami hanya seorang Pegawai Negeri Sipil dan saya ibu rumah tangga,” tutur Siti Hamidah, saat di temui tim Jamkesnews di Rumah Sakit Ibu dan Anak Permata Hati, Selasa (12/02).

Dayyan baru didaftarkan sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dengan segmen kepesertaan Pekerja Penerima Upah (PPU) sebulan setelah dilahirkan.

“Saya selalu mengingatkan suami saya untuk segera mendaftarkan Dayyan sehari setelah melahirkan, namun suami saya terus menunda-nunda karena kesibukannya. Alhasil, kami harus menerima konsekuensi harus membayar sendiri biaya waktu kontrol ke dokter Jantung. Ternyata biaya kontrol itu lumayan besar juga. Mau tidak mau, harus kami bayarkan demi kesehatan Dayyan,” ungkap Ida.

Kepada seluruh penduduk Indonesia, khususnya orang tua, Ida berpesan untuk segera mendaftarkan diri dan anggota keluarganya sebagai peserta JKN-KIS, dan rutin membayar iuran agar memiliki jaminan kesehatan.

Jangan menunggu sampai sakit tiba karena sakit tidak melihat waktu kapan datangnya dan kepada siapa menimpanya.

“Ibarat pepatah, sedia payung sebelum hujan. Jika nantinya kita tidak mengalami sakit, iuran yang dibayarkan pun tidak sia-sia karena digunakan untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” pesan Ida.

ay/yn/Jamkesnews

Narasumber : Siti Hamidah

 




JKN–KIS, Pahlawan Pelindung Kesehatan Suamiku

Pelayanan kesehatan yang diterima pun sangat memuaskan, dan tidak membeda-bedakan antara peserta yang membayar iuran maupun yang mendapatkan secara gratis dari pemerintah

lombokjournal.com —

SELONG  :   Seorang wanita paruh baya asal Desa Pringgajurang, Kecamatan Montong Gading ini tampak bahagia selepas mengurus perubahan nama suaminya yang keliru pada kartu JKN-KIS.

Herniwati (59) adalah seorang ibu rumah tangga yang hanya tinggal berdua dengan suaminya.

Ketika ditemui oleh tim jamkesnews pada Senin (25/02) 2019, Herniwati mengungkapkan rasa leganya, karena akhirnya dia bisa memanfaatkan kartu JKN-KIS untuk berobat.

Herniwati bersyukur ada JKN-KIS. Seingat dia, kartu ini didapatkannya  setahun yang lalu. Herniwati selalu menyimpannya tapi belum pernah digunakan.

“Tadi malam, tiba-tiba suami saya sesak napas dan batuk keras, kemudian dibawa ke Puskesmas Kotaraja. Ketika akan mengurus administrasi, saya pakai kartu JKN-KIS. Perawatnya bilang tetap bisa digunakan, tetapi harus memperbaiki nama suami saya karena berbeda dengan yang ada di Kartu Keluarga. Pihak puskesmas menganjurkan untuk mengurus ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Selong. ,” tutur Herniwati.

Alhamdulillah, ternyata  pelayanan kesehatan tetap diberikan oleh puskesmas meskipun ia masih harus mengurus nama suaminya yang berbeda.

Pelayanan di kantor BPJS juga ramah. Salah satu peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) ABPN ini menjelaskan, seharusnya dulu ketika dibagikan kartu ia mengecek identitas yang tertera pada kartu JKN-KIS terlebih dulu.

Apabila menemukan ada yang berbeda atau keliru, bisa langsung melapor ke kantor BPJS Kesehatan terdekat.

Bagi Herniwati ini merupakan pembelajaran baginyaua, mudah – mudahan tidak kejadian lagi.

“Kalau mengurus sejak awal pasti tidak akan repot jadinya, kalau sakit, kartu JKN-KIS langsung bisa dipakai tanpa perlu mengurus hal – hal yang lain lagi. Bersyukur saya masih diberi kesempatan untuk bisa mengurus ini. Mudah mudahan suami saya bisa cepat sembuh. Ini pertama kalinya dia sakit sampai rawat inap di puskesmas,” ungkap ibu 3 orang anak ini.

Hidup berdua hanya dengan suaminya, membuat Herniwati berusaha mandiri dalam mengurus segala hal tanpa merepotkan anak – anaknya, terutama ketika suaminya sakit.

“Awalnya, suami saya hanya batuk – batuk biasa. Tapi saat tengah malam, suami saya mengeluh sesak napas kemudian batuknya semakin keras. Apalagi napasnya jadi bersuara, ngik – ngik, begitu suaranya. Nah langsung saja saya bersama anak saya yang kebetulan menginap membawanya ke puskesmas, dan katanya suami saya menderita asma,” cerita Herniwati.

Asma yang paling umum diderita oleh kebanyakan orang adalah Asma Bronkial.

Penyakit ini ditandai dengan gejala susah bernapas, batuk keras, pusing, badan lemah, dan sertai dengan suara tambahan mengi atau napas yang berbunyi lirih ketika seseorang menghembuskan napasnya.

Suara ini timbul karena udara yang keluar dari paru – paru dipaksa keluar melalui saluran napas yang sempit.

Cara mencegah penyakit ini adalah dengan menghindari faktor alergi atau iritan seperti asap rokok, debu, polusi udara, udara dingin atau bahkan bulu binatang.

Selain itu bisa dengan cara meningkatkan sistem imun tubuh dengan menjaga pola aktivitas, makan, dan istirahat yang cukup. Mengenali dan menghindari berbagai penyebab asma adalah kunci utama untuk mencegah serangan asma.

Pada akhir pertemuannya dengan tim Jamkesnews, Herniwati mengungkapkan sangat terbantu dengan adanya program JKN-KIS ini.

Pelayanan kesehatan yang dia terima pun sangat memuaskan dan tidak membeda-bedakan antara peserta yang membayar iuran maupun yang mendapatkan secara gratis dari pemerintah.

ay/ys/Jemkesnews

Narasumber : Herniwati




BPJS Kesehatan Luncurkan Data Sampel Untuk Pengambilan Kebijakan Program JKN-KIS (- 2 )

Data Sampel BPJS Kesehatan, wujud kemudahan akses data bagi masyarakat sekaligus untuk mendukung upaya penyempurnaan Kebijakan JKN-KIS

lombokjournal.com — 

JAKARTA  ;   Menurut Fachmi, data sampel BPJS Kesehatan merupakan perwakilan dari basis data kepesertaan dan jaminan pelayanan kesehatan sepanjang tahun 2015 dan 2016.

Data itu diambil dengan menggunakan metodologi pengambilan sampel yang melibatkan banyak pihak, termasuk akademisi.

“Pembentukan data sampel ini dimaksudkan untuk mempermudah akses dan analisis data oleh publik dan dapat dipergunakan dalam proses analisis untuk menghasilkan suatu rekomendasi kebijakan,” kata Fachmi.

Dalam data sampel tersebut, disajikan 111 variabel yang bisa diolah.

Terdiri atas 15 variabel kepesertaan, 23 variabel pelayanan kapitasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 20 variabel pelayanan non-kapitasi FKTP, dan 53 variabel pelayanan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang saling terhubung melalui variabel nomor kartu peserta.

Proses penyusunan data sampel harus melewati sejumlah tahap.

Data mentah dipisah menjadi 3 kelompok berdasarkan pemanfaatan pelayanan kesehatan, yaitu;

1) peserta yang belum pernah mendapatkan pelayanan kesehatan;

2) peserta yang sudah pernah mendapat pelayanan kesehatan di FKTP;  dan

3) peserta yang sudah pernah mendapat pelayanan kesehatan di FKRTL.

Selanjutnya, dari setiap kelompok tersebut diambil secara acak 10 keluarga dan setiap anggota keluarga dihitung bobotnya.

“Berdasarkan sampel data kepesertaan ini, diambillah sampel data pelayanan kesehatan di FKTP dan FKRTL. Proses pengambilan data sampel ini dilakukan bersama statistisi, sehingga bisa menghasilkan akurasi yang baik. Seluruh masyarakat nantinya bisa mengakses data sampel ini,” terang Fachmi.

Untuk mengakses data sampel, masyarakat dapat mengajukan permohonan kepada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) BPJS Kesehatan.

Permohonan itu dengan melampirkan surat pengantar dari instansi, formulir permohonan informasi publik, pakta integritas, proposal penelitian, dan salinan (fotocopy) identitas diri seperti KTP.

Selanjutnya, BPJS Kesehatan akan memverifikasi berkas permohonan tersebut. Jika lengkap, PPID BPJS Kesehatan akan menyerahkan data sampel kepada pemohon.

Fachmi menuturkan, manajemen data di BPJS Kesehatan sendiri sudah berlangsung cukup lama. Bahkan dimulai pada tahun 2013 sebelum BPJS Kesehatan beroperasi.

Seiring tahun berjalan, BPJS Kesehatan melakukan pengembangan manajemen data (termasuk data riset), pengembangan business intelligence, pelaksanaan fungsi dan tugas PPID, hingga akhirnya merilis data sampel di tahun 2019 ini.

Dikatakan Fachmi, data sampel BPJS Kesehatan masih akan terus dikembangkan sejalan dengan pertumbuhan peserta dan perkembangan pelayanan kesehatan.

“Kami butuh masukan dari berbagai pihak, baik dari akademisi, peneliti, maupun khalayak lainnya untuk menyempurnakan kualitas data sampel ini,” ujar Fachmi.

Rr

(Sumber ; Humas BPJS Kesehatan ).




BPJS Kesehatan Luncurkan Data Sampel Untuk Pengambilan Kebijakan Program JKN-KIS (bag. 1)

Data Sampel BPJS Kesehatan, wujud kemudahan akses data bagi masyarakat sekaligus untuk mendukung upaya penyempurnaan Kebijakan JKN-KIS

lombokjournal.com —

JAKARTA  ;    

BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara jaminan kesehatan dengan jumlah peserta terbanyak di dunia yang dilirik banyak pihak, termasuk peneliti dan akademisi.

Namun, sebelum data itu dipergunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan Program JKN-KIS. memerlukan perhatian dan perlakuan khusus.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengatakan, BPJS Kesehatan berupaya memudahkan pengelolaan data dengan menyediakan data sampel yang bisa mewakili seluruh data kepesertaan maupun pelayanan kesehatan yang ada.

Dikatakannya, data yang dimiliki BPJS Kesehatan adalah aset yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan penelitian dan pengambilan kebijakan yang kredibel berbasis bukti (evidence based policy) dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS.

“Hal ini juga sebagai salah satu wujud transparansi BPJS Kesehatan dalam memberikan informasi pada publik,” terangnya,  dalam acara Peluncuran Data Sampel BPJS Kesehatan: Penggunaan Big Data dalam Pengembangan Evidence Based Policy JKN, Senin (25/02).

Dalam acara peluncuran itu juga dihadiri oleh Menteri Keuangan RI Sri Mulyani,

Pertimbangan Kebijakan

Fachmi menjelaskan, pengelolaan data sampel sebagai pertimbangan pengambilan kebijakan dalam program jaminan kesehatan bukanlah hal baru di dunia.

Misalnya, sebagai penyelenggara jaminan kesehatan Korea Selatan, National Health Insurance Service (NHIS) memiliki NHIS-National Sample Cohort, yang merupakan database data sampel 2 persen dari total populasi Korea Selatan.

“NHIS-NSC menjadi sumber data sampel yang digunakan untuk mendukung penelitian dan pengambilan kebijakan kesehatan di Korea Selatan, baik oleh akademisi, peneliti, maupun pemerintah,” ungkap Fachmi.

Di Taiwan. National Health Insurance Research Database (NHIRD) menjadi sumber data yang powerful bagi pengambil kebijakan dan penelitian kesehatan.

NHIRD akan memberikan data set dalam 3 bentuk, yaitu data sampel yang mencakup 2 juta subjek yang dide-identifikasi, dataset penyakit, dan data populasi lengkap.

Rr

(Sumber ; Humas BPJS Kesehatan )




Kejadian Luar Biasa Kasus Rabies Hanya Di Dompu Dan Sumbawa

Dinas Kesehatan sudah menyiapkan Vaksin dan serum Anti Rabies baik itu kepada Anjing yng tidak terken rabies,dan petugas kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com — -Dinas kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan jumlah Gigitan Anjing hingga saat ini sebanyak  714  di Dompu , 21 Sumbawa,26 di Bima dan anjing di sumbawa  ada 4 yang positif Rabies .

“Di daerah yang ada gigitan anjing tersebut setelah dilakukan pengecekan hanya sumbawa saja yang positif rabies” ujar Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr.Nurhandini Eka Dewi ,Rabu ( 20/02).

Eka menyatkan jika Kejadian luar biasa (KLB) kasus Rabies ini berada di dua tempat yakni di Sumbawa dan Dompu .

Melalui Dinas Kesehatan pihaknya sudah menyiapkan Vaksin dan serum Anti Rabies baik itu kepada Anjing yng tidak terken rabies,dan petugas kesehatan .

“Kita di kesehatan menyiapkan serum  dan Vaksin anti Rabies supaya virus yang masuk bisa di Blok dan tidak jalan ke otak Anjing ,karena kalu sudah jalan ke otak itu yang bahaya,” katanya.

Untuk mengantisipasi  penularan ke wiliayah lainnya pihaknya melakukan Eliminasi terhadap Anjing- anjing Liar ,

“Semua wilayah di NTB sudah melakukan Eliminasi Anjing,” ujarnya

Eka  menambahkan dari data yang terpantau saat ini baru di Dompu dan Sumbawa yang KLB. Belum ada di kabupaten lain ,  Karena tidak ada gigitan baru,  karena pihaknya dan Dinas Peternakan sudah melakukan vaksin  .

“Kalau di Lombok masih aman, Walaupun pada bulan Januari sudah ada yang digidit namun itu bukan rabies,” jelasnya.

AYA