Sering Menahan Buang Air Kecil, Ada Resikonya

Oleh Adinda Rudystina

Anda harus membuang air kecil sesering yang diperlukan untuk menghindari penumpukan urin

Kebutuhan untuk buang air kecil benar-benar merupakan suatu hal yang alami. Itulah sebabnya kita perlu melakukannya dengan frekuensi tertentu, sehingga tubuh kita dapat menghilangkan semua sisa dan limbah produk yang tidak diperlukan.

Kebiasaan menahan kencing dapat menyebabkan konsekuensi yang serius. Retensi urin dapat menghasilkan infeksi saluran kemih yang berat. Hal itu terjadi karena kuman hadir dalam urin yang telah berada terlalu lama di kandung kemih.

Seiring berjalannya waktu, infeksi ini dapat menyebar ke ginjal dan menyebabkan kondisi yang lebih serius. Mau tahu apa saja akibat menahan buang air kecil? Mari kita lihat jawabannya di bawah ini.

Akibat menahan kencing (buang air kecil) ;

  1. Infeksi saluran kencing (urinary tract infection)

 Infeksi saluran kecing adalah efek samping yang umum dari menahan kencing terlalu lama. Hal ini disebabkan oleh koleksi bakteri di sekitar pembukaan uretra Anda (tabung yang membawa urin dari dalam kandung kemih ke luar) cenderung masuk ke dalamnya ketika Anda tidak buang air kecil cukup sering.

Menurut Dr. Anthony Komaroff dari Harvard Medical School, ISK merupakan hal yang umum akibat menahan kencing terlalu lama, karena buang air kecil membantu Anda untuk membuang bakteri, jika Anda menahannya, maka bakteri berkesempatan untuk berkembang biak.

  1. Kandung kemih yang sangat sensitive

Sensitivitas kandung kemih seseorang berbeda-beda, dipengaruhi juga oleh apa yang kita makan atau minum, tetapi menahan kencing dapat membuat kandung kemih Anda jauh lebih sensitif.

Ini karena kandung kemih Anda membentang menyesuaikan peningkatan jumlah urin di dalamnya. Oleh karena itu, sensor menjadi terlalu aktif dan membuat Anda merasa kencing lebih sering dari biasanya.

Kebetulan, ini juga merupakan tanda umum dari infeksi saluran kencing. Jika Anda mengalami gejala ini, hubungilah dokter.

  1. Pembengkakan kandung kemih

 Rata-rata kendung kemih dapat menyimpan hingga 15 ons cairan. Jika Anda meminum delapan gelas air sehari, jumlah cairan yang Anda konsumsi sekitar 64 ons, atau rata-rata kandung kemih dapat menyimpan hingga sekitar seperempat air yang Anda minum setiap hari.

Sehingga, meskipun Anda minum banyak air untuk menjaga jumlah cairan tubuh dan ginjal Anda dalam kondisi yang baik, namun hal itu tidak akan berdampak baik bagi kesehatan jika Anda juga tidak membuangnya secara teratur.

Salah satu alasan utama mengapa Anda disarankan untuk minum cukup cairan adalah bahwa itu penting untuk membantu membersihkan ginjal Anda, dan itu dapat terjadi jika Anda memasukkan dan mengeluarkan cairan dari tubuh dengan seimbang.

  1. Batu ginjal

Orang-orang yang rentan terhadap pengembangan batu ginjal dan yang menahan kencing mereka untuk alasan apapun, harus membayarnya dengan konsekuensi batu ginjal dan bahkan lebih buruk.

Batu ginjal merupakan “batu” kecil yang terbentuk dalam ginjal dari kelebihan natrium dan kalsium, dan jika endapan mineral ini tidak dikeluarkan secara teratur melalui urin, maka mereka akan membentuk batu. Ketika Anda ingin mengeluarkannya melalui saluran kemih, Anda akan merasakan sakit yang luar biasa.

  1. Interstitial cystitis (IC)

 Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyebabkan peradangan kandung kemih. Gejala dari IC termasuk rasa sakit di panggul dan beser (dengan melibatkan buang air kecil lebih dari enam puluh kali dalam satu hari. Meskipun tidak ada obat untuk IC, namun ada sejumlah perawatan untuk membantu Anda meringankan rasa sakitnya.

  1. Gagal ginjal

Kondisi medis ini disebabkan ketika ginjal gagal untuk menyaring racun dan limbah dari darah dan mungkin merupakan hasil dari infeksi yang disebabkan oleh menahan kencing Anda. Gejala gagal ginjal termasuk memar, feses berdarah, dan perubahan suasana hati.

Gagal ginjal memerlukan perhatian medis, sehingga dokter dapat mengeluarkan racun untuk mengembalikan fungsi ginjal. Dialisis atau bahkan transplantasi akan diperlukan jika infeksi parah.

BACA JUGA ; Menahan Buang Air Besar Bikin Keringat Dingin?

 Apa yang harus dilakukan untuk mencegahnya?

Karena saraf mengirim sinyal ke otak saat kandung kemih penuh, penting bagi Anda untuk memperhatikan tanda-tanda peringatan bahwa kandung kemih siap untuk mengeluarkan urin. Sebuah perasaan kembung atau penuh pada kandung kemih akan menunjukkan saat-saat yang tepat untuk buang air kecil. Untuk memastikan kandung kemih tetap sehat,

Anda harus membuang air kecil sesering yang diperlukan untuk menghindari penumpukan urin. Selain itu, Anda disarankan untuk tidak minum berlebihan sebelum pergi ke tempat yang tidak menyediakan toilet.

Sumber ; Hello SEHAT

 




Menahan Buang Air Besar Bikin Keringat Dingin?

Oleh Adelia Marista Safitri

Atas alasan apa pun, menahan buang air besar sangat tidak dianjurkan. Terlebih jika Anda terus menunda-nunda buang air besar hingga berjam-jam

Kadang-kadang, seseorang harus menahan menahan buang air besar karena kondisi tertentu. Misalnya saat sedang ujian, rapat dengan klien penting, di tengah kemacetan, atau bepergian jauh yang tidak memungkinkan seseorang tu  pergi ke toilet saat itu juga.

Tak cuma bikin gelisah, biasanya keringat dingin mulai mengalir di sekujur tubuh saat menahan BAB. Kenapa menahan buang air besar bisa bikin keringat dingin, ya? Yuk, cari tahu lewat ulasan berikut ini

Anda mungkin juga pernah terpaksa harus menahan buang air besar pada saat-saat tertentu. Misalnya saat sedang naik kereta, ujian di kelas, atau rapat dengan rekan sekantor.

Mau tidak mau, Anda tidak mungkin izin pergi ke toilet karena kondisinya tidak memungkinkan. Alhasil, tubuh Anda malah jadi menggigil dan muncul keringat dingin secara tiba-tiba. Kenapa begitu, ya?

Penjelasannya begini. Ketika kotoran alias feses sudah mulai menumpuk di usus besar, tubuh akan mengirimkan sinyal yang memberitahukan bahwa Anda harus segera pergi ke toilet. Namun, Anda terpaksa mengencangkan bukaan anus supaya kotoran tidak keluar pada saat itu.

Seorang dokter spesialis penyakit saluran cerna, Anish Sheth, MD, mengungkap kepada Reader’s Digest bahwa saat menahan buang air besar, gerakan usus besar merangsang saraf vagus untuk berkontraksi. Saraf vagus adalah saraf kranial panjang yang membentang dari organ-organ perut, termasuk organ-organ di saluran pencernaan.

Ibarat mendorong mobil, Anda memaksa saraf dan otot tubuh untuk mengeluarkan tenaga ekstra supaya mobil bisa bergerak maju. Begitu juga saat Anda menahan buang air besar, saraf vagus akan berkontraksi supaya feses tidak keluar dalam beberapa waktu.

Lama-kelamaan, saraf yang aktif tadi juga akan merangsang keluarnya keringat dan membuat tubuh jadi menggigil. Bukan cuma itu, tekanan darah dan detak jantung Anda juga ikut menurun.

Bisa bikin sakit perut

Atas alasan apa pun, menahan buang air besar sangat tidak dianjurkan. Terlebih jika Anda terus menunda-nunda buang air besar hingga berjam-jam.

Bukan cuma membuat tidak nyaman, kelamaan menahan buang air besar bisa membahayakan kesehatan. Dalam beberapa jam pertama, perut akan terasa seperti tertekan saat Anda menahan buang air besar. Rasanya mirip seperti saat Anda mengalami perut kembung atau kram perut.

Lama-kelamaan, perut Anda justru terasa kosong dan tidak lagi muncul hasrat ingin buang air besar. Namun tunggu dulu. Ini bukan berarti feses tadi lantas hilang begitu saja, lho. Justru, Anda baru saja terkena sembelit.

Semakin lama Anda menahannya feses akan semakin keras dan menumpuk di dalam usus besar. Timbunan feses ini akan menekan saluran pencernaan dan membuat perut Anda tampak lebih buncit.

Begitu sampai di kamar mandi, Anda pun harus ngeden alias mengejan lebih keras untuk mendorong feses keluar. Hati-hati, hal ini bisa memicu robekan kecil pada anus atau istilah medisnya disebut dengan fisura ani. Ini bisa mengakibatkan Anda mengalami BAB berdarah.

BACA JUGA; Sering Menahan Buang Air Kecil, Ada Resikonya

Itulah kenapa, sebisa mungkin hindari menahan buang air besar terlalu lama. Ada baiknya, segeralah pergi ke kamar mandi ketika muncul hasrat ingin buang air besar.

Kalaupun harus menahan buang air besar, jangan sampai dibiarkan terlalu lama. Begitu pekerjaan atau urusan Anda selesai, segeralah buang air besar untuk mencegah sembelit.

Sumber ; Hello SEHAT

 




Wagub Buka Rakerda BKKBN NTB tahun 2019

Rakerda program KKBPK Tahun 2019 merupakan upaya meningkatkan dukungan Kementerian /Lembaga, Pemerintah Daerah dan Mitra Kerja dalam mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui Program KKBPK yang terintergrasi

Wagub Hj Rohmi

SENGGIGI.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB. Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) tahun 2019.

Rapat Rutin Tahunan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTB kali ini diselenggarakan selama dua hari (25-26/03) di Aruna Hotel Senggigi, Kabupaten Lombok Barat.

Wagub mengingatkan kembali tentang visi dan misi mewujudkan NTB sehat dan cerdas.

“Visi NTB Gemilang, salah satu misinya adalah mewujudkan NTB sehat dan cerdas. BKKBN sangat strategis dalam membantu dan mewujudkan misi tersebut,” ujar Wagub

Wagub mengajak peserta yang hadir untuk mulai merubah mindset dan mengedepankan pembangunan keluarga.

“Jika kita berpikir secara holistik, pembangunan keluarga sangatlah penting. Sepengetahuan saya, BKKBN Provinsi NTB memiliki sinergi yang sangat baik. Sinergi dengan seluruh stakeholders inilah yang menjadi poin penting agar menjadi satu kekuatan besar,” jelas Wagub

“Membangun SDM tidak seperti membangun infrastruktur, yang akan langsung terlihat hasilnya. Membangun SDM membutuhkan konsistensi, dan tekad yang berkelanjutan, harus konsisten,” tegasnya.

Wagub juga berpesan agar konsistensi koordinasi dan sinergitas yang di bangun untuk senantiasa dijaga dan ditingkatkan.

Konsistensi itu harus dijaga dengan sungguh-sungguh. Ibu-ibu dalam organisasi juga memiliki peran yang luar biasa.

“Tidak mungkin birokrasi menjalankan perannya sendiri, stakeholders lain juga harus ikut bergotong royong, tentunya dengan perannya masing-masing. Harapan nya, sinergitas itu lebih tajam lagi,” harap Wagub

Juga disinggungnya soal revitalisasi Posyandu yang sedang gencar dicanangkan Pemerintah.

“Kita harus melihat permasalahan mulai dari hulu, sehingga hasilnya akan kelihatan. Untuk itulah Pemprov sedang mendorong posyandu  yang ada di NTB betul-betul berdaya. Inilah  Peran BKKN untuk bersinergi dengan dinas kesehatan dan stakeholders lainnya dalam upaya mewujudkan posyandu kita menjadi garda terdepan dalam mewujudkannya NTB yang sehat dan cerdas” tutup Wagub

Kegiatan Rakerda sudah dimulai sejak Senin (25/03) kemarin dengan Pra Rakerda yang diikuti sebanyak 185 peserta, sedangkan hari ini, peserta diperkirakan hadir sebanyak 329 peserta.

“Peserta terdiri dari perwakilan mitra kerja Kabupaten /kota sebanyak 55 peserta, mitra kerja Provinsi sebanyak 89 peserta dan  peserta yang sudah mengikuti Pra Rakerda sejak kemarin sebanyak 185 peserta,” ungkap Plh. Kepala perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Drs. Sama’an, M.Si saat ditemui Humas Protokol Prov. NTB.

Rakerda program KKBPK Tahun 2019 ini sebagai upaya meningkatkan dukungan Kementerian /Lembaga, Pemerintah Daerah dan Mitra Kerja dalam mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui Program KKBPK yang terintergrasi.

Dengan tema “Meningkatkan Sinergitas Impelementasi Program Kerja Pusat dan Daerah dalam mewujudkan Penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas” tutupnya

Fajar/Biro Humas dan Protokol Prov NTB




BPJS Kesehatan Upayakan Seluruh Penduduk Peroleh Jaminan Kesehatam Tanpa Diskriminasi

Kepada warga yang merupakan peserta PBI untuk segera melapor di Kantor BPJS Kesehatan, bila ada keluarga yang merupakan peserta PBI namun telah meninggal

lombokjournal —

JAMKESNEWS  – BPJS Kesehatan terus menerus berupaya agar seluruh penduduk Indonesia memperoleh jaminan kesehatan yang berkualitas tanpa diskriminasi.

Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan melakukan Spot Check Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Lombok Barat, Senin (25/03).

Spot Check dilakukan untuk memastikan,  kartu JKN-KIS dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) telah terdistribusi secara tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak mendapatkan,.

Serta memastikan, identitas pada kartu peserta JKN-KIS seperti nama, tempat tanggal lahir, alamat, serta NIK telah sesuai dengan data yang tertera pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan juga Kartu Kelurga (KK).

“Kami juga memberikan edukasi kepada warga mengenai Program JKN-KIS agar mereka menjadi lebih paham alur pelayanan kesehatan di Puskesmas atau Rumah Sakit (RS),” ujar Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, I Wayan Matika Arsa Wibawa.

Mastika juga mengatakan bahwa spot check mendapatkan respon postif dari masyarakat, mereka dengan senang hati menerima kunjungan dari BPJS Kesehatan.

Serta tak segan untuk bertanya seputaran Program JKN-KIS, bahkan ada warga yang belum terdaftar dan ingin segera mendaftarakan diri menjadi peserta JKN-KIS.

“Warga sangat antusias ketika diberikan edukasi tentang Program JKN-KIS, bahkan ada beberapa dari warga yang mau mendaftarkan diri dan keluarganya saat itu juga,” ujar Mastika saat melaksanakan spot check.

Salah satu peserta JKN-KIS yang dikunjungi, Sahnan menceritakan bagaimana dirinya sangat merasa terbantu berkat hadirnya Program JKN-KIS. Dan berharap Program JKN-KIS terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang terbantu.

“Saya sangat senang karena mendapat kunjungan dari BPJS Kesehatan, saya merasa sangat terbantu berkat hadirnya program JKN-KIS, selama menggunakan kartu JKN-KIS ketika berobat saya tidak pernah mengeluarkan biaya sedikitpun,” ujar Sahnan.

Mengakhiri spot check, Mastika meminta kepada warga yang merupakan peserta PBI untuk segera melapor di Kantor BPJS Kesehatan, bila ada keluarga yang merupakan peserta PBI namun telah meninggal.

Atau telah memiliki pekerjaan tetap agar hak kepesertaan dapat dialihkan kepada masyarakat lain yang membutuhkan.

Bagi peserta yang memiliki kartu JKN-KIS namun belum memiliki NIK, kesalahan penulisan pada identitas diri, diharapkan juga segara dilaporkan di kantor BPJS Kesehatan untuk segera diperbaiki.

ay/yn/JAMKESNEWS

 

 




BPJS Kesehatan  Gelar e-Dabu Class Bagi Badan Usaha,  Mudahkan Mengurus  Administrasi

Peserta kegiatan e-Dabu Class mengatakan, pelatihan tersebut sangat baik karena menambah wawasan baru tentang bagaimana mengaplikasikan keberadaan aplikasi New e-Dabu secara optimal

lombokjournal.com —

JAMKESNEWS – BPJS Kesehatan Cabang Mataram menggelar e-Dabu Class bagi para badan usaha baru maupun yang sudah lama.

E-Dabu Class ini dilaksanakan seminggu 2 kali yang bertempat di Aula Kantor BPJS Kesehatan Cabang Mataram, pada Senin (25/03).

Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Cabang Mataram Lalu Suryatna mengatakan,  badan usaha kini wajib melalui aplikasi New e-Dabu atau email dalam hal pengurusan data pegawainya.

Lalu Suryatna menjelaskan, Seluruh HRD wajib melakukan pengelolaan data badan usahanya melalui aplikasi New e-Dabu dan email yang dikirimkan ke BPJS Kesehatan. Maksudnya, agar tidak ada kesalahan dalam penginputan data badan usaha.

“Kondisi saat ini banyak perusahaan yang mengajukan data melalui email, padahal bisa dilakukan di New e-Dabu. Akibatnya email menumpuk dan lebih lama diproses, ada juga pengajuan data melalui email yang menggunakan email pribadi dan tidak mencantumkan kode dan nama perusahaan,” jelas Suryatna.

Karena itu, para HRD yang datang dapat mengikuti ketentuan dan menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya, agar ke depan tidak ada selisih data ataupun kesalahan data.

Suryatna juga mengatakan,  e-Dabu Class ini diharapkan dapat membantu para HRD untuk mempelajari lebih detail mengenai fitur New e-Dabu.

Dalam kesempatan ini, ia juga menyampaikan kemudahan yang ditawarkan aplikasi Mobile JKN, sebuah inovasi dari BPJS Kesehatan dalam mengikuti perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi yang semakin pesat.

Mobile JKN adalah aplikasi yang memudahkan semua peserta JKN-KIS dari sisi administrartif.

“Cukup banyak fitur yang bisa dimaksimalkan penggunaannya. Apabila hal ini disosialisasikan massif kepada pegawai perusahaan tentu akan meringankan pekerjaan dari HRD itu sendiri karena para pegawainya bisa melakukan perubahan data sendiri tanpa meminta kepada HRD,” kata Suryatna.

Reza, salah satu peserta kegiatan e-Dabu Class mengatakan, pelatihan tersebut sangat baik karena menambah wawasan baru tentang bagaimana mengaplikasikan keberadaan aplikasi New e-Dabu secara optimal.

“Lewat aplikasi New e-Dabu ini, pengurusan administrasi BPJS Kesehatan untuk karyawan jadi lebih mudah. Kita bisa mengerjakan sendiri dalam mengganti fasilitas kesehatan, menambahkan atau mengurangi peserta. Tidak hanya itu saja ternyata karyawan pun dapat mengakses data dirinya melalui aplikasi Mobile JKN jadi lebih mudah lagi,” ujar Reza.

ay/yn/jamkesnews

 

 




BPJS Kesehatan Jamin Cangkok Ginjal, per Pasien Mencapai Rp390 Juta

Total kasus cangkok ginjal dari tahun 2015 sampai 2017 sebanyak 149 kasus. Jumlah keselurahan biaya cangkok ginjal yang dijamin BPJS Kesehatan, yakni Rp44,4 miliar

lombokjournal.com —

JAKARTA  ;   Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) paling banyak mengeluarkan biaya untuk transplantasi atau cangkok ginjal.

Biaya cangkok ginjal per pasien bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Menurut Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan Budi Mohamad Arief, biaya tersebut tergantung dengan kategori kelas rumah sakit masing-masing.

“Pasien gagal ginjal yang harus membutuhkan transplantasi ginjal bisa ratusan juta rupiah yang dijamin BPJS Kesehatan. Untuk (rumah sakit) Kelas A tipe 1 Rp390 juta per orang, Kelas 2 sekitar Rp340 juta, dan Kelas 3 sekitar Rp283 juta,” ujar Budi saat ditemui di Hotel JS Luwansa, Jakarta, ditulis Sabtu, 16 Maret 2019.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 64 Tahun 2016, biaya yang dijamin BPJS Kesehatan pada cangkok ginjal yakni pendonor dan resipien (penerima) ginjal yang termasuk dalam kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Jika pendonor bukan peserta JKN, maka biaya pendonor tidak dijamin BPJS Kesehatan. Artinya, pembiayaan ditanggung sendiri.

Data pembiayaan JKN BPJS Kesehatan juga memaparkan, pengeluaran biaya cangkok ginjal dari tahun 2015 sampai 2017. Pada tahun 2015, sebanyak 46 kasus cangkok ginjal yang menghabiskan biaya Rp11,1 miliar.

Angka tersebut meningkat pada 2017 dengan temuan 51 kasus cangkok ginjal. Pengeluaran tersebut memakan Rp13,5 miliar.

“Tahun 2017, peningkatan kasus menjadi 52 kasus pasien yang cangkok ginjal. Biaya yang dikeluarkan Rp19,7 miliar,” lanjut Budi.

Total kasus cangkok ginjal dari tahun 2015 sampai 2017 sebanyak 149 kasus. Jumlah keselurahan biaya cangkok ginjal yang dijamin BPJS Kesehatan, yakni Rp44,4 miliar.

Fitri Haryanti Harsono

Sumber ; Liputan6.com




BPJS Kesehatan Paling Banyak Keluarkan Biaya Untuk Jamin 3 Penyakit Katastropik Ini

Penyakit yang teridentifikasi sebagai penyakit katastropik antara lain cirrhosis hepatis, gagal ginjal, penyakit jantung, kanker, stroke, serta penyakit darah (thallasemia dan leukemia)

lombokjournal.com —

JAKARTA  ;  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) harus mengeluarkan biaya besar untuk pengobatan dan perawatan penyakit katastropik.

Ada penyakit katastropik menduduki tiga peringkat teratas dengan pembiayaan BPJS Kesehatan terbesar.

Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan Budi Mohamad Arief memaparkan, pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk penyakit katastropik.

Penyakit katastropik merupakan penyakit yang proses perawatan memerlukan keahlian khusus dengan alat kesehatan canggih, dan memerlukan pelayanan kesehatan seumur hidup.

Penyakit yang teridentifikasi sebagai penyakit katastropik antara lain cirrhosis hepatis, gagal ginjal, penyakit jantung, kanker, stroke, serta penyakit darah (thallasemia dan leukemia).

“Penyakit jantung, gagal ginjal, dan kanker menempati urutan tiga penyakit teratas dengan pembiayaan JKN terbesar,” papar Budi di Jakarta, ditulis Jumat , (15/03) 2019.

Ketiga penyakit katastropik tersebut tercatat berdasarkan data Branch Office Application (BOA) BPJS Kesehatan. Dalam diagram, penyakit jantung termasuk nomor satu memakan biaya BPJS Kesehatan dengan prevalensi 48 persen.

Pada tahun 2018, pengobatan penyakit jantung yang dijamin BPJS Kesehatan mengeluarkan biaya Rp 10,5 triliun dengan adanya 12,5 juta kasus.

Berdasarkan data Branch Office Application (BOA) BPJS Kesehatan, tahun 2018 gagal ginjal membutuhkan biaya pengobatan Rp 2,3 triliun. Pengeluaran biaya tersebut dari adanya 1,7 juta kasus.

Pengeluaran pengobatan gagal ginjal sebesar 17 persen dan sudah termasuk dalam jaminan paket terapi (cuci darah dan Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis/CAPD).

Budi menambahkan, pengobatan penyakit kanker (17 persen) juga menduduki posisi ketiga dengan 2,2 juta kasus yang tercatat pada tahun 2018. Pengeluaran BPJS Kesehatan untuk mengobati kanker menghabiskan Rp 3,4 triliun.

Fitri Haryanti Harsono

Sumber; Liputan6.com




BPJS Kesehatan Keluarkan Biaya Triliunan Rupiah Untuk Pasien Penyakit Ginjal  

Pengeluaran biaya BPJS Kesehatan untuk penyakit katastropik gagal ginjal habiskan Rp 13,3 triliun pada tahun 2014

lombokjurnal.om  —

JAKARTA  ;   BPJS Kesehatan harus melakukan pengeluarkan cukup besar untuk membiayai pengobatan penyakit ginjal peserta JKN yang dijaminnya. Dalam hal ini, pengobatan terkait cuci darah (hemodialisa) pada pasien gagal ginjal.

Data BPJS Kesehatan pada tahun 2017 mencatat 3.657.691 prosedur cuci darah dengan total biaya Rp 3,1 triliun. Pembiayaan tersebut termasuk tinggi dalam kategori pengobatan penyakit tidak menular.

“Pembiayaan tersebut besar karena pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisa juga tinggi jumlahnya. Apalagi (hemodialisa) dijamin BPJS Kesehatan. Ini memberikan kemudahan pasien gagal ginjal untuk mengakses cuci darah,” papar Ketua Umum PB Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB PERNEFRI), Aida Lydia di Jakarta, Rabu (13/03) 2019.

Deputi Direksi Bidang Jaminan Pelayanan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan, Budi Mohamad Arief memaparkan, pengeluaran biaya BPJS Kesehatan untuk penyakit katastropik gagal ginjal habiskan Rp 13,3 triliun pada tahun 2014.

Persentase penyakit ginjal kronik di Indonesia sebesar 3,8 persen dengan kenaikan sebesar 1,8 persen dari 2013, menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 Kementerian Kesehatan.

Adapun rinciannya, prevalensi gagal ginjal pada pria sebesar 4,17 persen dan wanita sebesar 3,52 persen. Dari karakteristik usia, prevalensi gagal ginjal tertinggi usia 65-74 tahun sebesar 8,23 persen.

“Gagal ginjal (angkanya) makin tinggi di negara-negara berkembang. Sebenarnya angkanya tidak pasti karena setiap negara prevalensinya berbeda-beda,” ujar Aida.

Saat ini diperkirakan sekitar 10 persen penduduk dunia menderita penyakit gagap ginjal kronik. Selain Indonesia, prevalensi gagal ginjal juga tinggi di beberapa negara Asia Tenggara.

Prevalensi gagal ginjal di Malaysia sekarang sebesar 9,1 persen. Di Thailand sebesar 16,3 persen.

Fitri Haryanti Harsono

Sumber ; Liputan6.com




Wagub Hj Rohmi Akui, Perawatan Gigi dan Mulut Belum Jadi Prioritas

Revitalisasi posyandu dapat dijadikan sebagai media untuk mengedukasi masyarakat dalam hal kesehatan gigi dan mulut

MATARAM.lombokjournal.com —  Musyawarah Daerah (MUSDA) Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia (PTGMI) dibuka Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, NTB di Hotel Grand Legi, Jumat (15/03).

Wakil Gubernur Hj. Rohmi menyampaikan, perawatan gigi dan mulut masih belum menjadi prioritas masyarakat dalam hal kesehatan.

”Di NTB, bahkan Indonesia, perawatan gigi dan mulut masih belum menjadi prioritas yang ditekankan didalam keluarga,” kata Hj. Rohmi.

Menurutnya, ini menjadi tugas bersama, karena perawatan gigi dan mulut merupakan hal yang sangat vital didalam kesehatan.

Diingatkan,  pentingnya revitalisasi posyandu dapat dijadikan sebagai media untuk mengedukasi masyarakat dalam hal kesehatan gigi dan mulut.

”Posyandu kita diseluruh NTB semoga bisa berfungsi sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan bukan hanya mengobati, karena hal-hal seperti perawatan gigi dan mulut bisa masuk penyuluhan-penyuluhan yang ada di Posyandu,” jelas Hj. Rohmi.

Hj. Rohmi berharap PTGMI dan Pemerintah dapat membangun kerja sama yang lebih baik ke depannya.

”Mudah-mudahan ke depan semakin banyak yang bisa dikolaborasikan dengan pemerintah. Semoga tugas dan tanggung jawab kita dalam mengedukasi masyarakat dalam hal kesehatan bisa berjalan dengan baik,” harap Wagub.

Pada kesempatan yang sama, Epi Nopiah, S.Pd, MAP, Ketua Umum DPP PTGMI, mengapresiasi respon positif dan kerja sama Wakil Gubernur pada PTGMI Provinsi NTB.

“Saya ucapkan terima kasih kepada ibu Wakil Gubernur serta seluruh pengurus DPD PTGMI Provinsi NTB yang telah mendukung penuh program-program kami, karena di NTB ini segala sesuatunya rapi dan terstruktur,” ucapnya.

Ketua DPD PTGMI Provinsi NTB, Sufie Haswinda, SKM , berharap PTGMI ke depan lebih menunjukkan diri dan bersinergi dengan pemerintah.

”Kami dari PTGMI NTB berharap agar ke depan dapat menunjukkan serta mendekatkan diri dengan program pemerintah, dan juga membangun sinergi dengan bidang profesi kesehatan lainnya,” terang Sufie.

MUSDA ke VI ini juga dirangkaikan dengan seminar, sumpah profesi serta penyerahan cinderamata oleh Ketua DPD PTGMI Provinsi NTB kepada Wakil Gubernur NTB dan Ketua Umum DPP PTGMI.

AYA




Dulu Sering Menunggak, Akhirnya  Mulyani Beralih Ke Autodebit

 Kini sudah cukup lega karena dirinya telah melakukan autodebit. Ia  tidak perlu lagi khawatir lupa membayar dan mengulang kejadian serupa

lombokjournal.com —

JAKESNEWS  ;   Mulyani (38) mengaku senang kini telah dapat membayar iuran JKN-KIS-nya secara autodebit. Menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sejak tahun 2015, Baru-baru ini ia melapor ke salah satu bank mitra BPJS Kesehatan untuk melakukan pendaftaran autodebit.

“Sebelum menggunakan autodebit, saya biasanya bayar lewat atm setiap bulan. Cuma kadang saya suka lupa atau terlambat membayar dari waktunya,” ungkap Mulyani saat ditemui oleh tim Jamkesnews, Rabu (13/03).

Mulyani bercerita jika dulu dirinya pernah lupa membayar iuran hingga menunggak sampai beberapa bulan. Saat dirinya hendak menggunakan KIS yang dimilikinya ke rumah sakit, pihak administrasi menyampaikan jika dirinya harus melunasi tunggakan iurannya terlebih dahulu karena status kepesertaannya sudah nonaktif akibat menunggak 3 bulan.

Setelah Mulyani melunasinya, barulah ia dapat mengakses pelayanan di rumah sakit dan harus bersedia membayarkan denda pelayanan karena telah menunggak iuran.

“Dulu saya sempat menunggak hingga 3 bulan sampai kartu saya nonaktif. Ketika harus ke rumah sakit, saya diminta untuk melunasi tunggakan dulu dan membayar denda pelayanannya. Walaupun jika dibandingkan, bayar tunggakan sekaligus denda masih jauh lebih kecil daripada biaya yang sesungguhnya apabila menjadi pasien umum. Tapi seharusnya saya tidak perlu membayar denda jika rutin membayarkan iurannya tiap bulan,” tuturnya.

Menyesal karena telah menunggak, Mulyani kini sudah cukup lega karena dirinya telah melakukan autodebit. Ia  tidak perlu lagi khawatir lupa membayar dan mengulang kejadian serupa.

Menurut Mulyani, pengurusannya pun tidak rumit, ia tinggal datang ke cabang bank dimana ia memiliki rekening dan mengisi formulir autodebit yang tersedia.

Saat Mulyani mengetahui soal informasi autodebit ini ia langsung coba mendatangi bank cabang terdekat. Menurut informasi yang saya terima autodebit ini sudah bisa dilakukan di bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA. Kebetulan Mulyani sudah menjadi nasabah salah satu bank tersebut.

“Dengan autodebit ini, saya jadi tidak khawatir lagi akan menunggak dan jika sewaktu-waktu membutuhkannya, saya bisa menggunakannya tanpa halangan. Saya juga menyarankan untuk peserta lain dapat melakukan autodebit ini, selain praktis juga mengurangi banyaknya yang menunggak iuran. Dengan autodebit kita sudah memastikan untuk rutin membayarkan iuran dan bersama-sama membantu kelangsungan program JKN-KIS ini,” tutup Mulyani.

KA/om/Jamkesnews

Narasumber : Mulyani