BPJS Kesehatan Cabang Mataram Sosialisasikan Program JKN-KIS Kepada Mahasiswa Kedokteran

Tujuannya memberikan pengetahuan seputar pelayanan JKN-KIS sejak dini kepada mahasiswa kedokteran yang nantinya akan melayani peserta JKN-KIS

lombokjournal.com —

JAMKESNEWS   BPJS Kesehatan Cabang Mataram mensosialisasikan Program JKN-KIS, Kamis (27/06) 2019 di Aula Kantor BPJS kesehatan Cabang Mataram.

Kegiatan tersebut untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa di Kota Mataram terkait Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS),

Manfaat program JKN-KIS ini disampaikan secara langsung kepada mahasiswa-mahasiswi Kedokteran Universitas Mataram.

Sosialisasi disampaikan  Staf Utilisasi dan Anti Fraud BPJS Penjaminan Manfaat Rujukan Kesehatan Cabang Mataram Findi Dwi Ariestania Putri dan Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Mataram Putu Gede Wawan Swandayana.

Wawan mengungkapkan,  sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan seputar pelayanan JKN-KIS sejak dini kepada mahasiswa kedokteran yang nantinya akan melayani peserta JKN-KIS.

Sehingga di usia yang masih muda para pelajar dan mahasiswa bisa benar-benar memahami program JKN-KIS, kemudian membagikan pemahaman tersebut ke keluarganya dan masyarakat sekitarnya.

“Dengan kegiatan sosialisasi ini kita memastikan bahwa peserta sosialisasi bisa memahami tentang program JKN-KIS, baik itu prosedur pelayanan peserta ataupun hak dan kewajiban sebagai peserta JKN-KIS,” ungkap Wawan.

Dalam sosialisasi tersebut, BPJS Kesehatan menjelaskan  pentingnya tiap masyarakat Indonesia menjadi peserta program JKN-KIS. Salah satu alasannya adalah gotong royong dalam membiayai peserta yang sedang sakit dengan membayar iuran tepat waktu.

Karena sifatnya yang wajib, kepesertaan JKN-KIS harusnya dapat dirasakan oleh semua masyarakat Indonesia.

Tidak hanya masyarakat yang mampu melainkan masyarakat yang tidak mampu dapat merasakan manfaat program ini. Sehingga anggota masyarakat yang sakit dapat berobat secara gratis yang biayanya diperoleh dari iuran yang dibayarkan peserta JKN-KIS yang sehat.

dr Ika Primayanti selaku dosen pembimbing, menyadari pentingnya kegiatan ini.

“Harapannya ke depan melalui pembekalan ini mahasiswa dapat ilmu yang dibutuhkan untuk berada di tempat praktik sehingga saat melayani peserta JKN-KIS mereka sudah tau tentang aturan yang ada,” ujar dr. Ika Primayanti, dosen pembimbing Universitas Mataram.

ay/yn/JAMKESNEWS




Para Veteran Sangat  Antusias Terhadap Program JKN-KIS

BPJS Kesehatan Cabang Mataram turun langsung untuk menjelaskan hak yang didapat kepada seluruh veteran

lombokjournal.ccm —

MATARAM ;   – BPJS Kesehatan Cabang Mataram terus melakukan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Salah satunya dengan melakukan sosialisasi kepada Veteran yang ada di Wilayah Kota Mataram, Kamis (20/06)

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua Veteran Kota Mataram I Dewa Putu Puja, Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Mataram I Wayan Sumarjana serta seluruh veteran wilayah Kota Mataram.

Ketua Veteran Kota Mataram I Dewa Putu Puja mengatakan sosialisasi Program JKN-KIS ini sangat penting. Selama ini banyak pertanyaaan dari para veteran lain tentang program JKN-KIS yang sudah banyak berkembangan baik tentang aturan maupun hak yang di dapat oleh peserta.

“Dengan adanya aturan-aturan terbaru dari BPJS Kesehatan, saya berharap tim dari BPJS kesehatan dapat menjawab pertanyaan dari teman-teman veteran secara langsung sehingga pemahaman tentang program JKN-KIS ini dapat diterima dengan jelas,” ujar Dewa

Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Mataram, I Wayan Sumarjana mengungkapkan bahwa sosialisasi Program JKN-KIS ini rutin dilaksanakan kepada seluruh lapisan masyarakat, untuk kali ini BPJS Kesehatan Cabang Mataram turun langsung untuk menjelaskan hak yang didapat kepada seluruh veteran.

“Sosialisasi ini terus kami lakukan untuk meningkatkan pemahaman peserta terkait hak yang didapatkan pada program jaminan kesehatan nasional ini. Dalam kesempatan ini saya menjelaskan tentang prosedur pelayanan, hak yang diadapatkan peserta, batas usia anak yang masuk dalam tanggungan, cara pendaftaran sebagai peserta mandiri, dan masih banyak lagi. Para veteran ini banyak yang menanyakan tentang batas usia anak yang ditanggungan, karena sebagian besar anak veteran ini sudah lulus kuliah, bekerja, menikah, dan lebih dari 25 tahun,” Ujar Wayan.

Wayan berharap setelah sosialisasi ini para peserta dapat membantu untuk menyebarkan informasi terkait program JKN-KIS kepada seluruh masyarakat yang ada dilingkungan sekitar baik keluarga, saudara, maupun tentangga yang belum paham tentang hak yang didapatkan sebagai peserta JKN-KIS.

ay/yn/Jamkesnews

 

 




Kerjasama YAICI – PP Aisyiyah, Membangun Generasi Emas 2045 Dengan Edukasi Keluarga Paham Gizi

Gizi buruk tidak hanya disebabkan oleh kemiskinan atau daerah yang terisolir, tapi juga karena kurangnya pengetahuan masyarakat akan makanan dan minuman yang bergizi untuk anak

MATARAM.lombokjournal.com —  Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan adanya perbaikan status gizi pada balita di Indonesia, diantaranya proporsi status gizi sangat pendek dan pendek turun dari 37,2% (Riskesdas 2013) menjadi 30,8 persen.

Demikian juga proporsi status gizi buruk dan gizi kurang turun dari 19,6 persen (Riskesdas 2013) menjadi 17,7 persen. Meski demikian, WHO masih mengkategorikan Indonesia sebagai Negara darurat gizi buruk.

Sebab ambang batas toleransi stunting yang ditetapkan WHO adalah 20 persen dari jumlah keseluruhan balita.

Nusa Tenggara Barat (NTB) termasuk satu di antara propinsi dengan prevalensi gizi buruk yang tinggi setelah Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Tenggara,  yaitu sebesar 29,5 persen.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, angka kasus gizi buruk tahun 2018 meningkat dibanding sebelumnya. Sepanjang 2018, sebanyak 217 kasus gizi buruk ditemukan di 10 kabupaten/kota.

Berbanding terbalik dengan persoalan gizi buruk, NTB justru dikenal sebagai provinsi dengan tingkat pemberian ASI eklusif seindonesia, yaitu 87,35 persen.

Sementara untuk persentase bayi baru lahir yang mendapat Inisiasi Menyusui Dini (IMD), NTB berada pada urutan ke 6 yaitu sebesar 87,43 persen.

Dari sisi pertumbuhan ekonomi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat masuk dalam 10 besar provinsi di Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi tercepat.

Berdasarkan data di atas, maka terlihat bahwa gizi buruk tidak hanya disebabkan oleh kemiskinan atau daerah yang terisolir, tapi juga karena kurangnya pengetahuan masyarakat akan makanan dan minuman yang bergizi untuk anak.

Fakta pengetahuan masyarakat yang rendah terlihat dari banyaknya kasus gizi buruk akibat kesalahan orang tua memberi asupan makanan pada anak.

Di tengah kemajuan teknologi, arus informasi diterima masyarakat tanpa filter. Masyarakat juga setiap saat terpapar iklan yang belum teruji kebenarannya.

Jika tidak dibekali dengan pengetahuan yang tepat, maka masyarakat akan menjadi konsumen tanpa mengetahui baik buruk produk yang dikonsumsinya.

Ketua Harian YAICI Arif Hidayat mencontohkan, iklan susu kental manis sebagai salah satu iklan yang telah sekian abad menyesatkan persepsi masyarakat.

SKM yang sejak jaman kolonial hingga milenial, diiklankan sebagai minuman susu untuk bayi dan pertumbuhan anak, telah membentuk persepsi masyarakat bahwa SKM adalah susu bernutrisi.

SKM memiliki kandungan gula yang tinggi yaitu 20gram persekali saji/1 gelas dengan nilai protein 1 gram, lebih  rendah dari susu lainnya.

Padahal, peruntukan SKM hanyalah sebagai bahan tambahan makanan dan minuman atau topping. Karena itu, perlu pengawasan terhadap promosi dan penggunaan SKM oleh masyarakat, jelas Arif Hidayat.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah mengatur label dan iklan SKM melalui PerBPOM No 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, pada pasal pasal 54 dan 67 huruf W dan X. Pasal 54 memuat kewajiban produsen untuk mencantumkan tulisan pada label yang berbunyi:

Perhatikan!

Tidak untuk menggantikan Air Susu Ibu

Tidak Cocok untuk Bayi sampai usia 12 bulan

Tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya sumber gizi.

Sementara pasal 67 butir W memuat larangan berupa pernyataan/visualisasi yang menggambarkan bahwa susu kental dan analognya disajikan sebagai hidangan tunggal berupa minuman susu dan sebagai satu-satunya sumber gizi.

Butir X memuat larangan  pernyataan/visualisasi yang semata-mata menampilkan anak di bawah usia 5 (lima) tahun pada susu kental dan analognya.

Enam bulan sejak peraturan BPOM tersebut dikeluarkan, mulai terlihat perubahan yang dilakukan oleh produsen, menyangkut label maupun iklan dan promosi. Penyebutan kata susu serta visualisasi susu di dalam gelas yang sebelumnya menempati porsi terbesar pada label SKM, sekarang mulai berganti dengan gambar makanan.

Kami mengapresiasi BPOM yang telah tegas mengeluarkan aturan, juga apresiasi terhadap produsen yang dalam waktu singkat menyesuaikan label dan pesan yang disampaikan dalam iklannya, bahwa SKM bukanlah susu, jelas Arif.

Dra. Chairunnisa, M.Kes Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah mengatakan perlu ada pengawalan terhadap kesehatan generasi penerus bangsa.

“Tanggung jawab kesehatan masyarakat memang ada di tangan pemerintah. Namun pekerjaan rumah ini akan lebih efektif dan efisien bila dilakukan oleh seluruh elemen yang ada termasuk keluarga sebagai elemen terkecil dalam sebuah Negara,” jelas Chairunnisa.

Karenanya, Yayasan Abhiparaya Insan Cendikia Indonesia (YAICI), bersama Pengurus Pusat Aisyiyah menjalin kerjasama melaksanakan edukasi bijak mengkonsumsi susu kental manis di sejumlah kota di Indonesia.

Edukasi diadakan dalam bentuk talkshow dan kreasi makanan sehat bergizi. Di kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, kegiatan edukasi diadakan pada 26 Juni 2019, dihadiri 200 kader.

AYA (*)




Revitalisasi Posyandu Digenjot Guna Wujudkan Masyarakat NTB Sehat

Indikator keberhasilan seluruh program yang ada adalah meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan pada saat bersamaan angka kemiskinan menurun

MATARAM.lombokjournal.com —  Pemerintah Provinsi NTB menggenjot proses revitalisasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) demi mewujudkan masyarakat NTB yang sehat.

Salah satu misi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, adalah revitalisasi Posyandu sebagai wujud nyata mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Bahkan, seluruh Posyandu yang ada di setiap desa akan dilakukan revitalisasi.

“Salah satu pola yang menjadi instrumen untuk mewujudkan NTB sehat itu adalah melalui revitalisasi Posyandu,” tegas Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda)  NTB,  Ir. H. Iswandi, M. Si saat memimpin Apel Pagi dengan Jajaran Dinas Kesehatan, Rabu (26/06) 2019.

Menurutnya, Revitalisasi Posyandu, harus dipahami dan dilaksanakan oleh semua pihak, terutama jajaran Dinas Kesehatan.

Posyandu lanjutnya, tidak lagi sekedar untuk pelayanan balita. Atau hanya sekedar untuk memonitoring kesehatan balita. N

Namun, Posyandu akan bertransformasi menjadi pusat yang akan melayani seluruh kesehatan keluarga, yang tujuan akhirnya adalah ketahanan keluarga.

“Posyandu menjadi basis untuk membangun ketahanan keluarga. Posyandu akan melahirkan kekuarga yang sehat, sejahtera dan berketahanan” jelasnya.

Karena itu, Sekda meminta Dinas Kesehatan untuk membangun koordinasi dan sinergi dengan seluruh pihak, terutama dinas atau badan terkait. Ia juga mengingatkan agar jajaran dinas kesehatan tidak hanya melaksanakan tugas dan fungsi pada satu dimensi saja.

Namun harus dikaitakan dan diintegrasikan dengan program kerja lain. Sebab, indikator keberhasilan seluruh program yang ada adalah meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan pada saat bersamaan angka kemiskinan menurun.

“Orientasi kita berada di pemerintahan, tujuannya adalah kesejahteraan. Kita harus memperhatikan bahwa semua yang kita kerjakan tujuannya adalah kesejahteraan masyarakat,” jelas Iswandi.

Ia didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Biro Humas dan Protokol, Najamuddin, S. Sos, MM. Kepala Biro Pemerintahan,  Irnadi Kusuma, S. STP, ME., Kasat PolPP.

Semua pihak diminta meningkatkan komitmen dalam proses revitalisasi Posyandu. Sehingga, masyarakat NTB yang sehat, cerdas dan sejahtera betul-betul terwujud dengan baik.

AYA/Hms NTB




BPJS Kesehatan Tingkatkan Layanan, Untuk Tingkatkan Peserta Tahun Ini

Kepesertaan BPJS Kesehatan sangat penting dimiliki oleh masyarakat agar terlindungi dan terjamin pelayanan kesehatannya

lombokjournal.com —
JAKARTA ; Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan semakin meningkatkan pelayanan pascahari raya Idulfitri dengan memberikan pelayanan optimal kepada peserta.

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Jabodetabek, Ni Made Ayu Sri Ratna Sudewi menyebutkan, dari total 265,2 juta masyarakat Indonesia (data Dukcapil Kemdagri sampai semester II tahun 2018) sebanyak 83% atau 222.002.996 jiwa sudah menjadi peserta per 1 Juni 2019.

“BPJS Kesehatan semakin meningkatkan pelayanan kepada pasien dengan mengcover berbagai jenis penyakit baik serta tahun ini kita harapkan jumlah peserta meningkat menjadi 257,5 juta jiwa,” ujar Ratna Sudewi, Selasa (18/6/2019), kepada awak media di Jakarta.

Dikatakan, kepesertaan BPJS Kesehatan sangat penting dimiliki oleh masyarakat karena saat mereka sudah terdaftar dan menjadi peserta aktif BPJS Kesehatan maka mereka terlindungi dan terjamin pelayanan kesehatannya di rumah sakit.

“Tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya BPJS Kesehatan perlu terus ditingkatkan sangat penting karena resiko penyakit semakin tinggi saat ini. JKN-KIS dihadirkan pemerintah untuk membantu masyarakat agar bisa mendapatkan layanan sebagai kebutuhan dasar masyarakat,” tambah Ratna.

Rr/Suara Pembaruan




Saat Serangan Jantung, Apa harus Dilakukan?

Oleh dr. Vito Anggarino Damay, SpJP (K), M.Kes, FIHA, FICA 

Penanganan serangan jantung harus cepat, karena satu detik saja telat, bisa fatal akibatnya. Maka itu, supaya tidak menimbulkan masalah yang lebih parah, segera lakukan pertolongan pertama ketika ada yang mengalami serangan jantung

Tak banyak yang tahu apa yang mesti dilakukan ketika mengalami serangan jantung. Padahal, masalah ini bisa terjadi pada siapa dan kapan saja.

Namun, sebelum melakukan pertolongan pertama, kenali dulu gejala khas dari serangan jantung

Gejala khas serangan jantung

Serangan jantung terjadi akibat adanya penyumbatan di pembuluh darah menuju jantung. Akibatnya, jantung tidak mendapatkan oksigen dan makanan. Bila hal ini dibiarkan, fungsi jantung akan terganggu.

Bahkan bisa menyebabkan sel-sel jantung mati hingga akhirnya berhenti memompa darah. Saat itulah serangan jantung terjadi. Masalah ini memang seringnya datang tiba-tiba.

Namun, Anda bisa mengetahuinya dengan gejala khas berikut ini:

  • Sakit dada atau rasa berat di dada seperti ditekan selama sedikitnya 20 menit dan tidak membaik dengan istirahat
  • Kadang dirasakan sebagai perasaan sesak napas berat yang terjadi mendadak.
  • Keluhan nyeri dapat menjalar hingga ke rahang, punggung, atau lengan kiri
  • Keringat dingin disertai rasa seperti mual

Pertolongan pertama saat terkena serangan jantung

Detik demi detik sangat berharga, begini langkah pertolongan pertama yang mesti diambil ketika Anda atau orang terdekat mengalami serangan jantung.

  1. Segera bawa ke rumah sakit

Bila Anda atau orang di dekat Anda mengalami hal tersebut, segeralah menuju ke rumah sakit terdekat. Hal tersebut sangat penting untuk diingat, segeralah ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan dari dokter.

  1. Minum obat golongan isosorbid

Jika Anda punya obat golongan isosorbid dinitrat segeralah taruh satu tablet dibawah lidah anda. Obat golongan ini tidak perlu dikunyah, karena itu populer disebut dengan “ obat dibawah lidah”. Tujuan obat ini adalah membantu melebarkan pembuluh darah koroner tapi tetap saja Anda harus di bawa ke rumah sakit segera.

  1. Menggunakan obat aspirin

Bila tersedia anda boleh mengunyah obat golongan aspirin sebanyak dua sampai empat tablet (satu tablet golongan obat ini mengandung dosis 80-100 miligram).

Benarkah batuk itu pertolongan pertama pada serangan jantung?

Jawabannya adalah TIDAK. Batuk bukan merupakan pertolongan pertama pada serangan jantung. Batuk kadang disarankan oleh petugas medis pada pasien yang sedang dalam pengawasan alias dirawat inap dan sama sekali tidak berguna jika penderita berada di luar rumah sakit.

Batuk tidak akan mengatasi penyebab serangan jantung, yaitu penyumbatan pembuluh darah koroner. Selain itu, batuk juga tidak mencegah kerusakan otot jantung yang terjadi dan tidak ada efeknya pada nyeri dada saat serangan jantung. Bahkan tidak menghentikan gangguan irama jantung seandainya hal itu terjadi pada jantung yang mengalami gangguan listrik akibat serangan jantung.

Jika salah melakukan pertolongan pertama ketika serangan jantung terjadi, maka akan fatal akibatnya. ***

(Sumber; Helo Sehat)

 

 




Djahri; Dengan JKN-KIS Keluarga  Tidak Repot Pikirkan Biaya Berobat

Dalam keadaan sakit seperti ini, Djahri tidak perlu merepotkan keluarga untuk memikirkan biaya berobat yang harus rutin dikeluarkan setiap minggu

lombokjournal.com —

JAMKESNEWS  –  Djahri (82), seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Mataram sudah 2 tahun terbaring lemah karena menderita Hipertensi dan Prostat.

Pria yang dulunya bekerja sebagai seorang perawat di Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat (RSUP NTB) ini menceritakan, dulu ia lah yang merawat pasien JKN-KIS, dan sekarang justru ia yang merasakan sendiri.

Djahri menuturkan, tahun 2018 ia terkena hipertensi dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama. Saat itu ia dibawa oleh anaknya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP NTB dalam keadaan hampir tidak sadarkan diri.

“Setelah diperiksa oleh dokter ternyata tensi saya 200/100 mmHg sehingga dokter menyarankan untuk rawat inap agar kondisi saya tidak semakin memburuk. Awalnya keluarga hanya menduga kalau saya dirawat tidak lama karena hipertensi biasa. Ternyata setelah dokter memeriksa lebih lengkap lagi, saya didiagnosa menderita Prostat dan Hipertensi yang mengakibatkan saraf di organ tubuh saya tidak berfungsi dan saya tidak bisa berjalan seperti biasa,” tutur Djahri saat ditemui Tim Jamkesnews di kediamanannya Rabu (22/05)

Setelah 2 minggu dirawat di RSUP NTB, Djahri diperbolehkan pulang dan harus rutin kontrol setiap minggu ke Poli Saraf. Kakek dengan 2 orang cucu ini merasa tenang karena telah memiliki  Kartu Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sehingga biaya pengobatan tidak menjadi beban untuk anak dan istrinya.

Djahri mengaku bersyukur sekali dalam keadaan sakit seperti ini, ia tidak perlu merepotkan keluarga untuk memikirkan biaya berobat yang harus rutin dikeluarkan setiap minggu.

“Ini semua karena saya sudah memiliki Kartu JKN-KIS, dengan demikian anak dan istri saya bisa fokus merawat saya di rumah dan memberi semangat serta mendoakan kesembuhan saya. Kalau saya tidak punya Kartu JKN-KIS, berapa banyak biaya yang harus kami keluarkan untuk berobat, sementara kami juga masih harus memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tambah Djahri.

Di akhir perbincangan Djahri mengucapkan banyak terima kasih kepada Program JKN-KIS yang telah menjamin semua biaya pengobatannya sampai dengan saat ini.

Djahri juga mengucapkan terima kasih  kepada tim dokter yang telah merawatnya dan memberikan layanan yang terbaik kepada peserta JKN-KIS tanpa membeda-bedakan layanan yang diberikan kepada pasien lainnya.

ay/yn/JAMKESNEWS

Narasumber : Djahri

 




Duta BPJS Kesehatan Salurkan Donasi Di Ponpes Muhammadiyah dan Nahdlatul Wathan

Tidak ada ruginya mengikuti Program Donasi Iuran Jaminan Kesehatan ini, karena sangat bermanfaat bagi anak-anak yang benar-benar membutuhkan 

lombokjournal.com —

JAMKESNEWS  ;     Program Donasi Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) bertujuan mewujudkan kepedulian kepada masyarakat di lingkungan, melalui kontribusi pendaftaran masyarakat yang membutuhkan uluran tangan, untuk didaftarkan menjadi peserta JKN-KIS.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram, Muhammad Ali mengatakan, Program Donasi Iuran Jaminan Kesehatan sudah berjalan sejak Tahun 2017.

Pada Tahun 2019 ini, Duta BPJS Kesehatan Cabang Mataram kembali memberikan Donasi Iuran Jaminan Kesehatan kepada anak-anak di Pondok Pesantren Muhammadiyah dan Nahdlatul Wathan, Senin (28/05).

Seluruh Duta BPJS Kesehatan Cabang Mataram komitmen untuk terus membantu membayarkan iuran JKN-KIS bagi anak-anak tidak mampu di lingkungan pesantren tersebut.

Program ini dimulai oleh Duta BPJS Kesehatan Cabang Mataram agar seluruh instansi atau stakeholder lain dapat ikut serta dalam program donasi ini.

Menurut Muhammad Ali,  tidak ada ruginya mengikuti Program Donasi Iuran Jaminan Kesehatan ini. Karena sangat bermanfaat bagi anak-anak yang benar-benar membutuhkan.

Kita tidak pernah tau kapan datangnya sakit, dan siapa yang akan menanggung biaya pengobatan mereka, kalau seandainya jatuh sakit dan tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun.

“Maka dari itu Duta BPJS Kesehatan Cabang Mataram berkomitmen untuk terus membantu memberikan donasi iuran jaminan kesehatan kelas 3 sebesar Rp. 25.500 per orang kepada anak-anak di pondok pesantren Muhammadiyah sebanyak 20 jiwa dan pondok pesantren Nahdlatul Wathan sebanyak 39 jiwa,” ujar Ali.

Kepala Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan, Muhammad Gufran beserta pengurus mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan, karena sudah kembali berpartisipasi dalam program Donasi Iuran JKN-KIS dengan mendaftarkan anak-anak di Pondok Pesantren menjadi peserta JKN-KIS.

“Semoga kebaikannya dibalas oleh Allah SWT, dan mudah-mudahan melalui donasi iuran JKN-KIS akan semakin banyak masyarakat yang terbantu dalam memperoleh jaminan kesehatan,” Kata Muhammad Gufran.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram, Muhammad ali menghimbau a seluruh stakeholder untuk ikut serta dalam Program Donasi Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kepada masyarakat yang tidak mampu yang ada di lingkungan sekitar.

Kalau bukan kita yang bantu, siapa lagi? Dengan Gotong Royong Semua Tertolong.

Ay/yn/JAMKESNEWS

 

 




Ibunya Dirawat Kena Serangan Jantung, Abdul Tak Lagi Takut Soal Biaya

Soal biaya, Abdul bersyukur karena tak lagi terbebani. Ia senang dengan bantuan pemerintah melalui BPJS Kesehatan ini. Ia berharap program JKN-KIS terus memberikan manfaat kepada masyarakat terlebih untuk yang membutuhkan

Lombokjournal.com –

 JAMKKESNEWS  ;        Suparmi (49), salah satu dari sekian banyak peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang menderita penyakit jantung.

Sudah 4 tahun lebih ia menjalani perawatan di rumah sakit. Menurut penuturan anaknya, Suparmi mengeluhkan sakit jantung sejak 2012 lalu.

Sang anak mengaku sulit merujuk ibunya ke rumah sakit lantaran tak cukup biaya. Beruntung pemerintah memberikan bantuan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS) lewat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Sejak saat itu, program tersebut jadi andalan Suparmi dan keluarga di kala sakit.

“Ibu sudah lama sakit jantung. Kalau diingat, sudah 4 tahun berjalan ini. Dulu kesusahan sekali kalau ingin rawat ibu di rumah sakit. Selalu soal biaya yang kami takutkan apalagi penyakit ibu tergolong kronis. Alhamdulillah, ada bantuan pemerintah untuk berobat gratis. Sejak 2014, kami tak lagi khawatir kalau mau berobat di rumah sakit,” tutur Abdul Ghoni, putra Suparmi.

Awal tahun 2019, penyakit Suparmi kembali kambuh dengan kondisi yang begitu lemah. Mengetahui hal tersebut, Abdul, sapaan akrab sang anak bergegas membawa ibunya ke rumah sakit,

Abdul merasa puas dengan layanan yang diberikan rumah sakit. Menurutnya, tak ada kesulitan yang didapat selama ibunya dirawat.

Hingga kini, Suparmi masih dalam pantauan dokter. Menurut Abdul, sang ibu masih mengeluhkan sesak nafas sehingga memerlukan alat bantu pernafasan.

Soal biaya, Abdul bersyukur karena tak lagi terbebani. Ia senang dengan bantuan pemerintah melalui BPJS Kesehatan ini. Ia berharap program JKN-KIS terus memberikan manfaat kepada masyarakat terlebih untuk yang membutuhkan.

“Bersyukur beban biaya gak lagi jadi pikiran. KIS benar-benar menolong ibu saya. Kalau ditagihkan mungkin sudah berpuluh juta dan ada sesuatu hal yang kami jual. Saya ingin sekali ibu saya sembuh, saya minta bantuan do’anya. Terima kasih untuk rumah sakit yang sudah merawat ibu saya. Meskipun kami dari peserta BPJS Kesehatan, nyatanya rumah sakit tetap memberi kenyamanan,” terang Abdul.

Rr/Jamkesnews

Narasumber : Abdul Ghoni (28), Putra Ibu Suparm




BPJS Kesehatan Akan Tuntaskan Kejanggalan Data Ganda dan Sistem Kepesertaan Karyawan

Untuk memverifikasi data kepesertaan, BPJS Kesehatan melalukannya dengan menyandingkan master file data kepesertaan BPJS Kesehatan dengan lembaga terkait apakah Dukcapil, BKN, atau institusi yang memiliki data

lombokjournal.com —

JAKARTA — BPJS Kesehatan siap berbenah terkait hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang mengumumkan tahun 2018 lalu BPJS Kesehatan defisit sebanyak Rp 9,1 triliun.

Defisit  tersebut terjadi karena kurangnya masukan dari iuran para peserta, dan adanya kejanggalan banyaknya peserta yang menggunakan NIK ganda.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Ma’aruf menyebutkan, terkait NIK ganda pihaknya akan segera melakukan peninjauan mendetil mengenai keanggotaan.

Selama ini untuk memverifikasi data kepesertaan, BPJS Kesehatan melalukannya dengan menyandingkan master file data kepesertaan BPJS Kesehatan dengan lembaga terkait apakah Dukcapil, BKN, atau institusi yang memiliki data

“Hasil audit BPKP juga memberikan rekomendasi untuk cleansing data bermasalah dan pemutakhiran data kepesertaan tentu segera kita tindak lanjuti,” kata Iqbal kepada Tribunnews.com, Selasa (28/04) 2019..

Ada kejanggalan lainnya, yaitu adanya kepesertaaan karyawan yang belum dilaporkan oleh pemberi kerja, BPJS Kesehatan akan berkoordinasi dengan perusahaan untuk data yang sebebarnya dan iuran yang harus dibayarkan.

“Tentu untuk memastikan data karyawan yang belum dilaporkan, kami melakukan koordinasi dengan lembaga untuk dapat memberikan data kepesertaan dan iuran yang jadi kewajiban perusahaan,” papar Iqbal.

Rr/tribune