Monev 3 Program Terpadu Pangan BPOM

Sekda NTB mengapresiasi penyelenggaraan monev, karena di tengah banyaknya perhelatan internasional, keamanan obat dan makanan menjadi prioritas

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kegiatan Monev Program Nasional Desa Pangan Aman, Pasar Aman Berbasis Komunitas dan Sekolah dengan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Aman Kegiatan monev itu diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mataram, berlangsung di Hotel Lombok Astoria Mataram, Rabu (07/12/22).

Sekda NTB mengajak seluruh stakeholder mensukseskan acara ini
Lalu Gita Ariadi

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, H. Lalu Gita Ariadi yang membuka kegiatan Monev tersebut mengajak seluruh stakeholders terkait untuk mensukseskan monev. 

BACA JUGA: NTB Masuk Lumbung Pangan Nasional, Ini Jasa Penyuluh 

Bahkan Miq Gita mengapresiasi BPOM yang telah berhasil menyelenggarakan kegiatan ini.

“Apresiasi kami berikan kepada BPOM beserta jajarannya yang berhasil menyelenggarakan kegiatan ini. Mari kita sukseskan bersama-sama monev ketiga program ini,” ujarnya.

Data tahun 2022 menyebut, Indeks Kesadaran Masyarakat NTB Terkait Kemanan Obat dan Makanan berdasarkan survei dari pusat kajian dan kebijakan obat dan makanan BPOM, berada di angka 72 naik dibandingkan tahun lalu yang berada di angka 66,83.

Atas kenaikan ini Sekda mendorong agar Pemprov NTB bersama Kabupaten/Kota untuk terus berkolaborasi dan bersinergi guna meningkatkan indeks ini agar menjadi lebih baik.

“Saya minta hal ini untuk menjadi atensi bersama-sama. Kita bangun sebuah komitmen dengan BPOM. Tuntaskan apa saja yang menjadi masalah guna meningkatkan indeks ini sehingga indeks kita meningkat ke level menengah dan tidak berada di tingkat bawah secara nasional,” pintanya. 

Ia juga menandaskan, Provinsi NTB  akan menjadi tuan rumah berbagai perhelatan event berstandar nasional hingga internasional serta menjadi destinasi wisata halal, keamanan obat dan makanan menjadi prioritas yang tidak bisa di abaikan. 

Karenanya ia mengungkapkan, monev ini menjadi langkah awal yang baik demi terwujudnya kesadaran masyarakat NTB akan keamanan obat dan makanan.

Sementara itu, Kepala BPOM Mataram, Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Apt mengatakan, kegiatan ini telah berlangsung selama 10 bulan dan monev ini menjadi program akhirnya. Ia menjelaskan keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama.

“Keamanan pangan menjadi tugas bersama-sama. Terimakasih saya ucapkan kepada seluruh stakeholders terkait yang telah  meningkatkan efektifitas pengawasan obat dan makanan di NTB,” terangnya.

BACA JUGA: Gerakan Pangan Murah Sambut HUT NTB, HBKN, dan Nataru

Ia berharap agar seluruh peserta monev kali ini dapat memeberikan masukan-masukan agar program-program BPOM bekerja lebih optimal dan kedepannya dapat meningkatkan indeks kesadaran masyarakat NTB akan obat dan makanan. ***

 

 




Pemprov NTB Paparkan Beberapa Ikhtiar Ramah Disabilitas

Dalam mewujudkan NTB Ramah Disabilitas, salah satu program unggulan Pemprov NTB adalah mewujudkan NTB Ramah Disabilitas

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi (Pemprob) NTB menerima Kunjungan dari Komisi Nasional Disabilitas (KND) Indonesia. 

Kunjungan kali ini dalam rangka pemantauan terhadap implementasi Perda Provinsi NTB No. 4 Tahun 2019 tentang perlindungan dan pemenuhan hak-hak disabilitas, penyerapan aspirasi dan informasi dari NGO  dan para disabilitas.

BACA JUGA: Inovasi Unggulan Daerah NTB Dipaparkan di Kemendagri

Serta penyerapan praktik baik yang dilakukan Pemprov NTB dalam pemenuhan hak-hak disabilitas.

Gubernur NTB yang diwakili Kepala Dinas Sosial NTB, H Ahsanul Khalik menyatakan, untuk mewujudkan NTB Gemilang, salah satu program unggulan Pemprov NTB adalah mewujudkan NTB Ramah Disabilitas. Ini terus diikhtiarkan dengan berbagai program pembangunan di NTB.

“Terimah kasih kepada teman KND yang sudah berkunjung di NTB. Semoga ini langkah baik untuk meningkatkan pelayanan yang ramah bagi penyandang disabilitas,” ungkap Ahsanul Khalik saat menerima KND di ruang rapat Anggrek kantor Gubernur NTB, Rabu (23/11/22).

Ia menjelaskan, beberapa ikhtiar yang sudah dilakukan oleh pemerintah dalam mendorong layanan yang ramah disabilitas. Seperti MOU dengan beberapa pihak utk mempermudah kebutuhan layanan bagi disablitas, dan bantuan aksesibilitas layanan publik seperti kendaraan Bus Disabilitas dari Dinas Perhubungan NTB.

Selain itu mendorong dan memfasilitasi terbentuknya LKSPD (Lembaga Kesejahteraan Sosial Penyandang Disablitas), memberikan  alat bantu seperti kursi roda untuk dewasa dan anak anak, tongkat ketiak, tongkat netra dan walker.

Dan mendorong OPD terkait dan tempat layanan publik agar akses untuk para disabilitas seperti taman kota, Membuka formasi penerimaan ASN dari kalangan disabilitas. Serta  memfasilitasi tiket gratis bagi rekan-rekan disabilitas untuk bisa menikmati event World Superbike di Sirkuit Mandalika tgl 12 Nopember lalu.

“Saat ini kami sedang melakukan perbaikan rancangan Keputusan Gubernur untuk pembentukan Pusat Pelayanan Terpadu Disabilitas,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KND, Dr. Dante Rigmalia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi NTB sangat ramah dengan penyandang disabilitas

Apalagi kebijakan itu diperkuat dengan Perda No 4 Tahun 2019 tentang perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas.

BACA JUGA: Jangan Ada Kekerasan Fisik dan Verbal kepada Anak

“Alhamdulillah NTB sangat memperhatikan hak perlindungan dan pemenuhan teman-teman disabilitas,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, sejumlah kepala OPD lingkup NTB juga ikut hadir seperti Kepala Dinas Kominfotik NTB, Baiq Nelly Yuniarti, Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. Ridwansyah serta sejumlah yayasan disabilitas yang ada di pulau Lombok.***

 

 




Road Show Bunda PAUD NTB di Lombok Tengah

Dalam road show di Loteng, Bunda Niken berharap PAUD di tiap desa memenuhi P3K2

LOTENG.lombokjournal.com ~.Tugas guru, orang tua, Bunda PAUD setiap desa untuk menyiapkan pendidikan anak-anak sejak usia dini, agar ke depan mampu bersaing dengan daerah bahkan negara lain. 

Bukan hanya jadi penonton dan tidak mengerti apa-apa. 

Bunda PAUD Provinsi NTB, Hj.Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menyampaikan itu  dalam acara Road Show Bunda PAUD di PAUD Habibu At-Tholabah, Desa Montong Gamang, Kopang Senin (21/11/22).

BACA JUGA: Masyarakat NTB Diimbau untuk Gemar Makan Ikan

Menurutnya, PAUD Holistik Integratif (HI) merupakan landasan awal mewujudkan pendidikan anak usia dini (0-5 tahun), yang meliputi yakni Pendidikan, Pengasuhan, Perlindungan, Kesehatan dan Kesejahteraan (P3K2)

“Kita ingin seluruh PAUD yang ada di NTB khususnya Desa Monting Gamang dan Kecamaran Kopang umumnya untuk bisa memenuhi ke lima hal tadi yaitu P3K2 agar dapat memenuhi kriteria sebagai PAUD HI,” tuturnya. 

Bunda Niken menambakan, untuk tahun ini akan diadakan Gebyar PAUD dengan lomba-lomba yang hanya bisa diikuti oleh PAUD yang sudah HI untuk memberikan penghargaan kepada PAUD HI yang berkualitas. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., menjelaskan, ini adalah kesempatan untuk memberikan anak-anak pendidikan dengan memperhatikan 3 hal penting terhadap perkembangan anak usia 0-5 tahun. 

BACA JUGA: Pesan Optimis Gubernur NTB saat HUT KSB ke 19 

“Ada tiga perkembangan yang perlu kita dampingi, pertama emosinya, kedua mentalnya dengan memahami apa yang diinginkan anak, kemudian ketiga fisiknya, denfan tetapb melihat perkembangan anak baik tinggi maupun berat badannya,” katanya.***

 

 




Masyarakat NTB Diimbau untuk Gemar Konsumsi Ikan

Bunda Niken menekankan pentingnya masyarakat mengonsumsi ikan, utamanya anak-anak yang dalam masa pertumbuhan

LOTENG.lombokjournal.com ~ Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, mengimbau masyarakat NTB untuk Gemar mengkonsumsi ikan. 

Ia beralasan mengonsumsi ikan dinilai penting bagi kesehatan, karena ikan memiliki gizi yang tinggi untuk kecerdasan, pertumbuhan dan mencegah stunting pada anak.

BACA JUGA: Wagub NTB Dukung Gerakan Event Nol Sampah di NTB

Bunda Niken mengajak masyarakat untuk gemar makan ikan
Bunda Niken

“Bahan dasar ikan bisa dijadikan bakso dan siomay yang nikmat dan bisa menjadi menu keluarga sehat kita,” ujarnya.

Ia menyampaikan itu dalam pengarahannya di Aula Kantor Desa Montong Gamang, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok tengah, Senin (21/11/22). 

Bunda Niken saat Sosialisasi Gemar Makan Ikan (Gemarikan) dan Pelatihan Pengelolaan Ikan yang bertepatan dengan Hari Ikan Nasional (Harkannas) juga menjelaskan, pentingnya mengonsumsi ikan untuk masyarakat, utamanya anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. 

“Acara pelatihan seperti ini menjadi salah satu wadah untuk mensosialisasikan pentingnya mengonsumsi ikan. Acara ini sebagai bentuk kampanye kita dalam peningkatan konsumsi ikan mengingat konsumsi ikan sangat erat kaitannya dengan angka stunting. Semakin tinggi angka konsumsi ikan, maka semakin kecil angka stunting di NTB ini,” kata Bunda Niken.

Ketua Forikan NTB yang juga Ketua TP-PKK NTB ini mengungkapkan, ikan salah satu komoditi yang memiliki gizi lengkap dan harganya terjangkau. 

Hal ini kurang diperhatikan oleh masyarakat.

“Ikan adalah salah satu protein yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil dan menyusui serta masyarakat umumnya. Saya mengajak masyarakat untuk rajin mengonsumsi ikan agar masyarakat NTB dapat terbebas dari stunting,” pintanya.

Ia berharap kepada Kader PKK, Posyandu dan Ibu-ibu masyarakat Montong Gamang, untuk  terus diingatkan untuk mengonsumsi ikan seperti ini. 

Masyarakat lalai akan pentingnya hal ini untuk pertumbuhan generasi muda NTB.

“Ayo kita makan ikan setiap hari, karena ikan lebih murah dari daging dan proteinnya ikan sangat penting untuk kita semua. Mudah, murah dan lengkap gizinya. Kalau kita makan ikan Insya Allah kita akan jadi sehat, kuat dan cerdas,” tutupnya.

Kades Montong Gamang, Sofiyan S.Pd sangat terkesan dengan kehadiran Bu Niken.  Karena memberikan motivasi dan kesadaran bagi warganya agar mau dan gemar makan ikan.

BACA JUGA: Porwanas XIII jadi Ajang Promosi PON XII NTB 2028

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Niken memberikan quiz bagi ibu-ibu dan sesi foto bersama, Kehadiran Bunda Niken didampingi Kadis Dikbud, Bunda PAUD Kabupaten Lombok Tengah dan Pejabat dari Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Tengah serta Aparat Camat dan Desa Montong Gamang. ***

 




Stunting Bisa Diatasi, Masyarakat Jangan Khawatir

Masalah stunting masih menjadi PR dan jadi perhatian Pemprov NTB agar prevalensinya jauh berkurang

LOTIM.lombokjournal.com ~ Wakil gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengakui melahirkan sumberdaya manusia NTB yang kompetitif dan berdaya saing secara global tidak terlepas dari penguatan SDM berbasis pendidikan. 

Namun yang tak kalah pentingnya juga bagaimana meningkatkan sumberdaya manusia itu dengan kualitas kesehatan yang tetap menjadi perhatian.

BACA JUGA: Wagub NTB: Peningkatan IPM Ditentukan para Ibu

ilustrasi: Ayo cegah stunting!

“Angka stunting yang masih menjadi PR kita di NTB untuk terus kita ikhtiarkan penurunnya. Menjadi perhatian Pemprov NTB agar prevalensinya menjadi jauh berkurang. Karena itu di Desa Sembalun ini kami berharap Kepala Desa, Perangkat Desa dibackup oleh tenaga kesehatan dan kader Posyandu harus punya misi yang sama untuk tetap bahu-membahu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat mellaui penurunan stunting,” pinta Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub yang energik ini menekankan ini, karena untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang NTB yang mumpuni ke depan, faktor kesehatan menjadi hal utama yang tak boleh luput dari perhatian.

“Harapan kami kepada masyarakat di sini untuk selalu memperhatikan gizi anak-anaknya dengan memberikan asupan makanan bergizi yang mengandung protein hewani kepada anak. Karena kandungan gizi tersebut dapat membantu mencegah anak dari stunting,” terang Wagub.

Wagub juga minta kepada masyarakat untuk tidak khawatir dalam penanganan stunting. Pasalnya stunting bisa ditangani. 

BACA JUGA: NTB Salah Satu Terdepan dalam Penanganan Kesehatan

“Caranya itu tadi dengan memberikan makanan  bergizi serta menjalankan pola hidup sehat, menjaga lingkungan dengan tidak buang air di sembarang tempat. Laporan Kades Sembalun angka stunting masih 15 orang. Semuanya itu bisa diatasi dengan pola penanganan asupan gizi berimbang, asupan protein dan pola hidup bersih dan sehat,” pesan Ummi Rohmi. ***

 




NTB Salah Satu Terdepan Dalam Pembangunan Kesehatan 

Dengan aktifnya 7600 lebih Posyandu Keluarga, NTB dapat menuntaskan angka stunting dengan cepat

MATARAM,lombokjournal.com ~ Keberhasilan NTB dalam pembangunan kesehatan tak terlepas dari kinerja insan kesehatan.

Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja seluruh insan kesehatan di Provinsi NTB. 

Hal itu disampaikannya saat menjadi Pemimpin Upacara memperingati Hari Kesehatan Nasional yang ke-58 di Halaman Kantor Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Mataram pada Senin (14/11/22).

BACA JUGA: Tim Medis All Out Tangani Kesehatan Selama WSBK di Mandalika

Wagub NTB memberikan penghargaan bidang kesehatan yang dinilai berjasa dalam mendorong kesehatan masyarakat NTB
Wagub NTB menyampaikan penghargaan

“Terimakasih karena kekompakan, sinergritas, kerja keras serta komitmen teman-teman insan kesehatan di NTB, sehingga Provinsi NTB menjadi salah satu provinsi terdepan dalam hal pembangunan kesehatan di Indonesia,” ucapnya.

Ia bangga atas beberapa prestasi yang diraih oleh kinerja Dinas Kesehatan Provinsi NTB bersama dengan stakeholders terkait. Di antaranya Posyandu Keluarga dan menjadi Provinsi Pertama yang mendeklarasikan 3 Pilar STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat).

“Apresiasi diberikan oleh Pemerintah Pusat untuk program Posyandu Keluarga di NTB. Dengan aktifnya 7600 lebih posyandu keluarga, kita dapat menuntaskan angka stunting dengan cepat karena kita punya data stunting by name by address,” kata wagub.

Dengan berhasilnya Provinsi NTB menjadi yang pertama mendeklarasikan 3 Pilar STBM, ia berharap di tahun selanjutnya akan optimis mendeklarasikan 5 Pilar STBM.

Hari Kesehatan Nasional ke-58 mengangkat tema “Bangkit Indonesiaku, Sehat Negeriku”.

Tema ini dipilih untuk menggambarkan bangkitnya semangat dan optimisme seluruh lapisan masyarakat lndonesia. 

Secara bersama bahu membahu dan bergotong royong dalam menghadapi situasi kesehatan di masa pandemi COVID-19. Sehingga masyarakat lndonesia dapat kembali beraktivitas dan produktif agar lndonesia kembali bangkit dan kembali sehat.

BACA JUGA: Event WSBK Beri Keberkahan untuk UMKM NTB

Di akhir kegiatan ini, Wagub NTB berkesempatan memberikan penghargaan bidang kesehatan kepada daerah, instansi, dan individu yang dinilai berjasa dalam mendorong kesehatan masyarakat di NTB. ***

 




Tim Medis All Out Tangani Kesehatan selama WSBK di Mandalika

Selama berlangsung gelaran evebt WSBK, tim medis bekerja all out baik di sirkuit dan internal RSUP lainnya menyebar di Hotel, Puskesmas, dan Posko Kesehatan 

LOTENG.lombokjournal.com ~ Kesiapan tim medis yang mendukung pelaksanaan event  WSBK di Sirkuit Mandalika 2022, baik dari sisi peralatan maupun SDM yang bertugas di lapangan sudah bekerja all out.

Kesiagaan tim medis itu menjadi obsesi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dari berbagai lini, termasuk penanganan medis (kesehatan).

BACA JUGA: Event WSBK Beri Keberkahan untuk UMKM NTB

Kata Hamzi, kesiagaan tim medis itu merupakan obsesi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dari berbagai lini
Lalu Hamzi Fikri

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Lalu Hamzi Fikri dalam keterangan persnya di hadapan sejumlah media di Media Center Indonesia (MCI) WSBK Sirkuit Mandalika, Minggu (13/11/2022) mengungkapkan, lebih 421 tenaga medis  diturunkan untuk WSBK Mandalika 2022. 

Dari jumlah itu terbagi di sejumlah titik, mulai dari Sirkuit Mandalika hingga Rumah Sakit Umum Provinsi NTB.

Hamzi Fikri menjelaskan, khusus untuk di ring satu di sirkuit dan internal RSUP itu ada 138 tenaga medis. Sisanya menyebar di Hotel, Puskesmas, dan Posko Kesehatan lain. 

Tidak itu saja, Hamzi Fikri menyebut tenaga medis yang bertugas di Sirkuit Pertamina Mandalika juga yang ditempatkan pada 17 ground post. 

“Hal ini disesuaikan dengan jumlah tikungan sirkuit. Sehingga pengawasan dan penanganan bisa dilakukan dengan cepat apabila terjadi insiden,” kata Hamzi. 

Ia juga menyinggung saat ajang WSBK Mandalika 2022 berlangsung, alat kesehatan (Alkes) yang dipakai sesuai standar FIM sepert Xray dan USG yang telah berada di Medical Center Sirkuit Mandalika. 

Tenaga kesehatan yang ditugaskan di Medical Center Sirkuit Mandalika selama penyelenggaraan WSBK Mandalika 2022, yakni 14 dokter spesialis; 24 dokter umum, 77 perawat; dan tenaga penunjang sebanyak 23 orang.

“Sedangkan untuk ambulans, disiagakan 10 unit di sirkuit dan lima unit di areal Mandalika. Kemudian dua unit helikopter, bantuan dari Basarnas. Selain itu Medical Center Sirkuit Mandalika dilengkapi fasilitas medis canggih berstandar internasional dan perangkat Information Technology (IT) modern, yang mendukung kelancaran operasional seluruh layanan,” ujarnya.

Seperti diketahui Medical Center Sirkuit Mandalika dibangun dengan teknologi modular, gedungnya banyak ruangan dan dekat dengan dari race control. 

BACA JUGA: Pemda NTB Didorong Siapkan Museum Sejarah Peradaban

“Berbagai ruangan dan fasilitas didalamnya setara dengan rumah sakit seperti, Emergency Medical Service,” kata Hamzi. ***

 

 

 




Pemprov NTB Hibahkan Tanah Ke Ponpes Qomarul Huda

Penyerahan hibah yang dilakukan Pemprov NTB melalui proses tidak mudah, 

sebab tanah yang dihibahkan masih jadi bagian dari PAD 

LOTENG.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyerahkan hibah barang berupa tanah sawah irigasi seluas 2 hektar ke Yayasan Pondok Pesantren Qomarul Huda, Bagu, Lombok Tengah. 

Pemprov NTB memberikan hibahlahan melalui proses yang tidak mudah
Gubernur Zul menemui TGH. H. L. Turmudzi Badaruddin

Penyerahan hibbah tersebut ditandai dengan Penandatangan Berita Acara Serah Terima (BAST) oleh Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi dan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Qomarul Huda, Taulani di Pondok Pesantren Qomarul Huda Desa Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Loteng, Minggu (06/11/22).

BACA JUGA: Peringatan 53 Tahun RSUD Provinsi NTB

Penandatanganan BAST disaksikan langsung oleh Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dan pengasuh Pondok Pesantren Qomarul Huda TGH. H. L. Turmudzi Badaruddin, serta beberapa kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB dan seluruh pengurus Yayasan Pondok Pesantren Qomarul Huda.

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah mengatakan, penyerahan hibah ini telah melalui proses yang tidak mudah. 

Mengingat tanah sawah irigasi merupakan lahan pertanian yang masih produktif dan menjadi bagian dari PAD Pemprov NTB. 

Tapi sisi lain, pemerintah juga harus mampu berkontribusi kepada yayasan dan masyarakat demi membangun SDM yang mumpuni dan kesehatan masyarakat yang memadai. 

“Karena lahan yang kita hibahkan, insyaallah akan dibangun rumah sakit oleh yayasan,” ungkap Bang Zul sapaan Gubernur NTB saat memberi sambutan.

Dikatakan, pelajaran yang bisa diambil dari tuan guru sebagai pengasuh yakni masih tetap semangat memikirkan masa depan masyarakat. 

Terutama bagaimana mewujudkan rumah sakit untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah hari ini, menjadi momen bersejarah bagi kita. Impian tuan guru bisa kita wujudkan dengan menghibahkan tanah kepada yayasan,” katanya. 

Sementara itu, Ketua Yayasan, Taulani menjelaskan, tanah yang dihibahkan oleh Pemerintah Provinsi NTB akan dibangun rumah sakit Universitas Qomarul Huda 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Provinsi NTB yang telah dengan ikhlas menghibahkan tanah kepada yayasan,” jelasnya. 

BACA JUGA: Gubernur NTB akan Bantu Investor Nyaman Berinvestasi

Dijelaskannya, jika rumah sakit Universitas Qomarul Huda Badaruddin (UNIQHBA) telah dibangun, maka yayasan juga akan membangun fakultas kedokteran dan Program S3 di bidang Kesehatan masyarakat.

“Kami akan memanfaatkan tanah hibah ini dengan sebaik-baiknya. Dengan adanya fasilitas penunjang ini, insyaallah yayasan Qomarul Huda akan menjadi salah satu central pendidikan dan kesehatan di Lombok Tengah,” tegasnya. ***

 

 




Peringatan 53 Tahun RSUD Provinsi NTB

Dalam peringatan ke 53 RSUD Provinsi NTB, menargetkan menjadi rumah sakit rujukan di Indonesia Timur

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, mengatakan perkembangan RSUD Provinsi NTB sampai saat ini luar biasa, dan patut diacungi jempol. Mulai dari pelayanan dan sumber daya manusia yang sudah semakin membaik.

Hal tersebut disampaikannya pada saat memberikan sambutan Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-53 Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat degan tema “Bangga Menjadi Bagian RSUD Provinsi NTB” di halaman RSUD Provinsi NTB, Minggu, (06/11/22).

BACA JUGA: IMI Diminta Berikan Kontribusi untuk Daerah

Pada peringatan 53 tahun RSUD Provinsi NTB. Gubernur berharap RSUD NTB jadi yang terbaik di Indonesia

“Perkembangan RSUD Provinsi NTB luar biasa, saya berharap nantinya akan menjadi RSUD terbaik di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra, M.Kes., MH., dalam sambutannya mengucapkan RSUD Provinsi NTB di hari jadinya yang ke-53, ia berharap agar  menjadikan RSUD Provinsi NTB sebagai rumah sakit rujukan di kawasan Indonesia Timur dapat segera terwujud.

“Saat ini, kami terus mempersiapkan RSUD Provinsi NTB bisa menjadi rumah sakit rujukan di Indonesia Timur. Mulai dari SDM, sarpras hingga pelayanan akan kami maksimalkan,” terangnya.

Dokter Jack panggilan akrabnya, juga menambahkan, pihaknya telah mempersiapkan beberapa langkah besar untuk menjadikan RSUD Provinsi lebih baik. 

Di antaranya pada tahun ini menargetkan naik kelas menjadi kelas A Pendidikan serta menjadi yang pertama kali di bagian Indonesia Timur akan melakukan Operasi Bedah Jantung.

BACA JUGA: Gubernur NTB akan Bantu Investor Nyaman Berinvestasi

“Dengan beberapa hal ini, sesuai dengan harapan bapak Gubernur  bahwa tidak akan ada lagi masyarakat NTB yang harus dirujuk, insyallah akan terwujud,” katanya.***

 




Khitan Massal di Masjid Al Istiqamah Dusun Lekok Desa Gondang 

Khitan massal diikuti 31 orang anak bersamaan dengan Perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Khitan secara bahasa artinya memotong kulit yang menutupi alat kelamin lelaki (penis).

Dalam bahasa Arab khitan juga digunakan sebagai nama lain alat kelamin lelaki dan perempuan seperti dalam hadist yang mengatakan “Apabila terjadi pertemuan dua khitan, maka telah wajib mandi” (H.R. Muslim, Tirmidzi dll.).

Dalam agama Islam, khitan merupakan salah satu media pensucian diri dan bukti ketundukan kita kepada ajaran agama. Dalam hadist Rasulullah s.a.w. bersabda:”Kesucian (fitrah) itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memendekkan kumis dan memotong kuku” (H.R. Bukhari Muslim).

BACA JUGA: OBat Sirup Pengebab Gagal Goinjal untuk Anak-anak

Khitan mempunyai faedah bagi kesehatan karena membuang anggota tubuh yang yang menjadi tempat persembunyian kotoran

Faedah khitan: Seperti yang diungkapkan para ahli kedokteran bahwa khitan mempunyai faedah bagi kesehatan karena membuang anggota tubuh yang yang menjadi tempat persembunyian kotoran, virus, najis dan bau yang tidak sedap. 

Air kencing mengandung semua unsur tersebut. Ketika keluar melewati kulit yang menutupi alat kelamin, maka endapan kotoran sebagian tertahan oleh kulit tersebut. Semakin lama endapan tersebut semakin banyak.

Bisa dibayangkan berapa lama seseorang melakukan kencing dalam sehari dan berapa banyak endapan yang disimpan oleh kulit penutup kelamin dalam setahun. 

Oleh karenanya beberapa penelitian medis membuktikan bahwa penderita penyakit kelamin lebih banyak dari kelangan yang tidak dikhitan. 

Begitu juga penderita penyakit berbahaya aids, kanker alat kelamin dan bahkan kanker rahim juga lebih banyak diderita oleh pasangan yang tidak dikhitan. Ini juga yang menjadi salah satu alasan non muslim di Eropa dan AS melakukan khitan.

Hitanan Massal sebanyak 31 orang anak bersamaan dengan Perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Masjid.Al Istiqamah dusun Lekok Desa Gondang Kecamatan Gangga Rabi’ul Awal 27-1443 H bertepatan dengan tanggal 23/10-2022. 

Ketua Panitia Maulid, Mu’tamar Hidayat, sampaikan pada media ini, sebelum uraian Maulud oleh Uts Ahsani Rahman,S.Pi. pimpinan ponpes Telaga Wareng Pamenang terlebih dahulu dilaksanakan Hitanan massal dan Ngurisang. 

Kebiasaan jamaah di empat (4) dusun Lekok sejak turun temurun, pada malam hari sebelum acara puncak dilaksanakan Bersanji dan Baca Hikayat sampai jelang waktu sholat Subuh.

Kemudian pagi hari H dilanjutkan dengan Ngurisan dan Hitanan. 

Usai rangkaian acara diatas baru kemudian berlangsung uraian Mailid Nabi Besar Muhammad SAW oleh Uts Ahsani Rahman,S.Pi, kemudian Zikiran, dan penutup, Mu’tamar Hidayat.

Masih di tempat yang sama, 11 orang petugas medis  dari antara lain, 3 orang dari Dinas Kesehatan KLU, Puskesmas Gangga dan Klinik Muhammadiyah.  

Terpisah, Kepala Puskesmas Gangga, Sabri, ketika dihubungi via telpon mengatakan kami pelayan masyarakat di bidang kesehatan adalah kewajiban menjalankan amanat. 

Terlebih lagi dalam membantu masyarakat yang kurang mampu untuk biaya hitan dan obat obatan. Pihaknya tetap melayani dan tidak memaksakan biaya obat dan sebagainya. 

“Ini kan hitan massal yang jumlahnya mencapai 31 orang anak”, tentu butuh biaya cukup besar,” kata Sabri. 

Meski demikian, kami tidak akan membebani mereka, tutur pria berkulit putih dan tampan ini.

Tidak ketinggalan, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara, diwakili oleh Sektertais Sopan Ardianto, SKM. MPH, H Zaini, S. ST, Nurdin,S.KM, turut serta bertugas dan mengawasi jalannya hitan massal 23/10.

BACA JUGA: Hari Santri Nasional 2922 di Ponpes Istiqoma Kapu KLU

Sementara, Uts Ahsani Rahman,S.Pi dalam tausiyahnya mengatakan, jika karunia terbesar Nabi Muhammad SAW menjadi rahmat seluruh alam, karena beliau adalah sosok yang sangat toleransi.

“Maka dibulan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1444 H/2022 Hijriah kita dianjurkan untuk membesarkan salawat kepada beliau dan meneladani kehidupan nya agar kita mendapat syafaatnya dan semoga kita dapat menerapkan dikehidupan sehari-hari,” pungkasnya.***