Wagub: SDM Penggerak Utama Tercapainya NTB Gemilang

Wagub NTB menekankan, seluruh pelatihan SDM yang diberikan agar menekankan sisi sinergi 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sumber Daya Manusia (SDM) harus ditempatkan pada posisi utama, karena SDM jadi penggerak utama tercapainya visi NTB Gemilang dengan baik.

Penekanan itu diungkapkan Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah pada pengukuhan dan pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia (APWI) di Aula Wisma Tambora BPSDM NTB, Kamis (20/01/22).

Wagub saat pelantikan

Wagub berharap kuallitas Widyaiswara terus meningkat dan proses-proses dalam menghasilkan SDM juga makin  berkualitas. 

“Dalam proses-proses itu, terutama pada sisi pemerintahan ini betul-betul tercapai dengan baik,” Wagub mengingatkan.

Sitti Rohmi juga berpesan pada Widyaiswara, agar seluruh pelatihan SDM yang diberikan agar sisi sinergi menjadi penekanan penting. 

“Artinya dalam bekerja, tidak mungkin bisa bekerja sendiri, sehingga sinergi paling penting ditekankan dalam pelatihan-pelatihan yang dilakukan,” kata Wagub.

Menuutnyat, banyak sekali pekerjaan yang tidak dibarengi dengan sinergi dan kurangnya kalaborasi sehingga hasil capaiannya kurang baik. 

Maka diharapkan SDM di Pemprov NTB harus memiliki kemampuan atau kepiawaian bersinergi dan berkolaborasi.

BACA JUGA: Wagub Minta APWI NTB Fokus Pada Sinergi, Inovasi dan TI

Hal strategis yang menjadi catatan Wagub yakni mengajak kepada Widyaiswara berinovasi. Karena tanpa inovasi NTB tidak bisa survive di masa-masa yang sulit, dari bencana alam gempa bumi 2018, disusul Covid-19  selama dua tahun. 

“Semua itu tidak terlepas dari inovasi yang terus menerus dilakukan oleh perangkat daerah NTB.  Selain itu setiap ASN Pemprov NTB harus melek teknologi, dimana semua pekerjaan bisa dilakukan dengan kecanggihan teknologi yang begitu efektif dan memuliki jangkauan yang lebih luas.

“Saya yakin kehadiran APWI NTB bisa merealisasikan SDM yang berkualitasi. Selamat pada APWI NTB yang dilantik, semoga terus bisa berkiprah dengan untuk mewujudkan NTB yang gemilang,” pungkasnya.

wagub melantik pengurus APWI NTB

Ketua Umum DPP APWI Budiarso Teguh Widodo dalam sambutannya secara virtual menyampaikan, Pelantikan DPD APWI NTB merupakan pelantikan ke 27 sejak tranformasi kelembagaan dari IWI menjadi APWI.  

BACA JUGA: Sinergi Pemprov dan PLN. Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik

Ini dimkasudkan untuk menjadikan organisasi profesi yang modern dan berkelas dunia.

“Widyaiswara tidak lagi fokus pada kegiatan kerja ASN serta evaluasi dari pengembangan Diklat, melainkan lebih pada pelaksana tehnis fungsional pada bidang pelatihan pengembangan pelatihan dan penjaminan mutu pelatihan di lembaga penyelenggara pelatihan,” jelasnya.

Turut hadir dalam pelantikan tersebut Koordinator Wilayah IV Bali Nusra Dr.HL. Sajim Sastrawan MH dan pejabat struktural dan Kepala OPD lingkup Pemprov NTB.***

 

 




NTB Ramah Investasi, Tapi Kepentingan Masyarakat yang Utama

Dalam penyelesaian tanah di Sembalun, memang harus dipertimbangkan bahwa NTB Ramah Investasi tapi tetap mengutamakan kepentingan masyarkat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, menyampaikan bahwa untuk menyelesaikan dan menduduki persoalan tanah di Sembalun, harus ditempuh dengan cara dan upaya yang baik. 

Karena investasi tetap dibutuhkan, namun dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat.

Gubernur menegaskan NTB Ramah Investasi, tapi kepentingan masyarakat diutamakan
Gubernur Zulkiefimansyah

“Kepentingan masyarakat lebih utama, namun tetap memperhatikan aturan dan sistem hukum yang ada,” kata gubernur.

Hal itu disampaikan pada rapat pemaparan bussines plan PT. Sembalun Kusuma Emas (SKE) dan PT. Agrindo Nusantara, menindaklanjuti pertemuan kelompok masyarakat Sembalun berkaitan dengan Hak Guna Usaha (HGU) PT. SKE, Selasa (18/1/2022) di Ruang Rapat Utama, kantor Gubernur NTB.

Dikatakan Gubernur, jajarannya bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah mengkaji dengan berbagai aspek hukum. Sehingga harapan besarnya, pihak perusahaan dapat membangun sinergi dan kerjasama, untuk memaksimalkan partisipasi masyarakat setempat.

“Sehingga, pihak perusahaan dapat memberikan keputusan, apa yang dapat dikerjasamakan bersama masyarakat,” ujarnya. 

BACA JUGA: Jelang MotoGP, Pemprov dan Pemda Lobar Dandani Bunderan Gerung 

Gubernur Zul mengatakan, sebelum pertemuan saat ini, telah digelar pertemuan dengan masyarakat bersama BPN dan berbagai pihak beberapa minggu yang lalu, untuk menduduki persoalan tanah di Sembalun. 

Langkah dan upaya ini dilakukan karena dipandang merupakan cara-cara yang baik.

Sedangkan berkaitan dengan HGU, Gubernur mengaku memiliki sikap dan konsen yang sama dengan Presiden, Menteri dan Bupati, bahwa tidak boleh tersandera atas nama HGU, menguasai lahan dan terlantar sehingga masyarakat tidak memperoleh manfaatnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Timur Drs. H. M. Sukiman Azmy, mengatakan pada prinsipnya pemerintah menginginkan persoalan ini diselesaikan dengan baik. 

Masyarakat medapatkan haknya dan perusaan juga tetap berinvestasi sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang ada.

“Namun Pemerintah kabupaten Lombok Timur, memberikan ruang bila masih ada masyarakat yang ingin memperjuangkan haknya,” kata Bupati.

Selain itu, Bupati juga meminta agar lahan yang memiliki HGU yang sekian lama tidak digarap agar dikembalikan kepada masyarakat sesuai dengan regulasi dan aturan yang ada. Ia juga berharap tim satgas memperhatikan hal seperti ini, agar dikemudian hari tidak ada persoalan lagi terkait hal ini.

“Lahan dapat digarap dan dimanfaatkan oleh masyarakat, berproduksi dengan baik, sehingga bermanfaatlah milik Lotim ini, untuk mensejahterakan masyarakat,” harapnya.

Berdasarkan data, bahwa total lahan pada area yang dibicarakan seluas 555,56Ha. 

BACA JUGA: Wabup Danny Serah Terimakan Tempat Pengolahan Sampah

Rinciannya, PT. Sampoerna Agro (Agrindo Nusantara) memiliki lahan seluas 232, 04 Ha, PT. Sembalun Kusuma Emas (SKE) seluas 150,48 Ha. 

Sedangkan tanah yang akan redribusi ke masyarakat seluas 120,00 Ha dan tanah milik masyarakat sekitar Kawasan tersebut seluas 53,04 Ha.

Hadir pada pertemuan tersebut, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kadis Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMPD Dukcapil) NTB, perwakilan Polda, Danrem, jajaran Pemda Lombok Timur, Tokoh Masyarakat, Agama Sembalun dan perwakilan masyarakat Sembalun.***

 




Wabup Danny Serah Terimakan Tempat Pengolahan Sampah

Serah terima Tempat Pengolahan Sampah dilakukan Wabup Lombok Utara, diharapkan jadi pemicu munculnya inovasi lain terkait pengolahan dan pemanfaatan sampah

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan, ST., M.Eng  menghadiri acara Serah Terima hasil pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) yang di pusatkan di Dusun Kendang Mamben, Desa Anyar Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Rabu (19/01/22).

Dany Karter mengatakan, penganggaran TPS 3R bersumber dari dana DAK Reguler Kab Lombok Utara th 2021 yang besarannya masing-masing Desa Rp 600 Juta. 

Usai wabup menyampaikansambutannya

 

Dana alokasi khusus tahun anggaran 2021 untuk tiga (3) TPS 3R yakni, Dusun Kendang Mamben Desa Anyar, Desa Akar Akar, Kacamatan Bayan, dan Desa Sokong Kecamatan Tanjung, masing masing sebesar Rp600 juta. 

“Kita harapkan desa-desa lainnya, menjadi contoh nantinya dan  bank sampah di desa ini bisa bersinergi, harus bisa dimanfaatkan dengan baik,” terang Danny. 

“Sampah kalau dikelola dengan baik bisa bermanfaat dan menghasilkan uang,” tambahnya. Adanya TPS3R ini nantinya akan menjadi pemicu untuk munculnya inovasi-inovasi lain terkait pengolahan dan pemanfaatan sampah.

“Kita berharap ini menjadi trigger bagi kita semua, terutama sekali bagi Desa dan Dusun untuk bisa memberikan sentuhan program di bidang persampahan ini,” tambahnya.

BACA JUGA: Jelang MotoGP, Pemprov dan Pemda Lobar Dandani Bundaran Gerung

Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup KLH KLU, Drs Rusdianto,MM yang didampingi Sekdis, H Husnul Ahadi bersama Kabid dan staf KLH. 

Rusdianto dalam penyampaiannya mengatakan, timbunan sampah di wilayah Kabupaten Lombok Utara per tahun berkisar 30.000 ton dan penangannya jadi PR bersama.

“Pembangunan untuk Tiga unit TPS 3R yang di serah terimakan hari ini menelan anggaran sebesar 1,8 Miliar Rupiah, atau satu unitnya sekitar 600 juta, dan dengan metode pemberdayaan masyarakat,” terangnya.

Dikatakannya, bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk pembangunan gedung dan sarana-prasarana penunjang operasional TPS 3R, pengadaan motor roda tiga pengangkut sampah, mesin pengolah sampah organik, dan pengayak kompos, serta sarpras pendukung lainnya,” jelas Rusdianto.

Pesannya Kepada Desa dan KPP agar operasional TPS 3R dapat berjalan dengan baik, berkelanjutan dan berkesinambungan.

“Setelah dilaksanakan serah terima TPS 3R ini, kelompok pemanfaat dan pemelihara atau KPP memiliki tugas yang besar dalam penanganan persampahan di desa masing-masing,” jelasnya.

Pengembangan TPS 3R supaya tercipta operasionalisasi TPS yang berkelanjutan dan berkesinambungan. 

Diharapkan, ada kolaborasi yang solid antara Kementerian PUPR, Pemerintah Kabupaten dan KPP TPS 3R dalam mensukseskan program Ini. 

BACA JUGA; Sukseskan MotoGP, Media Lokal NTB Siap Kolaborasi

“Sampah bagi sebagian orang masih dianggap sebagai bahan yang tidak berguna, paradigma inilah yang harus perlahan kita ubah menjadi pemahaman bahwa sampah itu dengan konsep 3R maka sampah itu bisa menjadi sesuatu yang kita manfaatkan,” katanya.

Wabup bersma jajranya dalam serah terima TP3R

Kepada Desa dan kelompok yang mendapatkan program ini, diminta bisa memanfaatkan dengan baik, disamping menjadi pionir dalam pengolahan sampah, pionir dalam mengembangkan paradigma baru terkait sampah.

“Kita ingin nanti setahun-dua tahun kedepan, ingin mendengar Desa Desa yang memiliki TPS 3R menjadi pelopor bagi persoalan sampah” pungkasnya.

Acara tersebut kemudian dilanjutkan dengan serah terima berita acara dari Satker kepada Pemerintah Desa.

Hadir juga pada kesempatan tersebut, Staf Ahli, Simparudin, Kadis Kesehatan, dr. Abdul Kadir, Kadis PUKLU, Kaharizal,ST, Kabid Peternakan, dr Sarudi mewakili DKP3 KLU, Perwakilan OPD Perhubungan Camat Bayan, Denda, Peny Warni, SE, Kades Anyar, Ir Rusni, Kades Akar Akar, Akarman,S.Sos, Plt. Kades Sokong, Saiful, Kepala UPTD Bayan, Awaludin, S. Sos, UPTD Tanjung, Aki Suaharti, SP, Babin, Bimaspol dan Tiga Kelompok Masyarakat Pengelola Sampah, Berkarya Desa Anyar, Berikut Maju, Desa Akar Akar dan Wdan Bunga Teratai Desa Sokong.***

 




Sukseskan MotoGP 2022, Media Lokal NTB Siap Kolaborasi 

Media lokal siap beperan menjadi bagian penyebaran informasi untuk sukseskan perhelatan MotoGP Maupun WSBK 2022

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dalam perhelatan motoGP dan WSBK tahun 2022 media lokal diharapkan berperan menjadi bagian dalam penyebaran informasi.

Kepala Biro Perum LKBN Antara  Nusa Tenggara Barat Riza Fahriza mengatakan optimis media akan berperan banyak. 

kordinir media lokal sukseskan MotoGP
Najamuddin Amy

Itu dikatakannya saat bicara pada acara NTB Bicara, dengan tema Media Lokal dalam Perhelatan MotoGP, secara live  yang disiarkan oleh TVRI NTB, Senin (17/01/22) di Studio II, jalan Majapahit Mataram.

“Kami optimis peran media akan lebih banyak dan perhelatan MotoGP dan WSBK akan lebih baik ke depan,” kata Fahriza.

Apalagi peran media lokal dinilai begitu antusias dan siap berkolaborasi mempublikasikan event Internasional WSBK dan MotoGP. 

BACA JUGA: Wagub NTB Ingatkan Vaksinasi dan Stop Merariq Kodek

Dijelaskannya, Perum LKBN Antara yang ditunjuk untuk oleh Dorna Sport melalui MGPA sebagai Nasional Pers Official, yang menerima dan mengumpulkan pendaftaran media dengan persyaratan  yang diberikan.

Oleh sebab itu, walaupun, Dorna sudah memiliki aturan dan sistem dengan standar internasional tentang peliputan langsung di area kawasan sirkuit. Namun, ia mendorong media lokal untuk memenuhi persyaratan yang telah ditentukan berdasarkan standarnya, agar dapat diberikan akses kemudahan liputan di area sirkuit.

Selain itu, menurut Riza bahwa persoalan liputan, bukan hanya pemberitaan di dalam kawasan sirkuit saja, namun dapat juga melakukan peliputan tentang geliat ekonomi dan keragaman budaya dan keindahan alam Mandalika. 

Sementara itu, Ketua KPID NTB Ajeng Rosalinda Motimori, SE., mengatakan dalam mendorong penguatan kapasitas media, dalam kontribusinya pada perhelatan MotoGP, terus dilakukan. 

“Termasuk akses media untuk lebih mudah dalam peliputan,” kata Ajeng.

Dalam artian, media maupun lembaga penyiaran seperti radio lokal dapat mengabarkan berita versi lokal untuk masyarakat NTB. Karena hal ini penting, mengingat hak masyarakat untuk mengakses informasi.

“Misalnya masyarakat terpencil, yang belum bisa menonton langsung, dapat tahu tentang berita tersebut dengan bahasa yang mereka pahami, seperti bahasa daerah kita,”jelas mantan komisioner KI ini.

Ia berharap pihak MotoGP memberikan peluang kepada media lokal untuk mengikuti dan memenuhi syarat agar mendapat kemudahan dalam akses peliputan.

“Namun KPID sudah memfasilitasi LP berdialog dengan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dan Kadis Kominfotik dalam upaya itu,” tutup wanita kelahiran Dompu itu.

Kadis Diskominfotik Dr. Najamuddin Amy, S. Sos., MM., menyampaikan media lokal dirasa sangat siap untuk berkolaborasi mensukseskan pelaksanaan WSBK dan MotoGP. 

“Karena masing-masing media lokal memiliki segmen dalam pemberitaan tentang event Internasional MotoGP di Sirkuit Mandalika,” kata Doktor Najam.

BACA JUGA; Jelang Motor GP, Pemprov dan Pemda Lobar Dandani Bundaran Gerung

Sehingga multiplier effect dari perhelatan ini baik dari sisi kebangkitan pariwisata, geliat ekonomi, UMKM, Kuliner, promosi seni budaya, adat istiadat dapat terpublikasi kepada publik.

“Tidak hanya terpaku pada arena balapan atau sirkuit,”jelas mantan Karo Humas Setda Prov. NTB tersebut.

Selain itu, dijelaskan alumni ITS Surabaya ini, bahwa pihaknya bersama Kementerian Kominfo RI dan ITDC terus berkoordinasi dan mendorong peran media dan kemudahan akses didalam peliputan dan berbagai aktivitas yang berhubungan dengan perhelatan MotoGP. 

Doktor Najm berharap, ada ruang agar Dinas Kominfotik dapat mengkoordinir peran media lokal dan Antara mengkoordinir peran media nasional. Sehingga media lokal dapat secara maksimal untuk mempublikasikan event ini. ***




Sinergi PLN dengan Pemprov, Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik

Dalam mempersiapkan infrastruktur kendaraan listriK, sinergi PLN dengan Pemprov NTB mengoperasikan SPKLU Kapasitas 50 kW Pertama  di NTB

MATARAM.lombokjournal.ccom ~ Setelah meluncurkan Era Kendaraan Listrik di Nusa Tenggara Barat di bulan Februari tahun lalu, PLN Unit Induk Wilayah NTB Kembali bersinergi dengan Pemerintah Provinsi NTB untuk mempersiapkan infrastruktur pendukungnya.

Salah satunya melalui pengoperasian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) berkapasitas 50 kW yang pertama di NTB (17/01/22).

Dalm sinergi peluncuran SPKLU, Wagub meresmikan peluncuran itu

Sinergi PLN dan Pemprov NTB mengoperasikan SPKLU

Peluncuran SPKLU ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Sitti Rohmi Djalillah, Kapolda NTB, Irjen Pol Djoko Poerwanto, Kepala OPD terkait yakni Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, Kepala Dinas ESDM, Zainal Abidin dan juga Kepala Dinas Perhubungan, H. Lalu M. Faozal.

BACA JUGA: Wagub NTB Launching Sekolah Sehat, Tanamkan Cinta Lingkungan

Rangkaian kegiatan diawali dengan konvoi mobil listrik, sepeda listrik dan juga motor listrik yang tergabung dalam komunitas kendaraan listrik.

Tak hanya itu, seluruh stakeholder yang hadir juga berkesempatan untuk mengendarai mobil listrik dan melakukan demo proses charging baterai mobil listirk.

Dalam sambutannya, Sitti Rohmi mengungkapkan, NTB merupakan daerah pariwisata yang dapat diatur lebih baik lagi untuk memaksimalkan penggunaan mobil listrik.

Rohmi juga menjelaskan, pertumbuhan ekonomi di NTB saat ini sudah cukup menggembirakan. Terlebih dengan adanya even MotoGP di bulan Maret mendatang.

Listrik dari PLN akan terpakai seluruhnya sehingga kita dapat memberikan ruang untuk hadirnya energi baru terbarukan.

“Kami menyambut baik pastinya. Ini yang kita tunggu tunggu. NTB berkomitmen untuk Net Zero Emission di tahun 2050 karena ini merupakan salah satu cara untuk menjaga keindahan NTB,” tutur Rohmi.

Rohmi juga berharap dengan adanya SPKLU ini, transisi dari penggunaan kendaraan konvensional menjadi listrik menjadi lebih cepat.

“Pemprov pasti akan mendukung proses transisi ini. Kami akan mencoba untuk membuat regulasi terkait kendaraan listrik ini. Mudah mudahan dengan langkah baik ini dapat menyelamatkan bumi kita ke depan”, jelas Rohmi.

Senada dengan Rohmi, Kapolda NTB, Irjel Pol Djoko Poerwanto juga menyampaikan dukungannya terhadap hadirnya SPKLU untuk ekosistem kendaraan listrik di NTB.

“Support luar biasa karena ekosistem ramah lingkungan dan  kondisi NTB dengan segala keindahannya,  maka hal tersebut menjadikan support utama Polda dan jajarannya,” ujar Djoko.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Beli Sepatu Tenun Produk UMKM NTB

Sementara itu, Lasiran, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB menjelaskan, pengoperasian SPKLU ini merupakan salah satu komitmen untuk menghadirkan energi bersih di NTB. Dan mewujudkan NTB Gemilang, Asri dan Lestari.

Lasiran juga menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada stakeholder atas kerja sama yang telah diberikan sehingga ekosistem kendaraan listrik  secara perlahan dapat terbentuk di NTB.

“Pengoperasian SPKLU kali Ini sejalan dengan transformasi PLN, yaitu Green. Tentunya kami berharap, dengan adanya SPKLU ini, populasi kendaraan listrik akan cepat berkembang untuk mencapai lingkungan yang hijau dan bebas polusi, khususnya di NTB”, ucap Lasiran.

Selain itu, Lasiran juga berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi berupa regulasi yang akan mengatur penggunaan kendaraan listrik di NTB.

PLN sendiri telah mengawali penggunaan kendaraan listrik, baik motor listrik ataupun sepeda listrik untuk kegiatan operasional.

“Ke depan, tentunya dukungan dari semua pihak sangat dibutuhkan untuk mewujudkan suatu ekosistem kendaraan listrik yang solid dan konsisten. Di sini, PLN siap berkolaborasi dengan seluruh stakeholder agar NTB yang bersih dan hijau dapat terealisasi,” tegas Lasiran.

PLN pun juga akan siap apabila diperlukan membangun SPKLU di beberapa wilayah di NTB dengan bekerja sama dengan berbagai pihak, baik perusahaan swasta ataupun BUMN lainnya.

Secara berangsur sampai tahun depan, diharapkan jumlah SPKLU akan terus bertambah, guna menunjang hadirnya perangkat kendaraan listrik yang lain.

Hingga saat ini,  PLN telah membangun tiga unit SPKLU, yaitu terletak di Kantor Gubernur NTB dan kantor PLN UIW NTB yang berkapasitas masing masing 7,5 kW dan yang satu unit yang diluncurkan berkapasitas 50 kW yang berlokasi di Kantor PLN UP3 Mataram.

Setiap lokasi SPKLU pun juga dapat diperoleh melalui fitur “Charge.In” yang terdapat di aplikasi PLN Mobile.***

 




Wagub NTB Launching Sekolah Sehat, Tanamkan Cinta Lingkungan  

Wagub NTB penting menanamkan pola pikir cinta ingkungan pada siswa

MATARAM. lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djallah melaunching sekolah sehat di SMAN 1 Mataram, dan berharap agar pola pikir cinta lingkungan pada siswa benar-benar ditanamkan selama masa sekolah.

“Kita harus betul-betul menanamkan edukasi mencintai lingkungan pada level mereka sebelum masuk Universitas. Sehingga anak anak Indonesia, anak – anak NTB pola pikir tentang lingkungan sudah benar,”.

Wagub NTB besam guu SMA 1 Mataram

Wagub NTB mengatakan itu pada acara Launching Sekolah Sehat SMANSA Mataram, Sabtu (15/01/22).

Selain itu, Net-Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060 di Indonesia harus dapat dicapai, dampak gas karbon dapat menggangu lingkungan sekitar.

Kita tahu gas karbon sangat mengganggu kehidupan kita, dengan banyaknya gas karbon, akhirnya sinar matahari yang turun tidak semua bisa dipantulkan tetapi harus diserap dengan bumi, akhirnya terjadilah pemanasan global , hal ini bahaya jika kita biarkan,” tutur wagub..

Sebagai alumni SMANSA Mataram, Ummi Rohmi juga menceritakan masa lalu, mengambil jurusan teknik kimia di Institut Teknologi Surabaya (ITS) tidak luput dari peran seorang guru kimia yang mendidik dengan tulus, menyenangkan dan sangat menyenangkan.

BACA JUGA: Bupati Djohan Resmikan Gedung Perpustakaan KLU

“Guru yang menyenangkan, enak dan membuat kita belajar kimia sebagai sesuatu yang menyenangkan akhirnya saya bisa masuk teknik kimia di ITS,” cerita Ummi Rohmi.

Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd menjelaskan, terkait kebijakan dari Dikud yaitu jejak Alumni dan One Shot : One Student One Tree.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Beli Sepatu Tenun Produk UMKM NTB

“Jadi satu murid akan meninggalkanbjejak satu pohon di setiap sekolah yang nantinya kami khususkan kepada anak yang akan tamat pada bulan April. Nanti kita akan bekerja sama dengan LHK dan kita akan di NTB,” jelas Kadis Dikbud NTB.

Kepala Sekolah SMAN 1 Mataram, Kun Andrasto, S.Pd mengatakan, bahwa tekad dan komitmen bersama bahwa untuk sekolah sehat memang layak dijaga dan dilestarikan.

“SMANSA Mataram harus bisa kita hijaukan dan bisa dibuktikan dengan banyaknya tanaman yang ada disini,” ucapnya.

Wagub bersama siswa berprestasi yang tingkat nasinal

Dalam acara tersebut, Wagub NTB juga memberikan penghargaan kepada para siswa berprestasi di tingkat nasional.

Di antaranya kepada Aurellia Sehrlina Siswanto, Baiq Shafira Salsabila, Izza Namira Atalia, Natasya Hadiatullah Buhari, Anisa Az-Zahra Salsabila, Reza Anggi Dwiputra, Audi Septiani Maura, Lentera Biru, Putri Namira Rifqah Maritza, Muhammad Ramizafiq Naufal Hakim dan Haris Raynor . ***

 




Presiden Jokowi Beli Sepatu Tenun Produk UMKM NTB

Sepatu tenun Produk UMKM asal Lombok Timur dibeli Presiden Jokowi, Ibu Iriana membeli dua buah tas berbahan rumput ketak

LOTENG. lombokjournal.com ~ Produk-produk UMKM NTB dinilai memiliki keunikan tersendiri dan memiliki kualitas yang setara dengan produk-produk lainnya.

Salah satu produk adalah sepatu tenun buatan perajin asal Pringgasela Lombok Timur.

Presiden Jokowi dalam kunjungannya ke Mandalika beli produk UMKM
Presiden Jokowi

Produk ini cukup unik karena memadukan kain tenun dengan sepatu. Bahkan dalam pembuatannya, dikerjakan oleh tangan terampil yang tanpa sentuhan pabrikan.

Begitu pula dengan produk tas berbahan rumput ketak hasil produksi UMKM Mawar Ketak Lombok yang tak kalah menarik kualitas dan keunikannya.

Menggunakan bahan baku langsung dari alam membuat tas berbahan dasar rumput menjadi primadona bagi pecinta apapun dan produk tradisional.

Presiden RI Ir. H. Joko Widodo di sela-sela kunjungannya ke Sirkuit MotoGP dan Kawasan Mandalika Lombok Tengah, Kamis (13/01/22).

Presiden menyempatkan diri mampir dan membeli sepatu berwarna merah dengan kombinasi kain tenun sundawa hasil produksi UMKM Sentosa Sasak Tenun dari Desa Pringgasela.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Cek Homestay, MotoGP Beri Efek Pertumbuhan

Di sisi lain, Ibu Iriana membeli dua buah tas berbahan rumput ketak hasil produksi UMKM Mawar Ketak Lombok.

Dalam kunjungannya di NTB, Presiden Jokowi didampingi Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Tak hanya membeli produk lokal NTB, Kepala Negara pun turut memberikan bantuan tunai secara langsung kepada beberapa penjual produk UMKM , Momen Presiden Jokowi membeli sepatu itu dibagikan Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah melalui media sosial Facebook.

“Saat mengunjungi UMKM di Mandalika, Alhamdulillah, Presiden Joko Widodo membeli Sepatu Produk Pringgasela, Lombok Timur. Sepatu dengan motif sundawa itu dibeli untuk Rp 350 Ribu. Terima Kasih Bapak Presiden,” tulis Wagub NTB dalam akun Facebook pribadinya.

Sementara Perajin sepatu tenun Pringgasela, Muhammad Maliki mengaku senang dan bangga ketika produk buatannya dibeli oleh orang nomor satu di Republik Indonesia.

“Perasaan saya sangat luar biasa, kagum juga. Pak presiden datang langsung ke stan saya dan membeli produk saya, saya sangat bangga dan senang,” kata Maliki saat diwawancarai di gerai Bazaar Mandalika.

Maliki mengaku, sepatu tersebut memiliki keunikan karena masih dikerjakan dengan tangan secara manual atau hand made.

BACA JUGA: Dikunjungi Presiden, Ini Cerita Pemilik Homestay di Lingkar Mandalika

Sepasang sepatu tenun motif Sundawa seperti yang dibeli Presiden Jokowi itu biasanya dijual seharga Rp 350.000.

“Sempat pak Presiden bilang ini unik, bagus. langsung dibeli,” terang Maliki.

Maliki menambahkan, sepatu tenun itu tidak dipasarkan di Indonesia, tetapi telah menembus pasar Amerika Serikat.

setidaknya 150 pasang sepatu tenun Pringgasela telah dipasarkan ke luar negeri. Namun, pandemi Covid-19 sempat menghambat pengiriman sepatu tersebut ke luar negeri.

Sepatu tenun buatan perajin di Pringgasela ini terbilang cukup unik karena memadukan kain tenun dengan sepatu.

“Yang membuat mereka tertarik dengan produk sepatu ini karena tenun yang dikerjakan oleh tangan terampil yang terampil. Jadi itulah keunikan sepatu ini dari bahannya bukan dari pabrikan,” kata Maliki.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, dan Komandan Lapangan MotoGP Mandalika 2022 Hadi Tjahjanto.***

 




Presiden Tinjau Kesiapan BIZAM Sambut MotoGP

Jelang event MotoGP di Sirkuit Mandalika, Presiden Jokowi meninjau beberapa fasilitas di BIZAM

LOTENG.lombokjournal.com ~ Dalam kunjungannya ke Lombok, Presiden Republik Indonesia (RI) H. Joko Widodo melakukan peninjauan kesiapan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) jelang berlangsugnya ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah Kamis (13/01/22).

Presiden Saat Tinjau BIZAM       Presiden tinjau kesiapan BIZAM

Presiden Jokowi didampingi Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah saat meninjau beberapa fasilitas, di antaranya adalah pos pemeriksaan suhu dan kartu kewaspadaan kesehatan elektronik atau e-HAC, pos pemeriksaan dokumen imigrasi, pengambilan bagasi, dan pos pemeriksaan bea cukai.

BACA JUGA: Presiden Puas Penataan Kawasan Bundaran Sunggung

“Tadi saya cek langsung kedatangan di bandara, kemudian proses yang ada di dalam bandara. Saya lihat semuanya yang berkaitan dengan protokol kesehatan, yang terkait dengan cek untuk PCR, cek bahwa sudah vaksin dua kali, semuanya urut-urutannya sudah bagus,” ucap Presiden.

Sementara itu, Komandan Lapangan MotoGP Mandalika, Hadi Tjahjanto mengatakan, untuk mendukung masuknya penonton ke Lombok, frekuensi penerbangan dari sejumlah kota menuju Lombok pun akan ditambah.

“Untuk masuk sendiri dari luar akan ditambah frekuensi penerbangan, baik dari Jakarta, Surabaya, Bali, maupun Makassar. Jadi mudah-mudahan penonton nanti diberikan kemudahan menuju ke Sirkuit Mandalika untuk bisa menonton MotoGP 2022,” ujar Hadi.

BACA JUGA: Gubernur NTB Yakin, Ajang MotoGP 2022 Sukses di NTB

Mendampingi Presiden dalam peninjauan antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, dan Komandan Lapangan MotoGP Mandalika 2022 Hadi Tjahjanto.

Turut mendampingi Gubernur NTB, Ketua TP – PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.***

 




UMKM Luar Jualan di Mandalika, Produk Lokal Harus Dibela

Dalam perhelatan MotoGP bulan Maret mendatang, akan diramaikan datangnya UMKM luar daerah, diharapkan Pemprov NTB membela produk lokal

MATARAM.lombokjournal.com ~ 100 UMKM dari luar daerah dengan berbagai produk akan ikut dilibatkan berjualan saat berlangsungnya perhelatan MotoGP di Mandalika, Lombok Tengah, bulan Maret.

Kabarnya, tim dari Kementerian Koperasi dan UMKM sengaja mengundang pelaku UMKM dari luar NTB. Alasannya tidak semua produk yang dibutuhkan konsumen saat berlangsungnya MotoGP bisa dipenuhi produk UMKM lokal.

Produk UMKM Kerajinan lokal

Apalagi, UMKM local yang bisa berjualan pada event internasional itu sangat terbatas. Lokasi stan memang sudah disiapkan pihak ITDC, namun belum bisa dipastikan berapa jumlah UKM yang nanti bisa ditampung berjualan. Pihak ITDC yang menentukan.

Sebab yang bisa berjualan harus melalui proses kurasi atau seleksi, mulai dari kualitas produk, termasuk sudah memiliki izin badan usaha dan semacamnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Nusa Tenggara Barat (NTB) Ahmad Masyuri mengatakan, pelaku UMKM  yang sudah terdata itu ada 50 UMKM, mulai dari kerajinan, pakaian dan kaos, dan industri lainnya seperti sepeda atau motor listrik, dan yang paling dominan kuliner.

“Jumlah masih bisa bertambah, tergantung kurasi lagi. Sebab yang bisa berjualan itu UKM yang sudah melalui kurasi atau seleksi, sehingga tidak sembarang,” kata Masyuri seperti dikutip Repulika.com, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Gubernur NTB Yakin, Ajang MotoGP 2022 Sukses di NTB

Gubernur Harus Seleksi UMKM Luar

Sementara itu, Asosiasi Pelaku UMKM NTB mempertanyakan pihak Kementerian Koperasi dan UMKM yang menggandeng pelaku UMKM dari luar NTB.

Saat dihubungi, Ketua Asosiasi Pelaku UMKM NTB, Aris Andi Baso Ence, SH mengatakan kalau memang mengandeng pelaku UMKM dari luar NTB, harus yang usaha atau produknya beda dengan UMKM local.

“Kalau sama akan menutup kesempatan lokal,” kata Aris.

Menurutnya, UMKM dari luar (misalnya dari Surabaya Jogja, Jakarta dan lainnya, red), misalnya yang bergerak usaha pakaian atau kaos, lebih dekat dengan bahan baku, pasti bisa menjual lebih murah..

“Pilihlah UKM yang produknya tidak ada di UKM lokal, biar UKM lokal bangkit,” tambah Aris.

Kalangan pelaku UMKM berharap, agar gubernur menseleksi pelaku UKM luar daerah yang dilibatkan.

“Kami berharap gubernur menentukan keberpihakan lokal. Kan Pemprv NTB punya program Bela Beli produk lokal. Mudah-mudahan itu bukan sekedar lips service,” katanya

Diketahui, Gubernur Zul sering dalam berbagai kesempatan mengungkapkan, produk local harus dibela dan dilinduni.

Pelaku UMKM umumnya masih terbatas dalam permodalan yang berdampak lemahnya dalam persaingan.

Dari sisi produk, UKM dari luar umumya lebih bagus dan siap, karena sudah memiliki jam terbang lebih panjang. Karena itu, mereka bisa bersaing dengan harga murah karena menguasai bahan baku.

BACA JUGA: Jelang MotoGP, Pintu Masuk Mataram Harus Bersih dan Indah

Pelaku UMKM luar daerah bisa membeli bahan baku dari tangan pertama, sedang yang lokal dari tangan kedua atau ketiga, pasti lebih tinggi kos produksinya.

“Gubernur harus mengkomunikasikan ke kementerian, jangan sembarang menggandeng UMKM luar,” pintanya.***

 




Panitia Nasional MotoGP Fokus Selesaikan 9 Isu

Panitia NasionaL menggesa kesiapan sarana dan prasarana fasilitas penunjang ajang MotoGP semua on progress dan segera diselesaikan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Memaksimalkan persiapan event internasional MotoGP, Panitia Nasional menggelar rapat sinkronisasi untuk menggesa kesiapan sarana dan prasarana serta berbagai fasilitas penunjang ajang MotoGP Sirkuit Mandalika, Selasa (11/01/22) di Hotel Novotel Mandalika Lombok Tengah, NTB.

Panitia Nasinal MotoGP menggelar rapat sinkronisasi

“Kami terus menggesa persiapan sambut MotoGP, Semuanya On Progress,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, didampingi Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dan komandan lapangan, Marsekal Purn. Hadi Tjahjanto.

Menurut Menteri Pariwisata Ekraf, ada sembilan isu yang dibahas dalam rapat sinkronisasi tersebut, misalnya mengenai kesiapan akomodasi penginapan, pelebaran jalan, penataan jalan Bypass Bizam-Mandalika, transportasi jalur udara-laut, progress vaksinasi, penerapan prokes, mitigasi bencana dan fasilitas penunjang sirkuit.

BACA JUGA: Gubernur Zul Yakin, Ajang MotoGP 2022 Sukses di NTB

“Sembilan isu tersebut sedang on progress dan akan segera diselesaikan,” kata Sandiaga Uno.

Menteri Pariwisata Ekraf mengaku, hajatan dunia MotoGP di NTB Indonesia sebagai tuan rumah, dapat membangkitkan kembali pariwisata dan menggeliatkan ekonomi masyarakat, yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Disampaikannya, sesuai rencana Presiden Joko Widodo akan meninjau langsung kesiapan dan progres penyelenggaraan MotoGP.

Sementara itu, komandan lapangan persiapan MotoGP Mandalika Marsekal Purn. Hadi Tjahjanto, mengakui terus mengurai sembilan isu besar WSBK.

“Bahkan setiap hari kami terus memantau dan mengupdate dukungan infrastruktur,” kata mantan panglima TNI ini.

Seperti infrastruktur Baypass, Keruak-Kuta, pembangunanan kawasan sirkuit Mandalika dan ditambah lagi kesiapan Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta).

Begitu pun tempat untuk UMKM baik yang akan berada di dalam sirkuit maupun yang di luar sirkuit.

Harapannya, semua kendala di ajang WSBK, akan dituntaskan sehingga memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi penonton. Termasuk kru maupun pembalap MotoGP.

“Intinya, ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika harus sukses, sehingga semua kementerian maupun dibantu daerah juga ikut menyiapkan penyelenggaraan tersebut,” imbuh purnawirawan TNI AU ini.

BACA JUGA: Gubernur NTB Tandatangani Kerjasama di Gili Trawangan

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah yakin, penyelenggaraan MotoGP akan berjalan lancar sesuai yang diharapkan.

Apalagi dengan kehadiran panitia nasional, yang mampu memberikan dorongan dan semangat Pemda, untuk terus bersama Pemerintah pusat menggesa pembangunan berbagai sarana dan prasarana serta berbagai fasilitas pendukung penyelenggaraan ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika yang akan digelar pada 18-20 Maret 2022

“Sehingga dapat membangkitkan pariwisata dan bermanfaat bagi geliat Ekonomi NTB,” tambah Gubernur Zul sapaan Gubernur didepan sejumlah kementerian dan lembaga terkait, Kapolda, Danrem, sejumlah kepala OPD lingkup Pemprov. NTB dan Pemkab Lombok Tengah.

Selain itu ia mengatakan, akan terus menggesa vaksinasi di seluruh Kabupaten/kota se pulau Lombok dan beberapa kabupaten  di pulau Sumbawa hingga 70 persen lebih.

“Kami terus intens berkoordinasi juga dengan Danrem, Kapolda dan Kabupaten Kota,”ucap pria kelahiran Sumbawa tersebut. ***