811 Rekening RTG Dibagikan ke Warga Kecamatan Tanjung

Pembagian rekening RTG terus berlanjut, hari Kamis dibagikan 81 rekening buku tabungan

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pembagian buku rekening dilakukan bertahap hingga kuota anggaran yang tersedia Rp117 miliar lebih tersalur ke masyarakat.

Tim validasi RTG pada data susulan masih terus bekerja hingga ditemukan data valid menurut kategori kerusakan, maupun valid menurut kelayakan (MS) atau sebaliknya (TMS).

Mengisi form untuk menerima buku rekening RTG

Untuk wilayah Kecamatan Tanjung setelah dilakukan validasi sebelumnya, hari Kamis (27/01/22) dibagikan sejumlah 811 Buku Rekening yang dipusatkan di dua (2) lokasi yaitu Desa Tanjung dan Desa Jenggala Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara. 

Buku Rekening RTG dibagikan oleh pihak Bank Mandiri bersama Fasilitator pendamping RTG, Babinsa dan Babinkamtibmas. 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lombok Utara, M. Zaldi Rahardian, ST, berharap kepada warga yang telah menerima buku rekening RTG, agar memulai membangun rumahnya sesuai aturan. Gambar perencanaan RTG telah disiapkan oleh pemerintah, dengan pola pelaksanaan mendapat pendampingan dari fasilitator, BPBD, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

BACA JUGA: Kopi NTB Potensial Merambah Pasar Global

“BPBD supaya segera melakukan transfer ke rekening pokmas yang sudah terbentuk melalui SK. Kalau sudah sesuai, langsung saja bangun,” wabup mengarahkan.

Ia menegaskan kembali bahwa, setelah di validasi ulang data data yang masuk, tim tdak bermaksud untuk memperlambat rekonstruksi RTG. Melainkan menjamin tertib administrasi maupun tertib hukum dalam pelaksanaan RTG. 

Pihaknya tidak ingin masyarakat ditempatkan pada situasi dilematis. Misalnya, rumah yang terbangun bermasalah karena ada sistem/juknis yang diabaikan.

Sebagaimana diketahui, penerima RTG pada data susulan BPBD pada tahun 2020 lalu sebanyak 7.164 KK.  

BACA JUGA: Berkebun dengan Memanfaatkan Lahan Pekarangan Rumah

Atre pembagian buku rekening RTG

Dari data ini, 4.225 KK dijadwalkan akan menerima buku rekening di awal Februari lalu. Namun langkah itu dihentikan oleh Bupati dan Wakil Bupati dengan melakukan validasi ulang.

Selain itu, BNPB juga menyetujui penggunaan Dana Siap Pakai (DSP) di Kabupaten Lombok Utara sejumlah Rp 124,465 Miliar untuk menangani rumah pasca gempa  tahun 2018, sesuai dengan surat BNPB Nomor B.98/BNBP/SU/PW03.01./12/2021 terkait penggunaan sisa dana siap pakai di Kabupaten Lombok Utara.***

 




Gubernur Zul Berharap, Naker Lokal Harus Bisa Bersaing

Gubernur Zulkieflimansyah berharap naker (tenaga kerja) lokal bisa bersaing, agar layak mendapat tempat dalam event Internasional

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tenaga kerja lokal harus dapat bersaing mendapat tempat menghadapi event-event berstandar Internasional seperti MotoGP 2022. 

Dengan begitu tenaga kerja lokal ini akan mendapatkan dampak positif dari event  Internasional.

Gubernur Zul berbincang dengan warga Panaraga

Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah mengatakan itu  saat bersilahturahmi dengan Warga Panaraga Cakranegara, Selasa (25/01/22)

“Di wilayah cakra ini terdapat perusahaan PT. Cakra Samawa Sakti ini yang bergerak di bidang Penyedia Jasa Security. Dengan personil ratusan pekerja, saya rasa mereka dapat bersaing dan layak mendapat tempat dalam event-event Internasional yang akan diselenggarakan di NTB,” kata Gubernur Zul. .

Ia berharap, seluruh masyarakat khususnya Panaraga beramai-ramai mendukung suksesnya event MotoGP  yang akan mulai berlangsung mulai bulan Februari hingga Maret 2022.

BACA JUGA: 1428 Rekening RTG Dibagikan di Kecamatan Gangga

“Saya berharap bapak dan ibu serta teman-teman mendukung berlangsungnya event MotoGP tahun ini. Di bulan Februari kita sudah bersiap-siap karena pramusim MotoGP diadakan pada bulan tersebut. Maka dari itu dampaknya pasti akan dirasakan oleh seluruh masayarakt tidak terkecuali masyarakat Panaraga,” katanya.

Selain berrsilahturahmi, Gubernur NTB juga diundang dalam rangka HUT PT.Cakra Samawa Sakti (CSS 251). 

BACA JUGA: Event Motor GP Makin Dekat, Gubernur Optimis Makin Siap

Direktur PT.Cakra Samawa Sakti (CSS 251) I Gede Sumitra mengutarakan seluruh pihaknya siap membantu mensukseskan jalannya event MotoGP tahun 2022.

“Dengan personil lebih dari 500 yang tersebar di seluruh wilayah NTB, kami siap membantu seluruh bentuk kegiatan dalam mensukseskan event Internasional MotoGP 2022. Karena kami juga memiliki visi misi yang selaras dengan Pemerintah Provinsi NTB.“ ungkapnya.***

 




1428 Rekening RTG Dibagikan di Kecamatan Gangga

Tim Validasi BPBD Lombok Utara membagikan 1428 rekening RTG tahap dua dana siap pakai untuk korban gempa bumi

TANJUNG.lombokjournal.com  ~ Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) merealisasikan kembali pembagian rekening RTG tahap dua melalui Tim Validasi yang dibentuk  di Kecamatan Gangga, Rabu (26/01/22).

Kesibukan pembagian rekening RTG

Sejumlah 1428 rekening yang dibagikan rinciannya sebagai berikut; Desa Gondang, Rusak Sedang 181, Rusak Ringan 367, Total 548. 

Desa Genggelang, Rusak Berat, 3, Rusak Sedang, 211 dan Rusak Ringan, 141, Total 355. Desa Bentek, Rusak Sedang, 132, Rusak Ringan, 70, Total 202, dan Desa Sambik Bangkol, Rusak Sedang, 231, Rusak Rusak Ringan, 13, Total 244. 

Berdasarkan surat Nomor : 005/123/Fasilitator-Korwil BPBD KLU/1/22 Tanggal 25 Januari 2022 guna menghadirkan masyarakat penerima manfaat dalam rangka pembagian buku tabungan dana siap pakai Rumah Tahan Gempa (RTG) sejumlah 1428. 

Mengingat batas waktu sampai April mendatang, pihak BPBD Kabupaten Lombok Utara melalui Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Ali Imron menyampaikan pada wartawan.. 

BACA JUGA: Hari Gizi, Bunda Niken Ingatkan Pentingnya Gizi Makanan Anak

Menurut Ali Imron, pihak BPBD sebagaimana Surat Keputusan SK Bupati Nomor 84/104/BPBD/2022 Tentang Penunjukan Fasilitator Pendamping Kelompok Masyarakat Dalam Rangka Percepatan Penyelesaian Perbaikan dan Pembangunan Kembali Rumah Masyarakat Terdampak Bencana Gempa Bumi Kabupaten Lombok Utara 2022.

Adapun yang membagikan Buku Tabungan (Buntab) adalah dari Bank Mandiri yang dibantu Fasilitator yang ditunjuk Bupati Lombok Utara berdasarkan  SK. Nomor, 84/104/BPBD/2022 yang dimaksud. 

Imron optimis, pembagian Buntab bisa tuntas dalam beberapa hari lagi. 

BACA JUGA: Rekening Butab Korban Gempa Tahap Dua, Mulai Dibagikan

“Kita optimis bisa tuntas secepatnya,” kata Ali. 

Masyarakat menunggu pembangian rekening RTG

“Total dana untuk KLU sejak awal penanganan sejumlah Rp 2.192.725.000. Jumlah penerima 44.959 unit, terdiri dari RB 42.969 unit, RR 365 unit dan RS 1625,” sebutnya

Sebagaimana diketahui, pencairan Buntab RTG kali ini senilai Rp 241 miliar. Dengan rincian sisa dana tahap I (SK 1-27) Rp 117 miliar, dan dana usulan tahap II sejumlah Rp 124 miliar.

Pada dana Tahap I (SK 1-27), sisa anggaran terbatas pada penanganan SK 1-25. Di mana jumlah terblokir tahap I sebanyak 6.321 unit, dengan rincian RB 1.257 unit, RS 295 Unit dan RR 4.769 unit. Sedangkan pada SK tahap II atau SK Susulan sebanyak 6.295 unit, dirincikan masing-masing 554 unit RB, 2629 unit RS dan 3112 unit RR.***

 

 




Event MotoGP Makin Dekat, Gubernur Optimis Makin Siap

Makin mendekati gelaran MotoGP, Gubernur Zulkieflimansyah makin optimis penyeenggaraan event internasional itu akan berlangsung sukses

MATARAM.lombokjournal.com ~ 51 hari jelang MotoGP di Mandalika-Lombok Tengah, Provinsi NTB semakin siap menjadi tuan rumah, sekaligus mensukseskan gelaran balap bergengsi internasional tersebut.

Gubernur Provinsi NTB, Zulkieflimansyah menyatakan, persiapan dan seluruh kesinambungan program terus digesa di sekitar Mandalika, saat mengikuti Rapat Sinkronisasi MotoGP 2022 secara virtual di ruang kerjanya, Selasa (25/01/22).

Gubernur Zul Saat rapat sinkronisasi persiapan MotoGP
Gubernur Zulkieflimansyah

Rapat virtual persiapan MotoGP

“Kami juga sudah tugaskan Kadis PUPR NTB untuk mendampingi Pemerintah Pusat. Sejauh ini belum ada kendala yang berarti, dan insyaallah kami semakin siap sambut MotoGP Mandalika,” tutur Gubernur Zul 

BACA JUGA: Pemprov NTB Laporkan KSU Rinjani ke Polda

Rapat yang dipimpin langsung oleh Menteri Parekraf RI, Sandiaga Uno, tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut untuk memastikan seluruh kesiapan sarana dan prasarana pendukung MotoGP 2022.

Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB juga mengatakan, Pemerintah Provinsi  terus memantau perkembangan persiapan MotoGP

Ia berharap seluruh kendala-kendala di lapangan dapat dilaporkan dan dapat diatasi bersama.

“Tentu kami mengikuti terus perkembangan untuk persiapan MotoGP ini. Kami juga minta kalau teman-teman dari pusat ada kendala di lapangan, tolong kami diberitahu agar bisa dibantu dengan maksimal,” katanya.

Memang masih terdapat beberapa pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, namun  Bang Zul percaya,  dengan kerja cepat dan terukur, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi optimis, gelaran MotoGP di Mandalika NTB sukses. 

“Dengan kerja yang cepat dan juga terukur, mudah-mudahan seluruh kendala di lapangan dapat teratasi segera, sehingga semua dapat berjalan sesuai rencana,” tutup Bang Zul.

Sementara itu, Komandan Lapangan Persiapan MotoGP Mandalika, Marsekal Purn Hadi Tjahjanto, juga turut menyampaikan progress persiapan MotoGP pada Maret mendatang.

BACA JUGA: Hari Gizi, Bunda Niken Ingatkan Pentingnya Gizi Makanan Anak

“Pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan yang paling urgent adalah kebutuhan akomodasi, sehingga hal tersebut akan terus kami maksimalkan dengan bantuan seluruh pihak. Semoga semuanya berjalan lancar dan terimakasih atas pelaksanaan rapat koordinasi setiap minggunya untuk melihat perkembangan dan progress di lapangan,” kata Hadi.

Turut hadir dalam rapat tersebut, yaitu Kementerian BUMN, ITDC, Kementerian Koperasi & UMKM, Dirjen Imigrasi Kemenkumham, perwakilan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), serta beberapa Kepala OPD Pemprov NTB.***

 




Korban Gempa Resah, Ada Isu Pemotongan Bantuan Rehab Rumah

Beberapa warga korban gempa di beberapa Desa di Kecamatan Kayangan di Lombok Utara, khawatir ada pemotongan rehab rumah

KAYANGAN,KLU.lombokjournal.com ~ Bantuan stimulan korban bencana gempa di Lombok Utara mulai menjadi topik hangat di tengah masyarakat. 

Pasalnya bantuan untuk kategori rumah rusak ringan dan rumah rusak sedang sempat terhambat dikarenakan dana untuk bantuan sempat tertunda. 

Rumah tahan gempa untuk korban gempa di Lombok Utara
Rumah Tahan Gemppa

Pembagian buku tabungan untuk beberapa penerima sudah rampung dilakukan oleh pihak BNPB dan instansi terkait.

Masyarakat yang tercatat sebagai penerima bantuan dana stimulan dengan kategori rusak ringan dan rusak sedang, mengharapkan agar tidak ada potongan dari uang yang akan mereka terima. 

Dengan jumlah uang 10 juta untuk rusak ringan dan 25 juta untuk rusak sedang, dirasa masih sangat minim untuk merenovasi rumah mereka. 

Salah satu warga penerima bantuan stimulan kategori rusak ringan, FH mengatakan bahwa buku tabungan yang diterima sudah tertulis nominal 10 juta, tapi masih belum pasti apakah akan mendapatkan full atau ada potongan.

“Kalau di buku tabungan memang tertera 10 juta untuk kategori rusak ringan, tapi belum tahu apakah bisa dicairkan full atau ada potongan, tapi kami harap tidak ada potongan apapun dari dana tersebut.” ujar FH, Senin (24/01/22).

BACA JUGA: Gubernur Zul Apresiasi Penyelenggaraan Biotech Open Camp

Warga resah, adanya isu pemotongan

Terkait bantuan dana stimulan korban gempa Lombok Utara, memang menjadi perbincangan hangat dengan adanya isu potongan jumlah uang bagi para penerima. Masyarakat secara umum sangat menyayangkan jika benar terdapat potongan pada jumlah uang yang akan mereka terima, terlebih jika terjadi potongan dana yang besar. 

Menurut FH selaku salah satu penerima bantuan mengungkapkan, bantuan yang mereka terima sudah sangat lama dinanti. 

Rumah yang mereka huni masih banyak retakan-retakan pada tembok yang harus diperbaiki bahkan harus direnovasi penuh. 

Sehingga para penerima bantuan sangat mengharapkan tidak ada potongan dana bantuan yang akan mereka terima. 

Kemudian dengan harga bahan bangunan yang sedang tinggi, untuk merenovasi rumah dengan kategori rusak ringan maupun rusak sedang tentunya akan tetap mengeluarkan uang pribadi untuk menutup kekurangannya.

BACA JUGA: Kepala Daerah Diminta Antisipasi Korupsi Pengadaan Barang

“Dengan nominal dana kategori rusak ringan, tentunya kami masih kekurangan untuk memperbaiki atau merenovasi rumah kami. Kalau ada potongan kami tentunya harus mengeluarkan uang pribadi juga, belum lagi harga bahan bangunan saat ini sedang tinggi, tapi mau tidak mau rumah harus tetap kita renovasi demi keselamatan keluarga.” tutur FH.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Lombok Utara, M Zaldy Rahardian pernah mengatakan, pembukaan pemblokiran dan penggunaan DSP tahap II segera direalisasikan.

Namun Zaldy beLum bisa dihubungi melalui hp-nya terkait adanya isu pemotongan bagi korban gempa yang akan menerima bantuan. Padahal isu pemotongan itu sempat meresahkan masyarakat.

BACA JUGA: Kalsium Penting untuk Jantung, Bukan Cuma untuk Tulang

“Kabarnya, aparat di tingkat dusun tidak mau mengurus bantuan itu bila warga menolak dipotong,” tutur seorang warga di Kecamatan Kayangan. 

Dana Terblokir Rp117 miliar, Bukan Rp250 miliar

Dalam beberapa kesempatan, Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu menyampaikan, sebanyak 14 ribu unit rumah tahan gempa (RTG) di Kabupaten Lombok Utara, harus terhenti pembangunannya.

Masalahnya, dana rehabilitasi dan rekonstruksi senilai Rp250 miliar diblokir BNPB.

“Gempa bumi ini sudah berlangsung 3 tahun, tetapi sebanyak 14 ribu rumah tahan gempa belum bisa terselesaikan,” ujar Bupati Lombok Utara.

Namun, dalam keterangan terpisah, Kepala BPBD NTB, H Sahdan di Mataram menjelaskan, data yang disampaikan BNPB jumlah rumah rusak berat, sedang dan ringan yang masuk dalam tahap satu dan dua sebanyak 12.616 unit. 

Rinciannya jumlah rumah yang masuk dalam program tahap satu sebanyak 6.321 unit dan tahap dua sebanyak 6.295 unit.

Sehingga total yang belum dikerjakan untuk pembangunan rumah tahan gempa sebanyak 12.616 unit.

“Nah sementara yang disampaikan Pemkab Lombok Utara ini ada 14.000 unit rumah, sedangkan data BNPB itu ada sebanyak 12.616 unit,” terang Sahdan, beberapa waktu lalu.

“Dana yang terblokir Rp117 miliar. Jadi bukan diblokir Rp250 miliar,” tegas Sahdan.***.

 




Gubernur NTB Apresiasi Penyelenggaraan Biotech Open Camp 

Penyelenggaraan BOC diapresiasi Gubernur Zul karena media informasi perkembangan bioteknologi di NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Biotech Open Camp (BOC) 2022 yang diselenggarakan oleh Universitas Teknologi Sumbawa, mendapat apresiasi Gubernur NTB Zulkieflimansyah. 

BOC merupakan wadah atau tempat berkumpulnya saintis-saintis muda di NTB, dan jadi media informasi mengenai perkembangan bioteknologi di NTB.

Gubernur Zul secara daring membuka BOC

Menurut Gubernur Zul, Biotech Open Camp ini jadi wadah yang tepat guna menyaring bakat anak-anak NTB yang ingin mengetahui dan bahkan menjadi saintis muda di bidang bioteknologi.

BACA JUGA: Korban Gempa Resah, Ada Isu Pemotongan Bantuan Rehab Rumah

“Ini juga dapat menjadi media informasi mengenai bioteknologi, demi kemajuan bioteknologi khususnya di NTB.” ungkapnya.

Gubernur Zul mengungkapkannya saat membuka acara Biotech Open Camp 2022 secara daring di Pendopo Gubernur, Minggu (23/01/22)..

Gubernur berharap, dengan bimbingan langsung dari dosen-dosen Universitas Teknologi Sumbawa, acara BOC 2022 ini akan menciptakan saintis muda lokal yang berkualitas.

“Saya yakin nantinya dengan bimbingan dosen-dosen UTS hebat ini, saintis muda khususnya yang berasal dari  NTB akan mendapat banyak ilmu dan tentunya menjadi saintis yang berkualitas. Dan tidak menutup kemungkinan UTS akan menjadi salah satu kampus di bidang bioteknologi yang akan diperhatikan dan diperhitungkan di negeri ini.” katanya.

BOC menjadi salah satu ajang menumbuhkan minat para pelajar mengembangkan potensi sumber daya alam melalui bidang bioteknologi. 

Dengan tujuan tersebut BOC merupakan wujud nyata misi NTB Sehat dan Cerdas.

BACA JUGA: Kepala Daerah Diminta Antisipasi Korupsi Pengadaan Barang

Senada hal itu, Rektor Universitas Teknologi Sumbawa Chairul Hudaya, Ph.D menerangkan betapa pentingnya peran bioteknologi di NTB ini. 

“Saat ini bioteknologi berkembang sangat pesat. Berbagai sektor dipengaruhi oleh bioteknologi misalnya saja, sektor pangan, lingkungan, industri dan kesehatan. Jika kita dapat menumbuhkan minat adik-adik kita ini mengenai bioteknologi, niscaya NTB nantinya akan memiliki saintis-saaintis yang berpenagruh bagi NTB bahkan dunia”. ungkapnya.

Biotech Open Camp (BOC) 2022 mengangkat tema “Be The Golden Generation With Biotechnology”.Kegiatan ini dilaksanakan hingga 23-28 Januari 2022 yang diiukiti 191 peserta SMA/SMK/MA di seluruh Provinsi NTB.***

 




Wagub NTB Ajak Santri Kampanye Cegah Pernikahan Dini

Saat bicara pada haul ke-14 Ponpes Nurul Mukhlisin NWDI Pringgarata, Wagub NTB ajak santri kamanye Cegah Pernikahan dini

LOTENG,lombokjournal.com ~ Santri Pondok Pesantren Nurul Mukhlisin NWDI diajak mulai mengkampanyekan “cegah nikah dini”. 

Ajakan itu disampaikan Wakil Gubernur NTB, Hj.Sitti Rohmi Djalilah, saat menghadiri haul ke-14 Ponpes Nurul Mukhlisin NWDI Pringgarata, Lombok Tengah, Minggu (23/01/22).  

Wagub saat bicara dengan Santri
Wagub Hj Sitti Rohmi (kiri)

Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub, juga mengimbau para santri menghindari pernikahan dini 

BACA JUGA: Cegah Perkawinan Anak, Tingkatkan Kesehatan Anak

Menurut wagub, ini penting untuk menghindari stunting dan resiko kematian ibu dan bayi. 

“Anak-anakku semua, hindari pernikahan dini, jangan sampai, baru lulus dari madrasah, kalian menikah, itu tidak baik untuk kesehatan kalian semua,” pesan Wagub.

Menuntut ilmu adalah wajib hukumnya, karena itu Ummi Rohmi memotivasi santri melanjutkan studinya. 

“Pemerintah telah menyiapkan banyak beasiswa,” ujar wagub.

Menurutnya, setiap niat yang baik, akan selalu dapat kemudahan dari Alloh SWT.

“Tanamkan niat baik dari sekarang, untuk menimba ilmu setinggi mungkin,” ujar wagub. 

BACA JUGA: Omicron Masuk NTB, Sekda se NTB Diajak Percepat Vaksinasi

Dijelaskan, Provinsi NTB sendiri di tahun 2021 lalu telah memiliki Perda tentang Pencegahan dan Perkawinan Anak. 

Perda ini dibuat menyusul tingginya angka perkawinan anak di NTB. Pemprov NTB menerbitkan Perda itu sebagai upaya menekan laju pernikahan usia anak

TGB bersama Wagub Sitti Rohmi jadi pembicara dalam haul NWDI

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, pada 5 tahun terakhir, angka pernikahan usia anak di NTB. Untuk tahun 2020 saja, kup tinggi.perkawinan anak di bawah umur tingkat SMA/SMK sederajat mencapai 874 kasus.

BACA JUGA: Produk Shogum, Dari Makanan Ternak ke Produk Ekspor

Acara haul ke 14 Ponpes Nurul Mukhlisin NWDI juga ikut bicara pada santri, Ketua Umum PB NWDI Dr.TGB. Muhammad Zainul Majdi bersama istri Hj Erica Zainul Majdi, beserta jajaran pimpinan ponpes dan tokoh masyarakat lainnya. ***

 




Omicron Masuk NTB, Sekda se NTB Diajak Percepat Vaksinasi

Masuknya Cocid-19 varian Omicron masuk NTB, Ketua Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (FORSESDASI) mengajak Sekda Kabupaten/Kota percepat vaksinasi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Virus Covid-19 varian Omicron sudah masuk di Nusa Tenggara Barat (NTB), sudah dua orang terpapar yaitu Kota Mataram dan Sumbawa. 

Ke depan semua akan bekerja lebih keras lagi dalam meningkatkan upaya pencegahan, kembali  memperketat protokol kesehatan dan melalui percepatan vaksinasi bagi lansia maupun anak-anak.

“Masuknya varian baru omicron itu, kita bertemu langsung dalam forum ini bagaimana vaksinasi dosis satu bisa mencapai 100 persen dan dosis dua di atas 70 persen. Karena ini menjadi syarat utama penyelenggaraan MotoGP nanti,” tegas Ketua Umum Forsesdasi Drs. H. Lalu Gita Ariadi.

Lalu Gita yang yang juga sebagai Sekretaris Daerah NTB menyampaikannya pada Rapat Komisariat Wilayah (RAKOMWIL) Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (FORSESDASI) Tahun 2022, di Dapoer Sasak Udayana Mataram, (21/01/22). 

BACA JUGA: Produk Shorgum, dari Pakan Terak ke Produk Ekspor 

Selain itu,  Sekda NTB menyebutkan tugas yang berat sebagai tuan rumah penyelenggaraan MotoGP. 

Karena itu semuanya harus saling bahu-membahu, khususnya para Sekda-sekda yang di Lombok akan di infrastruktur. 

Kemudian teman-teman kabupaten/kota kita undang para pelaku UMKM termasuk yang di pulau Sumbawa untuk ikut terlibat langsung.

“Kenapa ini penting, karena dalam penyelenggaraan kemarin 25 ribu orang yang datang, begitu repotnya kita semua sampai tak mampu melayani, apalagi besok yang diperkenankan oleh presiden 100 ribu orang,” kata Miq Gita sapaan akrabnya.

Dalam kesempatan itu juga, Asisten l Hj. Baiq Eva Nurcahya Ningsih mengatakan, magnet Mandalika sebagai tempat penyelenggaraan MotoGP luar biasa, tidak hanya itu tetapi selanjutnya akan banyak kedatangan tamu-tamu. 

“Karena itu dengan event MotoGP tersebut, kita harapkan Sekda-sekda kabupaten kota sebagai top manager untuk menggerakkan seluruh potensi dalam mendukung kegiatan di NTB baik Nasional maupun internasional melalui percepatan vaksinasi, baik lansia maupun anak-anak sebagai syarat utamanya,” jelasnya.

Ditambahkan Bunda Eva sapaan akrabnya, terkait posisi NTB dalam cakupan vaksinasi dosis pertama yaitu 84 persen, sedangkan untuk dosis kedua  masih berada di 59 persen, artinya ini harus  dikebut. 

BACA JUGA: Rekor Aksi Donor Darah Terbesar di NTB, Dilakukan INTI NTB

Karenanya ia mengajak kepada sekda kabupaten kota untuk bersama-sama untuk bisa mencapai lebih dari 70 persen untuk dosis kedua.

Sementara itu, Asisten lll Setda NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi mengatakan persiapan jelang MotoGP yang harus dilakukan adalah meningkatkan kembali protokol kesehatan, melakukan percepatan vaksinasi. 

Selain itu, sebut dr. Eka adalah penerapan aplikasi peduli lindungi. 

Terutama para UMKM yang langsung terlibat, harus benar-benar dipastikan mereka menggunakan aplikasi peduli lindungi terutama di tempat keramaian.

“Penyelenggaraan MotoGP nanti harus memiliki aplikasi peduli lindungi, tanpa aplikasi kita tidak bisa masuk,” tandasnya.

Dikatakannya, Pemprov NTB sendiri sudah menerapkan aplikasi peduli lindungi sebagai salah satu cara untuk melakukan traching kepada orang orang yang berkunjung ke kantor kita. 

Disebutkan juga permasalahan kabupaten kota selama ini yang masih berada di level 2 itu, karena lemahnya pada kemampuan traching.

Turut hadir dalam rapat tersebut diantaranya Asisten I dan lll Setda NTB, Sekda kabupaten/kota se-ntb dan seluruh Staf Ahli Gubernur NTB.***

 

 




UMKM Lokal Harus Difasilitasi Jual Produknya di Event MotoGP

 BUMD, BUMN & Swasta diminta fasilitasi UMKM lokal agar mampu bepatisipasi menjual produknya saat event MotoGP

MATARAM.lombokjournal.com ~ Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta swasta, diminta berpartisipasi membantu dan menfasilitasi UMKM lokal NTB, agar mampu menjual hasil produknya dalam pelaksanaan Internasional Event MotoGP Tahun 2022.

Sekretaris Daerah (Sekd  NTB, H. Lalu Gita Ariadi mengatakan itu saat rapat terkait keterlibatan UMKM untuk berpartisipasi mempromosikan hasil karya serta produk unggulan Provinsi NTB pada event MotoGP di Ruang Rapat Utama kantor Gubernur  Jum’at (21/01/22) 

BUMD, BUMN dan swasta saat rapatterkait fasilitasi UMKM Lokal

“Difasilitasi sarana dan prasarannya, agar mudah menjual produknya,” tegas Sekda.

Dengan demikian pelaku UMKM se-NTB yang akan berpartisipasi di ajang MotoGP, tidak mengalami kesulitan untuk memperoleh tempat atau stand, tenda, meja dan lainnya.

Peran BUMD, BUMN dan pihak swasta, akan bertanggungjawab memfasilitasi  UMKM yang telah dibagi beberapa titik.

Tidak hanya itu, UMKM juga harus diedukasi agar dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas karya maupun produknya. 

Karena bukan hanya angka pengunjung yang ditarget, namun nilai ekonominya juga harus dirasakan masyarakat.

Harapan Sekda, produk yang akan dipasarkan harus produk terbaik. Baik itu produk dari UMKM kuliner, fashion, kerajinan, industri otomotif, tenun dan lainnya.

“Sedangkan saya menekankan agar produk kuliner harus diperhatikan kesehatan dan kebersihannya,” kata Sekda. 

BACA JUGA :  Pemerintah Siap Sukseskan World Halal Tourism Summit NTB

UMKM dari Pulau Sumbawa juga harus diberi ruang dan dimobilisasi untuk dapat hadir di sirkuit mandalika. 

Mengingat angka pengunjung yang akan menonton MotoGP sebanyak 100.000 seat. Lebih banyak dari penonton WSBK yang hanya 25.000 penonton.

Sekda mengingatkan, agar mempersiapkan dengan baik keberadaan UMKM ini. Selain di Mandalika, di tempat-tempat publik baik di seluruh Lombok Tengah, Lotim, Lobar, KLU, dan Mataram, harus ada usaha-usaha kuliner masyarakat yang siap menjajal produknya.

“UMKM dan usaha masyarakat lain harus banyak, baik di kawasan Mandalika hingga se Lombok, sebab orang ingin juga menikmati keindahan alam kita,” jelas Sekda.

Selain hotel, homestay huntara, rumah penduduk, namun fasilitas pemerintah, sekolah bahkan masjid juga harus mulai dibenahi dan ditata, karena usaha masyarakat maupun UMKM juga dapat menjajal produknya di lokasi alternatif tersebut,” tutur Miq Gite.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB, Ahmad Mashuri, diharapkan BUMD dan BUMN dapat memaksimalkan peran UMKM, termasuk binaannya.

“Ada 103.284 UMKM/September 2021, bahkan jumlahnya akan bertambah bila masuk laporan update dari Kabupaten/kota se-NTB,” kata Mashuri

BACA JUGA: Audensi PERDATIN NTB, Wagub: Harus Tingkatkan Kompetensi

Sedangkan yang terlibat pada event WSBK 2021 tahun lalu, hanya 330 UMKM dan ratusan UMKM. Rencana pada MotoGP telah dibagi beberapa titik lokasi UMKM.  Di ITDC 5 titik, parkir Barat 1 titik, dan 3 titik Sirkuit.

Sebanyak 70-80 persen adalah UMKM yang bergerak pada sektor kuliner.  Sedangkan 20-30 persen UMKM lainnnya..

Rencana penyebaran spot UMKM, langsung bersama BUMD dan BUMN yang mensponsorinya, berada di 12 titik dengan melibatkan 1. 023 UMKM. 

“Misalnya di parkir Timur, ada 30 UMKM food n drink, disponsori PT. Aman Mineral, BRI dan PNM, yang menfasilitasi tenda ber AC, meja, kursi, flooring dan instalasi listrik,” terang Kadiskop.

Hadir pada rapat tersebut Asisten 2 Setda, Dinas Perindustrian, Dinas Pedagangan, Dinas Pariwisata Prov. NTB, OJK, BI, ITDC, perbankan, Telkom, PLN, GNE,  dan seluruh BUMD, BUMN dan perusahaan swasta se-NTB. ***

 

 




Gubernur NTB Dukung Mataram, Tuan Rumah Muktamar IDI 2024

Gubernur Zukiefimansyah bersemangat mendukung IDI Mataram menjadi tuan rumah Muktamar IDI 2024 yang akan membawa dampak positif bagi NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB siap membantu Ikatan Dokter Indonesia (IDI)  Kota Mataram menjadi tuan rumah Muktamar IDI yang akan diselenggarakan pada tahun 2024. 

Terlebih lagi Muktamar IDI ini merupakan event skala Nasional yang akan membawa dampak positif bagi NTB nantinya.

IDI Mataram bersilaturrahmi dengan Gubernur Zul

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah mengaku bersemangat dan bahagia dengan keinginan para dokter yang menginginkan Kota Mataram menjadi tuan rumah terselenggaranya Muktamar IDI pada tahun 2024. 

“Apalagi hal ini merupakan event nasioanal, tentunya akan berdampak positif bagi Kota Mataram dan tentunya NTB.” ungkapnya saat menerima silaturahim Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Mataram di Pendopo Gubernur, Kamis (20/01/22).

Gubernur  Zul akan mendukung segala bentuk tindakan demi terwujudnya Muktamar IDI tahun 2024 yang akan terlaksana di Kota Mataram.

“Tiada alasan bagi kami selain mensuport sepenuhnya upaya dari teman-teman IDI Kota Mataram ini agar Muktamar IDI terlaksana di Mataram. NTB memiliki banyak tempat yang indah dan kuliner yang tidak kalah enak dengan daerah lain. Jadi saya kira cukup menarik membincangkan banyak persoalan strategis dunia kedokteran di NTB ini,” katanya. 

BACA JUGA: Inovasi Pemantauan Kesehatan Bayi yang Lebih Sistematis

Gubernur dukung IDI Mataram

Muktamar IDI merupakan musyawarah nasional dokter Indonesia yang diadakan tiga tahun sekali, untuk menetapkan pedoman pokok tatalaksana organisasi dan kebijakan strategis nasional. 

Kgiatan tersebut bakal dihadiri seluruh cabang  IDI se-Indonesia.

Ketua IDI Kota Mataram dr. Akhada Maulana, Sp.U berterimakasih kepada Gubernur NTB, yang bersemangat dalam mendukung keinginan IDI Mataram untuk menyelenggarakan Muktamar di Kota Mataram.

BACA JUGA: Pelantikan Kades di KLU, Bupati: Kades Harus Kreatif

“Kami berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Pak Gubernur, Insyaallah kami seluruh pengurus IDI Kota Mataram akan mempersiapkan semuanya demi terlaksananya Muktamar IDI di Kota Mataram,” kata Akhada.***