Universal Health Coverage Dilaunching Dinas Kesehatan KLU 

Kabupaten Lombok Utara ditetapkan dengan predikat UHC atau Universal Health Coverage ke 4 di Provinsi NTB

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Lombok Utara menggelar kegiatan launching Universal Health Coverage (UHC) program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), Jum’at (04/02/22).

Kabupaten Lombok Utara ditetapkan dengan predikat Universal Health Coverage

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lombok Utara itu merupakan salah satu upaya peningkatan akses, pemerataan dan kwalitas pelayanan kesehatan serta pelayanan sosial dasar lainnya di KLU, melalui pelaksanaan Universal Health Coverage (UHC). 

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara, dr. H Abdul Kadir, saat launching UHC, Jum’at. 

Menurut Abdul Kadir, Universal Health Coverage (UHC), merupakan program yang memastikan agar masyarakat memiliki akses dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, tanpa harus mengalami kesulitan terkait masalah finansial. 

Dan mempermudah masyarakat dalam pelayanan kesehatan.

BACA JUGA: Bupati Djohan: Layanan Kesehatan Tuntas Bagi Warga KLU

Sejumlah undangan turut di hadirkan dalam rangka KLU UHC, di antaranya, Direktur Perluasan dan Pelayanan peserta BPJS Kesehatan Pusat,  Deputi Dir. Bidang Perluasan Peserta BPJS Kesehatqn Wilayah Nusra, Bupati Lombok Utara,  DPRD KLU, Plt. Sekda, Asisten III Setda KLU, Kadis Kesehatan Provinsi NTB, Kpala PBJS Kesehatan Cabang Mataram Perwakilan Tanjung, Sejumlah Kepala OPD KLU dan Camat serta seluruh Kepala Desa se Kabuoaten Lombok Utara.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara, dr. H Abdul Kadir mengatakan, tujuan pembangunan kesehatan adalah tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

“Agar terwujud manusia Indonesia yang bermutu, sehat, dan produktif ,” katanya.

Tujuan itu selaras dengan upaya untuk mewujudkan Misi ke 3 Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara,yaitu meningkatkan akses, pemerataan dan kualitas pelayanan kesehatan, serta pelayanan sosial dasar lainnya.

Termasuk di dalamnya adalah kewajiban Pemerintah Daerah untuk memberikan jaminan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakatnya, terutama masyarakat yang tidak mampu.

Dalam perjalanannya pelaksanaan program jaminan kesehatan di Kabupaten Lombok Utara, menggunakan dua mekanisme, yaitu terintegrasi dengan BPJS kesehatan dan melalui Program Biaya Berobat Masyarakat Miskin Kartu KLU Sehat (KKS).

Berdasarkan hasil evaluasi, Program Jaminan Kesehatan Daerah yang dilaksanakan dengan pola terintegrasi dengan BPJS kesehatan, memiliki berbagai keuntungan dan kelebihan.

Baik dari sisi pelayanan maupun manfaat jaminan kesehatan yang diperoleh peserta BPJS Kesehatan.

Data jumlah punduduk Kabupaten Lombok Utara pada semester I Tahun 2021, dari 252.949 penduduk,  kepesertaan JKN-KIS Kabupaten Lombok Utara mencapai 240.485 jiwa (95,07 persen).

BACA JUGA: Roadshow di KLU, Kadiskominfotik Ajak Perkuat Sinergi

Terdiri dari segmen kepesertaan PBI-JK sebanyak 57,48 persen, peserta Pekerja Penerima Upah sebanyak 10,02 persen, peserta Mandiri sebanyak 2.5 persen, dan  peserta Pekerja Bukan Penerima Upah/Bukan Pekerja yang didaftar oleh pemerintah Daerah sebanyak 29,71 persen.

“Termasuk didalamnya adalah sharing anggaran dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat,” ucap dr.Kadir.

Layanan kesehatan masyarakat 

Akhir bulan september  Kadis Kesehatan dipanggil Bupati, hadir saat itu Wakil Bupati, Penjabat Sekda, Kepala BPKAD, Kepala Bappeda, Kepala Dinson. 

Waktu itu peranyaan Bupati, “pelayanan kesehatan bagi masyarakat  tidak mampu di KLU, mau diapakan?” 

Semua yang hadir saat itu sepakat untuk UHC. Sejak itu semua lini bergerak  bekerja dan berupaya agar masyarakat  bisa menjadi  peserta BPJS,.

Dana dari PEMDA  diupayakan untuk membayar iuran biaya kepesertaan  BPJS,  

Sekitar awal Oktober, tepatnya 5 oktober 2021, dibentuk tim kerja kecil yang melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan, Dinas Kominfo serta pimpinan BPJS Perwakilan Tanjung, membuat group WA ‘JELAB JARI’.

“Karena kami ingin  data kependudukan, data kepesertaan BPJS  KLU  lebih baik dan  sesuai dengan kenyataan,” tutur Abdul kadir 

Berkat kerja sama yang sangat baik, mendapatkan hasil data kepesertaan yang “Super Mendekati Kenyataan”. 

Komunikasi dengan  Dinas Kesehatan Provinsi dan Asisten III Gubernur juga lebih intens dilakukan terkait dana sharing Pemda KLU dan Pemprov.

Dengan berbagai upaya dan dukungan Pemda beserta pihak terkait lainnya, per tanggal 1 Februari tahun 2022, Kabupaten Lombok Utara ditetapkan sebagai Kabupaten dengan predikat UHC (Universal Health Coverage) yang ke 4 di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Ini berarti bisa dipastikan bahwa seluruh masyarakat Lombok Utara mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan sebagai peserta BPJS Kesehatan,” kata Andul Kadir.

Setelah ditetapkan Kabupaten Lombok Utara sebagai Kabupaten UHC, tugas selanjutnya adalah bagimana meningkatkan kualitas pelaksanaan UHC, melalui upaya optimalisasi layanan kesehatan yang ditujukan untuk memberikan layanan kesehatan yang berkualitas dan memuaskan.  

Masyarakat yang tidak mampu  dapat mengakses pelayanan kesehatan cukup dengan membawa  kartu BPJS, atau kalau tidak punya  cukup dengan menunjukkan KTP/Kartu Keluarga (KK), 

Jika ada masyarakat yang  perlu pelayanan segera dan sifatnya emergency, pemerintah pada hari yang sama  dapat  mendaftarkan masyarakat menjadi peserta BPJS,

Puskesmas mendapatkan Dana Kapitasi dari BPJS  untuk dapat mengelola dana tersebut untuk  meningkatkan pelayanan dan operasional puskesmas.

Puskesmas juga bisa mengklaim dana pelayanan di luar kapitasi.

Bagi RS, RS juga bisa mengklaim  jasa pelayanan yang diberikan kepada masyarakat  kepada BPJS . 

Dengan cakupan kepesertaan UHC sebesar 95,07 persen, potensi pendapatan Kapitasi dan non Kapitasi di 8 Puskesmas bisa mencapai 25 Milyar per tahun. 

Sedangkan potensi pendapatan Rumah Sakit Daerah dari klaim pelayanan non kapitasi bisa mencapai 2 Milyar – 2,5 Milyar per bulan.  

Pendapatan tersebut digunakan untuk membayar jasa pelayanan dan membiayai operasional Puskesmas dan Rumah Sakit setiap bulannya.

Hal tersebut berdampak terhadap berkurangnya beban APBD untuk membiayai seluruh operasional Puskesmas dan Rumah Sakit. 

Dengan demikian diharapkan semua masyarakat dapat terlayani dengan sebaik-baiknya. 

Dan Puskesmas selaku FasIlitas Kesehatan Tingkat Pertama dan Rumah Sakit sebagai Fasilitas Kesehatan Rujukan dapat menjalankan fungsinya dengan optimal dengan mengedepankan standar pelayanan yang berkualitas.

Selain itu, kekompakan semua pihak juga penting sebagai upaya menjaga kondusifitas masyarakat KLU. 

“Ya, ini penting dilakukan, tujuannya agar supaya seluruh warga masyarakat Kabupaten Lombok Utara dapat memiliki kepastian akan jaminan kesehatannya,” kata Abdul Kadir.***

 




Roadshow di KLU, Kadiskominfotik NTB Ajak Perkuat Sinergi

Ajakan memperkuat kolaborasi dan sinergi disampaikan Najamuddin saat roadshow di Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin mengajak Pemerintah Kabupaten Lombok Utara untuk bersama memperkuat kolaborasi dan sinergi, guna desiminasi informasi di tengah kemajuan teknologi.  

Diskominfotik roadshow di KU
Najamuddin Amy

Najamuddin menyampaikannya saat roadshow ke Kabupaten Lombok Utara untuk menindaklanjuti penandatanganan MoU Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah dengan Bupati/Walikota se-NTB.

Ia menjelaskan, MoU gubernur dengan Bupati/walikota se NTB untuk  memperkuat urusan-urusan pekerjaan sesuai tugas dan fungsi diskominfo kabupaten kota. 

Di sisi lain, juga untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi antara Pemprov NTB dengan Pemda Kabupaten/Kota se NTB.

Najam menjelaskan, kunjungan kerjanya merupakan salah satu ikhtiar menyamakan persepsi dan komitmen, tentang poin-poin  dalam PKS. 

BACA JUGA: Olahraga Petanque Harus Pakai Bola Lokal, Ini kata Gbernur NTB

Agar kesepakatan ini bisa berjalan mencapai tujuan bersama.

“Kita ingin semua memahami poin kesepakatan, termasuk Kadis Kominfo Lombok Utara,” kata Najam di Ruang Kerja Bupati Lombok Utara, Kamis (03/02/22)

Ditambahkannya, dalam MOU tersebut betapa pentingnya saling membantu dengan kabupaten kota. 

Termasuk menyebarluaskan informasi potensi-potensi di KLU dan kebangkitan di Gili Trawangan, Meno dan Air. 

Sementara itu, Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu menyambut baik tindak lanjut MOU dengan Pemprov. NTB.

“Ini akan mensinergikan program-program kita k edepan,” kata Bupati H. Djohan yang didampingi Kadis Kominfo Lombok Utara.

Diharapkan Bupati, keberadaan Diskominfotik ini membuat urusan kerja menjadi lebih efektif dan mudah dalam mensukseskan program pemerintah.

BACA JUGA: Belanja Modal APBD NTB 2022, Penuhi Kebutuhan Strategis

“Keberadaan Diskominfotik ini membantu memudahkan urusan kerja di tengah kemajuan teknologi saat ini,” tandasnya.

Silaturahmi tersebut kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama dengan Bupati Lombok Utara.***

 




Bupati Buka Workshop, Ingin KLU Maju Segala Aspek

Membuka workshop yang difasilitasi KOMPAK, Bupati Djohan Sjamsu berharap membangun ekonomi lokal 

TANJUNG.lombokjournal.com~ Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH membuka Workshop Penguatan dan Penyusunan Rencana Aksi Tim Penggerak Replikasi Keperantaraan Pasar Untuk Komoditas Unggulan Daerah Kabupaten Lombok Utara bertempat di Hotel Mina Tanjung, Kamis (03/02/22).

Bupati membuka workshop untuk penguatan ekonomi lokal
Bupati Djohan Sjamsu (tengah)

Workshop itu difasilitasi oleh KOMPAK, dan merupakan kegiatan yang memastikan praktik kelembagaan ekonomi lokal melalui pendekatan Keperantaraan pasar.

Dengan fokus pengembangan Desa Wisata dan hortikultura, guna percepatan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Lombok Utara.

Bupati Djohan mengatakan, Lombok Utara dengan lahan pertanian luas dan produktif harus bisa dimanfaatkan  maksimal.

Selain sektor pariwisata, sektor pertanian harus bisa digalakkan masyarakat.

“Keinginan ke depan, daerah ini maju dari segala aspek. Salah satunya sektor pertanian harus bisa dimaksimalkan pengelolaannya,” tuturnya.

BACA JUGA: Evaluasi DAK Fisik 2021, Persiapan Pelaksanaan DAK Fisik 2022

Menurutnya, KLU dilanda bencana besar yakni Gempa 2018 dan wabah Covid 19. 

“Keberadaan KOMPAK sangat membantu bagaimana membangun ekonomi lokal,” kata bupati.

Ia berharap, kegiatan Workshop nantinya dapat menyimpulkan  satu kegiatan yang dapat membangun ekonomi lokal

Bagaimana bisa mengambil bagian dalam event internasional MotoGP 2022 yang diselenggarakan di Lombok Tengah.

“Atas nama Pemda saya menyampaikan terimakasih pada kompak Karena telah banyak berbuat untuk Lombok Utara,” katanya. 

Menggerakkan ekonomi lokal

Lead Kompak Pusat, Much. Ali berharap melalui kegiatan workshop akan ada output yang bisa menggerakkan kekuatan ekonomi lokal. 

Ia menekankan, nantinya akan ada penguatan bukan hanya di sektor pariwisata tapi juga pertanian. Hal tersebut akan bermanfaat menghadapi efek pantulan dari event Moto GP 2022.

BACA JUGA: Pemprov NTB Kejar Target Bentuk Kota Layak Anak 2022

Turut hadir dalam kegiatan itu Lead Kompak Jakarta Muchlis Ali, Lead Kompak NTB Andy Wahyu Hidayat, perwakilan OPD terkait serta undangan lainnya.***

 




Pengolahan Limbah, Pemprov NTB Siapkan infrastruktur dasar

Kebutuhan infrastruktur dasar pembangungan pengolahan limbah akan dibangun di Sekotonh Barat

MATARAM.lombokjour nal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan anggaran 24 Miliar untuk infrastruktur dasar penunjang pembangunan Pabrik Pengolahan Limbah Medis di Lemer, Sekotong, Lombok Barat.

Berbagai infrastruktur dasar akan dibangun, seperti perbaikan jalan, akses air bersih, listrik, dan infrastruktur lainnya. 

Sekda menjelaskan pembangunan penolahan limbah
Sekda NTB, Lau Gita Ariadi

Sehingga Lemer bisa benar-benar siap beroperasi dengan maksimal dan menjadi lokasi pusat industri limbah dan sampah di NTB.

BACA JUGA: Sinkronisasi Data Blank Spot dan Lemah Sinyal di NTB

“Kenapa kita tertarik Lemer? Ada kepentingan menyelesaikan masalah domestik kita dan peluang untuk mendapatkan PAD ke depan,” jelas Miq Gite, sapaan Sekda, saat Konpferensi Pers di ruang kerjanya, Rabu (02/02/22).

Ir. Madani Mukarom selaku Kepala Dinas LHK NTB dalam kesempatan yang sama menjelaskan, dibangunnya infrastruktur dasar di Lemer merupakan syarat yang diajukan Kementerian Pusat demi dijadikannya Lemer sebagai pusat industri limbah dan sampah.

Harapan ke depan, jelas Kadis, dengan beroperasinya Pabrik Pengolahan Limbah Medis di Lemer, dapat menjadi sumber pendapatan daerah yang besar di kemudian hari. 

“Ini yang akan mendatangkan ratusan miliar ke dalam kantong Daerah,” jelas Kadis. 

Sebagaimana yang diketahui, tambah Kadis, dengan beroperasinya pabrik tersebut, limbah medis dari NTB tidak akan lagi dikirim ke Pulau Jawa.  

BACA JUGA: Musda FKUB KLU, Jadi Penjaga Persatuan Umat

sekitar 24 milyar anggaran disiapkan untuk pmbangunan pengolahan limbah medis

Diharapkan juga nantinya daerah sekitar seperti Bali dan NTT tak lagi mengirimkan limbah medisnya ke Surabaya, melainkan ke Lemer NTB. 

“Ini akan menjadi peluang untuk menambah PAD NTB,” tandas Kadis mantap.***

 




Sinkronisasi Data Blank Spot dan Lemah Sinyal di NTB

Masih banyak terdapat area blank spot dan lemah sinyal di NTB, karena Diskom MEMinfotik NTB itu sinkronisasi data terus diperkuat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB memperkuat sinkronisasi data area blank spot dan lemah sinyal di NTB. 

Sinkronisasi data-data tersebut dilakukan bersama dinas Kominfotik Kabupaten/Kota se-NTB dan sinergi dengan BAKTI Kementerian Kominfo serta penyedia jasa internet di wilayah NTB. 

Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. Najamuddin Amy mengatakan, sinkronisasi data sangat penting,  untuk mendukung tersedianya pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan jaringan internet di wilayah NTB, yang masih terdapat area blank spot dan lemah sinyal. 

Sinkronisasi data blank spot dan lemah sinyal

“Mudah-mudahan sinkronisasi data blank spot dan lemah sinyal ini bisa menjadi atensi Kementerian Kominfo melalui Bakti, Balmon dan provider seperti Telkomsel, XL dan lainnya. Sehingga masyarakat ke depan bisa mendapatkan layanan internet dengan baik,” ungkapnya.

BACA JUGA: Kunker di Bima, Bang Zul Disambut Hangat Warga

Hal itu diatakannya saat mengikuti rapat sinkronisasi data blank spot dan lemah sinya bersama Dirjen SDPPI dan BAKTI Kementerian Kominfo, Provider serta Dinas Kominfotik kabupaten kota se-NTB melalui virtual di Aula Diskominfotik, Senin (31/01/22).

Berdasarkan data blank spot hasil sinkronisasi bersama kabupaten kota menyebutkan, masih terdapat 34 lokasi blank spot di NTB. 

Diantaranya, Lombok Utara sebanyak 9 lokasi, Sumbawa Barat 2 Lokasi, kabupaten Sumbawa 5 lokasi, Dompu 10 lokasi, dan Kabupaten Bima masih terdapat 8 lakosi. 

Sedangkan data lemah sinyal masih berjumlah 69 lokasi di NTB. Diantaranya, Lombok Barat sebanyak 5 lokasi, Lombok Tengah 16 lokasi, Lombok Timur 17 lokasi, Sumbawa Barat 8 Lokasi, kabupaten Sumbawa 8 lokasi, Dompu 2 lokasi, dan Kabupaten Bima masih terdapat 7 lakosi. 

Najam berharap kepada penyedia jasa internet dapat mengoptimalkan layanan jaringan internet, dengan kabel fiber optiknya. Sambil menunggu pembangunan menara BTS dari BAKTI Kementerian Kominfo RI. 

BACA JUGA: Musda FKUB KLU, Menjadi Penjaga Persatuan Ummat

Langkah ini juga untuk mempercepat kebutuhan Masyarakat akan jaringan internet di pelosok-pelosok desa di NTB.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin Amy yang didampingi Kepala Bidang Sandi dan Keamanan Informasi juga memimpin rapat virtual tentang sinkronisasi data blank spot dan lemah sinyal bersama dinas Kominfotik kabupaten kota se-pulau Sumbawa pada Jumat (28/01/22) kemarin. 

Kali ini, rapat secara virtual bersama Dirjen SDPPI dan BAKTI Kementerian Kominfo dan provider wilayah NTB, juga untuk memperkuat sinkronisasi data blank spot dan lemah sinyal secara umum. ***

 




Muktamar I NWDI, Gubernur NTB Bicara Karakter Organisasi 

Dalam Muktamar NWDI di Pancor, Gubernur Zul membacakan puisi untuk NWDI

LOTIM.lombokjournal.com ~ Empat karakter utama yang membuat organisasi tetap eksis dan berumur panjang, sudah dimiliki NWDI (Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah).

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyatakan itu saat menghadiri pembukaan Muktamar I NWDI (Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah) di Pancor, Minggu (30/01/22).

TGB menyampaikan sambtan pembukaan muktamar
TGB KH Zainul Majdi

Bang Zul sapaan Gubernur NTB mengatakan, tetap eksis menghadirkan dan memberikan kemaslahatan untuk masyarakat, tidak gampang bagi sebuah organisasi. 

“Sehingga diperlukan empat karakter utama agar organisasi tersebut punya umur panjang,” kata Bang Zul.

Dijelaskan, empat karakter utama yang dimaksud ialah, adaptif terhadap lingkungan, memiliki identitas, memberikan ruang terhadap ide-ide marginal, serta konservatif di bidang keuangan.

“Empat karakter tersebut, yaitu mampu adaptif terhadap perubahan lingkungan, punya cara dan strategi untuk tetap survive dan unggul terhadap perubahan lingkungan itu. Punya identity, artinya punya karakter tersendiri yg tidak dimiliki organisasi lain. Kemudian memberikan ruang pada ide-ide marginal untuk eksis. Terakhir adalah mampu konservatif di bidang keuangan,” jelasnya.

Menurutnya, NWDI adalah organisasi yang punya empat karakter tadi. NWDI merupakan wadah untuk berkhidmat. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Bukan Fun Bike, Gowes Bersama Tiga Kepala Derah

“Atas nama Pemerintah Provinsi NTB, kami menyambut baik misi dan visi besar dari NWDI,” kata Bang Zul. 

Ia berharap, dengan sinergi dan silaturrahmi yang baik, NTB Gemilang bukan lagi sekedar kata-kata. Tapi suatu hal suci yang bisa kita aplikasikan di kehidupan.

Menutup sambutannya, Bang Zul membacakan puisi: 

Umat Muhtadin akan selalu berziarah di NWDI induk madrasah, secara barirah dan rohaniah membawa berkat dan sinar Ka’bah

Berbondong-bondong, berfirqah-firqah setiap waktu dan setiap saat, banjiri Pancor menuju madrasah, seakan kita menuju kota Ka’bah Baitullah

Gubernur Zul juga menyempatkan diri berbincang dengan Ketua Alumni Al-Azhar Kairo, Mesir, TGB KH Zainul Majdi, terkait Program Unggulan Beasiswa NTB.

Gubernur berjalan menuju tempat mukamar

“Insya Allah, Beasiswa NTB mulai tahun ini akan mengalokasikan 20 beasiswa kepada anak-anak NTB untuk kuliah di Al Azhar Kairo Mesir. Teknisnya segera akan ditindaklanjuti oleh Tim LPP Beasiswa NTB,” tutur Gubernur Zul.

BACA JUGA: Perubahan Warna dan Bentuk Mata, Ini Harus Diwaspadai

Turut hadir dalam acara Muktamar tersebut, yaitu Presiden RI (virtual), Menteri Kabinet Indonesia Maju (virtual), Wakil Gubernur NTB, Ketum PB NWDI, Bupati/Walikota NTB, Kapolda NTB, Danrem 162 NTB, serta beberapa anggota DPRD NTB.***

 




Gubernur NTB Buka ‘Funbike’, Gowes Bersama Tiga Kepala Daerah 

Selama kunker di Dompu, Gubernur Zulkieflimansyah membuka kegiatan funbike dan vaksinasi gratis 

DOMPU.lombokjournal.com ~ Setelah sebelumnya menyapa dan mendengarkan keluh kesah warga, Gubernur NTB  didampingi Walikota Bima, Bupati Dompu, dan Bupati Bima membuka kegiatan “Funbike” atau sepeda santai dan vaksinasi Gratis di Lapangan Beringin Kantor Bupati Dompu, Sabtu (29 01/22). 

Selain itu, sempat terungkap rencana membangun sirkuit Pacuan Kuda berskala nasional dan internasional di Dompu. 

Gubernur berbincang bersama masyarakat

 “Pagi ini di Dompu Gowes bersama Pak Bupati Dompu, Ibu Bupati Bima, Wali Kota Bima dan banyak lagi yang lain. Selain bersepeda kami juga menyelenggarakan vaksinasi untuk masyarakat. Luar biasa antusiasme masyarakat Dompu untuk acara ini,” puji Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB. 

Usai kegiatan, Gubernur dan para Kepala Daerah tersebut bercengkerama dan berdiskusi dengan hangat. Dari hasil diskusi tersebut direncanakan akan segera dibangun sirkuit pacuan kuda kelas nasional dan internasional. 

“Banyak hal bisa selesai dengan berbicara santai dari hati ke hati. Dengan Pak Bupati Dompu dan Wali Kota Bima kita sepakati untuk membangun sirkuit pacuan kuda kelas Nasional dan Internasional di Danau Tanjung Dompu. Sirkuit ini di bangun untuk kuda-kuda kelas F dan Derby dan Putar Kanan!” jelasnya. 

Hal ini tentunya menjadi kabar gembira bagi atlet dan penghoby pacuan kuda di NTB.  

Dengan dibangunnya sirkuit pacuan kuda yang lebih representatif, tentunya akan melengkapi Program Sport Tourism di NTB  yang sebelumnya juga sudah dipastikan akan menyelenggarakan berbagai event internasional dan nasional. 

Kegiatan fun bike dan vaksinasi ini sendiri  diinisiasi oleh Bupati Dompu ini dilakukan dalam rangka menyemarakkan Rapat Kerja (Raker) Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Tahun 2022. 

Gubernur gowea bersama tiga Kepala Daerah

ISSI adalah badan pengatur nasional balap sepeda di Indonesia. 

“Terima Kasih Dompu atas meriahnya Fun Bike dan vaksinasi hari ini..Luar biasa!” Puji Gubernur NTB atas keberhasilan kegiatan tersebut.***

 




Program Industrialisasi di NTB Disupport UNIDO PBB 

Badan khusus PBB yang mengurus pengembangan industri, berkomitmen mensukses program industrialisasi NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ UNIDO (United Nations Industrial Development Organization) badan khusus PBB, berkomitmen bekerjasama untuk membantu Program Industrialisasi di Provinsi NTB.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, mengungkapkan itu saat menerima kunjungan representative of UNIDO di ruang kerjanya, Jumat (28/01/22).

“Selamat datang di NTB. Kami sangat senang dengan rencana kerjasama yang ditawarkan UNIDO dalam rangka membantu mensukseskan program industrialisasi di NTB,” ungkap Gubernur Zul.

Gubernur Zul jelaskan industrialisasi di NTB

Ia juga mengucapkan terimakasih atas perhatian yang sangat besar dari UNIDO terhadap sentra industri yang ada di NTB. 

“Terimakasih atas ketertarikan UNIDO terhadap perkembangan sentra industri di NTB, terutama terkait pengembangan industri olahan,” ucapnya.

UNIDO PBB sendiri bertanggung jawab untuk melaksanakan kerjasama dalam rangka mendukung pembangunan industri yang berkelanjutan di negara-negara anggotanya.

Terutama negara berkembang dan negara dengan perekonomian dalam masa transisi.

Badan khusus PBB tersebut rencananya akan membangun sentra industri di NTB, terutama bagi industri yang memiliki sertifikasi halal. 

Nantinya, sentra industri tersebut akan berada di bawah binaan mereka.

BACA JUGA: Gubernur Zul Ingatkan, Listrik Harus Aman di Event Internasional

Seperti yang dikatakan oleh salah satu representative UNIDO for Indonesia, Esam Al-Qararah, yang menyatakan ketertarikannya dengan program industrialisasi di NTB. 

“Kita tertarik untuk membangun sentra industri di NTB, karena disini punya potensi, terutama terkait dengan pengembangan industri dari UMKM yang telah memiliki sertifikat halal dalam industri olahan,” jelas Esam.

Gubernur banggakan sepeda hasil ndustrialisasi NTB

Selain program industrialiasi, beberapa poin yang menjadi pembahasan dalam kunjungan tersebut, yaitu di antaranya mengenai Program Driving Public and Private Capital Towards Green and Social Investment in Indonesia.

BACA JUGA: NTB Siap Kerjasama Energi Terbarukan dengan Denmark

Turut hadir mendampingi Gubernur NTB dalam pertemuan tersebut, ialah Kadiskop UKM NTB, Kadispar NTB, Kadisperin NTB, Kadisdag NTB, Kadis Ketahanan Pangan NTB, Kadistanbun NTB serta Kepala Bappeda Provinsi NTB.***

 




Empat Inovasi dari Kecamatan Gangga Dilaunching Bupati

Pemerintah Kecamatan Gangga bersama UPT BLUD Puskesmas Gangga punya empat Inovasi yang dilaunching Bupati Djohan

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Memperingati Hari Gizi Nasional (HGN), Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu SH melaunching 4 Program Inovasi  Pemerintah Kecamatan Gangga bersama UPT BLUD Puskesmas Gangga yang berlangsung di halaman Kantor Camat setempat (28/01/22). 

Hadir Camat Gangga Kariadi SP, Kepala UPT BLUD Puskesmas Gangga Sabri SKm, serta undangan lainnya.

Adapun Inovasi Kecamatan Gangga  yang di Launching yaitu Pelatihan Produksi Hasil Olahan Kelor Menjadi Makanan Siap Saji (Kelor Untuk Gangga ).

Selain itu juga ada Inovasi dari UPT BLUD Puskesmas Gangga yaitu Posbindu Lintas Instansi (Polisi), Gerakan Optimalisasi Pengobatan Kronis Hipertensi dan Kencing Manis (Gerobak Si Manis), dan Gotong Royong Masyarakat Berantas TBC (Gentong Mas Si TB).

BACA JUGA: 1421 Rekening RTG Direalisasikan untuk Waga Kecamatan Bayan 

Bupati Djohan menyampaikan dengan dilaunching empat inovasi yang ada di dua institusi baik Kecamatan Gangga dan Puskesmas Gangga  sebagai tindak lanjut apa yang disampaikan Lembaga Administrasi Negara (LAN), ada sekitar 71 Inovasi yang ada di KLU dalam kurun waktu 2021.

“Dimana dari 71 Inovasi kita ini menjadi Inovasi terbaik di tingkat Nasional,” tuturnya.

Lebih lanjut, kata Bupati Djohan, inovasi-inovasi baru sangat penting di seluruh institusi di daerah kita, terlebih dengan adanya dua bencana besar di Lombok Utara, yaitu Gempa 2018 dan Covid-19, tentu sangat memerlukan kreativitas dan dan kreasi dari multi pihak. 

“Ke depan dalam menghadapi situasi seperti sekarang harus memiliki kreativitas, kreasi dan inovasi dalam rangka percepatan pelayanan dan pembangunan daerah yang kita cintai ini,” katanya.

Jika semua  perangkat daerah bisa menerapkan inovasi tersebut, merupakan prestasi yang luar biasa bagi daerah kita.

Kepala UPT BLUD Puskesmas Gangga Sabri menyampaikan, dari 71 Inovasi yang dilaunching LAN

melaunching empat inovasi
Bupati H Djohan Sjamsu

beberapa bulan lalu, tiga di antaranya berada di UPT Puskesmas Gangga. 

Karenanya, dalam mewujudkan inovasi yang kita miliki alangkah baiknya dimulai langsung di awal tahun 2022. 

Adapun  pelayanan kesehatan yang kita berikan dengan turun langsung menjemput bola.

“Harapan kita semoga apa yang kami lakukan bisa diikuti oleh Puskesmas yang lain,” harapnya.

Sementara itu Camat Gangga Kariadi menyampaikan pelaksanaan launching nantinya bisa menjadi langkah awal untuk dapat terlaksananya kegiatan di wilayah Kecamatan Gangga.

BACA JUGA: Bupati Djohan Canangkan Pembangunan Masjid Besar di Gondang

Selain itu juga Pemerintah Kecamatan Gangga dalam mendukung UMKM yang ada,  sudah melakukan koordinasi dan konsolidasi karena UMKM perlu mendapatkan perhatian yang lebih, produksi-produksi yang sudah dilakukan tetapi masih sulit dalam hal memasarkan.

“Tentu hal ini menjadi perhatian kita semua untuk saling mendukung dan saling mensupport,” tuturnya.***

 




Pertemuan G-20, Wagub Nyatakan NTB Siap Jadi Tuan Rumah 

Wagub mengatakan kondisi Covid-19 di NTB aman dan terkendali, karena iu siap jadi tuan rumah pertemuan G-20 tahn 2022

MATARAM.lombokjournal.com ~ Povinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah pertemuan G-20 Tahun 2022. 

Pernyataan itu disampaikan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah ketika menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI, di Ruang Rapat Angkasapura 1 Bandara BIZAM Lombok Tengah, Kamis (27/01/22).

Menyatakan siap jadi tuan rumah Pertemuan G-20
Wagub Hj Sitti Rohmi

Wagub NTB juga menyampaikan mengenai kondisi Covid-19 di Provinsi NTB.

“NTB saat ini masih pada PPKM level 1. Saya dapat sampaikan untuk Covid-19 di NTB saat ini aman dan terkendali,” ungkap Wagub yang akrab disapa Ummi Rohmi.

Meskipun NTB dalam kondisi terkendali, namun kewaspadaan harus terus ditingkatkan. 

Penguatan dalam pelaksanaan Prokes 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilisasi dan interaksi) dan 3 T (Testing, Tracing, Treatment) harus dimaksimalkan. 

Begitu juga percepatan vaksinasi minimal menuju capaian 70 persen pada dosis 2 untuk kesiapan  pertemuan G-20.

BACA JUGA: Menkop Launching New PLUT KUMKM di Lobar

“Untuk vaksin pada dosis 2 saat ini kami masih sampai pada 60 persen. Saat ini kami terus menggenjot pelaksanaan vaksinasi dosis kedua hingga 70 persen “ungkapnya.

Wagub menyatakan kesiapannya jadi tuan rumah G-20

Ummi Rohmi menjelaskan telah merancang upaya-upaya persiapan NTB menjadi tuan rumah pertemuan G-20. 

Salah satunya adalah menerapkan sistem travel bubble bagi delegasi-delegasi  yang akan datang. Penerapan sistem bubble ini sebelumnya akan dilaksanakan pada pelaksanaan MotoGP di Bulan Maret nanti. 

“Jika semua prosedur kedatangan, baik itu wistawan atau delegasi sudah dilaksanakan dengan baik dan ditambahnya penerapan sistem bubble, maka potensi penyebaran Covid-19 bisa ditekan,” terang Wagub.

Seperti diketahui, dunia pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak saat pandemi. 

BACA JUGA: Travel Bubble Disiapkan Bagi Offocial dan ean MotoGP

Di saat event pertemuan G-20 dan MotoGP inilah menjadi kesempatan bagi dunia usaha pariwisata Indonesia khususnya NTB dapat kembali bangkit. ***