Pabrik Bata dari Sampah Plastik di NTB, Ini Pertama di Asia

Satu masalah linkungan teratasi, NTB membangun pabrik memanfaatkan sampah plastik jadi bahan baku pembuatan bata 

BANYUMULEK.lombok journal.com ~ Peletakan batu pertama pembangunan Pabrik Block Solutions di Banyumulek, Lombok Barat, dilakukan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Duta Besar Finlandia, Jari sinkari, Selasa (08/02/22)

Gubernur jelaskan pembangunan pabrik bata

Pabrik Block Solutions oleh  “Classroom of Hope (COH)” ini akan memproduksi batu bata yang bahan bakunya dari sampah plastik. 

Pabrik batu baa dai sampah plastik ini merupakan yang pertama di Indonesia sekaligus di Asia. 

“Kami ingin memastikan green energy dan green tourism, adalah keharusan. Ini adalah masa depan untuk NTB,” kata gubernur. 

Gubernur Zul menjelaskan, peletakan batu pertama merupaakan tahapan pembangunan awal. 

Ke depan, sampah plastik yang kerap menjadi masalah akan menjadi berkah bagi masyarakat NTB. 

“InsyaAllah jika pabrik ini sudah jadi, maka kebutuhan bahan bakunya adalah sampah – sampah plastik sehingga masyarakat akan berburu sampah plastik,” kata Bang Zul. 

BACA JUGA: Gubernur Terpukau Saat Kunjungi Kampung Oksigen di Lombok Tengah

Diharapkan investasi senilai 2.3juta euro tersebut berjalan akan lancar. 

“Kita sangat bersahabat dengan investor, jika ada kendala, hubungi kami. Kami akan memberikan solusi terbaik,” ujar Bang Zul. 

Senada dengan Gubernur, Wagub NTB Sitti Rohmi menjelaskan, contoh pembangunan dari bata plastik yang telah dibangun di NTB yakni di SDN 04 Medas Lombok Barat. 

“Produknya itu bata plastik. Contohnya sudah ada. Sekolah dan rumah terbuat dari bata plastik,” jelasnya. 

Diegaskannya, pembangunan Block Solutions ini adalah jawaban dari berbagai masalah lingkungan di NTB. Dan bentuk nyata implementasi Program unggulan NTB Hijau dan NTB Zero Waste. 

“Jika sudah jadi pabriknya, maka plastik-plastik bisa menjadi bahan baku. Ini luar biasa. Dengan hadirnya pabrik ini juga menjawab SDGs, yakni masalah lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan yang lainnya,” kata Ummi Rohmi. 

Sementara itu, Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Jari Sinkari mengaku bahagia sekaligus bangga kerjasama Finlandia dan Indonesia selama ini berjalan baik. 

BACA JUGA; Gubernur Minta Ummat Hidu di KLU Jaga Keberagaman

Gubernur dan Wakil Gubernur usai peletakan batu perama pabrik bata

Terlebih di kesempatan ini NTB akan membangun dengan tujuan mulia. 

“Banyak hal yang bisa kita kerjakan bersama, dan ini adalah pekerjaan bersama, bagaimana kita menjadikan dunia tempat yang lebih baik,” jelas Dubes.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Perwakilan Bupati Lombok Barat, perwakilan Kapolda, dan para Kepala Perangkat Daerah lingkup pemprov NTB.***

 




Gubernur Zul Terpukau saat Kunjungi Kampung Oksigen di NTB

Kelurahan Leneng di Lombok Tengah disebut ‘kampung oksigen’ karena bersih dan asri, membuat Gubernur Zul puji kebersihannya

LOTENG.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Zulkieflimansyah terpukau dengan keberhasilan Kelurahan Leneng yang mampu mengembangkan destinasi wisata bersih dan asri. 

Gubernur singgah di Kampung Oksigen

Saking asrinya, Leneng disebut sebagai “Kampung Oksigen”. 

Dinamakan ‘kampung oksigen’ karena benar-benar bersih dan asri. Kalau ada kemauan dan keteladanan bersih dan asri itu bukan hal mustahil.

“Luar biasa Leneng!” puji Bang Zul saat kunjungan kerja di Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Senin (07/02/22).

Menurutnya, Leneng dan Kecamatan Praya pada umumnya kini mulai hijau dan asri. Banyak perubahan, tampak terlihat indah dan sejuk. 

Ia berharap kepada lurah dan camat dapat mengembangkan wilayahnya di Lombok Tengah sehingga kampung oksigen dapat dikenal wisatawan lokal dan mancanegara. 

BACA JUGA: Gubernur Minta Umat Hindu di KLU Jaga Keberagaman

Sehingga saat MotoGP di Mandalika, akan menjadi titik khusus untuk berkunjung dan berwisata di Kabupaten Lombok Tengah.

Senada dengan Gubernur NTB, Kadis DLHK Provinsi Ir. Madani Mukarom mendukung pengembangan kampung oksigen di Leneng. 

“Untuk itu jangan putus berkomunikasi dan berkoordinasi, agar yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat kami fasilitasi, untuk mendorong percepatan zero waste,” jelas Madani.

Sementara itu, Camat Praya, Baiq Murniati menyatakan kesiapan wilayahnya terus mengembangkan kampung oksigen.

“Insya Allah kami akan dorong pembentukan kampung oksigen. Karena berawal dari persoalan sampah di Leneng, sehingga berbagai kegiatan berbasis lingkungan terus kami dukung, termasuk bersinergi dengan Pemprov. NTB,” ujarnya.

Selain itu, Ketua Pokdarwis Kampung Oksigen, Lalu Muh. Isnaini menjelaskan, kegiatan kampung oksigen ini berbasis lingkungan.

Merubah perilaku masyarakat seperti mengelolah sampah, dengan memilah dan memilih sampah organik dan non organik. Sehingga perilaku membuang sampah mulai berkurang.

“Kami awali penanganan sampah berbasis rumah tangga, ibu-ibu di edukasi agar memilah sampah organik dan menjualnya ke bank sampah,” jelas mantan Lurah Leneng ini.

Begitupun peran masyarakat terhadap kegiatan di lingkungan terus didorong. Karena persoalan sampah ini bukan masalah tugas, tapi masalah kesadaran. 

Selain itu, menurutnya kelurahan Leneng juga melakukan siaga bersih dan siaga lestari. 

Tidak hanya mengelola sampah tapi membuat biopori dengan Program 1.000 biopori.

Sehingga sekarang masalah banjir akibat sampah dan drainase tersumbat berkurang. Gerakan menanam pohon untuk penghijauan juga secara masif semakin banyak di Leneng.

RangkAian kegiatan yang memanfaatkan sektor pertanian sebagai objek utama, dengan melibatkan paRtisipasi masyarakat aktif yang berada di tengah kota Praya.

BACA JUGA: Hari Pers Nasional (HPB) 2022 Mengangkat Isu Lingkungan

“Dari situlah mulai terbangun agrowisata di tempat kami. Memanfaatkan lahan untuk penghijauan di sekitar IPDN,sehingga tercipta tempat yang sejuk dan indah,” tambanya.

Warga Leneng berdialog dengan gbernur

Ada banyak destinasi wisata di Leneng, satu di antaranya ada “Mini Forest” Portir Indonesia. 

Mini forest dibangun untuk menjaga ekosistem yang dicirikan oleh pohon-pohon yang cukup rapat yang berhubungan dengan masyarakat, dan tumbuhan dari berbagai ukuran untuk menghasilkan siklus air dan oksigen yang baik.

Turut mendampingi Gubernur NTB, Kaban Kesbangpol, BPKAD, Kadis LHK, Kasat Pol PP dan Karo Kesra. Hadir pula pada kegiatan tersebut, Sekcam Praya, Lurah Leneng dan penggiat lingkungan. ***

 

 

 

 




Gubernur Minta Ummat Hindu di KLU Jaga Keberagaman

Gubernur Zulkieflimansyah mengatakan saat bertemu umat Hindu di KLU, agar menjaga keberagamaan dan menjaga kerukunan dengan mempererat tali silaturrahim

BAYAN,KLU.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah meminta masyarakat NTB merawat dan menjaga keberagaman dengan sebaik-baiknya.

gubernur bersama tokoh umat Hindu

Karena Provinsi NTB merupakan daerah yang kaya keberagaman, dari adat istiadat, suku, bahasa, hingga agama yang dianut masyarakatnya sangatlah bervariasi. Karena itu,

“Mari kita jaga keberagamaan, jaga kerukunan dengan mempererat tali silaturrahim,” ungkap Gubernur saat melakukan silaturrahim bersama tokoh agama Hindu di Bayan, Lombok Utara, Minggu (06/02/22).

Bang Zul, juga meminta masyaarkat untuk menganut paham toleransi dengan menjaga persatuan dan kesatuan.

Agar keragaman yang telah berakar di provinsi NTB tidak terpecah-belah akibat isu-isu negatif.

BACA JUGA: Gubernur NTB: Mandalika Siap Pre Season MotoGP 2022

Hal tersebut, lanjut Gubernur, karena Indonesia adalah negara dengan sejuta keberagaman. Keberagamaan yang ada telah menjadi simbol persatuan dan dikemas dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

“Prinsip saling menghargai dan menghormati merupakan pilar yang penting dalam merawat keberagaman,” ungkap Bang Zul dihadapan Bupati Karang Asem, Provinsi Bali yang juga hadir pada kesempatan tersebut.

Sebagai warga negara yang baik, tambah Bang Zul, masyarakat diminta menjaga persatuan dan kesatuan dengan menganut paham toleransi. Jangan sampai, keragaman yang telah lama di rajut di provinsi NTB terpecah-belah akibat isu-isu negatif.

Sementara itu, Ketua Parishada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Lombok Utara, I Nengah Sariana menegaskan, toleransi beragama di KLU perlu dicontoh.

Hubungan persaudaraan antar umat beragama di KLU dan NTB umumnya sejak jaman dulu sangatlah harmonis.

Pesan gubernur, agar menjaga keberagaman

“Meski berbeda keyakinan atau berbeda agama, namun tetap saling menghormati, bahkan saling tolong menolong dan saling mengasihi sebagai sesama saudara,” jelasnya.

Ia menambahkan, belum pernah terjadi gesekan antar agama di KLU. Meski pernah terjadi kesalahpahaman diantara anak muda misalnya, tapi cepat diselesaikan. Mereka cepat rukun kembali, tutur I Nengah Sariana, S.Ag.

BACA JUGA: Media Diajak Sebarkan Informasi Positif Jelang MotoGP 2022

Kedepannya, ia berharap kerukunan dan toleransi beragama harus terus dirawat dan diperkuat sebagai modal utama untuk mewujudkan NTB Gemilang. ***

 

 




Media Diajak Sebarkan Informasi Positif Jelang MotoGP

Gubernu Zul ajak media menyebarkan informasi positif tentang peyelenggaraan event internasional di NTB 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Para insan pers diajak senantiasa menyebarkan kebaikan dan informasi-informasi positif kepada masyarakat, khususnya jelang MotoGP, MXGP, IATC, WSBK dan event internasional lainnya di NTB. 

Gubernur ajak media sebarkan berita baik
Gubernur Zulkiefimansyah

Ajakan itu disampaikan Gubernur Zulkieflimansyah saat membuka Bincang Gemilang dengan tema Hari Pers Nasional Tahun 2022 di” Car Free Day” halaman Kantor Dinas Kominfotik, Minggu (06/02/22)

“Saya berharap masyarakat  dapat menerima informasi-informasi yang positif  mengenai penyelenggaraan event-event internasional di NTB nanti. Ada motogp, MXGP, IATC, WSBK, L’etape Indonesia, dan masih banyak  event internasional lainnya.  masyarakat harus tahu,” harap gubernur.

Menurutnya, dengan informasi yang positif dan realistis, NTB terus mendapatkan kepercayaan dunia. Dampaknya, masyarakat akan merasakan banyak manfaat dari ‘branding’ positif NTB. 

Gubernur Zul juga mengajak para wartawan senantiasa meningkatkan kapasitas. Menurutnya, teknologi metaverse sudah di depan mata. 

BACA JUGA: Gubernur NTB: Sirkuit Mandalika Siap Pre-Season MotoGP 2022

Dikatakan, upgrading kompetensi ini sangat dibutuhkan oleh wartawan-wartawan saat ini. 

“Saat ini masyarakat cenderung hanya membaca judul berita  saja, namun tidak sampai membaca  isi atau pesan dari berita tersebut,“ katanya. 

Gubernur NTB mengatakan, metaverse memiliki potensi yang besar untuk masyarakat bisa berinteraksi, bekerja, belajar dan berkarya. 

Banyak sektor yang dapat diuntungkan, tak terkecuali penyebaran informasi kepada masyarakat di NTB.

“Dengan metaverse ini jiwa, raga dan perasaan kita dapat berada dimana-mana. Sehingga hal ini dapat kita manfaatkan tak terkecuali dalam hal penyebaran informasi yang positif dan informatif,” harap gubernur. 

Senada dengan itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB, Nasrudin, sangat sepakat dengan pernyataan yang disampaikan oleh Gubernur Zul. 

Menurutnya, upgrading kompetensi untuk wartawan-wartawan di NTB, diperlukan agar melahirkan wartawan yang semakin berkualitas.

“Membangun kapasitas wartawan sangat diperlukan tentunya untuk menciptakan wartawan lokal yang berkualitas,” kata Nasrudin.

Ia menyebut Gubernur NTB saat ini memiliki ide-ide yang  visioner. 

BACA JUGA: Peringatan Hari Pers Bersamaan Car Free Day Udayana

“Jadi keinginan saya mengajak teman-teman wartawan agar memahami apa yang diinginkan oleh publik, dan apa yang diinginkan gubernur berjalan selaras demi mewujudkan NTB Gemilang,” ungkapnya.

Mengajak media menyebarkan berita baik
Najamuddin Amy

Sebelumnya, Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB,  Najamuddin Amy menerangkan, Provinsi NTB di tahun 2021  memiliki banyak prestasi yang gemilang.

Salah satunya adalah indeks Kemerdekaan Pers NTB naik signifikan dari peringkat 28 menjadi peringkat 12 di tahun 2021.

“Hal ini terwujud karena kontribusi seluruh teman-teman insan pers NTB, baik itu media cetak, online dan elektronik. Naik dengan nilai mencapai 4,02 poin,” tuturnya.

Najamuddin berharap, dengan kerjasama peningkatan kapasitas para insan pers, serta penguatan diseminasi informasi akan membuat Indeks Kemerdekaan Pers lebih baik lagi di tahun mendatang.

Hadir dalam kegiatan Bincang Gemilang para Asisiten Setda NTB, Kepala OPD lingkup Pemprov NTB dan Insan Pers NTB.***

 




Vaksinasi Booster Digenjot Jelang Event MotoGP

Percepatan vaksinasi booster yang dilakukan Pemprov NTB, secara khusus bertujuan mensukseskan event MotoGP

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB, melakukan percepatan vaksinasi booster bagi TNI, Polri dan masyarakat jelang penyelenggaraan MotoGP 2022.

Di wilayah Kota Mataram vaksinasi booster digelar di Taman Sangkareang Mataram, hari Jum’at (04/02/2022) dengan menyediakan 4000 oisis vaksin.

BACA JUGA: Gubernur Minta Jasa Raharja Antisipasi Hal yang Tidak Diinginkan

Gubernur tinnjau vaksinasi booster
Gbernur Zul tijau vaksinasi

Bukan hanya vaksin booster yang disediakan. Vaksin pertama dan kedua pun juga dilakukan bagi masyarakat secara gratis, dari pagi hingga sore hari di Taman Sangkareang.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah meninjau kegiatan vaksinasi  tersebut. 

Saat itu ia menjelaskan, vaksinasi yang dilakukan merupakan salah satu ikhtiar pemerintah untuk mencapai target sehingga event MotoGP yang akan datang sukses digelar. 

Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB, memberi perhatian secara khusus untuk Kabupaten Lombok Tengah sebagai lokasi penyelenggaraan event MotoGP.

“Khusus Lombok Tengah dosis 1 dan 2  harus 100 persen karena mulai tanggal 7 nanti tamu kita sudah mulai datang,” kata Bang Zul.

Ia menegaskan itu saat mengikuti video conference peninjauan dengan kabupaten dan kota se-NTB di lokasi vaksinasi.

Sementara itu, Kepala Staf Korem  162/WB Kolonel INF Sudarwo Aris Nurcahyo menjelaskan, 4000 disediakan untuk, masyarakat, TNI dan Polri. 

Khusus untuk anak usia 6 hingga 11 tahun disediakan 160 vaksin.

BACA JUGA: 1.308 Atlet Akan Ramaikan L’etape by Tour de France di NTB 

di tengah pelaksanaan vaksinasi booster juga dialkukan vaksinasi untuk anak-ana

“Pelaksanan digelar pada hari ini, dari pagi hingga sore. Melayani masyarakat yang belum divaksin pertama, kedua dan booster untuk wilayah Mataram saja. Vaksinasi seperti ini digelar di masing-masing wilayah dengan dosis vaksin berbeda,” jelasnya.

Harapannya, 4000 vaksin yang disediakan bisa habis dalam waktu sehari. 

Jika tidak habis akan terus digenjot di hari lain hingga target tercapai.***

 




Universal Health Coverage Dilaunching Dinas Kesehatan KLU 

Kabupaten Lombok Utara ditetapkan dengan predikat UHC atau Universal Health Coverage ke 4 di Provinsi NTB

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Lombok Utara menggelar kegiatan launching Universal Health Coverage (UHC) program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), Jum’at (04/02/22).

Kabupaten Lombok Utara ditetapkan dengan predikat Universal Health Coverage

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lombok Utara itu merupakan salah satu upaya peningkatan akses, pemerataan dan kwalitas pelayanan kesehatan serta pelayanan sosial dasar lainnya di KLU, melalui pelaksanaan Universal Health Coverage (UHC). 

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara, dr. H Abdul Kadir, saat launching UHC, Jum’at. 

Menurut Abdul Kadir, Universal Health Coverage (UHC), merupakan program yang memastikan agar masyarakat memiliki akses dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, tanpa harus mengalami kesulitan terkait masalah finansial. 

Dan mempermudah masyarakat dalam pelayanan kesehatan.

BACA JUGA: Bupati Djohan: Layanan Kesehatan Tuntas Bagi Warga KLU

Sejumlah undangan turut di hadirkan dalam rangka KLU UHC, di antaranya, Direktur Perluasan dan Pelayanan peserta BPJS Kesehatan Pusat,  Deputi Dir. Bidang Perluasan Peserta BPJS Kesehatqn Wilayah Nusra, Bupati Lombok Utara,  DPRD KLU, Plt. Sekda, Asisten III Setda KLU, Kadis Kesehatan Provinsi NTB, Kpala PBJS Kesehatan Cabang Mataram Perwakilan Tanjung, Sejumlah Kepala OPD KLU dan Camat serta seluruh Kepala Desa se Kabuoaten Lombok Utara.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara, dr. H Abdul Kadir mengatakan, tujuan pembangunan kesehatan adalah tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

“Agar terwujud manusia Indonesia yang bermutu, sehat, dan produktif ,” katanya.

Tujuan itu selaras dengan upaya untuk mewujudkan Misi ke 3 Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara,yaitu meningkatkan akses, pemerataan dan kualitas pelayanan kesehatan, serta pelayanan sosial dasar lainnya.

Termasuk di dalamnya adalah kewajiban Pemerintah Daerah untuk memberikan jaminan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakatnya, terutama masyarakat yang tidak mampu.

Dalam perjalanannya pelaksanaan program jaminan kesehatan di Kabupaten Lombok Utara, menggunakan dua mekanisme, yaitu terintegrasi dengan BPJS kesehatan dan melalui Program Biaya Berobat Masyarakat Miskin Kartu KLU Sehat (KKS).

Berdasarkan hasil evaluasi, Program Jaminan Kesehatan Daerah yang dilaksanakan dengan pola terintegrasi dengan BPJS kesehatan, memiliki berbagai keuntungan dan kelebihan.

Baik dari sisi pelayanan maupun manfaat jaminan kesehatan yang diperoleh peserta BPJS Kesehatan.

Data jumlah punduduk Kabupaten Lombok Utara pada semester I Tahun 2021, dari 252.949 penduduk,  kepesertaan JKN-KIS Kabupaten Lombok Utara mencapai 240.485 jiwa (95,07 persen).

BACA JUGA: Roadshow di KLU, Kadiskominfotik Ajak Perkuat Sinergi

Terdiri dari segmen kepesertaan PBI-JK sebanyak 57,48 persen, peserta Pekerja Penerima Upah sebanyak 10,02 persen, peserta Mandiri sebanyak 2.5 persen, dan  peserta Pekerja Bukan Penerima Upah/Bukan Pekerja yang didaftar oleh pemerintah Daerah sebanyak 29,71 persen.

“Termasuk didalamnya adalah sharing anggaran dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat,” ucap dr.Kadir.

Layanan kesehatan masyarakat 

Akhir bulan september  Kadis Kesehatan dipanggil Bupati, hadir saat itu Wakil Bupati, Penjabat Sekda, Kepala BPKAD, Kepala Bappeda, Kepala Dinson. 

Waktu itu peranyaan Bupati, “pelayanan kesehatan bagi masyarakat  tidak mampu di KLU, mau diapakan?” 

Semua yang hadir saat itu sepakat untuk UHC. Sejak itu semua lini bergerak  bekerja dan berupaya agar masyarakat  bisa menjadi  peserta BPJS,.

Dana dari PEMDA  diupayakan untuk membayar iuran biaya kepesertaan  BPJS,  

Sekitar awal Oktober, tepatnya 5 oktober 2021, dibentuk tim kerja kecil yang melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan, Dinas Kominfo serta pimpinan BPJS Perwakilan Tanjung, membuat group WA ‘JELAB JARI’.

“Karena kami ingin  data kependudukan, data kepesertaan BPJS  KLU  lebih baik dan  sesuai dengan kenyataan,” tutur Abdul kadir 

Berkat kerja sama yang sangat baik, mendapatkan hasil data kepesertaan yang “Super Mendekati Kenyataan”. 

Komunikasi dengan  Dinas Kesehatan Provinsi dan Asisten III Gubernur juga lebih intens dilakukan terkait dana sharing Pemda KLU dan Pemprov.

Dengan berbagai upaya dan dukungan Pemda beserta pihak terkait lainnya, per tanggal 1 Februari tahun 2022, Kabupaten Lombok Utara ditetapkan sebagai Kabupaten dengan predikat UHC (Universal Health Coverage) yang ke 4 di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Ini berarti bisa dipastikan bahwa seluruh masyarakat Lombok Utara mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan sebagai peserta BPJS Kesehatan,” kata Andul Kadir.

Setelah ditetapkan Kabupaten Lombok Utara sebagai Kabupaten UHC, tugas selanjutnya adalah bagimana meningkatkan kualitas pelaksanaan UHC, melalui upaya optimalisasi layanan kesehatan yang ditujukan untuk memberikan layanan kesehatan yang berkualitas dan memuaskan.  

Masyarakat yang tidak mampu  dapat mengakses pelayanan kesehatan cukup dengan membawa  kartu BPJS, atau kalau tidak punya  cukup dengan menunjukkan KTP/Kartu Keluarga (KK), 

Jika ada masyarakat yang  perlu pelayanan segera dan sifatnya emergency, pemerintah pada hari yang sama  dapat  mendaftarkan masyarakat menjadi peserta BPJS,

Puskesmas mendapatkan Dana Kapitasi dari BPJS  untuk dapat mengelola dana tersebut untuk  meningkatkan pelayanan dan operasional puskesmas.

Puskesmas juga bisa mengklaim dana pelayanan di luar kapitasi.

Bagi RS, RS juga bisa mengklaim  jasa pelayanan yang diberikan kepada masyarakat  kepada BPJS . 

Dengan cakupan kepesertaan UHC sebesar 95,07 persen, potensi pendapatan Kapitasi dan non Kapitasi di 8 Puskesmas bisa mencapai 25 Milyar per tahun. 

Sedangkan potensi pendapatan Rumah Sakit Daerah dari klaim pelayanan non kapitasi bisa mencapai 2 Milyar – 2,5 Milyar per bulan.  

Pendapatan tersebut digunakan untuk membayar jasa pelayanan dan membiayai operasional Puskesmas dan Rumah Sakit setiap bulannya.

Hal tersebut berdampak terhadap berkurangnya beban APBD untuk membiayai seluruh operasional Puskesmas dan Rumah Sakit. 

Dengan demikian diharapkan semua masyarakat dapat terlayani dengan sebaik-baiknya. 

Dan Puskesmas selaku FasIlitas Kesehatan Tingkat Pertama dan Rumah Sakit sebagai Fasilitas Kesehatan Rujukan dapat menjalankan fungsinya dengan optimal dengan mengedepankan standar pelayanan yang berkualitas.

Selain itu, kekompakan semua pihak juga penting sebagai upaya menjaga kondusifitas masyarakat KLU. 

“Ya, ini penting dilakukan, tujuannya agar supaya seluruh warga masyarakat Kabupaten Lombok Utara dapat memiliki kepastian akan jaminan kesehatannya,” kata Abdul Kadir.***

 




Roadshow di KLU, Kadiskominfotik NTB Ajak Perkuat Sinergi

Ajakan memperkuat kolaborasi dan sinergi disampaikan Najamuddin saat roadshow di Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin mengajak Pemerintah Kabupaten Lombok Utara untuk bersama memperkuat kolaborasi dan sinergi, guna desiminasi informasi di tengah kemajuan teknologi.  

Diskominfotik roadshow di KU
Najamuddin Amy

Najamuddin menyampaikannya saat roadshow ke Kabupaten Lombok Utara untuk menindaklanjuti penandatanganan MoU Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah dengan Bupati/Walikota se-NTB.

Ia menjelaskan, MoU gubernur dengan Bupati/walikota se NTB untuk  memperkuat urusan-urusan pekerjaan sesuai tugas dan fungsi diskominfo kabupaten kota. 

Di sisi lain, juga untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi antara Pemprov NTB dengan Pemda Kabupaten/Kota se NTB.

Najam menjelaskan, kunjungan kerjanya merupakan salah satu ikhtiar menyamakan persepsi dan komitmen, tentang poin-poin  dalam PKS. 

BACA JUGA: Olahraga Petanque Harus Pakai Bola Lokal, Ini kata Gbernur NTB

Agar kesepakatan ini bisa berjalan mencapai tujuan bersama.

“Kita ingin semua memahami poin kesepakatan, termasuk Kadis Kominfo Lombok Utara,” kata Najam di Ruang Kerja Bupati Lombok Utara, Kamis (03/02/22)

Ditambahkannya, dalam MOU tersebut betapa pentingnya saling membantu dengan kabupaten kota. 

Termasuk menyebarluaskan informasi potensi-potensi di KLU dan kebangkitan di Gili Trawangan, Meno dan Air. 

Sementara itu, Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu menyambut baik tindak lanjut MOU dengan Pemprov. NTB.

“Ini akan mensinergikan program-program kita k edepan,” kata Bupati H. Djohan yang didampingi Kadis Kominfo Lombok Utara.

Diharapkan Bupati, keberadaan Diskominfotik ini membuat urusan kerja menjadi lebih efektif dan mudah dalam mensukseskan program pemerintah.

BACA JUGA: Belanja Modal APBD NTB 2022, Penuhi Kebutuhan Strategis

“Keberadaan Diskominfotik ini membantu memudahkan urusan kerja di tengah kemajuan teknologi saat ini,” tandasnya.

Silaturahmi tersebut kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama dengan Bupati Lombok Utara.***

 




Bupati Buka Workshop, Ingin KLU Maju Segala Aspek

Membuka workshop yang difasilitasi KOMPAK, Bupati Djohan Sjamsu berharap membangun ekonomi lokal 

TANJUNG.lombokjournal.com~ Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH membuka Workshop Penguatan dan Penyusunan Rencana Aksi Tim Penggerak Replikasi Keperantaraan Pasar Untuk Komoditas Unggulan Daerah Kabupaten Lombok Utara bertempat di Hotel Mina Tanjung, Kamis (03/02/22).

Bupati membuka workshop untuk penguatan ekonomi lokal
Bupati Djohan Sjamsu (tengah)

Workshop itu difasilitasi oleh KOMPAK, dan merupakan kegiatan yang memastikan praktik kelembagaan ekonomi lokal melalui pendekatan Keperantaraan pasar.

Dengan fokus pengembangan Desa Wisata dan hortikultura, guna percepatan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Lombok Utara.

Bupati Djohan mengatakan, Lombok Utara dengan lahan pertanian luas dan produktif harus bisa dimanfaatkan  maksimal.

Selain sektor pariwisata, sektor pertanian harus bisa digalakkan masyarakat.

“Keinginan ke depan, daerah ini maju dari segala aspek. Salah satunya sektor pertanian harus bisa dimaksimalkan pengelolaannya,” tuturnya.

BACA JUGA: Evaluasi DAK Fisik 2021, Persiapan Pelaksanaan DAK Fisik 2022

Menurutnya, KLU dilanda bencana besar yakni Gempa 2018 dan wabah Covid 19. 

“Keberadaan KOMPAK sangat membantu bagaimana membangun ekonomi lokal,” kata bupati.

Ia berharap, kegiatan Workshop nantinya dapat menyimpulkan  satu kegiatan yang dapat membangun ekonomi lokal

Bagaimana bisa mengambil bagian dalam event internasional MotoGP 2022 yang diselenggarakan di Lombok Tengah.

“Atas nama Pemda saya menyampaikan terimakasih pada kompak Karena telah banyak berbuat untuk Lombok Utara,” katanya. 

Menggerakkan ekonomi lokal

Lead Kompak Pusat, Much. Ali berharap melalui kegiatan workshop akan ada output yang bisa menggerakkan kekuatan ekonomi lokal. 

Ia menekankan, nantinya akan ada penguatan bukan hanya di sektor pariwisata tapi juga pertanian. Hal tersebut akan bermanfaat menghadapi efek pantulan dari event Moto GP 2022.

BACA JUGA: Pemprov NTB Kejar Target Bentuk Kota Layak Anak 2022

Turut hadir dalam kegiatan itu Lead Kompak Jakarta Muchlis Ali, Lead Kompak NTB Andy Wahyu Hidayat, perwakilan OPD terkait serta undangan lainnya.***

 




Pengolahan Limbah, Pemprov NTB Siapkan infrastruktur dasar

Kebutuhan infrastruktur dasar pembangungan pengolahan limbah akan dibangun di Sekotonh Barat

MATARAM.lombokjour nal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan anggaran 24 Miliar untuk infrastruktur dasar penunjang pembangunan Pabrik Pengolahan Limbah Medis di Lemer, Sekotong, Lombok Barat.

Berbagai infrastruktur dasar akan dibangun, seperti perbaikan jalan, akses air bersih, listrik, dan infrastruktur lainnya. 

Sekda menjelaskan pembangunan penolahan limbah
Sekda NTB, Lau Gita Ariadi

Sehingga Lemer bisa benar-benar siap beroperasi dengan maksimal dan menjadi lokasi pusat industri limbah dan sampah di NTB.

BACA JUGA: Sinkronisasi Data Blank Spot dan Lemah Sinyal di NTB

“Kenapa kita tertarik Lemer? Ada kepentingan menyelesaikan masalah domestik kita dan peluang untuk mendapatkan PAD ke depan,” jelas Miq Gite, sapaan Sekda, saat Konpferensi Pers di ruang kerjanya, Rabu (02/02/22).

Ir. Madani Mukarom selaku Kepala Dinas LHK NTB dalam kesempatan yang sama menjelaskan, dibangunnya infrastruktur dasar di Lemer merupakan syarat yang diajukan Kementerian Pusat demi dijadikannya Lemer sebagai pusat industri limbah dan sampah.

Harapan ke depan, jelas Kadis, dengan beroperasinya Pabrik Pengolahan Limbah Medis di Lemer, dapat menjadi sumber pendapatan daerah yang besar di kemudian hari. 

“Ini yang akan mendatangkan ratusan miliar ke dalam kantong Daerah,” jelas Kadis. 

Sebagaimana yang diketahui, tambah Kadis, dengan beroperasinya pabrik tersebut, limbah medis dari NTB tidak akan lagi dikirim ke Pulau Jawa.  

BACA JUGA: Musda FKUB KLU, Jadi Penjaga Persatuan Umat

sekitar 24 milyar anggaran disiapkan untuk pmbangunan pengolahan limbah medis

Diharapkan juga nantinya daerah sekitar seperti Bali dan NTT tak lagi mengirimkan limbah medisnya ke Surabaya, melainkan ke Lemer NTB. 

“Ini akan menjadi peluang untuk menambah PAD NTB,” tandas Kadis mantap.***

 




Sinkronisasi Data Blank Spot dan Lemah Sinyal di NTB

Masih banyak terdapat area blank spot dan lemah sinyal di NTB, karena Diskom MEMinfotik NTB itu sinkronisasi data terus diperkuat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB memperkuat sinkronisasi data area blank spot dan lemah sinyal di NTB. 

Sinkronisasi data-data tersebut dilakukan bersama dinas Kominfotik Kabupaten/Kota se-NTB dan sinergi dengan BAKTI Kementerian Kominfo serta penyedia jasa internet di wilayah NTB. 

Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. Najamuddin Amy mengatakan, sinkronisasi data sangat penting,  untuk mendukung tersedianya pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan jaringan internet di wilayah NTB, yang masih terdapat area blank spot dan lemah sinyal. 

Sinkronisasi data blank spot dan lemah sinyal

“Mudah-mudahan sinkronisasi data blank spot dan lemah sinyal ini bisa menjadi atensi Kementerian Kominfo melalui Bakti, Balmon dan provider seperti Telkomsel, XL dan lainnya. Sehingga masyarakat ke depan bisa mendapatkan layanan internet dengan baik,” ungkapnya.

BACA JUGA: Kunker di Bima, Bang Zul Disambut Hangat Warga

Hal itu diatakannya saat mengikuti rapat sinkronisasi data blank spot dan lemah sinya bersama Dirjen SDPPI dan BAKTI Kementerian Kominfo, Provider serta Dinas Kominfotik kabupaten kota se-NTB melalui virtual di Aula Diskominfotik, Senin (31/01/22).

Berdasarkan data blank spot hasil sinkronisasi bersama kabupaten kota menyebutkan, masih terdapat 34 lokasi blank spot di NTB. 

Diantaranya, Lombok Utara sebanyak 9 lokasi, Sumbawa Barat 2 Lokasi, kabupaten Sumbawa 5 lokasi, Dompu 10 lokasi, dan Kabupaten Bima masih terdapat 8 lakosi. 

Sedangkan data lemah sinyal masih berjumlah 69 lokasi di NTB. Diantaranya, Lombok Barat sebanyak 5 lokasi, Lombok Tengah 16 lokasi, Lombok Timur 17 lokasi, Sumbawa Barat 8 Lokasi, kabupaten Sumbawa 8 lokasi, Dompu 2 lokasi, dan Kabupaten Bima masih terdapat 7 lakosi. 

Najam berharap kepada penyedia jasa internet dapat mengoptimalkan layanan jaringan internet, dengan kabel fiber optiknya. Sambil menunggu pembangunan menara BTS dari BAKTI Kementerian Kominfo RI. 

BACA JUGA: Musda FKUB KLU, Menjadi Penjaga Persatuan Ummat

Langkah ini juga untuk mempercepat kebutuhan Masyarakat akan jaringan internet di pelosok-pelosok desa di NTB.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin Amy yang didampingi Kepala Bidang Sandi dan Keamanan Informasi juga memimpin rapat virtual tentang sinkronisasi data blank spot dan lemah sinyal bersama dinas Kominfotik kabupaten kota se-pulau Sumbawa pada Jumat (28/01/22) kemarin. 

Kali ini, rapat secara virtual bersama Dirjen SDPPI dan BAKTI Kementerian Kominfo dan provider wilayah NTB, juga untuk memperkuat sinkronisasi data blank spot dan lemah sinyal secara umum. ***