Event internasional MotoGP berlangsung sukses, kini Pemprov NTB akan mensosialisasikan MXGP melalui Bincang Gemilang di Istana Dalam Loka Sumbawa Besar
MATARAM.lombokjournal.com ~Setelah sukses menyelenggarakan event internasional MotoGP di Sirkuit Mandalika, kini Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai mensosialisasikan pagelaran MXGP di Pulau Sumbawa.
Melalui Dinas Kominfotik menggelar rapat koordinasi bersama Stakeholder, yang dikemas dengan Bincang Gemilang bertajuk “Road To MXGP Samota NTB Indonesia” di ruang kerja Kadis Kominfotik, di Mataram Kamis (24/03/22).
Kepala Diskominfotik, Najamuddin Amy menjelaskan Bincang Gemilang rencananya akan digelar di pelataran Istana Dalam Loka Sumbawatanggal 30 Maret mendatang.
Ia mengajak stakeholder terkait lainnya perwakilan Bank NTB Syariah, Telkom, Telkomsel, Balmon, OJK, Dikbud dan lainnya untuk bersama-sama hadir sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi untuk mendukung sebelum gelaran MXGP di Samota.
Sehingga bisa segera ditindaklanjuti guna memperkuat jaringan telekomunikasi dalam penyelenggaraan event.
Turut hadir rapat tersebut Perwakilan Telkomsel, Telkom, Balmon, Perwakilan Bank NTB, Perwakilan Dikbud dan OJK. ***
Media Berperan Mengantarkan Sukses MotoGP
Pemprov NTB berterima kasih pada media menyampaikan informasi kepada masyarakat sehingga antusiasme dan penyelenggaraan MotoGP sukses
MATARAM.lombokjournal.com ~ Media berperan mengantarkan kesuksesan MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika, yang berlangsung 19-20 Maret 2022 lalu
Media dengan memanfaatkan fasilitas Media Center Indonesia (MCI) di Sirkuit Mandalika, banyak berita baik MotoGP yang disebar oleh para awak media ke seluruh dunia.
Pemerintah Provinsi NTB melalui Sekretaris Daerah, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi dan dukungan para awak mediayang setia, mulai dari pra hingga pasca penyelenggaraan MotoGP di NTB.
Sekda mengapresiasi ratusan media telah berpartisipasi, mulai dari media cetak, elektronik, radio dan online baik nasional maupun media lokal. Serta Radio yang terus menyampaikan informasi di udara.
Lalu Gita Ariadi
“Merupakan peran besar jurnalis dan awak media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sehingga antusiasme dan penyelenggaraan MotoGP sukses digelar,” tutur Miq Gite, sapaan Sekda, di Mataram, Kamis (24/03/22).
Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Dinas Kominfotik NTB telah berikhtiar menghadirkan Media Center Indonesia (MCI) sejak Ajang World Superbike, dan Pre Season MotoGP lalu kemudian diresmikan jelang MotoGP Mandalika 2022, Kamis (17/03/22) lalu.
MCI yang memfasilitasi para awak media secara cuma-cuma ini untuk memfasilitasi dan memberikan kenyamanan, khususnya bagi media yang belum mendapatkan kesempatan untuk masuk ke paddock MotoGP karena keterbatasan ruangan.
Sementara banyak media Indonesia yang ingin meliput balapan dan sisi lain penyelenggaraan balapan di Sirkuit Mandalika.
Kominfo membuka MCI yang berlokasi dekat dengan paddock Sirkuit Mandalika. Sehingga dapat memudahkan para jurnalis untuk meliput dan mendapatkan akses informasi.
Berbagai fasilitas pendukung juga disediakan, seperti jaringan internet berkecepatan tinggi hingga 100 Mbps, mushola hingga makanan-minuman bagi rekan-rekan jurnalis.
Untuk membantu kinerja jurnalis, disediakan juga 20 unit laptop, mesin pencetak (printer), televisi, dan kursi refleksi. Selain itu, ruangan MCI juga dilengkapi enam mesin pendingin ruangan. ***
MotoGP Mandalika 2022, Catatan Transportasi yang Kacau (2)
Dalam perhelatan MotoGP Mandalika 2022, penonton dikecewakan layanan shuttle bus yang kacau, dan petugas pun pasrah. Ini laporan Naniek I Taufan dari Mandalika
MATARAM.lombokjournal.com ~ Kekacauan shuttle bus, dimulai sejak pemberangkatan menuju Mandalika, dan usai perhelatan MotoGP usai.
Bahkan saat penonton harus berjuang untuk pulang dengan berjalan kaki menuju tempat jemputan, dan harus berebutan naik bus, banyak di antaranya harus berpisah dengan rombongan.
Lulusnya Pertamina Mandalika International Street Circuit dalam uji hasil track inspection oleh Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM), Dorna Sports dan IRTA, dengan nilai tertinggi (grade A), merupakan bukti bahwa sirkuit Mandalika dibangun sesuai ketentuan.
Kabar ini diperoleh tanggal 17 Maret 2022 atau sehari sebelum event MotoGP digelar secara resmi.
Ini artinya layak sebagai tempat mengaspal bagi para riders dunia sekelas MotoGP. Dan setelah digelar tiga hari berturut-turut, 18-20 Maret 2022, event ini meraih kesuksesan.
Tapi sukses di sirkuit tentu tidak serta merta berarti semua aspek berjalan baik. Ada kekurangan di sana-sini tentu wajar, mengingat event ini baru pertama kali digelar.
Segala (management) fasilitas khususnya bagi penonton juga baru pertama kali digunakan atau dioperasikan.
Penonton juga rata-rata baru pertama kali datang menonton MotoGP ke Sirkuit Mandalika yang begitu luas, sehingga sangat wajar jika mengeluh soal jarak yang jauh dari satu pintu masuk ke pintu masuk lainnya.
Meski semua masih baru, terutama pihak penyelenggara MotoGP bagian transportasi bus yang disiapkan untuk penonton juga baru bekerja, bukan menjadi alasan pembenaran pada kekacauan yang terjadi di hari pamungkas MotoGP Mandalika.
Sebab, walau transportasi hanya satu dari banyak bagian lain yang sukses dalam event ini, soal amburadulnya transportasi bagi penonton ini adalah sesuatu yang fatal. Panitia rupanya tidak siap dengan managemen transportasi.
Tidak menghitung dengan baik keseimbangan antara penonton yang jumlahnya melebihi 60 ribu orang, yang pasti menimbulkan kerumunan yang luar biasa, dengan ketersediaan jumlah shuttle bus.
Tampaknya pula, keliru menghitung kemacetan yang ditimbulkan dari keramaian yang pasti terjadi yang jelas akan menunda perjalanan bus. Serta tidak menghitung jarak tempuh shuttle bus dari dan ke Mandalika.
Bisa dibayangkan penonton yang menginap di Lombok Utara, yang jarak tempuh rata-ratanya sekitar 2,5,-3,5 jam baru bisa tiba di Sirkuit Mandalika. Artinya shuttle bus yang bertugas menjemput penonton di Lombok Utara via Bangsal, membutuhkan waktu 5-7 jam untuk mengantar ke Mandalika dan kembali ke Bangsal untuk angkutan berikutnya.
Begitu pula dengan penonton dari Mataram yang membutuhkan waktu 1-1,5 jam untuk bisa tiba di Mandalika. Shuttle bus membutuhkan waktu 2-3 jam untuk PP Mataram Mandalika. Belum lagi di titik terjauh Lombok Timur.
Sementara itu puluhan ribu orang menanti bus tersebut dalam waktu nyaris bersamaan di hari yang sama. Semua ingin lekas tiba di Mandalika. Dan semua ingin segera meninggalkan Mandalika begitu MotoGP berakhir di sore hari.
Dan yang melayani transportasi ribuan orang itu hanya sebanyak 278 unit Shuttle bus yang disiapkan Dishub Provinsi NTB terdiri atas 27 bus ukuran besar, 70 bus ukuran medium, dan 181 minibus. Semuanya gratis untuk penonton.
Kemacetan saat pulang
Nanti juga ditunjang angkutan sewa khusus dan alat angkut konvensional, sesuai ketentuan.
Kekacauan soal transportasi ini sesungguhnya sudah dimulai sejak pagi, saat penonton mulai dijemput di titik-titik penjemputan yang sudah ditentukan. Dengan jumlah penonton yang sangat banyak, bahkan di titik penjemputan eks Bandara Selaparang Mataram, medsos sudah mulai riuh dengan keluhan. Shuttle bus yang menjemput sampai agak siang tak tiba-tiba, sementara mereka sudah menunggu sejak pagi.
Apa penyebabnya? Selain bus yang kurang juga akibat kemacetan parah yang terjadi mulai dari depan Bandara Internasional Lombok, lalu di jalur setelahnya dan semakin parah saat mendekati Parkir Barat dan Parkir Timur. Ini yang menyebabkan bus-bus terlambat menjemput penonton.
Akibat lain dari keterlambatan bus, membuat penonton yang sudah tumpah menanti bus, terpaksa harus berebut, dulu-duluan agar bisa segera naik bus. Kemacetan ini bahkan memakan waktu sampai 5 jam dari Mataram hingga ke Sirkuit Mandalika.
Sebab bukan hanya soal kemacetan dalam perjalanan dari Mataram menuju ke Parkir Timur (PT) dan Parkir Barat (PB) yang menyebabkan lamanya penonton tiba di Sirkuit Mandalika, melainkan juga harus berebut bus dari PB dan PT untuk menuju pintu-pintu masuk sesuai dengan zona tiket yang dibeli.
Banyaknya penonton yang memenuhi PB dan PT membuat petugas yang jumlahnya tidak banyak, benar-benar kewalahan. Sopir-sopir dan petugas bus lainnya tak mampu membendung situasi. Mereka terlihat seperti pasrah.
Bus-bus di PB dan PT yang seharusnya menjemput penonton menuju pintu-pintu masuk (gate 1,2 dan 3) sesuai dengan warna dan abjad tiket (merah gate 1, biru gate 2 dan hijau gate 3), sudah tidak lagi sesuai dengan aturannya.
Hal ini terutama saat hari semakin siang dan semua penonton merasa harus segera tiba di tribun untuk menonton sebab mereka juga membeli tiket dengan harga yang tidak murah. Itu baru saat penonton datang ke Mandalika hingga ke pintu masuk masing-masing.
Penonton yang begitu antusias menantikan momen menonton langsung MotoGP di negeri sendiri ini, sesungguhnya sangat menikmati kesempatan yang tidak semua orang bisa datang kembali di Sirkuit Mandalika. Khususnya bagi mereka dari luar Lombok yang harus rela menyiapkan budget bukan semata untuk membeli tiket, melainkan untuk biaya transportasi laut/darat/udara, ke dan dari Lombok.
Biaya menginap dan akomodasi lainnya serta biaya konsumsi selama di Lombok. Ditambah lagi biaya transportasi lokal selama berada Lombok.
Bagaimana tidak, mereka kelihatan asyik-asyik saja. Meski masuk kepanasan dan pulang kehujanan. Termasuk pula ketika angin kencang, hujan yang mengguyur sangat deras disertai petir, yang membuat basah kuyup (penonton di tribun terbuka).
Juga ketika balapan MotoGP ditunda hingga sekitar dua jam akibat hujan deras, semua itu tidak menyurutkan semangat para penonton.
Mereka tetap nikmati semua peristiwa itu, sebagai bagian dari keseruan menonton langsung event internasional sekelas MotoGP yang selama ini hanya bisa ditonton lewat layar kaca. Raungan mesin motor para riders yang dipacu dengan kecepatan tinggi rata-rata di atas 300km/jam, kecepatan riil di aspal lintasan yang bisa dilihat langsung di depan mata itu, tidak bisa dideskripsikan oleh kamera secanggih apa pun.
Kamera tidak bisa menjelaskan hal itu sebaik kenyataannya. Tidak bisa menggantikan emosi penonton saat ‘bertemu’ langsung aksi para riders yang mengaspal di Sirkuit Mandalika Lombok.
Para penonton di hari Minggu (20 Maret), yang tiba sejak pagi di Sirkuit Mandalika bisa menyaksikan seluruh sesi balapan. Mulai dari sesi pemanasan (Warm Up), Moto3 pukul 10:00 wita. Lalu Moto2 pada pukul 10:20 wita dan dilanjutkan kelas MotoGP pada 10:40 wita.
Setelah itu, pada pukul 12.00 wita para pebalap Moto3 akan mulai berlomba sepanjang 18 lap untuk menjadi yang terdepan. Dilanjutkan dengan Moto2 pada 13:20 wita yang melintasi 20 lap. Sementara itu para pebalap utama MotoGP mulai mengaspal sekitar jam 5 sore (seharusnya terjadwal 15.00 wita, ditunda karena hujan) untuk memperebutkan posisi terdepan dalam lomba yang berlangsung dalam 20 putaran.
Sesi utama MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit ini semestinya berlangsung 27 putaran (lap). Tapi karena kondisi lintasan balapan MotoGP dikurangi dari sebelumnya 27 menjadi 20, karena kondisi lintasan aspal terlalu panas karena terik matahari.
“Kami memutuskan mengurangi jarak tempuh balapan untuk menjaga kondisi trek karena masalah aspal,” begitu konfirmasi yang dikeluarkan Franco Uncini, selaku Grand Prix Safety Officer, dikutip dari situs resmi MotoGP.
Semua enjoy dan puas bisa menonton secara langsung. Aksi para riders benar-benar menghibur hati mereka yang dinilai sebanding dengan mengeluarkan biaya tidak sedikit untuk bisa sampai di tribun Sirkuit MotoGP ‘milik sendiri’ ini.
Hal tersebut sebenarnya sempat membuat penonton melupakan kroditnya perjalanan mereka tadi untuk bisa tiba di tribun. Tapi kekacauan transportasi berikutnya, di saat pulang menonton, benar-benar membuat penonton rata-rata mengeluh dan kecewa.
Sekitar pukul 17.30 wita, usai sesi utama MotoGP yang menempatkan Miguel Oliveira, rider dari Red Bull KTM sebagai pemenang Pertamina Grand Prix of Indonesia, penonton sudah mulai berangsur-angsur meninggalkan tribun keluar dari pintu keluar masing-masing. Di sinilah kekacauan yang menyedihkan bagi penonton itu terjadi.
Puluhan ribu orang yang berkumpul secara bersamaan keluar menuju lokasi shuttle bus yang sedianya mengantar mereka ke PB dan PT. bersamaan dengan keluarnya penonton itu, mobil-mobil yang ada di areal parkir dalam sirkuit pun bersamaan ikut keluar.
Alhasil lalu lintas macet. Para penonton yang berjalan di bawah gerimis yang terus turun, awalnya tertib menanti bus di perhentian yang sudah ditentukan. Para petugas lapangan yang mengatur juga terus bekerja.
Tapi, menit demi menit selanjutnya, penonton yang berkumpul itu semakin banyak menjadi lautan manusia yang bergerak menuju titik yang sama. Di saat itu pula, shuttle bus yang diharapkan datang, tidak banyak yang tiba. Karena itu, setiap kali bus tiba, semua berebutan naik sembari saling dorong satu sama lain.
Areal halte yang becek penuh lumpur akibat hujan, tidak lagi dipedulikan oleh penonton. Yang mereka nanti hanyalah segera bisa mendapatkan bus yang akan mengantar mereka ke PB dan PT, tempat di mana mereka memarkir kendaraan atau akan melanjutkan perjalanan dengan shuttle bus juga, menuju tujuan masing-masing.
Rebutan dan saling berdesakan naik bus, membuat petugas lagi-lagi kewalahan. Mereka terlihat pasrah. Membiarkan para penumpang berduyun-duyun berjalan ke arah terjauh di mana mereka bisa menyetop bus lebih cepat. Dan itu jaraknya sangat jauh. Tapi para penonton rela berjalan jauh berkilo-kilo meter demi mendapatkan bus menuju PB dan PT.
Saat ditanya di mana penonton harus menunggu bus untuk menuju PT dan PB? Petugas hanya menjawab lemah.
“Seharusnya di sini, tapi karena semua penonton sudah mencegat bus di ujung jalan yang jauh di sana (sambil menunjuk arah beberapa kilometer), bus tak bisa sampai ke mari,” kata petugas di halte bus pintu 1, pasrah.
Kemacetan parah tak bisa dihindari. Jalan-jalan di depan Sirkuit Mandalika ramai. Mereka yang tidak mendapatkan bus terpaksa berjalan kaki berkilo-kilo meter, berharap bisa menemukan bus. Harapan itu sirna, sebab jumlah bus tidak sebanding dengan banyaknya penonton.
Salah satu peristiwa terjadi di area sekitar pintu 1 Sirkuit Mandalika, penonton akhirnya memaksa bus dengan stiker warna hijau, bertuliskan zona, H,I,J,K, untuk berhenti dan mengangkut mereka menuju PT.
Bus ini sejatinya harus menjemput penonton di pintu 3 zona hijau untuk dibawa ke PT. Tapi perjalanan mereka mustahil sampai ke pintu 3 mengingat ratusan penonton sudah mengerubungi bus yang terlihat dalam keadaan kosong itu. Supir dan petugas bus tak berdaya, sebab para penonton mulai memukul-mukul bus.
Pintu bus pun dibuka, penonton menyerbu naik. Tampak sekali kesedihan, kekecewaan sopir dan petugas bus yang terpaksa tidak bisa melaksanakan tugas menjemput penonton zona hijau di pintu 3.
“Kami ini hanya melaksanakan tugas, bapak-bapak, ibu-ibu seharusnya tolong mengerti bahwa bus ini sesuai warna stikernya harus menjemput penonton di pintu 3 zona hijau. Kalau kami sekarang harus kembali ke PT mengantar bapak-bapak, ibu-ibu ke sana, bagaimana dengan penonton di pintu 3 yang menjadi tanggung jawab kami untuk dijemput,” ujar sopir dan petugas bus, setengah memohon namun tak bisa berbuat apa-apa.
Akhirnya, dengan terpaksa bus ini berputar balik dari depan pintu 1 menuju PT. gagal melaksanakan tugas menjemput penonton di pintu 3 zona hijau.
Akibat peristiwa ini, penonton yang sudah mengantri lama menunggu bus di pintu 3, jelas semakin kekurangan bus penjemputan. Dan tidak mustahil peristiwa ini terjadi di jalan sekitar sirkuit dan di pintu-pintu sirkuit lainnya.
Masalah belum selesai sampai di sini. Hingga sekitar pukul enam sore, bus tidak bisa masuk terminal PT. tertahan dan stagnan jauh dari terminal PT. Selama sekitar 1 jam penonton yang ada di atas bus pun memilih turun dan berjalan kaki menuju PT yang masih sangat jauh. Tak ada pergerakan sedikit pun. Penonton yang turun terpaksa melanjutkan berjalan kaki menuju PT dan tempat-tempat parkir yang jaraknya bisa sampai 30 menit atau lebih jalan kaki.
Ini sungguh membIngungkan. Dan bukan lelucon yang perlu ditertawakan.
Bahkan ada penonton yang sejak dari jam 6 pagi meninggalkan penginapan via Bangsal Lombok Utara dan masih ‘terkurung’ di Mandalika hingga malam hari, tak jua mendapatkan bus untuk pulang. Mereka pun tertinggal oleh rombongan yang sudah terlebih dahulu harus meninggalkan lokasi Mandalika.
Hingga pukul 8 malam, belum juga ada pergerakan yang berarti lalu lintas sekitar PT. Yang membawa kendaraan sendiri, semua stand by di dalam mobil, menanti kapan kemacetan itu terurai. Pada sekitar setengah 9 malam, kendaraan mulai bergerak, namun hanya beberapa meter lalu stagnan. Begitu seterusnya hingga lebih dari pukul 9 malam.
Beberapa saat kemudian, barulah kendaraan yang terkunci di sekitar PT mulai bisa bergerak. Keramaian terlihat masih sangat banyak. Penonton kebingungan menanti bus. 7 orang yang kehilangan jejak rombongannya, terpaksa memohon untuk menumpang di mobil penonton lainnya. beruntung mereka bisa masuk dan ikut hingga ke Mataram.
Mereka berasal dari Pontianak Kalimantan Barat dan Bandung Jawa Barat. Bersama 60 orang lainnya, mereka satu rombongan dan menginap di Lombok Utara. Mengingat jarak tempuh Lombok Utara ke Mandalika yang cukup jauh, mereka berangkat dari hotel tempat menginap menggunakan kendaraan carter rombongan sejak pukul 6 pagi hingga sekitar pukul 9 baru bisa keluar dari Mandalika.
Beruntung rombongan menunggu mereka di Mataram. Kemacetan di perjalanan menuju Mataram juga membuat ke 7 orang ini tiba di Mataram sekitar pukul 11 malam untuk bergabung makan malam dengan rombongan. Lalu jam berapa mereka akan tiba di Lombok Utara? Jika jam 12 malam mereka menuju Lombok Utara, maka bisa dipastikan paling cepat mereka tiba jam 1 dini hari. Sementara esok pagi-pagi mereka harus berangkat pulang via Bali.
Begitulah perjuangan para penonton MotoGP di momen perdana ini. Berjalan kaki, berebutan bus hingga kehilangan rombongan dan tentu saja banyak cerita lainnya yang lebih menyedihkan dari itu akibat tidak siapnya transportasi untuk penonton ini.
Apakah ini akan terulang di MotoGP berikutnya? Jelas puluhan ribu penonton itu tidak menginginkan hal ini terjadi. Perbaikan management transportasi tersebut, wajib dibenahi. Para birokrat tidak perlu banyak bicara dalam jumpa pers-jumpa pers dengan percaya diri mengungkap kesiapan yang semu yang jauh dari kenyataannya. Bekerja dalam diam, itu lebih baik dari banyak bicara tapi tak paham apa yang harus dilakukan dengan tepat.
Kekacauan yang terjadi pada sektor transportasi ini, jelas memperlihatkan sejauh mana kualitas kerja birokrasi khususnya di daerah yang diserahi tugas dan tanggung jawab ini.
Ajang internasional sekelas MotoGP ini semestinya menjadi tantangan bagi birokrasi dalam mengelola kapasitas dan kapabilitasnya dalam mengawal kebijakan-kebijakan yang inovatif.
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi NTB, Adhar Hakim yang mantan wartawan televisi nasional mengungkapkan, bahwa ajang-ajang internasional seperti MotoGP ini sebenarnya adalah sebuah momentum untuk mengklarifikasi berkali-kali, apakah birokrasi di daerah siap bergerak cepat, berinovasi dan dapat bergerak sebagai entrepreneurship birokrasi yang mampu menggalang publik untuk ikut berpartisipasi baik secara ekonomi maupun sosial dunia.
“NTB masih terus harus belajar lebih banyak. Pengembangan konsep kerja birokrasi yang kreatif, inovatif dan memiliki basis wawasan yang kuat soal membaca kebutuhan entrepreneurship sektor wisata amat sangat dibutuhkan. Wisata tidak boleh lagi dibaca hanya dengan skala statistik, soal berapa angka pertumbuhan kamar dan kunjungan wisata, tapi sudah harus melebar pada sektor sosial ekonomi lainnya, seperti potensi UMKM, skill terampil, dan jaringan pengembangan,” begitu kritiknya.***
Pelaku UMKM Dapat Berkah Event MotoGP Mandalika
Event MotoGP di Mandalika beri berkah pelaku UMKM, usaha mereka laris dan terus berprofuksi
MANDALIKA.lombokjournal.com ~ Pelaku UMKM dapat berkah event MotoGP Mandalika yang digelar 18-20 Maret 2022.
Dari gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2022 itu, para pelaku UMKM umumnya meraih keuntungan lebih dari biasanya.
salah seorang pelaku UMKM yang bergerak di sektor kuliner, Baiq Irma asal Lombok Tengah, mengaku usahanya menjadi laris dan hidup dengan adanya event MotoGP di Mandalika.
“Saya senang adanya event MotoGP di Mandalika, usaha kami laris dan terus berproduksi,” kata Irma, Minggu (20/03/22) saat ditemui di bazar UMKM Parkir Barat (PB) Mandalika, Lombok Tengah.
Pemilik UMKM “Dapur Nanet” mengaku berbagai kemudahan yang diberikan oleh pemerintah, sangat membantu usahanya.
“Kami diberikan kemudahan, stand untuk berjualan ini gratis oleh Pemda Loteng,” kata alumni Unram ini.
Selain kemudahan yang diberikan berupa stand sebanyak 44 stand di lokasi Parkir Barat (PB) dan 20 stand lokasi Parkir Timur (PT), UMKM juga dibekali dengan pelatihan untuk menghasilkan produk yang sehat, menarik dan bercita rasa.
“Pemerintah Provinsi NTB, Pemda Loteng dan Kementerian, sering mengundang untuk membimbing kami dengan pelatihan. Termasuk mengkurasi produk-produk UMKM,” tambah Irma.
UMKM “Dapur Nanet” miliknya menjual beberapa kuliner, seperti nasi lalapan, ayam geprek, es jeruk, nasi ayam merangkat.
Irma mengaku, hari pertama dan kedua perhelatan MotoGP keuntungan yang ia dapat hingga dua kali lipat, dibanding hari biasanya.
Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya diselenggarakan dua atau 3 kali setahun. Namun secara rutin dua hingga tiga bulan sekali.
“Terima kasih sebanyak banyaknya, Presiden Jokowi, Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, Bupati Lombok Tengah, karena telah membangun Lombok Tengah sehingga mendunia,” ucapnya.
Hal yang sama disampaikan salah satu pemilik UMKM di bawah asuhan IPEMI Loteng, Baiq Komariah, adanya event MotoGP telah mendatangkan berkah bagi pelaku UMKM.
Produk miliknya, Sate Pusut Ayam Mandiri, dalam sehari bisa terjual hingga 500 kotak. Tidak seperti biasanya, apalagi saat pandemi Covid-19, usahanya tidak banyak berproduksi.
“Sate Pusut Ayam Mandiri kami buat sendiri, karena merupakan makanan khas Sasak Lombok, maka banyak yang meminatinya, dalam sehari bisa 500 kotak lebih terjual,” kata Komariah.
Ia berharap Pemerintah Provinsi NTB, Lombok Tengah dan Pusat, mengadakan acara seperti ini secara terus menerus, agar para pelaku UMKM terus berproduksi dan menggeliatkan ekonomi masyarakat. ***
Sirkuit Diguyur Hujan Petir, Pawang Hujan pun Beraksi
Menjelang race MotoGP, Pertamina Mandalika International Street Circuit diguyur hujan, pawang hujan pun turun ke sirkuit
MANDALIKA.lombokjournal.com ~ Di tengah meriahnya susana Sirkuit Mandalika dengan datangnya Presiden Jokowi, Minggu (20/03/22) siang, penonton di tribun berlarian karena tiba-tiba hujan lebat turun yang disertai petir
Minggu siang ini merupakan waktu yg dinanti-nantikan oleh penonton MotoGP Mandalika 2022.
Presiden Jokowi pada hari Minggu juga hadir
Namun menjelang race MotoGP, Pertamina Mandalika International Street Circuit diguyur hujan. Gerimis mulai turun sejak pukul 14.00 Wita atau setelah berakhirnya balapan Moto3.
Tak lama setelah itu, hujan turun dengan derasnya sehingga para penonton khususnya yg ada di tribun tak beratap memilih berteduh.
Ada pula yang asyik-asyik saja menggunakan jas hujan di bawah guyuran hujan deras disertai sesekali terdengar petir.
Hingga berita ini diturunkan hujan disertai petir masih turun dengan mengguyur sirkuit Mandalika.
Di tengah guyuran hujan, pawang hujan yang akhir-akhir ini fenomenal dan viral bernama Rara turun langsung ke sirkuit Mandalika.
Ia memainkan “mantra” penghalau hujan. Kehadirannya mendapat sambutan riuh penonton, bahkan Para riders dan timnya tersenyum-senyum menyaksikan aksi pawang hujan perempuan ini.
Di Media Center Indonesia Mandalika, para wartawan yang setia meliput sepanjang gelaran MotoGp ini, turut memberi tepukan bagi Sang Pawang dan juga aksi ketawa serta tersenyumnya para riders dan timnya melihat aksi pawang hujan ini.
Sampai saat ini pawang hujan masih “bekerja”. Inilah salah satu keunikan Sirkuit Mandalika Lombok, yang jelas tidak dimiliki sirkuit lain di dunia.
Aksi pawang hujan ini begitu mengundang perhatian dan mendapat sambutan meriah. Harapannya, MotoGP bisa berjalan dengan sangat indah usai hujan berlalu.***
Jaringan Sekolah Islam Terpadu Diajak Bersosial Media
Gubernur Zulkieflimansyah ajak Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSTI) menjangkau ke seluruh dunia
MATARAM.lombokjournal.com ~ Para pengurus Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Wilayah Provinsi NTB diajak memanfaatkan sosial media (Sosmed).
Ajakan itu disampaikan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, agar sekolah dikenal seluruh dunia, tidak hanya dikenal masyarakat Lombok dan Indonesia saja.
Gubernur Zulkieflimansyah
“You Can Reach Everywhere in the World (Anda Dapat Menjangkau Ke Mana Saja di Dunia, red” kata Gubernur Zul saat menjadi keynote speaker dalam acara Seminar Pendidikan dengan tema”Membangun Profesionalisme Guru sebagai Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan di Nusa Tenggara Barat”, di LPMP, Sabtu,(19/03/22)
“Sekarang dengan sosial media, anda bisa menyentuh orang-orang di seluruh dunia dengan cara yang fantastis,” ungkapnya.
“Kita diajarkan untuk tidak mengejar jabatan, tetapi hati kita diajarkan untuk penuh keikhlasan dan kerendahan hati, sehingga tugas dia Sebagai pimpinan adalah menghadirkan kebaikan dan kesejahteraan bagi anggotanya,” tuturnya.
Sementara itu, Yuvita Nurma Yuliana, S.Si selaku Ketua JSTI terpilih mengajak kepada seluruh anggota untuk sama – sama saling membantu dan harus lebih kreatif.
“InsyaAllah kami siap untuk melaksanakan amanah jaringan sekolah Islam terpadu Indonesia wilayah NTB sampai 2026, Kita harus lebih kreatif sehingga sekolah – sekolah NTB kita akan lebih berjaya,” ungkapnya. ***
MotoGP, Hari Minggu Sirkuit Mandalika Dihadiri Penonton Istimewa
Di ajang MotoGP Mandalika, hari Minggu Presiden Jokowi akan hadir di Sirkuit menyaksikan race MotoGP
MANDALIKA.lombokjournal.com ~ Hari kedua pelaksanaan Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2022 di Pertamina Mandalika Circuit, The Mandalika, Lombok, NTB, Sabtu (19/03/22) berlangsung dengan lancar.
Kondisi cuaca juga sangat mendukung walaupun di pagi hari Kawasan The Mandalika sempat diguyur hujan deras disertai angin.
Sebanyak 33 ribu penonton hadir menyaksikan pembalap beraksi di atas aspal Pertamina Mandalika Circuit, dengan rangkaian sesi free practice, kualifikasi, dan race hingga sore hari.
Agenda balapan yang sudah terlaksana di hari kedua ini, adalah final free practice balap Moto3, Moto2, dan MotoGP serta kualifikasi Idemitsu Asia Talent Cup (IATC), Moto3, Moto2 dan MotoGP. Sesi kualifikasi ini kemudian dilanjutkan dengan Race 1 IATC yang diisi dengan 16 putaran (lap).
Kecepatan tertinggi di Pertamina Mandalika Circuit hari ini diraih oleh Marco Bezzecchi dari Mooney VR46 Racing Team yaitu 315,7 km/jam pada saat menjalani kualifikasi.
Sedangkan hasil kualifikasi MotoGP dengan waktu tercepat dicapai oleh Fabio Quartararo, Jorge Martin dan Johann Zarco.
Tuan rumah Indonesia sendiri mencatat prestasi melalui Mario Aji yang berhasil meraih start pada posisi ketiga dan masuk pada barisan 5 pembalap tercepat, pada sesi kualifikasi ajang Moto3 yang berlangsung pagi hari.
Serta Reykat Yusuf Fadillah yang berada pada posisi ketiga pada race 1 IATC.
“Penyelenggaraan event balap internasional pada hari ini berjalan dengan baik dan lancar. Para pembalap menyampaikan, mereka senang dapat berlaga kembali di Pertamina Mandalika Circuit, setelah sebelumnya sempat mencoba Sirkuit ini pada Tes Pramusim pada Februari lalu. Hari ini, banyak pembalap yang meningkatkan performanya dengan mencapai kecepatan lebih tinggi dari kemarin,” ujar Direktur Utama ITDC, Abdulbar M. Mansoer.
Aerobatic Show TNI AU
Event hari ke 2 ini juga dimeriahkan oleh penampilan Aerobatic Show yang melibatkan 6 pesawat dari TNI Angkatan Udara (TNI AU) melintas di langit Mandalika.
Penonton juga dihibur oleh penampilan Feel Koplo, RAN, Maliq & D’Essentials dan Padi Reborn di panggung BNI Mandalika Music Vibes yang digelar di area inner circuit, setelah balapan selesai.
Agenda balapan hari terakhir besok (Minggu, 20 Maret) akan dimulai dengan sesi pemanasan untuk kelas Moto3, Moto2, dan MotoGP di pagi hari, sebelum digelarnya race Moto3 sebanyak 23 laps, Moto2 sebanyak 25 laps, dan MotoGP sebanyak 27 laps siang hari.
Dan di puncak perhelatan MotoGP Mandalika 2022, Sirkuit yang disebut sebagai yang tercantik di dunia ini rencananya akan dihadiri penonton istimewa, eksekutor Mandalika, Presiden RI Joko Widodo yang akan menyaksikan langsung race MotoGP.
“Presiden Joko Widodo direncanakan hadir di Sirkuit untuk menyaksikan race MotoGP,” tambah Abdulbar.
Agenda lain usai gelar MotoGP berakhir yang akan berlangsung besok adalah panggung hiburan dengan penampilan DJ Ninda Felina, Pamungkas, Band Samsons dan Band Slank di panggung BNI Mandalika Music Vibes.
Selain balapan dan berbagai side event di inner circuit, penonton juga dapat menikmati sejumlah event lain yang digelar di dalam kawasan The Mandalika, diantaranya Mandalika Tropical Festival pada tanggal 19-20 Maret 2022 di Tanjung Aan, Festival Jajajan Bango tanggal 18-20 Maret 2022 di Kuta Beach Park, Konser Mandalika Weekender pada tanggal 20 Maret 2022 di Pantai Kuta, Food Truck Festival pada tanggal 18-20 Maret 2022 serta, tidak ketinggalan Pameran UMKM Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Tengah di Parkir Timur 1 Mandalika.
“Dengan berbagai event pendukung baik di dalam Sirkuit maupun di sejumlah titik dalam kawasan The Mandalika, kami harapkan dapat memberikan pengalaman yang tidak terlupakan bagi penonton yang hadir secara langsung di Mandalika untuk menonton balapan MotoGP 2022,” kata Abdulbar, ***
Sirkuit Mandalika, Lolos Homologasi FIM Dengan Grade A
Keberhasilan Sirkuit Mandalika olos homologasi Grade A, karena adanya peningkatan fasilitas sirkuit.
MANDALIKA.lombokjournal.com ~ Pelaksanaan event Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2022 hari pertama, Jumat (18/03/22) di Pertamina Mandalika Circuit, Lombok, NTB telah berjalan baik dan tanpa kendala.
Dalam siaran pers yang disampaikan Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK Mandalika)/The Mandalika bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku bagian dari ITDC Group menulis, agenda balapan yang sudah terlaksana kemarin adalah free practice Moto 3, Moto 2, MotoGP, dan Idemitsu Asia Talent Cup (IATC).
Walaupun di pagi hari sempat hujan deras, namun kemudian hujan sudah berhenti dan cuaca semakin cerah sehingga sesi free practice ini berjalan lancar.
Kondisi lintasan sirkuit juga dalam kondisi yang baik sehingga mendukung pembalap dalam melakoni sesi free practice tersebut.
Jadwal MotpGP hari Sabtu (19/03/22)
Tercatat kecepatan tertinggi mencapai 311,2/km. Suasana penonton juga terpantau tertib dan kondusif serta mengikuti protokol kesehatan yang telah ditentukan, baik di area penonton non seating area, grandstand, VIP hingga di area penukaran tiket.
Pengaturan parkir kendaraan juga berjalan dengan baik sehingga tidak terjadi penumpukan penonton saat memasuki area Sirkuit.
Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer mengungkapkan, berdasarkan hasil track inspection oleh Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM), Dorna Sports dan IRTA pada hari Kamis (17/03/22), Pertamina Mandalika Circuit berhasil lolos homologasi grade A. “Grade A merupakan grade tertinggi yang dimiliki FIM dan juga berarti, sirkuit kami sangat layak untuk menggelar event MotoGP, ” ungkap Abdulbar M. Mansoer.
Homologasi adalah proses pengecekan resmi yang dilakukan oleh pihak FIM untuk memberikan lisensi layak atau tidaknya sirkuit untuk melangsungkan balapan.
Setelah dilaksanakan sesi free practice, hari Jumat (18/03/22), dan balapan hari pertama ini berjalan dengan lancar, tanpa kendala.
Masih ada 2 hari penyelenggaraan, optimistis event ini akan berjalan sukses.
Ia juga mengatakan, keberhasilan lolos homologasi Grade A ini tidak lepas dari sejumlah peningkatan fasilitas sirkuit yang dilakukan oleh ITDC bersama MGPA guna memenuhi prasyarat penilaian homologasi sesuai panduan FIM.
Sebelumnya, Pertamina Mandalika Circuit mendapatkan grade B pada saat penyelenggaran FIM Motul World Superbike (WSBK) tahun lalu.
Peningkatan yang telah dilakukan adalah additional protective devices, track marking, verges and run-off areas, gravel beds, tyre barriers, turn signs, start lights, all along the track, both sides, pit lane axit, starting grid, flag marshal posts, light panel and equipments, track marshal post and equipment, track maintenance, drainage system dan long lap penalty zone.
“Kami membawa event balap ini kembali ke Indonesia setelah penantian yang panjang. Event MotoGP ini bukan hanya milik ITDC-MGPA saja, sehingga kami didukung oleh berbagai kementerian dan lembaga. Kami mengucapkan terima kasih kepada FIM, Dorna Sports, IMI serta seluruh pihak yang telah mendukung kami dalam penyelenggaraan event ini,” katanya.
Direktur Utama MGPA Priandhi Satria mengatakan, pelaksanaan event hari pertama kemarin berjalan lancar, sehingga optimistis event bersejarah MotoGP yang sudah ditunggu selama 25 tahun (sejak terakhir 1997 di Sentul) ini dapat berjalan dengan sukses hingga hari terakhir.
Harapannya kesuksesan event ini akan memberikan momen yang tidak terlupakan bagi pecinta balap tanah air.
“Lintasan sirkuit yang telah kami resurfacing dapat berfungsi dengan baik. Kami juga melihat semua elemen pendukung balapan, khususnya Marshall, telah bekerja sesuai yang diharapkan,” katanya.
Sebanyak 300 Marshall yang bertugas dalam event ini merupakan putra daerah yang telah melalui pelatihan dan kami sangat berbangga, mereka semua telah menunjukkan kemampuan dan kualitas kerja yang sangat baik.
“Bisa dilihat saat Marc Márquez terjatuh tadi, marshall kami terlihat siap dan sigap mengatasi hal tersebut,” ujar Priandhi.
Dan pada hari ini balap hari kedua Sabtu (19/03) akan dimulai dengan qualifying untuk IATC, yang dilanjutkan dengan free practice untuk Moto 3, Moto 2, dan MotoGP. Siang harinya akan diisi dengan qualifying untuk Moto 3 dan Moto 2 masing-masing sebanyak dua sesi serta free practice 4 dan qualifying 1 & 2 untuk MotoGP.
Sementara itu, guna memenuhi kebutuhan penonton, ITDC Group telah menyediakan sejumlah fasilitas di area inner Sirkuit seperti toilet, mushola, mobile ATM, hingga mini clinic. ITDC juga membuka Commercial Booth, antara lain penjualan official merchandise hingga food and beverage, dan food truck di sejumlah titik.
Di samping commercial booth, juga terdapat booth yang menjual cinderamata khas Lombok yang berlokasi di dekat tikungan satu Sirkuit.
“Kami telah berkoordinasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM, Pemerintah Provinsi NTB dan Pemda Lombok Tengah serta Bank Indonesia dalam penyediaan lahan dan tenda bagi para pelaku UMKM. Hal ini kami lakukan guna mendorong usaha ekonomi kreatif lokal yang ada di Pulau Lombok,” katanya.
Selain event utama berupa balapan, penyelenggara juga telah menyiapkan side event untuk menghibur penonton di sela balapan.
Salah satu event yang disiapkan adalah festival musik BNI Mandalika Music Vibes yang digelar atas kerjasama ITDC dan BNI.
Event yang berlangsung selama dua hari (19-20 Maret) ini, akan menampilkan sejumlah musisi top tanah air, diantaranya Slank, Padi Reborn, Maliq & D’Essentials, RAN, Pamungkas, Samsons, Feel Koplo, dan Ninda Felina. Event ini akan digelar di pang- gung utama yang terletak di area inner circuit.
Sembari menyaksikan hiburan musik, penonton dapat menikmati berbagai kuliner di stand UMKM atau membeli merchandise di booth-booth yang berada di area tersebut.
Selain itu, guna menambah semakin maraknya penyelenggaraan MotoGP, juga digelar sejumlah event lainnya di dalam kawasan The Mandalika.
Event tersebut diantaranya Mandalika Tropical Festival pada tanggal 19-20 Maret 2022 di Tanjung Aan.
Juga, Festival Jajanan Bango tanggal 18-20 Maret 2022 di Kuta Beach Park, Konser Mandalika Weekender pada tanggal 20 Maret 2022 di Pantai Kuta.
Dan Food Truck Festival pada tanggal 18-20 Maret 2022 serta, tidak ketinggalan Pameran UMKM Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Tengah di Parkir Timur 1 Mandalika.***
85 Pebalap Dunia Siap Ukir Sejarah di MotoGP Mandalika
Balapan MotoGP Mandalika 2022 yang diikuti 85 pebalap beradu cepat di sirkuit yang disebut salah satu terindah di dunia
MANDALIKA.lombokjournal.com ~ Indonesia kembali menghadirkan sejarah baru di lintasan aspal Sirkuit Internasional Jalan Raya Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat (18/03/22).
Perhelatan MotoGP di Indonesia pernah berlangsung 25 tahun silam, di Sirkuit Internasional Sentul Jawa Barat tahun 1997.
Balapan MotoGP Mandalika 2022 diikuti oleh 85 pebalap dari 42 tim, beradu kecepatan di sirkuit anyar sepanjang 4,31 kilometer dengan 17 tikungan.
Pebalap MotoGP di Istana Kepresidenan
85 pebalap dunia ini siap mengukir sejarah baru mengaspal di Sirkuit yang disebut sebagai salah satu yang terindah di dunia.
Mereka terdiri dari 24 pebalap dan 12 tim di kelas MotoGP, 30 penunggang motor bersama 15 tim untuk Moto2, dan 31 joki kuda besi membela 15 tim Moto3.
Selain itu, akan hadir juga pebalap-pebalap masa depan di ajang Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) yang merupakan karpet merah menuju kelas Moto3 di ajang balap MotoGP.
Ada sekitar 2.500 orang kru dari seluruh tim yang terdiri dari teknisi dan ofisial dari lima benua yang turut meramaikan ajang ini.
Tak ketinggalan pula para petinggi Dorna Sports selaku promotor MotoGP dan IATC seperti Chief Executive Officer Carmelo Ezpeleta dan Managing Director Carlos Ezpeleta. Kegiatan ini juga akan dipantau langsung oleh regulator balap motor dunia, Federasi Motor Internasional (FIM).
Dalam jadwal yang disiarkan pihak MotoGP, kegiatan Jumat diawali oleh dua sesi latihan resmi, pagi dan siang diikuti oleh seluruh pebalap.
Sesi latihan resmi pagi dimulai dari kelas Moto3 yang berlangsung pada pukul 09.00-09.40 Wita. Kemudian dilanjutkan dengan pemanasan di kelas Moto2 pada pukul 9.55-10.35 Wita dan MotoGP (10.50-11.35 Wita) serta IATC (11.50-12.20 Wita).
Sesi latihan resmi siang diawali pukul 13.15-13.55 Wita (Moto3) diteruskan pukul 14.10-14.50 Wita (Moto2) dan MotoGP pada pukul 15.05-15.50 Wita. Latihan resmi Jumat ditutup oleh para pebalap muda IATC pukul 16.45-17.10 Wita.
Menariknya, dalam gelaran MotoGP kali ini, Indonesia terwakili di seluruh balapan. Mereka siap memberikan kejutan di depan publik sendiri.
Di Moto3 ada Mario Suryo Aji, anak muda asal Madiun, Jawa Timur yang membela Honda Asia Team. Mario baru musim 2022 ini mengaspal di ajang Moto3.
Ada pula tim milik Indonesia, dengan label Pertamina Mandalika SAG Team yang bertarung di kelas Moto2 yang diwakili rider mereka, Bo Bendsneyder asal Belanda dan Gabriel Rodrigo dari Argentina. Tim ini telah berlaga di Moto2 sejak 2021 lalu dengan hasil Bendsneyder yang menempati urutan ke lima klasemen umum akhir musim.
Bendsneyder sendiri adalah pebalap Belanda keturunan Indonesia dan diberi sapaan unik oleh para penggemarnya di tanah air, yaitu Mas Bo.
Di kelas MotoGP, ada sejumlah produk buatan Indonesia menempel sebagai sponsor resmi pada satu tim satelit, Gresini Racing. Tim yang berpusat di Italia ini bermaterikan duo tangguh asal Italia yakni Enea Bastianini dan Fabio Di Giannantonio.
Mereka merupakan kuda hitam di MotoGP. Buktinya, Bastianini sudah merebut podium juara pada seri pembuka MotoGP 2022 di Sirkuit Internasional Losail, Qatar, 4-6 Maret 2022 lalu.
Sementara itu, di ajang IATC, Merah Putih diwakili oleh empat pebalap muda Indonesia seperti Veda Ega Pratama, Aan Riswanto, Rekyat Yusuf Fadillah, dan Diandra Trihardika.
Bahkan Veda membuat kejutan dengan naik podium di Losail, 6 Maret 2022. Ia tampil sebagai juara kedua seri pembuka IATC yang khusus digelar di benua Asia.
Marc Marquez dan kawan-kawannya dalam jumpa pers Kamis (17/3/2022) seperti dikutip dari situs MotoGP, menyatakan siap memberi kejutan bagi jutaan penggemar mereka di Indonesia dengan torehan prestasi terbaik dan aksi-aksi memikat di lintasan.
Presiden Joko Widodo, sang eksekutor Sirkuit Mandalika Lombok, dijadwalkan hadir menonton langsung lomba balapan ini pada hari Minggu (20/3/2022), setelah sebelumnya pada hari Rabu (16/3/2022), ia melepas parade 20 pebalap di jalan protokol ibu kota yang juga diikuti dua wakil Indonesia, Mario Aji dan Vega Pratama.***.
Even MotoGP Hari Pertama, Menhub Pastikan Transportasi Jalan Baik
Perintah Presiden Jokowi, Even MotoGP semua harus berjalan baik, Menteri Perhubungan serius benahi transportasi selama perhelatan MotoGP
LOTENG.lombokjournal.com ~ Gelaran MotoGP Mandalika 2022, hari pertama, Jum’at (18/03/22) dimulai.
Sirkuit Mandalika Lombok, hiruk pikuk dengan keramaian baik di dalam maupun di luar sirkuit.
Bus-bus yang mengangkut penonton dari dan ke Sirkuit Mandalika maupun di dalam sirkuit sendiri, mulai berseliweran membawa para penonton menuju gate (pintu-pintu) masuk sirkuit Mandalika.
Untuk mensukseskan seri II MotoGP Mandalika, Presiden Joko Widodo memerintahkan untuk memastikan semua berjalan dengan baik sebab ini merupakan momentum bagi Indonesia agar semakin mendunia.
“Misi presiden membuat Indonesia makin mendunia. Kami dapat perintah untuk memastikan semua (transportasi-red) harus berjalan baik. Kami harus serius,” ungkap Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi.
Budi Karya Sumadi mengungkapkan itu dalam konferensi pers yang digelar di Media Center Indonesia (MCI) MotoGP Mandalika 2022, pada hari pertama balapan, Jumat (18/03).
Transportasi bagi para penonton ini memang menjadi masalah krusial yang harus dipastikan berjalan baik.
Selain memastikan soal transportasi darat, Budi juga mengungkap bahwa pelayanan transportasi udara juga diberikan pergerakan khusus dan ditingkatkan frekuensi dan kapasitasnya, terutama pada tiga hari ini sesuai jadwal balapan MotoGP.
Dan untuk menambah kapasitas angkutnya, pesawat yang digunakan juga ditingkatkan dari jenis ATR ke Narrow Body bahkan ke pesawat berbadan lebar (widebody).
Penerbangan yang akan tiba di Bandara Internasional Lombok (BIL) tersebut adalah kurang lebih 100 flight.
“Kita berikan pergerakan khusus bagi transportasi udara terutama dalam 3 hari ini (18-20 Maret), dengan pesawat berkapasitas lebar (wide body),” ungkapnya.
Pesawat-pesawat ini datang dari tiga titik utama, yakni Jakarta Surabaya dan Bali, dengan jadwal penerbangan sejak kemarin (Kamis-red) sampai hari H hingga hari terakhir MotoGP. Penerbangan dari Bali memang dinilai unik sebab banyak penonton yang menginap di Bali, maka itu didesain secara khusus dengan penambahan penerbangan menuju Lombok.
“Bali agak unik, sebab pada saat ini banyak (penonton) yang menginap di Bali,” ujar Budi.
Selain Jakarta, Surabaya dan Bali, Budi juga menyebutkan Makassar juga ada penambahan, namun tidak banyak.
Dengan penambahan itu, Budi mengakui memang terkesan masih kurang, akan tetapi semua sudah diperhitungkan dan diperkirakan sesuai dengan kebutuhan.
“Memang ada kesan kurang tapi sudah kita perhitungkan dan diperkirakan sesuai dengan kebutuhan,” kata Budi.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto mengungkapkan, ada tiga jenis skenario penambahan penerbanganini, yakni penerbangan tambahan, carter dan positioning flight (standby).
Lebih jauh ia merinci, ada 135 ekstra flight dengan kapasitas 25 ribu penumpang, yang terdiri rute Jakarta – Lombok 19 ribu orang, Denpasar – Lombok 2.718 orang dan Surabaya – Lombok 3.834 orang.
Sementara itu pesawat carter sebanyak 22 flight yang kapasitas muatnya 3.500 orang yang berasal dari Jakarta 12 flight kapasitas 2.023 orang, dari Denpasar ada 8 flight berkapasitas 1.116 orang.
Sedangkan dari Surabaya ada 2 flight kapasitas 460 orang. Ada pula position flight sebanyak 11 flight yang standby di masing-masing titik, Jakarta 6 flight, Denpasar 3 flight dan Surabaya 2 flight.
Sementara itu transportasi laut pun turut ditingkatkan. Kemenhub RI juga menyiapkan kapal laut KM Kelud yang difungsikan sebagai tempat menginap (hotel terapung) bagi penonton yang memiliki tiket MotoGP dan diberikan gratis.
Kapal ini berkapasitas 1.500 tempat tidur yang diberikan 300 tempat tidur untuk Polisi yang di BKO-kan dari luar NTB dan selebihnya, 1000an tempat tidur untuk penonton.
Dan untuk angkutan darat terutama di saat-saat ramainya arus datang dan baliknya penonton, Menteri Budi menugaskan Dirjen Darat darat untuk dapat secara cermat mengatur agar semua berjalan baik.***