Pekerja Migran Diminta Pahami  Cara Kerja di Malaysia

Gubernur NTB Bang Zul beharap pekerja migran Indonesia (PMI) tidak ada yang terlantar di Malaysia 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari NTB diharapkan memahami cara kerja dan apa yang dikerjakan, agar bisa maksimal membantu perusahaan ketika sudah berada di Malaysia.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah berharap, dengan memahami apa yang dikerjakan tidak akan ada PMI yang terlantar.

BACA JUGA: Alumni Ponpes Harus Jadi Inspirasi, Ini Ajakan Gubernur NTB

Pekerja Migran diharapkan jangan terlantar di Malaysia

“Kita ingin para PMI ini bekerja dengan baik, jangan sampai terlantar ketika sudah sampai di Malaysia tidak dapat pekerjaan,” tegas Gubernur NTB.

Ia menyampaikan itu saat menerima silaturahmi Sime Darby Plantation bersama rombongan bertempat di Ruang Kerja Pendopo Gubernur, Mataram, (27/07/22).

Sementara itu, Badrul Hisham Ismail selaku Head Workforce Management Upstream Support mengatakan, ia senang diterima dengan baik oleh Gubernur. 

Ia menjelaskan, kedatangannya ke Lombok untuk perekrutan tenaga kerja sekitar 3.000 orang untuk tahap awal ke Sabah dan Serawak Malaysia.

“Jika nantinya mulai membaik dan lancar sampai akhir tahun ini akan ditambah yang kita butuhkan bahkan sampai 6.000 orang,” ungkapnya.

Terkait kebijakan penghentian sementara pengiriman PMI, diyakini bisa diselesaikan dengan baik. Dan pengiriman pekerja  migran dari Indonesia terutama dari Lombok dapat diteruskan.

“Mengingat, dua begara bersaudara ini memiliki hubungan kerjasama yang baik sebelumnya. Sehingga patut dipertahankan dan diruskaan untuk merekrut lagi tenaga kerja dari Lombok,” kata Hisham Ismail.. 

Baginya, ini adalah awal permulaan yang bagus karena sempat terhenti sementara karena pandemi Covid-19. Dan kini perlu diperbaharui dan dikukuhkan kembali. 

BACA JUGA: Wagub NTB: APBN Harus Dimanfaatkan Sebaik Mungkin

Untuk diketahui, Perusahaan Produksi Minyak Sawit berkelanjutan itu bersertifikat terbesar di dunia, yang berkantor pusat di Selangor Malaysia. 

Selain itu, pihaknya berencana akan mengembangkan by produck sawitnya di NTB. ***

 

 




NTB Zero Waste, Pengelolaan Sampah Harus dari Rumah Tangga

TP PKK Gelar Pelatihan Inotek Intergrasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, untuk wujudkan NTB Zero Waste

MATARAM.lombokjournal.com ~ Jika pengelolaan sampah dimulai dari rumah tangga, maka sebagian besar permasalahan sampah bisa diselesaikan. Pasalnya, 60 persen lebih sampah berasal dari rumah tangga. 

Atas dasar itu, Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menggelar Pelatihan Inotek Intergrasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga kepada anggotanya Se-NTB di Bank Sampah NTB Mandiri, Rabu (27/07/22). 

BACA JUGA: Kiai Mas Mirah, Penyebar Islam sejak Jaman Kerajaan Pejanggik

TP PKK menekankan pengelolaan sampah dari rumah
Hj. Niken Saptarini Widyawati

Hj. Niken berharap pembelajaran dalam pelatihan diberikan secara konfrehensif dan detail. Agar para peserta dapat menyebarluaskan ilmu yang didapat, di tempat masing-masing.

“Intinya kita hari ini belajar dulu sebelum mengajar ke orang lain,” tutur Bunda PAUD Nasional itu. 

Sementara itu, Firmansyah, S. Hut, M. Si, Kepala Bidang PSPP DLHK NTB menuturkan, pelatihan ini merupakan bagian dari gerakan Bersih-bersih Rumah Kita. 

Ia menuturkan, jika ingin mewujudkan cita-cita NTB Zero Waste, semua harus dimulai dari rumah tangga.

Firman melanjutkan inisiasi tim dalam menyelesaikan masalah sampah utamanya adalah ibu-ibu rumah tangga. 

Hal tersebut dapat direalisasikan melalui 3 hal, di antaranya: revitalisasi gotong royong melalui peran serta ibu ibu, edukasi, serta pilah sampah dari rumah.  

BACA JUGA: Gubernur NTB Hadiri Upacara Umat Hindu di Sekotong, Lobar

“Kalau kita ingin membuat NTB bersih bahkan Indonesia, kuncinya dari rumah,” tegasnya. ***

 




Sepeda Unik dari Barang Bekas, Gubernur NTB Pesan 20 Unit 

Mayung menciptakan sepeda unik dengan memanfaatkan barang bekas, Gubernur NTB langsung pesan 20 unit

MATARAM.lombokjournal.com ~ Mayung, asal Kekalek, Kota Mataram benar-benar kreatif yang inovatif dengan sepeda unik dengan memanfaatkan barang bekas.

Gubernur Zul pesan sepeda unik 20 unit
Gubernur Zul dan sepeda unik

Ia bercerita awal mula ide pembuatan sepeda pada tahun 2018, yang bisa dibawa kemana saja dengan memanfaatkan berbagai barang bekas. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Minta KNPI Mulai Berorientasi Ekonomi

“Awalnya saya membawa vespa ingin membawa sepeda kemana-mana, sehingga saya membuat sesuatu yang orang lain belum tepikirkan, lahirlah sepeda unik ini,” tuturnya. 

Mayung menamakan sepeda unik dengan nama 6415 Grand Army Independent Sepeda Gaes, memiliki bentuk unik yang bisa digunakan untuk jalan-jalan dan berolahraga.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengaku kepincut dengan sepeda unik kreatif karya Putra Daerah NTB dengan memanfaatkan barang bekas. 

Tak tanggung-tanggung, Dubernur NTB mengapresiasi karya dari Mayung dengan memesan sebanyak 20 sepeda. 

“Kami pesan 20 unit ya, ini bisa kita persembahkan besok untuk para pembalap WSBK,” ucap Gubernur NTB saat menerima kehadiran sepeda unik di Pendopo Gubernur NTB, Selasa (26/07/22).

BACA JUGA: Sekda NTB Ingatkan Beratnya Tugas Jadi Pengayom Masyarakat

Tentu saja Mayung sangat bangga dan berterima kasih atas apresiasi Gubernur NTB, dan ia pun mempersiapkan diri untuk membuat pesanan 20 unit sepeda pesanan Gubernur.

“Tentu ini menjadi sebuah kebanggaan bagi saya, dipesan sebanyak 20 unit sepeda, nanti akan khusus kita berikan untuk Pak Gubernur,” ujar Mayung. ***

 




Gubernur NTB: Jangan Takut Menulis Cerita Bangsa Sendiri

Ini pesan Gubernur NTB saat menghadiri Haul Akbar Al-Arif Billah Al Qutb Al Imam Fakhril wujud As Syekh Abu Bakar bin Salim RA di Banyuwangi

BANYUWANGI.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengatakan, jangan takut untuk menulis kesimpulan cerita dari bangsa dan daerahnya sendiri, supaya kesimpulan dari cerita tersebut tidak ditulis oleh orang lain.

BACA JUGA: Gubernur NTB Bicara Kemajuan Teknologi dan Merdeka Belajar

Kata Gubernur NTB, jangan takut menulis kesimpulan cerita bangsa sendiri

“If you are not able to write your own conclusion, your conclusion will be written by somebody else. Jadi kalau kita tidak mampu menentukan destiny dari bangsa atau kaum yang kita pimpin, maka destiny dan kesimpulan dari bangsa, daerah dan rakyat kita akan ditulis oleh orang lain,” ujarnya. 

Gubernur Zulkiefliamansyah menyampaikan pesan itu saat menghadiri Haul Akbar Al-Arif Billah Al Qutb Al Imam Fakhril wujud As Syekh Abu Bakar bin Salim RA di Banyuwangi, Minggu (24/07/22).

Bang Zul juga mengundang seluruh tamu undangan untuk datang berkunjung ke Provinsi NTB dan mempelajari berbagai perjalanan sejarah dari Syekh Abu Bakar bin Salim RA di NTB.

“Jadi untuk para hadirin yang kebetulan punya waktu ke NTB, bukan hanya untuk menyaksikan MotoGP dan MXGP di Samota, tapi juga bisa menapak tilasi perjalanan sejarah yang sangat panjang dari Syekh Abu Bakar bin Salim ini di Provinsi kami,” kata Bang Zul.

BACA JUGA: Lampan Lahat, Fragmen Wayang Sasak Taruhannya Nyawa 

Hadir pula dalam acara Haul tersebut yaitu, Al Habib Hasan Bin Ismail Al Muhdhor, KHR Muhammad Kholil As’ad, Habib Muhammad Bin Mundzir Al Musawa dan Habib Hasan Bin Mundzir Al Musawa. ***

 




Bunda Niken Kunjungi Sekolah Pesisi Juang di Ampenan

10 Hak Anak menjadi pembahasan Bunda Niken saat kunjungi Sekolah Pesisi Juang di sekitar pesisir Ampenan 

MATARAM.lombokjournal.com ~ 10 hak anak menjadi pembahasan Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah saat melakukan kunjungan ke Sekolah Pesisi Juang yang berlokasi di Bintaro, Ampenan, Jum’at (22/07/22). 

Bunda Niken membahas 10 hak anak di Sekolah Pesisi Juang
Bunda Niken

Ketua TP PKK Nusa Tenggara Barat itu menyebut hak-hak tersebut, di antaranya Hak untuk Bermain, Hak untuk mendapatkan Pendidikan, Hak untuk mendapatkan Perlindungan, Hak untuk mendapatkan Nama, Hak untuk mendapatkan Status Kebangsaan, Hak untuk mendapatkan Makanan, Hak untuk mendapatkan Akses Kesehatan dan Hak untuk mendapatkan Rekreasi.

BACA JUGA: Gubernur NTB: Rehabilitasi Naskoba Solusi bagi Pengguna

“10 Hak Anak itu sangat penting, untuk melahirkan generasi emas di masa mendatang,” tutur Bunda Niken. 

Ia mengapresiasi inisiatif remaja yang telah memberikan ruang belajar bagi anak-anak di sekitar pesisir pantai.  

“Sekolah Pesisi Juang ini diinisiasi anak-anak muda yang prihatin terhadap anak-anak yang terhenti sekolahnya akibat pandemi. Kemudian mereka membuat sebuah kelompok bersama untuk belajar,” ujar Bunda Niken.

Ia juga mengapresiasi Camat Ampenan, Muzakkir Walad, S.STP, yang telah menganggarkan Gerakan Literasi Berbasis Keluarga di daerah Ampenan.

BACA JUGA: Masyarakat Diajak Menjaga Bahasa Nasional

“Saya mau memberikan apresiasi yang luar biasa kepada pak Camat sudah menganggarkan gerakan literasi berbasis keluarga ini di semua Ampenan. Luar biasa,” ujar Bunda Niken. ***

 

 




Gubernur NTB: Rehabilitasi Narkoba Solusi bagi Pengguna

Gubernur NTB menilai pembangunan  Balai Rehabilitasi Adhyaksa merupakan solusi bagi pengguna narkoba yang bukan pengedar atau bagian dari jaringan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah mendukung langkah Kejaksaan Tinggi NTB mendirikan Balai Rehabilitasi Adhyaksa bagi pengguna narkoba. 

BACA JUGA: Wagub: Penanganan PMK di NTB Berjalan Baik

Gubernur NTB mendukung pembangunan Balai Rehabilitasi Adyaksa
Gubernur Zulkieflimansyah

“Daripada dipenjara tidak membuat pelaku menjadi  baik. Dengan direhabilitasi juga solusi untuk kasus narkoba, yang membuat penjara tidak over kapasitas,” ujar Gubernur menghadiri peresmian Balai Rehabilitasi Adhyaksa di Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma, Selagalas, Jumat (22/07/22). 

Gubernur juga menekankan agar peran penting rumah sakit jiwa sebagai fasilitas pemeriksaan kesehatan psikologi dimanfaatkan pula oleh siapa saja. 

Kepala Kejaksaan Tinggi NTB, Sungarpin mengatakan, Balai Rehabilitasi Adhyaksa dibangun untuk kebutuhan keadilan restoratif bagi pengguna narkoba yang dinilai sebagai korban kejahatan. 

“Ada penilaian (asesmen) dari tim khusus untuk menentukan seseorang pengguna dan bukan pengedar atau bagian dari jaringan,” kata Sungarpin. 

Oleh karena itu, para pengguna narkoba tak harus menghadapi proses pengadilan. 

Kasus narkotika yang terjadi selama ini mendominasi penghuni lembaga pemasyarakatan sebesar  70 persen. 

Pedoman Jaksa Agung nomor 18 Tahun 2001 tentang Penyelesaian Tindak Pidana Narkotika melalui rehabilitasi dengan  pendekatan restorative justice menjadi solusi untuk penanganan narkotika sendiri. 

Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah provinsi dalam upaya pencegahan dan penanganan narkotika, sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi yang baik dengan proses pembangunan yang cepat dan gedung yang terletak dalam komplek RSJ Mutiara Sukma. 

BACA JUGA: Air Pancuran Bertuah di Desa Rumbuk, Lombok Timur

Hadir pula dalam kegiatan peluncuran Balai Rehabilitasi Adhyaksa, Wakil Gubernur, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah, Direktur RSJ Mutiara Sukma dan para Asisten serta kepala OPD.***

 

 




Wagub: Penanganan PMK di NTB Berjalan Baik

Dalam Rakor percepatan penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak, Wagub NTB mengungkapkan, seluruh stakeholder bersinergi menghadapi PMK 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Penanganan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak di NTB berjalan baik. 

Seluruh stakeholder terkait bersinergi dan terus bergerak menghadapi PMK dengan tenang. Bahkan, Idul Adha bisa dilewati dengan lancar. 

BACA JUGA: Sebaran Kasus PMK di NTB Trendnya Menurun

Wagub ungkapkan, penanganan wabah PMK di NTB berjalan baik

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang digelar di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB Kamis, (21/07/22). 

Dalam Rakor tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto.

Penanganan PMK di NTB berjalan baik, karena Pemprov NTB banyak belajar dari penangan kasus Pandemi Covid-19 yang terjadi sebelumnya. Sehingga, treatment penanganannya bisa lebih cepat dan tepat. 

“Banyak hal yang bisa kita adopsi dari pandemi dalam mengatasi PMK,” tutur Ummi Rohmi.

Ke depan, diharapkan proses penanganannya berjalan baik. Sehingga NTB, khususnya pulau Lombok yang berstatus Wabah PMK, terbebas dari penyakit tersebut. 

Hingga kini tercatat, dari populasi hewan rentan PMK (sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi) sebanyak 950.551 ekor di NTB. 

Jumlah kasus, 83.387 ekor, sakit 13.392 ekor, sembuh 69.580 ekor, potong bersyarat 221 ekor dan mati 194 ekor. 

BACA JUGA: Wagub NTB Lepas Dua Wakil Paskibraka Nasional 2022

Sementara untuk vaksinasi gelombang 1 sejumlah 2.400 dosis, vaksin Gelombang 2 sejumlah 2.600 dosis, vaksin Gelombang 3 sejumlah 35.000 dosis. 

Total alokasi 40.000 dosis. Jenis vaksin Aftopor. Suntikan 4.880 dosis. Sisa 35.120 dosis. Kebutuhan 418.721 dosis (sapi dan kerbau). ***

 

 




Sebaran Kasus PMK di NTB Trendnya Menurun

Dengan penanganan yang masif dan baik, sebaran kasus PMK dapat teratasi dan trendnya menurun

MATARAM.lombokjournal.com ~ Jumlah kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi, kerbau dan kambing di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) trennya semakin menurun, seiring dengan penanganan yang masif dan baik.

“Penanganan wabah PMK pada ternak yang merata terjadi di lima kabupaten dan kota di Pulau Lombok, kini mulai dapat teratasi dan trendnya turun,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi,M.Si.

Dengan penanganan yang baik, sebaran kasus PMK MENURUN

Sekda mengungkapkan itu pada rapat membahas perkembangan penanganan PMK yang dipimpin kepala BNPB, Kamis (14/07/22) di Mataram.

Menurutnya, sebaran PMK di NTB, terdiri dari  dua kategori wilayah, yaitu daerah wabah ada 4 Kabupaten, 37 kecamatan dan 424 desa dan kelurahan. 

Sedangkan daerah tertular ada 1 kota, 6 kecamatan dan 19 kelurahan. 

Perkembangan PMK di pulau Lombok, hingga tanggal 13 Juli 2022 berdasarkan data, ada 950.551 ekor populasi hewan rentan PMK yang terdiri dari sapi, kerbau, kambing, domba dan babi. 

Dari angka tersebut, jumlah kasus sebanyak 75.487 ekor, yang sakit sebanyak 14.839 ekor dan sembuh 60.289 ekor. 

Sekda yang juga Selaku Ketua Satgas Penanganan PMK Prov. NTB menjelaskan, setelah dilakukan penanganan dengan pengobatan ternak sakit, isolasi ternak, desinfeksi kandang, dan diberikan vaksin, maka ternak sapi yang terinveksi PMK kesembuhan semakin meningkat.

“Sehingga ternak sapi yang sakit semakin menurun, ini terjadi di semua Kabupaten,” jelas Miq Gite sapaan Sekda.

BACA JUGA: Rapat Asistensi Penyesuaian Perda Pajak Daerah dan Restribusi Daerah

Serapan vaksin ternak juga telah dilaksanakan di 5 Kabupaten/Kota di Provinsi NTB. Namun, kebutuhan vaksin untuk ternak masih kurang, oleh sebab telah dilakukan pengajuan alokasi vaksin yang akan segera dikirim oleh Pemerintah Pusat.

Untuk kebutuhan vaksin yang diterima sebanyak 5.000 Dosis, terdiri dari jenis Vaksin Aftopor dan telah disuntikan sebanyak 4.008 Dosis. 

Sehingga sisanya masih ada 992 Dosis. Kemudian tambahan alokasi vaksin ada 38.000 Dosis. Sedangkan kebutuhan vaksin sebanyak 418.721 Dosis untuk Sapi dan Kerbau.

“Target akhir kami, Provinsi NTB harus bebas PMK,” kata Lalu Gita.

Sementara itu, pihaknya juga akan tetap mempertahankan pulau Sumbawa untuk tetap bebas PMK,

Langkah yang ditempuh seperti menutup masuknya hewan rentan PMK ke pulau Sumbawa, melakukan protokol biosecurity di pintu-pintu masuk (pelabuhan) ke pulau Sumbawa dan mengusulkan vaksinasi di pulau Sumbawa.

“Langkah penanganan PMK, telah kami lakukan, dengan membentuk satgas dan posko, memperketat dan mengawasi lalu lintas ternak, menyediakan dan menyiapkan logistic penunjan seperti antibiotic, melakukan vaksinasi, menyiapkan SDM dilapangan seperti dokter hewan, dan sosialiasi serta edukasi kepadamasyarakat,” ujarnya. 

BACA JUGA: Wagub NTB Lepas Dua Wakil Paskibraka Nasional 2022

Lebih lanjut tambah Miq Gite, bahwa terbentuknya Satgas penanagan wabah PMK di  6 Kabupaten/ kota, termasuk di Kabupaten Sumbawa, menjadi kunci percepatan penanganan kasus PMK pada ternak sapi, kerbau dan kambing di Pulau Lombok, NTB.

“Sehingga,dalam waktu dekat, kepala BNPB berencana akan berkunjung ke NTB untuk meninjau perkembangan penanganan PMK,”ungkap pria yang pernah menjabat Kabag Humas Setda Provinsi NTB ini. ***

 




Wagub NTB Lepas Dua Wakil Paskibraka Nasional 2022 

Dua wakil Paskibraka Nasional dipesan Wagub NTB agar mereka melakukan yang terbaik 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dua perwakilan Paskibraka Nasional asal NTB untuk bertugas di Istana Negara pada 17 Agustus 2022, yakni Melinda Trihapsari siswi SMAN 1 Selong dan Muhammad Talbiah Taranggana siswa SMAN 1 Dompu, dilepas di Pendopo Wagub (14/07/22). 

Saat melepas duta Paskibraka Nasional asal NTB itu, Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan pesan, agar mereka melakukan yang terbaik selama masa pelatihan nanti. 

Namun, para siswa diminta untuk tidak terbebani dan bisa menikmati tiap kegiatan latihan. Wagub juga berpesan untuk dapat menjaga kesehatan selama masa pandemi ini.

BACA JUGA: Pesan Bunda Niken untuk Pengurus APJI NTB

Wagub NTB minta wakil Paskibraka Nasional asal NTB UNTUK MEMBERIKAN YANG TERBAIK

“Harus banyak baca juga agar tau tentang NTB dan bisa menyampaikan kepada teman-temannya. Supaya tertarik datang ke NTB,” pesannya. 

Ummi Rohmi juga meminta kepada seluruh sekolah untuk memperhatikan olahraga yang mensupport tinggi badan siswa untuk ditingkatkan. 

Agar banyak siswa siswi yang memiliki potensi menjadi paskibraka, namun terkendala tinggi badan bisa terbantu.

Sementara itu, baik Melinda Trihapsari maupun Muhammad Talbiah Taranggana sama-sama mengungkapkan akan memberi yang terbaik bagi daerah ketika samapai di Jakarta nanti. 

“Saat sudah sampai di jakarta saya berharap bisa membanggakan nama Nusa Tenggara Barat (NTB) dan saya juga bisa memberikan dan menampilkan hal yang terbaik untuk NTB,” tutur dedare asal Rakam Lombok Timur tersebut.

Sementara Muhammad mengaku, akan menampilkan tarian tradisional asal daerahnya, agar teman-temannya bisa mengenal NTB. 

BACA JUGA: Bunda Niken Himbau UMKM Lokal Terus Berinovasi

“Saya adalah perwakilan dan putra terbaik dari NTB, jadi kalau saya sudah sampai di Jakarta saya akan menampilkan tarian-tarian tradisional dan juga membanggakan provinsi Nusa Tenggara Barat,” tandasnya. ***

 




Pemuda di FKUB Diharapkan Berikan Edukasi Melalui Sosmed

Gubernur Zulkieflimansyah kegadiran pemuda di FKUB dapat mengedukasi kerukunan umat melalui sosmed

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kehadiran generasi muda dalam kepengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi NTB, diharapakan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat melalui sosial media (Sosmed).

Gubernur berharap, permuda di FKUB mengedukasi kerukunan umat di sosial media

Sebab, beragam konflik antar umat beragama terjadi di tengah masyarakat melalui sosial media (sosmed). 

BACA JUGA: Ikatan Alumni Universitas Mataram Silaturahmi ke Gubernur

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengatakan itu saat menerima audiensi Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang berlangsung di Ruang Kerja Gubernur NTB, Rabu (13/07/22).

“Peta konflik yang ada saat ini banyak dari sosial media. Yang muda dapat memberikan edukasi melalui sosial media tersebut,” terangnya. 

Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB juga mengatakan, selain peran serta generasi muda, peran perempuan juga dibutuhkan dalam kepengurusan. 

“Keterwakilan dari unsur wanita diharapkan ada dipengurus harian harus ada,” kata Bang Zul.

Sekretaris FKUB Provinsi NTB, Dr. H. Muslihun berharap agar FKUB dapat menjadi mitra bagi Pemerintah Provinsi NTB dalam rangka menjaga kerukunan umat beragama. 

BACA JUGA: Investasi Didukung Tapi tak Boleh Lupakan Warga Lokal

“Karena kalau langsung pemerintah yang menangani secara langsung, maka penyelesaian persoalan keagamaan akan lebih mudah, antara Toga Toma dan pemerintah harus bersinergi dalam rangka menjaga kerukunan umat beragama,” ungkapnya. ***