Paskibraka Provinsi Dikukuhkan, Ini Pesan Sekda NTB

Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka dilakukan Sekda NTB, diharapkan anggota Paskibraka rileks dan santai tapi laksanakan tugas dengan baik

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi NTB dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke – 77 tahun, dikukuhkan di Pendopo Tengah Gubernur NTB, Selasa (16/08/22).

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, H. Lalu Gita Ariadi yang melakukan pengukuhan itu percaya dari hasil gemblengan para pelatih yang mrlakukan pelatihan dengan sebaik-baiknya. 

BACA JUGA: NTB akan Canangkan Masyarakat Sadar Inflasi

Paskibraka diharapkan santai tapi melaksanakan tugas sebaik-baiknya
Paskibraka Peovinsi NTB

“Persiapkan waktu yang tersisa dengan sebaik-baiknya denga istirahat, relaksasi, jangan terlalu dibebani dengan hal-hal yang sifatnya trauma. Santai-santai saja laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” pesan Miq Gite. 

Diharapkan berbagai rangkaian menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia dapat berjalan lancar, salah satunya pengibaran 10 Juta Bendera.

“Semoga segala rangkain yang telah kita lakukan dan akan kita laksanakan termasuk rangkaian pengibaran 10 juta bendera merah putih semuanya berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan,” kata Sekda..

Ia mengucapkan terimakasih kepada seluruh stakeholder yang berpartisipasi dalam prosesi pengibaran 10 juta bendera merah putih.

BACA JUGA: 40 Partai Politik Sudah Mendaftar ke KPU

“Tadi siang juga sudah dilkukan pengibaran bendera di pantai Pandanan, Insha Allah segera kita lakukan pengibaran di puncak Gunung Rinjani dan puncak gunung Tambora sebagai tugas yang telah disiapkan,” tutur Miq Gite sambil mengucapkan terima kasih kepada segenap panitia yang telah mempersiapkan acara ini. ***

 

 




NTB akan Canangkan Masyarakat Sadar Inflasi 

NTB akan canangkan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan melalui Desa Berdaya dan Tanggap Inflasi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Rapat Koordinasi (Rakor) Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GN-PIP) Provinsi NTB, membahas Pencanangan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GN PIP) Provinsi NTB, Selasa (16/08/22).

Yakni upaya gencar gerakan masyarakat sadar inflasi secara nasional akan dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah Prov Nusa Tenggara Barat. 

Rakor ini dihadiri Kepala Kantor Perwakilan  Bank Indonesia (BI) NTB, Heru saptaji, Kepala Biro Perekonomian selaku Sekretaris TPID, Kadis Ketahanan Pangan, Sekretaris Dinas Pertanian,  Plt. Kadis Kominfotik NTB, Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Mataram.

BACA JUGA: Harga Sayur Naik, Masyarakat Dianjurkan Bijak Berbelanja

Menganjurkan masyarakat NTB MENANAM SAYURAN
Menganjurkan menanam sayur di pekarangan

Kepala BI NTB  menjelaskan, pentingnya membangkitkan kesadaran masyarakat akan pengendalian inflasi pangan. 

Untuk di NTB bertepatan dengan HUT RI 17 Agustus mendatang akan dilakukan pencanangan (kick off) GN-PIP, ditandai dengan launching 7 program strategis antara lain, membentuk   77 desa berdaya dan tanggap inflasi. 

Selain itu akan dilakukan gerakan Urban Farming, menanam 7.700 bibit cabe merah, memasifkan operasi pasar murah di seluruh kab/kota se NTB, gerakan menanam holtikultura di 7 pondok pesantren dan 7 kampus se NTB, memperkuat kerjasama antar daerah (KAD) untuk memperkuat tersedianya bahan pokok masyarakat, dan literasi inflasi bagi masyarakat NTB.

Kepala BI NTB, Heru Saptaji menambahkan, kegiatan  operasi pasar murah di seluruh Kab/Kota  minimal dua kali sebulan, KAD antar pengusaha dan juga OPD. 

Selain itu rencana penerapan pengendalian inflasi pangan ini akan diikut sertakan pada gelaran upacara bendera pada Rabu 17 Agustus 2022 di Kantor Gubernur.

Dan akan menjadi program bagi sejumlah kabupaten kota yang akan turut berpartisipasi hingga akhir tahun mendatang. 

BACA JUGA: 40 Partai Politik Sudah Mendaftar ke KPU

Selain itu dalam pencanangan tersebut, akan melibatkan setidaknya tujuh Perguruan Tinggi (PT) dan juga tujuh Pondok Pesantren (Ponpes) dengan harapan mampu memberikan kontribusi bagi NTB dalam hal pengendalian terhadap inflasi pangan.

Dan kegiatan ini akan tetap selalu digaungkan di media sosial pemprov atau seluruh media sosial OPD dengan fokus pada Literasi Inflasi. ***

i




Harga Sayur Naik, Masyarakat Dianjurkan Bijak Berbelanja

Dengan melambungnya harga bahan dapur, TPID NTB ini menganjurkan masyarakat manfaatkan pekarangan dan berlanja sesuai kebutuhan 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dalam dua minggu terakhir harga kebutuhan pokok, seperti tomat, cabe merah dan beberapa jenis sayuran lain mulai melambung.

Naiknya harga kebutuhan dapur ini menjadi beban masyarakat,membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan pokok dapur. 

Selain itu dengan naiknya harga kebutuhan bahan bumbu masakan ini berdampak pada komoditi yang dibeli menjadi  lebih sedikit.

BACA JUGA: Gubernur NTB Resmikan Rumah Adat Palung Dalem, Lotim

mensiasati kenaikan harga sayur, masyarakat dianjurkan bijak berbelanja

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB, Heru Saptaji menyatakan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTB menghimbau masyarakat lebih bijak dalam berbelanja. 

Bijak berbelanja dimaksud pemerintah yakni masyarakat hendaknya berbelanja sesuai kebutuhan.

“Jangan lupa cermati harganya cerdas dan bijak belanja,” kata Heru di Mataram, Senin (15/08/22). 

Heru Saptaji menganjurkan, lakukan pola konmsumsi yang bervariasi. 

Dan tentu di tengah harga harga kebutuhan naik, pemerintah menganjurkan masyarakat untuk mencari alternatif sebagaimana dianjurkan pemerintah. 

“Di antaranya, yakni belanja sesuai kebutuhan,” katanya. 

Ia menambahkan, alternatif lain mensiasati harga kebutuhan pokok yang naik yakni  dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur-mayur seperti cabe, tomat dan lainnya.  

Untuk menanam sayur-mayur di rumah tidaklah ribet. Tips dan trik tanam cabe dan tomat sudah banyak di internet, tinggal mengikuti panduannya. 

BACA JUGA: Atasi Stunting di NTB, HBK Peduli Bagikan Telur Ayam Segar

“Kuncinya jika harga kebutuhan naik, tidak perlu risau. Namun masyarakat harus mencari alternatif lainnya,” ujar Saptaji.

Dicontohkan, jika harga cabe rawit merah naik, bisa diganti dengan cabe hijau, namun rasanya nendang dan terpenuhi rasa pedasnya. 

Selain itu membiasakan di rumah memakai sambal olahan atau cabe bubuk dan pedasnya sama-sama nempel, tambahnya. 

Menyinggung komoditi lainnya seperti bawang merah, minyak goring atau kebutuhan lainnya yang dirasakan masyarakat naik, Heru menghimbau untuk memperolehnya melalui Operasi Pasar (OP) murah.

“Harganya di OP kan lebih murah dan pengeluaran jadi lebih hemat dan harganyapun bersahabat,” tutup Heru.***

 

 




Industrialisasi di NTB Tercermin dari Perkembangan SMK

Gubernur NTB mengaku senang melihat perkembangan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang cepat menangkap ide-ide industrialisasi

LOTIM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyatakan, perkembangan yang berlangsung di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) saat INI merupakan cerminan dari salah satu program unggulan Pemprov NTB, yaitu Industrialisasi.

Ia mengatakan itu saat menghadiri acara HUT SMKN 1 Sikur di Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (13/08/22).

BACA JUGA: Vanili dari NTB, Produk Unggulan Terbaik di Indonesia

Gubernur NTB nilai SMK cepat menangkap Industrialisasi

“Saya senang sekali melihat perkembangan SMK kita,” kata Gubernur.

Dikatakan, jika orang bertanya Industrialisasi yang sering diomongkan Gubernur, bisa dilihat di SMK yang paling cepat menangkap ide-ide industrialisasi. 

Pada kesempatan tersebut, Bang Zul berkesempatan meresmikan kelas Wirausaha Gerai Tefa Pujasera yang dibentuk oleh SMKN 1 Sikur. 

Nantinya, di kelas tersebut para siswa akan diajarkan bagaimana cara menjadi entrepreneur sejati, yang mampu melahirkan usaha sehingga akan berdampak pada peningkatan ekonomi daerah.

“Saya membayangkan kalau kelas kewirausahaan ini berhasil, maka semua desa kita akan hidup. Karena anak-anak kita di samping ada gelar dari lulusan SMK, punya kemampuan untuk melahirkan usaha. Kalau usaha ini ada di setiap desa, kecamatan, kabupaten, tentu ini sangat luar biasa dampaknya untuk ekonomi kita,” jelas Bang Zul.

Selain itu, Bang Zul turut menyaksikan Pendandatangan PKS antara SMKN 1 Sikur dengan Perusahaan Pariwisata Malaysia serta Bank Syariah Indonesia. 

Bentuk dari PKS tersebut yaitu Pelatihan Hospitality untuk tenaga pengajar SMK se-NTB.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 1 Sikur, Hasbi Ahmad M.Pd, yang menyampaikan, rata-rata pendapatan para siswa yang menjadi Wirausahawan Gerai Tefa Pujasera lumayan besar, yaitu Rp 1.000.000/hari.

“Dari laporan Gerai yang kami terima, rata-rata mereka mendapatkan income perhari/permalam 1 juta. 10 Gerai berarti ada 10 juta yang didapatkan oleh anak-anak kami yang berjualam tiap malam,” katanya,

Hasbi Ahmad mengatakan akan berkoordinasi dengan para desa yang berada di Kecamatan Sikur untuk tetap bersinergi. 

BACA JUGA: Rayakan Tahun Baru, Gubernur NTB Ajak Bersyuklur

“Mudah-mudahan program Bumdesnya nanti bisa kita sinergikan untuk sama-sama meningkatkan roda ekonomi di Masyarakat,” tutunya.

Turut mendampingi Gubernur pada acara tersebut, yaitu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB serta Kepala Biro Adpim Setda Provinsi NTB. ***

 

 

 




Vanili dari NTB, Produk Unggulan Terbaik di Indonesia

Pelepasan ekspor produk unggulan Vanili tahun 2022 dari NTB menunjukkan progres yang sangat signifikan 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Setelah dilakukan salah satu pendampingan perbaikan produktivitas dengan mendatangkan ahli vanili dari Balai Penelitian Tanaman dan Obat (Balittro) dinyatakan, salah satu vanili terbaik di Indonesia itu ada di NTB.

Pelepasan ekspor Vanili tujuan Amerika Serikat merupakan salah satu kegiatan dan bentuk dukungan terhadap percepatan dan penguatan ekspor di Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Akreditasi dan Sertifikasi RS Syariah, Tingkatkan Mutu RS di NTB

Kata Sekda NTB, di NTB vanili bisa hidup dan jadi yang terbaik

Pelepasan ekspor Vanili dilakukan Sekda NTB Lalu Gita Ariadi, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Jum’at (12/08/22).

“Di NTB vanili bisa hidup dan jadi yang terbaik, di Lombok-Sumbawa, jadi tidak hanya harus tembakau, ada potensi-potensi lain yang punya harga pasar bagus,” kata Miq Gita.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Heru Saptaji juga menyampaikan, ini adalah salah satu komitmen penuh untuk kita terus genjot ekspor non tambang.

“Kalau kita lihat perjalannya, pada tahun 2020 sebesar 1.4 kemudian di 2021 meningkatkan 2.4, dan sekarang meningkat jd 6.5 ton, terjadi progres yang sangat signifikan” kata Heru. 

Komitmen dari BI, bagaimana program sisi hulu ini harus juga inline dengan program quality control yang melekat di dalamnya. 

Selain itu juga ingin melihat bagaimana turunan produk olahan dari vanili di NTB. 

Sisi hilir pasar yang di bentuk juga diturunkan menjadi produk olahan turunan berupa powder vanili. Sehingga diharapkan petani-petani bisa ikut semakin berkembang.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Mataram drh. Arinaung, M.Si juga menyampaikan, ini adalah salah satu bentuk keberhasilan yang dicapai. 

Namun capaian itu masih sekitar 10 persen dari potensi pasar. 

BACA JUGA: Desa di Lotim Didorong Jadi Desa Wisata Berbasis Sampah

“Oleh karena itu potensi kita sangat besar, kami menyampaikan juga temuan di lapangan bahwa ada potensi ekspor kita untuk vanili organik yang kita harapkan dapat dikembangkan, karena petani kita ternyata juga mampu menghasilkan vanili organik yang berkualitas internasional,” katanya. 

Dengan kembali mengirimkan ekspor komoditas vanili yang merupakan salah satu produk unggulan di wilayah NTB, menjadi harapan agar perekonomian di NTB terus semakin membaik.

“Pemerintah daerah senantiasa memfasilitasi bagaimana proses-proses ekspor unggulan ini dapat terus kita tingkatkan” tutup Miq Gita. ***

 

 




Desa di Lotim Didorong Jadi Desa Wisata Berbasis Sampah

Wagub NTB PUJI Desa Dasan Lekong menjaga lingkungan dengan program lingkungan yang kreatif sejak empat tahun lalu 

LOTIM.lombokjournal.com ~ Komitmen Desa Dasan Lekong, Lotim sebagai satu satunya Desa Wisata berbasis sampah di Lombok Timur bahkan di NTB, membuat Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah mendorong semua desa naik ke level nasional. 

Menurutnya, komitmen Desa Dasan Lekong menjaga lingkungan dengan program lingkungan yang kreatif sejak empat tahun lalu sangat baik. 

BACA JUGA: Wagub NTB Ingatkan agar Balita Tiap Hari Konsumsi Telur 

Wagub NTB dorong desa wisata berbasis sampah

“Baik sekali kalau predikat itu bisa naik secara nasional karena tak banyak desa wisata kita yang berbasis sampah,” ujar Wagub.

Ia menyampaikan itu di Gedung Serbaguna Raden Patik Wadira, Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur, Jumat (12/08/22). 

Wagub menambahkan,  kreatifitas dalam gerakan  menjaga lingkungan berdampak pada kesehatan dan pendidikan. Karena generasi yang pintar berasal dari generasi sehat. 

Itu sebabnya, masyarakat yang sudah kompak dan memiliki pemimpin yang memahami persoalan membuat kegiatan akan berkelanjutan. 

Mulai dari memilah sampah yang tidak menimbulkan penyakit, mendaur ulang sampah di bank sampah, dan menghidupkan aktifitas Posyandu Keluarga dengan memperhatikan gizi anak. 

Juga diingatkan, agar kasus stunting bisa dihilangkan. 

Wagub mengapresiasi pembangunan gedung serbaguna yang mampu menaikkan pendapatan desa. 

Namun diingatkan, tujuan pembangunan desa dalam Sustainable Development Goals atau SDGs, desa fokus pada layanan dasar pembangunan sumber daya manusia. 

“Asalkan pembangunan tidak selalu diprioritaskan untuk infrastruktur saja,” tambahnya. 

Pilah sampah dari rumah

Kepala Desa Dasan Lekong, Lalu Muhammad  Rajabul Akbar mengatakan, desa nya akan memulai program biogas dari sampah agar bisa swada bahan bakar gas. 

Dalam kegiatan program pilah sampah dari rumah, warga telah memulainya sejak pagi dengan clean up. 

BACA JUGA: Remaja NTB Tidak Boleh Ada yang Kurang Darah

Beberapa hasil daur ulang sampah desa ini diantaranya batu hias berbahan styrofoam dan kain yang tidak terurai yang dirangkai kegiatan berbagi makanan dengan 600 orang warga desa. 

“Kami akan berikhtiar dengan desa wisata berbasis sampah yang sudah ditetapkan oleh Pemkab Lotim agar menjadi desa wisata berbasis sampah nasional,” katanya. ***

 

 




Remaja NTB Tidak Boleh Ada yang Kurang Darah

Komitmen remaja NTB untuk bebas Anemia, Wagub NTB mengingatkan pentingnya asupan gizi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Remaja Provinsi Nusa Tenggara Barat berkomitmen untuk bebas dari anemia. 

Qagub NTB menekankan remaja NTB tidak boleh ada yang kurang darah
Acara Aksi bergizi para siswa

Hal tersebut diserukan siswa siswi sekolah dalam acara Aksi Bergizi yang dirangkaikan dengan Peringatan HUT RI KE-77 di Kantor Gubernur,  Jumat (12/08/22).

BACA JUGA: Wagub NTB Ingatkan, Balita Tiap Harus Konsumsi Telur

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah berpesan, agar jangan lengah memperhatikan asupan gizi sehari-hari. 

Seringkali anemia atau kurang darah terjadi pada remaja bukan karena tidak ada makanan tetapi kurang memperhatikan asupan gizi

Karena itu, edukasi pentingnya asupan gizi perlu dilakukan. 

“Jangan lengah. Anemia terjadi bukan karena tidak ada makanan, tapi karena tidak ada asupan gizi. Kita setiap hari harus makan makanan bergizi,” pesan Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi juga berpesan, selain menganjurkan sarapan pagi namun yang penting harus dilihat juga komposisi makannannya. 

Karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral haruslah lengkap. NTB sendiri memiliki program minum tambah darah sekali seminggu bagi remaja sekolah. 

“Di NTB tidak boleh ada remaja kita yang kurang darah. Kalian harus perhatikan kesehatan kalian,” seru Wagub. 

BACA JUGA: Masyarakat Bayan Antusias Menyambut HUT RI

Selain aksi meminum tablet tambah darah bersama, Acara aksi bergizi tersebut juga dirangkaian dengan acara senam bersama yang dilakukan sebelumnya, serta sarapan dan makan buah bersama. ***

 

 




Gubernur NTB Berbagi Pengalaman Pemulihan Ekonomi di NTB

Hasiri SEME 2022, Gubernur NTB berbagi pengalaman tentang Perkembangan Ekonomi Pasar Sosial di NTB pasca pandemi Covid-19

LOTENG.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc hadir dalam acara workshop The Social and Ecological Market Economy 2022 (SEME 2022) dengan tema Strategy for Economic Development for Post-Pandemic Recovery di Novotel Lombok Resort and Villas, Lombok Tengah, Rabu (10/08/22).

Pada kesempatan tersebut, di hadapan para akademisi yang mayoritas berasal dari luar NTB, Gubernur berbagi pengalaman tentang Perkembangan Ekonomi Pasar Sosial di NTB pasca pandemi Covid-19.

Beberapa di antaranya yaitu bagaimana strategi yang telah dilakukan NTB untuk memulihkan dan menumbuhkan perekonomian pasca pandemi. 

BACA JUGA: Kunjungan Konjen RRT, Gubernur NTB Ingin Perkuat Kerjasama

Gubernur NTB mengatakan, menumbuhkan perekonomian pasca pandemi dengan membuat event internasional 
Gubernur Zulkieflimansyah

Salah satunya strategi yang dijelaskan Bang Zul, sapaan akrabnya adalah menjadi tuan rumah event-event besar internasional. 

“Kenapa kita sangat serius menjadi tuan rumah event-event besar internasional seperti MotoGP, WSBK dan MXGP, karena itu semua ada maksudnya untuk membangun ekonomi. Perlu ada strategi yang melingkar. Dengan kata lain, satu event internasional seperti MotoGP punya eksternalitas positif ke banyak sektor-sektor lain yang memaksa pemerintah pusat untuk hadir bersama kita di NTB. Impactnya pun is so powerful,” jelas Bang Zul.

Industrialisasi pun menjadi strategi NTB selanjutnya untuk memulihkan ekonomi. Dijelaskan Bang Zul, pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada proses industrialisasi.

Ia percaya, pertumbuhan ekonomi itu bergantung pada industrialisasi. Kalau diberi kesempatan, UKM-UKM di daerah tertinggal itu pasti bisa. 

“Selama pandemi kami di NTB ini telah mampu melahirkan lebih dari 5000 UMKM dengan produk-produk lokalnya. UKM kita mampu membuat apa saja asal ada pembelinya, setelah pandemi disinilah kemudian peran pemerintah untuk mengendalikan kemudinya,” tutur Gubernur.

Selain itu, ia juga menyatakan, sains dan teknologi juga secara tidak langsung bisa menumbuhkan perekonomian. 

Pemerintah NTB banyak membuat beasiswa untuk belajar ke NTB dan mengirimkan mahasiswanya ke luar negeri.

Menurutnya sains dan teknologi itu penting, ia membangun universitas teknologi disini karena IPM di bagian timur Indonesia  sangat rendah

“Jadi kita memberikan beasiswa untuk masyarakat di bagian barat Indonesia agar menempuh studi disini. Kami juga mengirim mahasiswa NTB ke luar negeri, ketika pulang mereka tidak hanya jadi pengusaha handal tetapi menjadi pelayan publik yang luar biasa,” ujarnya.

BACA JUGA: Gelis untuk UMKM, Gubernur Sambut Baik Mahasiswa SKSG UI

SEME 2022 sendiri merupakan sebuah workshop yang diselenggarakan oleh Universitas Paramadina Jakarta dan Yayasan Konrad-Adenaeur-Stiftung Jerman. 

Kegiatan ini berlangsung sejak tanggal 7 Agustus hingga 11 Agustus 2022.

Turut hadir mendampingi Gubernur pada kegiatan tersebut yaitu Kadiskop dan UKM Provinsi NTB serta Karo Adpim Setda Provinsi NTB. ***

 

 




Kades Diminta Prioritaskan Bangun Kesehatan di Desa

Wagub NTB minta Kades fokus dalam penggunaan anggaran dana desa untuk penanganan kesehatan di desa

LOTENG,lombokjournal.com ~ Pembangunan desa diminta fokus bangun kesehatan, dan seharusnya anggaran desa harus diprioritaskan untuk peralatan dan penghargaan untuk kader posyandu.. 

Penegasan itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalillah menegaskan, di Posyandu Melati di Dusun Bongor, Desa Batu Nyala, Kecamatan Praya Tengah, Rabu(10/08/22).

BACA JUGA: Wagub NTB Konsisten Mengawal Posyandu Keluarga

Wagub NTB minta prioritaskan anggaran desa untuk Posyandu

“Stunting itu program nasional dan berbasis pembangunan berkelanjutan. Anggaran desa harus lebih banyak untuk peralatan dan penghargaan pada kader Posyandu,” ujar Wagub. 

Menurutnya, prioritas ini karena sektor kesehatan dasar yang diampu oleh Posyandu Keluarga bisa menyelesaikan masalah lebih besar. 

Penanganan gizi, stunting, bayi, balita, ibu hamil dan lansia memastikan sumberdaya manusia siap mendukung program pembangunan lainnya. 

Wagub minta Kepala Desa fokus dalam penggunaan anggaran dana desa, karena anggaran yang dibutuhkan setiap tahunnya juga tak terlalu besar namun signifikan karena tepat sasaran. 

Wagub juga meminta Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di desa bekerja profesional dan berkelanjutan. 

Sementara itu, Kepala Desa Batu Nyala, HM Zaenudin mengakui meski kasus stunting menurun setiap bulannya, akumulasinya masih terbilang besar. 

“Per bulan ini masih ada belasan kasus dari 45 kasus di bulan April lalu”, sebutnya. 

Ia menjelaskan, beberapa fasilitas Posyandu juga masih terdapat kekurangan seperti alat timbang digital dan penunjang lainnya. 

BACA JUGA: Posyandu Aktif, Angka Stunting Optimis Bisa Turun

Namun ia memastikan para kader Posyandu mendapatkan honor standar setiap bulannya. Iapun memastikan perbaikan anggaran kesehatan melalui Posyandu.

Di desa yang sama, Wagub juga mengunjungi Posyandu Keluarga di Dusun Tembeng dan meminta kader Posyandu memastikan kecukupan protein telur bagi balita dan meminta kegiatan pelayanan tetap aktif dilakukan. ***

 

 

 




Kunjungan Konjen RRT, Gubernur NTB Ingin Perkuat Kerjasama

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyambut baik kunjungan Konjen RRT, dan diakuinya China memberikan inspirasi untuk NTB terutama di bidang pariwisata dan industrialisasi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB,  H. Zulkieflimansyah menyampaikan keinginannya untuk memperkuat kembali program kerjasama yang telah terjalin sebelumnya antara Provinsi NTB dan RRT. 

Hal itu disampaikan Gubernur NTB saat menerima kunjungan dari perwakilan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (Konjen RRT) Denpasar di Ruang Tamu Utama, Kantor Gubernur NTB, Selasa (09/08/22). 

Menurut Gubernur, China telah banyak memberikan inspirasi untuk NTB terutama di bidang pariwisata dan industrialisasi. 

BACA JUGA: Pakar Menjawab, Mengapa Orang Tua Zaman Sekarang Memberi Nama ‘ribet’ untuk Anak?

Gubernur NTB menyambut baik kunjungan konjen RRT
Gubernur Zulkieflimansyah dan Konjen RRT, Zhu Xinglong

“China ini memberi banyak sekali inspirasi terutama mengenai pariwisata dan industrialisasi. Kami belajar dari China bagaimana suatu provinsi di China itu industrialisasi dan teknologinya canggih-canggih,” tutur Bang Zul sapaan akrabnya.

Terdapat beberapa program-program menarik yang disampaikan Gubernur, di antaranya keinginan mengirim rutin beberapa ASN ke China untuk belajar dan berharap adanya direct flight China-Lombok. 

“Kami ingin mengirim 5-6 orang kita disini untuk belajar disana, terutama pariwisata dan pengelolaan sampah, supaya nanti mereka pulang bisa bawa inovasi. Kami juga harap agar ada direct flight dari China ke Lombok, karena airport kita ini sudah kelas dunia, international events juga banyak disini, tempatnya cantik, kuliner luar biasa,” jelas Bang Zul.

Selain itu Halal Food Industry, Pertukaran Pelajar dan Project Kereta Gantung pun turut dibahas Gubernur di hadapan Konsul Jenderal RRT. 

Menurut Gubernur, NTB ingin belajar dari Tiongkok tentang Halal Food Industry. Perusahaan-perusahaan China bisa berkunjung ke NTB untuk mengembangkan hal tersebut. 

“Melanjutkan juga kerjasama mengirimkan mahasiswa kami ke China seperti sebelum Covid. Serta rencana kesinambungan dan kontinuitas project kereta gantung, Mudah-mudahan bisa ditindaklanjuti,” tambah Bang Zul.

Menanggapi hal tersebut, Konsul Jenderal Zhu Xinglong menyambut baik program-program kerjasama yang disampaikan Gubernur NTB

Zhu Xinglong mengaku sangat setuju, kedua belah pihak memang harus melakukan kerjasama dalam berbagai bidang. 

“Kami juga sudah sepakat menjalin kerjasama dalam 5 bidang dengan Indonesia, yaitu Politik, Teknologi, Budaya, Maritim dan Ekonomi,” kata Mr. Zhu.

Ia juga berharap agar seluruh kerjasama yang telah terjalin sebelumnya antara Provinsi NTB dan RRT dapat terus dipertahankan. 

BACA JUGA: Posyandu Aktif Angka Stunting Otomatis Bisa Turun

“Bersama dengan Bapak Menko Luhud sejak 2014, kami di Denpasar sudah menjalin hubungan baik dengan pemerintah NTB. Melalui kerjasama yang ada semoga bisa terus terjalin,” lanjutnya.

Sebagai informasi, kedatangan Konsul Jenderal Konjen RRT di Denpasar ke Provinsi NTB juga dalam rangka untuk menyerahkan bantuan sembako kepada warga NTB.

Turut hadir mendampingi Gubernur dalam kunjungan tersebut, yaitu Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Kadis Sosial Provinsi NTB, Kepala BRIDA NTB dan Kepala Biro Adpim Setda Provinsi NTB. ***