Kebijakan Pemerintah Harus Tegas dalam Penciptaan Kawasan Ekonomi 

Membangun Linkages antara Pengembangan Ekonomi Daerah dan Pengembangan Ekonomi Kawasan, diperlukan ketegasan kebijakan Pemerintah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Membangun beberapa pengembangan kawasan ekonomi di daerah diharapkan menjadi enzim untuk percepatan ekonomi daerah.

BACA JUGA: Bang Zul Minta OPD “Bela dan Beli Produk Lokal’ di NTB Mall

Sekda minta kebijakan pemerintah tegas dalam regulasi termasuk intensif yang diberikan
Lalu Gita Ariadi

“Point berekonomi adalah bagaimana menciptakan kawasan-kawasan ekonomi,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi saat menjadi narasumber FGD Penyusunan Rancangan Awal RPJPN 2025-2045 dan RPJMN 2025-2029  Bidang Politik Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan Internasional dengan tema “Peranan dan Potensi Daerah dalam Penguatan Diplomasi Ekonomi”, Kamis (19/08/22), di Hotel Lombok Astoria.

Menurutnya, Pemerintah harus tegas memberikan regulasi berserta insentif yang diberikan, apakah itu kawasan industri, ekonomi khusus atau perdagangan bebas.

Kemudian untuk mendukung kegiatan ekspor, Pemerintah Pusat juga harus konsisten memanfaatkan potensi alam yang dimiliki, memberikan insentif pada penerapan energi terbarukan.

Wisnu selaku Direktur Kerjasama Pembangunan juga menekankan, peran dan potensi daerah sangat dibutuhkan untuk menciptakan kondisi ekonomi yang optimal.

Perlu kita ketahui bersama, ketidakpastian global seperti Covid19, dinamika politik yang tidak menentu, seperti konflik di berbagai belahan dunia seperti Ukraina dengan Rusia, juga adanya kemajuan di era digitalisasi teknologi ini, juga tidak dapat dihindari yang akan terus mempengaruhi kebijakan ekonomi.

Hal-hal seperti ini tentu akan menjadi pertimbangan pada saat menyusun perencanaan ke depan. Namun hal ini tentunya dapat diantisipasi dengan menyusun dokumen perancanaan yang afektif dan kualistik. 

“Jadi perlu melibatkan stakeholder,” kara Wisnu.

Kebijakan Pemerintah 

Sekda Provinsi NTB menyampaikan tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam membangun ekonomi, di antaranya Politik Domestik, Pembangunan Kewilayahan, dan Global partnership.

“Untuk sisi politik domestik, jadi memproyeksikan 20 tahun ke depan, 2045 tidak luput dari bagaimana konstelasi politik. Bagaimana kebijakan pemerintahan, apakah kepada perjalanan kita ke depan ekonomi membaik kemudian fiskal menguat, maka menteri keuangan sudah siap untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan pembangunan dan bidang kemasyarakatan,” kata Miq Gita.

Harus memperhitungkan faktor laut sebagai insentif yang harus diberikan bersama dengan daerah memperhitungkan komponen luas daratan. 

“Ini perlu diantisipasi sehingga daerah kepulauan sama majunya dengan daerah daratan,”  ujar Sekda. 

Aspek global partnership, dalam SDG point 17 menyebutkan global partnership.

Padahal untuk mendapatkan kemajuan persaingan dan lain sebagainya, betapa global partnership ini dibuka untuk memberikan keleluasaan kesempatan berkembang dengan sebaik-baiknya dan ini harus dipersiapkan dari sekarang.

“Kalu kita bersifat defensif, tidak aktif keluar maka negara kita hanya akan menjadi pasar  dari produk-produk dan tidak mampu menikmati persaingan pasar global sedemikian rupa,” lanjut Miq Gita

Ke depan secara nasional angka kemiskinan ini menjadi isu yg harus di tuntaskan dan harus berada di satu digit.

BACA JUGA: Kurma, Potensi Dikembangkan Jadi Komoditas Baru NTB

Kemudian Human development index, kualitas pendidikan, kesehatan masyarakat, kegiatan ekonomi melalui kegiatan investasi perlu terus di dorong. Di NTB ada kawasan Ekonomi khusus dan lain sebagainya yang harus terus dipacu.

Jadi kaitan dengan pembangunan ekonomi Harus selalu dikawal  Pemerintah Provinsi, dan kabupaten/kota juga harus memberikan dukungan itu sehingga investor dari luar masuk ke Indonesia agar meningkatkan kegiatan ekonomi. ***

 

 




Bang Zul Minta OPD ‘Bela dan Beli Produk Lokal’ di NTB Mall

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB diminta Gubernur Bang Zul jadi target pasar NTB Mall 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemprov NTB diminta mengaplikasikan bela dan beli produk lokal melalui NTB Mall.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyampaikan hal tersebut saat menerima silaturrahim Direktur Utama NTB Mall, Indah Purwanti Ningsih, SE dan Kepala Dinas Perdagangan NTB serta Tim lainnya. Bertempat di Pendopo Gubernur, Mataram (17/08/22).

BACA JUGA: Pemprov NTB Dukung Gerakan 1000 Wirausaha dari Mahasiswa

Bang Zul minta agar OPD Lingkup Pemprov jadi segmen pasar NTB Mall

Pertemuan tersebut, dalam rangka evaluasi terkait kinerja Semester 1 NTB Mall. 

Gubernur menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada tim yang terlibat walaupun belum sempurna. 

Selain itu, Bang Zul sapaan akrab Gubernur, menginginkan NTB Mall jelas segmen sasarannya terutama Dinas OPD Lingkup Pemprov NTB.

“Yang jelas target pasarnya OPD Lingkup Pemprov NTB, dan tamu OPD saat berbagai event digelar di NTB, sehingga perlu dilakukan pembenahan terkait strategi pemasarannya,” tegasnya.

Disebutkan Bang Zul, menjadi tolak ukur NTB Mall ini adalah penjualan terus meningkat dari waktu ke waktu. 

Sehingga NTB Mall ini terus berkembang dan bisa mengakomodir para pelaku UMKM yang ada di NTB.

Sementara itu, Direktur Utama NTB Mall Indah Purwanti Ningsih, S.E., mengatakan masih sangat minim OPD yang berbelanja di NTB Mall, walaupun sudah dikirimkan surat melalui Sekda dalam hal kewajiban OPD berbelanja. 

Ini menjadi salah satu kendala pemasaran yang belum tuntas.

“OPD berbelanja disini masih minim, lebih banyak dari luar daerah terutama tamu-tamu OPDnya yang sering belanja terutama aneka kuliner sebagai oleh-oleh mereka,” jelasnya.

BACA JUGA: Upacara Peringatan HUR RI ke 77, NTB Menggapai Puncak Mimpi

Ke depan ia berharap sesuai arahan Gubernur NTB meminta OPD Lingkup Pemprov bisa berbelanja. 

Agar  OPD melaksanakan bela dan beli produk lokal melalui NTB Mall. Kerena belanja di NTB Mall cukup mudah secara online maupun offline. ***

 

 




Rangkaian Peringatan HUT ke-77 RI di NTB Berakhir

Paskibraka telah menurunkan bendera merah putih, menandai berakhirnya rangkaian peringatan HUT RI ke 77 di NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pasukan Pengibar Bendera Pusakan (Paskibraka) Provinsi NTB Tahun 2022 menandai berakhirnya rangkaian peringatan HUT ke-77 RI di NTB, dengan upacara penurunan  bendera merah putih di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Rabu (17/08/22) sore. 

BACA JUGA: Penyerahan Remisi untuk Narapidana Dihadiri Gubernur NTB

Menanda berakhirnya peringatan HUT RI ke 77
Upacara Penurunan Merah Putih

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi dengan mengenakan pakaian adat Sasak bertindak sebagai Inspektur Upacara Penurunan Bendera.

Setelah bendera berhasil diturunkan, Tim Paskibraka Provinsi mendapat tepuk tangan yang meriah dari para tamu undangan. 

Selanjutnya, Komandan Upacara yakni Ajun Kombespol Harianto S.H, S.I.K Polda NTB melapor ke Sekda, upacara telah selesai. 

Sekda pun menginstruksikan agar upacara dibubarkan.

“Bubarkan,” ucap Sekda Miq Gite memberi instruksi.

Upacara Penurunan Bendera di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB berjalan dengan khidmat, sederhana, dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sebagai informasi, Hari Kemerdekaan RI ke-77 mengambil tema, “Indonesia Pulih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”.

BACA JUGA: Upacara Peringatan HUT RI ke 77, NTB Menggapai Puncak Mimpi 

Turut hadir pada upacara penurunan bendera tersebut, Kepala OPD Lingkup Provinsi NTB, TNI/POLRI serta para pelajar dan mahasiswa. ***

 

 




Upacara Peringatan HUT RI, NTB Menggapai Puncak Mimpi

Dalam upacara Peringatan HUT RI ke 77 bertema ‘Indonesia Pulih Cepat, Bangkit Lebih Kuat’, Pemprov NTB ajak masyarakat siap berubah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-77, menggelar upacara bendera di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Rabu (17/08/22). 

Danrem 162 Wira Bhakti, Brigadir Jenderal Sudarwo Aris Nurcahyo yang menjadi Inspektur Upacara, menyampaikan sambutan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah.

BACA JUGA: Paskibraka Dikukuhkan, Ini Pesan Sekda NTB

Pemprov NTB Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke 77

“Dua tahun lebih ini kita menghadapi tantangan dan ujian. Kecemasan sosial hingga tekanan ekonomi sangat dirasakan,” ucap Danrem 162/WB.

Namun, lanjutnya, di tengah keterpurukan dan pelemahan ekonomi, semua elemen bangsa bergerak dan bergotong royong mewujudkan harapan agar kondisi bisa kembali normal seperti sedia kala.

Perekonomian berangsur pulih di tengah pandemi Covid-19, tak terlepas dari kinerja pemerintah dan gerakan masyarakat, yang bersinergi untuk mencapai pemulihan di semua sektor sehingga siap menghadapi tantangan global. 

Hari Kemerdekaan RI ke-77 mengambil tema ‘Indonesia Pulih Cepat, Bangkit Lebih Kuat’. Tema tersebut memberi pesan kepada seluruh masyarakat agar siap berubah menghadapi dunia yang penuh disrupsi. 

“Melihat perkembangan dalam dua tahun terakhir, kita terus membangun semangat, membuat terobosan-terobosan baru demi menguatkan pondasi,” ucap Danrem.

Lanjutnya, tak terkecuali di NTB beragam kebijakan terlahir menjadi solusi saat NTB diterjang gelombang pandemi. 

“Alhamdulillah, selama musibah itu berlangsung, kita berhasil mencatatkan prestasi dan kinerja positif mewujudkan NTB Gemilang,” jelas Inspektur Upacara. 

Beberapa program unggulan Pemprov NTB pun gencar dilakukan pemerintah dan para stakeholders demi mewujudkan puncak mimpi, yaitu NTB Gemilang. 

BACA JUGA: Pemprov NTB Dukung Gerakan 1000 Wirausaga dari Mahasiswa 

“NTB Gemilang bukan sekedar mimpi,” katanya.

Dibutuhkan keberanian dan kerja keras untuk menggapai puncak mimpi

Melalui implementasi program unggulan 1000 Cendikia, NTB Zero Waste, Revitalisasi Posyandu, 99 Desa Wisata, Industrialisasi dan sektor strategis lainnya, kita bergerak simultan sesuai visi-misi membangun NTB Gemilang, lanjutnya. 

Terakhir, dalam sambutan yang dibacakan terselip pesan Gubernur, menyambut Pemilu dan Pilkada serentak pada tahun 2024 mendatang, masyarakat diminta berpartisipasi aktif untuk menyukseskannya. Dan tidak mudah tersulut provokasi, fitnah dan anarkisme.

“Di tahun 2024, kita akan kembali melaksanakan Pemilu dan Pilkada serentak, saya sangat berharap seluruh masyarakat berpartisipasi aktif untuk menyukseskannya dengan mengedepankan politik yang santun, mencerdaskan dan bermartabat,” ucap Brigjen Sudarwo Aris Nurcahyo.

Gubernur NTB dan Sekda NTB dalam upacara peringatan HUT RI ke 77
Gubernur NTB dan Sekda NTB

Ditegaskan, kerugian besar akan kita hadapi apabila pilkada diciderai oleh munculnya provokasi, fitnah dan anarkisme. 

“Mari kita jaga momentum pembangunan yang telah tampak jelas jalan dan arahnya ini,” kata Inspektur Upacara. 

Hadir dalam upacara peringatan tersebut yaitu, Gubernur NTB, Wakil Gubernur NTB, Sekretaris Daerah NTB, dan seluruh Kepala Perangkat Daerah Lingkup Provinsi NTB. ***

 

 

 




Paskibraka Provinsi Dikukuhkan, Ini Pesan Sekda NTB

Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka dilakukan Sekda NTB, diharapkan anggota Paskibraka rileks dan santai tapi laksanakan tugas dengan baik

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi NTB dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke – 77 tahun, dikukuhkan di Pendopo Tengah Gubernur NTB, Selasa (16/08/22).

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, H. Lalu Gita Ariadi yang melakukan pengukuhan itu percaya dari hasil gemblengan para pelatih yang mrlakukan pelatihan dengan sebaik-baiknya. 

BACA JUGA: NTB akan Canangkan Masyarakat Sadar Inflasi

Paskibraka diharapkan santai tapi melaksanakan tugas sebaik-baiknya
Paskibraka Peovinsi NTB

“Persiapkan waktu yang tersisa dengan sebaik-baiknya denga istirahat, relaksasi, jangan terlalu dibebani dengan hal-hal yang sifatnya trauma. Santai-santai saja laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” pesan Miq Gite. 

Diharapkan berbagai rangkaian menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia dapat berjalan lancar, salah satunya pengibaran 10 Juta Bendera.

“Semoga segala rangkain yang telah kita lakukan dan akan kita laksanakan termasuk rangkaian pengibaran 10 juta bendera merah putih semuanya berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan,” kata Sekda..

Ia mengucapkan terimakasih kepada seluruh stakeholder yang berpartisipasi dalam prosesi pengibaran 10 juta bendera merah putih.

BACA JUGA: 40 Partai Politik Sudah Mendaftar ke KPU

“Tadi siang juga sudah dilkukan pengibaran bendera di pantai Pandanan, Insha Allah segera kita lakukan pengibaran di puncak Gunung Rinjani dan puncak gunung Tambora sebagai tugas yang telah disiapkan,” tutur Miq Gite sambil mengucapkan terima kasih kepada segenap panitia yang telah mempersiapkan acara ini. ***

 

 




NTB akan Canangkan Masyarakat Sadar Inflasi 

NTB akan canangkan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan melalui Desa Berdaya dan Tanggap Inflasi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Rapat Koordinasi (Rakor) Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GN-PIP) Provinsi NTB, membahas Pencanangan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GN PIP) Provinsi NTB, Selasa (16/08/22).

Yakni upaya gencar gerakan masyarakat sadar inflasi secara nasional akan dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah Prov Nusa Tenggara Barat. 

Rakor ini dihadiri Kepala Kantor Perwakilan  Bank Indonesia (BI) NTB, Heru saptaji, Kepala Biro Perekonomian selaku Sekretaris TPID, Kadis Ketahanan Pangan, Sekretaris Dinas Pertanian,  Plt. Kadis Kominfotik NTB, Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Mataram.

BACA JUGA: Harga Sayur Naik, Masyarakat Dianjurkan Bijak Berbelanja

Menganjurkan masyarakat NTB MENANAM SAYURAN
Menganjurkan menanam sayur di pekarangan

Kepala BI NTB  menjelaskan, pentingnya membangkitkan kesadaran masyarakat akan pengendalian inflasi pangan. 

Untuk di NTB bertepatan dengan HUT RI 17 Agustus mendatang akan dilakukan pencanangan (kick off) GN-PIP, ditandai dengan launching 7 program strategis antara lain, membentuk   77 desa berdaya dan tanggap inflasi. 

Selain itu akan dilakukan gerakan Urban Farming, menanam 7.700 bibit cabe merah, memasifkan operasi pasar murah di seluruh kab/kota se NTB, gerakan menanam holtikultura di 7 pondok pesantren dan 7 kampus se NTB, memperkuat kerjasama antar daerah (KAD) untuk memperkuat tersedianya bahan pokok masyarakat, dan literasi inflasi bagi masyarakat NTB.

Kepala BI NTB, Heru Saptaji menambahkan, kegiatan  operasi pasar murah di seluruh Kab/Kota  minimal dua kali sebulan, KAD antar pengusaha dan juga OPD. 

Selain itu rencana penerapan pengendalian inflasi pangan ini akan diikut sertakan pada gelaran upacara bendera pada Rabu 17 Agustus 2022 di Kantor Gubernur.

Dan akan menjadi program bagi sejumlah kabupaten kota yang akan turut berpartisipasi hingga akhir tahun mendatang. 

BACA JUGA: 40 Partai Politik Sudah Mendaftar ke KPU

Selain itu dalam pencanangan tersebut, akan melibatkan setidaknya tujuh Perguruan Tinggi (PT) dan juga tujuh Pondok Pesantren (Ponpes) dengan harapan mampu memberikan kontribusi bagi NTB dalam hal pengendalian terhadap inflasi pangan.

Dan kegiatan ini akan tetap selalu digaungkan di media sosial pemprov atau seluruh media sosial OPD dengan fokus pada Literasi Inflasi. ***

i




Harga Sayur Naik, Masyarakat Dianjurkan Bijak Berbelanja

Dengan melambungnya harga bahan dapur, TPID NTB ini menganjurkan masyarakat manfaatkan pekarangan dan berlanja sesuai kebutuhan 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dalam dua minggu terakhir harga kebutuhan pokok, seperti tomat, cabe merah dan beberapa jenis sayuran lain mulai melambung.

Naiknya harga kebutuhan dapur ini menjadi beban masyarakat,membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan pokok dapur. 

Selain itu dengan naiknya harga kebutuhan bahan bumbu masakan ini berdampak pada komoditi yang dibeli menjadi  lebih sedikit.

BACA JUGA: Gubernur NTB Resmikan Rumah Adat Palung Dalem, Lotim

mensiasati kenaikan harga sayur, masyarakat dianjurkan bijak berbelanja

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB, Heru Saptaji menyatakan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTB menghimbau masyarakat lebih bijak dalam berbelanja. 

Bijak berbelanja dimaksud pemerintah yakni masyarakat hendaknya berbelanja sesuai kebutuhan.

“Jangan lupa cermati harganya cerdas dan bijak belanja,” kata Heru di Mataram, Senin (15/08/22). 

Heru Saptaji menganjurkan, lakukan pola konmsumsi yang bervariasi. 

Dan tentu di tengah harga harga kebutuhan naik, pemerintah menganjurkan masyarakat untuk mencari alternatif sebagaimana dianjurkan pemerintah. 

“Di antaranya, yakni belanja sesuai kebutuhan,” katanya. 

Ia menambahkan, alternatif lain mensiasati harga kebutuhan pokok yang naik yakni  dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur-mayur seperti cabe, tomat dan lainnya.  

Untuk menanam sayur-mayur di rumah tidaklah ribet. Tips dan trik tanam cabe dan tomat sudah banyak di internet, tinggal mengikuti panduannya. 

BACA JUGA: Atasi Stunting di NTB, HBK Peduli Bagikan Telur Ayam Segar

“Kuncinya jika harga kebutuhan naik, tidak perlu risau. Namun masyarakat harus mencari alternatif lainnya,” ujar Saptaji.

Dicontohkan, jika harga cabe rawit merah naik, bisa diganti dengan cabe hijau, namun rasanya nendang dan terpenuhi rasa pedasnya. 

Selain itu membiasakan di rumah memakai sambal olahan atau cabe bubuk dan pedasnya sama-sama nempel, tambahnya. 

Menyinggung komoditi lainnya seperti bawang merah, minyak goring atau kebutuhan lainnya yang dirasakan masyarakat naik, Heru menghimbau untuk memperolehnya melalui Operasi Pasar (OP) murah.

“Harganya di OP kan lebih murah dan pengeluaran jadi lebih hemat dan harganyapun bersahabat,” tutup Heru.***

 

 




Industrialisasi di NTB Tercermin dari Perkembangan SMK

Gubernur NTB mengaku senang melihat perkembangan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang cepat menangkap ide-ide industrialisasi

LOTIM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyatakan, perkembangan yang berlangsung di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) saat INI merupakan cerminan dari salah satu program unggulan Pemprov NTB, yaitu Industrialisasi.

Ia mengatakan itu saat menghadiri acara HUT SMKN 1 Sikur di Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (13/08/22).

BACA JUGA: Vanili dari NTB, Produk Unggulan Terbaik di Indonesia

Gubernur NTB nilai SMK cepat menangkap Industrialisasi

“Saya senang sekali melihat perkembangan SMK kita,” kata Gubernur.

Dikatakan, jika orang bertanya Industrialisasi yang sering diomongkan Gubernur, bisa dilihat di SMK yang paling cepat menangkap ide-ide industrialisasi. 

Pada kesempatan tersebut, Bang Zul berkesempatan meresmikan kelas Wirausaha Gerai Tefa Pujasera yang dibentuk oleh SMKN 1 Sikur. 

Nantinya, di kelas tersebut para siswa akan diajarkan bagaimana cara menjadi entrepreneur sejati, yang mampu melahirkan usaha sehingga akan berdampak pada peningkatan ekonomi daerah.

“Saya membayangkan kalau kelas kewirausahaan ini berhasil, maka semua desa kita akan hidup. Karena anak-anak kita di samping ada gelar dari lulusan SMK, punya kemampuan untuk melahirkan usaha. Kalau usaha ini ada di setiap desa, kecamatan, kabupaten, tentu ini sangat luar biasa dampaknya untuk ekonomi kita,” jelas Bang Zul.

Selain itu, Bang Zul turut menyaksikan Pendandatangan PKS antara SMKN 1 Sikur dengan Perusahaan Pariwisata Malaysia serta Bank Syariah Indonesia. 

Bentuk dari PKS tersebut yaitu Pelatihan Hospitality untuk tenaga pengajar SMK se-NTB.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 1 Sikur, Hasbi Ahmad M.Pd, yang menyampaikan, rata-rata pendapatan para siswa yang menjadi Wirausahawan Gerai Tefa Pujasera lumayan besar, yaitu Rp 1.000.000/hari.

“Dari laporan Gerai yang kami terima, rata-rata mereka mendapatkan income perhari/permalam 1 juta. 10 Gerai berarti ada 10 juta yang didapatkan oleh anak-anak kami yang berjualam tiap malam,” katanya,

Hasbi Ahmad mengatakan akan berkoordinasi dengan para desa yang berada di Kecamatan Sikur untuk tetap bersinergi. 

BACA JUGA: Rayakan Tahun Baru, Gubernur NTB Ajak Bersyuklur

“Mudah-mudahan program Bumdesnya nanti bisa kita sinergikan untuk sama-sama meningkatkan roda ekonomi di Masyarakat,” tutunya.

Turut mendampingi Gubernur pada acara tersebut, yaitu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB serta Kepala Biro Adpim Setda Provinsi NTB. ***

 

 

 




Vanili dari NTB, Produk Unggulan Terbaik di Indonesia

Pelepasan ekspor produk unggulan Vanili tahun 2022 dari NTB menunjukkan progres yang sangat signifikan 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Setelah dilakukan salah satu pendampingan perbaikan produktivitas dengan mendatangkan ahli vanili dari Balai Penelitian Tanaman dan Obat (Balittro) dinyatakan, salah satu vanili terbaik di Indonesia itu ada di NTB.

Pelepasan ekspor Vanili tujuan Amerika Serikat merupakan salah satu kegiatan dan bentuk dukungan terhadap percepatan dan penguatan ekspor di Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Akreditasi dan Sertifikasi RS Syariah, Tingkatkan Mutu RS di NTB

Kata Sekda NTB, di NTB vanili bisa hidup dan jadi yang terbaik

Pelepasan ekspor Vanili dilakukan Sekda NTB Lalu Gita Ariadi, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Jum’at (12/08/22).

“Di NTB vanili bisa hidup dan jadi yang terbaik, di Lombok-Sumbawa, jadi tidak hanya harus tembakau, ada potensi-potensi lain yang punya harga pasar bagus,” kata Miq Gita.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Heru Saptaji juga menyampaikan, ini adalah salah satu komitmen penuh untuk kita terus genjot ekspor non tambang.

“Kalau kita lihat perjalannya, pada tahun 2020 sebesar 1.4 kemudian di 2021 meningkatkan 2.4, dan sekarang meningkat jd 6.5 ton, terjadi progres yang sangat signifikan” kata Heru. 

Komitmen dari BI, bagaimana program sisi hulu ini harus juga inline dengan program quality control yang melekat di dalamnya. 

Selain itu juga ingin melihat bagaimana turunan produk olahan dari vanili di NTB. 

Sisi hilir pasar yang di bentuk juga diturunkan menjadi produk olahan turunan berupa powder vanili. Sehingga diharapkan petani-petani bisa ikut semakin berkembang.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Mataram drh. Arinaung, M.Si juga menyampaikan, ini adalah salah satu bentuk keberhasilan yang dicapai. 

Namun capaian itu masih sekitar 10 persen dari potensi pasar. 

BACA JUGA: Desa di Lotim Didorong Jadi Desa Wisata Berbasis Sampah

“Oleh karena itu potensi kita sangat besar, kami menyampaikan juga temuan di lapangan bahwa ada potensi ekspor kita untuk vanili organik yang kita harapkan dapat dikembangkan, karena petani kita ternyata juga mampu menghasilkan vanili organik yang berkualitas internasional,” katanya. 

Dengan kembali mengirimkan ekspor komoditas vanili yang merupakan salah satu produk unggulan di wilayah NTB, menjadi harapan agar perekonomian di NTB terus semakin membaik.

“Pemerintah daerah senantiasa memfasilitasi bagaimana proses-proses ekspor unggulan ini dapat terus kita tingkatkan” tutup Miq Gita. ***

 

 




Desa di Lotim Didorong Jadi Desa Wisata Berbasis Sampah

Wagub NTB PUJI Desa Dasan Lekong menjaga lingkungan dengan program lingkungan yang kreatif sejak empat tahun lalu 

LOTIM.lombokjournal.com ~ Komitmen Desa Dasan Lekong, Lotim sebagai satu satunya Desa Wisata berbasis sampah di Lombok Timur bahkan di NTB, membuat Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah mendorong semua desa naik ke level nasional. 

Menurutnya, komitmen Desa Dasan Lekong menjaga lingkungan dengan program lingkungan yang kreatif sejak empat tahun lalu sangat baik. 

BACA JUGA: Wagub NTB Ingatkan agar Balita Tiap Hari Konsumsi Telur 

Wagub NTB dorong desa wisata berbasis sampah

“Baik sekali kalau predikat itu bisa naik secara nasional karena tak banyak desa wisata kita yang berbasis sampah,” ujar Wagub.

Ia menyampaikan itu di Gedung Serbaguna Raden Patik Wadira, Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur, Jumat (12/08/22). 

Wagub menambahkan,  kreatifitas dalam gerakan  menjaga lingkungan berdampak pada kesehatan dan pendidikan. Karena generasi yang pintar berasal dari generasi sehat. 

Itu sebabnya, masyarakat yang sudah kompak dan memiliki pemimpin yang memahami persoalan membuat kegiatan akan berkelanjutan. 

Mulai dari memilah sampah yang tidak menimbulkan penyakit, mendaur ulang sampah di bank sampah, dan menghidupkan aktifitas Posyandu Keluarga dengan memperhatikan gizi anak. 

Juga diingatkan, agar kasus stunting bisa dihilangkan. 

Wagub mengapresiasi pembangunan gedung serbaguna yang mampu menaikkan pendapatan desa. 

Namun diingatkan, tujuan pembangunan desa dalam Sustainable Development Goals atau SDGs, desa fokus pada layanan dasar pembangunan sumber daya manusia. 

“Asalkan pembangunan tidak selalu diprioritaskan untuk infrastruktur saja,” tambahnya. 

Pilah sampah dari rumah

Kepala Desa Dasan Lekong, Lalu Muhammad  Rajabul Akbar mengatakan, desa nya akan memulai program biogas dari sampah agar bisa swada bahan bakar gas. 

Dalam kegiatan program pilah sampah dari rumah, warga telah memulainya sejak pagi dengan clean up. 

BACA JUGA: Remaja NTB Tidak Boleh Ada yang Kurang Darah

Beberapa hasil daur ulang sampah desa ini diantaranya batu hias berbahan styrofoam dan kain yang tidak terurai yang dirangkai kegiatan berbagi makanan dengan 600 orang warga desa. 

“Kami akan berikhtiar dengan desa wisata berbasis sampah yang sudah ditetapkan oleh Pemkab Lotim agar menjadi desa wisata berbasis sampah nasional,” katanya. ***