OJK dan BI Diminta Sosialisasikan Inklusi Keuangan Digital 

Side event G20, Gubernur NTB minta OJK dan perwakilan Bank Indonesia NTB untuk gencar menghampiri organisasi kepemudaan dan Ponpes 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tengara Barat diminta lebih gencar mensosialisasikan inklusi keuangan digital kepada masyarakat luas di Nusa Tenggara Barat. 

Hal tersebut disampaikan saat Bang Zul, sapaan Gubernur NTB Zulkieflimansyah, saat menjadi Keynote Speaker pada acara Talkshow on Strategic Issues in G20: “Digital Literacy to Optimize Financial Inclusion”, di Hotel Prime Park Mataram, Senin (22/08/22). 

BACA JUGA: Industrialisasi, Bahan Baku Jadi Produk Olahan Baru Dijual

Gubernur NTB minta OJK dan BI gencar sosialisasikan inklusi keuangan

Dalam kesempatan tersebut, Bang Zul menyampaikan, mensosialisasikan inklusi keuangan digital kepada masyarakat merupakan tantangan yang sangat berat bagi OJK dan BI. 

Hal tersebut dikarenakan masih minimnya pemahaman literasi finansial masyarakat. 

“Oleh karena itu kami berharap OJK dan BANK Indonesia itu menghampiri karena mengubah mental yang seperti ini tidak sederhana. Datangi pondok peantren, datangi organisasi kepemudaan, sosialisasikan ke pondok pesantren. Kalau di Amerika terkenal dengan permainan monopoli sudah tahu apa itu inklusi,” tutur Bang Zul. 

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia di NTB, Heru Saptaji menuturkan Kondisi perekonomian di NTB relatif masih berlangsung baik. 

“2022 kemarin kita tumbuh 7,3 persen dan berkurang kita ke 5,99 persen sehingga overall di tahun 2022 ini kita masih optimis mampu mencapai pertumbuhan ekonomi pada kisaran 6,4 hingga 7,2 persen,” tuturnya. 

Kondisi demikian, dijelaskan Heru, juga ditopang oleh study intra sistem keuangan yang solid dan terjaga dengan baik. 

Pertumbuhan dari pihak ketiga mencapai 13,71 persen, pertumbuhan tertitik 6,05 persen dengan MPL 1,67 persen dan laba 10,67 persen. 

BACA JUGA: Sekda NTB Buka Bazar Murah untuk Stabilisasi Harga Pangan

Kondisi ini dibantu juga dengan sistem pembayaran yang memang memberikan nilai positif, khususnya sistem pembayaran non-tunai yang meningkat secara signifikan dan rata-rata kalau kita melihat bahwa arah kebutuhan produk di Provinsi Nusa Tenggara Barat terus bisa tertata dengan baik.*** 

 




Gubernur NTB: Filosofi Marketing, Memanusiakan Manusia

Pengembangan pariwisata di Lobar dengan fokus pemasaran produk wisata diapresiasi Gubernur NTB

LOBAR.lombokjournal.com ~ Salah satu strategi marketing paling efektif adalah sentuhan hati pada calon konsumen. 

“Produk yang dijual juga bisa beragam dan harus digali filosofinya sebagai wisata,” ujar Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah.

BACA JUGA: Gubernur Zul Hadir di GMK Samota dan Keliling Kampung Bugis

Gubernur NTB mengatakan strategi marketing efektif yang menyentuh manusia

Ia mengatakan itu saat menghadiri peluncuran Komunitas Peduli Pariwisata (KOMPASS) di Desa Wisata Kuliner Kebon Ayu, Lembar, Lombok Barat, Senin (22/08/22). 

Gubernur mengapresiasi program pengembangan wisata yang dilakukan KOMPASS di Lombok Barat. 

Salah satunya adalah Hexa Helix, pengembangan dari Pentahelix pariwisata dengan fokus pemasaran produk wisata. 

Gubernur menambahkan,  sentuhan memanusiakan manusia tersebut misalnya dengan melibatkan stakeholder yang berkaitan langsung dengan calon konsumen, seperti sopir travel maupun pengembangan produk yang akan ditampilkan. 

Sementara itu, Ketua Umum KOMPASS, Zulhairi mengaku telah memiliki program kerja yang diyakini akan membangkitkan desa-desa wisata di Lombok Barat.

“Ada 60 desa wisata di Lombok Barat yang akan kami coba gabungkan dalam digital marketing dan mendorong untuk menggali potensi mereka,” jelas Hairi. 

BACA JUGA: KAHMI KLU Gelar Diskusi Demokrasi Dapil Pemilu 2024

Dengan potensi pariwisata Lombok Barat yang besar, ia berharap para Kepala Desa memiliki keseriusan mengembangkan Desa Wisata karena tanpa kolaborasi dan inovasi, pengembangan tak terjadi. 

Hadir pula dalam peluncuran tersebut, Kadis Pariwisata Lobar dan puluhan Kepala Desa. 

***




Kunjungi Posyandu Keluarga, Wagub NTB: Stunting Masalah Gizi

Stunting bukan aib, hanya masalah kekurangan gizi, kata Wagub NTB saat kunjungi Posyandu Keluarga di Lombok Timur

LOTIM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalilah,  kembali mengunjungi Posyandu Keluarga. 

BACA JUGA: Posyandu Keluarga 100 persen, Modal Tangani Stunting

Kunjungi Posyandu Keluarga di Lotim, pesan Wagub NTB jangan remehkan stunting

Kali ini, Wagub datang ke Posyandu Tanjung Ungu Desa Denggen dan Posyandu Mekar Jaya Rakam, Kecamatan Selong, Lombok Timur.

Kunjungan Wagub ke Posyandu Keluarga tersebut, untuk mencegah sekaligus menekan angka stunting di NTB.

 Kepada seluruh peserta posyandu yang hadir, Wagub menyampaikan, Stunting bukan Aib, Stunting juga bukan penyakit berbahaya yang membuat keluarga panik berlebihan.

“Stunting ini masalah gizi, bukan Aib, ibu-ibu jangan hawatir berlebihan, yang penting anak-anak kita dikasih protein hewani, seperti telur,” ungkap Wagub, Sabtu (20/08/22).

Namun, lanjut Wagub, stunting tidak boleh disepelekan, tidak boleh di anggap enteng. Karena stunting dapat mengganggu pertumbuhan anak, penderita stunting juga rentan terhadap penyakit hingga memiliki tingkat kecerdasaan di bawah rata-rata.

“Kita mau anak-anak kita jadi dokter, jadi ulama, jadi abdi negara. Untuk itu, ayo, jangan sampai anak-anak kita stunting, kalau ada yang stunting, langsung cukupi asupan gizinya.” kata Wagub yang populer disapa Umi Rohmi tersebut.

BACA JUGA: Jambore Nasional Vespa, NTB Jadi Pusat Otomotif Tourism

Hadir pada kesempatan tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dinas Kominfotik NTB, Dinas PMPD NTB, Dinas P3AP2KB, Biro Adpim, Dinas Kesehatan Lombok Timur. ***

 

 




Jambore Nasional Vespa, NTB Jadi Pusat Otomotif Tourism 

Sekda NTB membuka Jambore Nasional Vespa, dan mengajak komunitas sport dan otomotif datang ke NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Jambore Nasional Modern Vespa ke- 11 digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat dibuka Sekertaris Daerah (Sekda) NTB, Lalu Gita Ariadi di depan Pendopo Gubernur, Sabtu (20/08/22).

BACA JUGA: Desa di ;otim Didorong Jadi Desa Wisata Berbasis Sampah

Sekda NTB membuka Jambore Nasional Vespa modern di Lombok
Lalu Gita Ariadi

Dalam kesempatan tersebut, Miq Gite Sapaan Sekda menjelaskan, NTB bukan hanya sebagai destinasi wisata yang memukau untuk dikunjungi. Namun, juga terus memoles diri menjadi destinasi sport tourism, bahkan menjadi pusat otomotif tourism.

Senan NTB punya sirkuit bertaraf internasional terindah di dunia, dengan pengalaman mengggarap berbagai event sport dan otomotif internasional. 

Karena itu, Sekda mengajak berbagai komunitas sport dan otomotif di seluruh Indonesia maupun dunia untuk datang ke NTB.

“Ingat otomotif, ingat komunitas, ingat NTB!” pesan Miq Gite.

Modern Vespa indonesia atau “Move”adalah komunitas yang memiliki cabang hampir di setiap kota di indonesia. 

Peserta Jambore Nsional Vespa Modern dari berbagai daerag

Jamnas yang dilakukan di Lombok ini didatangi oleh segala komunitas Move dari indonesia, Contohnya; Move Surabaya, Move Malang, Move Magelang, Move Gresik beberapa daerah lainnya.***

BACA JUGA: Desa Wisata Sangiang Wera, Punya Destinasi Pantai Sangiang

 

 




Gubernur NTB Sarankan, Ponpes Harus Punya Guru Matematika Menyenangkan

Waktu berkunjung Ponpes di Lombok Timur, Gubernur NTB sarankan pentingnya ada Guru Matematika yang bagus

LOTIM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengatakan, banyak anak-anak memiliki cita-cita jadi dokter, jadi polisi, tentara dan lainnya, dan semua mensyaratkan pelajaran matematika harus bagus. 

BACA JUGA: Gubernur Zulkieflimansyah Kunjungi Desa Wakan, Lotim

Pesan Gubernur NTB, ponpes butuh guru Matematuka yang menyenangkan

“Karena kelemahan pondok pesantren biasanya tuan guru pintar menceritakan sejarah, pintar bercerita tentang ilmu agama,” kata Gubernur NTB,  Zulkiflimansyah.

Ia mengatakan itu saat melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Jihadul Muslimin NW Batu Pengilik Desa Lando Kecamatan Terare Lombok Timur, Jum’at (19/08/22).

Kemudian Gubernur Zul melanjutkan, kalau ada guru matematikan tapi tidak bagus.

“Giliran guru matematikanya kurang bagus, guru yang menakutkan, wajahnya menyeramkan dan lain sebagainya,” katanya.

Karena itu disarankan, ke depan harus dirubah guru Matematika, Kimia dan Fisika, dan  harus diajarkan oleh guru-guru yang menyenangkan. Sehingga anakpun akan mencintai pelajarannya. 

“Semoga, Pondok Pesantren kita ini kedepannya terus berkembang dan memiliki guru matematika yang baik,” ujar Bang Zul panggilan gubernur. 

Ustadz Safaruddin Pimpinan Ponpes menyampaikan terimakasih, suatu keberkahan dan patut disyukuri atas kedatangan Bang Zul. 

 “Semoga membawa keberkahan, manfaat dan hikmah-hikmah di dalamnya untuk kemajuan desa Lando dan Desa Jenggik yang menjadi sumber santri Ponpes,” ujarnya.

Menurutnya, kini Ponpes yang dipimpinnya berusia 8 tahun dengan memiliki banyak kekurangan dalam mengabdikan diri untuk membangun umat dan bangsa, serta mendidik anak-anak sebagai generasi penerus ke depan.

BACA JUGA: Posyandu Keluarga di NTB 100 persen, Modal Tangani Stunting

“Dalam waktu 8 tahun, Ponpes ini sudah memiliki 4 Lembaga diantaranya lembaga Paud, Madrasah Ibtidaiyah, SMP IT, dan Madrasah Aliyah. Sehingga kedepannya kita akan terus memaksimalkan baik dari tenaga pengajar, santri dan fasilitas lainnya,” kata Ustadz Safaruddin.***

 

 




Wagub NTB: GARPU Harus Bantu ekonomi Kecil Menengah

Pesan Wagub NTB, GARPU harus meningkatkan kapasitas pemanfaatan teknologi digitalisasi, untuk pengelolaan produk dan mengakses permodalan 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah M.Pd menghadiri acara pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Restorasi Pedagang dan UMKM (GARPU) Provinsi NTB periode 2022-2026 di Lombok Plaza Hotel pada Kamis (18/08/22).

Wagub NTB minta Garpu tingkatkan kapasitas digitalisasi UMKM
Wagub Ummi Rohmi

Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB mengatakan, kehadiran GARPU di Provinsi NTB sebagai wadah bagi para pedagang dan UMKM.

BACA JUGA: Kebijakan Pemerintah Harus Tegas dalam Penciptaan Kawasan Ekonomi

Khususnya dalam meningkatkan kapasitas dalam pemanfaatan teknologi digitalisasi, pengelolaan produk dan akses permodalan yang dapat diakses dengan mudah.   

“Kehadiran GARPU untuk bisa membantu ekonomi kecil menengah kita, untuk bisa survive dan lebih berdaya lagi ” tutur Ummi Rohmi. 

Ia juga menyampaikan, NTB memiliki sinergitas, kolaborasi, gotong royong sangat amat terasa. Salah satu contohnya, saat menghadapi bencana alam gempa bumi, NTB melakukan rehab rekon yang sangat cepat. 

“NTB, Masyarakat nya saling bergotong royong, beranekaragam Agama disini hidup dalam keguyupan, toleransi yang luar biasa baik, sesulit apapun kondisi yang dihadapi selalu bisa dihadapi bersama, kuncinya itu saling gotong royong, toleransi, saling menghormati dan support,” tutur Ummi.

Ummi Rohmi menyampaikan, potensi yang luar biasa dari usaha mikro kecil menengah yang ada di NTB. 

“NTB survive termasuk juga karena hadirnya UMKM. NTB ini luar biasa potensinya untuk usaha mikro menengah dan usaha mikro kecil menengah. Dari data Dinas Koperasi saya lihat yaitu jumlah usaha mikro kecil menengah di NTB yaitu 120 ribuan lebih kemudian usaha mikro nya 100 ribu lebih, kemudian usaha kecilnya yaitu 15 ribu lebih, itu semua menjadi potensi yang luar biasa banyak dari usaha-usaha ini terutama yang menengah yang sudah ekspor,” kata Wagub. 

BACA JUGA: Makam Embung Puntik, Penyebar Islam di Lombok tahun 1717 M

Ketua DWP NTB terpilih,  Drg. Yuliana menyampaikan terimakasih dan akan terus berikhtiar untuk mengembangkan kualitas dan nilai UMKM yang ada di NTB.

“Saya akan memegang dan menjalankan amanah sesuai visi, misi, dan tujuan dibentuknya Garpu yaitu sebagai salah satu leading sektor pengembangan UMKM utuk mengadvokasi harapan dan aspirasi pelaku UMKM, meningkatkan nilai UMKM, dan memberikan ekonomi kerakyatan memalui beberapa program kerja yang Insha Allah kami susun bersama” ungkapnya.***

 

 




Kebijakan Pemerintah Harus Tegas dalam Penciptaan Kawasan Ekonomi 

Membangun Linkages antara Pengembangan Ekonomi Daerah dan Pengembangan Ekonomi Kawasan, diperlukan ketegasan kebijakan Pemerintah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Membangun beberapa pengembangan kawasan ekonomi di daerah diharapkan menjadi enzim untuk percepatan ekonomi daerah.

BACA JUGA: Bang Zul Minta OPD “Bela dan Beli Produk Lokal’ di NTB Mall

Sekda minta kebijakan pemerintah tegas dalam regulasi termasuk intensif yang diberikan
Lalu Gita Ariadi

“Point berekonomi adalah bagaimana menciptakan kawasan-kawasan ekonomi,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi saat menjadi narasumber FGD Penyusunan Rancangan Awal RPJPN 2025-2045 dan RPJMN 2025-2029  Bidang Politik Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan Internasional dengan tema “Peranan dan Potensi Daerah dalam Penguatan Diplomasi Ekonomi”, Kamis (19/08/22), di Hotel Lombok Astoria.

Menurutnya, Pemerintah harus tegas memberikan regulasi berserta insentif yang diberikan, apakah itu kawasan industri, ekonomi khusus atau perdagangan bebas.

Kemudian untuk mendukung kegiatan ekspor, Pemerintah Pusat juga harus konsisten memanfaatkan potensi alam yang dimiliki, memberikan insentif pada penerapan energi terbarukan.

Wisnu selaku Direktur Kerjasama Pembangunan juga menekankan, peran dan potensi daerah sangat dibutuhkan untuk menciptakan kondisi ekonomi yang optimal.

Perlu kita ketahui bersama, ketidakpastian global seperti Covid19, dinamika politik yang tidak menentu, seperti konflik di berbagai belahan dunia seperti Ukraina dengan Rusia, juga adanya kemajuan di era digitalisasi teknologi ini, juga tidak dapat dihindari yang akan terus mempengaruhi kebijakan ekonomi.

Hal-hal seperti ini tentu akan menjadi pertimbangan pada saat menyusun perencanaan ke depan. Namun hal ini tentunya dapat diantisipasi dengan menyusun dokumen perancanaan yang afektif dan kualistik. 

“Jadi perlu melibatkan stakeholder,” kara Wisnu.

Kebijakan Pemerintah 

Sekda Provinsi NTB menyampaikan tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam membangun ekonomi, di antaranya Politik Domestik, Pembangunan Kewilayahan, dan Global partnership.

“Untuk sisi politik domestik, jadi memproyeksikan 20 tahun ke depan, 2045 tidak luput dari bagaimana konstelasi politik. Bagaimana kebijakan pemerintahan, apakah kepada perjalanan kita ke depan ekonomi membaik kemudian fiskal menguat, maka menteri keuangan sudah siap untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan pembangunan dan bidang kemasyarakatan,” kata Miq Gita.

Harus memperhitungkan faktor laut sebagai insentif yang harus diberikan bersama dengan daerah memperhitungkan komponen luas daratan. 

“Ini perlu diantisipasi sehingga daerah kepulauan sama majunya dengan daerah daratan,”  ujar Sekda. 

Aspek global partnership, dalam SDG point 17 menyebutkan global partnership.

Padahal untuk mendapatkan kemajuan persaingan dan lain sebagainya, betapa global partnership ini dibuka untuk memberikan keleluasaan kesempatan berkembang dengan sebaik-baiknya dan ini harus dipersiapkan dari sekarang.

“Kalu kita bersifat defensif, tidak aktif keluar maka negara kita hanya akan menjadi pasar  dari produk-produk dan tidak mampu menikmati persaingan pasar global sedemikian rupa,” lanjut Miq Gita

Ke depan secara nasional angka kemiskinan ini menjadi isu yg harus di tuntaskan dan harus berada di satu digit.

BACA JUGA: Kurma, Potensi Dikembangkan Jadi Komoditas Baru NTB

Kemudian Human development index, kualitas pendidikan, kesehatan masyarakat, kegiatan ekonomi melalui kegiatan investasi perlu terus di dorong. Di NTB ada kawasan Ekonomi khusus dan lain sebagainya yang harus terus dipacu.

Jadi kaitan dengan pembangunan ekonomi Harus selalu dikawal  Pemerintah Provinsi, dan kabupaten/kota juga harus memberikan dukungan itu sehingga investor dari luar masuk ke Indonesia agar meningkatkan kegiatan ekonomi. ***

 

 




Bang Zul Minta OPD ‘Bela dan Beli Produk Lokal’ di NTB Mall

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB diminta Gubernur Bang Zul jadi target pasar NTB Mall 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemprov NTB diminta mengaplikasikan bela dan beli produk lokal melalui NTB Mall.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyampaikan hal tersebut saat menerima silaturrahim Direktur Utama NTB Mall, Indah Purwanti Ningsih, SE dan Kepala Dinas Perdagangan NTB serta Tim lainnya. Bertempat di Pendopo Gubernur, Mataram (17/08/22).

BACA JUGA: Pemprov NTB Dukung Gerakan 1000 Wirausaha dari Mahasiswa

Bang Zul minta agar OPD Lingkup Pemprov jadi segmen pasar NTB Mall

Pertemuan tersebut, dalam rangka evaluasi terkait kinerja Semester 1 NTB Mall. 

Gubernur menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada tim yang terlibat walaupun belum sempurna. 

Selain itu, Bang Zul sapaan akrab Gubernur, menginginkan NTB Mall jelas segmen sasarannya terutama Dinas OPD Lingkup Pemprov NTB.

“Yang jelas target pasarnya OPD Lingkup Pemprov NTB, dan tamu OPD saat berbagai event digelar di NTB, sehingga perlu dilakukan pembenahan terkait strategi pemasarannya,” tegasnya.

Disebutkan Bang Zul, menjadi tolak ukur NTB Mall ini adalah penjualan terus meningkat dari waktu ke waktu. 

Sehingga NTB Mall ini terus berkembang dan bisa mengakomodir para pelaku UMKM yang ada di NTB.

Sementara itu, Direktur Utama NTB Mall Indah Purwanti Ningsih, S.E., mengatakan masih sangat minim OPD yang berbelanja di NTB Mall, walaupun sudah dikirimkan surat melalui Sekda dalam hal kewajiban OPD berbelanja. 

Ini menjadi salah satu kendala pemasaran yang belum tuntas.

“OPD berbelanja disini masih minim, lebih banyak dari luar daerah terutama tamu-tamu OPDnya yang sering belanja terutama aneka kuliner sebagai oleh-oleh mereka,” jelasnya.

BACA JUGA: Upacara Peringatan HUR RI ke 77, NTB Menggapai Puncak Mimpi

Ke depan ia berharap sesuai arahan Gubernur NTB meminta OPD Lingkup Pemprov bisa berbelanja. 

Agar  OPD melaksanakan bela dan beli produk lokal melalui NTB Mall. Kerena belanja di NTB Mall cukup mudah secara online maupun offline. ***

 

 




Rangkaian Peringatan HUT ke-77 RI di NTB Berakhir

Paskibraka telah menurunkan bendera merah putih, menandai berakhirnya rangkaian peringatan HUT RI ke 77 di NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pasukan Pengibar Bendera Pusakan (Paskibraka) Provinsi NTB Tahun 2022 menandai berakhirnya rangkaian peringatan HUT ke-77 RI di NTB, dengan upacara penurunan  bendera merah putih di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Rabu (17/08/22) sore. 

BACA JUGA: Penyerahan Remisi untuk Narapidana Dihadiri Gubernur NTB

Menanda berakhirnya peringatan HUT RI ke 77
Upacara Penurunan Merah Putih

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi dengan mengenakan pakaian adat Sasak bertindak sebagai Inspektur Upacara Penurunan Bendera.

Setelah bendera berhasil diturunkan, Tim Paskibraka Provinsi mendapat tepuk tangan yang meriah dari para tamu undangan. 

Selanjutnya, Komandan Upacara yakni Ajun Kombespol Harianto S.H, S.I.K Polda NTB melapor ke Sekda, upacara telah selesai. 

Sekda pun menginstruksikan agar upacara dibubarkan.

“Bubarkan,” ucap Sekda Miq Gite memberi instruksi.

Upacara Penurunan Bendera di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB berjalan dengan khidmat, sederhana, dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sebagai informasi, Hari Kemerdekaan RI ke-77 mengambil tema, “Indonesia Pulih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”.

BACA JUGA: Upacara Peringatan HUT RI ke 77, NTB Menggapai Puncak Mimpi 

Turut hadir pada upacara penurunan bendera tersebut, Kepala OPD Lingkup Provinsi NTB, TNI/POLRI serta para pelajar dan mahasiswa. ***

 

 




Upacara Peringatan HUT RI, NTB Menggapai Puncak Mimpi

Dalam upacara Peringatan HUT RI ke 77 bertema ‘Indonesia Pulih Cepat, Bangkit Lebih Kuat’, Pemprov NTB ajak masyarakat siap berubah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-77, menggelar upacara bendera di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Rabu (17/08/22). 

Danrem 162 Wira Bhakti, Brigadir Jenderal Sudarwo Aris Nurcahyo yang menjadi Inspektur Upacara, menyampaikan sambutan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah.

BACA JUGA: Paskibraka Dikukuhkan, Ini Pesan Sekda NTB

Pemprov NTB Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke 77

“Dua tahun lebih ini kita menghadapi tantangan dan ujian. Kecemasan sosial hingga tekanan ekonomi sangat dirasakan,” ucap Danrem 162/WB.

Namun, lanjutnya, di tengah keterpurukan dan pelemahan ekonomi, semua elemen bangsa bergerak dan bergotong royong mewujudkan harapan agar kondisi bisa kembali normal seperti sedia kala.

Perekonomian berangsur pulih di tengah pandemi Covid-19, tak terlepas dari kinerja pemerintah dan gerakan masyarakat, yang bersinergi untuk mencapai pemulihan di semua sektor sehingga siap menghadapi tantangan global. 

Hari Kemerdekaan RI ke-77 mengambil tema ‘Indonesia Pulih Cepat, Bangkit Lebih Kuat’. Tema tersebut memberi pesan kepada seluruh masyarakat agar siap berubah menghadapi dunia yang penuh disrupsi. 

“Melihat perkembangan dalam dua tahun terakhir, kita terus membangun semangat, membuat terobosan-terobosan baru demi menguatkan pondasi,” ucap Danrem.

Lanjutnya, tak terkecuali di NTB beragam kebijakan terlahir menjadi solusi saat NTB diterjang gelombang pandemi. 

“Alhamdulillah, selama musibah itu berlangsung, kita berhasil mencatatkan prestasi dan kinerja positif mewujudkan NTB Gemilang,” jelas Inspektur Upacara. 

Beberapa program unggulan Pemprov NTB pun gencar dilakukan pemerintah dan para stakeholders demi mewujudkan puncak mimpi, yaitu NTB Gemilang. 

BACA JUGA: Pemprov NTB Dukung Gerakan 1000 Wirausaga dari Mahasiswa 

“NTB Gemilang bukan sekedar mimpi,” katanya.

Dibutuhkan keberanian dan kerja keras untuk menggapai puncak mimpi

Melalui implementasi program unggulan 1000 Cendikia, NTB Zero Waste, Revitalisasi Posyandu, 99 Desa Wisata, Industrialisasi dan sektor strategis lainnya, kita bergerak simultan sesuai visi-misi membangun NTB Gemilang, lanjutnya. 

Terakhir, dalam sambutan yang dibacakan terselip pesan Gubernur, menyambut Pemilu dan Pilkada serentak pada tahun 2024 mendatang, masyarakat diminta berpartisipasi aktif untuk menyukseskannya. Dan tidak mudah tersulut provokasi, fitnah dan anarkisme.

“Di tahun 2024, kita akan kembali melaksanakan Pemilu dan Pilkada serentak, saya sangat berharap seluruh masyarakat berpartisipasi aktif untuk menyukseskannya dengan mengedepankan politik yang santun, mencerdaskan dan bermartabat,” ucap Brigjen Sudarwo Aris Nurcahyo.

Gubernur NTB dan Sekda NTB dalam upacara peringatan HUT RI ke 77
Gubernur NTB dan Sekda NTB

Ditegaskan, kerugian besar akan kita hadapi apabila pilkada diciderai oleh munculnya provokasi, fitnah dan anarkisme. 

“Mari kita jaga momentum pembangunan yang telah tampak jelas jalan dan arahnya ini,” kata Inspektur Upacara. 

Hadir dalam upacara peringatan tersebut yaitu, Gubernur NTB, Wakil Gubernur NTB, Sekretaris Daerah NTB, dan seluruh Kepala Perangkat Daerah Lingkup Provinsi NTB. ***