Rektor Unram: Mimbar Akademik Terbuka untuk Tokoh Mana pun

Kultur Unram menjaga kebebasan mimbar akademik, namun Rektor Unram Prof Bambang menolak menjadi ajang caci maki dan mem-bully pihak lain

MATARAM.lombokjournal.com ~ -Universitas Mataram sedang menyiapkan diri menjadi perguruan tinggi berbasis riset dan berdaya saing internasional pada tahun 2025. 

Perguruan tinggi negeri terbesar di NTB ini pun memastikan, mimbar akademik terbuka untuk tokoh manapun.

Rektor Unram mengatakan, Mimbar akademik adalah mimbar didasarkan kajian-kajian yang ilmiah
Rektor Unram Prof. H. Bambang Hari Kusomo

“Unram tidak pernah menolak tokoh. Siapa saja. Menjadi kultur Unram untuk selalu menjaga kebebasan mimbar akademik,” kata Rektor Universitas Mataram Prof H Bambang Hari Kusomo, melalui Siaran Pers kepada Media,  Senin (05/09/22)

BACA JUGA: Sirkuit 459 Lantan Jadi Alternatif Penyelenggaraan MXGP

Alih-alih melarang-larang, Unram justru kata Prof Bambang, memberikan ruang besar bagi berkembangnya gagasan, kajian, dan pemikiran. Bahkan, Unram menyiapkan karpet merah untuk hal tersebut.

Namun begitu, Guru Besar Fakultas Pertanian ini mengingatkan, mimbar akademik bukanlah kebebasan tanpa tanggung jawab. 

Mimbar akademik Unram memiliki wibawa ilmiah dimana menjadi tempat menyampaikan pikiran dan pendapat secara terbuka yang didasarkan pada data-data dan fakta-fakta yang telah teruji secara ilmiah.

Karena itu, Unram tidaklah mungkin menyiapkan mimbar akademik untuk menjadi ajang caci maki. Tempat mem-bully pihak lain hanya lantaran pihak tersebut berseberangan pemikiran atau cara pandang dengan tokoh yang sedang berbicara di mimbar.

“Jangan ada hidden agenda. Kebebasan mimbar akademik bukan tempat untuk mencemooh figur dan tokoh tertentu. Bukan tempat untuk menjatuhkan pemerintah. Bukan pula tempat untuk mendungu-dungukan pihak lain lalu menempatkan diri sendiri sebagai satu-satunya pemilik kebenaran,” tandasnya.

Kultur kekebasan mimbar akademik yang seperti itu kata Prof Bambang berlaku universal. Bukan hanya di Unram saja. 

Alumnus Massey University, Selandia Baru ini lalu menuturkan, bagaimana negara liberal seperti Australia maupun Selandia Baru, juga menerapkan kultur serupa.

 Sehingga betapa pun liberalnya ruang untuk menyampaikan gagasan dan pandangan di sana, mimbar akademi tidak menjadi ruang menyampaikan caci maki atau memojok-mojokkan figur yang tidak disukai.

Sebagai akademisi yang memiliki rekam jejak panjang di dua negara di selatan bumi tersebut, Prof Bambang tahu persis akan kultur itu. Guru Besar kelahiran Lombok Timur tahun 1965 ini menamatkan pendidikan doktoralnya di Massey University setelah sebelumnya menamatkan pendidikan di Australia. 

Semenjak 2017 hingga saat ini, Prof Bambang pun menjadi Adjunct Lecturer di Massey University. Sebagai Profesor Tamu, salah satu tugasnya adalah sebagai penguji disertasi mahasiswa S3 di perguruan tinggi yang masuk rangking 250 besar dunia tersebut.

“Mimbar akademik adalah mimbar yang bermartabat. Didasarkan pada kajian-kajian yang ilmiah. Bukan atas dasar asumsi-asumsi,” tandasnya.

Bahkan di dalam agama Islam pun kata Prof Bambang, jika ada pemimpin yang keliru, agama tidak menganjurkan umatnya mengkritik pemimpinnya secara vulgar di depan orang banyak. 

Sebab, hal tersebut sama saja memang hendak mempermalukan pemimpin.

“Kalau menutur saya, apa yang diajarkan agama itu adalah nilai yang paling tinggi. Karena datang dari Yang Mahakuasa,” imbuhnya.

Pun begitu, kampus juga bukanlah tempat untuk berpolitik praktis. Kampus hanya tempat untuk belajar politik bagi para civitas akademikanya. Dan oleh karenanya, kampus harus terbebas dari kegiatan politik praktis tersebut.

Karena itu, Prof Bambang menampik dengan tegas pandangan sejumlah pihak yang kini berusaha menggiring opini publik, seolah-olah Unram menolak figur-figur tertentu untuk menghadiri kegiatan yang terkait dengan mimbar akademik.

Tak ada yang keliru manakala mahasiswa mengundang tokoh idola mereka untuk memberikan pencerahan dalam forum ilmiah. 

Begitu halnya, tak ada yang keliru pula manakala pihak kampus menyampaikan pandangannya terhadap rambu-rambu dan kaidah mimbar akademik yang harus sama-sama dijunjung, mengingat otoritas kampus juga berkaca pada pengalaman serupa yang pernah terjadi di masa-masa sebelumnya.

Visi Unram 2025

Sementara itu, terkait dengan Visi Unram 2025, Prof Bambang yang genap enam bulan memimpin Unram ini menegaskan, Unram kini sedang bersiap menjadi Perguruan Tinggi Berbasis Riset dan Berdaya Saing Internasional. 

Saat ini, Unram sedang melompat jauh dengan menggalng banyak kerja sama internasional.

BACA JUGA: Menteri Pendidikan Unram Jajaki Kerjasama dengan NTB

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah Duta Besar negara-negara Eropa telah datang berkunjung secara langsung ke Unram. 

Mulai dari Duta Besar Uni Eropa hingga Duta Besar Swedia di Indonesia. Kerja sama dengan perguruan tinggi ternama di luar negeri pun telah dilakukan. Antara lain dengan perguruan tinggi di Korea Selatan. Juga dengan sejumlah perguruan tinggi di Australia.

“Dalam waktu dekat pula, sejumlah perguruan tinggi dari Jepang juga akan datang untuk kerja sama ini,” kata Prof Bambang.

Unram juga sebelumnya telah mengirimkan delegasi ke Prancis dan Italia, untuk kerja sama serupa. Demikian halnya dengan negara-negara di Asean. Seluruh kerja sama tersebut terkait dengan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Semenjak memangku jabatan sebagai Rektor Unram, jumlah mahasiswa internasional yang menimba ilmu di Unram pun kini jumlahnya terus bertambah. Jika tahun-tahun sebelumnya, jumlah mahasiswa internasional di Unram paling banter 35 orang, saat ini jumlahnya sudah 191 orang.

“Mereka berasal dari delapan negara,” katanya.

Unram juga menggalang kalangan perbankkan untuk menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa dari luar negeri yang ingin menempuh pendidikan di Unram.

Terkait Merdeka Belajar, yang berkaitan erat dengan salah satu indikator kinerja utama, Unram pun telah membentuk unit kerja yang secara khusus terkait hal tersebut. 

Unram juga kini sedang menyiapkan program percepatan kelulusan yang memberi ruang bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan S1 ke program Magister hanya dalam rentang waktu lima tahun.

Praktiknya, mahasiswa S-1 di tingkat akhir yang sedang menyusun tugas akhir di semester tujuh dan delapan dan sudah tak memiliki lagi beban kuliah, secara paralel bisa menempuh pembelajaran untuk mata kuliah semester satu dan semester dua program magister. Sehingga setelah mereka wisuda, sudah langsung bisa melanjutkan kuliah semester ketiga dan keempat di program magister. ***

 

 




Sirkuit 459 Lantan Jadi Alternatif Penyelenggaraan MXGP  

Gubernur NTB bersama Bupati Loteng serta tim cek kesiapan Sirkuit 459 Lantan, Lombok Tengah sebagai penyelenggara MXGP

LOTENG.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB memiliki kontrak sebagai tuan rumah penyelenggaraan MXGP selama 5 tahun. 

Indonesia mendapat 2 seri, dan tempatnya di NTB satu di Sumbawa dan satu di Lombok. Hingga saat ini Pemerintah memiliki 2 alternatif, yaitu di Sirkuit 459 Lantan dan Eks Bandara Selaparang.

BACA JUGA: Menteri Pendidikan Singapura Jajaki Kerjasama dengan NTB

Gubernur NTB memikirkan akses ke lokasi dan akomodasi
Gubernur Zulkieflimansyah

Gubernur NTB,. Zulkieflimansyah bersama tim mengunjungi sirkuit 459 Lantan  yang berada di Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, Minggu (04/09/22).

Menurut Gubernur sirkuitnya oke, namun akses menuju lokasi yang perlu disiapkan dan fasilitas akomodasi yang harus dipikirkan bersama bupati.

“Soal sirkuit gampang dibuat, tetapi akomodasi, bandara karena kan logistik MXGp ini tidak sederhana,” ujar Gubernur didampingi Bupati Lombok Tengah, dan tim yang terlibat saat melakukan kunjungan survey bersama promotor.

Senada dengan itu, Bupati Lombok Tengah Fathul Bahri mengatakan, NTB memiliki kontrak 5 tahun. 

Sehingga harus dipersiapkan mulai dari sekarang dan layak atau tidaknya. Karena berbicara spesifikasi bukan hak pemerintah melainkan tim infron.

“Kalau sirkuit mudah saja dan gampang dibuat, melainkan infrastruktur pendukung lainnya dan mereka diinapkan dimana, kalau jalan saat ini sedang melakukan pelebaran ruas jalan dan jembatan menuju sirkuit,” ungkap orang nomor satu di Lombok Tengah.

BACA JUGA: Dewan Pengurus Daerah ILDI NTB Resi Dilantik

Disebutkan Bupati, area sirkuit tersebut memiliki luas area sekitar 350 hektare, namun digarap sekitar 14 Hektar untuk sirkuit. ***

 

 




Kiprah IWAPI Diharapkan Membuat UMKM Naik Kelas

Kiprah IWAPI antara lain melalui Trade Fair 3, diharapkan bisa merebut pasar untuk UMKM

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wagub NTB,Hj. Sitti Rohmi Djalillah berharap kiprah IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian daerah dengan membuat UMKM NTB naik kelas.

Menurut Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB, materi di NTB sangat luar biasa, dari setiap 10 kabupaten/kota mempunyai ciri khasnya masing-masing. 

Wagub NTB (kanan) bersama Bunda Niken

Hal tersebut disampaikan pada sambutannya dalam acara IWAPI Trade Fair 3 di Atrium Lombok Epicentrum Mall, Sabtu (03/09/22).

BACA JUGA: Aktivis HMI Diminta Fokus Membangun Ekonomi

“Mutiara, kerajinan tangan, tenun dengan berbagai kelebihannya. Tinggal bagaimana PR kita merebut pasar UMKM, tidak hanya di NTB maupun Indonesia tapi di dunia. Ini yang harus dipikirkan agar UMKM kita bisa naik kelas,” ucapnya.

Tak kalah pentingnya, Ummi Rohmi menyampaikan hampir 3 tahun dilanda bencana, dari gempa hingga Pandemi Covid-19 kemarin, NTB merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

“Itu tidak akan terjadi apabila tidak ada seluruh pihak yang berkontribusi disini,” pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan Laporan Ketua Panitia, Sri Suherni, kegiatan yang berlangsung 2 hari ke depan ini merupakan agenda tahunan yang sudah berjalan dari tahun 2020. 

ITF 3 ini telah menyediakan 68 stand dengan sebagian besar diantaranya merupakan peserta UMKM.

Ketua DPP IWAPI, Ir. Nita Yudi, MBA., juga menambahkan, 47 tahun berdirinya IWAPI ini telah konsisten menjalankan program, memberdayakan perempuan dalam ekonomi, hingga dipercayakan pemerintah turut berperan dalam AWEP (Association of Women Entrepreneurs & Professionals) se-ASEAN.

BACA JUGA: Pemprov NTB dan KPK Sepakati Pentingnya Pembentukan Kerjasama Antar Daerah

“Bagaimana IWAPI dapat menggiring perempuan-perempuan untuk bisa menduduki pimpinan pengusaha-pengusaha maupun di pemerintahan,” lanjut Nita.

Turut hadir dalam acara ini bersama yaitu Kadis Perdagangan NTB, Kadis Kominfotik NTB, Ketua Kadin NTB, Ketua OJK, Kepala Bank BI, serta seluruh stakeholders terkait. ***

 

 




Menteri Pendidikan Singapura Jajaki Kerjasama dengan NTB

Program beasiswa dan gelaran event internasional di NTB menarik Menteri Pendidikan Singapura untuk menjajaki kerjasama

KLU.lombokjournal.com ~ Menteri Pendidikan Singapura, Mahmud Maliki mengagumi geliat pariwisata dan event dunia yang digelar di NTB. 

Gubernur NTB menyambut peluang kerjasama dengan Menteri Pendidikan Singapura
Gubernur Zulkieflimansyah dan Menteri Pendidikan Singapura, Mahmud Maliki

Kekaguman Maliki diungkapkan saat bertemu dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah di Gili Trawangan, Lombok Utara, Jumat (02/09/22). 

“Reputasi NTB sebagai host event dunia sudah mulai dikenal. Itu sebabnya kami merasa perlu bertemu Gubernur,” ujar Mahmud Maliki. 

Gubernur menyambut baik kehadiran Mahmud Maliki di NTB di sela kegiatan mengikuti event G20 di Bali. 

“Nanti kita bahas apa yang bisa dilakukan kerjasama dengan Singapura,” ujar Gubernur Zul. 

Mahmud Maliki juga mengutarakan hal senada terkait kerjasama dengan NTB. Ia menjajaki peluang kerjasama di bidang pendidikan dan lain lain, setelah mendengar pemaparan Gubernur Zul tentang program beasiswa dan gelaran event internasional. 

Ia berharap, dapat segera    membahas peluang kerjasama dengan NTB dalam waktu singkat selama berada di NTB. ***

 

 




Awardee Beasiswa NTB Diminta Jadi Duta Investasi, Budaya, dan Pariwisata

Sekda NTB menilai para awardee akan lebih efektif untuk mempromosikan berbagai potensi NTB di luar negeri

MATARAM.lombokjournal.com ~ Para Awardee atau penerima beasiswa ke luar negeri diminta menjadi Duta Investasi, Budaya, dan Pariwisata di negara tujuan belajar masing-masing. 

Hrapan itu disampaikan Sekertaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi di hadapan 110 penerima beasiswa, saat mengisi sekaligus membuka acara Pelatihan Kepemimpinan bagi Awardee Beasiswa NTB tujuan Malaysia dan Eropa di Gedung Graha Bhakti Praja, Mataram, Jum’at (02/09/22). 

Sekda NTB mengisi latihan kepemimpinan para awardee
Lalu Gita Ariadi

“Jadilah duta investasi dan budaya untuk NTB,” pesan Miq Gite 

BACA JUGA: Gubernur NTB Buka Rapat Dengar Pendapat bersama KPK

Menurutnya, lebih efektif jika para awardee yang mempromosikan berbagai potensi NTB di luar negeri. Karena, para awardee akan tinggal lebih lama dan membangun relasi dengan banyak pihak. 

Miq Gite meminta para Awardee untuk tidak hanya fokus pada akademik saja. Melainkan juga memperkuat networking yang baik dengan partner yang ada, sehingga tumbuh trust atau kepercayaan. 

“Anda adalah virus-virus yang bermanfaat bagi daerah ini untuk merubah berbagai hal yang akan datang,” pesan Sekda. 

Sementara itu, Muhammad Zaki, Awardee tujuan Malaysia mengaku optimis dengan pesan yang diutarakan Sekda. 

Ia bertekad untuk memberikan kontribusi terbaik, untuk Nusa Tenggara Barat, dengan menjadi duta investasi dan budaya seperti yang diharapkan. 

“Saya berharap lima sampai sepuluh tahun kedepan saya bisa memberikan kontribusi yang lebih wow untuk daerah,” tutur Zaki. 

BACA JUGA: Beasiswa dan Investasi Pendidikan dari Turki, Gubernur NTB Siap Kolaborasi

Total Awardee yang mengikuti pelatihan tersebut sejumlah 110 orang. Dengan pembagian negaja tujuan, di antaranya Malaysia 81 awardee, Ceko 4 awardee, dan sisanya Polandia sebanyak 25. ***

 




Sekda NTB Dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pengurus Korpri 

Sekda NTB minta kontribusi para jajaran pengurus Korpri memberikan manfaat dan berkontribusi bagi bangsa dan negara

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi, meminta kontribusi dari para pengurus yang baru untuk membuktikan tanggungjawab dan dedikasi mereka sebagai Pengurus Korpri.

Hal itu ditegaskan Sekda setelah resmi dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pengurus Korpri NTB, masa bhakti 2022-2027.  

Sekda NTB minta pengurus KORPRI berkontribusi untuk negara
Lalu Gita Ariadi

“Kita selaku Pengurus Korpri dituntut di bawah panji-panji Korpri harus melakukan hal-hal yang positif, memberikan manfaat dan berkontribusi bagi bangsa dan negara dalam skala makro,” tutur Miq Gite, sapaan akrab Sekda NTB saat pengukuhan yang berlangsung di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Kamis (01/09/22).

BACA JUGA: Gubernur Buka Rapat Dengar Pendapat dengan KPK

Miq Gite juga menyampaikan, jajaran pengurus menjadi dinamisator, stabilisator serta akselerator gerakan pembangunan, bukan sebaliknya menjadi provokator.

“Keberadaan ASN sebagai anggota Korpri secara sadar maupun tidak sadar sering membuat kegaduhan dengan jari-jarinya, menjadi polusi informasi,” ucapnya.

Diharapkan, orang-orang yang telah dikukuhkan  merupakan orang-orang yang memiliki komitmen. Dan dapat bekerja sama dan berpikir lebih keras untuk membantu, melayani serta mensejahterakan 13 ribu Anggota Korpri di NTB.

Memuliakan ASN

Ketua Dewan Pengurus Korpri Nasional, Zudan Arid Fakrullah menyampaikan, Korpri harus terus bertransformasi. Dalam hal ini konsolidasi organisasi menjadi sangat penting.

“Tugas kita adalah memuliakan ASN dari hidup sampai meninggal dunia, bukan hanya sampai pensiun,” ungkapnya. 

Zudan menambahkan,  Korpri harus mampu masuk ke seluruh OPD dengan memberikan reward seperti guru terbaik bisa diberangkatkan umroh, atau ASN terbaik diberikan jabatan eselon 3 atau 4.

Sentuh anggota Korpri lainnya dengan hal-hal seperti itu agar mereka merasakan kehadiran Pengurus Korpri.

Lebih lanjut Ia juga mengatakan, salah satu hal kecil tetapi perlu dibenahi adalah logo pin Korpri yang masih banyak salah. Banyak pin Korpri yang digunakan warnanya bermacam-macam, ini merupakan hal yang perlu dikonsolidasikan juga.

BACA JUGA; Program Mawar Emas Dipastikan Dinikmati Masyarakat

“Ada merah, biru, hijau, putih, pokonya kalau pin Korpri yang dijual di Pasar Senen itu salah,” ucapnya.

Sekda NTB dalam pengukuhan sebagai Ketua Dewan Pengurus KORPRI

Zudan Fakrullah berharap dengan NTB yang dikaruniai alam yang luar biasa, pariwisata dan kuliner yang indah, supaya ASN di NTB dapat melakukan branding dan marketing dengan memberitakan hal baik tentang NTB secara terus menerus.

“Dari 13 ribu orang apabila 50 persennya saja mempromosikan NTB setiap hari, pasti NTB akan jaya percayalah,” pungkasnya.***

 

 




Program Mawar Emas Dipastikan Dinikmati Masyarakat

Gubernur NTB mengatakan, dengan program Mawar Emas masyarakat tidak lagi terjebak rentenir yang menawarjkan kemudahan meminjam dengan bunga berlipat 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Akses keuangan bagi masyarakat melalui program Melawan Renternir Berbasis Masjid atau Mawar Emas dipastikan dapat dinikmati masyarakat. 

Penegasan itu disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah saat mengunjungi jamaah masjid Al Ikhlas, Karang Tatah, Kota Mataram, Kamis (01/09/22).

“Saya yakin banyak jamaah masjid kita yang meminjam uang di rentenir. Saya pastikan program Mawar Emas akan diberikan pada jamaah masjid yang membutuhkan,” katanya.

BACA JUGA: Pemprov NTB bersama Plan Indonesia Perangi Perkawinan Anak

Gubernur menyadari masih banyak masyarakat yang memanfaatkan rentenir untuk soal keuangan karena kemudahan meminjam, meski dengan bunga yang berlipat. 

Ia berharap, program ini akan membantu jamaah masjid untuk perekonomian. 

Ditambahkan pula, akses keuangan masih belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat dan lembaga keuangan seperti bank, kerap masih sulit diakses karena persyaratan yang menyulitkan. 

“Tapi uang yang dipinjam dari masjid harus dikembalikan dan pengurus akan memilih siapa yang amanah di antara jamaah nantinya,” tambah Gubernur. 

Hal serupa disampaikan pula saat menemui jamaah masjid Nurul Huda, Karang Tapen agar     warga maupun jamaah masjid bisa mendapatkan bantuan keuangan melalui program Mawar Emas. 

Gubernur berpesan, agar selalu mensyukuri keadaan karena setiap orang memiliki persoalannya masing-masing. 

Hal ini ditegaskan agar masyarakat tetap optimis dan berkontribusi bagi kemajuan lingkungan dan daerah. 

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Karang Tatah, Prof Zaenal Asikin  mengatakan, kehadiran Gubernur sangat dinanti warga. 

“Sebagai warga kampung di tengah kota terkadang merasa kurang diperhatikan walau persoalan di kampung sama,” sebut Asikin. 

Namun demikian, ia mengapresiasi Gubernur Zulkieflimansyah yang selalu menyediakan waktu untuk berkeliling mengunjungi warga masyarakat di kampung, desa dan dusun di NTB. 

Hadir pula mendampingi Gubernur, Ketua Baznas NTB, Karo Kesra, Karo Adpim dan anggota DPRD kota Mataram.*** 

 




Pemprov NTB Bersama Plan Indonesia Perangi Perkawinan Anak

Serius memerangi perkawinan anak, Pemprov NTB lakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Plan Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menggelar Rapat Koordinasi dan Penandatanganan Nota Kesepahaman, serta Perjanjian Kerjasama dengan Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) Tentang Pencegahan Perkawinan Anak, di Gedung Sangkareang, Kamis (01/09/22).

Ini salah satu upaya serius Pemprov NTB memerangi isu perkawinan anak. 

BACA JUGA: Lulusan Hamzanwadi Diminta Berkontribusi untuk Masyarakat

Wagub mengatakan Pemprov sudah punya Perda Pencegahan Perkawinan Anak
Wagub Sitti Rohmi dan Direktur Eksekutif Plan Indonesia Dini Widiastuti

Penandatanganan nota kesepahaman itu dilakukan Plan Indonesia dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB) tentang Pencegahan Perkawinan Anak.

Selanjutnya, penandatangan antara Dinas Kesehatan NTB dengan Plan Indonesia tentang kemitraan mendukung sanitasi berbasis masyarakat di NTB. 

Kemudian penandatanganan kerjasama dengan BKKN NTB terkait stunting melalui Project Masmirah. 

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah menjelaskan, Pemprov NTB menjadi Provinsi pertama di Indonesia yang memiliki Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pencegahan Perkawinan Anak.

Namun, Perda tersebut tidaklah cukup hanya menjadi bahasan di tingkat kabupaten dan kota. 

Perda perkawinan anak tersebut perlu diteruskan ke tingkat dusun, sehingga bisa langsung menyasar anak, orangtua, dan pemangku kepentingan. 

Dikatakan Wagub, melalui Posyandu Keluarga hal tersebut bisa diwujudkan. Juga bisa turut disosialisaikan dalam berbagai program Plan Indonesia yang ditujukan untuk menekan angka perkawinan anak. 

“Regulasi sudah ada, bagaimana PRnya regulasi ini dipahami di tingkat dusun dan desa,” tutur Wagub. 

Menurutnya, perkawinan anak merupakan permasalahan yang rumit. Hanya bisa diatasi dengan kolaborasi dan sinergi berbagai pihak. Khususnya dalam mengedukasi persuasif terus menerus kepada masyarakat.

Wagub mengucapkan terima kasih atas kontribusi yang telah diberikan oleh Plan Indonesia. 

Diharapkan, kerjasama yang dilakukan dapat menurunkan angka perkawinan anak di tahun 2023. 

“Yang paling penting adalah actionnya di lapangan. Mudah-mudahan di tahun 2023 angka perkawinan anak ini akan turun dengan baik,” harapnya.

BACA JUGA: HUT Kota Matarm ke 29, Gubernur NTB: Perkuat Kolaborasi

Program Gema Cita

Sementara itu, Direktur Eksekutif Plan Indonesia Dini Widiastuti mengatakan, penandatanganan ini sebagai salah satu upaya memperkuat implementasi Perda Pencegahan Perkawinan Anak yang dibuat NTB.

Pemprov menggandeng Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) untuk bekerja sama secara formal, yang dituangkan melalui nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS). 

Dini melanjutkan, perjanjian kerja sama ini menjadi langkah positif upaya pencegahan perkawinan anak di NTB, secara lebih kuat dan berdampak luas ke depan. 

Di NTB sendiri, salah satu upaya yang telah ditempuh Plan Indonesia dalam pencegahan perkawinan anak adalah melalui Program Gema Cita (Generasi Bangsa Bebas Perkawinan Usia Anak). 

Gema Cita dirancang untuk melanjutkan praktik baik yang dilakukan Plan Indonesia dan mitra sebelumnya untuk memperkuat remaja dan kaum muda. Terutama perempuan, dalam mengambil keputusan tepat agar bebas dari perkawinan anak dan kehamilan remaja. 

Di samping itu, program ini juga mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung bagi remaja dan kaum muda dalam bentuk penguatan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis. 

Selain Gema Cita, ada juga program  Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM). 

BACA JUGA: Lingkungan Bersih Salah Satu Faktor Penurunan Stunting

Program ini merupakan gerakan dari jaringan atau kelompok warga pada tingkat masyarakat yang bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak. sekolah ramah anak dan forum anak.

PATBM terbukti berhasil mendorong kapasitas dan komitmen pemerintah dan warga desa termasuk remaja dan kaum muda, dalam memerangi perkawinan anak dan kehamilan remaja secara lebih terstruktur,

holistik, dan integratif. 

Pemprob NTB menandatangani MoU dengan Plan Indonesia

“Program ini berkolaborasi dengan pemerintah, kelompok kaum muda, sekolah dan organisasi masyarakat, khususnya di Lombok Barat. Selain di NTB, program ini juga diimplementasikan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. 

Ini merupakan upaya keberlanjutan memperkuat advokasi pencegahan perkawinan anak di dua provinsi tersebut,” tutur Dini. ***

 

 




Pelantikan Waka II DPRD NTB, Ini Pesan Gubernur NTB 

Gubernur NTB dalam pelantikan Waka II DPRD NTB Yek Agil, berpesan agar menjadi orang tua yang mampu menenangkan anggotanya

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ketua DPW PKS NTB, Yek Agil dilantik sebagai Wakil Ketua II DPRD NTB dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk Pengambilan Sumpah/Janji dan Pelantikan Pimpinan DPRD Provinsi NTB Pengganti Antar Waktu (PAW) Sisa Masa Jabatan Tahun 2019-2024, di Ruang Paripurna DPRD Provinsi NTB, Rabu (31/08/22).

Gubernur NTB berpesan, agar jadi orang tua bagi anggotanya
Gubernur Zulkieflimansyah

Jabatan Wakil Ketua DPRD NTBsemula dijabat H. Abdul Hadi. 

BACA JUGA: HUT Kota Mataram ke 29, Gubernur NTB: Perkuat Kolaborasi

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang dihadiri Gubernur NTB Zulkieflimansyah itu, dilakukan Ketua Pengadilan Tinggi NTB Achmad Setyo Pudjoharsoyo dan dipimpin Baiq Isvie Rupaeda, S.H., M.H selaku Ketua DPRD NTB. 

Bang Zul sapaan Gubernur, berpesan kepada pimpinan baru, dapat menjadi layaknya orangtua yang mampu menenangkan para anggotanya dalam berbagai gejolak kondisi dan situasi. 

“Mudah-mudahan tetap kompak dan bersinergi bersama kami pemerintah, dan menjadi orang tua yang baik menanamkan konsep dan solusi yang menyebakan hidup kita makin berwarna,” pesan Bang Zul. 

Sementara itu, Baiq Isvie Rupaeda, S.H., M.H dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih kepada Wakil Ketua II DPRD NTB yang semula dijabat H. Abdul Hadi. 

Menurutnya, Abdul Hadi telah bekerja dengan sepenuh hati mengamalkan samiqna wa’atoqna atau mendengarkan dan mentaati berbagai keputusan. 

Ia juga meengucapkan selamat kepada Waka DPRD yang baru dan berharap Yek Agil dapat segera beradaptasi dengan berbagai pekerjaan yang menanti, meningkatkan koordinasi dengan Pemprov NTB, sehingga bisa menghasilkan produk dewan yang berkualitas. 

“Kami mengucapkan selamat bekerja dalam mengemban amanah,” pesan Isvi. 

BACA JUGA: Puan Maharani Ajak Kolaborasi Ciptakan Dunia yang Lebih Baik

Selain dihadiri Gubernur NTB, pelantikan tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah NTB Lalu Gita Ariadi, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), perwakilan KPU, BAWASLU, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, LSM, dan awak media cetak maupun elektronik.***

 

 




HUT Kota Mataram ke-29, Gubernur NTB: Perkuat Kolaborasi

Dalam peringatan HUT Kota Mataram, Gubernur NTB berharap warga mengedepankan kolaborasi membangun kota

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kota Mataram merayakan Hari Ulang Tahunnya yang ke-29 tahun, tanggal 31 Agustus, yang menjadi momen spesial bagi Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Pada momen spesial ini, kepada masyarakat kota Mataram Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyampaikan pesan, agar selalu mengedepankan kolaborasi dan kerja sama, sebagai ikhtiar kolektif dalam membangun Kota Mataram menuju visi misi yang dicita-citakan. 

BACA JUGA: Pemprov NTB Dukung Prpgram Teknologi Hemat Energi IKA ITS

Pesan HUT Kota Mataram, perkuat kerja bersama membangun kota

“Seluruh komponen Kota Mataram diharapkan mengedepankan kolaborasi, bekerja bersama sebagai ikhtiar kolektif dalam membangun Kota Mataram menuju visi-misi yang dicita-citakan,” pesan Bang Zul panggilan akrab Gubernur NTB.

Menurutnya, momentum ini menunjukkan Kota Mataram yang tetap tangguh, semakin solid, dan harus bangkit lebih kuat serta pulih lebih cepat.

Bang Zul menyampaikan pesan itu dalam sambutan yang dibacakan Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, S.Sos, M.H di Lapangan Taman Sangkareang, Rabu (31/08/22). 

Bang Zul juga mengapresiasi Pemerintah Kota Mataram atas keberhasilannya dalam menekan laju penyebaran Covid-19, terutama untuk pemulihan sosial ekonomi masyarakat. 

“Kita patut memberikan apresiasi kepada pemerintah Kota Mataram dalam menghadapi pandemi berhasil menekan laju penyebaran covid-19 terutama pemulihan sosial ekonomi masyarakat. Dimana dalam penanganan covid-19, tetap berpedoman dalam mengedepankan strategi menjaga titik keseimbangan antara kebijakan pemulihan kesehatan dan pemulihan ekonomi, seiring sejalan,” kata Bang Zul.

Selain itu, perjalanan membangun Kota Mataram ke depan masih sangat panjang dengan segala tantangan sehingga diperlukan kekuatan kepemimpinan daerah dalam menciptakan inovasi dan peningkatan SDM.

Menurut Bang Zul, perjalanan membangun Kota Mataram masih panjang dengan segala tantangannya. Peningkatan daya saing itu penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kota Mataram. 

“Semoga hari jadi Kota Mataram ini memberi inspirasi dan semangat baru kepada seluruh masyarakat Kota Mataram untuk bekerja nyata dan memantapkan ikhtiar pembangunan kota Mataram,” ujarnya.

Gubernur Zulkieflimansyah menegaskan, dalam menyambut tahun politik di 2023 mendatang, masyarakat diimbau agar tetap menjaga kondusifitas dan persatuan untuk menyukseskannya.

BACA JUGA: Kenggulan dan Potensi NTB Diungkap pada Peserta PKA

“Tahun 2023 akan memasuki tahun politik, perbedaan pendapat dan perbedaan pilihan harus dimaknai dengan cara tuhan memperkaya kita bukan untuk memantik perseteruan. Diimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas daerah menuju pesta demokrasi dengan penuh rasa kekeluargaan, rasa persahabatan, saling menyayangi, saling mendukung, dan saling menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian wilayah masing-masing,” ujar H. Mohan Roliskana sebagai Inspektur Upacara, membacakan sambutan.

Hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah yang juga turut mengucapkan selamat hari jadi untuk Kota Mataram yang ke-29. 

Momen HUT Kota Mataram menginspirasi warga berihtiar membangun kota

Wagub Sitti Rohmi menyampaikan selamat pada Kota Mataram, apalagi pada HUT ke-29 ini banyak hal-hal luar biasa yang dilakukan dan diapresiasinya. 

BACA JUGA: Puan Maharani Ajak Kolaborasi Bangun Dunia yang Lebih Baik

“Yang pertama 5 pilar STBM, itu tidak gampang. Kemudian ada Mall Pelayanan Publik, ini juga bagus karena pelayanan ke masyarakat itu nomor satu. Jadi hal-hal prinsip banyak dilakukan. Selain itu, kebersihan di Kota Mataram ini besar sekali kemajuannya, harus kita apresiasi, progressnya udah luar biasa. Dan Kota Mataram juga concern untuk menekan angka stunting, luar biasa sekali,” ucap Wagub NTB. ***