Pilah Sampah dari Rumah, Butuh Kesungguhan Kabupaten/Kota
Beri Apresiasi KOTAKU, Wagub NTB tekankan untuk pilah sampah dari rumah, agar pengelolaan di TPA diminimalkan
MATARAM.lombokjournal.com ~Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengapresiasi program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kementerian PUPR, terkait pengelolaan sampah berbasis komunitas yang berlangsung di Kota Mataram.
“Saya ucapkan terimakasih, program KOTAKU memang sejalan dengan apa yang kita ikhtiarkan,” tutur Ummi Rohmi saat menerima audiensi KOTAKU di Ruang Kerja Wagub NTB, Selasa (06/09/22).
Wagub menekankan kepada masyarakat agar dapat memilah sampah dari rumah. Hal ini bertujuan agar pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat diminimalisir.
“Harapannya masyarakat memilah sampah dari rumah, yang kita butuhkan adalah kesungguhan dari pemerintah kabupaten/kota supaya setiap sampah rumah tangga dipilah,” tuturnya.
Sementara itu, Hartati selaku koordinator KOTAKU menjelaskan, telah dilaksanakanya program pengolahan sampah dengan sistem komposter, yang telah berlangsung di Kota Mataram tepatnya di lima kelurahan yakni Kebun sari, Babakan, Sayang sayang, Bertais dan Kekalik jaya.
“Dari sebilah komposter menghasilkan pupuk organik cair dalam sebulan per unit 30 Liter, jadi dikalikan 30 liter dengan 179 unit per bulan. Masyarakat sudah menggunakan pupuk organik cair untuk pemupukan sayuran dan tanaman yang ada di situ,” ungkapnya.
Hartati berharap agar Pemeritah Daerah Provinsi NTB dapat bersinergi dalam melakukan pemasaran pupuk organik cairtersebut
“Kami berharap, agar pertemuan ini dapat memberikan kemudahan jaringan pemasaran pupuk organik cair yang di produksi oleh komunitas tadi,” ungkap Hartati. ***
Peserta MILAT Tour 2022 Diajak Eksplorasi Potensi NTB
Wagub Ummi Rohmi menejelaskan potensi NTB pada para peserta MILAT atau Military Attache Corps Tour 2022
MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyambut kedatangan para peserta Military Attache Corps (MILAT) Tour 2022 di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Selasa (06/09/22).
Dengan berbahasa Inggris, Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub memaparkan sekaligus mengajak para peserta MILAT untuk mengeksplorasi sektor-sektor potensial yang ada di NTB.
Wagub Sitti Rohmi (tengah)
“Selamat datang untuk seluruh peserta di NTB. NTB ini adalah salah satu tempat tercantik di Indonesia, bahkan mungkin di dunia. Terdiri dari 2 Pulau utama, yaitu Lombok dan Sumbawa serta ratusan pulau kecil (Gili) yang hampir semuanya sangat indah,” kata Wagub.
Ia menambahkan, 10 Kab/kota yang ada di NTB memiliki potensi daerah yang berbeda-beda, seperti pada bidang pertanian, laut, budaya dan pariwisata.
“NTB punya 10 kabupaten/kota, 5 ada di Pulau Lombok dan 5 lainnya ada di Pulau Sumbawa. Semua daerah punya potensinya masing-masing, seperti pertanian, hasil lautnya, budaya, dan pariwisata,” tambahnya.
Terakhir, Wagub berharap dengan diadakannya MILAT Tour di NTB, kedepannya dapat menarik banyak negara untuk berinvestasi dan bekerjasama.
“Kami berharap setelah anda berkunjung ke NTB, mungkin negara anda akan berinvestasi untuk beberapa sektor potensial disini. Semoga satu minggu ini cukup untuk melihat sektor-sektor potensial di NTB. Dan juga semoga ke depannya kita dapat menjalin banyak kerjasama. Terima kasih atas kunjungannya,” tutup Wagub.
Selain itu, pemaparan detail tentang potensi-potensi di NTB dalam berbagai sektor juga turut dijelaskan oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Drs. Lalu Hasbulwadi, M. Pd.
Mendapat pemaparan tersebut, Atase Pertahanan Inggris Col. Paul R, menyatakan bahwa setelah tour berakhir, ia akan datang kembali ke NTB untuk melihat potensi daerah sekaligus menikmati keindahan alamnya.
“Sangat menarik. Saya sudah memutuskan bahwa saya akan datang kembali kesini untuk berlibur dengan keluarga saya,” ujar Col. Paul R.
Sebagai informasi, Provinsi NTB terpilih sebagai tuan rumah MILAT Tour 2022 yang diikuti oleh perwakilan dari 22 negara di seluruh dunia.
MILAT Tour sendiri merupakan kunjungan terkordinir yang bersifat rutin dan dilaksanakan setiap tahun sekali diikuti seluruh Atase Pertahanan negara sahabat yang terakreditasi pemerintah Republik Indonesia kesatuan TNI dan Pemerintah Daerah untuk memperkenalkan satuan TNI serta budaya Indonesia. ***
Military Attache Corps Tour, Perluas Jaringan Wisata NTB
Sekda NTB memanfaatkan singgahnya Delegasi Military Attache (Milat) Tour ke Lombok, untuk promosikan NTB
MATARAM.lombokjournal.com ~ Delegasi Military Attache (Milat) Tour, yang terdiri dari para atase militer dan rombongan dari negara sahabat, disambut Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi, di Pendopo Tengah Gubernur di Mataram, Senin (05/09/22).
Kehadiran Milat dimanfaatkan oleh Miq Gite panggilan akrab Sekda untuk mempromosikan segala potensi dan kelebihan Provinsi NTB. Terutama memperluas jaringan Wisata NTB.
“Kehadiran military attache saat ini adalah berkah karena tentu dari informasi singkat dan pengalaman, military attache akan menjadi duta-duta promosi investasi bagi NTB yang mudah-mudahan dari negara masing-masing ada yang tertarik untuk selain berwisata juga mau berinvestasi,” ucap Miq Gite.
Sekda menceritakan kepada delegasi, NTB memiliki harapan yang besar terhadap rencana pembangunan Global Hub. Sehingga selain sebagai daerah pariwisata NTB, ke depan menjadi persinggahan jalur perdagangan internasional.
Sekda mengungkapkan sangat bangga NTB dipilih sebagai salah satu tempat Military Attache (Milat) Corps Tour 2022. Ia berharap seluruh delegasi mendapat kesan yang baik terhadap NTB.
“Semoga kunjungan ini mendapat kesan yang positif, sehingga kita bisa kolaborasi dimasa yang akan datang,” tutupnya.
Keindahan alam Lombok
Sementara itu, Paban II/ Hublu Sintel TNI, Kolonel Pnb Arif Adi Nugroho, mengungkapkan bukan tanpa alasan Military Attache (Milat) Corps Tour 2022 diadakan di NTB.
Salah satunya menurut para delegasi Milat Corps Tour 2022, Lombok memiliki keindahan alam yang tak kalah dengan daerah lain di Indonesia
“NTB khususnya pulau Lombok memiliki keindahan yang luar biasa dan para delegasi sangat menikmatinya, sekali lagi kami ucapkan terimakasih atas sambutan yang sangat baik ini,” ujarnya.
Military Attache Tour merupakan kunjungan terkordinir yang bersifat rutin dan dilaksanakan setiap tahun sekali, diikuti seluruh Attache pertahanan yang akreditasi pemerintah Republik Indonesia, kesatuan TNI dan Pemerintah Daerah untuk memperkenalkan satuan TNI serta budaya Indonesia. ***
Rapat Pengendalian Inflasi, Pemerintah Salurkan Bantuan Sosial
Gubernur NTB ikuti rapat video conference terkait kebijakan pengendalian inflasi yang dipimpin Mendagri Tito Karnavian
MATARAM.lombokjournal.com ~ Rapat Video Conference terkait Kebijakan Pengendalian Inflasi, khususnya Sosialisasi Kebijakan Menteri Keuangan (Menkeu) terkait dengan Kebijakan Recofusing 2 persen Dana Alokasi Umum (DAU) dan Kebijakan Penggunaan Dana Bansos, berlangsung hari Senin (05/09/22).
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah hadir dalam rapat video conference yang dipimpin secara langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian tersebut.
Selain itu juga diikuti Menteri Sosial, Tri Rismaharini, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Dr. (H.C.) Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M. Pd., Menteri Ketenagakerjaan RI, Dr. Dra Hj. Ida Fauziyah, M.Si, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung RI, Dr. ST. Burhanuddin, SH., MM, Wakil Menteri Keuangan, Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Kementerian Lembaga, Kepala Daerah Gubernur, Walikota, Bupati dan jajarannya.
Mendagri Muhammad Tito Karnavian menghimbau, agar masyarakat kurang mampu dapat terus dijaga, melalui beberapa skema bantuan sosial yang akan dilakukan pemerintah.
Skema yang dimaksud seperti pemberian Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi masyarakat kurang mampu, dukungan bagi pekerja melalui Bantuan Subsidi Upah (BSU) dan dukungan Pemda sebesar 2 persen dari Dana Transfer Umum (DTU) terdiri dari DAU atau DBH.
“Kita akan terus berupaya menjaga masyarakat kurang mampu, diantaranya melalui skema yang telah disusun pemerintah memberikan BLT sebesar 12.4 triliun yang di kelola Kemensos, dukungan untuk pekerja yang dikelola untuk kemenaker sebanyak 9,6 Triliu, Pemda 2 persen dari dana transfer umum yang berasal dari DAU dan DBH,” ucapnya.
Wakil Menteri Keuangan, Prof. Suahasil Nazara, S.E., M.Sc., Ph.D menjabarkan, skema pemberian bansos tambahan sebesar 24,17 Triliun. BLT dan BSU akan dieksekusi pada akhir Agustus atau awal September.
Dan dukungan dari Pemda 2 persen diperkirakan dapat dieksekusi pada Oktober.
“Kita berharap ini nanti program perlindungan sosial, bisa mendorong penciptaan lapangan kerja, bagi usaha mikro, usaha kecil, ojek, angkutan umum, nelayan dan lainnya sesuai karakteristik daerah,” tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Zulkieflimansyah menuturkan, langkah nyata yang dilakukan untuk menangani inflasi, yaitu salah satunya melalui operasi pasar.
“Langkah real pemerintah untuk menangani inflasi yaitu operasi pasar dan tadi dijelaskan, subsidinya akibat gejolak eksternal itu membengkak. Jadi pemerintah tidak punya pilihan lain, di sisi yang lain kita tidak mau memberatkan masyarakat sehingga nanti ada bantuan kepada masyarakat langsung, supaya nanti yang betul-betul terkena dampaknya tidak terlalu memberatkan,” tutur Bang Zul.***
MXGP Samota Indonesia Raih Best Media Opportunity 2022
Pelaksanaan MXGP Samota menjadi sorotan dunia atas keberhasilannya melaksanakan perhelatan internasional
MATARAM.lombokjournal.com ~ Penghargaan Best Media Opportunity 2022 diraih event Motor Cross Grand Prix (MXGP) Samota 2022 yang digelar di Sumbawa NTB beberapa waktu lalu, pada ajang MXGP Award.
Ajang tersebut diselenggarakan oleh pihak Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) Motocross World Championship.
Ajang MXGP Award tersebut berlangsung di area Moto Festival di sirkuit Afyon, Afyonkarahisar Province, Turki, Minggu (04/09/22).
Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah mengapresiasi capaian tersebut. Ia mengucapkan selamat kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mensukseskan acara tersebut.
Indonesia, Samota Sumbawa khususnya, yang kembali menjadi sorotan dunia.
“Selamat kepada Indonesia dan kepada Samota Sumbawa khususnya yang kembali menjadi sorotan dunia atas keberhasilannya melaksanakan perhelatan internasional dan meraih penghargaan istimewa MXGP AWARDS Best Media Opportunity 2022,” tutur Bang Zul.
Bang Zul mengungkapkan, Pelaksanaan MXGP of Indonesia 2022 di Samota Sumbawa memberikan dampak yang sangat baik kepada masyarakat setempat. Pencapaian nilai ekonomi sekitar 154 milyar selama 3 hari pelaksanaan di Samota Sumbawa.
MXGP di tahun 2023 nanti akan kembali digelar di NTB sebanyak dua sesi. Balapan akan digelar di Lombok dan Sumbawa.
Dalam kalender event Kementerian Pariwisata disebutkan jadwal di antaranya, MXGP Samota Sumbawa 24-25 June 2023, dan MXGP Lombok 1-2 July 2023.
“Termasuk di sirkuit Samota yang sudah mendapatkan homologasi dari FIM sebagai sirkuit kelas dunia,” tutur Gubernur.
Penghargaan tersebut diberikan simbolis kepada Indonesia dengan menampilkan tayangan video cuplikan penyambutan rombongan MXGP di Samota Sumbawa yang istimewa. Termasuk acara seremonial yang dihadiri oleh ribuan masyarakat kota Sumbawa Besar dan atraksi Jupiter Aerobatic Team di atas sirkuit Samota Sumbawa.
Penghargaan dibacakan oleh Komentator MXGP-TV Paul Malin dan Presenter MXGP-TV Lisa Leyland dengan seluruh acara disiarkan langsung ke seluruh dunia di www.MXGP-TV.com.
Sementara itu, Infront Moto Racing CEO David Luongo, dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada para pihak yang terlibat dalam ajang MXGP dari berbagai belahan dunia.
“Thank you to all of the teams and riders for the support, motocross is a big family and everyone involved works incredibly hard to deliver a great championship like the one we saw again this year. Thank you all. (Terima kasih kepada semua tim dan pebalap atas dukungannya, motocross adalah keluarga besar dan semua orang yang terlibat bekerja sangat keras untuk memberikan kejuaraan hebat seperti yang kita lihat lagi tahun ini. Terima kasih semuanya,)” tuturnya. ***
Rektor Unram: Mimbar Akademik Terbuka untuk Tokoh Mana pun
Kultur Unram menjaga kebebasan mimbar akademik, namun Rektor Unram Prof Bambang menolak menjadi ajang caci maki dan mem-bully pihak lain
MATARAM.lombokjournal.com ~-Universitas Mataram sedang menyiapkan diri menjadi perguruan tinggi berbasis riset dan berdaya saing internasional pada tahun 2025.
Perguruan tinggi negeri terbesar di NTB ini pun memastikan, mimbar akademik terbuka untuk tokoh manapun.
Rektor Unram Prof. H. Bambang Hari Kusomo
“Unram tidak pernah menolak tokoh. Siapa saja. Menjadi kultur Unram untuk selalu menjaga kebebasan mimbar akademik,” kata Rektor Universitas Mataram Prof H Bambang Hari Kusomo, melalui Siaran Pers kepada Media, Senin (05/09/22)
Alih-alih melarang-larang, Unram justru kata Prof Bambang, memberikan ruang besar bagi berkembangnya gagasan, kajian, dan pemikiran. Bahkan, Unram menyiapkan karpet merah untuk hal tersebut.
Namun begitu, Guru Besar Fakultas Pertanian ini mengingatkan, mimbar akademik bukanlah kebebasan tanpa tanggung jawab.
Mimbar akademik Unram memiliki wibawa ilmiah dimana menjadi tempat menyampaikan pikiran dan pendapat secara terbuka yang didasarkan pada data-data dan fakta-fakta yang telah teruji secara ilmiah.
Karena itu, Unram tidaklah mungkin menyiapkan mimbar akademik untuk menjadi ajang caci maki. Tempat mem-bully pihak lain hanya lantaran pihak tersebut berseberangan pemikiran atau cara pandang dengan tokoh yang sedang berbicara di mimbar.
“Jangan ada hidden agenda. Kebebasan mimbar akademik bukan tempat untuk mencemooh figur dan tokoh tertentu. Bukan tempat untuk menjatuhkan pemerintah. Bukan pula tempat untuk mendungu-dungukan pihak lain lalu menempatkan diri sendiri sebagai satu-satunya pemilik kebenaran,” tandasnya.
Kultur kekebasan mimbar akademik yang seperti itu kata Prof Bambang berlaku universal. Bukan hanya di Unram saja.
Alumnus Massey University, Selandia Baru ini lalu menuturkan, bagaimana negara liberal seperti Australia maupun Selandia Baru, juga menerapkan kultur serupa.
Sehingga betapa pun liberalnya ruang untuk menyampaikan gagasan dan pandangan di sana, mimbar akademi tidak menjadi ruang menyampaikan caci maki atau memojok-mojokkan figur yang tidak disukai.
Sebagai akademisi yang memiliki rekam jejak panjang di dua negara di selatan bumi tersebut, Prof Bambang tahu persis akan kultur itu. Guru Besar kelahiran Lombok Timur tahun 1965 ini menamatkan pendidikan doktoralnya di Massey University setelah sebelumnya menamatkan pendidikan di Australia.
Semenjak 2017 hingga saat ini, Prof Bambang pun menjadi Adjunct Lecturer di Massey University. Sebagai Profesor Tamu, salah satu tugasnya adalah sebagai penguji disertasi mahasiswa S3 di perguruan tinggi yang masuk rangking 250 besar dunia tersebut.
“Mimbar akademik adalah mimbar yang bermartabat. Didasarkan pada kajian-kajian yang ilmiah. Bukan atas dasar asumsi-asumsi,” tandasnya.
Bahkan di dalam agama Islam pun kata Prof Bambang, jika ada pemimpin yang keliru, agama tidak menganjurkan umatnya mengkritik pemimpinnya secara vulgar di depan orang banyak.
Sebab, hal tersebut sama saja memang hendak mempermalukan pemimpin.
“Kalau menutur saya, apa yang diajarkan agama itu adalah nilai yang paling tinggi. Karena datang dari Yang Mahakuasa,” imbuhnya.
Pun begitu, kampus juga bukanlah tempat untuk berpolitik praktis. Kampus hanya tempat untuk belajar politik bagi para civitas akademikanya. Dan oleh karenanya, kampus harus terbebas dari kegiatan politik praktis tersebut.
Karena itu, Prof Bambang menampik dengan tegas pandangan sejumlah pihak yang kini berusaha menggiring opini publik, seolah-olah Unram menolak figur-figur tertentu untuk menghadiri kegiatan yang terkait dengan mimbar akademik.
Tak ada yang keliru manakala mahasiswa mengundang tokoh idola mereka untuk memberikan pencerahan dalam forum ilmiah.
Begitu halnya, tak ada yang keliru pula manakala pihak kampus menyampaikan pandangannya terhadap rambu-rambu dan kaidah mimbar akademik yang harus sama-sama dijunjung, mengingat otoritas kampus juga berkaca pada pengalaman serupa yang pernah terjadi di masa-masa sebelumnya.
Visi Unram 2025
Sementara itu, terkait dengan Visi Unram 2025, Prof Bambang yang genap enam bulan memimpin Unram ini menegaskan, Unram kini sedang bersiap menjadi Perguruan Tinggi Berbasis Riset dan Berdaya Saing Internasional.
Saat ini, Unram sedang melompat jauh dengan menggalng banyak kerja sama internasional.
Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah Duta Besar negara-negara Eropa telah datang berkunjung secara langsung ke Unram.
Mulai dari Duta Besar Uni Eropa hingga Duta Besar Swedia di Indonesia. Kerja sama dengan perguruan tinggi ternama di luar negeri pun telah dilakukan. Antara lain dengan perguruan tinggi di Korea Selatan. Juga dengan sejumlah perguruan tinggi di Australia.
“Dalam waktu dekat pula, sejumlah perguruan tinggi dari Jepang juga akan datang untuk kerja sama ini,” kata Prof Bambang.
Unram juga sebelumnya telah mengirimkan delegasi ke Prancis dan Italia, untuk kerja sama serupa. Demikian halnya dengan negara-negara di Asean. Seluruh kerja sama tersebut terkait dengan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Semenjak memangku jabatan sebagai Rektor Unram, jumlah mahasiswa internasional yang menimba ilmu di Unram pun kini jumlahnya terus bertambah. Jika tahun-tahun sebelumnya, jumlah mahasiswa internasional di Unram paling banter 35 orang, saat ini jumlahnya sudah 191 orang.
“Mereka berasal dari delapan negara,” katanya.
Unram juga menggalang kalangan perbankkan untuk menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa dari luar negeri yang ingin menempuh pendidikan di Unram.
Terkait Merdeka Belajar, yang berkaitan erat dengan salah satu indikator kinerja utama, Unram pun telah membentuk unit kerja yang secara khusus terkait hal tersebut.
Unram juga kini sedang menyiapkan program percepatan kelulusan yang memberi ruang bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan S1 ke program Magister hanya dalam rentang waktu lima tahun.
Praktiknya, mahasiswa S-1 di tingkat akhir yang sedang menyusun tugas akhir di semester tujuh dan delapan dan sudah tak memiliki lagi beban kuliah, secara paralel bisa menempuh pembelajaran untuk mata kuliah semester satu dan semester dua program magister. Sehingga setelah mereka wisuda, sudah langsung bisa melanjutkan kuliah semester ketiga dan keempat di program magister. ***
Sirkuit 459 Lantan Jadi Alternatif Penyelenggaraan MXGP
Gubernur NTB bersama Bupati Loteng serta tim cek kesiapan Sirkuit 459 Lantan, Lombok Tengah sebagai penyelenggara MXGP
LOTENG.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB memiliki kontrak sebagai tuan rumah penyelenggaraan MXGP selama 5 tahun.
Indonesia mendapat 2 seri, dan tempatnya di NTB satu di Sumbawa dan satu di Lombok. Hingga saat ini Pemerintah memiliki 2 alternatif, yaitu di Sirkuit 459 Lantan dan Eks Bandara Selaparang.
Gubernur NTB,. Zulkieflimansyah bersama tim mengunjungi sirkuit 459 Lantan yang berada di Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, Minggu (04/09/22).
Menurut Gubernur sirkuitnya oke, namun akses menuju lokasi yang perlu disiapkan dan fasilitas akomodasi yang harus dipikirkan bersama bupati.
“Soal sirkuit gampang dibuat, tetapi akomodasi, bandara karena kan logistik MXGp ini tidak sederhana,” ujar Gubernur didampingi Bupati Lombok Tengah, dan tim yang terlibat saat melakukan kunjungan survey bersama promotor.
Senada dengan itu, Bupati Lombok Tengah Fathul Bahri mengatakan, NTB memiliki kontrak 5 tahun.
Sehingga harus dipersiapkan mulai dari sekarang dan layak atau tidaknya. Karena berbicara spesifikasi bukan hak pemerintah melainkan tim infron.
“Kalau sirkuit mudah saja dan gampang dibuat, melainkan infrastruktur pendukunglainnya dan mereka diinapkan dimana, kalau jalan saat ini sedang melakukan pelebaran ruas jalan dan jembatan menuju sirkuit,” ungkap orang nomor satu di Lombok Tengah.
Disebutkan Bupati, area sirkuit tersebut memiliki luas area sekitar 350 hektare, namun digarap sekitar 14 Hektar untuk sirkuit. ***
Kiprah IWAPI Diharapkan Membuat UMKM Naik Kelas
Kiprah IWAPI antara lain melalui Trade Fair 3, diharapkan bisa merebut pasar untuk UMKM
MATARAM.lombokjournal.com ~Wagub NTB,Hj. Sitti Rohmi Djalillah berharap kiprah IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian daerah dengan membuat UMKM NTB naik kelas.
Menurut Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB, materi di NTB sangat luar biasa, dari setiap 10 kabupaten/kota mempunyai ciri khasnya masing-masing.
Wagub NTB (kanan) bersama Bunda Niken
Hal tersebut disampaikan pada sambutannya dalam acara IWAPI Trade Fair 3 di Atrium Lombok Epicentrum Mall, Sabtu (03/09/22).
“Mutiara, kerajinan tangan, tenun dengan berbagai kelebihannya. Tinggal bagaimana PR kita merebut pasar UMKM, tidak hanya di NTB maupun Indonesia tapi di dunia. Ini yang harus dipikirkan agar UMKM kita bisa naik kelas,” ucapnya.
Tak kalah pentingnya, Ummi Rohmi menyampaikan hampir 3 tahun dilanda bencana, dari gempa hingga Pandemi Covid-19 kemarin, NTB merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.
“Itu tidak akan terjadi apabila tidak ada seluruh pihak yang berkontribusi disini,” pungkasnya.
Sementara itu, berdasarkan Laporan Ketua Panitia, Sri Suherni, kegiatan yang berlangsung 2 hari ke depan ini merupakan agenda tahunan yang sudah berjalan dari tahun 2020.
ITF 3 ini telah menyediakan 68 stand dengan sebagian besar diantaranya merupakan peserta UMKM.
Ketua DPP IWAPI, Ir. Nita Yudi, MBA., juga menambahkan, 47 tahun berdirinya IWAPI ini telah konsisten menjalankan program, memberdayakan perempuan dalam ekonomi, hingga dipercayakan pemerintah turut berperan dalam AWEP (Association of Women Entrepreneurs & Professionals) se-ASEAN.
“Bagaimana IWAPI dapat menggiring perempuan-perempuan untuk bisa menduduki pimpinan pengusaha-pengusaha maupun di pemerintahan,” lanjut Nita.
Turut hadir dalam acara ini bersama yaitu Kadis Perdagangan NTB, Kadis Kominfotik NTB, Ketua Kadin NTB, Ketua OJK, Kepala Bank BI, serta seluruh stakeholders terkait. ***
Menteri Pendidikan Singapura Jajaki Kerjasama dengan NTB
Program beasiswa dan gelaran event internasional di NTB menarik Menteri Pendidikan Singapura untuk menjajaki kerjasama
KLU.lombokjournal.com ~ Menteri Pendidikan Singapura, Mahmud Maliki mengagumi geliat pariwisata dan event dunia yang digelar di NTB.
Gubernur Zulkieflimansyah dan Menteri Pendidikan Singapura, Mahmud Maliki
Kekaguman Maliki diungkapkan saat bertemu dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah di Gili Trawangan, Lombok Utara, Jumat (02/09/22).
“Reputasi NTB sebagai host event dunia sudah mulai dikenal. Itu sebabnya kami merasa perlu bertemu Gubernur,” ujar Mahmud Maliki.
Gubernur menyambut baik kehadiran Mahmud Maliki di NTB di sela kegiatan mengikuti event G20 di Bali.
“Nanti kita bahas apa yang bisa dilakukan kerjasama dengan Singapura,” ujar Gubernur Zul.
Mahmud Maliki juga mengutarakan hal senada terkait kerjasama dengan NTB. Ia menjajaki peluang kerjasama di bidang pendidikan dan lain lain, setelah mendengar pemaparan Gubernur Zul tentang program beasiswa dan gelaran event internasional.
Ia berharap, dapat segera membahas peluang kerjasama dengan NTB dalam waktu singkat selama berada di NTB. ***
Awardee Beasiswa NTB Diminta Jadi Duta Investasi, Budaya, dan Pariwisata
Sekda NTB menilai para awardee akan lebih efektif untuk mempromosikan berbagai potensi NTB di luar negeri
MATARAM.lombokjournal.com ~ Para Awardee atau penerima beasiswa ke luar negeri diminta menjadi Duta Investasi, Budaya, dan Pariwisata di negara tujuan belajar masing-masing.
Hrapan itu disampaikan Sekertaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi di hadapan 110 penerima beasiswa, saat mengisi sekaligus membuka acara Pelatihan Kepemimpinan bagi Awardee Beasiswa NTB tujuan Malaysia dan Eropa di Gedung Graha Bhakti Praja, Mataram, Jum’at (02/09/22).
Lalu Gita Ariadi
“Jadilah duta investasi dan budaya untuk NTB,” pesan Miq Gite
Menurutnya, lebih efektif jika para awardee yang mempromosikan berbagai potensi NTB di luar negeri. Karena, para awardee akan tinggal lebih lama dan membangun relasi dengan banyak pihak.
Miq Gite meminta para Awardee untuk tidak hanya fokus pada akademik saja. Melainkan juga memperkuat networking yang baik dengan partner yang ada, sehingga tumbuh trust atau kepercayaan.
“Anda adalah virus-virus yang bermanfaat bagi daerah ini untuk merubah berbagai hal yang akan datang,” pesan Sekda.
Sementara itu, Muhammad Zaki, Awardee tujuan Malaysia mengaku optimis dengan pesan yang diutarakan Sekda.
Ia bertekad untuk memberikan kontribusi terbaik, untuk Nusa Tenggara Barat, dengan menjadi duta investasi dan budaya seperti yang diharapkan.
“Saya berharap lima sampai sepuluh tahun kedepan saya bisa memberikan kontribusi yang lebih wow untuk daerah,” tutur Zaki.
Total Awardee yang mengikuti pelatihan tersebut sejumlah 110 orang. Dengan pembagian negaja tujuan, di antaranya Malaysia 81 awardee, Ceko 4 awardee, dan sisanya Polandia sebanyak 25. ***