Pesan Ramadhan: Tak Ada yang Abadi Semua Pasti Berlalu 

Semua pasti berlalu, ungkapan itu disampaikan Bang Zul sebagai pesan Ramadhan, agar manusia menyadari tak ada yang abadi di dunia

MATARAM.LombokJournal.com ~ Tak ada kekuasaan, harta dan kesenangan lain yang abadi di dunia.

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah menyampaikan pesan Ramadhan, agar jamaah harus memiliki kelenturan jiwa menghadapi kesulitan dan kemudahan hidup. 

BACA JUGA: Puasa Ramadhan, Perjalanan Jadi Insan Muttaqin

Pesan Ramadhan disampaikan Gubernur NTB di Ponpes Darul Falah

“Alquran surah Ali Imran 190 mengatakan pergantian siang dan malam adalah tanda bagi orang yang berpikir,” kata Bang Zul sapaan Gubernur NTB.

Ia menyampaikannya saat memberikan tausyiah di hadapan jamaah dan santri Pondok Pesantren Darul Falah, Pagutan, Kota Mataram, Ahad (26/03/23) pagi.

Perjalanan hidup manusia selalu mengalami silih berganti, seperti penciptaan alam semesta yang berpasangan.  

Dikatakan Bang  Zul kalimat ungkapan “semua pasti berlalu” akan menumbuhkan kesadaran,  tak ada yang abadi di dunia seperti juga kekuasaan, harta dan kesenangan lain. 

Menegaskan hal tersebut, pimpinan Pondok Pesantrean Darul Falah, TGH Muammar Arafat, SH,MH mengatakan, kalimat ungkapan tersebut adalah bagian dari ajaran tasawuf, apa pun yang terjadi adalah kehendak Alloh SWT.

BACA JUGA: Modus Penipuan Whatsapp Mencatut Pejabat Pemprov NTB

Sehingga setiap kesulitan hidup akan mudah dan kemudahan hidup akan ikhlas dilepaskan jika Alloh berkehendak. 

Membuka pengajian perdana di bulan Ramadhan, jamaah Majelis Ta’lim  Badruttamam yang terdiri dari santri Ponpes Darul Falah, santri thoriqoh Abhariyah dan masyarakat umum, TGH Muammar yang juga mengelola akun medsos Youtube ‘Jalan Tengah Inspiratif’ yang telah memiliki 136 ribu subscriber memperingati ulangtahun ketiga. 

BACA JUGA: Aksi Kemanusiaan untuk Umat di Bulan Ramadhan

Selain zikir dan pengajian, majelis yang diakhiri dengan sholat dhuha berjamaah dihadiri  beberapa Kepala OPD dan lembaga Pemprov maupun Pemkot Mataram serta masyarakat sekitar. ***

 

 




Kapal Pengangkut BBM Terbakar di Lepas Pantai Ampenan

Kapal tanker MT. Kristin Surabaya  yang tengah antri mendistribusikan BBM ke Depo Pertamina Ampenan terbakar di lepas pantai

MATARAM.LombokJournal.com ~ Kapal tanker pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) terbakar di lepas Pantai Ampenan, Kota Mataram–Lombok, Minggu (26/03/23).

Kapal pengangkut BBM yang diidentifikasi sebagai MT. Kristin Surabaya milik PT. Andin Jaya Mandiri terbakar sekitar pukul 15.00 Wita itu  hendak mengantar BBM ke Depo Pertamina Ampenan.

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Desak Pemda Siapkan Anggaran Pemulangan Jenasah  

Kebakaran yang sempat menjadi tontonan masyarakat dari Pantai Ampenan itu, menurut informasi pihak kepolisian memang tengah antrian mendistribusikan BBM ke Depo Pertamina Ampenan

Saat itulah tiba-tiba terdengar ledakan dan dalam keadaan bersamaan bagian depan Kapal terbakar menurut saksi warga setempat.

“Kami masih menghimpun data dan informasi,” ujar salah satu anggota polisi yang berjaga di Pantai Ampenan.

Berdasarkan informasi sementara, Anak Bua Kapal (ABK) MT Kristin Surabaya yang berjumlah 17 orang, hingga saat ini 14 orang diantaranya berhasil dievakuasi. 

“Tiga diantaranya sampai saat ini belum bisa dievakuasi dan kami masih sedang mencari bersama-sama Tim,“ terang pihak polisi.

Namun berdasarkan informasi yang diperoleh selanjutnya, tiga awak kapal itu dinyatakan tewas.

BACA JUGA: Modus Penipuan WhatsApp Mencatut Pejabat Pemprov NTB

ABK yang berhasil dievakuasi mengalami luka ringan dan langsung mendapat perawatan dari Biddokes Polda NTB yang telah berada di Depo Pertamina Ampenan.

Untuk membantu Evakuasi Dit Polairud Polda NTB menurunkan 3 Kapal Baladewa 8002 Mabes Polri dan 2 unit Kapal tipe C milik Dit Polairud Polda NTB untuk mengamankan serta pengawasan kapal MT. Kristin Surabaya.

Belum bisa diperoleh informasi penyebab kebakaran tersebut. Petugas masih mengumpulkan keterangan para saksi serta masih membantu dalam evakuasi.

Dalam kegiatan evakuasi tersebut Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa SIK didampingi Kasat Intelkam Kompol Refindo Pradikta Rulando SIK, Kapolsek Ampenan AKP Faisal Afrihadi SH beserta Tim Basarnas dan Dit Pol Airud Polda NTB.

BACA JUGA: Pesan Ramadhan: Tak Ada yang Abadi, Semua Pasti Berlalu

Pantauan wartawan di Pantai Ampenan, dari badan kapal masih tampak kepulan api. Sementara sejumlah perahu nelayan terlihat hilir mudik membawa awak kapal.***

 




Modus Penipuan WhatsApp Mencatut Pejabat Pemprov NTB

Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi minta masyarakat waspada modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat

MATARAM.LombokJournal.com ~ Oknum mengatasnamakan sebagai pejabat Pemerintah Provinsi NTB, yakni sebagai Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah dan Sekretaris Daerah Provinsi NTB, H. Lalu Gita Ariadi, melakukan penipuan melalui penipuan melalui WhatsApp.

BACA JUGA: Puasa Ramdhan, Perjalanan Menjadi Insan Muttaqin

Penipuan itu dilakukan dengan pesan singkat itu ditujukan pada pengurus masjid. Pesannya, berisi program penyaluran bantuan dana hibah bagi Masjid/Musholla yang sudah tidak layak. Dijanjikan akan mendapat bantuan, terlebih dulu diminta melengkapi data-data atau persyaratan. 

Modus penipuan ini sebenarnya tidak hanya terjadi kali ini. Sebelumnya kasus dengan modus yang sama mengatasnamakan pejabat Pemprov sempat terjadi pada tahun 2020 hingga 2022. 

BACA JUGA: Sambut Ramadhan, Tokoh Agama Gelar Doa Kerukunan

Miq Gite sapaan akrab Sekda NTB menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada akan modus Penipuan tersebut. 

“Waspada…ndak kenal bulan suci Ramadhan…. ada juga yang mau nipu-nipu seakan nomor Sekda.,” tulis Miq Gite di laman Facebook nya, Sabtu (25/03/23).

Bukan itu saja, bulan Maret 2022 lalu terjadi penipuan online yang mengatasnamakan Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah. 

BACA JUGA: Aksi Kemanusiaan untuk Umat di Bulan Ramadhan

Pelaku yang mengaku sebagai Wagub NTB itu meminta sejumlah dana donasi kepada korban. ***

 

 




Puasa Ramadhan, Perjalanan Jadi Insan Muttaqin

Gubernur NTB Bang Zul mengingatkan, buah terakhir menjalani puasa Ramadhan agar jadi insan muttaqin atau bertaqwa

MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, mengingatkan, sesungguhnya output atau buah terakhir dari puasa Ramadhan adalah agar menjadi orang atau insan yang Muttaqin.

BACA JUGA: Sambut Ramadhan, Tokoh Agama Gelar Doa Kerukunan

Kata Bang Zul, buah akhir puasa Ramadhan jadi insan muttaqin

 

Hal itu disampaikan Bang Zul sapaan gubernur saat menjadi Imam dan Khatib Sholat Jum’at, di Masjid Al Falah, Taman Sari Ampenan, Mataram, Jumat (24/03/23).

Ia mengajak para jamaah Shalat Jum’at untuk bertaqwa kepada Allah SWT.

“Ini adalah spirit yang dibawakan Allah dalam Al-Qur’an, sesungguhnya output atau buah terakhir dari puasa Ramadhan adalah agar menjadi orang atau insan yang Muttaqin atau bertaqwa,” ungkapnya.

Bang Zul mengatakan, tiba-tiba di bulan Ramadhan aura kehidupan berubah sama sekali. Menahan rasa lapar dan haus, mengatur pola makan dan lain sebagainya.

BACA JUGA: Pelajar Gelar Putih Abu Berdzikir Jelang Bulan Puasa

“Bulan Ramadhan ini memiliki dampak luar biasa pada diri kita dengan mengatur pola makan dengan mengekspresikan kehidupan tidak berlebihan kita merasa lebih dekat dengan Allah SWT,” tuturnya.

Selanjutnya, Gubernur bersama rombongan melakukan peletakan batu pertama renovasi atau pembangunan ulang Masjid Al Falah Taman Sari Ampenan yang ditargetkan selesai dalam jangka tiga tahun. 

BACA JUGA: Puasa Ramadhan: Syarat, Rukun dan Ketentuannya

Hadir pada kesempatan tersebut, Karo Kesra, Ketua Ta’mir Masjid, Camat, Polsek, tokoh agama dan masyarakat, pemuda Kelurahan Taman Sari. ***

 

 




Sambut Ramadhan, Tokoh Agama Gelar Doa Kerukunan

Kerukunan untuk Indonesia hebat, itu tajuk doa kerukunan tokoh agama di Banten untuk sambut Ramadhan

LombokJournal.com ~  Memasuki bulan puasa menciptakan kedamaian, itu yang dupayakan tokoh dari berbagai agama dengan memanjatkan doa kerukunan. 

Gelar doa kerukunan itu berlangsung di Kota Cilegon,  Senin 20/03/23 lalu, bersamaan dengan Rapat Kerja Wilayah Kanwil Kemenag Banten.

BACA JUGA: Pelajar Gelar Putih Abu Berdzikir Jelang Ramafhan 

Doa dipimpin Ketua MUI Provinsi Banten, KH. TB. Hamdi Ma’ani didampingi tokoh agama lainnya, dari Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. 

Salah satu komitmen para tokoh dari berbagai agama itu, yakni tidak menggunakan rumah ibadah sebagai tempat kegiatan politik praktis.

Doa Kerukunan dengan tajuk ‘Banten Rukun untuk Indonesia Hebat’  dihadiri, Pj Gubernur Banten, Al Muktabar yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, M. Agus Setiawan, Wakil Ketua MPR, Yandri Susanto, dan Staff Khusus Menag RI, Abdul Rochman.

Doa itu merupakan komitmen para tokoh masyarakat dan tokoh agama di Banten untuk terus menjaga kerukunan. 

BACA JUGA: Kerukunan Nasional, Unsur Utama Kerukunan Umat Beragama

Saat itu dilakukan juga deklarasi dan pernyataan sikap tokoh agama yang dipimpin oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Banten, AM. Romli. 

“Kami berkomitmen untuk menjaga dan tidak menggunakan rumah ibadah untuk kegiatan politik praktis,” kata AM. Romli saat membacakan salah satu poin deklarasi.

Saat itu, Kepala Kanwil Kemenag Banten, Nanang Fatcurrochman mengatakan, sebagai bangsa yang besar, keberagaman dan keberlangsungan hidup bangsa Indonesia harus terus dijaga.

“Berdirinya Vihara Avalokitesvara di samping Masjid Agung Banten adalah saksi sejarah kerukunan yang telah dijalin oleh nenek-moyang kita, keharmonisan Masjid Agung At-Tsauroh Serang dengan Gereja Kristus Raja juga menjadi saksi bahwa Banten adalah wilayah yang rukun dan harmonis sejak dahulu kala,” kata Nanang.

Doa kerukunan dan deklarasi bersama para tokoh lintas agama dan pengurus rumah ibadah  se-Provinsi Banten sebagai wujud komitmen Banten untuk tidak menggunakan rumah ibadah sebagai tempat politik peraktis menjelang Pemilu 2024.

“Inilah komitmen kami, segenap elemen masyarakat Banten, untuk selalu hidup berdampingan dengan rukun dan harmonis,” jelas Nanang.

Wakil Ketua MPR RI, Yandri Susanto mengatakan, pesan yang bisa diambil dari deklarasi tersebut adalah jelas, Banten tidak akan terpisah dari NKRI. 

Bahkan, menurut Yandri, segala sesuatu yang terjadi di Banten, merupakan tanggung jawab semua umat beragama.

“Para ulama yang hadir di sini, bersatu, memastikan bahwa Indonesia sudah begini, lahir begini, jangan sampai berfikiran yang lain, apalagi ingin merubah dasar negara kita,” kata Yandri.

Yandri berharap, dengan adanya doa kerukunan dan deklarasi tersebut, Banten bisa menjadi contoh untuk daerah-daerah lain di Indonesia.

“Perbedaan sudah pasti. Yang sudah berbeda, jangan dipaksa sama, karena sejatinya perbedaan itu kebanggaan kita. Perbedaan itu harus kita syukuri dan kita rawat. Karena perbedaan, ada Indonesia,” ujarnya.

Ia juga berpesan, berbeda warna itu boleh namun yang lebih penting adalah benderanya tetap merah putih. 

“Merah putih adalah kebanggaan kita, tidak boleh kita robek, tidak boleh kita korbankan demi kepentingan politik,” tegasnya.

Stafsus Menag RI, Abdul Rochman menambahkan, sesama anak bangsa, sudah menjadi kewajiban untuk mensyukuri kondisi bangsa yang majemuk. Menurut Gus Adung, sapaan akrabnya, banyak negara yang berdiri karena satu kepentingan, namun pada akhirnya timbul konflik dan perang saudara.

“Tapi Indonesia, dengan keragaman yang luar biasa, tetap bisa bersatu dan harmonis. Program moderasi beragama, hakikatnya kewajiban kita untuk merawat warisan bangsa Indonesia yang majemuk ini,” kata Gus Adung.

Tahun 2023-2024 merupakan tahun politik. masyarakat diharapkan menjaga dan tidak berkonflik karena kepentingan politik, apalagi adanya politisasi agama di rumah ibadah.

“Kita pastikan rumah ibadah kita steril dari kampanye poiltik,” tegasnya. 

BACA JUGA: Seminar Kebangsaan, Hari Jadi ke 70 Nahdlatul Wathan

Belajar dari Pangkalpinang

Sambut Ramadhan, Menag Yaqut melakukan peletakan batu pertama pembangunan Vihara
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas

Di Kelurahan Bacang, Pangkalpinang, Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas meletakkan batu pertama pembangunan Vihara. 

Penganut 6 agama, Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Khonghucu, dan Hindu, semuanya ada di Kelurahan Bacang. Meski demikian, tetap terjaga harmoninya. Ini keren.

Pangkalpinang merupakan ibu kota dan pusat pemerintahan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Di Kelurahan Bacang ini, sudah berdiri lima masjid, dua gereja Kristen, satu gereja Katolik, satu Vihara, satu Pura, dan lima Klenteng. Ini Indonesia banget

Warganya paham betul bagaimana memberi penghormatan pada darah yang tertumpah, air mata yang mengering, dan harta rakyat yang telah diserahkan untuk merebut kemerdekaan. Mereka bernegara dengan sungguh-sungguh. ***

Sumber: Kemenag RI




Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1444 Hijriah

Menteri Agama mengumumkan hasil sidang Isbat Yaqut Cholil Qoumas melalui Konferensi Pers terkait penetapan Awal Ramadhan 1444 H

LombokJournal.com ~ Kementerian Agama (Kemenag) RI menggelar Sidang Isbat (penetapan) awal Ramadan 1444 Hijriah pada Rabu (22/03/23). 

Seperti biasa, Sidang Isbat Awal Ramadan dilaksanakan setiap 29 Syakban, yang tahun ini bertepatan dengan hari Rabu.

BACA JUGA: Jemaah Haji Khusus Bisa Mulai Melunasi Bipih

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas dalam Konferensi Pers, hari Rabu, menyampaikan penetapan Awal Ramadhan 1444 H pada hari Kamis, 23 Maret 2023.

Menurut Menag, berdasarkan hisab posisi hilal seluruh Indonesia, sudah di atas ufuk telah memenuhi kriteria Mabims dan laporan rukyatul hilal. 

“Kita bersepakat secara mufakat 1 Ramadhan 1444 H hari Kamis 23 Maret 2023 masehi,” kata Yaqut.

Ketinggian hilal seluruh Indonesia pada posisi antara 6 derajat 46,2 menit sampai 8 derajat,43,2 menit sudut elongasi 7,93 derajat sampai 9,54 derajat.

Menag menyinggung, awal puasa yang dilakukan tahun ini tanpa ada perbedaan. Diharapkan ini bisa jadi simbol kebersamaan bagi umat Islam dalam negeri.

“Kita berharap dengan hasil sidang isbat seluruh umat islam Indonesia menjalankan puasa Ramadhan secara bersama-sama. Semoga jadi simbol kebersamaan umat Islam di Indonesia. Kebersamaan ini jadi wujud kita semua sebagai anak bangsa untuk menatap masa depan bangsa lebih baik,” jelasnya.

BACA JUGA: Pelajar Gelar Putih Abu Berdzikir Jelang Puasa

Sidang Isbat Awal Ramadan tahun ini digelar secara hybrid, atau gabungan antara daring dan luring. 

Selain melibatkan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, pelaksanaan rangkaian sidang isbat juga mengundang Komisi VIII DPR RI, pimpinan MUI, duta besar negara sahabat, perwakilan ormas Islam, dan lainnya.

Pelaksanaan Sidang Isbat

Adib menjelaskan mekanisme sidang isbat
Adib, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib menjelaskan, rangkaian pelaksanaan sidang isbat akan dibagi dalam tiga tahap. 

Pertama, seminar pemaparan posisi hilal awal Ramadan 1444 H berdasarkan hasil hisab atau perhitungan astronomi. Pemaparan dilakukan Tim Hisab Rukyat Kemenag mulai pukul 17.00 WIB dan terbuka untuk umum.  

“Sesi seminar yang terbuka untuk umum inilah yang digelar secara hybrid karena kapasitas ruangan yang terbatas,” jelasnya.

Rangkaian kedua, Adib melanjutkan, yaitu pelaksanaan Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1444 H. 

“Sesi ini akan dilaksanakan secara luring setelah Salat Magrib dan tertutup untuk umum,” ujarnya. 

Selain data hisab, sidang isbat juga akan merujuk pada hasil rukyatul hilal yang akan dilaksanakan di 124 lokasi di seluruh provinsi Indonesia. 

BACA JUGA: Wagub NTB: Pembangunan Kesehatan Kebijakan Prioritas

Hasil sidang isbat yang merujuk hasil rukyatul hilal kemudian dilangsungkan telekonferensi pers yang dilakukan Meneteri Agama. Dan disiarkan secara langsung oleh TVRI dan media lainnya. ***

 




Mahasiswa dan Pelajar Antusias Ikuti Gebyar Beasiswa NTB 

Acara Jumpa Bang Zul & Ummi Rohmi bertema Gebyar Beasiswa NTB 2023, mendapat respon antusias mahasiswa dan pelajar 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Banyak pelajar dan mahasiswa memadati Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, mengikuti acara Jumpa Bang Zul & Ummi Rohmi dengan tema Gebyar Beasiswa NTB 2023, Senin (20/03/23).

BACA JUGA: Wagub NTB: Pemprov NTB Serius Tangani Kesehatan

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyapa langsung para peserta yang berasal dari berbagai sekolah dan universitas di NTB.

Selain itu, Gebyar Beasiswa NTB kali ini menghadirkan 25 stand yang sebagian besar diisi oleh stand informasi beasiswa dari berbagai universitas pemberi beasiswa.

BACA JUGA: Mahasiswa Minta Program Beasiswa NTB Dilanjutkan 

“Kita ingin anak-anak ke masa depan mampu mewarnai peradaban di dunia ini,” harap Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta mengaku sangat terbantu dengan ragam informasi terkait beasiswa NTB yang ditawarkan. 

Salah seorang di antaranya adalah, Abidatulmardiah, alumni UIN Mataram yang tengah mempersiapkan diri mengikuti Beasiswa NTB di tahap berikutnya.

“Karena ada stand-stand dari berbagai universiras kami jari bisa mendapatkan informasi langsung dari universitas yang diinginkan,” ungkapnya. 

Abida, sapaannya, berharap agar ke depan kuota penerima beasiswa NTB bisa bertambah. 

Terlebih bagi pelajar dan mahasiswa yang membutuhkan. 

BACA JUGA: Polandia Siap Menerima Lebih Banyak Program Beasiswa NTB

“Semoga lebih banyak quota, lebih banyak peluang untuk yang lebih membutuhkan,” tandasnya. ***

 

 




Seminar Nasional DPW PDPI Nusa Tenggara Barat

Gunernur NTB yang menjadi salah satu pembicara dalam seminar nasional  itu membawakan topik terkait kolaborasi Pemprov NTB dalam pemberdayaan potensi unggulan 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Dewan Pengurus Wilayah Perkumpulan Dosen Peneliti Indonesia (DPW PDPI) Nusa Tenggara Barat, menyelenggarakan Seminar Nasional yang mengundang narasumber utama Gubernur NTB, DR. H. Zulkieflimansyah,S.E., M.Sc, yang berlangsung di Mataram, Senin (20/03/23) pagi. Id Zoom : 921 9802 1646 Passcode: PDPI2023 

Selain Gubernur NTB, seminar tersebut juga menghadirkan mantan Gubernur NTB dua periode sebelumnya, DR. H. TGB Muhammad Zainul Majdi, LC.MA. 

Seminar Nasional yang merupakan bagian Raker DPW PDPI Nusa Tenggara Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat itu mengusung tema “Membumikan Narasi Tanpa Batas, Menggerakkan Potensi Unggulan Lombok -Sumbawa menuju Nusantara Unggul 2025”.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah sebagai salah satu pembicara utama membawakan topik, “Strategi Kolaborasi Pemerintah Provinsi NTB dalam pemberdayaan potensi unggulan Lombok-Sumbawa” 

Bang Zul sapaan Gubernur NTB akan memberikan sambutan dan membuka acara Raker DPW PDPI Provinsi NTB. ***

 




Wagub NTB: Pemprov NTB Serius Tangani Kesehatan

Tekankan pembangunan kesehatan NTB, Wagub NTB berharap Persatuan Ahli Onkologi (Peraboi) ikut berkontribus

SENGGIGI.LombokJoirnal.com ~ Deteksi dini kanker yang telah dapat dilakukan di Puskesmas didukung oleh Posyandu Keluarga sebagai upaya promotif dan preventif. 

Terdapat sosialisasi kesehatan komprehensif hingga pelayanan kesehatan pada seluruh anggota keluarga. 

BACA JUGA: Pemprov NTB Dukung Pemberantasan Korupsi oleh APH

Wagub NTB berharap PERABOI berkontribusi dalam pembangunan kesehatan di NTB

Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah, MPd dalam Musyawarah Nasional Persatuan Ahli Onkologi di Hotel Merumatta Senggigi, Lobar, Jumat (17/03/23).

Karena itu, kesungguhan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam pembangunan kesehatan diharapkan bersinergi dengan banyak pihak. 

“Mudah mudahan Peraboi dapat berkontribusi dalam ikhtiar NTB,” ujarnya . 

Sementara itu, Ketua Panitia PITPERABOI XXVI  2023, dr Ramses Indriawan mengatakan, tema “Peran Bedah Onkologi Dalam Pelayanan Kanker di Era JKN Satu Tarif ” diusung untuk bisa mengantisipasi perubahan regulasi dalam meningkatkan profesionalisme melayani bedah onkologi.

“Kegiatan ini berupa Workshop, Symposium dan E- Poster serta Musyawarah Nasional Luar Biasa yang akan berlangsung tiga hari,” jelasnya.

BACA JUGA: Wapres RI: NW Mampu Siapkan SDM Berdaya Saing

Walta Gautama, Sp.B Subsp. Onk (K), Ketua PERABOI mengatakan, pertemuan di Lombok spesial karena merupakan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) pertama yang diselenggarakan di daerah Nusa Tenggara.

“Masih banyak masalah dalam hal pentarifan tindakan bedah onkologi yang dicover oleh BPJS,” ujarnya.

Ditambahkannya, sampai saat ini sebagian besar pasien kanker yang menemui dokter bedah onkologi datang pada stadium III atau IV. 

Kasus-kasus terlambat seperti ini seringkali membutuhkan tindakan pembedahan yang kompleks. Terkadang membutuhkan lebih dari satu tindakan dalam sekali operasi. 

Hal ini berpotensi menjadi masalah karena dalam skema pentarifan tindakan bedah onkologi di sistem BPJS.

BACA JUGA: Tuntutan Warga Gili Dikonsultasikan ke KPK dan Kemen ATR BPN

Ia berharap tindakan bedah komplek yang masih belum terakomodir di BPJS dapat diurai dalam pertemuan ini. ***

 

 




Seminar Kebangsaan, Hari Jadi ke-70 Nahdlatul Wathan

Dalam seminar kebangsaan itu Prof Yusril dan Mendag RI jadi pembicara kunci yang disampaikan secara daring

MATARAM.LombokJournal.com ~ Lahirnya peradaban baru membutuhkan kolaborasi dan elaborasi pengetahuan agama dan teknologi. Dan selalu sadar Islam selalu relevan dengan perkembangan zaman.

Pakar Hukum Tata Negara Prof Yusril Ihza Mahendra mengatakan itu, dalam Seminar Kebangsaan dan Muktamar Pemikiran Mahasantri Nahdlatul Wathan di Mataram hari Kamis (16/03/23).. 

Seminar yang bertema “Eksistensi dan Peran Ormas dalam Mendorong Partisipasi Publik bagi Pembangunan Pasca 2 Dekade Reformasi” itu digelar Panitia Peringatan Hari Jadi (HADI) ke-70 Nahdlatul Wathan. 

BACA JUGA: Permintaan Produk Halal Berkembang Pesat

Ormas Islam terbesar di NTB itu didirikan pahlawan nasional Almagfurulahu Maulanasyaikh TGKH Zainuddin Abdul Madjid di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Dalam seminar kebangsaan Hari Jadi ke 70 NTB, Prof Yusril bicara tentang pembangunan perdaban
Dua pembicara kunci

Menurut Prof Yusril, tantangan yang dihadapi umat Islam jauh lebih kompleks seiring perkembangan zaman. 

Ia menjelaskan panjang lebar, bagaimana negara-negara adi kuasa juga berkepentingan dengan Indonesia. 

Kepentingan tersebut semata-mata kepentingan negara-negara adi kuasa, tidak terkait langsung dengan kepentingan masyarakat Indonesia. 

Dalam seminar itu selain menghadirkan dua pembicara kunci, yakni Prof Yusril Ihza Mahendra dan Menteri Perdagangan H Zulkifli Hasan. 

Juga pembicara tokoh-tokoh internal Nahdatul Wathan yakni Prof Fahrurrozi Dahlan,  Dr HM Mugni, Dr TGH L Abdul Muhyi, dan Dr Sayyid Ali Jadid.

Peran Umat Islam 

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menjelaskan peran luar biasa umat Islam. Bahkan ormas-ormas Islam adalah bagian dari pendiri lahirnya bangsa Indonesia.

BACA JUGA: Nilai Kebangsaan Dalam Program 1000 Cendekia

“Makanya jangan kita mau diadudomba, karena kalau terjadi kemarahan sesama umat Islam yang rugi umat Islam dan itulah yang mereka inginkan,” tandasnya.

Mendag memberi contoh. Di Indonesia, jika ada 10 orang berkumpul, maka sebanyak delapan orang adalah umat Islam, mengingat umat Islam mayoritas di Indonesia. 

“Karena itu, kalau dibelah dua orang Indonesia kata dia, maka sesama Islamlah kita berkelahi. Maka, mari kita bersikap secara rasional tidak emosional,” katanya mengingatkan.

Inovasi Teknologi

Pada kesempatan itu, para Kepala Daerah di NTB menyampaikan gagasan dan pemikirannya. 

Gubernur NTB H Zulkiflimansyah memberi apresiasi tinggi digelarnya seminar yang dilaksanakan oleh NW.

Gubernur mengungkapkan, topik seminar ini merupakan perosalan yang sangat serius. Karena terkait langsung dengan pentingnya pembangunan berkelanjutan. 

Sebagai orang yang belajar ekonomi, Gubernur Zul menegaskan, tema pembangunan berkelanjutan sungguh sangat menarik.

“Ketika NW bicara tema ini, akan memberi dampak yang sangat besar di masa yang akan datang,” tandasnya. 

Gubernur mengemukakan variabel penting dalam pembangunan berkelanjutan tersebut. Salah satunya adalah pentingnya inovasi dan teknologi. 

Sebab, tanpa sains dan teknologi, maka menjadi sangat tidak mungkin bagi NTB maupun Indonesia menggesa ketertingagalan.

Sayangnya, kata Gubernur, cerita-cerita tentang inovasi dan teknologi tersebut cenderung direduksi. Padahal, pembelajaran teknologi tidak bisa direduksi maknanya seperti komoditas. 

Karena itu, Gubernur mendorong agar inovasi-inovasi harus segera dimunculkan di banyak pondok pesantren yang dikelola organisasi Islam di NTB.

“Isu inovasi teknologi harus sering diucapkan, harus sering didiskusikan. NW harus bisa menyiapkan SDM yang lebih fokus dalam sains dan teknologi, sehingga menjadi kombinasi yang luar biasa antara ilmu agama dan sains,” tandas Gubernur.

 Ormas Islam yang mau maju, harus banyak bicara pembangunan berkelanjutan. Harus banyak mendiskusikan dan menggagas hal-hal yang terkait dengan iptek dan sains.

BACA JUGA: Bang Zul Berharap, PW NWDI Jadi “River Organization”

Dia menceritakan, bagaimana dirinya mendapatkan 12 peluang beasiswa bidang teknik sipil Republik Ceko. Namun yang mendaftar hanya empat orang. 

Gubernur pun mendorong NW sejak awal mencari guru-guru yang mampu menjelaskan sains teknologi matematika dengan baik.

“Sehingga, selain kita punya orang-orang yang ahli pada bidang agama, mestinya ada yang jago bidang matematika yang mampu menjelaskannya dengan baik,” kata Gubernur.

Bupati Lombok Tengah HL Pathul Bahri mendapat kesempatan menyampaikan gagasan dan pemikirannya.

Ia banyak menjelaskan tentang pentingnya program pengentasan kemiskinan di daerah. Dia mengatakan, pencatatan angka kemiskinan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik, adalah kerja ilmiah luar biasa dan bukan main-main. 

Data-data tersebut menghadirkan akurasi tentang jumlah masyarakat miskin di suatu daerah.

Klinik Peduli Yatim

Bupati Pathul menyampaikan sejumlah praktik baik yang sudah dilakukan di Lombok Tengah. Misalnya program pencatatan anak yatim di seluruh Lombok Tengah. Ia menugaskan satu orang pegawai khusus di tiap desa untuk melakukan pencatatan itu.

Lombok Tengah juga menyiapkan program tahunan untuk anak-anak yatim, yakni Hari Rahman Rahim. 

Pada hari itu, seluruh anak yatim di Lombok Tengah yang kini berjumlah 12.137 orang, mendapatkan santunan dari Pemkab Lombok Tengah. 

Total untuk santunan tersebut mencapai Rp 1,2 miliar.

Dananya, kata Bupati Pathul berasal dari anggaran BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah, yang saat ini setiap tahun mampu mengumpulkan dana sebesar Rp 11 miliar.

Rencananya, setelah bulan Ramadan ini, anak-anak yatim di Lombok Tengah tidak akan mendapat santunan dalam bentuk uang tunai lagi. 

Tetapi akan diganti dalam bentuk biaya pendidikan. Pemkab Lombok Tengah akan menanggung seluruh biaya sekolah anak-anak yatim tersebut. 

Selain itu, Pemkab Loteng juga akan membiayai anak-anak yatim untuk menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Mataram. Seluruh biaya pendidikannya akan ditanggung oleh pemerintah.

BACA JUGA: Sukseskan Shell Eco-Marathon 2023 di Mandalika

“Kelak, kalau mereka sudah lulus menjadi dokter, merekalah yang akan terus merawat anak-anak yatim di Lombok Tengah,” kata Bupati Pathul.

Biaya pendidikan anak-anak yatim tersebut, akan berasal dari dana BAZNAS sebesar Rp 1,2 miliar tiap tahun. 

Sisanya, akan ditambah dari dana sadakah dari seluruh PNS di Lombok Tengah. Mereka menyisihkan penghasilan mereka Rp 5.000 tiap bulan untuk anak-anak yatim. 

Dari sumbangan Rp 5.000 tiap PNS tiap bulan, Pemkab Loteng mampu mengumpulkan Rp 100 juta, dalam setahun mencapai Rp 1,2 miliar.

Dana tersebut kemudian dikelola oleh yayasan yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah secara exoficio, di mana Bupati juga menjadi pembina yayasan. 

Kalau Bupati berganti, Sekda berganti, maka otomatis, penggantinya yang akan melanjutkan kepengurusan yayasan tersebut. 

Dan para pengurus yayasan tidak menerima gaji, dan tidak boleh pula mengelola dana yang sudah dikumpulkan tersebut.

“Kami juga kini sudah menyiapkan tanah seluas 1, 4 hektare untuk membangun klinik. Namanya Klinik Peduli Yatim. Nanti, anak-anak yatim yang telah menuntaskan pendidikan kedoteran mereka, akan mengelola langsung klinik tersebut, yang seluruhnya untuk kepentingan anak-anak yatim,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PBNW RTGB KH Lalu Gde M Zainuddin Atsani, mewakilkan kehadiran kepada Sekretaris Jenderal PBNW Prof Fahrurrozi Dahlan. 

Pada saat yang sama, Ketua Umum PBNW memang sedang menyiapkan kunjungan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, yang kemarin memang sudah berada di Mataram.

Dalam sambutannya, Prof Fahrurrozi menyebutkan, seminar nasional dan muktamar pemikiran yang digelar Panitia Hadi NTB tersebut sebagai momentum bersejarah.

“Ini kita sedang hadir untuk melaksanakan sebuah gerakan. Nahdlatul Wathan selalu hadir untuk membina umat dengan membedah tentang konsepsi pemikiran tentang peradaban bangsa,” kata Guru Besar UIN Mataram ini.

Dia menekankan, prinsip untuk mencapai peradaban itu harus jelas identitas kebangsaan yang kita miliki . Dan alhamdulillah, Nahdlatul Wathan telah memiliki hal tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Pascasrjana UIN Mataram ini menyampaikan, Almagfurulah Maulanasyaikh, Pendiri Organisasi NW menyebutkan bahwa peradaban lahir karena empat faktor. 

Yang pertama adalah faktor manusia, karena manusia mampu melahirkan peradaban universal.

“NW sebagai oragnisasi terbesar di NTB menyiapkan SDM untuk melahirkan sebuah peradaban besar,” tandasnya.

Kedua, faktor pengetahuan. Sebab, karena keilmuanlah, orang bisa menembus batas cakrawala.

“Hari ini kita hadir untuk membedah pemikiran mahasantri-mahasantri Nahdlatul Wathan tentang konsep pemikiran dan demokratisasi bangsa,” ungkapnya.

Faktor ketiga, peradaban lahir karena faktor kesejahteraan ekonomi, sosial dan budaya. Sebab, sejahtera bagian dan peradaban itu sendiri. 

Sementara faktor keempat adalah identitas kebangsaan kita.

“Dan NW hadir untuk menjembatani empat faktor peradaban itu,” tandasnya.

BACA JUGA: NTB Mendapat Penghargaan dari Kementerian LH dan Kehutanan

Dalam seminar kebangsaan itu juga menghadirkan pembicara cendekia di internal NW

Seminar ini selain dihadiri Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, Bupati Lombok Tengah HL Pathul Bahri, Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman, dan Wakil Bupati Lombok Utara Dany Carter Ridawan.

Hadir pula Kepala Badan Intelijen Negara Daerah NTB, Pimpinan DPRD Lombok Barat, Pimpinan Organisasi, Badan Otonom dan lembaga-lembaga yang bernaung di bawah Nahdlatul Wathan. ***