Revalidasi Geopark Rinjani Lombok Tahun 2025

Tantangan utama dalam proses revalidasi tahun 2025, yakni membuktikan bahwa rekomendasi oleh tim penilai UNESCO pada 2022 telah ditindaklanjuti 

 

Progres persiapan untuk menghadapi proses revalidasi status Rinjani sebagai Global Geopark berlangsung dengan baik
Catatan Agus K Saputra

LombokJournal.com ~ Sambil menunggu persiapan revalidasi Geopark Rinjani Lombok, kita mengenang Kota Paris yang menjadi catatan penting bagi Geopark Rinjani Lombok. 

Hasil sidang Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada Kamis, 12 April 2018 menetapkan Geopark Rinjani Lombok “secara resmi” terdaftar sebagai salah satu anggota Global Network. 

BACA JUGA : Direktur Utama Bank NTB Syariah Sebaiknya Putra Daerah

Tentu saja ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB). Bayangkan, setelah menempuh perjalanan selama 6 tahun hal tersebut bisa terwujud. Selanjutnya, setiap 4 tahun dilakukan revalidasi oleh team asesor UNESCO.

Manager Penelitian, Pengembangan dan Kerjasama Antar Lembaga Geopark Rinjani Lombok Meliawati, sekaligus Ketua tim persiapan revalidasi Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark menyampaikan progres persiapan untuk menghadapi proses revalidasi status Rinjani sebagai Global Geopark, pada Rabu, 4 Juni 2025 lalu.

Pada 2022 sudah dilakukan validasi hasilnya green card, tahun 2025 dilakukan revalidasi kedua, sehingga berkepentingan untuk mempertahankan status green card

“Kami telah memenuhi seluruh permintaan dokumen pada 28 Februari 2025 lalu kepada UNESCO melalui Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO”, ungkap Meliawati sebagaimana tertulis di @inforinjani pada 14 Maret 2025. Meliawati menyampaikan hal itu ketika memberi laporan ke Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal. 

Manager Konservasi, Mitigasi Bencana dan Perubahan Iklim Fathul Rakhman mengungkapkan tantangan utama revalidasi adalah membuktikan bahwa rekomendasi yang diberikan oleh tim penilai UNESCO pada 2022 lalu telah ditindaklanjuti dengan baik. 

“Pada 2022 sudah dilakukan validasi. Hasilnya green card. Nah tahun ini revalidasi kedua. Sehingga kita berkepentingan untuk mempertahankan status green card,” jelas Fathul yang ikut dalam pertemuan dengan Gubenur. 

General Manager Geopark Rinjani Lombok Qwadru Putro Wicaksono membenarkan hal tersebut. 

“Pada kesempatan tersebut, Gubernur dengan tegas menyampaikan dukungan terhadap pengembangan geopark, baik Rinjani Lombok maupun Tambora. 

Ke depannya akan diambil langkah-langkah strategis untuk pengembangan geopark yang berkelanjutan baik dari sisi regulasi maupun manjemen geopark hingga geosite,” ujar Qwadru.

Pertengahan Juni 2025 ini, lanjut Qwadru, Tim Asesor yang ditunjuk oleh UNESCO akan melaksanakan tugasnya. Sebagai persiapan menghadapi revalidasi 2025, Badan Pengelola Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark (BPRLUGGp) telah menyiapkan segala kebutuhannya. 

BACA JUGA : Indeks Ketimpangan Gender

“Salah satu yang penting adalah menyelesaikan rekomendasi yang diberikan pada saat penetapan ulang pada tahun 2022. Saat itu, dua orang asesor memberikan rekomendasi pada BPRLUGGp,” terang Qwadru.

Ada 5 rekomendasi yang harus dipenuhi sepanjang 2022-2024, yakni:

Rekomendasi pertama tentang visibilitas. Asesor meminta papan informasi yang ada disetiap site Geopark Rinjani menampilkan informasi yang lebih lengkap terkait keragaman geologi, keragaman budaya, dan keanekaragaman hayati. 

Eekomendasi kedua peningkatan infrastruktur di kawasan Geopark Rinjani pasca gempa 2018.  Pada tahun kunjungan asesor, mereka melihat beberapa infrastruktur yang masih dalam proses perbaikan.

Rekomendasi ketiga adalah program dukungan BPRLUGGp pada komunitas yang menjadi mitra di site, seperti Women Guide Senaru, pengembangan Beboka Sembalun Nina dan SMAN 1 Sembalun. 

Rekomendasi keempat pengembangan infrastruktur dan manajemen wisatawan khusunya pengembangan Pusat Informasi Geopark Rinjani (PIGR) di Sembalun dan Gili Trawangan, Meno, Air.

Rekomendasi kelima adalah asesor meminta untuk mengeksplorasi manajemen wisatawan di Gili Tramena, khusunya Gili Trawangan. 

Jalur Geowisata

Qwadru mengingatkan bahwa  secara geologi, Geopark Rinjani Lombok memiliki 3 tahap pembentukan gunung api dengan proses geologi lain yang menyertai. Sehingga secara tematik jalur geowisata di geopark ini terbagi menjadi empat jalur.

Jalur-jalur geowisata tersebut adalah Jejak Gunung Api Purba di Pesisir Barat Pulau Lombok, Jejak Gunung Api Purba di Lembah Sembalun, Gunung Api Termuda Rinjani, dan Lanskap Budaya Rinjani.

Masing-masing jalur memiliki situs-situs utama yang akan menceritakan kisah geologi, alam dan budaya yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. 

BACA JUGA : Pengangguran Terbuka di Nusa Tenggara Barat

Geopark Global UNESCO

Menurut Meliawati, Geopark Global UNESCO (UNESCO Global Geopark/UGGp) adalah geografis tunggal dan terpadu dimana situs dan lanskap dengan signifikansi geologis internasional dikelola dengan konsep holistik untuk perlindungan, pendidikan dan pembangunan berkelanjutan.

“Geopark Rinjani tercatat memiliki tiga unsur utama yang terdiri dari 22 situs geological sites, 8 situs biological sites, dan 17 situs culture sites,” ucap Meliawati. 

Ada pun rinciannya sebagai berikut:

Geological Sites:

  1. Caldera of Samalas
  2. Barujari Volcano
  3. Rinjani Volcano
  4. Segara Anak Lake
  5. Aik Kalaq
  6. Susu Cave
  7. Payung Cave
  8. Charcoal of Samalas Eruption
  9. Sembalun Valley
  10. Sebau Hot Springs
  11. Volcanic Beach
  12. Gili
  13. Waterfall in Gangga
  14. Waterfall in Kayangan
  15. Waterfall in Bayan
  16. Waterfall in Kerandangan and Senggigi
  17. Waterfall in Aik Berik
  18. Joben Waterfall
  19. Jeruk Manis Waterfall
  20. Semporonan Waterfall Timbanuh
  21. Narmada Spring
  22. Lemor Spring

Biological Sites

  1. Rinjani Mount National Park
  2. West Rinjani Forest Management Unit
  3. East Rinjani Forest Management Unit
  4. Lombok Botanical Garden
  5. Tahura Nuraksa Sesaot
  6. Suranadi Nature Park
  7. Kerandangan Nature Park
  8. Gili-gili National Water Conservation Area

Cultural Sites

  1. Rinjani Mount National Park 
  2. West Rinjani Management Unit
  3. Traditional Village of Karang Bayan 
  4. Suranadi Park
  5. Narmada Park
  6. Batulayar Cemetery
  7. Batu Bolong Temple
  8. Lokak Sesait Temple
  9. Gumantar Ancient Mosque
  10. Traditional Village of Segenter
  11. Beleq Bayan Mosque
  12. Traditional Village of Senaru
  13. Segara Anak Lake
  14. Sembalun Valley
  15. Traditional Village of Sembalun
  16. Kota Raja Mosque
  17. Selaparang Cemetry

Persebaran dari situs geologi tersebut meliputi Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur, dan Kota Mataram.

Pendekatan Bottom Up

Geopark Rinjani Lombok memberdayakan komunitas lokal dan memberikan mereka kesempatan untuk mengembangkan kemitraan kohesif dengan kesamaan tujuan untuk mempromosikan proses geologi signifikan, fitur-fitur, periode waktu dan tema-tema bersejarah yang terkait dengan geologi atau keindahan geologi yang luar biasa.

Geopark Global UNESCO (sebutan lain Geopark Rinjani Lombok) dibangun melalui pendekatan buttom up (bawah ke atas) yang melibatkan seluruh pihak yang relevan, pemangku kepentingan serta otoritas regional di dalam kawasan. Proses-proses ini memerlukan komitmen kuat dari komunitas lokal, kemitraan lokal yang kuat dengan dukungan masyarakat dan politik jangka panjang.

Dengan demikian, menurut Fathul Rakhman, pendekatan bawah ke atas adalah suatu metode yang efektif untuk meningkatkan partisipasi, kreativitas, dan efektivitas dalam pengembangan Geopark Rinjani Lombok.

“Setidaknya product knowledge-nya lebih mengakar dalam upaya mencapai kesejahteraan masyarakat. Dan ini sangat sejalan dengan tagline Gubernur NTB: makmur mendunia,” pungkas Qwadru.

Penutup

Pemerintah memiliki peran penting dalam pengelolaan Geopark Rinjani Lombok. Apa saja? Berikut antara lain penjabarannya:

Pertama, pembiayaan dan infrastruktur. 

Pemerintah mengalokasikan dana signifikan untuk pembiayaan dan pemeliharaan infrastruktur. Termasuk di sini adalah masterplan pembangunan sarana dan prasarana tambahan.

Kedua, perencanaan dan pengawasan. Perencanaan yang matang memastikan pengelolaan geopark menjadi terarah. Sementara pengawasan sangat penting untuk menjamin keseimbangan dan keberlanjutan pengelolaan geopark.

Ketiga,  koordinasi dan fasilitasi. 

Pemerintah memfasilitasi kerjasama dangan perguruan tinggi untuk pengelolaan dan konservasi geosite, flora dan fauna. Koordinasi antara aparatur pemerintah dan pihak swasta penting untuk pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. 

Keempat, promosi dan pengaturan. 

Pemerintah berperan dalam promosi geopark di dalam maupun luar negeri serta mengatur kegiatan pariwisata yang ramah lingkungan. Mengatur penerapan prinsip pariwisata yang berkelanjutan dan mempunyai daya saing di sektor pariwisata.

Kelima, melibatkan masyarakat. 

Pemerintah mendorong masyarakat dalam pengelolaan geopark termasuk penguatan peran mereka dalam pengelolaan geosite. Pengelolaan geopark oleh masyarakat setempat dengan tetap menjaga konservasi lingkungan menjadi contoh pengelolaan yang berkelanjutan.

#Akuair-Ampenan, 05-06-2025

 




Anugerah Adinata Syariah 2025 Diraih NTB 

Wagub NTB meyakini bahwa penghargaan ini semakin memperkenalkan NTB sebagai daerah yang unggul dalam pengelolaan ekonomi syariah.

JAKARTA.LombokJourbal.com ~ Provinsi NTB meraih juara pertama kategori Keuangan Syariah pada ajang Anugerah Adinata Syariah 2025 yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), mengungguli 31 provinsi lain yang telah membentuk KNEKS.

BACA JUGA : Komisaris Independen Bank NTB Syariah Dipilih Secara Profesional

Wagub NTB berharap ajang Anugerah Adinata Syariah dan ASR dapat terus berkelanjutan
Wagub NTB, Indah Damayanti (kanan)

Secara keseluruhan, NTB memborong lima penghargaan pada Anugerah Adinata Syariah 2025. Selain juara pertama kategori Keuangan Syariah. 

NTB juga meraih juara dua kategori Industri Halal, juara empat kategori Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi Pesantren, serta juara lima kategori Keuangan Mikro Syariah. Sementara pada kategori Bank Pembangunan Daerah, PT. Bank NTB Syariah mendapat predikat “Excellence in Islamic Banking Literacy and Inclusion Award”.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.IP. di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, pada Senin (26/05/25).

Wagub menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian tersebut. Ia meyakini bahwa penghargaan ini akan semakin memperkenalkan NTB sebagai daerah yang unggul dalam pengelolaan ekonomi syariah.

Ia berharap ajang Anugerah Adinata Syariah dan ASR dapat terus berkelanjutan. Menurutnya, pengembangan ekonomi syariah merupakan tanggung jawab semua pihak. 

BACA JUGA : Potensi Bank NTB Syariah untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Ia juga menilai bahwa melalui ajang ini yang telah berlangsung hingga tahun ke-8, perkembangan ekonomi syariah di Indonesia semakin terlihat, khususnya di NTB.

Terkait perkembangan ekonomi syariah di NTB, ia menegaskan bahwa banyak pihak sebelumnya pesimistis terhadap implementasinya

“Dan Alhamdulillah termasuk di NTB kami semua mewujudkan melalui perkembangan ekonomi syariah konversi Bank NTB kami sekarang sudah menjadi Bank NTB Syariah dan tadi juga mendapatkan anugerah yang sama dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Ia optimistis dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, ekonomi syariah Indonesia akan semakin maju, seiring dengan meningkatnya literasi masyarakat terhadap ekonomi syariah.

Ajang Anugerah Adinata Syariah digelar bersamaan dengan Anugerah Syariah Republika (ASR) 2025, yang merupakan bagian integral dari Indonesia Shariah Forum (ISF) 2025. 

BACA JUGA : 408 CPNS NTB dan PPPK Dilantik, Siap Mengabdi untuk NTB 

ISF 2025 merupakan forum strategis yang mempertemukan regulator, akademisi, dan praktisi ekonomi syariah guna meningkatkan literasi, edukasi, dan sosialisasi mengenai ekonomi dan keuangan syariah kepada masyarakat luas.***

 

 

 




408 CPNS dan PPPK Dilantik,  Siap Mengabdi untuk NTB 

Dari total 408 CPNS yang dilantik, terdiri 111 CPNS dan 297 PPPK dari berbagai formasi, mulai dari tenaga pendidikan, kesehatan, dan teknis

MATARAM.LombokJourbal.com ~ Sebanyak 408 CPNS atau Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi dilantik dan pengambilan sumpah jabatan, Senin (26/05/25), di Graha Bakti Praja Komplek Kantor Gubernur NTB.

Pelantikan dipimpin langsung Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, dan dihadiri oleh Kepala BKD dan sejumlah pimpinan OPD, serta para keluarga peserta yang hadir memberikan dukungan secara langsung.

BACA JUGA : Bank Syariah NTB Harus Jadi Kebanggaan Masyarakat 

Dari total 408 CPNS yang dilantik, terdiri 111 CPNS dan 297 PPPK dari berbagai formasi, mulai dari tenaga pendidikan, kesehatan, dan teknis

Gubernur NTB menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan regulasi kepegawaian nasional yang telah ditetapkan, antara lain Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), serta berbagai peraturan pemerintah dan peraturan Kepala BKN terkait manajemen ASN.

“Seluruh regulasi ini menunjukkan bahwa proses yang kita laksanakan hari ini bukan hanya administratif, tetapi juga strategis dalam memperkuat manajemen kepegawaian yang profesional, transparan, akuntabel dan selalu mengedepankan kepentingan masyarakat,” ujar Gubernur Iqbal.

Dari total 408 CPNS yang dilantik, terdiri 111 CPNS dan 297 PPPK dari berbagai formasi, mulai dari tenaga pendidikan, kesehatan, dan teknis.  

Menerima SK Tahap I Formasi Tahun 2024 yang akan tersebar di 41 satuan kerja Pemerintah Provinsi NTB, Penetapan NIP CPNS dan NI PPPK untuk formasi tersebut telah ditetapkan oleh UPT BKN Mataram. 

BACA JUGA : Mimbar Benas akan Menandai 100 Hari Iqbal-Dinda 

Hal ini menjadi bagian dari peran aktif UPT BKN Mataram dalam mendukung proses pengadaan ASN yang berbasis pada sistem merit, keterbukaan dan objektivitas.

Ditemui seusai dilantik salah satu CPNS Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Hasnan Ramadhan, menyampaikan rasa haru dan syukurnya dirinya akan mengabdi dan siap memberikan kinerja terbaik untuk NTB Makmur yang mendunia.

“Sesuai dengan arahan Pak Gub kalau diminta bekerjanya 5 kita akan berikan 10, siap berkontribusi untuk NTB yang makmur mendunia.” katanya. 

Dikesempatan yang sama disampaikan salah satu perwakilan dari PPPK, Avina Rachmawati, kesempatan tersebut sebagai langkah untuk terus mengabdi untuk Provinsi NTB yang makmur mendunia 

“Kesempatan ini kita tapi kita akan jadikan sebagai pembangkit semangat orientasi kerja, kita harus lebih baik lagi untuk ntb makmur mendunia.” tuturnya. 

BACA JUGA : Ketenagakerjaan akan Jadi Prioritas Urusan Kepemimpinan Iqbal-Dinda

Dengan semangat pengabdian baru dari 408 CPNS dan PPPK ini, diharapkan pelayanan publik di NTB akan semakin berkualitas, merata, dan menjawab tantangan pembangunan di masa mendatang. pnd/opk

 




Ketenagakerjaan Jadi Prioritas Urusan Kepemimpinan Iqbal–Dinda 

Program ketenagakerjaan dengan magang ke Jepang, bertujuan memberikan pengalaman kerja, peningkatan keterampilan, kedisiplinan, dan wawasan budaya bagi para peserta. 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa isu ketenagakerjaan merupakan salah satu prioritas utama dalam masa kepemimpinan Iqbal–Dinda selama lima tahun ke depan

Program ketenagakerjaan ini tidak hanya bertujuan memberikan pengalaman kerja, tetapi juga menjadi sarana peningkatan keterampilan, kedisiplinan, dan wawasan budaya
Gubernur Lalu Muhammad Iqbal

Hal mengenai isu ketenagakerjaan itu disampaikan Gubernur Iqbal saat membuka rekrutmen pemagangan ke Jepang dan pelepasan peserta magang ke Jepang tahun 2025, berlangsung di Wisma Tambora BPSDM NTB, Senin (19/05/25). 

BACA JUGA : Lestarikan Hutan, Menhut RI Kunjungi Persemaian Modern

Program magang ke Jepang ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi NTB dengan berbagai lembaga pelatihan kerja dan mitra luar negeri. 

Hal itu merupakan upaya konkret untuk memperluas akses kerja bagi generasi muda NTB di pasar kerja internasional.

“Urusan naker salah satu prioritas ke pimpinan Iqbal Dinda dalam 5 tahun kedepan” kata Gubernur Iqbal.

Program ketenagakerjaan ini tidak hanya bertujuan memberikan pengalaman kerja, tetapi juga menjadi sarana peningkatan keterampilan, kedisiplinan, dan wawasan budaya bagi para peserta. 

Selain itu, program magang ke Jepang juga diharapkan dapat menjadi pengungkit ekonomi keluarga dan daerah melalui remitansi dan transfer pengetahuan.

Gubernur juga memberikan pesan khusus kepada para peserta agar menjadi duta terbaik NTB di negeri sakura.

BACA JUGA : Event PGAWC, Menekar Potensi Pariwisata, Olahraga dan Ekonomi

“Jaga nama baik daerah, kalian adalah duta besar Indonesia khususnya NTB, tunjukkan semangat kerja, kedisiplinan yang tinggi dan kembali ke tanah air sebagai insan unggul yang mampu membawa perubahan,” ujar Miq Iqbal penuh semangat.

Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, AP.,M.Si melaporkan bahwa kegiatan ini salah satu cara  dalam mengentaskan kemiskinan. 

Baiq Nelly dalam kesempatan itu juga menyampaikan bahwa peserta rekrut tahun 2024 yang telah lulus Menyelesaikan Pelatihan Daerah (Pelatda) Tahap I  di UPTD BLKDLN Provinsi

NTB selama 72 hari berjumlah 62 orang dari 192 orang (32,3 %) yang mengikuti seleksi, dengan Rincian mengikuti seleksi. 

Kota Mataram 8 orang, Lombok Barat 4 orang, Lombok Tengah 15 orang, Lombok Timur 25 orang, Sumbawa Barat 1 orang, Sumbawa 8 orang, dan Dompu 1 orang.

“Peserta yang dilepas kali ini telah melalui seleksi ketat dan pelatihan intensif. Ke depan, program serupa akan terus ditingkatkan sejalan dengan visi NTB sebagai provinsi yang Makmur Mendunia”. tutupnya.

BACA JUGA : Digitalisasi Pembayaran di NTB Meningkat Signifikan

Dengan langkah strategis ini, Pemerintah Provinsi NTB menunjukkan komitmen nyata dalam memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kualitas ketenagakerjaan lokal agar mampu bersaing di kancah global.pnd/opk

 

 




Lestarikan Hutan,  Menhut RI Kunjungi Persemaian Modern

Sekda NTB yang menampingi Menhut Raja Juli Antoni, Ph.D melakukan peninjauan hasil persemaian tanaman, berdialog bersama perwakilan kelompok tani

LOTENG,LombokJournal.com ~ Dalam upayan lestarikan hutan, Menteri Kehutanan RI,  Raja Juli Antoni, menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat.

BACA JUGA : Event PGAWC, Menakar Potensi Pariwisata, Olahraga dan Ekonomi 

Mengundang rakyat masuk ke hutan dengan dapat memaksimalkan hasil hutan, namun tetap bisa menjaga untuk lestarikanan hutan
Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi

Hal itu disampaikan Menhut RI yang didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Ntb, Lalu Gita Ariadi dalam kunjungan ke Persemaian Modern Mandalika, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Jum’at (16/05/25)

“Masa depan hutan kita ini sangat tergantung kepada seberapa besar partisipasi masyarakat dalam mengelola hutan tersebut, baik dari pembibitan sampai penanaman kemudian nanti menjaga dan lain sebagainya,” ucap Menhut Raja Juli Antoni salam sambutannya. 

Menurutnya, dalam upaya lestarikan hutan masyarakat perlu diberikan ruang untuk memanfaatkan hasil hutan secara berkelanjutan.

“Dengan memaksimalkan fungsi hutan, hasilnya dapat dinikmati oleh rakyat, namun kemudian kelestarian hutannya tetap terjaga (win-win solution). Jadi bukan memberi jarak antara hutan dan rakyat, tetapi mengundang rakyat masuk ke hutan dengan dapat memaksimalkan hasil hutan, namun tetap bisa menjaga untuk lestarikanan hutan,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Kehutanan RI, secara simbolis menyalurkan masing-masing 200 bibit tanaman produktif kepada lima kelompok tani di Pulau Lombok. Bantuan ini merupakan bagian dari Program Kebun Bibit Rakyat (KBR) yang bertujuan mendorong kegiatan penghijauan dan peningkatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan hasil hutan.

BACA JUGA : Digitalisasi Pembayaran di NTB Meningkat Signifikan

Sementara itu, Sekda NTB yang menampingi Menhut Raja Juli Antoni, Ph.D melakukan peninjauan hasil persemaian tanaman. Dan melakukan dialog bersama perwakilan kelompok tani, demonstrasi persemaian bibit menggunakan Mesin Ellepot.

Selain itu melakukan kegiatan penanaman Pohon Kelicung sebagai simbol upaya lestarikan hutan dan lingkungan.

Pada kesempatan tersebut, Sekda NTB mengungkapkan Pemrov NTB selalu berkomitmen dalam mendukung upaya lestarikan hutan dan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui kehutanan sosial. 

Dijelaskannya, Pemprov NTB mendukung penuh komitmen pemerintah pusat dan terus bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota serta masyarakat dalam upaya lestarikan hutan dan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

BACA JUGA : Pengangguran Terbuka di Nusa Tenggara Barat

Persemaian Modern Mandalika ditargetkan mampu menghasilkan lima juta bibit tanaman dan diharapkan menjadi pusat kegiatan penghijauan di Provinsi NTB. nov/dyd

 

 




Digitalisasi Pembayaran di NTB Meningkat Signifikan 

Upaya digitalisasi khususnya dalam meningkatkan pembayaran atau transaksi digital di masyarakat, masih ada tantangan yang dihadapi

MATARAM.LombokJournal.com ~ Digitalisasi mendapat atensi kuat dari Provinsi NTB, dengan mendorong peningkatan tranksaksi digital di pemerintahan maupun masyarakat. 

Pemprov NTB terus mendorong penggunaan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di seluruh kabupaten dan kota. 

Dalam peningkatan digitalisasi, Pemkab dan Pemkot di NTB diminta mengintegrasikan pembayaran digital dan meningkatkan literasi digital di kalangan ASN. 

BACA JUGA : Perempuan Harus Bersatu untuk Kemajuan NTB

Tantangan digitalisasi pembayaran, kesenjangan infrastruktur digital di daerah 3 T dan rendahnya kepercayaan publik terhadap tranksaksi non tunai
Wagub NTB, Umi Dinda

“Di NTB kita terus mendorong agar semua kabupaten dan kota mengintegrasikan pembayaran digital. Dengan meningkatkan literasi digital di kalangan ASN dan memperluas pemanfaatan QRIS,” tutur Wagub NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri.

Umi Dinda sapaan Wagub NTB mengungkapkan itu saat menghadiri rapat High Level Meeting (HLM) dan asistensi championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Kamis (15/05/25)

Dalam 

Upaya digitalisasi khususnya dalam meningkatkan pembayaran atau transaksi digital, di masyarakat, masih ada tantangan yang dihadapi. 

Tantangan tersebut dijelaskan Umi Dinda di antaranya, kesenjangan infrastruktur digital di daerah 3 T dan rendahnya kepercayaan publik terhadap tranksaksi non tunai. 

Karena itu, peningkatan literasi digital harus terus dilakukan di kalangan masyarakat, terutama sosialisasi yang masif terkait penggunaan tranksaksi elektronik di kalangan masyarakat, khususnya yang berada di daerah 3 T. 

BACA JUGA : Pengangguran Terbuka di Nusa Tenggara Barat

Umi Dinda juga mengapresiasi berbagai ikhtiar Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB atas ikhtiar yang terus konsisten turun ke Kabupaten dan Kota dalam meningkatkan tranksaksi digital di Provinsi NTB. 

Kepala Kantor Perwakilan BI NTB, Berry Arifsyah Harahap, dalam kesempatan tersebut menyatakan, digitalisasi pembayaran di Provinsi NTB menunjukan perkembangan yang cukup signifikan

Hal ini tercermin dari jumlah akun uang elektronik yang terus tumbuh meningkat di tengah pertumbuhan jumlah kartu debit/kredit yang cendrung stagnan dan bahkan lebih rendah. 

Secara tidak langsung kondisi ini juga mencerminkan adanya shifting preferensi terhadap penggunaan mobile payment yang lebih tinggi. 

Sejalan dengan itu, QRIS sebagai game charger pembayaran digital juga berkembang cukup signifikan di NTB. Hingga triwulan 1 2025, volume tranksaksi Qris meningkat signifikan dan tumbuh hingga 292 Persen (yoy). Hal ini didukung dengan pengguna QRIS dan merchant yang masih menunjukan tren peningkatan sejak diluncurkan tahun 2020. 

BACA JUGA : Kunjungan ke Pondok Pesantren Modern Internasional Dea Malela 

Adapun jumlah pengguna dan merchant QRIS di Provinsi NTB masing-masing sebesar 485 ribu pengguna dan 363 ribu merchant.nov/her

 

 




Perempuan Harus Bersatu untuk Kemajuan NTB 

Bunda Sinta mengakui bahwa NBDI telah banyak berkontribusi dalam memajukan dan menyejahterakan masyarakat, terutama kaum perempuan

MATARAM.LombokJournal.com ~ Bersatunya perempuan dalam berbagai penyelesaian masalah, maka kemajuan daerah dapat diraih.

Penegasan itu disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Nusa Tenggara Barat, Sinta Agathia saat menghadiri Tasyakkuran perayaan  Hultah Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah ke-82 dan Ultah Nahdlatul Wathan ke-72, di Islamic Center Mataram, Minggu (11/05/25)

BACA JUGA : Kunjungan ke Ponpes Modern Internasional Dea Malela

NBDI yang telah berusia 82 tahun tentu saja telah banyak berkontribusi dalam memajukan dan menyejahterakan masyarakat, terutama kaum perempuan

“Kita punya pekerjaan rumah masalah kemiskinan. Kalau ibu-ibu, para perempuan, sudah turun dan mau berjalan bersama kita bisa keluar dari garis kemiskinan“, ujar Bunda Sinta. 

Sinta mengakui bahwa ia mengapresiasi kiprah Muslimat NW dalam pendidikan dan pemberdayaan UMKM sampai ke pelosok NTB dalam beberapa bulan terakhir. 

Terlebih, NBDI yang telah berusia 82 tahun tentu saja telah banyak berkontribusi dalam memajukan dan menyejahterakan masyarakat, terutama kaum perempuan. 

BACA JUGA : Peserta IGS 2025 Respon Positif Potensi NTB

Sementara itu, Pimpinan Pusat Muslimat NW Lale Syifaun Nufus mengatakan, peran strategis perempuan untuk mengabdi, mendidik, berkarya dan berdikari jika dilaksanakan dengan keikhlasan.

Terutama dalam keluarga akan membawa perubahan besar bagi masyarakat. 

NBDI didirikan pada tanggal 21 April 1943, yang bertepatan dengan ditetapkan sebagai Hari Kartini. Madrasah ini menjadi pusat pengembangan pendidikan Islam di Lombok, terutama kaum perempuan. 

BACA JUGA : Isu Penting dalam Pembangunan Berkelanjutan di NTB

Memiliki peran penting dalam pembaharuan pendidikan. Madrasah tersebut, telah melahirkan banyak pula tokoh dan pemimpin dalam berbagai bidang. jmy/dyd

 

.

 




Pembukaan Indonesia Gastrodiplomacy Series Disambut Tari Tradisi

Acara pembukaan Indonesia Gastrodiplomacy Series  selain disapa dengan pesona tarian tradisi, juga dikenalkan dengan kuliner NTB

MATARAM.LombokJournal.com ~ Suguhan tari tradisi membuat suasana hangat dan penuh pesona budaya acara pembukaan menyambut para delegasi Indonesia Gastrodiplomacy Series: Diplomatic Tour Goes to West Nusa Tenggara, di Merumatta Hotel, Kamis malam (08/05/25).

Menyertai pembukaan itu, dalam acara jamuan makan malam penyambutan ke 38 delegasi dirancang dengan menghadirkan nuansa modern namun diisi dengan penampilan tiga tarian tradisional khas NTB.

BACA JUGA : Isu Penting dalam Pembangunan Berkelanjutan di NTB 

Tarian Nguri yang merupakan tarian selamat datang untuk menyambut tamu kehormatan. Tarian kedua, Dedare Nyesek, menceritakan keseharian masyarakat desa dalam menenun. Kata “Dedare Nyesek” sendiri memiliki arti “Gadis Menenun” dengan gerakan menenun dari awal hingga akhir. 

Tarian ini dianggap sesuai untuk memperkenalkan budaya dan adat masyarakat Lombok, khususnya kerajinan tenun.

Tidak hanya disapa lewat seni tari, para tamu juga dikenalkan dengan kuliner khas NTB, hidangan pembuka Sate Rembiga, seafood dari hasil laut NTB, dan makanan penutup (desserts) kue cerorot jajanan tradisional Lombok, yang terbuat dari tepung beras, gula merah, dan santan, lalu dibaluti janur kelapa. 

Meski bahannya terbilang sederhana, namun rasanya istimewa.hal ini menjadi bagian dari pendekatan gastrodiplomasi yang menjadi kekuatan diplomasi budaya Indonesia.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhamad Iqbal yang hadir langsung dalam pembukaan tersebut menyampaikan kesiapan Pemprov NTB untuk bekerja sama dengan Pemerintah Pusat membawa perubahan memajukan NTB.

BACA JUGA : Insan Media Berperan Strategis Dalam Pembangunan Daerah

“Pada pertemuan esok hari, saya akan menyampaikan kepada anda potensi-potensi yang dimiliki NTB. NTB adalah provinsi dengan beribu peluang,” tegasnya. 

Sebagai ketua delegasi, Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia di Luar Negeri, Duta Besar R. Heru Hartanto Subolo menyatakan bahwa Provinsi NTB memiliki banyak potensi dari sektor agrikultur, pariwisata, dan kekayaan adat masyarakatnya.

“Selama tiga hari ke depan, kami menawarkan kesempatan dan jejaring yang telah disiapkan oleh Pemprov NTB. Kami juga akan memperkenalkan mitra-mitra investasi baru.” ujarnya.

Menutup acara, para peserta diajak menari “Gandrung” bersama para penari dan tamu undangan lainnya yang semakin menunjukkan keramahan masyarakat NTB.

Indonesia Gastrodiplomacy Series merupakan rangkaian kegiatan diplomatik yang bertujuan memperkenalkan budaya daerah di Indonesia kepada dunia internasional, terutama kepada perwakilan negara-negara sahabat dan mitra kerja sama global.

Acara pembukaan ini menjadi bukti bahwa NTB tidak hanya memiliki potensi wisata alam yang luar biasa, tetapi juga kekayaan budaya yang mampu menjadi daya tarik dan sarana membangun diplomasi internasional.

BACA JUGA : Perusahaan Korsel Kembangkan Kebun Kopi dan Bangun Akademi di Lombok 

Selama 4 hari di Lombok, 38 dubes asing beserta pasangan dan peserta diplomatic tour lainnya akan diajak mengenal sejarah dan budaya NTB di Museum dan Kota Tua Ampenan, desa wisata hijau Bilebante. Para tamu itu akan berinteraksi langsung dengan para pelaku UMKM di NTB Mall, dan diskusi potensi ekonomi dan investasi NTB bersama Gubernur NTB. 

Sementara di Mandalika, para peserta akan menggali potensi investasi bidang pariwisata bersama ITDC, serta menyaksikan Fanatec GT World Challenge Asia 2025 yang tengah berlangsung.pnd

a




Isu Penting dalam Pembangunan Berkelanjutan di NTB 

Gubernur Iqbal menekankan tiga isu penting yang harus tercermin dalan setiap kebijakan Pemprov NTB

MATARAM.LombokJournal.com  ~ Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menekankan tiga isu penting yang harus dikedepankan dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di Provinsi NTB. 

Ketiga isu penting tersebut di antaranya, isu lingkungan hidup, transformasi digital, serta isu perlindungan perempuan dan anak. 

BACA JUGA : Swasembadapangan, Pentingnya Perluasan Lahan dan Sumber Air

Arahan tersebut disampaikan Gubernur Iqbal, saat menghadiri acara Evaluasi Capaian SDGs Provinsi NTB sekaligus Halal Bihalal bersama  para mitra pembangunan Provinsi NTB, bertempat di Gedung Graha Bakti Praja Kantor Gubernur NTB, Selasa (07/05/25).

Miq Iqbal dalam sambutannya mengungkapkan, ketiga isu penting itu harus selalu diperhatikan dalam setiap pengambilan kebijakan daerah. 

Hal ini agar seluruh permasalahan yang ada tidak hanya menjadi isu sektoral saja, melainkan isi bersama yang harus dikuatkan kolaborasi dalam penyelesaiannya. 

“Bagaimana pengarusutamaan isu penting ini agar tercermin dalan setiap kebijakan yang kita ambil,” ungkapnya. 

Miq Iqbal juga menekankan pentingnya menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi di hulu, sebelum disibukkan dengan permasalahan yang terjadi di hilir. 

BACA JUGA : Darurat Sampah, Sudah Disepakati Solusinya

Seperti misalnya dalam kasus lingkungan hidup, di mana banjir bandang banyak terjadi di NTB. Seluruh stakeholder terkait diharapkan untuk mampu menyelesaikan akar permasalahannya, seperti tidak lagi membuka hutan ataupun bukit sebagai ladang jagung atau memulihkan degradasi hutan yang terjadi. 

Miq Iqbal berharap Pemprov NTB bersama seluruh mitra bisa duduk bersama dan berbagi tugas sesuai dengan kapasitas masing-masing dan tentunya saling mendukung serta menguatkan satu sama lain. 

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi NTB, Dr.Ir. H. Iswansi., M.Si dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada para mitra pembangunan NTB. Para mitra selama ini telah memberikan kontribusi yang luar biasa pada Provinsi NTB sesuai dengan ranahnya masing-masing. 

Beliau berharap, ke depannya kolaborasi dan kerjasama yang terjalin dengan Provinsi NTB bisa semakin banyak memberikan kontribusi untuk terus menghasilkan praktik baik demi pembangunan berkelanjutan di Provinsi NTB. 

BACA JUGA : Nilai Tukar Petani NTB tahun 2025

“Terima kasih semua mitra Pemerintah Provinsi NTB,” tandasnya. nov/opk

 

 




Insan Media Berperan Strategis dalam Pembangunan Daerah

Gubernur Iqbal mengatakan, ketika insan media dilibatkan langsung, mereka pahami kompleksitas masalah pembangunan daerah

MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal  dan insan media duduk begibung dalam acara media gathering, yang para pimpinan media dan forum wartawan se-NTB di Pendopo Tengah Gubernur, Rabu (07/04/ 25).

BACA JUGA : Isu Penting Dalam Pembangunan Berkelanjutan di NTB

Gubernur menyadari betull bahwa pemerintah menyadari peran startegis media dalam pelaksanaan pembangunan daerah
Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal (kiri)

Acara media gathering ini diminta oleh gubernur untuk diadakan, karena pemerintah menyadari betul peran strategis media dalam pelaksanaan pembangunan daerah. 

Nampak Gubernur NTB dengan insan media berbincang santai dan penuh kehangatan. 

Acara seperti ini sangatlah penting guna menguatkan tali silaturahmi dan kerjasama antara pemerintah dan insan media. 

Dalam kesempatan itu, Gubernur Iqbal menuturkan berbagai dinamika kerja yang terjadi di pemerintahannya. Meski begitu, Miq Iqbal mengungkapkan Pemerintah Provinsi NTB selalu berkomitmen untuk menyelesaikan berbagai persoalan secara cepat dan tepat. 

Contohnya, dalam penyelesaian persoalan peternakan, persampahan dan lain-lainnya sekaligus juga menguraikan singkat tentang rencana pemerintah daerah membentuk NTB Capital maupun penyelenggaraan event pariwisata berkelas dunia. 

BACA JUGA : Perusahaan Korsel Kembangkan Kebun Kopi dan Bangun Akademi Kopi

Gubernur Iqbal menuturkan pihaknya selalu terbuka untuk berdialog dan mendiskusikan berbagai isu-isu strategis di Provinsi NTB bersama seluruh insan media yang ada di Pulau Lombok dan Sumbawa. 

“Ketika media dilibatkan langsung, mereka pahami kompleksitas masalah dan merencanakan silaturahmi seperti ini sering kita lakukan,” ujar Miq Iqbal.

Sementara itu, para insan media  di Provinsi NTB terlihat antusias mengikuti gathering. Berbagai dukungan, pertanyaan, hingga kritik dan saran disampaikan pada kesempatan tersebut.  

Salah seorang di antaranya adalah, Ketua PWI NTB Nasrudin Zain, yang mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan dialog yang diadakan bersama Gubernur ini. 

Nasrudin  berharap kesejahteraan perusahaan media cetak maupun elektronik, menjadi perhatian Pemerintah Provinsi NTB.

BACA JUGA : Nilai Tukar Petani NTB tahun 2025

Di akhir acara, Gubernur NTB beserta jajarannya begibung bersama-sama para media dengan suasana yang penuh keakraban dan kekeluargaan. 

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Kominfotik NTB Yusron Hadi, Kadis Pariwisata Nur Aulia, serta sejumlah pejabat terkait.nov/opk