Diduga Ajarkan Aliran Sesat, Rumah Mengenal Alquran Digerebek Aparat

Pimpinan Aliran Bela Allah saat diinterogasi polisi.(foto: hers/lombokjournal.com)

MATARAM – lombokjournal.com Rumah Toko atau Ruko Mengenal Alquran di bilangan Jalan Bung Karno, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat digerebek tim gabungan yang terdiri atas aparat kepolisian, TNI, dan Satpol PP, Senin (30/1). Aparat pun menurunkan seluruh papan nama secara paksa.

Ruko yang menjadi markas Ajaran Bela Allah atau Bela Ahli Kitab Alquran tersebut diduga dipakai sebagai tempat untuk mengajarkan ajaran sesat yang menyimpang dari Islam. Diduga ajarannya itu menganggap bahwa hadist dan sunnah Rasul adalah hoax atau kabar bohong. Tidak hanya itu, ada dugaan juga ajarannya tidak mewajibkan kepada pengikutnya mengerjakan shalat.

Secara hukum formal pun keberadaan Rumah Mengenal Alquran itu juga dinilai salah. Ini lantaran legalitasnya diduga ilegal karena tidak pernah mengurus perizinan atau memberitahukan kepada aparat setempat.

“Sejak dikabarkan berdiri 2 atau 3 bulan lalu, tidak pernah ada laporan ke kelurahan atau kecamatan. Atas dasar itu kita bongkar tempat mereka. Mereka juga telah membuat keresahan,” tandas Amran, Camat Mataram.

Aktivis Islam dari Majelis Pemuda Islam Indonesia (MPII) NTB Zakaria yang melakukan investigasi langsung menyebutkan kalau ajaran yang diajarkan Rumah Mengenal Alquran ini berbeda dengan keyakinan dan syariat agama Islam, mulai dari salam dan bagaimana memahami kandungan Alquran

“Kita tanya ibu itu langsung, memang katanya Hadist Buhori Muslim dan segala tata cara Rasulullah yang disebutkan dalam hadist tersebut hoax. Dari salamnya juga berbeda mereka bilang salamun alaikum,” ujar Zakaria.

Untuk mengantisipasi buruk, pimpinan lembaga ini terpaksa diamankan di Polda NTB. Keduanya diinterogasi di Direktorat Pembinaan Masyarakat (Binmas). Selain itu, Tim Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB juga melakukan pendalaman tentang ajaran yang sudah meresahkan masyarakat ini. Hasilnya, MUI NTB menetapkan aliran Bela Allah atau Bela Ahli Kitab Alquran yang menyebarkan keyakinannya di Mataram dan NTB sebagai aliran yang menyimpang dari ajaran Islam.

Salah satu poin yang menyebabkan aliran ini diangap sesat oleh MUI karena mengingkari hadist dan sunnah yang diajarkan Nabi Muhammad. Bahkan menganggap hadist hanya berisi berita bohong.

BACA : MUI Nyatakan “Rumah Mengenal Al-Quran” Sesat

BACA : Siti Aisyah Diamankan Tapi Belum tersangka

Aliran ini hanya mempercayai Alquran, namun sejatinya pimpinan aliran ini dalam anggapan MUI tidak paham membaca Alquran dan hanya mengacu pada terjemahan Alquran saja.

“Kita juga bisa memastikan pahamnya sesat karena tidak mengakui hadits Nabi Muhammad. Dia tidak menerima cara-cara kita shalat karena katanya tidak ada di dalam Alquran,” tandas Syaiful Muslim, Ketua MUI NTB.

Untuk menindaklanjuti kasus yang diduga sudah masuk kategori penistaan ajaran agama ini, MUI sepenuhnya menyerahkan kepada aparat kepolisian untuk memproses secara hukum.

Dir Binmas Polda NTB Kombes Pol Benny Basyir menjelaskan bahwa ajaran ini telah membuat keresahan di masyarakat karena sudah ada dampak. “Atas dasar itu kita akan proses secara hukum. Tadi sudah kita dengarkan pernyataan MUI. Ini masih pengembangan, dan kita masih tanya-tanya mereka,” ujarnya.

Aliran Bela Allah ini meresahkan setelah video salah satu aktivis Islam yang melakukan klarifikasi ke markas aliran ini menjadi viral di media sosial dalam beberapa hari ini. Bahkan, secara terang-terangan pimpinan aliran ini menyebarkan paham mereka dengan brosur ke sekolah-sekolah menengah umum di Kota Mataram dan Lombok Barat.

Pemerintah daerah bersama aparat keamanan langsung menyegel markas aliran ini untuk mengantisipasi kemungkinan buruk yang terjadi.(hers)




Rizieq Batal Hadir, Tabligh Akbar Bela Islam Khidmat

<img class="size-medium wp-image-3013" src="http://lombokjournal.com/wp-content/uploads/2017/01/tabligh-300×169.jpg" alt="" width="300" height="169" srcset="http://lombokjournal generic viagra in usa.com/wp-content/uploads/2017/01/tabligh-300×169.jpg 300w, http://lombokjournal.com/wp-content/uploads/2017/01/tabligh.jpg 512w” sizes=”(max-width: 300px) 100vw, 300px” />
Tabligh akbar di Lapangan Tastura, Praya, Lombok Tengah, Minggu (29/1) berlangsung aman.(foto: hers/lombokjournal.com)

LOMBOK TENGAH – lombokjournal.com Puluhan ribu umat Islam dari berbagai penjuru Pulau Lombok, dan Sumbawa tumpah ruah di Lapangan Tastura, Praya, Lombok Tengah, menghadiri tabligh akbar dengan tema safari dakwah 212 Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI).

Panitia safari dakwah 212, menghadirkan ulama, dan penceramah kondang, seperti Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir, KH Zaitun Rasmin, KH Abdul Rasyid AS, dan Dewan Syuro FPI Habib Muhsin bin Ahmad Alatas, serta Sekjen PB NW TGH Hasanain Juaini. Sedianya pentolan sekaligus Ketua Umum FPI Habib Rizieq Syihab hadir dan menjadi penceramah dalam tabligh akbar ini, namun batal hadir, tanpa adanya keterangan jelas dari panitia.

Namun, dari saluran telepon seluler, yang disambungkan dengan pengeras suara, Habib Rizieq menyampaikan permohonan maafnya kepada puluhan ribu jamaah yang hadir, karena tak bisa hadir. Dan berjani akan menyapa langsung umat Islam di Lombok usai Pilkada DKI Jakarta nanti. “Sampaikan salam saya, kita akan menyapa mereka usai Pilkada DKI Jakarta,” jelasnya menutup ceramah.

Habib juga menyerukan umat Islam bersatu, dan tetap dalam bingkai NKRI, serta bahu membahu melawan liberalisme dan neokomunis yang saat ini mulai menyerang sendi-sendi negara di Indonesia.

Penceramah Ust Bachtiar Nasir juga menyampaikan hal yang sama, agar terus menjaga persatuan umat Islam, melawan segala bentuk penistaan, dan upaya mengkerdilkan umat Islam, di segala sendi kehidupan bernegara dan beragama.

“Kuncinya bersatu padu, tanggalkan perbedaan atau khilafah. Satu syahadat itulah saudara kita semuslim. Sepakat boikot produk-produk liberalisme dan kolobialisme,” ujarnya dalam ceramah di hadapan puluhan ribu umat Islam.

Tabligh akbar juga dirangkai dengan penggalangan dana bantuan bagi korban banjir Bima. Sedikitnya sekitar 50 juta lebih terkumpul dalam acara tersebut.(hers)




Kecelakaan Bus Pariwisata Asal Cirebon di Malimbu, 2 Tewas 21 Terluka

MATARAM – lombokjournal.com – Bus berpenumpang 28 wisatawan asal Cirebon, Jawa Barat masuk kedalam jurang sedalam 7 meter, di tanjakan Malimbu, Desa Malaka Kecamatan pemenang, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Kecelakaan itu akibat rem blong, dan bus tidak bisa mencapai tanjakan.

Evakuasi korman oleh masyarakat (foto: Hers)

Dua penumpang tewas, dan 21 terluka akibat kecelakaan tersebut. Ditemui di tempat kejadian, Kepala Satuan Polisi Lalu Lintas, Polres Lombok Utara, AKP Agus Pujianto, mengatakan, bus pariwisata Bramasta Trans dengan nomor polisi L 7018 LL diduga jatuh ke jurang setelah tidak mampu naik tanjakan.

“Dugaan sementara bus tersebut tidak kuat naik tanjakan sehingga mundur ke bawah, remnnya blong,  lalu jatuh ke dalam jurang sedalam sekitar tujuh meter,” katanya.

Rombongan wisatawan dari seluruh Samsat se Jawa Barat ini sedianya akan menghabiskan liburan akhir mereka di Gili Trawangan. Namun naas, bus milik Bramasta Transport Yang dikemudikan Supriyanto itu tak terkendali saat mencoba naik tanjakan Malimbu dua.

BACA : Kecelakaan Bus Wisatawan, Hati-hati Tanjakan Bukit Malimbu

Rem tiba-tiba tidak berfungsi, kemudian mundur ke belakan, dan terjatuh ke jurang sedalam 7 meter, menyebabkan tewasnya 2 penumpang atas nama Wawan Hermawan (56) dan Jajat Jatnika (48), 21 lainnya luka-luka termasuk luka parah dan ringan.

Sebagian penumpang yang luka parah saat ini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Pola Nusa Tenggara Barat. Di antara mereka terdapat penumpang patah kaki dan tangan karena terhimpit kursi penumpang. Termasuk penumpang yang tewas disemayamkan di rumah sakit tersebut. Sebagian pennumpang lainnya dirawat di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB

Salah seorang penumpang menuturkan, gelagat terjadinya kecelakaan sudah dirasakan sebagian penumpang, mengingat kondisi bus tidak prima.  Pihak kepolisian saat ini masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan dengan minta keterangan pihak perusahaan transport dan saksi mata.

hers




Kementerian BUMN Dorong Percepatan KEK Mandalika

Menteri BUMN Rini Soemarno saat meresmikan landmark “Kuta Mandalika” di Pantai Tanjung Aan, Mandalika Lombok, Jumat (27/1).(foto: hers/lombokjournal.com)

LOMBOK TENGAH – lombokjournal.com Kementerian BUMN mendorong percepatan pengembangan pariwisata dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Menteri BUMN RI Rini Soemarno menyatakan optimismenya KEK Mandalika siap menjadi destinasi wisata unggulan kelas dunia di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Rini Soemarno usai peresmian landmark “Kuta Mandalika” di Pantai Tanjung Aan, Mandalika Lombok, Jumat (27/1) check my reference.

Menteri BUMN RI Soemarno bersama-sama dengan direksi BUMN yang terlibat dalam kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri di Mandalika, menyaksikan peresmian landmark “Kuta Mandalika” yang juga menandai komitmen dan partisipasi aktif sinergi BUMN tersebut dalam mendukung program percepatan pengembangan pariwisata dan kawasan ekonomi khusus di Mandalika.

“Melalui program BUMN Hadir Untuk Negeri yang dilakukan lebih berbagai BUMN nasional di kawasan Mandalika tersebut, kami mengupayakan kesiapan infrastruktur Mandalika dapat terealisasikan dengan baik,” ujarnya.

Menurut dia, program BUMN Hadir Untuk Negeri ini, kiranya dapat memberikan impact yang jauh lebih besar bagi masyarakat dan juga daerah sekitar melalui pengembangan Mandalika sebagai KEK berbasis pariwisata. Kementerian mendorong BUMN untuk terus aktif bersinergi melakukan percepatan pembangunan destinasi pariwisata di kawasan Mandalika dan Lombok.

Pelaksanaan program “BUMN Hadir untuk Negeri” di Mandalika tersebut berlangsung di lima lokasi, yakni di Tanjung Aan, Bukit Meresek dan Pantai Kuta (ketiganya di KEK Mandalika), Desa Ende (desa wisata binaan ITDC) dan Desa Sembalun, Rinjani, di mana program tersebut dirangkai dengan berbagai kegiatan, antara lain kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR – Corporate Social Responsibility) di bidang pariwisata, pendidikan, lingkungan, dan infrastruktur yang dilaksanakan dari tanggal 26 – 28 Januari 2017.

Direktur Utama Garuda Indonesia M Arif Wibowo mengungkapkan apresiasinya terhadap Kementerian BUMN yang telah menunjuk Garuda Indonesia sebagai koordinator rangkaian kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri di Mandalika.

“Kami merasa bersyukur dapat menjadi bagian dari inisiasi Kementerian BUMN dalam menjalankan visi sebagai pilar pembangunan bangsa melalui berbagai program yang memberi impact yang sustainable bagi masyarakat luas,” ungkap Arif.

Sementara itu, Direktur ITDC Jatmiko Santosa menyampaikan bahwa pendekatan CSR BUMN yang dilakukan pada program BUMN Hadir Untuk Negeri kali ini menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat.

Rangkaian progam BUMN Hadir Untuk Negeri di Mandalika, Lombok Tengah merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan peringatan HUT BUMN Nasional di setiap bulannya.

Melalui program BUMN Hadir Untuk Negeri yang dilaksanakan di kawasan Mandalika tersebut, lebih dari 123 BUMN berkolaborasi dalam membangun berbagai infrastruktur dari berbagai aspek, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan masyarakat, peningkatkan mutu sanitasi, penyediaan infrastruktur berbasis mata pencaharian masyarakat setempat, serta peningkatan akses transportasi di wilayah Mandalika.(hers)




ITDC Bangun Sirkuit Jalan Raya untuk Moto GP

<img class="size-medium wp-image-2969" src="http://lombokjournal buy viagra in usa.com/wp-content/uploads/2017/01/KUTA-MANDALIKA-300×169.jpg” alt=”” width=”300″ height=”169″ srcset=”http://lombokjournal.com/wp-content/uploads/2017/01/KUTA-MANDALIKA-300×169.jpg 300w, http://lombokjournal.com/wp-content/uploads/2017/01/KUTA-MANDALIKA.jpg 512w” sizes=”(max-width: 300px) 100vw, 300px” />
Kawasan Kuta Mandalika di Lombok Tengah, NTB.(foto: dok lombokjournal.com)

Lombok Tengah – lombokjournal.com

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) akan membangun Street-Race Circuit (Sirkuit Jalan Raya) yang dibangun dari tahap konsep di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Rencana pembangunan tersebut diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara ITDC dengan Roadgrip Motorsports UK Ltd dan Mrk1 Consulting, dua perusahaan perancang, pengembang, dan operator sirkuit balap motor global, pada 20 Januari lalu.

Sebagai sirkuit jalan raya, sirkuit di Mandalika akan dibangun dengan standar FIM and FIA untuk kelayakan penyelenggaraan kejuaraan dunia balap motor, dan akan menawarkan sejumlah keunggulan yang membuat sirkuit dicanangkan untuk menjadi tuan rumah Grand Prix Mandalika.

“Merupakan suatu kebanggaan bagi ITDC untuk dapat mempersembahkan sebuah infrastruktur kelas dunia yang dapat membawa event-event top dunia ke Lombok dan ke Indonesia,” ujar Abdulbar M Mansoer, Direktur Utama ITDC.

Sirkuit jalan raya Mandalika akan menjadi satu-satunya sirkuit jalanan di dunia yang menawarkan panorama indah sebuah lagun, sebuah solar cell farm, sebuah lapangan golf, area komersil dan perkotaan, serta Samudera Hindia. Struktur alam sekitar sirkuit juga secara alami akan menyediakan puncak-puncak bukit di mana pengunjung dapat memandang sirkuit secara terbuka sambil menikmati keindahan tepi laut dan area terbuka hijau.

Penandatanganan MoU akan diikuti oleh pengembangan disain dalam beberapa bulan ke depan serta perencanaan untuk menyelenggarakan Kejuaraan Dunia Balap Motor ‘Grand Prix Mandalika’ pada 2019.

“Roadgrip akan menyediakan jasa penyelenggaraan proyek kejuaraan balap dunia yang lengkap untuk Grand Prix Mandalika, mulai dari penyiapan dan pembangunan trek, konsultasi dan usaha-usaha pendanaan. Kami yakin  proyek ini akan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi pariwisata dan penciptaan lapangan pekerjaan di Mandalika dan Lombok, serta eksposur internasional yang dibutuhkan kawasan ini,” kata Nick Morley, Managing Director Roadgrip Motorsports UK Ltd.

“Kami sangat bersemangat dapat bekerjasama dengan ITDC di salah satu lokasi terbaik di dunia untuk pembangunan sebuah sirkuit internasional.  Membawa kejuaraan dunia balap motor ke lokasi ini akan meningkatkan awareness mengenai pengembangan sebuah kawasan pariwisata kelas dunia di Indonesia.  Seluruh komunitas balap motor dunia juga menanti untuk datang ke tempat ini,” kata Mark Hughes, Managing Director Mrk1 menambahkan.

Mirip dengan Singapura dan Monaco, sirkuit jalan raya di Mandalika akan bersifat musiman, terbuka untuk publik sepanjang tahun, dan diubah untuk menjamu event-event balap motor internasional.

“Pembangunan sirkuit jalan raya di Mandalika akan meningkatkan nilai jual dan nilai tambah pariwisata di NTB, sehingga wisatawan semakin banyak pilihan dalam berwisata di NTB khususnya Mandalika,” ujar Abdulbar M Mansoer.(hers)




Kekerasan di Mapala UII, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Berat

Jenazah Ilham Nur Padmi Listiadi saat tiba di rumahnya di Gubuk Rapi, Desa Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Rabu (25/1). Ilham adalah salah seorang dari tiga orang korban meninggal dunia akibat kekerasan di Mapala UII, DIY.(foto: hers/lombokjournal.com)

Lombok Timur – lombokjournal.com

Tangis histeris pecah ketika keluarga menyambut kedatangan jenazah salah seorang mahasiswa pecinta alam (Mapala) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Ilham Nur Padmi Listiadi di rumahnya di Gubuk Rapi, Desa Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Rabu (25/1).  Kakak bahkan korban berteriak-teriak agar para pelakunya dihukum berat.

Ilham adalah salah seorang dari tiga orang korban meninggal dunia akibat kekerasan di Mapala UII.

Di mata keluarganya, Ilham dikenal sebagai sosok anak yang patuh terhadap orangtua. Dia pun dikenal sebagai anak yang taat beribadah.

Sejauh ini, pihak keluarga telah melengkapi proses pelaporan terhadap tindakan pelaku dan meminta pihak kampus untuk membubarkan kegiatan mahasiswa pencinta alam karena dianggap telah menerapkan kekerasan.

“Kami minta aparat kepolisian memproses hukum kasus ini dengan seadil-adilnya. Proses pelaporan sudah kami lakukan di Polda DIY dan Polres Karang Anyar. Alhamdulilah keluarga Lombok di Yogya banyak membantu. Satu lagi Mapala itu dibubarkan saja karena tidak memiliki manfaat. Hanya kekerasan dipraktikkan di sini,” tandas Syafi’i, ayah korban.

Empat tahun silam, Ilham memilih Yogyakarta sebagai tempat melanjutkan menuntut ilmu demi meraih cita-citanya sebagai diplomat agar dapat berkeliling dunia. Sayang, sebelum sempat meraih cita-citanya itu, mahasiswa jurusan Ilmu Hukum Internasional itu keburu dipanggil Sang Maha Kuasa.

Siang ini, jenazah langsung dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.(hers)




Investasi Didorong Untuk Atasi Kemiskinan

Mendorong peningkatan investasi merupakan salah satu strategi turunkan angka kemiskinan. Sekda NTB, DR Rosiady Sayut mengatakan, saat ini seluruh SKPD Provinsi diinstruksikan gubernur melacak regulasi dan perizinan di daerah yang menghambat investasi.

MATARAM – lombokjournal.com

DR. H. Rosiady Sayuti

Masuknya investasi  berarti membuka lapangan kerja baru. Karena itu, kemudahan berinvestasi di NTB menjadi perhatian Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi.

“Identifikasi regulasi baik yang berasal dari pemprov maupun pemkab/pemkot dalam sebulan ini, akan menjadi bahan evaluasi,” kata Rosiady yang juga Wakil Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah, Kamis (19/1).

Sebelumnya diungkapkan Rosiady, kebijakan kenaikan dasar listrik 900 KV, bahan bakar non subsidi, atau tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) menjadi faktor yang menghambat upaya penurunan angka kemiskinan.

“Tiap kebijakan kenaikan harga yang berpengaruh meningkatkan harga-harga kebutuhan pokok langsung membebani masyarakat,” ujar Rosiady.

Ha itu tentu berpengaruh langsung pada program penurunan kemiskinan, tambahnya. Dengan kata lain, upaya penurunan angka kemiskinan di NTB menghadapi kendala berat.

Karena itu, menurutnya, saat ini Pemprov NTB mendorong peningkatan investasi. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah diharapkan segera menyelesaikan persoalan lahan, dan segera menggerakkan investasi.

(Baca : Investasi Tambang Masih Jadi Andalan)

Dikatakannya, KEK Mandalikan sangat diminati investor. “Ini strategi yang efektif untuk menurunkan angka kemiskinan,” kata Rosiady.

Rr




Selama Lombok Sumbawa Great Sale, 189 Usaha Beri Diskon Khusus

Selama masa great sale, wisatawan yang berkunjung ke Lombok dan Sumbawa bisa menikmati cukup banyak diskon paket wisata, perhotelan, restauran, kuliner, dan souvenir.

MATARAM.lombokjournal.com – Upaya menarik arus wisatawan masuk ke Lombok dan Sumbawa, Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan promosi wisata, Lombok Sumbawa Great Sale 2017.  Kegiatan itu berlangsung sebulan penuh, sejak 1 Februari  hingga 28 Februari mendatang, menandai dimulainya event great sale itu.

Dalam event great sale ini, sekitar 189 unit usaha yang terlibat memberikan diskon khusus.  Unit usaha pariwisata yang memberikan diskon itu di antaranya, 69 hotel dan resor yang memberikan diskon tarif sewa kamar antara 30 hingga 70 persen dari harga normal.

Sebanyak 45 restauran dan kuliner lesehan yang memberi diskon 15 hingga 30 persen, dan puluhan outlet kerajinan dan souvenir dan oleh-oleh khas NTB.

Tiga maskapai penerbangan juga memberi diskon 10-15 persen untuk penerbangan ke Lombok.  Ada Garuda, Citylink, dan Lion Air.  “Pemberitahuan tentang great sale juga dilakukan awak pesawat dalam perjalanan,” kata Faozal.

Faozal mengatakan, sepanjang bulan diskon wisata ini, pengunjung juga bisa menikmati atraksi seni dan budaya khas Lombok dan Sumbawa yang akan digelar tiap malam di Lombok Epicentrum Mall (LEM) Mataram.

Sebanyak 49 dari 100 unit usaha yang ada di LEM Mataram, juga menawarkan diskon dalam event Lombok Sumbawa Great Sale 2017.

Untuk menikmati fasilitas diskon dalam great sale di NTB, wisatawam domestik dan mancanegara cukup menunjukan boarding pass pesawat dan kartu identitas di hotel, restaurant, pusat kuliner dan kerajinan souvenir yang bertanda Lombok Sumbawa Great Sale.

“Brosur katalog great sale juga disediakan di terminal kedatangan LIA sehingga pengunjung yang datang bisa lebih mudah menemukan fasilitas diskon sesuai keinginan,”kata Faozal.

gra




Menembus Jagat Maya dari Desa

Lombok Utara — lombokjurnal.com

Desa ini sebetulnya tak begitu jauh dari pusat kota kabupaten. Dihitung-hitung cuma 10 kilometer. Kendaraan bermotor bisa dipacu secepat kilatan halilintar, desa itu bisa dijangkau tak sampai 15 menit. Tapi 10 tahun silam, butuh waktu 1 sampai 1,5 jam ke Desa Bentek Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara itu.

Karena akses jalan ke desa itu amatlah buruk, sangat kontras dengan rata-rata desa lain di Pulau Lombok. Jangan ditanya soal telekomunikasi. Di sana, internet adalah mimpi, dan sinyal telepon seluler pasti raib.

duniamaya di desa,22Agustus2

Kini, meski jalanan belum semulus aspal Kota Tanjung, desa ini sudah bisa dijangkau dalam tempo 15 menit dari ibukota kabupaten. Ini berkat terobosan pemerintah desa Kepala Budiartha dan Kades sekarang Warna Wijaya. Desa harus punya Blog sosial media di internet.

Awalnya tak mudah. Masyarakat desanya, seperti juga Anita, tak tahu banyak soal komputer, apalagi internet. Tapi dia yakin, saran teman dekatnya pasti baik. Maka, ia tak segan minta tolong petugas warnet di kota. Ia naik motor butut berjam-jam ke warnet. Naskah buat blog itu dikirim ke adiknyaa. Kemudian mengunggahnya ke blog. Begitu terus, hingga blog itu eksis.

Pada awalnya memang sulit. Tapi Anto terus belajar, hingga ia juga paham internet. Program desa di pelosok selatan kota itu pun tersiar ke sekujur bumi. “Tapi kerja ini belum maksimal,” kata Warna Wijaya Kepala Desa Bentek. Blog itu harus dikembangkan jadi web, dengan domain sendiri.

Kebangkitan Desa

Menembus jagat maya lewat teknologi informasi kini bisa jadi semacam titik kebangkitan desa. Sejumlah desa seperti Karang Bajo, secara terbuka mengibarkan gerakan migrasi ke open source. “Teknologi ini tengah digandrungi desa,” ujar Operator SID Anto Wijaya.

Atas dasar itulah, pada awal 2015, meluncurkan website SID desa. Ini adalah terobosan baru. Inovasi diajukan karena desa sebagai satuan pemerintahan terkecil tak dapat memakai domain go.id. Soalnya, domain go.id hanya dapat dipakai hingga level kabupaten atau kota. Benar saja, setelah peluncuran, setidaknya puluhan desa sudah registrasi. diantara 4 Desa yang ada di Kecamtan Gangga cuman Desa bentek yang Online sisanya Offline. “Kami berharap semua Desa di KLU di Onlinekan Agar semua Informasi bisa diakses ,” katanya.

Belajar dari Karang Bajo, penggunaan teknologi open source bisa memperbaiki tata kelola layanan pemerintahan. Mereka bisa mengeksplorasi sistem pemerintahan secara online (e-village) tanpa perlu dana besar yang menguras anggaran desa. Dampak lain, warga jadi keranjingan menulis. Tulisan atau berita tentang desa pun mengalir ke berbagai situs dalam menjelajahi lawatan desa, warga segera mengunggah sepotong artikel.

Kebiasaan memakai internet juga menunjang sistem administrasi kantor bebas kertas (paperless). Mereka mulai menginisiasi pengiriman undangan dengan email. Tentu, lebih hemat ongkos, dan lebih banyak pohon selamat dari mata gergaji.

djn elzabar

 

 

 

 




PR 100 Hari KLU, Menuntaskan Soal Tenaga Kontrak

TANJUNG – lombokjournal.com

Waktu itu hari Jum’at, bulan Februari tahun lalu, di Dusun  Ancak Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan, dukungan terhadap  Wakil Bupati (saat itu) Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH mengkristal dalam pengukuhan “Batur Najmul” di kecamatan yang diprediksi didominasi pemilih Bupati (waktu itu) Djohan Samsu. Di antara massa yang sangat bersemangat, sebutlah ‘Saprin’ meski bukan dari Bayan, datang memberi dukungan. “Dulu Ustadz Najmul idola saya. Saya pendukungnya, tapi saya tidak diperpanjang dari tenaga kontrak,” katanya.

Bupati H Najmul Akhyar; Banyak tenaga kontrak tidak bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi
Bupati H Najmul Akhyar; Banyak tenaga kontrak tidak bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi

Saprin hari Senin (16/5) lalu, termasuk salah satu tenaga kontrak yang tidak diperpanjang yang ikut berunjuk rasa di Kantor Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU). Memang ia tidak termasuk yang melakukan aksi pelemparan atau ikut membakar seragam coklat di depan pintu masuk Kantor Bupati.

“Tapi seandainya saya rusuh, saya tidak mikir panjang pasti ikut merusak apa saja,” katanya kelihatan kesal.

Dialog antara Wakil Bupati KLU, Sarifudin, Sekda Suardi, dan  Asisten I Kholidi Halil, serta Asisten III Zulfadli di ruangan bupati dengan 10 orang wakil pengunjuk rasa di ruang Bupati, kabarnya mengakomodir tenaga kontrak yang sudah lama mengabdi sebelum tahun 2015. Ini sesuai janji Pemkab Lombok utara, tenaga kontrak yang sudah lama mengabdi akan dipertahankan,

Tapi bagi Saprin, juga banyak tenaga kontrak lainnya, meski akan dilakukan kajian dan pada bulan Agustus kembali dievaluasi untuk mengakomodir yang belum diperpanjang termasuk soal pembayaran gajinya, kepercayaan itu mulai surut.

Sebagian tenaga kontrak yang ikut berunjuk rasa itu mengatakan, baik Wakil Bupati, Sekda maupun pejabat lainnya tetap tidak memberi ketegasan usai pertemuan.

Kepentingan Politik

Hingga kini jumlah tenaga kontrak Pemkab Lombok Utara (KLU) jumlahnya lumayan menyedot anggaran, karena jumlah yang mencapai sekitar 1633 orang itu sedikitnya harus dibayar Rp850 ribu per bulan.

 

Disorot ada kepentingan politik
Disorot ada kepentingan politik

Sebelum berlangsungnya Pilkada, Pejabat Bupati Lombok Utara, Ashari, sudah menyoroti pengangkatan tenaga honorer di beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Lombok Utara.

Waktu itu dikatakannya, hampir tiap SKPD tak memperhitungkan, darimana penganggarannya dan apa kompetensi tenaga kontrak itu. Menjelang pilkada, seolah-olah tiap SKPD ramai-ramai menarik tenaga kontrak.

“Ini untuk memenuhi  tuntutan volume kerja, atau hanya kepentingan politik,” kata Ashari waktu itu.

Jadi sudah ada asumsi, tenaga kontrak yang diangkat itu berkolerasi dengan dukungan politik. Tapi sayangnya, meski telah dilakukan sidak, tidak ada keputusan tegas tentang nasib tenaga kontrak.

Baru setelah hajatan pilkada usai, Pemprov NTB mengharuskan kabupaten mengevaluasi tenaga kontraknya.  Menindaklanjuti rekomendasi tersebut, Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar menegaskan akan melakukan evaluasi. “Banyak tenaga kontrak tidak bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi),” kata Najmul, bulan Maret lalu.

Dan apakah yang tetap bertahan melanjutkan kontraknya benar-benar memenuhi kompetensinya untuk memaksimalkan tugas pokok dan fungsinya.

Pekerjaan rumah (PR) terkait sekitar276 tenaga kontrak yang tidak diperpanjang, memang bukanlah pekerjaan besar. Namun bisa menjadi batu sandungan reputasi kesederhaan serta kedekatan Bupati Najmul Akhyar dengan masyarakat KLU.

H NAJMUL AKHYAR DAN ISTRI; Kesederhanaan dan kedekatannya dengan masyarakat
H NAJMUL AKHYAR DAN ISTRI; Kesederhanaan dan kedekatannya dengan masyarakat

Apalagi kalau tenaga kontrak yang tidak diperpanjang itu, ternyata merupakan orang-orang yang selama ini dekat dengan bupati sebelumnya. Tantangan yang harus segera dilakukan adalah melakukan ‘rekonsiliasi’ dengan mengandeng seluruh elemen kekuatan sosial politik di KLU.

Itu bisa dimulai dengan menyelesaikan PR tenaga kontrak dengan cara lebih berdaya guna.

SK