Penumpang Kapal Pesiar Belanda, Berwisata ke Lombok

Kapal pesiar MV Volendam

LOMBOK BARAT – lombokjournal.com Sekitar 1.968 penumpang kapal pesiar MV Volendam berbendera Belanda, Selasa (7/2) menghabiskan waktu hampir seharian untuk berwisata ke sejumlah destinasi wisata di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Volendam singgah di Lembar, Selasa pagi hingga malam. Jadi ribuan penumpang yang merupakan wisatawan dari Eropa sempat mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Lombok,” kata GM PT Pelindo III Lembar Baharuddin kepada lombokjournal.com.

Dijelaskan, kapal pesiar jenis cruise itu mengangkut sekitar 1.372 penumpang dan 596 orang awak kapal yang merupakan wisatawan asal negara-negara eropa didominasi Belanda.

Volendam melepas jangkar pada jarak 2 Mil Laut dari terminal pelabuhan Lembar, kemudian mendistribusikan penumpang menggunakan sekoci ke terminal Pelabuhan Lembar.

GM PT Pelindo III Lembar Baharuddin.(foto-foto: gra/lombokjournal.com)

Menurut Bahar, jajaran Pelindo menyambut kedatangan para wisatawan itu dengan suguhan hiburan musik tradisional Gendang Beleq dan juga tari-tarian lokal.

“Mereka yang turun ada yang langsung ikut paket wisata yang dikelola travel agent ada juga yang langsung mengunjungi destinasi dan pusat belanja secara sendiri-sendiri menggunakan taksi dan mobil travel,” kata Baharuddin.

Sedikitnya 15 armada Bus dari agen Lombok Paradise dan 25 kendaraan travel dari Kopaja, mengantarkan para wisatawan dengan tujuan rute wisata Sekotong, Kuta Lombok Tengah, Mataram Mall, Senggigi, kerajinan tenun Sukarara, kerajinan gerabah Banyumulek, Taman Narmada. Beberapa di antaranya juga berwisata ke Gili Nangu, Gili Kedis, dan Gili Sudak dengan menggunakan waterboat.

“Kedatangan kapal pesiar ke daerah NTB khususnya Pulau Lombok ini tentu sangat menunjang pendapatan devisa daerah serta negara dan juga bisa memperkenalkan daerah-daerah  pariwisata yang ada di wilayah Lombok ini,” katanya.

gra




Angin Kencang Tumbangkan Pohon Besar di Mataram, Pengendara Motor Tewas

Angin kencang sejak Selasa pagi (7/2) di Kota Mataram menyebabkan sedikitnya delapan pohon besar di lokasi berbeda, tumbang.

MATARAM.lombokjournal.com — Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB menyebutkan, hingga Selasa siang tercatat delapan pohon tumbang masing-masing di jalan lingkar selatan depan SMKN 9 Mataram, depan kantor Camat Cakra, depan Islamic Center, depan SDN 23 Mataram Karang Bedil, depan TK Internasional Seganteng, di belakang gedung Al Ikhsan Ampenan, di depan kantor Lurah Karang Pule, dan di depan lapangan sepak bola Babakan.

Pohon tumbang di depan Masjid Raya At Taqwa

Di depan kantor Inspektorat NTB di Jalan Pejanggik tampak petugas patroli BPBD Kota Mataram sedang bembersihan pohon tumbang. Untungnya pohon itu tumbang tidak ke jalan raya. Demikian juga di depan mesjid Raya At Taqwa , pohon tumbang menghalangi jalan.

Baliho tumbang

Tumbangnya pohon-pohon di musim angin ini menyebabkan tewasnya seorang pengendara sepeda motor yang melintasi Jalan Brawijaya Mataram

BACA : Pengendara Sepeda Motor Tewas Tertimpa Pohon

Selain itu, baliho berukuran besar di sekiitar Islamic Center juga tumbang. “Mestinya di musim angin besar, pemilik baliho itu tahu diri, kontrol  tu balihonya, kalau rubuh ke jalan raya bisa mencelakai orang,” kata seorang pengendara sepeda motor.

“Upaya yang telah dilakukan oleh tim BPBD Kota Mataram sudah melakukan pembersihan lokasi kejadian pohon tumbang sehingga dapat di lalui oleh kendaraan,” kata Kepala BPBD NTB, H Muhammad Rum, saatdihubungi di Mataram, Selasa (7/2) siang.

Rum mengimbau masyarakat, khususnya  warga di Kota Mataram agar berhati hati bila berada di luar rumah. Terutama jika melintasi jalan yang terdapat pohon besar.

Gra

 




Tersesat di Rinjani Usai Benahi Tower Pantau Potensi Air

MATARAM.lombokjournal.com – – Dua orang yang sempat tersesat beberapa hari di kawasan gunung Rinjani, Mustaqim dan Marwi, merupakan petugas teknisi yang memperbaiki tower transmisi informasi potensi air NTB.

Tower tersebut merupakan Program Kerjasama Badan Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I  bersama Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), yang dipasang di kawasan bukit Kondo, Kecamatan Batu Kliang.

Keduanya memperbaiki tower yang merupakan obyek PKS antara Balai TNGR dengan Balai Wilayah Sungai. “Perbaikan dilakukan oleh BWS NTB I dikarenakan adanya gangguan jaringan yg mengakibatkan tower tidak dapat berfungsi,” kata Kepala Balai TNGR, Agus Budi  Santosa, kepada lombokjournal.com, Sabtu (4/2).

Dijelaskan, kedua korban berangkat menuju bukit Kondo di kawasan TNGR pada 24 Januari lalu. Setelah selesai memperbaiki tower, 1 Februari 2017 sekitar pukul 13.00 Wita mereka hendak kembali dengan melalui jalur yang mereka buka untuk memotong jalur agar lebih dekat.

Namun jalur itu banyak tebing terjal dan curam, sehingga kedua korban kehilangan arah dan tersesat.

“Pada Jumat 3 Februari sekitar pkl 11.30 Wita mereka menghubungi keluarga  dan menyampaikan kalau mereka tersesat,” papar Agus.

Saat itu juga pihak keluarga menyampaikan informasi ke petugas TNGR di Resort Setiling dan kemudian petugas TNGR bersama masyarakat Talun Ambon,Kecamatan Batu Kliang, dan Tim Basarnas Mataram  melakukan pencarian.

Menurut Agus, pada Sabtu (4/2) Februari sekitar pukul 15.00 Wita petugas mendapat informasi bahwa korban telah ditemukan di wilayah  Joben. Kemudian tim menuju ke lokasi dan sekitar pukul 15.50 Wita tim menemukan korban sudah berada di salah satu rumah warga Joben bernama Herman.

“Saat ditemukan satu orang dalam keadaan lemah dan satu orang pingsan karena sudah dua hari tidak makan. Tapi saat ini kondisi mereka sudah membaik dan sudah kembali ke pihak keluarganya,” kata Agus.

gra




Reza Artamevia Kembali Mangkir dari Sidang Aa Gatot

MATARAM – lombokjournal.com Artis Reza Artamevia kembali mangkir sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan kepemilikan dan penyalahgunaan narkoba dengan terdakwa mantan Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Gatot Brajamusti, Kamis (2/2).

Gatot Brajamusti

Reza terancam dihadirkan paksa di persidangan karena telah dua kali dipanggil, namun tak pernah muncul di persidangan.

Karena itulah, sidang kasus kepemilikan dan penyalahgunaan nakotika dan obat-obatan terlarang dengan terdakwa Gatot Brajamusti dan istrinya Dewi Aminah ditunda mejelis hakim.

Jaksa beralasan dua kali surat panggilan yang dikirim ke alamat Reza di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan dikembalikan petugas pos karena pemilik alamat tersebut sudah tidak lagi bertempat tinggal di sana.

Ketua Majelis Hakim Yapi meminta kembali jaksa penuntut umum untuk menghadirkan saksi Reza mengingat kesaksiannya memiliki peran penting untuk mengungkap asal usul dan peredaran narkotika di padepokan milik Gatot Brajamusti.

“Kita belum bisa memanggil paksa karena Reza masih belum menerima surat yang dikirim jaksa ke alamat yang tercantum dalam BAP. Dia akan kita panggil paksa kalau sudah menerima resmi surat panggilannya,” kata Yapi, Ketua Majelis Hakim.

Jaksa berjanji akan segara melakukan pemanggilan ulang dengan berkoordinasi dengan penyidik kepolisian Polda Metro Jaya Jakarta yang sebelumnya juga menangani kasus narkoba milik mantan ketua umum Parfi ini.

Sidang akhirnya ditunda dan akan dilanjutkan pada Senin (6/2) pekan depan dengan menghadirkan ahli dan sejumlah saksi lain.(hers)

 




Biaya STNK, Penyumbang Inflasi terbesar

Biaya perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) menjadi salah satu penyumbang inflasi terbesardi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada bulan Januari 2017.

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Rabu (1/2) merilis, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami inflasi sebesar 1,49 persen, atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 125,25 pada Desember menjadi 127,17 pada Januari 2017.

“Pada Januari angka inflasi NTB lebih besar dari angka inflasi rata-rata nasional yang hanya 0,97 persen. Sumbangan inflasi terbesar di NTB salah satunya biaya perpanjangan STNK,” kata Kepala BPS Provinsi NTB, Endang Tri Wahyuningsih, Rabu (1/2) di Mataram.

Selain biaya STNK, komoditas penyumbang inflasi terbesar lainnya berdasarkan rilis BPS adalah tarif listrik, sewa rumah, cabai rawit, rokok kretek, beras, pulsa handphone dan bensin.

Endang mengatakan, laju inflasi NTB tahun kalender Januari 2017 sebesar 1,49 persen lebih tinggi bila dibanding inflasi tahun kalender Januari 2016 yang hanya sebesar 1,16 persen.

Menurutnya, dari 82 kota yang menghitung IHK, tercatat semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pontianak sebesar 1,82 persen diikuti Kota Singaraja sebesar 1,73 persen.

“Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Manokwari sebesar 0,09 persen diikuti i Kota Tual sebesar 0,1 persen,” katanya.

gra




Selama Lombok Sumbawa Great Sale, 189 Usaha Beri Diskon Khusus

Selama masa great sale, wisatawan yang berkunjung ke Lombok dan Sumbawa bisa menikmati cukup banyak diskon paket wisata, perhotelan, restauran, kuliner, dan souvenir.

MATARAM.lombokjournal.com – Upaya menarik arus wisatawan masuk ke Lombok dan Sumbawa, Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan promosi wisata, Lombok Sumbawa Great Sale 2017.  Kegiatan itu berlangsung sebulan penuh, sejak 1 Februari  hingga 28 Februari mendatang, menandai dimulainya event great sale itu.

Dalam event great sale ini, sekitar 189 unit usaha yang terlibat memberikan diskon khusus.  Unit usaha pariwisata yang memberikan diskon itu di antaranya, 69 hotel dan resor yang memberikan diskon tarif sewa kamar antara 30 hingga 70 persen dari harga normal.

Sebanyak 45 restauran dan kuliner lesehan yang memberi diskon 15 hingga 30 persen, dan puluhan outlet kerajinan dan souvenir dan oleh-oleh khas NTB.

Tiga maskapai penerbangan juga memberi diskon 10-15 persen untuk penerbangan ke Lombok.  Ada Garuda, Citylink, dan Lion Air.  “Pemberitahuan tentang great sale juga dilakukan awak pesawat dalam perjalanan,” kata Faozal.

Faozal mengatakan, sepanjang bulan diskon wisata ini, pengunjung juga bisa menikmati atraksi seni dan budaya khas Lombok dan Sumbawa yang akan digelar tiap malam di Lombok Epicentrum Mall (LEM) Mataram.

Sebanyak 49 dari 100 unit usaha yang ada di LEM Mataram, juga menawarkan diskon dalam event Lombok Sumbawa Great Sale 2017.

Untuk menikmati fasilitas diskon dalam great sale di NTB, wisatawam domestik dan mancanegara cukup menunjukan boarding pass pesawat dan kartu identitas di hotel, restaurant, pusat kuliner dan kerajinan souvenir yang bertanda Lombok Sumbawa Great Sale.

“Brosur katalog great sale juga disediakan di terminal kedatangan LIA sehingga pengunjung yang datang bisa lebih mudah menemukan fasilitas diskon sesuai keinginan,”kata Faozal.

gra




Diduga Ajarkan Aliran Sesat, Rumah Mengenal Alquran Digerebek Aparat

Pimpinan Aliran Bela Allah saat diinterogasi polisi.(foto: hers/lombokjournal.com)

MATARAM – lombokjournal.com Rumah Toko atau Ruko Mengenal Alquran di bilangan Jalan Bung Karno, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat digerebek tim gabungan yang terdiri atas aparat kepolisian, TNI, dan Satpol PP, Senin (30/1). Aparat pun menurunkan seluruh papan nama secara paksa.

Ruko yang menjadi markas Ajaran Bela Allah atau Bela Ahli Kitab Alquran tersebut diduga dipakai sebagai tempat untuk mengajarkan ajaran sesat yang menyimpang dari Islam. Diduga ajarannya itu menganggap bahwa hadist dan sunnah Rasul adalah hoax atau kabar bohong. Tidak hanya itu, ada dugaan juga ajarannya tidak mewajibkan kepada pengikutnya mengerjakan shalat.

Secara hukum formal pun keberadaan Rumah Mengenal Alquran itu juga dinilai salah. Ini lantaran legalitasnya diduga ilegal karena tidak pernah mengurus perizinan atau memberitahukan kepada aparat setempat.

“Sejak dikabarkan berdiri 2 atau 3 bulan lalu, tidak pernah ada laporan ke kelurahan atau kecamatan. Atas dasar itu kita bongkar tempat mereka. Mereka juga telah membuat keresahan,” tandas Amran, Camat Mataram.

Aktivis Islam dari Majelis Pemuda Islam Indonesia (MPII) NTB Zakaria yang melakukan investigasi langsung menyebutkan kalau ajaran yang diajarkan Rumah Mengenal Alquran ini berbeda dengan keyakinan dan syariat agama Islam, mulai dari salam dan bagaimana memahami kandungan Alquran

“Kita tanya ibu itu langsung, memang katanya Hadist Buhori Muslim dan segala tata cara Rasulullah yang disebutkan dalam hadist tersebut hoax. Dari salamnya juga berbeda mereka bilang salamun alaikum,” ujar Zakaria.

Untuk mengantisipasi buruk, pimpinan lembaga ini terpaksa diamankan di Polda NTB. Keduanya diinterogasi di Direktorat Pembinaan Masyarakat (Binmas). Selain itu, Tim Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB juga melakukan pendalaman tentang ajaran yang sudah meresahkan masyarakat ini. Hasilnya, MUI NTB menetapkan aliran Bela Allah atau Bela Ahli Kitab Alquran yang menyebarkan keyakinannya di Mataram dan NTB sebagai aliran yang menyimpang dari ajaran Islam.

Salah satu poin yang menyebabkan aliran ini diangap sesat oleh MUI karena mengingkari hadist dan sunnah yang diajarkan Nabi Muhammad. Bahkan menganggap hadist hanya berisi berita bohong.

BACA : MUI Nyatakan “Rumah Mengenal Al-Quran” Sesat

BACA : Siti Aisyah Diamankan Tapi Belum tersangka

Aliran ini hanya mempercayai Alquran, namun sejatinya pimpinan aliran ini dalam anggapan MUI tidak paham membaca Alquran dan hanya mengacu pada terjemahan Alquran saja.

“Kita juga bisa memastikan pahamnya sesat karena tidak mengakui hadits Nabi Muhammad. Dia tidak menerima cara-cara kita shalat karena katanya tidak ada di dalam Alquran,” tandas Syaiful Muslim, Ketua MUI NTB.

Untuk menindaklanjuti kasus yang diduga sudah masuk kategori penistaan ajaran agama ini, MUI sepenuhnya menyerahkan kepada aparat kepolisian untuk memproses secara hukum.

Dir Binmas Polda NTB Kombes Pol Benny Basyir menjelaskan bahwa ajaran ini telah membuat keresahan di masyarakat karena sudah ada dampak. “Atas dasar itu kita akan proses secara hukum. Tadi sudah kita dengarkan pernyataan MUI. Ini masih pengembangan, dan kita masih tanya-tanya mereka,” ujarnya.

Aliran Bela Allah ini meresahkan setelah video salah satu aktivis Islam yang melakukan klarifikasi ke markas aliran ini menjadi viral di media sosial dalam beberapa hari ini. Bahkan, secara terang-terangan pimpinan aliran ini menyebarkan paham mereka dengan brosur ke sekolah-sekolah menengah umum di Kota Mataram dan Lombok Barat.

Pemerintah daerah bersama aparat keamanan langsung menyegel markas aliran ini untuk mengantisipasi kemungkinan buruk yang terjadi.(hers)




Rizieq Batal Hadir, Tabligh Akbar Bela Islam Khidmat

<img class="size-medium wp-image-3013" src="http://lombokjournal.com/wp-content/uploads/2017/01/tabligh-300×169.jpg" alt="" width="300" height="169" srcset="http://lombokjournal generic viagra in usa.com/wp-content/uploads/2017/01/tabligh-300×169.jpg 300w, http://lombokjournal.com/wp-content/uploads/2017/01/tabligh.jpg 512w” sizes=”(max-width: 300px) 100vw, 300px” />
Tabligh akbar di Lapangan Tastura, Praya, Lombok Tengah, Minggu (29/1) berlangsung aman.(foto: hers/lombokjournal.com)

LOMBOK TENGAH – lombokjournal.com Puluhan ribu umat Islam dari berbagai penjuru Pulau Lombok, dan Sumbawa tumpah ruah di Lapangan Tastura, Praya, Lombok Tengah, menghadiri tabligh akbar dengan tema safari dakwah 212 Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI).

Panitia safari dakwah 212, menghadirkan ulama, dan penceramah kondang, seperti Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir, KH Zaitun Rasmin, KH Abdul Rasyid AS, dan Dewan Syuro FPI Habib Muhsin bin Ahmad Alatas, serta Sekjen PB NW TGH Hasanain Juaini. Sedianya pentolan sekaligus Ketua Umum FPI Habib Rizieq Syihab hadir dan menjadi penceramah dalam tabligh akbar ini, namun batal hadir, tanpa adanya keterangan jelas dari panitia.

Namun, dari saluran telepon seluler, yang disambungkan dengan pengeras suara, Habib Rizieq menyampaikan permohonan maafnya kepada puluhan ribu jamaah yang hadir, karena tak bisa hadir. Dan berjani akan menyapa langsung umat Islam di Lombok usai Pilkada DKI Jakarta nanti. “Sampaikan salam saya, kita akan menyapa mereka usai Pilkada DKI Jakarta,” jelasnya menutup ceramah.

Habib juga menyerukan umat Islam bersatu, dan tetap dalam bingkai NKRI, serta bahu membahu melawan liberalisme dan neokomunis yang saat ini mulai menyerang sendi-sendi negara di Indonesia.

Penceramah Ust Bachtiar Nasir juga menyampaikan hal yang sama, agar terus menjaga persatuan umat Islam, melawan segala bentuk penistaan, dan upaya mengkerdilkan umat Islam, di segala sendi kehidupan bernegara dan beragama.

“Kuncinya bersatu padu, tanggalkan perbedaan atau khilafah. Satu syahadat itulah saudara kita semuslim. Sepakat boikot produk-produk liberalisme dan kolobialisme,” ujarnya dalam ceramah di hadapan puluhan ribu umat Islam.

Tabligh akbar juga dirangkai dengan penggalangan dana bantuan bagi korban banjir Bima. Sedikitnya sekitar 50 juta lebih terkumpul dalam acara tersebut.(hers)




Kecelakaan Bus Pariwisata Asal Cirebon di Malimbu, 2 Tewas 21 Terluka

MATARAM – lombokjournal.com – Bus berpenumpang 28 wisatawan asal Cirebon, Jawa Barat masuk kedalam jurang sedalam 7 meter, di tanjakan Malimbu, Desa Malaka Kecamatan pemenang, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Kecelakaan itu akibat rem blong, dan bus tidak bisa mencapai tanjakan.

Evakuasi korman oleh masyarakat (foto: Hers)

Dua penumpang tewas, dan 21 terluka akibat kecelakaan tersebut. Ditemui di tempat kejadian, Kepala Satuan Polisi Lalu Lintas, Polres Lombok Utara, AKP Agus Pujianto, mengatakan, bus pariwisata Bramasta Trans dengan nomor polisi L 7018 LL diduga jatuh ke jurang setelah tidak mampu naik tanjakan.

“Dugaan sementara bus tersebut tidak kuat naik tanjakan sehingga mundur ke bawah, remnnya blong,  lalu jatuh ke dalam jurang sedalam sekitar tujuh meter,” katanya.

Rombongan wisatawan dari seluruh Samsat se Jawa Barat ini sedianya akan menghabiskan liburan akhir mereka di Gili Trawangan. Namun naas, bus milik Bramasta Transport Yang dikemudikan Supriyanto itu tak terkendali saat mencoba naik tanjakan Malimbu dua.

BACA : Kecelakaan Bus Wisatawan, Hati-hati Tanjakan Bukit Malimbu

Rem tiba-tiba tidak berfungsi, kemudian mundur ke belakan, dan terjatuh ke jurang sedalam 7 meter, menyebabkan tewasnya 2 penumpang atas nama Wawan Hermawan (56) dan Jajat Jatnika (48), 21 lainnya luka-luka termasuk luka parah dan ringan.

Sebagian penumpang yang luka parah saat ini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Pola Nusa Tenggara Barat. Di antara mereka terdapat penumpang patah kaki dan tangan karena terhimpit kursi penumpang. Termasuk penumpang yang tewas disemayamkan di rumah sakit tersebut. Sebagian pennumpang lainnya dirawat di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB

Salah seorang penumpang menuturkan, gelagat terjadinya kecelakaan sudah dirasakan sebagian penumpang, mengingat kondisi bus tidak prima.  Pihak kepolisian saat ini masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan dengan minta keterangan pihak perusahaan transport dan saksi mata.

hers




Kementerian BUMN Dorong Percepatan KEK Mandalika

Menteri BUMN Rini Soemarno saat meresmikan landmark “Kuta Mandalika” di Pantai Tanjung Aan, Mandalika Lombok, Jumat (27/1).(foto: hers/lombokjournal.com)

LOMBOK TENGAH – lombokjournal.com Kementerian BUMN mendorong percepatan pengembangan pariwisata dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Menteri BUMN RI Rini Soemarno menyatakan optimismenya KEK Mandalika siap menjadi destinasi wisata unggulan kelas dunia di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Rini Soemarno usai peresmian landmark “Kuta Mandalika” di Pantai Tanjung Aan, Mandalika Lombok, Jumat (27/1) check my reference.

Menteri BUMN RI Soemarno bersama-sama dengan direksi BUMN yang terlibat dalam kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri di Mandalika, menyaksikan peresmian landmark “Kuta Mandalika” yang juga menandai komitmen dan partisipasi aktif sinergi BUMN tersebut dalam mendukung program percepatan pengembangan pariwisata dan kawasan ekonomi khusus di Mandalika.

“Melalui program BUMN Hadir Untuk Negeri yang dilakukan lebih berbagai BUMN nasional di kawasan Mandalika tersebut, kami mengupayakan kesiapan infrastruktur Mandalika dapat terealisasikan dengan baik,” ujarnya.

Menurut dia, program BUMN Hadir Untuk Negeri ini, kiranya dapat memberikan impact yang jauh lebih besar bagi masyarakat dan juga daerah sekitar melalui pengembangan Mandalika sebagai KEK berbasis pariwisata. Kementerian mendorong BUMN untuk terus aktif bersinergi melakukan percepatan pembangunan destinasi pariwisata di kawasan Mandalika dan Lombok.

Pelaksanaan program “BUMN Hadir untuk Negeri” di Mandalika tersebut berlangsung di lima lokasi, yakni di Tanjung Aan, Bukit Meresek dan Pantai Kuta (ketiganya di KEK Mandalika), Desa Ende (desa wisata binaan ITDC) dan Desa Sembalun, Rinjani, di mana program tersebut dirangkai dengan berbagai kegiatan, antara lain kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR – Corporate Social Responsibility) di bidang pariwisata, pendidikan, lingkungan, dan infrastruktur yang dilaksanakan dari tanggal 26 – 28 Januari 2017.

Direktur Utama Garuda Indonesia M Arif Wibowo mengungkapkan apresiasinya terhadap Kementerian BUMN yang telah menunjuk Garuda Indonesia sebagai koordinator rangkaian kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri di Mandalika.

“Kami merasa bersyukur dapat menjadi bagian dari inisiasi Kementerian BUMN dalam menjalankan visi sebagai pilar pembangunan bangsa melalui berbagai program yang memberi impact yang sustainable bagi masyarakat luas,” ungkap Arif.

Sementara itu, Direktur ITDC Jatmiko Santosa menyampaikan bahwa pendekatan CSR BUMN yang dilakukan pada program BUMN Hadir Untuk Negeri kali ini menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat.

Rangkaian progam BUMN Hadir Untuk Negeri di Mandalika, Lombok Tengah merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan peringatan HUT BUMN Nasional di setiap bulannya.

Melalui program BUMN Hadir Untuk Negeri yang dilaksanakan di kawasan Mandalika tersebut, lebih dari 123 BUMN berkolaborasi dalam membangun berbagai infrastruktur dari berbagai aspek, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan masyarakat, peningkatkan mutu sanitasi, penyediaan infrastruktur berbasis mata pencaharian masyarakat setempat, serta peningkatan akses transportasi di wilayah Mandalika.(hers)