Bima dan Kota Bima Kembali Dilanda Banjir

Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten dan Kota Bima, NTB, Minggu malam (26/3) akibat hujan deras sejak pukul 15.00 Wita.

MATARAM.lombokjournal —  Beberapa kelurahan di Kota Bima kebali dilanda banjir, seperti di Kelurahan Penatoi dan Sadia.  Di saat bersamaan beberapa Desa di Kecamatan Sape di Kabupaten Bima, juga dilanda banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, H Muhammad Rum mengungkapkan itu berdasarkan laporan yang diterima dari lapangan di wilayah Kabupaten dan Kota Bima.

“BPBD setempat sudah melakukan siap siaga dan tindakan evakuasi warga ke masjid dan lokasi yang lebih aman. BPBD Provinsi InsyaAllah malam ini menurunkan tim ke lokasi,” katanya.

Menurut Rum, BPBD di Bima dan BPBD Provonsi saat ini masih terus melakukan pendataan terhadap masyarakat yang terdampak.

AYA




Gempa 6,4 SR Guncang Bali dan NTB

Gempa bumi berkekuatan 6,4 skala richter (SR), Rabu pagi (22/3) mengguncang wilayah Bali dan NTB. Masyarakat di Mataram dan sekitarnya, sempat dibikin panik.

MATARAM.lomkjournal.com — Data BMKG menyebutkan, gempa bumi tektonik terjadi pada pukul 07.10 Wita dengan kekuatan 6,4 SR dengan episenter terletak pada koordinat 8.88 LS dan 115.24 BT, sekitar 23 Km arah Tenggara Kota Denpasar, pada kedalaman 117 km.

Kepala Badan Geofisika Mataram, Agus Riyanto mengatakan, guncangan gempa bumi mencapai skala intensitas cukup kuat yakni III-V MMI. Dampak gempa bumi berupa guncangan kuat dirasakan luas di pulau Bali, antara lain dikota Denpasar, Kuta, Gianyar, Negara, Amlalpura. Guncangan kuat juga terasa di Kota Banyuwangi di pulau Jawa dan Mataram pulau Lombok, juga Sumbawa.

“Guncangannya cukup besar, sehingga di daerah Mataram, Lombok juga sebagian Sumbawa guncangan gempa bumi dirasakan oleh hampir semua orang,” kata Agus, Rabu (22/3).

Menurutnya, banyak warga Mataram dan Lombok yang dilaporkan terkejut dan berhamburan keluar rumah akibat guncangan gempa bumi ini.

Dijelaskan, ditinjau dari kedalamannya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi, hasil interaksi Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia.

Ia mengatakan, guncangan III-V skala MMI berpotensi merusak bangunan. Hanya saja, hingga kini belum dilaporkan adanya kerusakan.

Agus mengimbau masyarakat agar tetap tenang, dan terus mengikuti arahan BPBD dan BMKG.

“Khusus masyarakat di daerah pesisir Selatan Timur Bali hingga Barat Lombok dihimbau agar tidak terpancing isu karena gempabumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami,” katanya.

AYA




Cuci Darah Juga Menjadi Jaminan Kesehatan BPJS

Layanan Hemodialisa atau Cuci Darah dengan BPJS dapat digunakan oleh Peserta BPJS baik yang terdaftar di kelas 1 , kelas 2 atau kelas 3, yang penting dalam status aktif (tidak ada tunggakan) dan mengikuti prosedur berobat.

MATARAM.lombokjournal.com —  BPJS Kesehatan merupakan bentuk gotong royong antar peserta, peserta yang sehat membantu mereka yang sakit. Bayangkan, untuk membayar sekali  cuci darah saja dibutuhkan iuran yang berasal dari 40 orang yang sehat. Dengan catatan, orang tersebut membayar iurannya dengan besaran Rp 25.000.

Dalam satu bulan, jika 1 pasien melakukan cuci darah melalui BPJS minimal 4 kali. Layanan kesehatan cuci darah membutuhkan dana dari 160 orang sehat untuk membayarkan satu pasien cuci darah per bulan.

Karena itu, semua penduduk Indonesia harus mendaftar BPJS Kesehatan dan membayar iuran peserta setiap bulan berdasarkan kelas yang diambil. Tapi kenyataannya masih ada peserta yang tidak membayar iuran (menunggak), atau hanya ingat BPJS ketika sakit.

Pengalaman seorang Ibu dari 3 orang anak yang menjadi peserta BPJS Kesehatan ini, Rolen Br Panjaitan, perlu disimak.  Ia divonis doketer menderita gagal ginjal pada bulan Agustus 2015, sehingga harus menjalani cuci darah 8 (delapan) kali dalam sebulan. Membayangan mahalnya biaya pengobatan rumah sakit, membuat keluarganya putus asa.

Dengan penghasilan suami pas-pasan membuat Rolen Br Panjaitan pasrah, sangat tipis harapannya bisa mendapatkan perawatan hingga sembuh. Biaya cuci darah begitu besar, baru 4 kali cuci darah di rumah sakit dikenakan biaya biaya Rp 8.500.000.

Belum terhitung biaya rawat inap selama seminggu.Kalau ditotal, sedikitnya mencapai Rp 16.000.000.  Keluarganya harus menghutang kiri kanan, dan jumlahnya terus menumpuk, guna membiayai perawatannya.

Singkat cerita, kemudian Rolen mendapat informasi mengenai BPJS Kesehatan. Mulailah keluarganya mendaftarkan Rolen pada BPJS Kesehatan sebagai peserta mandiri dengan hak perawatan kelas III, dengan membayar  iuran Rp 25.500 per bulan.

Semula Rolen mengaku pesimis bisa mendapatkan layanan kesehatan memuaskan dari rumah sakit, sebab ia sering mendapat cerita ada perbedaan layanan yang diberikan kepada pasien BPJS dengan Pasien Umum.

Tapi apa yang terjadi? Ternyata, Rolen merasa puas setelah mendapatkan pelayanan berobat cuci darah dengan BPJS Kesehatan.  Menurutnya, dengan memahami prosedur dan tidak segan bertanya kepada Petugas BPJS Kesehatan, maka manfaat yang diperoleh juga akan optimal.

“Pertama sempat takut akan ditelantarkan karena peserta JKN Mandiri kelas III. Tapi ternyata saya dilayani dengan baik. Semua perawat ramah, petugas BPJS Kesehatan Center-nya juga memberikan informasi dengan ramah.” tuturnya.

Rolen Br Panjaitan, kini tidak lagi dipusingkan biaya pengobatannya. Keluarga besarnya juga merasa tenang karena Rolen masih memiliki harapan sembuh dengan tetap menjalani cuci darah dengan rutin.

Jadwal cuci darah Rolen di Rumah Sakit Vita Insani pada hari Senin dan Kamis masing-masing selama 4 jam. Ia merasa bersyukur, tanpa menjadi peserta BPJS mungkin ia tidak akan bertahan hingga hingga sekarang.

“Keluarga saya juga akan jadi semrawut karena terus menerus terlilit hutang. Kami benar-benar terselamatkan,,” katanya.

Rr (Adv)

SUMBER : Akun Resmi BPJS Kesehatan di Kompasiana




Amnesti Pajak di NTB dan NTT Capai Rp304,5 Miliar

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Nusa Tenggara mencatat total realisasi uang tebusan amnesty pajak di Provinsi NTB dan NTT mencapai Rp304,5 Miliar, hingga menjelang akhir program amnesty pajak.

MATARAM.lombokjournal.com —   Menjelang akhir amnesti pajak, hingga pertengahan Maret, DJP membukukan total realisasi uang tebusan amnesti pajak sebesar Rp304,5 untuk NTB dan NTB.

“Total wajib pajak yang ikut amnesty itu sekitar 11.634 wajib pajak untuk NTB dan NTT,” kata Kepala DJP Nusa Tenggara, Suparno, dalam jumpa pers Selasa (21/3) di Mataram.

Dirincikannya, di NTB program amnesty pajak membukukan realisasi sebesar Rp159,38 Miliar dengan melibatkan sekitar 5.479 wajib pajak.  Sedang di NTT membukukan sebesar Rp145,16 Miliar, melibatkan sekitar 6.155 wajib pajak.

Suparno mengatakan, dari data tersebut bisa dilihat sisi peningkatan animo dan kesadaran wajib pajak di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di NTB dan NTT untuk turut memanfaatkan program Amnesty Pajak.

Di NTB, sekitar Rp48,91 Miliar dari total realiasi didapat dari sekitar 3.286 wajib pajak sektor UMKM. Sementara di NTT, sekitar Rp47,63 Miliar dari total realisasi didapat dari sekitar 4.210 wajib pajak di sektor UMKM.

PihakKanwil DJP Nusa Tenggara menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya berbagai pihak yang telah memberikan dukungan dan demi keberhasilan program amnesty pajak.

“Untuk yang belum memanfaatkan masih ada waktu sampai 31 Maret. Kami juga terus mengimbau agar ini dimanfaatkan,” katanya.

Diharapkannya,  setelah program amnesti pajak ini, setiap  wajib pajak dapat meningkatkan komitmen untuk menjadi wajib pajak yang patuh. DJP Nusa Tenggara akan fokus dan konsisten dalam menjalankan Pasal 18 Undang-undang Pengampunan Pajak.

Bila ditemukan data dan atau informasi Harta Wajib Pajak sejak tanggal 1 Januari 1985 sampai dengan 31 Desember 2015 dan belum dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan, harta dimaksud dianggap sebagai tambahan penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajb Pajak pada saat ditemukannya.

“Dan akan dikenai pajak dan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan,” tegas Suparno..

Era keterbukaan informasi pajak juga akan mulai diberlakukan dengan dilaksanakannya Automatic Exchange of Information (AEOl), dan diikuti dengan revisi UU Perbankan mengenai keterbukaan data perpajakan paling lambat tahun 2018.

“Sistem ini menjadikan Wajib Pajak tidak bisa lagi menyembunyikan asetnya,” katanya.

AYA




TGB Bertemu Gubernur Provinsi Jeju, di Korea Selatan, Bahas Kerjasama

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi bertemu dengan Mr Won Hee Ryoung,  Gubernur Provinsi Jeju, Korea Selatan, Senin (20/3) di ibukota Jeju.

MATARAM.lombokjournal.com — Pertemuan di sela acara Korean Electric Vehicle Expo 2017, itu membahas peluang dan implementasi kerjasama dua Provinsi beda negara itu di bidang pariwisata, pembangunan ramah lingkungan, dan juga energi terbarukan.

Gubernur membahas beberapa kerjasama dengan Mr Won Hee Ryoung yang merupakan Gubernur Provinsi Jeju Korsel, di antaranya masalah pariwisata, pembangunan ramah lingkungan dan energi terbarukan,” kata Kepala Biro Humas Pemprov NTB, Yusron Hadi, Senin sore (20/3) melalui rilis resmi.

Yusron mengatakan, dalam pertemuan itu Gubernur Majdi juga mengundang Mr Won Hee Ryoung untuk bisa hadir dalam acara NTB Invesment Forum 2017 yang akan diselenggarakan bulan Oktober mendatang di Mataram, NTB.

Kunjungan tersebut diharapkan bisa semakin memantapkan kerjasama di tiga bidang yang dibahas sebelumnya.

BACA : Bicara di IGIF,  Gubernur Paparkan Konsep Pembangunan Ramah Lingkungan di NTB

AYA

 

 




Fun Run 7 Km, Promosikan Event Rinjani 100

KONI NTB bersama, Dinas Pemuda dan Olahraga, dan manajement Rinjani 100,  Minggu (19/3) menggelar lomba lari matrahon amatir Fun Run 7 Km, di kawasan jalan utama Gunungsari hingga Pusuk Pass, Lombok Barat.

 

Ketua KONI NTB, H Andi Hadiyanto. (foto: AYA)

LOMBOK BARAT.lombokjournal — Pantauan Lombok Journal, lebih dari 120 orang peserta turut meramaikan Fun Run 7 Km ini, Minggu pagi.

Lintasan Fun Run mengambil garis start di depan pasar Kekait, Kecamatan Gunungsari, dan terus menuju lintasan mendaki di jalan pusuk, hingga finish di Pusuk Pass, destinasi wisata yang juga menjadi pembatas wilayah Lombok Barat dan Lombok Utara.

Ketua KONI NTB, H Andy Hadianto mengatakan, selain untuk menumbuhkan minat dan bakat olahraga lari, Fun Run 7 Km itu juga digelar untuk mempromosikan event Rinjani 100 yang akan dilaksanakan pada 5-7 Mei mendatang.

“Event ini juga sekaligus pencanangan Rinjani100 untuk menjadi event sport tahunan di NTB dengan tajuk Lomba Lari Ultra Trail Internasional ,” kata Andi, Minggu (19/3).

Rinjani 100 merupakan marathon internasional yang sudah beberapa tahun ini digelardi kawasan Rinjani, Lombok.

Menurut Andi, pihaknya ingin mendorong RInjani100 menjadi salah satu event bergengsi olahraga lari dunia yang berpusat lokasi di Lombok.

“Kami ingn Rinjani 100 menjadi titik tolak Indonesia Sport Tourism, yang lokasinya di NTB,” katanya.

AYA




MPP PLN di Jeranjang Diresmikan Presiden

Mobile Power Plant (MPP) PLN berkapasitas 2×25 MW di Dusun Jeranjang, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Sabtu (18/3) menjadi salah satu dari MPP yang diresmikan Presiden Joko Widodo

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com —  Seremoni persemian 8 unit MPP tersebar dengan total kapasitas 500 MW dan 9 infrastruktur kelistrikan di Kalimantan Barat, dipusatkan di lokasi MPP Mempawah 4 x 25 MW yang terletak di Desa Jungkat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah.

Sementara di lokasi MPP Jeranjang, Lombok Barat, proses peresmian disaksikan melalui konferensi video langsung, yang dihadiri Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin, Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid, Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara, Machnizon Masri, didampingi  General Manager PLN Wilayah Nusa Tenggara Barat, Mukhtar, dan sejumlah pejabat, tokoh masyarakat dan tokoh agama,serta masyarakat sekitar kawasan.

Dalam sambutannya, Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara, Machnizon Masri menjelaskan, kehadiran MPP Jeranjang sebesar 2 x 25 MW berdampak positif pada keandalan pasokan listrik di Pulau Lombok.

“Saat ini kelistrikan Lombok memiliki daya mampu sebesar 318 MW dengan beban puncak mencapai 257 MW. Sehingga saat ini Pulau Lombok mengalami cadangan daya sebesar 61 MW,” katanya.

Menurutnya, ketersediaan daya yang cukup besar ini dapat mendorong peningkatan investasi di Pulau Lombok. Mengingat Lombok adalah salah satu destinasi favorit wisatawan  baik asing maupun domestik.

Sehingga infrastruktur kelistrikan sangatlah penting untuk menarik investor. Investor tidak perlu khawatir untuk berinvestasi di Lombok, karena listrik di NTB sudah siap,” kata Machrizon.

Delapan unit MPP yang diresmikan Presiden Joko Widodo, Sabtu siang (18/3) antara lain:

  1. MPP Jeranjang- Lombok, kapasitas ( 2 x 25 MW) yang telah beroperasi sejak tanggal 27 Juli 2016.
  2. MPP Air Anyir- Bangka, kapasitas (2×25 MW) beroperasi sejak 13 september 2016
  3. MPP Tarahan – lampung (4×25 MW) beroperasi sejak 29 september 2016
  4. MPP Nias (1×25 MW) Mulai beroperasi pada 31 oktober 2016
  5. MPP balai Pungut-Riau, kapasitas (3×25 MW) mulai beroperasi sejak 13 November 2016
  6. MPP Suge- belitung (1×25 MW) mulai beroperasi pada 22 November 2016
  7. MPP Paya Pasir-Medan berkapasitas (3×25 MW) mulai beroperasi sejak 9 desember 2016.
  8. MPP Pontianak kapasitas (4×25 MW) mulai beroperasi pada 8 November 2016.

Keseluruhan pembangkit tersebut berhasil diselesaikan PLN melalu penugasan kepada anak Perusahaan PLN yakni Bright Batam hanya dalam waktu 6 Bulan, terhitung sejak di groundbreaking oleh Presiden pada semester awal 2016 lalu.

“Pembangungan keseluruhan proyek tersebut menelan biaya lebih dari 8 triliun rupiah. Kedelapan pembangkit listrik tersebut merupakan program 35.000 MW,”kata Machrizon.

GRA

 




Festival Rakyat Bangsal Menggawe, 11 Seniman Berkarya Bersama Masyarakat

BANGSAL MENGGAWE, salah satu program utama Komunitas Pasir Putih (Yayasan Pasir Putih) yang digagas sebagai acara tahunan sejak tahun 2016, menjadi sarana warga masyarakat di Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, menyalurkan ekspresi kulturalnya dalam bentuk Pesta Rakyat.

LOMBOK UTARA — lombokjournal.com

Bangsal Menggawe tahun 2017 akan di selenggarakan di Pelabuhan Bangsal, tanggal 2 April, di Pelabuhan Bangsal mengangkat tema Siq-Siq O Bungkuk. Tema ini di angkat untuk meningkatkan toleransi dan kebersamaan antar warga Pemenang yang memiliki 3 kepercayaan; Islam, Hindu dan Budha.

Dalam siaran pers Yayasan Pasir Putih yang diterima Lombok Journal dijelaskan, Pelabuhan Bangsal dipilih sebagai latar kegiatan karena pelabuhan tersebut menghubungkan narasi dan memori kolektif warga tentang kultur kehidupanya di Pemenang.

Ada banyak kegiatan dari komunitas-komunitas lokal yang masih hidup hingga sekarang di Pemenang, dan semuanya bermula di Pelabuhan Bangsal. Meskipun digagas oleh  Komunitas Pasir Putih, namun Bangsal Menggawe atau Pesta Rakyat Bangsal Menggawe merupakan milik seluruh warga dan penduduk yang ada di Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.

Komunitas Pasir Putih bekerjasama dengan berbagai komunitas lokal lainnya yang ada di Pemenang, serta dengan berbagai lembaga pemerintahan daerah, menjadi fasilitator demi terselenggaranya pesta rakyat tahunan tersebut.

Bangsal Menggawe tahun ini mengundang 11 seniman untuk residensi selama 1 bulan. YakniHaji Muzahar (pelukis), Zakaria (PenariRudat), Ryan Riyadia ka The Popo (senimanjalanan/street artist), Serrum (perupa), Hamdani (Seniman Video), NiaAgustina (Penari), Fatih Kudus Jaelani (Penulis), Irawita (Aktor), Daniel Emet (Street Artist), Citra Sasmita (Pelukis).

11 seniman tersebut akan berkolaborasi membuat karya seni dengan warga Pemenang.

Semua seniman dengan warga sudah mulai menggarap karya mereka seperti Irawita menggali potensi perempuan lewat teater pemberdayaan, citra Sasmita meningkatkan peran perempuan dalam masyarakat dengan membuka kelas kursus bahasa inggris dan karya wayang Kasunda.

Kegiatan Teater Pemberdayaan di Gedung Tempat Evakuasi Seniman (TES) bersama warga Dusun KarangPangsor, oleh seniman teater Irawita

Ada yang menarik bagi wisatawan, yaitu Daniel Emet. Ia menyedot perhatian wisatawan menggunakan cidomo melalui lomba cidomoh hias. Sedang penyair muda Fatih Kudus Jaelani, melakukan  deklarasi Persatuan Pemuda Pemenang melalui buku pemuda Pemenang dan instalasi bola harapan. Tak ketinggalan tokoh seniman Pemenang, Zakaria dengan Tari Rudat masal bersama warga Pemenang.

Demikian pula Hamdani memetakkan potensi warga Pemenang dengan Karyanya 30 hari Pemenang di dalam bingkai kamera. Seorang penari, Nia Agustina melakukan kolaborasi tarian tiga agama. Haji Muzahar dengan lukisan yang mengilustrasikan Siq-Siq o Bungkuk sebagai rasa toleransi dan kebersamaan masyarakat Pemenang. Ryan Ryadi dengan street art bersama warga dan Serrum dengan projek pasar Ilmu melalui FGD (Focus Group Discussion).

Karya seni tersebut akan dipertunjukkan/dipamerkan pada hari puncak Bangsal Menggawe tahun ini.

Ka-eS

 




Dishub NTB Minta Percepatan Perbaikan Dermaga Padangbai

Kerusakan dermaga II pelabuhan Padangbai, Bali, belum berdampak signifikan pada arus logistik ke wilayah NTB melalui pelabuhan Lembar.

Kadishub NTB, Lalu Bayu Windia (foto : AYA)

MATARAM.lombokjournal.com — Namun, perbaikan dermaga II Padangbai tetap perlu dipercepat untuk mencegah menumpuknya antrian kendaraan di pelabuhan Lembar, Lombok Barat.

“Kami sudah diminta pak Gubernur untuk bersurat ke Kementerian Perhubungan agar perbaikan dermaga Padangbai bisa dipercepat,” kata Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu Bayu Windia, Jumat (17/3) di Mataram.

Bayu mengatakan, berdasar pantauan tim Dishub NTB hingga Jumat pagi, masih terjadi antrian kendaraan terutama roda empat di pelabuhan penyeberangan Lembar.

Kendaraan yang sebagian besar berjenis truk tersebut, sedianya hendak menyeberang ke Bali, tapi pemberangkatan tertunda lantaran trip kapal Lembar-Padangbai terganggu akibat kerusakan di dermagaII Padangbai.

“Masih banyak kendaraan yang ada di pelabuhan saat ini, terutama yang roda empat,”katanya.

Bayu mengatakan, informasi dari ASDP Lembar memperkirakan perbaikan dermaga II Padangbai membutuhkan waktu 7sampai 10 hari ke depan.

BACA : Arus Logistik Masih Aman

AYA




Atasi Hoax, Samalas Institute Gelar Diskusi Publik

Samalas Institute menggelar diskusi publik bertajuk “Peran Media menghadapi Hoax demi keutuhan NKRI”, Kamis (16/3) di Aula MAN 2 Mataram.

MATARAM.lombokjournal.com — Kegiatan yang melibatkan sejumlah pelajar, mahasiswa dan pelaku media itu, dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Gubernur, H Imhal.

“Masyarakat hendaknya mulai tanggap atas pemberitaan yang ada saat ini, untuk kita cek dan ricek atas kebenaran, keabsahan dan sumber yang jelas. Intinya bijak, untuk memilah mana berita yang jelas dan mana yang Hoax,” kata H Imhal, dalam sambutannya.

Menurut Imhal, dewasa ini berita hoax sudah  merambah ke semua kalangan masyarakat akibat kemajuan teknologi dan informasi yang sangat pesat.

Sehingga untuk menghindari hoax terasa tidak mungkin dilakukan, selain berupaya untuk lebih teliti dan bijak menyerap informasi, atau pun menyebarkan informasi ke publik.

“Mari kita berusaha menyebarkan berita kebaikan, informasi bermanfaat untuk melawan pemberitaan yang menyesatkan/hoax,” tukas Imhal.

Ketua IJTI NTB, Herman Zuhdi mengatakan, media massa selama ini juga terus berupaya melawan hoax.

“Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia telah serius dan berusaha menjalankan amanah ini sesuai koridor,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informasi Statistik (Diskominfotik) NTB,  Tarmidzi S.Kom mengatakan, darisisi regulasi pemerintah Provinsi NTB sudah melakukan upaya pencegahan dan penangkalan berita Hoax melalui Surat Edaran Gubernur No 550/002/Kominfotik 2017 tentang Implementasi E-Government dan Penggunaan Medsos di lingkup Pemprov NTB.

SE itu mengatur tiap lembaga dinas dan instansi lingkup Pemprov, dan juga jajaran aparat sipil negara (ASN) di lingkup Pemprov NTB untuk menerapkan  email resmi Pemprov, memiliki akun Medsos.

Selain itu juga diminta menyebarkan informasi pembangunan, share ke web resmi Pemprov NTB,  wajib blokir konten negatif, tidak copas berita hoax dan semua kegiatan ini termasuk dalam laporan kinerja ASN,” kata Tarmidzi.

Tarmidzi mengajak semua audiens yang kebanyakan hadir dari kalangan pelajar dan mahasiswa itu untuk maju bersama memerangi Hoax.

“Mari selamatkan bangsa ini dan jaga kebersamaan demi NKRI, andalah generasi muda harapan bangsa ini yang mampu untuk itu,” katanya.

AYA