DPR Dukung TGKH M Zainuddin Abdul Madjid Sebagai Pahlawan Nasional

DPR RI menyatakan dukungan agar pendiri organisasi Nahdlathul Wathan (NW), Maulana Syech TGKH Zainuddin Abdul Madjid ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

MATARAM.lombokjournal.com Hal itu disampaikan Ketua DPR RI Setya Novanto dalam pertemuan silahturahmi dengan Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi, Minggu (30/4) di Mataram.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, Ketua DPR RI menyampaikan komitmen mendukung Maulana Syech sebagai Pahlawan Nasional dari NTB.

“Dan akan segera menyampaikan surat ke Presiden maupun Menteri Sosial agar bisa terealisasikan,” kata Kepala Biro Humas Setda Provinsi NTB, Yusron Hadi, melalui siaran pers, Senin (1/5).

Menurut Yusron, dalam pertemuan tersebut Setya Novanto mengapresiasi kemajuan pembangunan di NTB dalam banyak hal. Ia  berharap kemajuan ini terus ditingkatkan pada masa mendatang.

Yusron menjelaskan, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan oleh Gubernur TGB untuk menyampaikan agar DPR RI terus mendukung pembangunan NTB melalui berbagai program pembangunan nasional serta memperbesar alokasi anggaran untuk pembangunan NTB

“Silaturrahmi ini sangat bermanfaat bagi NTB karena pak Gubernur dapat secara langsung menyampaikan harapan-harapan untuk memajukan pembangunan NTB dan secara lebih luas beliau dapat menyampaikan saran untuk pembangunan nasional,” katanya.

(AYA/Hms)




Mekaki Marathon untuk Promosikan  Keindahan Sekotong 

Mekaki Marathon 2017 bakal dihelat di Kabupaten Lombok Barat, Minggu (30/4) mendatang, yang tujuannya untuk mempromosikan keindahan wilayah Sekotong

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Event sport tourism yang melibatkan lebih dari 2 ribu peserta itu, dihajatkan untuk menjual keindahan gugusan pantai di Kecamatan Sekotong, termasuk teluk Mekaki yang dijadikan lokasi core event balap lari semi profesional itu.

“Selain untuk meningkatkan angka kunjungan wisata ke Lombok Barat, Mekaki Marathon ini juga digelar untuk mempromosikan potensi wisata di Sekotong yang akan didorong menjadi destinasi baru di Lombok Barat,” kata Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid, Jumat (28/4) di Giri Menang, Lombok Barat.

Fauzan mengatakan, di sektor pariwisata Lombok Barat memiliki banyak potensi destinasi baru untuk dikembangkan, baik dari sisi kunjungan wisatawan, maupun minat investasi.

Selain destinasi yang sudah mapan seperti Senggigi, di bagian Selatan Lombok Barat juga ada Sekotong,yang keindahan pantai dan potensi baharinya tak kalah menarik.

“Lewat Mekaki Marathon ini, kita upayakan agar Sekotong bisa menjadi destinasi baru di Lombok Barat,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Lalu Ispan Junaedi mengatakan, Mekaki Marathon merupakan bentuk promosi pariwisata di Lombok Barat yang selalu mengikuti trend gaya hidup dan kebutuhan pasar wisatawan sesuai perkembangan kekinian.

“Trend sekarang ini pariwisata itu bukan sekedar keindahan alam dan budaya saja. Tapi juga gaya hidup dan minat khusus, seperti sport tourism yang salah satunya kami kemas dalam Mekaki Marathon ini,” kata Ispan.

Menurut Ispan, Mekaki Marathon secarakeseluruhan akan mengeksplorasi keindahan pantai di kawasan Teluk Mekaki dan sepanjang pantai Sekotong, yang selama ini seolah masih terpendam.

“Para peserta akan menikmati keindahan Sekotong. Bagi kami Sekotong ini ibarat “the sleeping giant”, raksasa yang masih tertidur. Nah dengan event ini diharapkan potensi Sekotong bisa lebih terekspose keluar,” katanya.

GRA




Aliansi Jurnalis Menggugat Kecam “Pelecehan” Profesi Wartawan

Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Menggugat (AJM) menggelar unjukrasa aksi solidaritas, Kamis (27/4) di gedung DPRD Lombok Barat, NTB, mengecam dugaan “pelecehan profesi wartawan” yang dilakukan oknum anggota dewan setempat.

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com —  Para jurnalis terdiri dari sejumlah organisasi wartawan di NTB, seperti Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Forum Pers Independen Indonesia (FPII), dan Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI).

Aksi solidaritas ini dipicu ucapan Ketua Komisi I DPRD Lombok Barat berinisial HZ, yang menyatakan fungsi kontrol pers terhadap sebuah Dinas di Lombok Barat menjadi lemah karena sejumlah wartawan di sana sudah “dibungkam” dengan uang ratusan ribu rupiah oleh oknum Dinas terkait. Tudingan itu dilontarkan HZ dalam sebuah rapat paripurna di DPRD Lobar beberapa hari lalu.

Dalam aksi itu, AJM mendesak agar oknum anggota DPRD Lombok Barat yang mengeluarkan pernyataan yang melecehkan profesi wartawan, untuk mengklarifikasi ucapannya itu.

“Kami dari AJM sangat keberatan terhadap pernyataan oknum DPRD Lobar yang sudah melecehkan profesi wartawan. Aksi ini menuntut agar dia mengklarifikasi  ucapannya itu,” kata Riadi Sulhi, Sekjen IJTI NTB, yang juga turun memimpin aksi.

Riadi menekankan, pernyataan HZ yang dilontarkan dalam sebuah rapat itu bisa membias dan menimbulkan multitafsir yang cenderung melecehkan profesi wartawan secara keseluruhan.

“Harus diklarifikasi sejelas- jelasnya agar tidak menimbulkan fitnah di mata masyarakat. Kami juga menuntut HZ agar meminta maaf kepada seluruh insan pers secara terbuka melalui media massa,” katanya.

AJM juga mengecam dan menolak segala bentuk tindakan pelemahan dan upaya pembungkaman kebebasan berekspresi para jurnalis, khususnya di kabupaten Lombok Barat.

Sementara itu, Ketua FPII NTB, Ahmad Sahib mengatakan, selain tuntutan klarifikasi dan permintaan maaf dari oknum yang diduga melakukan pelecehan profesi wartawan, AJM juga menuntut agar pihak Badan Kehormatan di DPRD Lobar segera menjalankan fungsinya mengklarifikasi dan memberi tindakan tegas kepada HZ.

“BK juga kami minta untuk mengimbau  seluruh anggota dewan agar santun dalam bersikap dan bertutur kata, agar bisa menjadi contoh yang baik dan memberi teladan bagi masyarakat,”katanya.

Sahib menegaskan, seluruh insan pers merasa keberatan dan mengecam ucapan HZ yang tidak mendasar dan cenderung melecehkan profesi wartawan.

“Kalau harga diri pribadi yang dilecehkan mungkin belum seberapa. Tapi ini harga diri profesi kita yang dilecehkan, jelas harus kita lawan sampai di mana pun,” tegas Sahib yang juga pimpinan media online Lombokini.com.

Aksi AJM di DPRD Lombok Barat juga diwarnai aksi peletakan bersama peralatan liputan dan kartu pers, yang kemudian ditaburi bunga.

Pihak DPRD Lombok Barat menemui massa aksi diwakili Wakil Ketua DPRD Lombok Barat, Multazam.

Di hadapan massa AJM, Multazam juga menyatakan permohonan maaf mewakili HZ atas kejadian tersebut.

“Saya mewakili pak HZ untuk meminta maaf,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Multazam sempat meminta perwakilan massa AJM  untuk masuk ke gedung DPRD Lombok Barat dan melakukan dialog. Namun tawaran itu ditolak.

“Kami hanya ingin oknum HZ yang menemui kami,” teriak massa AJM.

AYA




Di Riyadh,TKW Asal Lombok Yang Akan Diperkosa Anak Majikannya, Loncat Dari Lantai Dua

Muliati Binti Dahri Siatih (21),TKI asal Desa Dasan Baru, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, NTB yang bekerja di Riyadh, Arab Saudi, lari dengan meloncat  dari lantai diduga rumah majikannya karena melawan akan diperkosa.

MATARAM.lombokjournal.com – memang Muliati berhasil lolos dari upaya perkosaan, namun tak pelak menderita luka berat. Pihak keluarga Muliati berharap pemerintah NTB dan pemerintah pusat mengupayakan kepulangan Muliati.

“Keluarga Muliati, suami dan ibunya sudah melaporkan kronologisnya ke kami. Dan kami akan bersurat ke Gubernur NTB, Kemlu, dan Kemenaker untuk menyelamatkan Muliati,” kata Koordinator Pusat Bantuan Hukum Buruh Migran Indonesia (PHBMI) NTB, Muhammad Saleh, Senin (24/4) di Mataram.

Kasus ini terungkap setelah suami Muliati mendapat kabar dari rekan kerja Muliati di Riyadh, akhir pekan lalu. Rekan Muliati juga mengunggah cerita dan foto Muliati melalui akun jejaring sosial Putri Dumay, pada Jumat (21/4) malam dengan kutipan, “Minta tolong khususnya pak Gubernur NTB, TGB tolong urus kasus temen seperjuangan ku dia menjatuhkan diri dari lantai 2 karena mau diperkosa sama anak majikan,”.

Menurut Saleh, suami Muliati, Mawardi (28) bersama ibu kandung Muliati, Rohani (46) datang melaporkan kejadian itu ke PHBMI NTB pada Minggu (23/4).

Dari keterangan keluarga Muliati, papar Saleh, Muliati berangkat menjadi TKI ke Arab Saudi pada Oktober 2016 melalui PPTKIS Putra Timur Mandiri, sebuah PJTKI yang berkantor di Jakarta Timur.

Selama tiga bulan pertama Muliati bekerja di rumah majikan pertama hingga Januari 2017. Kemudian pada Februari ia dipindahkan ke rumah majikan lainnya. Di rumah majikan baru inilah, Muliati nyaris diperkosa oleh anak majikan dan dua temannya.

“Tapi Muliati melawan dan melompat dari lantai dua. Kejadiannya sekitar tiga pekan yang lalu,” katanya.

Akibat meloncat dari lantai dua, Muliati mengalami luka cukup parah di bagian perut dan dada, dan sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Riyadh.

Saleh mengatakan, Muliati sekarang berada bersama teman-teman sesama TKI di sebuah kantor penampungan di Sarikah Mahara Alwadi Exit 6 Riyadh, Arab Saudi. Saat ini bantuan yang datang hanya dari teman-temannya sesama pekerja di Arab Saudi.

“Pihak keluarga berharap pemerintah membantu pemulangan Muliati. Ini akan kami upayakan, sekaligus mengungkap jaringan penyalurnya,” kata Saleh.

Pada 2015, pemerintah Indonesia melarang pengiriman TKI non formal ke 21 negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi.

Saleh menduga, ada modus baru pengiriman pembantu rumah tangga ke Timur Tengah yang dilakukan sindikat. Sebab, larangan itu hanya untuk Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) atau pembokat. Sementara cleaning service, sopir, dan lainnya masih diperbolehkan.

“Celah ini yang digunakan sindikat untuk terus mengirim TKI PLRT ke Timur Tengah. Seperti Muliati yang bisa berangkat karena surat keterangan KTKLN yang dibuat adalah sebagai cleaning servis. Padahal faktanya dia disalurkan menjadi pembantu rumah tangga,” kata Saleh.

Saleh mengatakan, meski pemberangkatan Muliati resmi melalui pemerintah dan PPTKIS, namun PHBMI NTB akan mengadukan masalah ini ke Pemprov NTB dan Kementerian terkait di Jakarta. Sebab, ada dugaan pemalsuan identitas Muliati, ia juga mendapatkan perlakuan pelecehan seksual dan usaha perkosaan, saat ini dalam keadaan sakit parah dan berada di Riyadh Arab Saudi yang harus secepatnya mendapatkan perawatan.

“Terindikasi juga ada pelanggaran Tindak Pidana Perdagangan Orang, Mal administrasi layanan Penempatan, Pelanggaran sistem kependudukan dan beberapa tindak pidana penipuan,” katanya.

GRA




Orasi Hari Bumi (Earth Day) di Artcoffeelago

Manusia saat ini hidup di era kematian pelan-pelan, karena perlakuannya yang semena-mena terhadap bumi. Perlakuan manusia yang menimbulkan masalah bumi misalnya boros energi, penggunaan plastik berlebihan yang menimbulkan problem lingkungan, atau penebangan hutan tanpa kendali.

Akustik dari Genggelang, Lombok Utara (foto: Rr)

MATARAM.lombokjournal.com —  Peraih hadiah Ramon Magsasay 2011 di bidang lingkungan, TGH Hasanain Juaini, LC mengatakan itu dalam orasi bertepatan peringatan Hari Bumi (Earth Day) ke 47.   “Perlu melakukan aksi nyata, melakukan tindakan nyata meski kecil tapi bisa memberi perubahan besar bagi bumi dan lingkungan hidup,” katanya saat orasi  di Artcoffeelago (tempat minum ngopi), Jalan Amir Hamzah di Mataram, hari Jum’at (22/4) sore.

Hasanain sempat menyinggung tentang perubahan iklim yang mempengaruhi kenaikan harga cabe. Melambungnya harga cabe itu menyebabkan ibu-ibu membawa masalah dapur menjadi problem nasional.

Jingga (kiri) dan Biru (foto: Rr)

Padahal masalah itu bisa diselesaikan dengan tindakan kecil yang nyata.

“Coba masing-masing kita menanam lima bibit cabe di rumah. Itu akan menyelesaikan harga cabe yang kini sedang melambung,” kata Hasanaian, yang pada bulan Mei mendatang akan menerima penghargaan Mongabay ASEAN. Ia menerima penghargaan itu terkait terobosan-terobosan yang dilakukannya untuk meningkatkan minat pelestarian alam dan kesadaran masyarakat terhadap masalah lingkungan.

Seperti diketahui, Hasanain semula dikenal karena keberhasilannya menghijaukan kembali wilayah Lembah Sepaga, Keru, Lombok Barat yang semula kering meranggas akibat penggundulan hutan ilegal (Illegal loging).

Keberhasilan yang dilakukannya akhirnya diikuti masyarakat setempat yang semula menolak melakukan penghijauan. Selain prestasinya di bidang lingkungan, Hasanain Juaini, juga satu-satunya tokoh agama di Lombok yang menyuarakan kesetaraan perempuan.

Dengan peringatan Hari Bumi, harap Hasanain, bisa meningkatkan kecintaan manusia pada bumi. “Seperti halnya bumi telah memberikan cinta yang tak habis-habisnya pada manusia,” ujar Hasanain.

Artcoffeelago

Artcoffeelago yang dikelola anak-anak muda dari berbagai profesi itu digagas sebagai tempat bertemunya anak-anak muda (sambil minum kopi) dari berbagai kalangan.  Dari  pertemuan tersebut diharapkan bisa berlanjut dialog dan sharing gagasan.

Launching Artcoffeelago sore itu ramai dihadiri mahasiswa, tokoh-tokoh LSM, maupun seniman dan budayawan.  Acara itu makin meriah dengan tampilnya Biru dan Jingga, kakak beradik yang masing-masing masih duduk di bangku kelas 6 dan 3 SD tapi piawai bermain gitar dan biola.

Selain itu, kelompok anak muda dari beberapa desa di Lombok Utara juga bermain musik akustik dengan alat-alat yang unik. Seorang anak muda tampil dengan kepandaian memainkan genggong, jenis musik tradisi rakyat dari Lombok Utara.

Rr.

 




Hari Kartini, Semangat Baru Perempuan NTB

Peringatan Hari Kartini,  hari Jumat (21/4), diharapkan menjadi moment yang terus menerus menumbuhkan semangat kaum perempuan untuk ambil bagian dan berperan serta aktif dalam pembangunan, termasuk di NTB.

MATARAM.lombokjournal.com —  Ketua DPRD NTB, Hj Baiq Isvie Rupaedah mengatakan itu dalam refleksinya tentang perayaan Hari Kartini, Jumat (21/4) di Mataram . “Hari Kartini diharapkan bisa memberikan semangat baru kepada kaum perempuan-perempuan di NTB,” kata Isvie.

Lebih jauh dikatakan, pemerintah dan segenap pemangku kebijakan di daerah perlu mendorong keterlibatan perempuan dalam kesetaraan gender pada proses pembangunan. Bentuk dorongan juga bisa berupa alokasi anggaran yang lebih baik untuk organisasi-organisasi perempuan.

“Saya kira kita perlu dorong melibatkan perempuan dalam pembangunan NTB. Tentunya tidak hanya kita dorong tapi juga dengan meningkatkan anggarannya untuk seluruh organisasi perempuan,” katanya.

Isvie menekankan, peringatan Hari Kartini jangan dijadikan kegiatan yang sekedar  bersifat seremonial, namun juga menjadi momentum bagi kaum perempuan untuk mengambangkan diri dalam segala aspek..

“Kita masih jauh dalam segala hal dan masih jauh dari harapan. Karena itu perlu lebih perjuangan,” katanya.

Menurutnya, dari sisi pelayanan publik, perhatian pemerintah daerah sudah cukup bagus bagi masyarakat terutama kaum perempuan.

Hanya saja, sumbangan kaum perempuan bagi persoalan rendahnya pendidikan, kesehatan, dan kemiskinan juga masih tinggi di daerah ini.

Dengan semangat Kartini, ia berharap masyarakat NTB bisa seluruhnya terdidik sehingga mampu mewujudkan visi NTB yang beriman, berbudaya, berdaya saing dan sejahtera,serta terus membangun kebersamaan.

“Harapan untuk Hari kartini,Kita harus lebih maju , semangat mari kita tingkatkan kebersamaan dan kesolidaritas kita .maju terus perempuan NTB,”tukasnya.

AYA

 




BPJS Kesehatan Mataram Mencanangkan Deteksi Dini Kanker Serviks

Pemeriksaan deteksi dini kanker Serviks melalui  IVA (Infeksi Visual Asetat) dan Pap Smear  dilakukan BPJS Kesehatan Cabang Mataram bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Lombok Barat, berlangsung di Puskesmas Gunung Sari, hari Jum’at (21/4).  Kegiatan BPJS Kesehatan untuk deteksi dini kanker Serviks(leher rahim)  itu juga berlangsung serentak di seluruh Indonesia bersamaan perayaan Hari Kartini

kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram, dr Muhammad Ali

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com – Ketua Tim Penggerak PKK Lombok Barat.Hj Khaeratun Fauzan Khalid saat melakukan Pencanangan mengatakan, kegiatan tersebut tepat dilakukan di hari kartini sebagai simbol kebangkitan wanita.

“Kegiatan ini merupakan bagian upaya peningkatan kualitas kesehatan wanita,” katanya sebelum melakukan pencanangan dan meninjau ruang pemeriksaan di puskesmas.

Menurutnya, dengan kegiatan pemeriksaan untuk mendeteksi dini itu akan mengetahui penyakit perempuan. “Dengan demikian, bisa kita lakukan pencegahannya,” ujar Hj Khaeratun.

Di tingkat nasional, pada saat yang sama, sebagai perayaan Hari Kartini Organisasi Aksi Solidaritas ERA (OASE) Kabinet kerja bersinergi dengan BPJS Kesehatan juga juga meyelenggarakan pemeriksaan IVA/Pap Smear yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah

OASE Kabinet Kerja merupakan perkumpulan pendamping menteri dan eksekutif lain yang dipimpin oleh Ibu Negara Iriana Jokowi. Organisasi ini menjalankan serangkaian program tercapainya Nawacita Presiden salah satu programnya adalah peningkkatan pencegahan kanker seerviks

Kegiatan serupa untuk melakukan deteksi dini tersebut merupakan salah satu bentuk preventive promotif bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) – KIS untuk menekan jumlah penderita kanker pada perempuan di Indonesia mulai tahun 2015 hingga 2019.

DR Dino Ario, SPOG sebelum acara pencanangan itu pada ibu-ibu pemegang kartu JKN-KIS yang hadir menjelaskan, gejala timbulnya kanker Servik bisa menimpa tiap wanita yang pernah berhubungan intim. Sebab tiap hubungan intim bisa beresiko menimbulkan luka di leher rahim, yang menjadi penyebab awal mula timbulnya kanker Serviks.

Dino menyebutkan salah satu penyebab kanker Serviks yaitu Human Pappiloma Virus (HPV), kelompok yang terdiri dari 150 lebih jenis virus dan ditularkan melalui hubungan seksual baik secara vaginal maupun oral

“Resiko yang sering terjadi menimpa perempuan yang sudah menikah muda atau sebelum usia 15 tahun,” jelas Dino Ario yang mendapat perhatian antusias dari ibu-ibu yang siap mengikuti pemeriksaan.

Pencanangan Deteksi Dini Kanker Serviks ini, menurut Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram, dr Muhammad Ali,  untuk mengingatkan kembali (reminding) bahwa saat ini ada program Pap Smear gratis bagi pemegang kartu JKN-KIS, Askes, Jamkesmas atau BPJS Kesehatan Mandiri.

BACA : Fenomena ‘Gunung Es’ Penderita Kanker Serviks

Berbeda dengan sebelum tahun 2015, program IVA/Pap Smear tidak termasuk yang dijamin alias harus membayar saat melakukan pemeriksaan dan pengobatan.

“Sekarang sebagai bagian dari program promotif preventif, program IVA/Pap Smear gratis. Karena itu ini kesempatan bagi masyarakat peserta JKN untuk melakukan pemeriksaan,” kata  Muhammad Ali saat memberi sambutan.

Dalam acara pencanangan itu, selain dihadiri lebih seratus ibu-ibu yang akan melakukan pemeriksaan, juga hadir Dan Ramil Gunung Sari dan Camat  Gunung Sari, Kepala Puskesmas Gunung Sari, Akmal Rosamali S Kep, Ns, serta Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat, Drs H Rochman Sahnan Putra, M Kes.

“Setelah acara ini, kita harapkan ibu-ibu segera melakukan pemeriksaan,” kata Rochman,

Rr




Gatot “Guru Spiritual” Brajamusti Diganjar 8 Tahun

Gatot Brajamusti (54), yang sebellumnnya dikenal sebagai “guru Spiritual” artis-artis papan atas, divonis dengan hukuman 8 tahun penjara. Bintang film yang juga mantan Ketua Umum Parfi itu, terjerat  kasus kepemilikan narkoba jenis Sabu-Sabu.

MATARAM.lombokjournal.com  — Gatot juga harus membayar denda Rp1 Miliar. Pembacaan putusan itu rlangsung di Pengadilan Negeri Mataram, Kamis (20/4) sore.

Majelis hakim yang dimpimpin Ketua Majelis Hakim, Yapi SH MH, dengan anggota Didiek Jatmiko SH dan Yuli Atmaningsih SH, menilai Gatot Brajamusti telah bersalah memiliki, menguasai, dan menyimpan narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu tanpa izin, seperti yang diatur dalam pasal 112 (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Berdasarkan keterangan para saksi, terdakwa, dan alat bukti, maka majelis memutuskan pidana terhadap terdakwa Gatot Brajamusti, berupa delapan tahun penjara, denda Rp1 Miliar subsidair 3 bulan penjara,” kata Ketua Majelis Hakim, Yapi SH MH, saat membacakan amar putusan.

Vonis hakim terhadap Gatot, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diketuai Ginung Pratidina yang menuntut Gatot dengan hukuman pidana 12 tahun penjara.

Ketua majelis hakim, Yapi menjelaskan, putusan delapan tahun penjara terhadap Gatot diberikan dengan pertimbangan yang memberatkan bahwa yang bersangkutan adalah publik figur sehingga tindakannya memiliki narkoba akan menjadi pelajaran buruk bagi masyarakat.

“Apalagi saat ini diketahui bersama bahwapemerintah sangat serius memerangi narkoba dan sudah menyatakan negara dalam keadaan darurat narkoba,” kata Yapi.

Terhadap vonis tersebut, Gatot Brajamusti yang hadir dalam persidangan didampingi tim penasehat hukum, menyatakan akan berpikir-pikir untuk menerima, atau melakukan banding.

Kepada wartawan usai sidang, Gatot menyatakan kecewa dengan putusan hakim. Ia menilai pidana penjara delapan tahun sangat berat untuk perbuatan yang dilakukannya.

“Ya jelas kecewa. Saya di Lapas Mataram satu ruangan dengan terdakwa narkoba dalam kasus lain, mereka ada yang dituntut 4 tahun dan vonis 2 tahun, padahal barang buktinya lebih banyak. Ini kan nggak adil juga, saya memang ngaku salah, tapi hukuman ini terlalu berat lah, ada delapan kalender lagi harus saya buka,” kata Gatot.

Namun Gatot mengatakan, akan menyerahkannya ke tim penasehat hukum apakah akan melakukan banding atau menerima putusan. Sebab hakim masih memberi kesempatan untuk mengambil keputusan hingga tujuh hari ke depan.

“Kita pelajari dulu sebelum menerima atau melakukan banding terhadap putusan pak Gatot,”kata penasehat hukum, Irfan Suryadinata.

Sementara itu, istri Gatot, Dewi Aminah (45) yang juga menjalani sidang putusan setelah sidang Gatot di Pengadilan Negeri Mataram.

Majelis hakim memutus Dewi Aminah dengan hukuman 1,5 tahun karena dinilai terbukti melakukan penyalahgunaan narkotika sesuai pasal 127 (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Anggota majelis hakim, Yuli Atmaningsih memaparkan, Dewi Aminah tidak terbukti memiliki dan menyimpan narkoba seperti dalam dakwaan primer jaksa.Namun Dewi terbukti menggunakan narkoba jenis Sabu-Sabu sesuai hasil pemeriksaan urinenya.

“Terdakwa Dewi terbukti secara sah dan meyakinkan menyalahgunakan narkoba untuk dirinya sendiri, sehingga majelis hakim memutuskan hukuman 1 tahun enam bulan penjara untuk Dewi Aminah,”kata Yuli.

Gatot Brajamusti ditangkap polisi pada Minggu malam, 28 Agustus 2016, dalam sebuah penggerebekan di kamar nomor 1100 Hotel Golden Tulip Mataram. Polisi menemukan satu poket sabu-sabu seberat 0,6 gram di saku celana Gatot.

Bersama Gatot, polisi juga menangkap istrinya, Dewi Aminah (45), karena kedapatan menimpan satu poket sabu-sabu seberat 0,6 gram di dalam dompetnya.

Penangkapan terjadi sehari setelah Gatot terpilih sebagai Ketua Umum Parfi dalam kongres organisasi artis itu di Lombok.

GRA




Success story NTB Dalam Penyelenggaraan Event Besar, Menginspirasi PKK Sumbar

Succes Story Provinsi NTB dalam penyelenggaraan event-event skala nasional dan international seperti HPN atau Perhelatan MTQ tahun 2016 yang dinilai MTQ terjujur menginsiprasi daerah lain.

MATARAM.lombokjournal.com — Tak terkecuali Ketua TP. PKK Sumatera Barat Hj. Nevi Irwan Prayitno, melakukan serangkaian kunjungan kerja koordinasi penyiapan pelaksanaan Hari Kesatuan Gerak PKK yang akan diadakan di Sumatera Barat tahun 2019.

Rombongan TP PKK Sumbar itu berkunjung ke NTB, Selasa, (18/4), diterima Ketua Tim Penggerak PKK Prov.NTB, Hj.Erica Zainul Majdi di Kantornya.

Hj. Erica Zainul Majdi, didampingi Ketua BKOW, Hj. Syamsiah Muh. Amin  dan Ketua Dharma Wanita  Prov.NTB, Hj.Rosiyadi Sayuti bangga, NTB dipilih sebagai daerah untuk berkoordinasi. Kunjungan koordinasi itu diapreasiasi.

“Acara HKG PKK  masih dua tahun lagi tapi persiapannya sudah dari sekarang,” ucapHj Erica saat menerima silaturrahmi Ketua TP. PKK Sumatera Barat di Pendopo Gubernur NTB.

Hj Erica yang juga Bunda PAUD itu menceritakan, Presiden RI memberikan memuji pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) di NTB tahun 2016 lalu. Hal ini bisa menjadi masukan pemilihan lokasi acara untuk HKG PKK tahun 2019 di Sumatera Barat.

HPN di NTB saat itu merupakan HPN terindah yang pernah ada. “HPN diadakan di pinggir pantai, yaitu pantaikuta Lombok Tengah dengan dukungan panorama alamnya yang sangat luar biasa,” ujar Hj. Erica.

Diceritakan juga pengalamannya saat persiapan pelaksanaan HKG PKK di NTB tahun 2016. Namun, diundur tahun 2017 karena adanya kebijakan anggaran. Di tahun 2017, persiapan dan koordinasi juga telah dilaksanakan dan dipersiapkans ecara matang namun kebijakan pemerintah pusat, HKG PKK tak jadi berlangsung di NTB.

Ketua TP. PKK Sumatera Barat dan rombongan mengaku mendapat informasi dan masukan-masukan penting yang diberikan oleh Ketua TP. PKK NTB beserta jajarannya.

“Walaupun kunjungan silaturahmi kami ini hanya setengah hari tetapi ilmu yang kami peroleh di NTB sangat luas,” tutupnya.

Rr.




Kunjungi SMAK Kusuma, TGB Tekankan Semangat Kebangsaan

Saat berkunjung ke SMA Katholik (SMAK) Kusuma, Kota Mataram,   Selasa (18/4), Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi menekankan pentingnya menumbuhkan dan merawat semangat dan nilai kebangsaan,

MATARAM.lombokjournal.com — Pesan itu disampaikan Zainul Majdi yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) di hadapan puluhan siswa SMAK Kusuma. Di sekolah swasta ini muridnya berasal dari etnis dan latar belakang yang beragam.

“Nilai kebangsaan itu kan perlu kita rawat sebagaimana kita merawat diri kita. Apalagi nilai kebangsaan adalah salah satu modal utama merekatkan Republik yang terdiri dari belasan ribu pulau, etnis dan agama yang beragam dari Sabang sampai Merauke,” kata TGB.

Gubernur mengatakan, lembaga pendidikan menjadi wadah paling strategis untuk memupuk dan merawat nilai kebangsaan, dan saling menghormati perbedaan dalam keberagaman antar etnis dan antar agama.

Dipaparkannya, para pelajar yang lulus dari sekolah dan nantinya keluar untuk bekerja akan memiliki dasar yang kuat tentang nilai Kebangsaan yang sudah ditanamkan di sekolah.

“Ketika di sekolah dia mendapatkan nilai kebangsaan yang kuat dan diingatkan untuk ber-Indonesia yang baik. Maka setelah keluarpun dia berkiprah pasti Nasionalisme dan Patriotismenya keluar akan jauh lebih baik dan lebih hebat lagi di masa depan,” katanya.

TGB juga mengingatkan semua pihak bahwa pertahanan dan ketahanan bangsa itu tidak semata menjadi milik pemerintah atau lembaga negara, melainkan tugas yang harus dilaksanakan oleh banyak pihak termasuk lembaga pendidikan dan para orang tua.

“Saya berharap  ketika lembaga pendidikan itu tersemaikan nilai-nilai kebangsaan yang kuat, harus tulus menghargai satu sama lain. Tidak boleh ada yang merasa lebih dari yang lain, semua kita sama. Inilah yang membentuk indonesia,” kata TGB.

AYA