Pejabat Pemprov Serahkan Zakat ke Baznas NTB

Zakat hakekatnya bukan hanya berkaitan dengan orang miskin  atau pemberdayaan, tapi yang pertama adalah pembersihan.

MATARAM.lombokjournal.com — Pemberdayaan adalah menyangkut orang yang menerima, sedangkan  pembersihan,  menyangkut diri  sendiri sebagai pemberi zakat. Makna Zakat itu ditegaskan Gubernur NTB, TGH M. Zainul Majdi, Selasa (13/6) pada acara Penyerahan zakat, infaq, sadaqah oleh jajaran Pejabat Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Penyerahan zakat diawali  oleh Gubernur NTB, Wakil Gubernur, Sekda  dan diikuti pejabat eselon II lingkup Pemerintah Provinsi NTB kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi NTB, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB.

Masyarakat diajak merenungkan, zakat tidak hanya bagaimana memberdayakan, membantu orang, dan mengentaskan kemiskinan.

“Paling utama adalah kita menyadari dan mengingat, zakat adalah pembersihan. Mari momentum Ramadhan ini Kita jadikan  sebagai penanda dan pengingat untuk membayar zakat. Jangan kurang dari 2,5 persen tetapi  boleh lebih, jangan terlalu pas-pasan untuk mengeluarkan zakat,” katanya.

Sebab, pada akhirnya tak ada perantara yang bisa dimintai pertolongan, semua akan dipertanggungjawabkan segala sesuatunya sendiri.

Kepada Pengurus Baznas, Gubernur TGB berpesan  agar program-program yang dibuat oleh Baznas Provinsi NTB betul-betul dikoordinasikan dengan instansi yang terkait, utamanya  dari sisi siapa yang akan menerima bantuan/zakat.

Ke depan diharapkannya agar fasiltitas-fasilitas sosial  disediakan tempat persinggahan untuk para keluarga yang sedang berobat di Mataram, khususnya masyarakat yang berasal dari luar mataram.

Misalnya dialokasikan beberapa kamar dan disiapkan untuk keluarga yang menemani, tegasnya. Demikian juga untuk beasiswa, TGB meminta agar diperhatikan dari sisi siapa yang pas untuk diberikan bantuan Pendidikan.

“Benar-benar dilihat dari latar ekonomi dan prestasinya,”  ujar TGB.

Plt. Baznas Provinsi NTB, TGH Munajib Kholid melaporkan, tahun 2017 ini Baznas NTB menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp10 Miliar dan hingga 17 Mei 2017 sudah masuk sebesar Rp4,7 Miliar.

Hal ini mengalami perubahan yang signifikan setelah pengelolaan Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dikelola oleh Pemerintah Provinsi NTB sehingga zakat para guru-guru SMA disalurkan melalui Baznas NTB.

Jumlah bantuan yang telah didistribusikan Baznas sampai bulan Juni 2017 sebesar Rp3,5 Miliar. Diantaranya disalurkan untuk Program NTB Cerdas sebesar Rp 2,5 Miliar, NTB Makmur Rp 3,3 M, Baznas Peduli sebesar Rp2,5 M, NTB Sehat sebesar Rp450 Juta, Guru Tetap Honorer non Sertifikasi sudah ditargetkan sebanyak 1.600 orang (madrasah 800 dan Diknas 800 orang), Guru Ngaji 300 orang ditargetkan  Rp 300 Juta, Mahasiswa yang sedang penelitian S1, S2, S3 sekitar 300 orang, Siswa berprestasi 1000 orang.

“Mudahan-mudahan ini sebagai salah satu amal kita kepada Allah SWT agar NTB yang sudah terkenal destinasi syariahnya betul-betul bisa kita kembangkan dan pertahankan,” katanya.

AYA




Lima Hari Sekolah, Kata TGB Perlu Dikaji Ulang

Meski ketentuan 5 hari sekolah telah diterbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan, namun Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH M Zainnul Majdi mengatakan untuk NTB masih perlu dikaji ulang

Gubernur TGH M Zainul Majdi bersama Wakil Gubernur H Muhammad Amin dan Sekda NTB, Rosiady Sayuti (Foto: Dok. Humas NTB)

Mataram.lombokjournl.com —  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy ternyata telah menandatangani Peraturan Menteri yang mengatur soal ketentuan sekolah 5 hari sepekan akan mulai berlaku bulan juli mendatang.

Terkait Peraturan Menteri tersebut, Gubernur Zainul Majdi menegaskan peraturan lima hari sekolah tersebut khusus untuk wilayah NTB masih perlu adanya pengkajian ulang.

“Perlu adanya pengkajian ulang, kan gak semua bisa diterima secara menyeluruh.,” tegas usai mengadakan rapat dengan Seluruh SKPD lingkup Pempprov NTB, Selasa (13/60

Gubernur  menjelaskan,  peraturan tersebut harus memberikan efek positif bagi siswa. Padala aturan tersebut dinilainya masih belum bisa di terapkan menyeluruh di NTB. Gubernur membandingkan dengan lima hari kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) saja masih belum maksimal di terapkan.

Pemerintah Pusat dimintanya lebih hati-hati dalam menerapkan aturan, sehingga nantinya tidak kontradiktif dengan situasi di daerah.

“Pemerintah harus hati-hati terlebih assesment regulasi di bidang pendidikan, kualitas pendidikan lebih penting ketimbang kita memangkas hari,” paparnya.

Hingga  saat ini Hubernur Majdi belum menentukan kebijakan daerah, terkait dengan peraturan lima hari masuk sekolah ini. Peraturan lima hari masuk sekolah secara resmi diluncurkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI,  Muhadjir Effendy, merupakan turunan dari Peraturan Menteri Nomor 19 Tahun 2017

“Saya tidak bisa mengatakan setuju atau tidak setuju. Kami akan disusikan dulu, dan secepatnya akan memberikan masukan kepada Menteri Pendidikan,” kata gubernur kepada wartawan.

AYA




Bertani Cara Orang Kota¸ Lahan Sedikit Hasil Berlipat

Pilihan terbaik bertani di perkotaan adalah menggunakan sistem hidroponik, memanfaatkan lahan terbatas tapi hasilnya berlipat

MATARAM.lombokjournal.com —

 

 

 

 

Green house pertanian hidroponik terletak tepat di depan kantor BPK di sekitar kawasan taman Udayana di Mataram, baru usai dibangun. Luasnya sekitar  2 are, dengan konstruksi 250 paralon bisa dibuat 10 ribu lubang tanam.

“Berarti disini bisa ditanami 10 ribu tanaman sayur-sayuran,” kata Masbuhin saat ditemui di lokasi green house pertanian hidroponik di Udayana, Selasa (13/6). Kalau ditanami cabe bisa menghasilkan 1,5 kg per tanaman.

Itu setara dengan lahan konvensional seluat satu hekto are, lahan ini pun hanya bisa ditanami 8900 tanaman sayuran sejenis cabe dengan hasil hanya 1 kg per tanaman.  Dalam soal waktu, sistim hidroponik waktunya bisa lebih pendek, perbandingannya kalau di tanah mencapai sekitar 3 bulan sedang di hidroponik kurang dari 2 bulan.

Memang menurut Masbuhin yang kini dikenal sebagai penggerak urban farming itu, sistim hidroponik membutuhkan ‘lahan’ lebih sedikit. Untuk ukuran lahan 2 x 4 bisa menanam 400  tanaman sayuran.

Dengan memanfaatkan lahan ukuran 2 x 4 bisa menanam 400 tanaman sayuran. Ini setara dengan memiliki sepetak sawa. Bandingkan, sepetak sawa ukuran 2 x 10 hanya bisa dimanfaatkan menanam 350 tanaman sayuran. Jadi dengan ukuran lahan 2 x 4 potensinya bisa seperti sepetak sawah.

Di green house hidroponik yang terletak di sekitar taman udayana, depan Kantor BPK, Masbuhin sedang melakukan percobaan bagaimana satu jenis pupuk bisa memenuhi kebutuhan nutrisi banyak jenis tanaman. Selamaini, satu jenis pupuk hanya untuk satu jenis tanaman pula.

Selain itu, ia juga mulai menanam sayur Basil, Slada Lolobonda, Lolorosa dan Asparagus. “sayur basil sedang dikejar permintaan dari hotel-hotel,” tuturnya.

Tentang Basil, Mansbuhi mengandaikan, seandainya di green house hidroponiknya yang terpasang 250 paralon yang bisa menghasilkan 40 kg sehari, itu masih jauh untuk memenuhi permintaan pasar. Bahkan seandainya di Mataram ada 10 green house hidroponik seukuran yang ada di Udayana itu, masih juga belum bisa mencukupi permintaan pasar.

“Jadi prospek mengembangkan pertanian sistim hidroponik masih terbuka besar,” tegas masbuhin.

Dikatakan, urban farming sistem hidroponik tidak mahal. Misalnya untuk green housenya hanya butuh listrik 85 wat untuk kebutuhan pompa air ukuran akuarium yang menjalankan sirkulasi air. Pupuk yang diberikan hanya kotoran ikan dan kompos cair.

Dalam sebulan ia sudah bisa memanen sayuran yang ditanamnya. Sistim bertanam di lahan konvensional membutuhkan waktu lebih lama.

Rr

 




Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU Untuk Memperkokoh Nilai Kebangsaan, Akan Digelar Di Mataram.

Untuk kedua kalinya NTB Menjadi Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU)

MATARAM.lombokjournal.com — Menurut Ketua Panitia Nasional Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU, KH Imam Aziz, akan dilaksanakan akhir bulan November 2017. “Ini merupakan Munas yang kedua kali dilaksanakan di NTB,” ucapnya kepada sejumlah wartawan,Kamis (8/6) pagi..

Menurutnya, Munas pertama digelar yang dilaksanakan di NTB berlangsung tahun 1997 di Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu Lombok Tengah.

Munas dan Konferesi yang akan diikuti sekitar 1000 peserta tersebut mengambil tema “Memperkokoh Nilai Kebangsaan Melalui Program Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga,” akan berlangsung mulai tanggal 24-26 November 2017 mendatang.

Tema ini dipilih karena perkembangan kekinian yang dihadapi bangsa Indonesia termasuk masalah dasar negara, dan  bagaimana menangkal faham radikal ditengah masyarakat.

Dalam Munas 1983, penerimaan Pancasila di Situbondo dan dikukuhkan pada 1984 dalam Muhtamar serta pada Munas tahun 1997, bertempat  di Bagu Lombok Tengah NTB menghasilkan rekomendasi  kepemimpinan perempuan.

Ketua Panitia Daerah, H. Lalu winengan, menjelaskan, NTB sebagai tuan rumah Munas Alim Ulama dan Konferesi NU setelah melalui pleno pengurus Tanfidziah PBNU.

Nusa Tenggara Barat dipilih tanpa ada perdebatan yang panjang dalam pleno PBNU yang 31 Mei lalu.

“Alhamdulillah, secara sepakat dan  seluruh pengurus tanfidziyah pleno PBNU menetapkan Nusa Tenggara Barat sebagai tuan rumah Munas alim ulama dan komprensi besar alim ulama Nahdlatul Ulama,” ucapnya yang didampingi oleh Ketua PWNU NTB,TGH Taqiudin Mansur

Pembukaannya pada 24 November sore atau malam bertempat di Islamic Center,  rencananya akan hadir Presiden Jokowi untuk membuka Munas Alim Ulama dan Konferesi Besar NU.

“Penutupan akan dilakukan Wakil presiden Jusuf Kalla,” jelas Lalu Winengan.

AYA

 




Santunan Korban Kecelakaan Segera Naik

Nilai santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas dan penumpang umum segera naik. Kenaikan santunan mulai berlaku mulai 1 Juni mendatang, rata-rata kenaikan bisa mencapai 100 persen.

MATARAM.lombokjournal.com — Kepala Cabang PT Jasa Raharja Provinsi NTB Dasrul Aswad mengatakan, peningkatan nilai santunan dilakukan karena menyesuaikan dari perubahan faktor kebutuhan hidup dan inflasi, seperti biaya Rumah Sakit, biaya obat dan kenaikan biaya penguburan.

“Dengan peraturan baru ini, santunan kepada korban kecelakaan yang diberikan oleh PT Jasa Raharja meningkat hingga seratus persen, tanpa diikuti dengan kenaikan iuran atau sumbangan,” kata Dasrul, dalam Sosialisasi Kenaikan Besar Santunan Korban Kecelakaan Penumpang Umum dan Korban Kecelakaan Lalu Lintas Jalan, yang diselenggarakan PT Jasa Raharja, Selasa (30/5) di Hotel Golden Palace Mataram.

Dasrul menjelaskan, perubahan besar santunan dan iuran Wajib Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan penumpang kecelakaan alat angkutan umum, berlaku baik untuk kendaraan darat, laut maupun udara.

Jika sebelumnya, korban meninggal saat menggunakan alat angkutan darat dan laut, ahli warisnya mendapatkan santunan Rp25 juta, saat ini meningkat hingga Rp50 juta.

“Sementara, untuk penggantian biaya ambulans, sebelumnya tidak ada kini akan diberikan sebesar Rp1 juta. Namun, jika korban yang meninggal tidak memiliki ahli waris, maka akan diberikan biaya penguburan sebesar empat juta,” jelasnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh Sekda NTB Rosiady Sayuti, Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu Bayu Windia, Dirlantas Polda NTB Kombes Pol Budi indra Darmawan dan sejumlah pihak terkait.

Sekda NTB, Rosiady Sayuti menyatakan sangat mengapresiasi kepada Kementerian Keuangan yang sudah mengeluarkan peraturan menaikan santunan kecelakaan menjadi100 persen .

Namun, menurutnya, yang jauh lebih penting adalah dari Jasa Raharja harus lebih proaktif lagi dalam rangka membantu kepolisian dan masyarakat agar lebih meningkatkan kesadaran dalam berlalu lintas.

“Khususnya bagi pelajar dan mahasiswa yang masih muda, sehingga angka kecelakaan bisa ditekan seminimal mungkin,” katanya.

Selain itu infrastruktur jalan, seperti kelengkapan jalan dan rambu- rambu lalu lintas yang karena alasan keterbatasan anggaran agar bisa dibantu oleh Jasa Raharja.

AYA




Indeks Demokrasi NTB Masih Rendah

Indeks demokrasi Provinsi NTB dinilai masih rendah, masih berada di urutan ke 20 dari 34 Provinsi di Indonesia
MATARAM.lombokjournal.com —  Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Ir. H. Rosiady Sayuti, Ph.D menegaskan, untuk meningkatkan indeks demokrasi di NTB diperlukan keterlibatan dan partisipasi semua pihak..
Penegasan Sekda itu disampaikan saat membuka Focus Group Discussion (FGD), Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) tahun 2016, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Selasa (30/5) di Hotel Golden Tulip Mataram.
“Indeks demokrasi NTB yang masih menempati urutan 20-an, menunjukkan masih mininimnya tingkat partisipasi publik. Oleh karenanya, semua pihak agar terlibat untuk memikirkan dan mendukung pembangunan daerah, yang merupakan bagian penting yang dibutuhkan pemerintah, sekaligus sebagai wujud tingginya kesadaran berdemokrasi,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan pemerintah dalam tiap tahap pembangunan merupakan hasil ikhtiar bersama antara masyarakat, LSM, TNI/Polri dengan pemerintah, termasuk meningkatkan indeks demokrasi di NTB.
“Kalau ada masyarakat atau LSM yang terlibat, maka ada teman kita untuk memikirkan daerah kita. Melihat secara kritis yang terjadi di daerah ini,” kata Sekda di hadapan Kepala Badan Pusat Statistik NTB dan Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik NTB.
Dengan pelibatan tersebut, Sekda Rosiady menjelaskan bahwa menjadi tugas semua pihak untuk mendesain dan menjalankan program yang betul-betul dapat menyelesaikan persoalan yang ada di tengah-tengah masyarakat. Termasuk di dalamnya meningkatkan indeks demokrasi yang ada di bumi seribu masjid ini.
“Sehingga, pada waktunya kemudian, indeks kita menjadi indeks yang mencerminkan kematangan kita berdemokrasi, kedewasaan kita mengemukakan pendapat, terus meningkat,” katanya.
Sekda berharap dengan desain program yang baik kemudian didukung partisipasi masyarakat dan LSM, kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat.
AYA



Pengusaha Korea Berminat Investasi di NTB

Puluhan pengusaha Korea mulai melirik potensi investasi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Para pengusaha dari negeri Gingseng itu dipastikan bakal hadir dalam kegiatan NTB Investment Forum yang akan digelar Pemprov NTB pada Oktober mendatang.

MATARAM.lombokjournal.com — Minat itu disampaikan Duta Besar Korea, Mr Taiyoung Cho dalam pertemuan dengan Gubernur NTB, TGH Muhammad Zainul Majdi, Senin (29/5) siang di Pendopo Gubernur di Mataram.

“Lombok ini sangat indah dan sudah populer di Korea. Sebagai destinasi wisata baru yang sedang membangun saya rasa banyak pengusaha Korea tertarik berinvestasi,” kata Taiyoung Cho, usai pertemuan.

Menurut Taiyong Cho, Lombok saat ini semakin populer sebagai destinasi wisata masyarakat Korea.

Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah, yang saat ini dikembangkan ITDC, juga mendapat reaksi positif masyarakat Korea.

“Pemerintah NTB kembangkan Mandalika, dan ini sangat seksi bagi masyarakat Korea. Saya rasa, minat masyarakat Korea akan terus meningkat mengunjungi Lombok,NTB,” kata Taiyong Cho.

Ia mengatakan, tingkat kunjungan warga Korea ke Lombok juga terus meningkat belakangan ini. Hal ini yang membuat pemerintah Korea berupaya membuka rute penerbangan langsung Korea-Lombok dengan maskapai Korean Air.

“Kita akan coba dengan lima pesawat carter dulu untuk penjajakan kemungkinan penerbanga regular. Pak Gubernur juga memberikan sambutan yang baik,” katanya.

Gubernur NTB, TGH Muhammad Zainul Majdi mengatakan, dalam pertemuan dengan Dubes Korea Taiyoung Cho juga membahas rencana pertemuan investor-investor Korea, dalam acara NTB Investment Forum, yang akan diadakan di Lombok pada Oktober mendatang.

“Kita akan selenggarakan NTB investment forum bulan Oktober, dan ini memang mengutamakan pengusaha dan investor dari Korea,” kata Gubernur Majdi.

Saat ini, selain memiliki utusan khusus untuk Amerika, Eropa, China, dan Rusia, pemerintah Korea juga membentuk utusan khusus untuk negara-negara ASEAN.

Menurut Gubernur Majdi, utusan khusus itu saat ini berkunjung ke Indonesia, Vietnam dan Philipina.

“Vietnam dikunjungi karena akan jadi tuan rumah APEC, sedangkan Indonesia karena populasi terbesar dan pemimpin ASEAN. Menurut pak Dubes, level hubungan kerjasama Korea-Indonesia akan meningkat dan NTB akan jadi bagian,” katanya.

Ia memaparkan, saat ini sudah ada beberapa kerjasama Korea dengan NTB,baik di sektor pariwisata, kelautan dan perikanan, juga kerjasama di bidang kehutanan dan lingkungan hidup

AYA




Di Bulan Ramadhan Bukan Jadi Kendor, Tapi Banyak Kerja Melipatgandakan Kebaikan

Bulan Ramadhan saat yang baik bagi umat Islam melipatgandakan kebaikan dan amalan. Di bulan suci harus makin banyak aktivitas, bukan untuk bersantai atau kendor.

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) mengatakan itu, saat membuka Pesona Khazanah Ramadhan, Bumi Seribu Masjid di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center NTB, Kamis malam (25/05).

Pesona khazanah Ramadhan yang digagas tahun ini merupakan niat besar pemerintah untuk masyarakat serta menjadi kontribusi pengamalan ajaran Islam.

“Islam mengajarkan untuk tidak berhenti bergerak, beraktivitas, bekerja dan berkontribusi,” kata TGB di hadapan ribuan masyarakat yang antusias mengikuti tabliq akbar hingga akhir acara.

Pembukaan Pesona Khazanah Ramadhan dihadiri Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH.M.Si, Sekda Provinsi NTB, Ir. H. Rosiady Sayuti, Ph.D yang didampingi istri masing-masing.

Ust. H. Yusuf Mansyur juga hadir sebagai penceramah dalam Tablik Akbar Pesonah Khazanah Ramadhan. Ia juga mengajak masyarakat NTB bermimpi sekaligus berikhtiar meraih kesuksesan besar.

TGB yang hadir bersama istri, Hj. Erica Zainul Majdi menyampaikan pesan Al-Qur’an, bekerja dan berbuatlah, Allah pasti akan melihat. Berusaha dan berikhtiar merupakan upaya yang harus dilakukan umat Islam. Dan umat islam harus yakin, apa yang diikhtiarkan akan dilihat dan dibantu Allah SWT.

Ditegaskan, Ramadhan harus diisi dan ditunjukkan dengan energi yang penuh dengan kebaikan yang luar biasa. Dan dengan Pesona Khazanah Ramadhan ditunjukkan, spiritualitas Islam itu bukan terisolasi dalam ruang-ruang yang sempit.

“Spiritualitas Islam, semangat cinta kepada Allah, semangat cinta untuk melakukan hal-hal yang baik harus mengisi ruang-ruang publik,” tutur TGB.

Ditambahkan, Ramadhan adalah syakhrul khair, bulan kebaikan. Kebaikannya tidak hanya terbatas dalam rumah, atau di dalam masjid saat kita tarawih dan tadarus, tapi umat Islam berbuat dan beramal seluruh ruang. TGB mengajak seluruh umat Islam mengisi Ramadhan banyak beramal dan berbagi kebaikan.

Sekda NTB, H Rosiady Sayuti selaku Ketua Panitia melaporkan, Pesona Khazanah Ramadhan tahun ini merupakan event kerjasama antara Pemerintah Provinsi NTB dengan Harian Republika. Kegiatan yang digelar antara lain menghadirkan lima imam besar Timur Tengah, Tablik Akbar, lomba, bazar, talkshow, hiburan Islami dan berbagai kegiatan menjelang berbuka puasa.

“Panitia menyediakA menu berbuka puasa bagi masyarakat yang hendak berbuka puasa di Masjid Hubbul Wathan,” kata Rosiady.

Rr
Sumber; Humas NTB




Pemerintah Akan Naikan Dana Desa Dua Kali Lipat, Tapi Ada Syaratnya

Pemerintah pusat menjanjikan menaikkan Dana Desa (DD) dua kali lipat tahun depan. Jika tahun 2017 ini rata-rata Desa mendapatkan dana Rp800 Juta, maka tahun depan akan meningkat jadi Rp1,6 Miliar.

Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Eko Sandjojo, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kiri-kanan) menanam bibit bawang putih di Dusun Lebak Daya, Desa Sembalun Lawang, Lombok Timur, NTB, Rabu (24/5/2017).

LOMBOK TIMUR .lombokjournal.com — Tapi semua itu tidak cuma-cuma, Pihak aparat Desa dan kelembagaannya harus bisa memenuhi empat syarat utamanya.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Eko Putro Sandjojo mengatakan, Desa yang bakal menerima kenaikan DD dua kali lipat adalah desa yang bisa menunjukan program pembangunan yang fokus, dan juga merealisasikan pembangunan embung untuk keperluan pertanian.

“Tahun depan dana desa akan ditingkatkan dua kali lipat, dari rata-rata Rp800 juta tahun ini akan ditambah Rp800 juta lagi. Tapi dengan catatan, yang tidak bikin embung dan tidak fokus program pembangunannyam entah di sektor pertanian, pariwisata, atau UKMnya, maka dana desa bersangkutan tidak dinaikan,”kata Menteri Eko, Rabu (24/5) di Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, NTB.

Menurut Eko, program pembangunan yang fokus akan menumbuhkan pulaskala produksi yang besar, sehingga bisa menggerakan ekonomi desa, membuka lapangan kerja, sekaligus menekan angka kemiskinan di desa.

“Kenapa di Desa banyak rakyat miskin? Ya karena kurang lapangan pekerjaan. Persoalannya karena skala usahanya kecil-kecil.Karena tidak fokus, sehingga biaya produksi tinggi karena harus melalui mata rantai distribusi yang panjang,”kata Eko.

Selain program pengembangan Desa yang harus fokus, Desa yang ingin Dana Desanya ditingkatkan harus membangun embung air untuk pertanian.

“Atas permintaan Mentan, setiap desa diwajibkan buat embung, pembangunannya bisa gunakan Rp200 juta sampai Rp500 juta dari ADD untuk buat embung air,” katanya.

Menurut Eko, dengan asumsi tiap pembangunan embung senilai Rp100 juta bisa mengairi 50 hektare hingga 100 hektare lahan pertanian, maka produksi pertanian di tiap desa bisa meningkat seiring meningkatnya indeks tanam.

GRA




Fokus Produk Unggulan Bawang Putih, Pendapatan Warga Desa Sembalun Meningkat

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, menekankan pentingnya tiap desa fokus mengembangkan produk unggulan desa.

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com —  Kalau tiap desa fokus, akan memberi dampak positif, khususnya peningkatan pendapatan masyarakat.  Dengan fokus pada produk unggulan, maka skala produksinya akan semakin besar.

“Saya yakin sarana pascapanen akan masuk, gudang juga tersedia, sehingga para petani saat panen tak pusing lagi tentang harga. Pendapatan juga bisa meningkat,” kata Menteri Eko, usai menanam bibit bawang putih bersama Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Desa Sembalun Lawang, Lombok Timur, Rabu (24/5).

Selain fokus satu produk, Menteri Eko juga minta agar desa-desa di Nusa Tenggara Barat untuk membuat embung. Hal tersebut akan membantu mendorong produktivitas pertanian dengan meningkatkan masa panen menjadi 3-4 kali panen dalam setahun.

Infrastruktur embung dapat dibangun dengan mengalokasikan dana desa sebesar Rp 200-Rp 500 juta.

“Jika tidak fokus pada produk unggulan atau sektor pariwisatanya dan tidak membuat embung, maka tahun depan dana desanya tidak akan dinaikkan,” ujarnya.

Manfaat dari fokus pada satu produk unggulan telah dirasakan petani di Desa Sembalun Lawang. Mereka fokus mengembangkan bawang putih sebagai produk unggulan desa.

Dampaknya pun semakin dirasakan, khususnya peningkatan pendapatan masyarakat. Tambahan pendapatan meningkat rata-rata minimal 25 persenatau minimal sekitar Rp 30-45 juta.

‘Itu baru dari bawang putih saja. Dengan luas bisa mencapai 200 hektar, kita mampu memproduksi hingga 17 ton tiap hektarnya. Masa panennya tercatat tiap 3,5 bulan. Alhamdulillah harga juga bagus dan stabil,” ungkap Ketua Kelompok Tani Lembah Pusuk, Indriati.

Indriati yang juga menjadi penyuluh pertanian mengakui, kemauan warga untuk fokus mengembangkan bawang putih sempat meredup karena persoalan penyakit tanaman dan fluktuasi harga. Para petani pun sempat menanam cabai dan sayuran.

Namun semangat untuk mengembangkan bawang muncul kembali karena keyakinan akan ciri khas produk unggulan pertanian Desa Sembalun yang tak dimiliki daerah lainnya. Terlebih, tambahan pendapatan yang dirasakan.

“Disini terkenalnya bawang putih Sangga Sembalun. Aromanya lebih kuat, pedasnya juga lebih terasa. Kalo bawang putih lain itu butuh 10 siung, bawang ini hanya butuh 3 siung. Dengan keunggulan tersebut, produk kita bahkan mampu memasok hingga ke pulau seberang,” ujarnya.

Bawang putih Sangga Sembalun, lanjutnya, pernah dikirim ke Bali hingga 37 ton, Bima 8 ton, Kupang 2 ton, dan Kalimantan 1,5 ton.

Meski demikian, tahun ini Desa Sembalun ingin memfokuskan pada pengembangan dan pemenuhan stok daerah Sembalun itu sendiri. Cita-cita Desa Sembalun dengan pengembangan produk unggulannya adalah menjadi sentra bawang putih dan memenuhi stok nasional.

Tahun 1990-an Kecamatan Sembalun paling banyak yang berangkat naik haji. Harapannya, semakin berkembangnya bawang putih ini, momen tersebut bisa datang lagi bagi masyarakat di Kecamatan Sembalun ini,” ujarnya.

GRA