Masyarakat Mau Lapor Apa Saja, Dishub NTB Siapkan Aplikasi Pelor Mas

Aplikasi “Pelor Mas” Atau Pengaduan Online Transportasi Berbasis Masyarakat Dishub NTB Siapkan Aplikasi Pengaduan Masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com —  Bayu Windya, Kepala Dinas Perhubungan NTB mengatakan, selain mempermudah masyarakat menyampaikan pengaduan terkait transportasi di NTB, masyarakat juga bisa mengadukan apa saja.

Bayu Windya, Kepala Dinas Perhubungan NTB (foto: AYA)

“Pengaduan apa saja,” ujarnya di Mataram, Rabu (5/7).

Aplikasi ini sudah dapat diunduh pada playstore, agar masyarakat bisa melaporkan langsung, tanpa harus repot datang ke kantor Dishub NTB.  Tak hanya soal aduan, juga banyak konten tentang perhubungan seperti jadwal penerbangan dan lainnya.

“Jadwal kapal juga akan kita tambah dan sekarang sedang di update,” sambung Bayu.

Bayu minta semua pihak yang terlibat dalam sistem transportasi di NTB bisa menggunakan aplikasi ini sebagai acuan. Pasalnya, aplikasi ini memuat  jadwal penerbangan dan keberangkatan kapal secara real time.  Ini sangat membantu masyarakat mendapatkan informasi dan menyampaikan keluhannya.

“Sopir Blue Bird saja sudah pakai aplikasi ini,” akunya.

Namun terkait keberangkatan bus, pihak Dishub masih kesulitan mendapatkan informasi jadwal. Karena jadwal bus yang berangkat dan tiba saat ini masih belum bisa diprediksi.

Meski belum launching resmi, namun aplikasi cukup diminati masyarakat NTB. Karena data dalam aplikasi tersebut akurat. Seperti jadwal penerbangan, aplikasi tersebut terhubung langsung di lapangan.

“Jika diaplikasi mengatakan penerbangan batal, saya sudah coba hubungi dan memang seperti itu,” pungkasnya.

Aduan Lainnya

Terkait aduan lainnya, masyarakat bisa menggunakan aplikasi ini. Pengaduan lainnya akan dilanjutkan Dishub pada instansi yang bersangkutan.

“Misalnya soal jalan rusak, nanti akan kita forward ke Dinas PUPR,” jelasnya.

Lebih jauh lagi terkait pengaduan lainnya, masyarakat juga bisa mengetahui jika pengaduan sudah ditindak lanjut atau belum. Dalam aplikasi tersebut Dishub juga menyertakan track record dari instansi terkait.

“Jika jalannya sudah diperbaiki akan difoto oleh Dinas PUPR lalu dikirim melalui aplikasi tersebut. Ini akan sangat membantu masyarakat,” tandasnya.

AYA

 




Implementasikan al-Faidzin Untuk Raih keberhasilan

Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemerintah Provinsi NTB Diajak  terapkan makna al-Faidzin, baik di tempat kerja maupun dalam  keseharian

MATARAM.lombokjournal.com – Ajakan itu disampaikan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB), di hari pertama masuk kerja setelah libur panjang pasca hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah.  TGB memberikan pengarahan pada Upacara Paripurna NTB Gemilang yang dilanjutkan kegiatan Halal Bi Halal, hari Senin (3/7).

Al-Fa’idzin menurut gubernur,  bermakna sebagai keberhasilan.  Maka, meraih keberhasilan ada beberapa syarat dan prasyarat yang harus dipenuhi.

Pertama, harus fokus, yakni mengkonsentrasikan serta mencurahkan tenaga, pikiran dan ilmu untuk mengerjakan kebaikan.

“Seraya meningggalkan hal hal yang tidak baik,” kata TGB di hadapan seluruh ASN di lingkup provinsi yang dihadiri Wakil Gubernur, H. Muh. Amin, SH. M. Si, Sekretaris Daerah, Ir. H. Rosiady Sayuti, Ph. D beserta  seluruh pejabat Struktural dan ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTB di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB di Mataram, Senin (03/07/2017).

Syarat kedua, keberhasilan bisa dicapai dengan disiplin.  “Tingkat kedisiplinan ASN Provinsi NTB  berdasarkan data absensi kehadiran masuk dan pulang kerja, dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan,” kata TGB.

Namun diingatkan, kedisiplinan tersebut selayaknya  tidak hanya diukur dengan angka dan data kehadiran di tempat kerja. Tapi juga pengaruhnya terhadap keberhasilan kerja.

Menurut TGB, kehadiran diri ASN harus berpengaruh baik bagi kelangsungan pekerjaan yang ditugaskan.  “Sehingga, proses pencapaian target pembangunan berjalan baik dan lancer,” katanya.

Momen Apel Paripurna itu,  juga dimanfaatkan  gubernur  untuk menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh ASN yang hadir. Sebab menurut TGB, bermaaf- maafan merupakan sesuatu yang perlu, karena selama berinteraksi dan memimpin daerah tentu terdapat hal-hal yang kurang sesuai. Bermaafan juga memiliki makna mendukung segala proses yang saat ini berlangsung. Sehingga keberhasilan dan kesuksesan dapat diraih.

TGB juga mengajak seluruh ASN, khususnya yang beragama Islam, menerapkan seluruh pengalaman baik yang diperoleh di bulan Ramadhan dalam kehidupan. Sebab, kebaikan selama Ramdhan akan memberikan dampak baik bagi pekerjaan dan kehidupan sosial.

“Saya mengajak semua menunjukkan hal-hal yang produktif, “ ajak TGB.  ASN diajak mncurahkan sumber daya yang dimiliki, baik pemikiran, tenaga, ilmu, serta  apa pun yang DImiliki untuk menuntaskan tugas bersama.

AYA.

 




Puluhan Ribu Pemudik Lebaran, Manfaatkan Kemudahan Pelayanan BPJS Kesehatan

Kemudahan layanan kesehatan selama mudik Idhul Fitri bagi peserta BPJS Kesehatan, dimanfaatkan puluhan ribu pemudik  

lombokjournal.com —

Selama musim mudik lebaran Idhul Fitri 1438 Hijriyah, kemudahan layanan kesehatan yang dilaksanakan BPJS Kesehatan sejak 19 Juni hingga 2 Juli 2017,  melayani 91.005 kasus kesehatan bagi pemudik.

Pemudik yang butuh layanan kesehatan, baik emergency atau non emergency bisa langsung ke rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Layanan kesehatan khusus lebaran itu memberi kenyamanan pemudik, selama dalam perjalanan hingga sampai tempat tujuan.

Jumlah layanan ini terdiri dari 87.122 kunjungan di Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP) seperti klinik, puskesmas hingga dokter pribari serta 3.883 kasus rawat inap di rumah sakit.

Di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) seperti Rumah Sakit dan Klinik Utama, terdapat 105.860 kunjungan/kasus, yaitu terdiri dari 60.635 kunjungan di Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) dan 45.225 kasus di Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL).

Kasus-kasus kesehatan pada masa mudik lebaran, sebagian besar permasalahan kesehatan radang tenggorokan, demam, infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) dan gastro enteritis serta berbagai gangguan pencernaan seperti diare, maag, gangguan lambung, dan nyeri perut.

Selain itu, juga terdapat pelayanan atas kasus-kasus penyakit kronis rutin seperti stroke, jantung, hipertensi dan hemodialisa yang ditangani dengan baik.

Tidak seperti layanan biasanya, kemudahan yang diberikan bagi pemudik tidak perlu lagi faskes tingkat pertama karena pasti pemudik faskesnya ada di tempat awal berangkat.

“Pemudik bisa langsung ke rumah sakit mitra BPJS Kesehatan. Yang penting peserta bisa menunjukkan kartu kepesertaan BPJS,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang  Mataram, dr Muhammad Ali, Jum’at (30/6).

Bisa dikatakan layanan khusus kesehatan selama periode mudik itu berlangsung sukses. Sebab kemudahan itu dirasakan pemudik, karena bisa memanfaatkan apikasi BPJS Kesehatan unruk melakukan konsultasi, mengetahui alamat fasilitas kesehatan hingga alamat kantor BPJS Kesehatan se Indonesia.

Di luar masa mudik Lebaran, BPJS Kesehatan menjamin pelayanan kesehatan kasus kegawatdaruratan baik di fasilitas kesehatan yang bekerja sama maupun yang tidak bekerja sama. Ini merupakan wujud kepedulian BPJS Kesehatan terhadap kenyamanan dan kepuasan peserta.

“Layanan kesehatan itu tidak diperbolehkan memungut biaya,” kata Muhammad Ali.

Pihak BPJS kesehatan mengapresiasi pada seluruh fasilitas kesehatan termasuk tenaga medis dan paramedis baik di FKTP maupun di FKRTL, yang telah melayani peserta JKN-KIS khususnya pada masa mudik lebaran.

Rr

 




TGB Blusukan Ke Kampung-kampung, Silaturahmi Dengan Warga Pancor

Usai shalat maghrib di Masjid Attaqwa Pancor, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr.TGH. M. Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) berjalan kaki menemui warga di perkampungan Pancor, Lombok Timur

Ibu-ibu di perkampungan Pancor berebut selfi bersama TGB

MATARAM.lombokjournal.com —  Silaturahmi mendadak TGB menemui warga itu, Kamis (29/6), sontak membuat warga Pancor kaget. Kepala Biro Humas dan Protokol, Irnadi Kusuma melalui release yag dikirim ke media menjelaskan, warga tumpah ruah  keluar rumah memadati gang-gang perkampunngan padat penduduk.

“Warga memanfaatkan momen itu untuk selfi bersama TGB, mengabadikan momen  silaturahmi bersama tokoh idamannya dengan ponselya masing-masing,” jelas Irnadi.

TGB mengawali silaturahmi berjalan kaki dari masjid menemui warga dari Kampung jorong,  dan Kampung Barmi ke arah Timur.  Safari jalan kaki keliling kampung di Pancor itu semata-mata untuk silaturahmi  dan berhalal bil halal dengan warga.

“Khususnnya yang belum sempat menemuuinya saat open house di rumah dinas di Mataram maupun di kediaman pribadinya di Gelang, Pancor,” kata irnadi.

Aksi jalan kaki keliling kampung  dilakukan TGB, setelah sehari sebelumnya dengan didampingi istrinya,  Hj. Erica bersafari keliling mengunjungi rumah para tokoh dan sesepuh NTB di Kota Mataram. Kunjungan ke rumah sesepuh itu sebagi wujud rasa hormat TGB kepada  sesepuh  masyarakat NTB.

Usai berkeliling dari kampung ke kampung, Gubernur kembali ke Masjid Attaqwa Pancor untuk menunaikan sholat Isya.

Pancor selain merupakan kampung kelahiran TGB.  Di kota kelahirannya ini TGB mengenyam pendidikan pesantren di Madrasah Tsnawiyah hingga Madrasah Aliyah. Kemudian melanjutkan ke Ma’had Darul Qur’an wal hadits sebelum bertolak menempuh studi di Universitas Al Azhar Cairo Mesir.

AYA




Ini Cara TGB Menghormati Para Tokoh Dan Sesepuh

Mendengarkan cerita nostalgia para tokoh dan sesepuh merupakan salah satu cara menghormati sekaligus membahagiakan mereka. Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) pun mendoakan para tokoh dan sesepuh agar tetap bisa memberi sumbangsihnya bagi kemajuan NTB

TGb di kediaman H Lalu Mujitahid

MATARAM.lombokjournal.com – Safari silaturahmi dilakukan TGB bersama istri Hj. Erica Zainul Majdi di hari ketiga Hari Raya  Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah. TGB mengunjungi kediaman mantan Gubernur/Wakil Gubernur dan para sesepuh yang berjasa dalam pembangunan NTB, Rabu (28/06)

Tradisi bersilaturahmi ke kediaman tokoh dan sesepuh tersebut selalu dilakukan TGB sejak memimpin NTB. Pada Hari Lebaran dimanfaatkan saling memaafkan dan mendoakan  mereka selalu diberi kesehatan dan umur panjang.

Di kediaman Brigjend. TNI (purn) H. Abdul Kadir

Silaturahmi TGB bukan hanya pada momentum Lebaran. TGB juga mengunjungi kediaman para tokoh dan sesepuh pada momentum hari bersejarah nasional. Kunjungan pada seniornya dilakukan TGB, misalnya pada HUT Proklamasi dan  HUT NTB.  Dalam kunjungan itu TGB biasanya mohon doa restu dan dukungan pemikiran bagi kemajuan NTB.

Kunjungan saat Lebaran kali ini  diawali bertandang ke rumah kediaman  mantan Wakil Gubernur NTB H. L. Azhar di Jl. Pejanggik Mataram. Kehadiran TGB bersama istri, Hj. Erica disambut hangat dan akrab  oleh tuan rumah, H. Lalu Azhar dan keluarga.

TGB menjadi pendengar yang baik saat Lalu Azhar yang akrab dipanggil Miq Azhar, banyak bercerita pengalaman masa lalu.  Sosok sesepuh masyarakat Sasak yang selalu senyum dalam tiap tuturnya itu sempat menceritakan beberapa moment penting yang terdokumentasi dalam foto-foto yang terpajang di rumahnya.

Sambil menjelaskan foto-foto dokumentasi saat masih menjabat, Miq Azhar mengajak TGB melihat-lihat bangunan kediamannya yang masih asli yang berarsitektur Belanda.

TGB mengagumi sosok Miq Azhar, selain merupakan tokoh panutan yang sangat konsisten, juga murah senyum dan penuh keteduhan tiap tutur katanya.

Dari kediaman Miq Azhar yang juga Tokoh Adat Sasak itu, knjungan TGB bersama istri dilanjutkan menuju kediaman mantan Gubernur NTB, HL Serinata. Kedatangan TGB disambut ramah Serinata yang didampingi istri, Hj Baiq Adnin Serinata.

Disini pun TGB menjadi pendengar cerita-cerita Lalu Serinata saat masih menjabat sebagai Gubernur NTB. Perbincangan pun berjalan  hangat dan penuh keakraban. Perbincangan yang sama juga terjadi saat TGB di rumah mantan Bupati Lombok Barat periode 1988- 1998, Drs. H. L. Mujitahid.

Silaturahmi TGB dan Hj Erica berakhir ke kediaman Brigjend. TNI (purn) H. Abdul Kadir, S.Ip yang pernah menjabat sebagai Dandim Lombok Timur, yang juga mantan Bupati Lombok Timur dan Ketua DPRD Provinsi NTB.

TGB mendoakan para pemimpin, tokoh dan sesepuh NTB dilimpahkan kekuatan, kesehatan dan perlindungan. Dan diharapkannya, mereka tetap memberikan sumbangsih pemikiran dan doa restu bagi kemajuan daerah dan masyarakat NTB.

AYA

 




“Gema Takbir Malam 1000 Cahaya”, Takbir Keliling Peserta Terbanyak di Indonesia

Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi, Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin dan Wali Kota Mataram Ahyar Abduh bersama-sama memukul gendang beleq dan mengumandangkan lantunan takbir,  setelah takbiran di Mataram tercatat rekor MURI sebagai takbir keliling dengan peserta terbanyak di Indonesia.

Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin, Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi, Walikota Mataram, H Ahyar Abduh dan Kapolres Mataram jelang pawai takbiran di Kantor Gubernur NTB, Sabtu (24/6) malam. (foto: IST)

MATARAM.lombokjournal.com – Perwakilan Museum Rekor Indonesia (MURI), Awan Rahargo yang menyaksikan takbiran di Kota Mataram menaksir, lebih 29 ribu orang yang mengikuti takbir keliling Kota Mataram. Dengan peserta sebanyak itu, takbiran di mataram berhasil memecahkan rekor MURI.

“Gema Takbir Malam 1.000 Cahaya berhasil catatkan pemecahan rekor MURI,” jelas Awan saat pembukaan Gema Takbir Malam 1.000 Cahaya di depan Kantor Gubernur NTB, Sabtu (24/6) malam.

Dengan jumlah sebanyak itu, peserta takbiran keliling di Kota Mataram mencapai lebih dua kali dari target panitia sejumlah 13 ribu peserta. Sebelumnya, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Kota Mataram yang menjadi Panitia Takbiran Kota Mataram, menargetkan 13 ribu peserta untuk memecahkan rekor MURI.

Jumlah peserta itu berdasarkan taksiran, pawai takbiran 1 Syawal tahun 1438 Hijriah diikuti 65 kafilah, dengan target satu kafilah sekitar 200 orang.  Pesertanya berasal seluruh lingkungan dari 6 Kecamatan Kota Mataram.

Memang takbiran di Mataram tahun ini dengan tema ‘gema Takbir Malam 1.000 Cahaya’ lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya.  Malam takbiran yang dimasukkan rangkaian Pesona Khazanah Ramadan 2017 itu,  finish di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB.  Peserta diterima Wakil Gubernur NTB bersama Wakil Wali Kota Mataram.

Penyelenggaraan takbiran tahun ini merupakan pawai bersama oleh Pemprov NTB dan Pemkot Mataram. Kalau sebelumnya, biasanya pelepasan pawai dilakukan di lapangan umum Sangkareang atau depan Pendopo Kantor Walikota Mataram, kini pelepasannya pindah di Kantor Gubernur NTB.

Selain takbiran bersama, Pemprov NTB juga menjadwalkan kegiatan salat Idul Fitri 1438 Hijriah bersama di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center. Tidak ada lagi salat Idul Fitri di halaman Kantor Gubernur, di Tugu Bumi Gora atau di Lombok Epicentrum Mall, tapi disatukan di Islamic Center.

Halaman Islamic Center NTB bisa menampung  sekitar 10.000 orang warga Mataram yang hendak menunaikan salat Idul Fitri.

Rr




Kata Novel, Ada Oknum Jendral Diduga Terlibat Tapi Polisi Tak Tertarik Mengusut

Novel Baswedan mengaku sudah memberikan nama jendral polisi yang diduga terlibat, tapi polisi dikatakan tak tertarik mengusut.

lombokjournal.com —

Meskipun ada seseorang yang sempat diduga salah satu pelaku penyerangan ditangkap Polda Metro Jaya (kemudian dilepas karena tak ukup bukti). Sudah lebih dua bulan Novel Bswedan dirawat di Singapura, polisi belum berhasil mengungkap pelakunya.

Padahal Novel pernah bertemu dengan Kapolri Tito Karnavian yang berjanji segera menemukan pelakunya.

Beberapa waktu lalu, media ramai memberitakan adanya keterlibatan oknum jenderal polisi. Novel sendiri sudah mendengar info itu tapi tidak mempercayainya. Tapi selang beberapa waktu setelah melihat fakta-fakta membuatnya berpikir, jangan-jangan info itu benar.

Saat diwawancarai TIME (10/6), Novel menyebut dalang nya adalah oknum jenderal polisi yang berpengaruh di Mabes Polri.

Memang ia tidak punya bukti, tapi ia berharap melihat bukti itu dari temuan Tim pencari Fakta yang dibentuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.

Tentang identitas oknum jendral itu,Novel sudah menceritakan identitasnya itu sejak ia memberikan keterangan ke Kapolres, penyidik, meski keterangannya itu tidak dituangkan dalam BAP.  Menurutnya, polisi tidak tertarik mengusut dugaan keterlibatan oknum jendral itu.

“Perkara saya ini saksinya banyak. Kalau polisi mau, pasti akan cepat terungkap,” tegasnya.  (kepada kumparan.com Novel memberikan informasi, tapi sifatnya off the record).

Kalau kemudian Kepolisian balik memintanya membuktikan keterlibatan oknum jenderal itu, menurut Novel sebagai penegak hukum pernyataan itu menunjukkan tidak paham tugasnya.

Seperti diberitakan, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, mengimbau kalau memang ada oknum jenderal polisi yang terlibat Novel diminta menyebut siapa namanya, buktinya apa. “Jangan cuma menyebar isu saja,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (21/6).

Ketika ditanya kenapa bilang polisi tak tertarik menemukan pelakunya, Novel menegaskan ada saksi yang melihat pelaku memegang gelas itu tanpa memakai sarung tangan. Tapi polisi bilang tak menemukan sidik jari di gelas tersebut. Saksinya adalah tetangganya sendiri.

Rr (Sumber: kumparan.com)

 

 




Akhirnya, Sekolah 5 Hari Dalam Seminggu Dibatalkan Presiden

Setelah mendapat penolakan banyak pihak, program 8 jam belajar atau sering disebut sekolah 5 hari dalam seminggu, yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 23 Tahun 2017, akhirnya dibatalkan Presiden Jokowi

lombokjournal.com —

Keputusan untuk membatalkan sekolah 5 hari dalam seminggu itu, diambil presiden setekah memanggil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy dan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Ma’ruf Amin ke istana,  Jakarta hari Senin (19/6)

Ma’ruf Amin yang didampingi Muhadjir Effendy kepada wartawan mengatakan, Presiden Jokowi merespons aspirasi yang berkembang di masyarakat, dan memahami keinginan masyarakat dan ormas Islam.

“Oleh karena itu, presiden akan melakukan penataan ulang terhadap aturan itu,” kata Ma’ruf Amin menjelaskan pembatalan kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter yang digagas Menteri Pendidikan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan diganti dengan peraturan presiden.

Dikatakan, ormas Islam seperti MUI, PBNU dan Muhammadiyah akan diundang untuk dimintai masukan dalam menyusun aturan. Masalah-masalah yang krusial di dalam masyarakat akan ditampung dalam aturan yang akan dibuat itu.

Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter yang mengubah waktu sekolah menjadi 5 hari dan 8 jam per hari mendapatkan penolakan dari sejumlah kalangan, termasuk dari ormas PBNU.

Suara penolakan itu misalnya disuarakan kalangan pondok pesantren yang menilai kebijakan Menteri Muhadjir dinilai tidak cocok diterapkan di wilayah pedesaan. Kondisi di desa berbeda dengan di kota. Di desa, sepulang sekolah formal, anak- anak bisa langsung bertemu orang tuanya, dan melanjutkan pendidikan di madrasah diniyah.

Kalau di kota, kecendrungannya orang tua sibuk semua, sehingga anak-anak jarang bertemu usai pulang sekolah.

“Sehingga, wajar jika kebijakan itu didukung oleh orang tua di kota, karena mereka berpikir akan lebih baik, anaknya berada di sekolah dengan waktu yang lebih lama,” kata Ubaidillah Amin Mochammad, pengasuh Pondok Pesantren An Nuriyah di Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Jember, Jawa Timur, Sabtu.

Namun di wilayah pedesaan, mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani dan berdagang. Waktu mereka cukup banyak untuk membimbing langsung anak-anaknya. Karena itu diharapkan kebijakan itu dikaji ulang.

Sebelumnya, Bupati Tegal Ki Enthus Susmono juga mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tegal menolak kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan perihal sekolah lima hari. Menurutnya, kebijakan itu akan mematikan pendidikan madrasah dan Taman Pendidikan Alquran (TPQ) karena siswa pulang sekolah lebih sore.

Terkait sikap penolakannya itu, Ki Enthus yang juga dikenal sebagai dalang kondang itu, mengaku siap mendapatkan hukuman apa pun kalau sikapnya dianggap salah.

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi juga menyatakan sikapnnya untuk mengkaji terlebih dahulu kebijakan sekolah 5 hari itu.  Kepada wartawan, beberapa waktu lalu, gubernur mengingatkan Pemerintah Pusat hati-hati menerapkan aturan yang bisa menimbulkan kontradiksi di daerah.

“Peningkatan kualitas pendidikan lebih penting daripada memangkas hari,” katanya.

Rr

 




TGB Bicara Lugas Tentang Korupsi Di Yogyakarta, Ini Katanya

Masyarakat baik itu ada saat mainstreamingnya amal shalih (kebaikan), maka ketidakbaikan terpinggirkan. Sebaliknya, saat mainstream yang terbangun kebathilan, maka kebaikanlah yang terpinggirkan. Itu kata TGB

lombokjournal.com

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi dalam diskusi di Masjid Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, saat ditanya bagaimana meminimalisir penyimpangan birokrasi di NTB punya jawaban lugas. Tuan Guru Bajang atau TGB sapaan akrab gubernur itu mencontohkan, sistem pengadaan barang dan jasa.

Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di NTB menjadi salah satu percontohan di Indonesia. Akan tetapi, ia mengaku dengan sistem yang tegas dan rigid, tidak bisa memastikan 100 persen bebas dari penyimpangan.

Menurutnya, memastikan (tidak terjadi penyimpangan,red)itu tidak mungkin. Tapi menduga kuat bahwa prosesnya itu memang proses yang sudah transparan akuntabel, bisa dengan sistem.

“Tapi, memastikan dari A sampai Z bahwa tidak ada hanky panky atau tipu daya dari awal A-Z  kita tidak tahu. Kita bisa mengukur dari sistem itu selama sistem itu berjalan prosedurnya,” katanya dalam diskusi di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sabtu (17/06) malam

Menurutnya, kalau sistem itu berjalan prosedurnya, terlihat tidak ada yang nyata menyimpang. Tapi kalau memang ada penyimpangan, prosesnya harus diaborsi, diulangi.

“Tapi sekali lagi ini kita terus berupaya,” beber TGB.

Sebelumnya dkatakan TGB, banyak kalangan menilai korupsi dan penyimpangan birokrasi pemerintahan masih menjadi persoalan Bangsa Indonesia yang sulit terpecahkan. Namun menurut Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. TGH Muhammad Zainul Majdi, MA, hal itu bisa diatasi dengan sederhana.

“Menurut saya sederhana. Tidak usah dilakukan. Tidak ada resep yang lebih baik selain meninggalkan dan jangan lakukan itu. Ini kalau pribadi bagaimana saya,” tegas TGB.

Ya, tentu setelah itu dibangun sistem disitu ada sinyal yang jelas, siapa pun yang melakukan suap menyuap atau tindak pidana korupsi dapat ganjaran atau punishment tegas. Bentuknya ada pakta integritas. “Begitu tersangka langsung jadi non aktif. Jadi, begitu tersangka selesai,” tuturnya.

Lebih jauh TGB mengatakan, tidak bisa menjamin tindakan korupsi dan kejahatan lainnya bisa hilang sama sekali. Bahkan, pada zaman Rosulullah, Muhammad Saw, masih ada kejahatan yang terjadi dalam masyarakat.

“Apa anda kira korupsi tidak ada zaman itu. Apakah anda kira bahwa pencurian tidak ada? Apakah anda kira Prostitusi tidak ada? Ada,” tukas TGB.

Menurutnya, bukan berarti 100 persen harus baik semua baru kemudian bisa lega. Cukuplah dengan pelajaran sejarah, ketika kita mampu me-mainstream-kan kebaikan maka mudah-mudahan itu suatu tanda baik.

“Tapi kalau yang menjadi mainstream itu tidak baik. Nah, itu warning buat kita untuk kita benahi,” tandas mantan anggota DPR RI Periode 2004-2009 ini.

TGB menegaskan, keteladanan seorang pemimpin menjadi penting untuk menerapkan sistem yang baik. Keteladanan adalah katup pengaman dalam kepemimpinan. Jika seorang pemimpin memberikan teladan yang baik dengan banyak memberikan maslahat kepada masyarakat, maka penyimpangan-penyimpangan birokrasi bisa ditekan.

“Itu sebabnya kan, kalau di dalam hadist Rasul, tujuh kelompok manusia yang akan dinaungi, itu yang pertama kan imamum adil, pemimpin yang adil. Bukan berarti pemimpin yang adil itu sepenuhnya dari A-Z  tenang-tenang saja. Tidak. Dia disebut adil ya karena ada proses itu terus untuk bagaimana maslahat itu lebih banyak dari mudharat,” tukasnya.

Rr

 




Peringatan Nuzulul Qur’an; TGB dan Guru Besar Al Azhar Uraikan Kemuliaan Al Qur’an

Memperingati “Nuzulul Qur’an”  tiap tanggal 17 Ramadhan  merupakan  pengingat, sudahkah kita  mempelajari dan mengamalkan kandungan  Al Quran

MATARAM.lombokjournal.com —  Mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia, menjadi pokok uraian Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi pada peringatan Nuzulul Qur’an di  Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center NTB, Rabu (14/6).

Di hadapan Guru Besar Universitas Al-Azhar Mesir Prof. Dr. Syeikh Nasr Addusuqi Al Abbani, yang menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an itu, TGH M Zainul Majdi yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu menegaskan, di dalam al Qur’an terkandung segala sumber apa pun yang diperlukan manusia.

“Mari kita jadikan peringatan Nuzulul Qur’an sebagai momentum mempelajari Al-Qur’an lebih baik lagi,” ajak TGB.

Menurutnya, firman Allah dalam Qur’an merupakan sumber yang sangat aplikatif, termasuk dalam hal berbangsa dan bernegara. Umat muslim penting mempelajari Al-Qur’an baik sebagai bangsa dengan keberagaman, baik sisi etnis, budaya, suku, dan agama.

Dalam Al-Qur’an telah diajarkan keberagaman sebagai potensi kekuatan bangsa untuk menjadi lebih kuat. Keberagam di dunia itu tidak boleh menjadi sebab menjauh satu sama lain.

“Keberagaman menjadi lahan yang sangat subur untuk saling mengisi dan belajar hal-hal yang baik satu sama lain,” jelas TGB.

Dalam kesempatan sama, Guru Besar Universitas Al-Azhar Mesir Prof. Dr. Syeikh Nasr Addusuqi Al Abbani menegaskan hal senada. Tidak ada sesuatu pun yang tidak dimuat dalam Al-Quran dan dapat menjadi solusi bagi setiap permasalahan umat manusia.

“Barang siapa yang berpegang teguh terhadap Al-Qur’an, maka akan diberikan petunjuk yang lurus,” paparnya dengan Bahasa Arab yang diterjemahkan.

Guru Besar Al Azhar itu mengaku beruntung dapat memperingati turunnya kitab suci umat islam bersama masyarakat pulau seribu masjid, Nusa Tenggara barat.

Peringatan Nuzulul Qur’an sebagai rangkaian dari Pesona Khazanah Ramadhan 1438 Hijriyah, juga dimeriahkan oleh penampilan grup musik ibu kota, Bimbo dan Tausyiah dari Tuan Guru Fahrurrozi. Tampak hadir Wakil Gubernur NTB, H. Muh Amin, SH.,M.Si, Sekda NTB, Dr.H.Rosiady Sayuti bersama Forkopimda Provinsi NTB, serta Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roslikana.

AYA