TGB Pembahas Utama Diskusi Kemandirian Bangsa di Lemhanas

TGB diminta masukannya terkait  upaya meningkatkan Konektivitas antar Pulau melalui Poros Maritim dan Kedaulatan Nasional.

lombokjournal.com

Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang dikenal sebagai TGB (Tuan Guru Bajang) merupakan gubernur satu satunya yang diundang Lemhanas RI, sebagai pembahas utama dalam acara round table discussion (RTD).

Diskusi di  ruang Kresna,Gedung Astha Graha lantai 4 Lemhanas RI, Rabu (19/7) merupakan kajian jangka menengah, terkait  optimalisasi pembangunan konektivitas antar pulau guna meningkatkan kemandirian dan daya saing ekonomi nasional.

Dan diskusi di Lemhanas itu jadi rujukan kebijakan pemerintah dalam mewujudkan kemandirian dan peningkatan daya saing ekonomi nasional.

Sebagai pembahas utama, TGB memberi masukan cara mengatasi permasalahan infrastruktur wilayah dan implikasinya pada ketimpangan kemandirian dan daya saing ekonomi.  Selain itu, TGB  juga menyumbangkan pemikirannya terkait prioritas pembangunan konektivitas antar pulau.

Sebelumnya beberapa narasumber yang menyampaikan kajiannya, antara lain Darmawan  Prasodjo, P.hD, Deputi Bidang Pengendalian Prioritas Nasional dari Kantor Kepresidenan , Peran Serta Swasta Dalam Pembangunan Konektivitas antar Pulau oleh Direktur Pengembangan Bisnis, PT.Pelindo, Saptono R. Irianto.

Diskusi yang dibuka Gubernur Lemhanas RI, Letjen TNI (Purn) Agus Widjoyo itu dihadiri para pakar dan akademisi terkemuka. Misalnya, Prof. Dr.H. Didin S. Damanhuri, Prof Mudrajat,  Brijen TNI Juwono dan puluhan pakar lainnya. Diskusi menyoroti berbagai upaya meningkatkan kemandirian dan daya saing ekonomi bangsa.

Rangking daya saing ekonomi indonesia di level internasional saat ini masih menempati posisi ke 41. Padahal indonesia sebagai negara kepulauan berada posisi sangat strategis, . sebagai poros lalulintas perdagangan dunia.

Letak yang strategis itu, kata Prof. Dr. Miyasto, SU, akan menjadi peluang kalau bisa dimanfaatkan.  Tetapi sebaliknya, Tenaga ahli Tim Pengkaji Bidang Ekonomi Lemhannas RI itu, juga mengingatkan adanya ancaman bila tidak dikelola dengan baik. Ditegaskannya, ada beberapa isu strategis nasional yang perlu diwaspadai.

Langkah terbaik adalah  melakukan penguatan internal untuk mengurangi kesenjangan antar kawasan, dalam upaya  meningkatkan kemandirian dan daya saing ekononomi indonesia. Meskipun  magnitude  kesenjangan itu dari tahun ke tahun terus menurun.

Beberapa isu yang perlu mendapat perhatian, di antaranya masalah pengangguran, kemiskinan dan ketimpangan yang masih tinggi. Kemudian masalah Ketahanan pangan dan energi, rendahnya pelayanan birokrasi, struktur ekonomi serta kualitas SDM dan high cost economi.

Penyebab dominan dari permasalahan di atas,  adanya kesenjangan pembangunan infrastruktur antar kawasan/wilayah. Karenanya, konektivitas  antar pulau, perlu terus diupayakan untuk mengurangi kesenjangan sekaligus meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa.

Dalam konteks inilah Lemhanas RI melakukan kajian konfrehensif.  Menggali berbagai masukan dan pendapat dari para pakar tentang strategi meningkatkan kemandirian dan daya saing ekonomi.

AYA/Hms




Job Fair NTB, Hampir Tiga Ribu Pelamar Dapat Tawaran Kerja

38 perusahaan dengan jenis perusahaan di bidang jasa, Perhotelan, Keuangan, Media, Transportasi dan Perdagangan, yang menyediakan sekitar 30 jenis lowongan kerja, menawarkan pekerjaan untuk 2.952  pelamar

Wagub NTB, H Muhammad Amin di tengah-tengah kegiatan Bursa Kerja NTB yang berlangsung di LCC, Rabu (19/7) (Foto: Dok Humas NTB)

MATARAm.lombokjournal.com —  Perusahaan-perusahaan bertaraf nasional itu menawarkan lowongan dalam Job Fair (Bursa Kerja) NTB yang berlangsung di LCC, Rabu (19/7).  Tawaran yang dikumpulkan pihak Dinas tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB itu,  mencapai mencapai angka 80 persen pencari kerja di NTB atau sebanyak  2.952 orang

Hal itu disampaikan Kepala Disnakertrans Provinsi NTB,  Drs. Wildan  dalam laporannya dalam pembukaan Busa Kerja yang dihadiri Wakil Gubernur NTB, H uhammad Amin.

Bursa kerja merupakan ikhtiar yang digelar untuk mempertemukan antara pencari kerja dengan perusahaan pengguna tenaga kerja secara langsung, untuk mempermudah proses penempatan tenaga kerja.

“Tujuannya, untuk memfasilitasi pencari kerja mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bakat, minat dan keterampilan. Serta membantu perusahaan mendapatkan tenaga kerja berkualitas dan profesional sesuai kebutuhan perusahaan,” kata Wildan.

Selain itu, untuk mengetahui kecendrungan kualitas pencari kerja dan jenis pekerjaan, serta lowongan pekerjaan yang tersedia.  Bursa kerja dimaksudkan mengurangi angka pengangguran melalui peningkatan penempatan tenaga kerja.

Wakil Gubernur NTB  . H. Muh. Amin saat menyampaikan sambutannya mengatakan, ketenagakerjaan di Provinsi NTB dari tahun ke tahun menunjukan perkembangan yang cukup signifikan.

Masih terdapat banyak pengangguran terbuka yang tersebar di NTB.  Faktor penyebabnya, antara lain pertumbuhan angkatan kerja tinggi, pertumbuhan kesempatan kerja dan pendayagunaan tenaga kerja yang rendah.

“Serta tingkat pendidikan dan produktivitas tenaga kerja masih relatif rendah,” ujar wagub.

Mengingat masih tingginya angka pengangguran di NTB, penyelenggaraan Bursa Kerja  merupakan salah satu upaya mengurangi pengangguran.

Dalam Job Fair terpasang daftar perusahaan yang berpartisipasi, yang memberikan banyak manfaat baik bagi pelamar, perusahaan, maupun pemerintah. Bagi para pencari kerja, event ini kesempatan menemukan peluang kerja yang potensial.

“Pencari kerja dapat memasukkan lamaran langsung ke bagian rekruitmen dari masing-masing perusahaan,” kata wagub.

Informasi posisi pekerjaan yang dibutuhkan lebih akurat, dapat langsung direspon serta terdapat cukup banyak pilihan jenis posisi pekerjaan.

Perusahaan dapat menemukan banyak kandidat atau calon karyawan di perusahaan mereka. Bagi pemerintah, kegiatan tersebut membantu mengurangi pengangguran.

Wagub berharap, kegiatan Bursa Kerja ini dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pencari kerja di NTB. Pihak Disnakertrans diminta mengupayakan kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan.

“Banyak memberi manfaat langsung kepada pencari kerja di NTB,” kata Wagub Muhammad Amin, seraya berharap, perusahaan-perusahaan di NTB banyak berpartisipasi dalam kegiatan ini.

AYA




HUT Ke-49 BPJS Kesehatan; Akses dan Jaminan Pelayanan Kesehatan Seluruh Warga Indonesia

Program JKN-KIS pun terus berkembang pesat hingga kini dan bergerak menuju cakupan semesta. Melalui Program JKN-KIS setiap warga negara Indonesia mendapatkan akses dan jaminan mendapatkan pelayanan kesehatan.

Jakarta.lombokjournal.com–  Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat  (JKN-KIS) mulai diimplementasikan sejak 1 Januari 2014.  Sebenarnya cikal bakal jaminan kesehatan semesta berawal dari ide lama.

Semula  digagas Menteri Kesehataan Professor G. A. Siwabessy sejak tahun 1968. Namun cita-cita tersebut, baru mulai diwujudkan oleh Presiden RI ke-5 Megawati Soekarno Putri yang mewujudkan Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional Nomor 40 Tahun 2004.

JKN-KIS merupakan salah satu amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Aturan itu dikuatkan dengan  Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Nomor 24 Tahun 2011. Kemudian lahirlah BPJS Kesehatan yang mengelola Program JKN-KIS.

Secara bertahap, Program JKN-KIS pun terus berkembang pesat hingga kini dan bergerak menuju cakupan semesta. Melalui Program JKN-KIS setiap warga negara Indonesia mendapatkan akses dan jaminan saat mendapatkan pelayanan kesehatan.

70 Persen Penduduk Indonesia 

Program JKN-KIS salah satu Program Prioritas Pemerintahan Presiden Jokowi-JK, seperti tercantum dalam Nawacita ke-5, yaitu meningkatan kualitas hidup manusia Indonesia. JKN KIS diharapkan mampu meretas jalan perubahan demi Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Hingga kini, masyarakat yang mengikuti Program JKN-KIS hampir mencapai 70 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, saat kegiatan Sarasehan Hari Ulang Tahun BPJS Kesehatan ke-49 di Jakarta mengatakan, di tahun ke-49 sejak cikal bakal Badan Penyelenggara Dana Pemeliharaan Kesehatan  (BPDPK dibentuk), BPJS Kesehatan terus meningkatkan kinerja yang positif.

Menurutnya, itu menjadi modal sangat penting menuju cakupan semesta (universal health coverage/UHC), jaminan kesehatan yang berbasiskan gotong royong untuk seluruh rakyat Indonesia.

“Secara khusus saya sampaikan terima kasih kepada Ibu Megawati Soekarno Putri, Presiden Republik Indonesia ke-5, yang menjadi inisiator lahirnya UU SJSN Tahun 2004. Sungguh besar kontribusi beliau dalam ikhtiar mewujudkan cita-cita bangsa, mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. UU SJSN ini juga menjadi tonggak lahirnya BPJS Kesehatan,” ujar Fahmi Idris.

Dalam sarasehan tersebut hadir Presiden RI Ke-5 Megawati Soekarno Putri, Menteri Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf. Dalam peringatan HUT BPJS Kesehatan ke-49 juga dilakukan penandatanganan prasasti UU SJSN oleh Megawati Soekarno Putri sebagai apresiasi pada  kontribusinya atas terwujudnya Program Jaminan Sosial bagi masyarakat Indonesia.

Selain itu juga diberikan Piagam MURI kepada Duta BPJS Kesehatan atas pemecahan rekor sebagai institusi yang mengunggah Video Blog terbanyak yang bertemakan Hari Kelahiran Pancasila.

BACA :

HUT Ke-49 BPJS Kesehatan; Mendorong Gotong Royong Besar Sukseskan JKN-KIs

HUT Ke-49 BPJS Kesehatan; Kualitas Layanan Program e-JKN melalui soft launching aplikasi  Mobile

 

Rr

 




Di Timika, TGB Ajak Mensyukuri Keberagaman

Di Kabupaten Timika, Provinsi Papua, TGB mengajak melihat Indonesia dari  sisi keberagaman dan kekayaannya adalah karunia, dan sisi lainnya, Indonesia adalah akumulasi dari hasil perjuangan panjang seluruh anak bangsa

PAPUA.lombokjournal.com —  Ajakan merawat keberagaman disampaikan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB)  dalam dialog dengan Pemerintah Daerah dan Para Tokoh Lintas Agama di Mimika, Jumat  (14/7) malam di Mimika, Papua.

“Kewajiban kita bukan sekedar hanya mensyukurinya tapi juga merawat dan menjaganya dengan sebaik-baiknya,” kata TGB.

Kehadiran TGB diundang oleh MUI dan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kabupaten Mimika Papua. TGB dalam pertemuan itu disebut Bupati Mimika sebagai tokoh muda, tokoh bangsa dan  tokoh pejuang dari NTB.

“Pertemuan ini sebagai  nikmat dari Tuhan yang harus disyukuri,” kata bupati yang diwakili Asisten I. Dialog juga dihadiri dan Ketua DPRD Mimika, Kakantor Kementrian Agama dan para tokoh lintas Agama.

Visi pemerintah Kabupaten Timika adalah Membangun Timika yang aman, damai dan sejahtera. Mmasyarakat Mimika dari berbagai etnis dengan perbedaan nilai-nilai menjadi kekuatan membangun Timika.

Toleransi umat beragama di Mimika sangat terjaga sejak kabupaten tersebut dibentuk tahun 1996  hingga saat ini.

Menanggapi toleransi di Timika, TGB mengajak belajar dan melihat dari  kondisi beberapa negara lain yang dulunya bersatu dan kuat,  kini terpecah pecah.

“Mereka tidak bisa merawat pebedaan dalam kebersamaan,” ujarnya.

Menurut  TGB keberagaman dalam pandangan agama adalah sunatullah. Menentang keberagaman berarti menentang sunatullah.

Di NTB, mayoritas penduduknya yang beragama muslim,  tidak merusak keharmonisan dalam interaksi dengan umat lain . Kuncinya, terus bersama mencari persamaan-persamaan. Interaksi kita di ruang publik lebih banyak membicarakan petsanaan.

Perbedaan tidak dimunculkan  ke ruang publik. “Perbedaan jangan diperdebatkan, apalagi dibawa ke ranah publik,” ungkapnya.

AYA

 




Pelaku Pertambangan Diminta Utamakan Tenaga Lokal

Sektor pertambangan yang penyerap tenaga kerja sekaligus penyumbang pendapatan terbesar para pelaku usaha di sektor pertambangan agar terus meningkatkan  komitmen mengutamakan tenaga kerja lokal

MATARAM.lombokjournal.com —  Itu salah satu wujud kontribusinya sektor pertambangan bagi  pembangunan daerah dan kesejahteraan Masyarakat.

Wagub  menyampaikan harapan itu, saat membuka acara Pembinaan dan Pengawasan Terpadu Terhadap Pelaku Usaha Pertambangan Bersama Ketua Komisi VII DPR RI, Dr. Kurtubi, SE, M.Sp., M.Sc, di Hotel Jayakarta, Jum’at (14/7).

Di hadapan puluhan pelaku usaha pertambangan, Wagub menegaskan, sektor pertambanganini masih menjadi unggulan daerah.

“Namun kalau dari aspek penyerapan tenaga kerja, sektor pertanian dan pariwisata ternyata masih jauh lebih besar (menyerasp tenaga lokal),” ujarnya.

Pemerintah daerah membangun sinergitas dan sinkronisasi dengan pemerintah pusat khususnya Kementerian ESDM untuk menguatkan sektor pertambangan.

“Jika tidak ada sinkronisasi, maka apapun aspek pembangunan akan terjadi perlambatan. Sedangkan, dalam pembangunan dibutuhkan percepatan-percepatan,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Bambang Susigit,  melaporkan dua hal fokus pembinaan pihaknya saat ini. Pertama, penataan proses perizinan.

“Di NTB tercatat ada 72 IUP (Izin Usaha Pertambangan), 67 IUP sudah clean and clear (CnC) dan tinggal 5 IUP yang belum CnC,” ujarnya.

Dan pembinaan yang Kedua,  Dirjen Minerba saat ini sedang menata proses kontribusi pelaku usaha terhadap penerimaan negara secara optimal. “Saat ini kita sedang mempersiapkan pelaku usaha dapat memenuhi kewajibannya dengan mudah melalui sistem online,” terangnya

Melalui program pembinaan dan pengawasan didaerah, diharapkan hasilnya menjadi masukan pada rapat kerja yang akan datang. Agar sektor pertambangan memberikan manfaat besar bagi daerahyang memiliki tambang.

Menurut Dirjen, sektor pertambangan merupakan sektor paling banyak diawasi baik oleh hukum, auditor maupun masyarakat.

“Kita harus menjaga akuntabilitas dengan cara tiap daerah memiliki data yang sama,” katanya.

AYA

 




TGB Disambut Sebagai Tamu Kehormatan, dan Dipasangkan Topi Bulu Cendrawasih

Suku asli Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, menyambut TGB dan rombongan dengan pengalungan tas secara adat, dan pemasangan topi terbuat dari bulu burung Cendrawasih.

PAPUA.lombokjournal.com –  Saat tiba di Bandara Mozes Mimika, sekitar pukul 06.00 WIT, Gubernur NTB, Dr. TGH. M Zainul Majdi dan rombongan  disambut dengan prosesi Tarian adat Kamoro sebuah tarian penyambutan tamu kehormatan

Mengawali kunjungan dua hari (Jumat-Sabtu, (14-15 Juli) Gubernur dijemput Ketua DPRD Provinsi Papua, Elminus B Mom, didampingi Asisten pemerintahan,  Damianus K dan Ketua MUI Ustadz  H.  M Amin.

Penjemputan dengan penyematan Topi bulu burung cendrawasih merupakan simbol kehormatan yang luar biasa atau keberkahan, karena burung Cendrawasih dipercaya sebagai burung  dari surga.

Dari Bandara Mimika TGB bersama rombongan melanjutkan perjalan ke pusat Kabupaten Mimika, mengawali agenda pertama Tanah Papua, menjadi khotib dan iman shalat Jumat di Masjid Babusallam, Masjid terbesar di kabupaten Mimika Papua.

Menguraikan 7 Kebaikan

Dalam khutbahnya, TGB mengajak seluruh jamaah  merawat dan menjaga apa yang sudah diamanatkan oleh Allah dan Rasul-Nya, yaitu Iman dan Taqwa. Wujud dari keimanan dan ketawaan tersebut adalah Mengisi kehidupan dengan kebaikan-kebaiakan.

“Allah cinta kepada orang yang menyebarkan kebaikan,” tuturnya..

Menurut TGB,  Manfaat dari ketakwaan akan kembali pada diri kita sendiri.  Sebaliknya jika kita hidup diatas dunia, hanya mengikuti hawa nafsu, tidak peduli tuntunan agama, tidak peduli halal atau haram,  mudaratnya akan kembali menimpa diri sendiri.

Takwa, menurut TGB, harus diamalkan  dalam wujud menjalani kehidupan di dunia ini dengan penuh kehati hatian dan kewaspadaan. Ucapan harus benar-benar dipastikan adalah ucapan yang baik.

“Perilaku, sikap dan tindakan juga harus memiliki dasar yang baik serta membawa kemaslahatan untuk diri dan orang lain”, jelasnya.

Dalam khutbah TGB juga diuraikan tujuh kebaikan. Yang pertama, menyebarkan  ilmu yang bermanfaat, kemudian orang tua yang mendidik anaknya menjadi anak saleh, orang yang mewariskan mushaf atau kitab-kitab keagamaan.

Kebaikan selanjutnya, yakni orang yang membangun masjid, dan orang yang membangun rumah singgah yang dapat dimanfaatkan oleh para musyafir. Kemudian, orang yang membuat saluran air  untuk kepentingan orang banyak. “Dan terakhir, harta yang disedekahkannya,” kata TGB.

AYA

 

 




Musyawarah Olah Raga Jangan Timbulkan Perpecahan

Peserta Musorprov (Musyawarah olahraga Provinsi) KONI NTB 2017, diwanti-wanti  jangan sampai timbulkan perpecahan.

MATARAM.lombokjouirnal.com – Mewski terjadi perbedaan pilihan, harus mengingat tema yang diusung yaitu ‘Kita tingkatkan persatuan dan kesatuan untuk peningkatan prestasi’.

Wagub NTB, H Muhammad Amin, SH,M.Si, mengatakan itu saat membuka Musorprov Koni NTB Tahun 2017, yang dilaksanakan 14-16 Juli 2017.

“Kita tidak ingin mendengar adanya tandingan yang kita ingin adalah prestasi,prestasi yang kita capai karena kebersamaan kita,” tegasnya, Jum’at (14/7) di Mataram.

Diharapkannya kepengurusan dipilih akan bisa mengantar  berprestasi yang lebih  besar dan baik lagi untuk daerah kita NTB.

Musorprov yang merupakan agenda rutin empat tahunan digelar KONI untuk memiliki Ketua Umum tingkat provinsi dan penentuan program kerja empat tahun ke depan.

Wagub mengatakan, dengan jumlah penduduk dan sarana yang baik jika dibandingkan daerah lain, NTB harus meningkat prestasinya.

“Prestasi yang diraih merupakan hasil kerjasama semua pihak dan bukan kerja sendiri,”ucapnya.

Melalu Musroprov ungkap,  Wagub erharap melahirkan  kepengurusan yang baru dan kesinambungan dan sedapatkan mungkin hindari voting walaupun itu bagian dari demokrasi. “Kalau bersinambungan kepengurusannya baik dan kuat, tentunya penting dalam peningkatan prestasi,” ujarnya.

Sementara itu Ketua KONI NTB.Andy  Hadianto.SH,mengatakan, Musorprov merupakan pertemuan untuk menghasilkan dan majukan prestasi olah raga yang bisa membanggakan daerah.

“Musorprov ini mari jadikan untuk menghasilkan dan memajukan prestasi olah raga yang bisa membanggakan nama daerah dan negara dan bukan untuk tujuan yang lainnya,”ucapnya.

Andy menyampaikan, pada PON yang akan dilaksanakan di Papua mendatang, ditargetkan KONI NTB bisa menyumbang  medali 17 emas.

“Target 17 emas optimis kita raih karena SDM yang kita miliki,” terangnya.

AYA

 




Ridwan Kamil Minta Arahan TGB Terkait Investasi

Walikkota Bandung akan membawa investor dari Bandung untuk rencana investasi sapi dan pariwisata di NTB

Walikota Bandung, Ridwan Kamil diterima Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi di Mataram, Kamis (13/7) (Foto: Dok Humas NTB)

MATARAM.lombokjournal.com —  Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil  mengunjungi Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan memaparkan pertemuannya dengan Gubernur NTB, TGB. Zainul Majdi yang akrab dipanggil TGB, Kamis (13/7 ).

“Alhamdulillah, saya bawa rombongan dari Bandung, melaksanakan banyak kerjasama positif dengan Provinsi NTB, khususnya kabupaten dan kota di Bima,” jelas Ridwan.

Ridwan menemui Gubernur Majdi untuk minta arahan-araha, terkait investasi peternakan sapi di Bima.

“Karena di Bandung orang makan daging banyak sekali. Sekarang stok daging krisis lah ya, kalau ada suplai dari NTB yang permanen kan relatif jadi stabil. InsyaAllah kita upayakan investasi,” jelas Ridwan.

Selain itu, Ridwan berencana akan membawa pengusaha Bandung berinvestasi pariwisata di tiga Gili, di Lombok Utara.   Kedekatan Bandung dengan NTB karena mayoritas warga NTB adalah umat muslim, secara batin sangat mirip dengan di Bandung.

Ridwan juga menjelaskan ada  agenda penandatanganan Hibah. Di Bandung ada 300-an software yang membuat Pemkot Bandung dari ranking 200 melompat menjadi ranking 1 nasional untuk kinerja pemerintahan.

“Kita ingin berbagi, mengurangi kompetisi, memperbanyak kolaborasi karena kita NKRI,” kata Ridwan. Mudah-mudahan hubungan Bandung dengan kabupaten/kota di NTB diterima masyarakat, apalagi sekarang anak-anak NTB banyak yang sekolah di Bandung, jumlahnya sekitar 500 mahasiswa.

Kota Bandung sudah dua tahun bekerjasama dengan NTB. Ridwan mengungkapkan ketertarikannya dengan NTB karena alamnya subur,makmur ,indah dan luar biasa.

“Tinggal butuh duitnya aja dan orang orang yang mau kerja, maka NTB bisa luar biasa. Di sumbawa tanahnya emas semua, tinggal SDM diperkuat, insyaallah NTB bisa semakin makmur,” ujar Ridwan

Baik Ridwan maupun TGB menginginkan kerjasama NTB-Bandung khusus nya di kota/kabupaten bisa makin maksimal. Termasuk untuk pendidikan.

TGB  mengatakan , ada 50 perguruan tinggi di Bandung yang membuka kerjasama lebih banyak lagi. “Beliau siap komunikasi agar anak-anak  kita dapat kemudahan belajar di sana,” katanya.

Dijelaskannya, Ridwan Kamil menginginkan  kerjasama ekonomi,

“Beliau ingin ajak pengusaha Bandung dan Jawa Barat lebih banyak investasi. Ada dua yang sudah berjalan tapi masih tahap awal, pertama Investasi di bidang peternakan, beliau yang supervisi dan kedua soal perhotelan, “kata gubernur.

Gubernur Majdi welcome karena baik NTB dan Kota Bandung dua-duanya daerah wisata. Kalau bisa saling kirim wisatawan, maksudnya promosi tentang NTB bisa semakin digalakkan di Bandung sehingga wisatawan Bandung bisa nyambung ke NTB dan sebaliknya.

“Jadi berkonvergensi untuk memperkokoh pasar kita,” kata TGB.

AYA




Friendly Lombok dan Pesona Sumbawa, Branding Pesona Indonesia

Friendly Lombok dan Pesona Sumbawa disosialisasikan  menjadi Branding Pesona Indonesia, di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Rabu (12/7)

MATARAM.lombokjournal.com — Branding Pesona Indonesia merupakan Program Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk memperkenalkan keragaman dan keindahan Pariwisata Indonesia di kancah internasional.  Caranya dengan  mempromosikan daya tarik potensi unggulan pariwisata tiap-tiap daerah.

Dalam sosialisasi branding itu, NTB mengangkat daya tarik wisata halal dengan Lombok  friendly dan  pesona  Sumbawa sebagai branding.

“Melalui program ini, daya tarik dan arus kunjungan wisatawan  nasional dan internasional ke NTB akan mencapai target 3 juta orang, bahkan lebih,” kata Wakil Gubernur NTB H. Muh Amin, SH, M.Si saat membuka acara penegasan branding sangat penting  untuk meningkatkan citra dan daya tarik destinasi wisata daerah.

Kata wagub, dengan tumbuh berkembangnya industri pariwisata di NTB, akan  menumbuhkembangkan ekonomi kreatif dan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sektor pariwisata telah berkontribusi nyata untuk membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran dan menurunkan ngka kemiskinan. Pemerintah pusat dan daerah bersinergi mengembangkan sektor pariwisata sebagai prioritas utama.

“Semua ikhtiar yang pernah dilakukan tentu harus didukung oleh semua pihak,” tegas wagub.

Dipaparkannya, potensi  pariwisata di  Pulau Sumbawa tidak kalah dengan Pulau Lombok. Namun penanganan dan promosinya, perlu disesuaikan dengan potensi lokal yang dimiliki.

“Sosialisasi branding ini bagus juga, ketika kita sama sama mau memperkuat sehingga tidak terjadi disparitas atau kesenjangan,” tuturnya.

Peran Kepala Daerah sangat penting membangun pariwisata. Kepala daerah harus pro aktif dan pro investasi dalam berbagai kebijakan-kebijakan di daerahnya.

Ditegskan wagub, Kepala Daerah bekerja sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD), merumuskan program pembangunan pariwisata.  Peran Pemerintah Provinsi tidak lebih dari fasilitator, dinamisator, motivator, dan juga regulator. Sebab yang mengeksekusi nantinya pemerintah kabupaten/kota.

“Hal ini nantinya akan menjadi motivasi bagi kepala daerah dan pelaku pariwisata,” kata wagub.

Dalam kesempatan itu wagub menegaskan pentingnya penguatan atraksi-atraksi, infrastruktur, aksesibilitas, dan transportasi. “Ini merupakan tugas dari pada pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” tegas Wagub

Kegiatan itu dihadiri, Danlanud Rembiga, FKPD Provinsi NTB, Asisten Deputi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Tujuh orang mahasiswa Universitas Pendidikan Sultan Idris, Malaysia jurusan seni persembahan juga tampak hadir.

AYA




Wawasan Anti Korupsi Untuk Para Pendidik di NTB

Para Kepala Sekolah, Calon Kepala Sekolah dan Para Pengawas Pendidikan SMA/SMK serta Lembaga Pendidikan di NTB mendapat pembekalan wawasan Anti Korupsi,

MATARAM.lombokjournal.com —  Ini upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mewujudkan pendidikan yang berintegritas.  Para pendidik, mulai Kepala Sekolah, Calon Kepala Sekolah dan Para Pengawas Pendidikan SMA/SMK serta Lembaga Pendidikan di bawah wewenang Pemprov NTB mendapat pembekalan wawasan anti korupsi selama dua hari, Selasa dan Rabu (11-12/7), di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB.

Pembekalan wawasan antikorupsi, terutama mengenai aturan pungutan dan sumbangan pendidikan. Wawasan itu merupakan upaya preventif mencegah kasus kasus pungli (pungutan liar) di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. NTB H. Muh. Suruji, menjelaskan, pembekalan dua hari itu dihajatkan  agar ke depan tidak ada lagi kasus kasus yang menjerat pelaku utama pendidikan dalam mengelola keuangan sekolah.  Dikatakannya, perkembangan penerimaan peserta didik sekolah menengah yang sudah digagas dengan sistem baru (sistem zona).

“Alhamdulillah di NTB berjalan lancar dan aman, tanpa penolakan seperti di daerah lain,” terangnya.

Tim Sauber Pungli dan 4 Rektor PTS terkemuka di NTB didaulat menjadi narasumber, yakni Rektor STKIP Hamzanwadi, Rektor IKIP Mataram, Rektor STKIP Bima dan Rektor UNSA.

Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi yang akrab disapa TGB, saat membuka acara menegaskan, penyelenggara pendidikan harus memiliki komitmen tinggi menjaga integritas.

“Salah satunya dengan membentengi diri dari praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme di sekolah,” tegasnya.

Diingatkan gubernur, para pendidik agar taat asas dan mengikuti prosedur atau standar standar yang sudah ditetapkan, terutama  dalam pengelolaan keuangan. “Khusus untuk pengelolaan belanja keuangan atau pungutan, jangan ada inovasi,” tegasnya.

Institusi Mulia

Penegasan itu dimaksudkan, jangan sampai institusi pendidikan sebagai tempat mulia, tempat anak-anak menimba ilmu, menjadi tercoreng kepentingan pihak tertentu. Mewujudkan pendidikan yang berintegritas, membutuhkan keteguhan komitmen semua pihak, ungkap gubernur di hadapan 487 kepala sekolah, calon kepala sekolah dan pengawas serta undangan yang hadir.

Gubenur Majdi mengajak seluruh pengelola pendidikan di NTB menyikapi peralihan kewenangan pengelolaan pendidikan tingkat menengah atas (SMU/SMK) ini dengan menampilkan kinerja dan ikhtiar terbaik.

“Pelimpahan kewenangan itu harus dapat secara nyata berkontribusi meningkatkan sektor pendidikan di NTB secara keseluruhan,” tegasnya.

TGB menyebut pendidikan sebagai salah satu sektor dengan regulasi yang cukup kaya. Misalnya, dalam hal penerapan kurikulum, butuh waktu bertahun tahun memutuskan apakah kurikulum tersebut sudah sesuai atau tidak.

Guna  mewujudkan generasi berkualitas dan berkarakter, TGB menitipkan harapan kepada para guru dan kepala sekolah, agar mengintegrasikan 3 hal dalam mendidik.  Yaitu transfer pengetahuan kognitif kepada peserta didik. Kemudian transfer nilai nilai baik, dan yang terakhir guru juga harus mampu mendorong , memotivasi serta memfasilitasi peserta didik melakukan penjelajahan intelektual.

Dalam kesempatan itu, TGB spontan  mengajak undangan berdiri dan menyanyikan lagu hymne guru dan Indonesia Jaya. ” Lagu-lagu yang dapat menggugah kecintaan kita kepada guru dan tanah air”, ungkap TGB mengakhiri sambutannya.

AYA