Menstandarkan Usaha Pariwisata Halal

Pelaku pariwisata diharapkan punya pemahaman sama tentang destinasi wisata halal

MATARAM.lombokjournal.com —  Sosialisasi standarisasi usaha pariwisata halal dilakukan Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Mataram, Senin (31/7).

Kegiatan itu diharapkan bisa menyatukan pemahaman konsep wisata halal antara industri, pemerintah, dan regulator. Meski nama NTB terutama Pulau Lombok sudah dikenal dunia sebagai destinasi wisata halal melalui penghargaan destinasi wisata halal terbaik dunia.

“Namun penghargaan wisata halal harus dibarengi kesatuan langkah dan pemahaman yang sama,” Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal mengatakan

Sosialisasi kepada pelaku industri pariwisata NTB untuk melengkapi usaha dengan sertifikasi halal, baik hotel maupun restoran. Sebab masih banyak hotel yang bergantung pada sektor pariwisata konvensional seperti industri perhotelan.

Dikatakannya, para industri perhotelan harus menyiapkan pelayanan halal bagi wisatawan muslim. Misalnya, hotel menyediakan memberikan layanan halal seperti tempat untuk bersuci, dan perlengkapan ibadah.

Di tempat sama, LPPOM MUI NTB, Teti Indrawati mengatakan, sosialisasi sertifikasi halal sudah digaungkan LPPOM MUI. Namun, trennya terus meningkat seiring keberhasilan NTB ditetapkan sebagai destinasi wisata halal terbaik.

Teti menyampaikan, produk halal ialah makanan, minuman, obat, kosmetik yang tersusun dari unsur yang halal dan melalui proses produksi produk halal sesuai dengan syariah.

“Adanya sertifikasi halal, guna memberikan kenyamanan, keamanan, ketersediaan produk halal bagi masyarakat dalam mengonsumsi dan menggunakan suatu produk,” kata Teti.

Dalam perkembangan teknologi pangan, ada beberapa bahan terlarang yang bisa jadi bahan pangan dan kosmetik. Makanya perlu dilakukan penelitian atau pengecekan.

Tren sertifikasi halal di NTB terus meningkat tiap tahun. Pada 2016 tercatat ada 644 usaha yang sudah melengkapi diri dengan sertifikasi halal, dengan rincian UMKM sebanyak 269, rumah makan sebanyak 200, restoran hotel sebanyak 75, dan restoran non hotel sebanyak 100.

Angka tersebut melonjak signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 175 sertifikasi dari empat kategori usaha tersebut.

Teti meminta para pelaku industri pariwisata di NTB menjaga kualitas usai mendapat sertifikasi halal. Bagi yang belum melengkapi, Teti berharap para pelaku usaha segera untuk melengkapinya.

Penerapan sertifikasi halal belum berjalan maksimal lantaran masih rendahnya kesadaran para pelaku usaha sektor pariwisata dan UMKM untuk mengurusnya.

“Ada juga asumsi yang katakan kalau setiap produksi yang dilakukan orang muslim pasti halal sehingga enggan mengurusnya,” kata Tetti.

AYA




Pelatihan Media Untuk Mengawal Isu Gender

Media diharapkan dapat mengawal masalah gender

Loteng.lombokjpurnal.com – Pelatihan Pengarus Utamaan Gender (PUG), PP dan PA bagi SDM Media di Provinsi NTB, dibuka Kepala DP3AP2KB ( Dinas pemberdayaan perempuan perlindungan anak dan pengendalian penduduk keluarga berencana) Hj. Hartina MM, di Hotel Golden Palace, Sabtu (29/7).

Pelatihan tersebut diselenggarakan atas kerjasama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) bekerjasama dengan PWI Pusat. Penyelenggaraan pelatihan berlangsung hingga Minggu (30/7), yang diikuti 30 orang peserta baik wartawan maupun mahasiswa jurusan Jurnalistik di NTB.

“Pelatihan Pengarus Utamakan Gender Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bagi Media di NTB sangat penting, sehingga Media dapat mengawal masalah Gender di daerah ini dengan baik,” kata Hj Hartina.

Wartawan senior Kompas (1984-2015), Maria Hartiningsih, ebagai fasilitator pelatihan menyampaikan materi tentang Merebut Ruang Geder dan Media, dan Ketua Bidang daerah PWI pusat Atal S. Depari t sebagai fasilitor dengan materi Kode Etik Jurnalistik Penulisan Perempuan dan Anak.

Maria menguraikan, problem gender baik yang terjadi di Indonesia maupun di luar Negeri. Gender adalah kesamaan hak antara perempuan dan laki-laki, yang membedakan adalah kodratnya yaitu perempuan melahirkan dan menyusui.

“Gender tidak lagi oposisi tapi sudah beragam yang lebih terkait dengan relasi kuasa yang tidak seimbang,” katanya.

Menurutnya, isu Gender tidak hanya menyangkut perspektif perempuan tapi ada perspektif lain, yaitu yang kuat harus membantu yang lemah. Kalau relasi kuasnya timpang, maka kita tidak bisa melaksanakan demokrasi substansial yaitu menghargai hak dan martabat manusia.

Ketua Bidang Daerah PWI Pusat Atal S Depari dalam paparannya mengunngkapkan, Kode etik jurnalis ( KEJ ) merupakan panduan moral dan etika profesi wartawan dalam menjalankan kegiatan jurnalisme , mencari, memperoleh, memiliki , menyimpan, mengolah, dan menyajikan informasi (6 M).

Dikatakannya, Pelanggaran KEJ yang paling banyak mencampurkan fakta dan opini sebanyak 40 persen, disusul mengungkap identitas korban 38 persen, mengandung informasi cabul dan sadis 21 persen dan mengungkap identitas pelaku sebanyak 1 persen.

Ada banyak kode etik juralistik yang bisa menjadi pedoman para wartawan yakni kode etik jurnalistik 2016 yang disahkan Dewan Pers. Kode etik  yang khusus memberikan perhatian pada perempuan dan anak di pasal 4 yang berbunyi ” Wartawan indonesia tidak membuat berita bohong , fitnah, sadis dan cabul.”

Serta pasal 5 yang berbunyi ” wartawan indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan. Dimana identitas adalah sebuah data dan informasi yang menyangkut diri seseorang yang memudahkan orang lain untuk melacak korban.”

AYA

 




Kejuaraan Taekwondo Piala Gubernur, Diikuti Atlit Dari Bali

Kejuaraan yang menjadi ajang mengasah pengalaman dan jam terbang para atlet usia muda ini, juga untuk penjaringan untuk dipersiapkan menjadi atlit andalan NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Kejuaraan Taekwondo Indonesia (TI) Piala Gubernur 2017, dibuka Wakil Gubernur NTB di Mataram, Jum’at (28/07). Peserta kejuaraan sebanyak 650 peserta tingkat SMP dan SMA dari Pulau lombok dan Bali akan bertanding tanggal 28-30 Juli 2017.

Kejuaraan Taekwondo itu merupakan ajang pembinaan generasi muda, agar terhindar dari kegiatan- kegiatan yang tidak bermanfaat dengan berolahraga dan meraih prestasi. “Bisa terhindar dari obatan teralarang dan kegiatan yang kurang edukatif,” kata wagub.

Taekwondo merupakan salah satu dari 15 cabang yang akan dimainkan di PON. Kejuaraan kali ini jadi ajang menambah jam terbang bagi atlet- atlet muda. Peraih prestasi terbaik I sampai III, akan ditarik dan dibina lebih lanjut sebagai atlet NTB dalam wadah PPLP.

Taekwondo Piala Gubernur akan dijadikan agenda tahunan oleh Dispora NTB bekerja sama dengan Pengprov Taekwindo NTB. Kejuaraan ini bisa dijadikan ajang mengasah pengalaman dan jam terbang para atlet usia muda dalam meniti karier menjadi atlet Taekwondo NTB dalam menghadapi berbagai even kejuarnas taekwondo di tanah air.

“Atas nama Pemerintah Provinsi NtB, saya minta seluruh Atlet Muda yang bertanding termasuk para pelatih dan Pengurus Pengcab, dapat mengikuti Kejuaraan ini dengan sportif dalam meraih prestasi terbaik,” Ujar  Wakil Gubernur dalam sambutannya.

Ketua Pengprov TI NTB,  Lalu Wirahman mengatakan, ajang ini merupakan penjaringan atlit agar bisa menjadi atlit andalan NTB. “Kita koordinaai dengan Dispora dan mendpatkan Restu  dari gubernur. Karena pertama kita pakai nama  kejuaraan Pila Gubernur,” katanya.

Sebenarnya kejuaraan hanya diikuti atlit Lombok, tapi karena ada permintaan dari Bali, akhirnya hanya dari Klungkung dan Bangli yang diikutkan.

AYA




Munas Jaringan Sekolah Islam Terpadu Berlangsung di Mataram

Munas IV Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) yang berlangsung di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) diharap memberi efek positif citra NTB sebagai destinasi wisata halal

MATARAM.lombokjournal.com – Penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) IV JSIT diapresiasi Wagub NTB, saat Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB bersama stakeholder terkait, sedang fokus pada pengembangan  wisata halal dan  wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

Selama dua tahun berturut-turut NTB berhasil meraih penghargaan the Best Halal Tourism dan Best Halal Honeymoon Destination.

“Jadi, bapak/ibu tidak perlu ragu untuk mengadakan pertemuan berskala nasional di tempat kami,” ujar Wagub NTB, H Muhammad Amin saat membuka Munas JSIT dengan Tema “Bersinergi Membangun Bangsa Melalui Pendidikan yang bermutu Religius dan Berdaya Saing Global” di Hotel Lombok Raya Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jum’at (28/7).

Seperti dilaporkan Ketua Panitia L. Muhammad Alfian, ST melaporkan, Munas ke-4 ini diikuti 1.500 orang dari seluruh Indonesia, berlangsung tanggal 27-30 Juli 2017, yang diisi berbagai kegiatan, seperti Talkshow, Seminar, dan dialog kebangsaan.

Wagub berharap event ini memberi efek positif pada citra NTB sebagai distinasi Wisata  halal  terbaik dunia.

Wagub memaparkan, mayoritas penduduk NTB beragama Islam, didukung beragamnya suku Sasak, Samawa, Mbojo dan etnis lainnya, namun rasa kebangsaan dan tingkat toleransi beragama di NTB sangatlah tinggi.

” Mari Kkta tunjukkan kepada dunia, islam adalah agama yang rahmatan lil’alamin,” ajak Wagub, sambil berpesan agar Sekolah Islam Terpadu (SIT) memberikan pendidikan islam yang baik kepada siswanya sekaligus menangkal paham-paham radikal.

Senada dengan Wagub, Ketua Umum JSIT Indonesia DR. H. Sukro Muhab, M.Si mengatakan,  jumlah Sekolah Islam Terpadu (SIT) semakin meningkat tiap tahun. Ketika Munas pertama tahun 2003, anggota SIT yang terdaftar  baru berjumlah 126 sekola.

Pada tahun 2006 meningkat menjadi  387 sekolah, dan terus mengalami laju pertumbuhan signifikan. Tahun 2009 menjadi 874 sekolah, tahun 2013  berjumlah 1.984  dan hingga pada Munas ke-4 tahun 2017, total anggota  SIT yang terdaftar berjumlah 2.462 sekolah.

“Ini menunjukkan SIT terus dipercaya oleh masyarakat dalam menghadirkan pendidikan islam,” ujarnya.

Terkait radikalisme yang sering melekat pada sekolah Islam, Sukro mengatakan SIT bekerja sama dengan MPR RI dan DPR RI untuk mengadakan sosialisasi 4 pilar kebangsaan. Ini menunjukkan bahwa sekolah Islam tidak anti Pancasila dan anti NKRI.

“Bagi kami, NKRI adalah harga mati yang harus dipelihara dan dijaga,” tegasnya.

Oleh karenanya,  ia meminta komitmen seluruh anggota SIT agar benar benar menjadi sekolah yang mengajarkan siswanya untuk sholat dengan rajin, taat kepada Allah dan negara, serta menjunjung tinggi nilai keadilan,” pintanya.

Serangkaian kegiatan, Wagub beserta Ketua Umum JSIT menyerahkan penghargaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Terpadu Guru SIT oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Tampak hadir Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda bersama Wakil Ketua DPRD, H. Abdul Hadi, Rektor Yala Islamic University Thailand, Prof. Dr. Ismail Luthfi Chapakiya, Ketua Majelis Persatuan Pendidikan Islam Malaysia Prof. Dr. Khodori, dan Vice Principle of Attaqwa Islamic College Australia Muhammad Hallak, Med.

AYA/Hms

 




TGB Ingatkan Semangat Optimisme, Seperti Tertuang Dalam Qur’an

Untuk menang berkompetisi di persaingan global, TGB ingatkan pentingnya membangun semangat optimisme

lombokjournal.com –

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) menjawab pertanyaan tentang tips  memenangkan kompetisi di persaingan global, saat menjadi pembicara pada diskusi panelis utama (main panel discussion), dalam konferensi ke-9 Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Sedunia  (Indonesian Scholars International Convention 9th)  di Kota Warwick, Inggris, Rabu (26/7).

Dikatakannya, untuk menang berkompetisi di persaingan global yang kian ketat, penting membangun semangat optimisme,” kata TGB.

“Ajaran Islam yang tertuang di dalam kitab suci Al-Qur’an, mengharuskan manusia bersikap optimis dan bukan pesimis,” tegas TGB.

Menanggapi beragam pertanyaan, TGB mengungkapkan  fakta fakta pembangunan daerah khususnya di NTB.  Banyak aspek perlu mendapatkan atensi penanganan, mulai yang tampak sederhana, tetapi berdampak besar bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Diungkapkannya, di NTB harus memberi atensi terkait kebiasaan pernikahan dini, kebiasaan pola asuh dan pola makan yang kurang baik. “Jika tidak ada pendekatan penanganan yang tepat, akan menimbulkan masalah sosial dan kesehatan,” paparnya.

Konferensi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Sedunia  (Indonesian Scholars International Convention 9th)  rutin dilaksanakan tiap tahun secara bergilir di semua negara di dunia. Pertemuan diisi dengan diskusi terkait berbagai isu yang berkembang baik di dunia maupun Indonesia.

Konferensi di Gedung Warwick Centre Kota Warwick Inggris itu, merupakan event gabungan Konvensi Internasional Peneliti Indonesia  (ISIC) dan Symposium Internasional ke-9  Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia.

Peserta konferensi mencapai 1.500 orang  peneliti dan pemuda pelajar dunia, mengupas  tema pokok Akselerasi Sumber Daya Potensial Indonesia Menyongsong 2030.

TGB membawakan  materi, “Strategi Terbaik Menyiapkan Generasi Muda Indonesia Menyongsong Bonus Demografi 2030”. Ia memaparkan strategi menyiapkan generasi muda Indonesia memanfaatkan  bonus demografi tahun 2030, , diperkirakan sebagian besar populasi di Indonesia didominasi penduduk usia produktif.

Acara di mulai pukul 10.30 waktu setempat, dibuka Duta Besar RI untuk Inggris, Dr. Rizal Sukma. Hadir juga saat itu, Duta Besar/Utusan Tetap Delegasi Republik Indonesia untuk UNESCO, Prof. Fauzi Soelaiman, Duta Perdagangan Perdana Menteri Inggris khusus untuk Indonesia, Richard Graham. Acara baru berakhir sekitar Pukul  13.00 waktu Inggris atau sekitar pukul 21.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA).

Selain TGB sebagai panelis utama, penyelenggara, Samuel Leonardo Putra bersama Ketua PPI di Inggris, Alanda Kaiza juga mengundang mantan Menteri ESDM, Sudirman Said sebagai Keynote Speaker sekaligus membuat kesimpulan pada acara diskusi panel tersebut.

Memperkuat Pendidikan

TGB menguraikan strategi transformasi pemuda menyongsong persaingan global di masa datang. Kunci utama bagi pemuda untuk melakukan transformasi diri adalah pendidikan.

“Suatu negara atau daerah ingin maju, kuat dan sejahtera, maka yang perlu diperkuat adalah pendidikan,” tegasnya.

Dikatakannya, pemprov NTB konsisten mengalokasikan 20% anggaran untuk pendidikan. Selain itu telah menyediakan banyak anggaran untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan pemuda melalui beasiswa, peningkatan kapasitas guru, peningkatan metode pengajaran, serta membangun sekolah di daerah-daerah terpencil.

Inovasi dan strategi yang dilakukannya mempersiapkan generasi yang dapat menikmati Bonus Demografi 2030 mendatang. Kebijakan populer yang sampaikan TGB, di antaranya melakukan reviltasliasi, fasilitasi dan penguatan peranan pemuda bagi pertumbuhan ekonomi, melalui pelatihan skill dan manajemen usaha.

Dikatakannya  juga tentang penguatan peran dan keterlibatan mahasiswa untuk program pendampingan bagi ibu hamil dan bayi, yang dikenal program ASHAR (Aksi Seribu Hari Pertama Setelah Melahirkan), menciptkan 200.000 wirausahawan baru dan mendorong peningkatan kualitas UMKM.

Kebijakan lainnya, menumbuhkan semangat kepeloporan pemuda dalam menciptakan desa wisata berdasarkan ciri khas dan potensi setempat, sambil menjaga kelesatarian hutan dan lingkungan, serta menumbuhkan minat baca dan mengembangkan usaha kecil menengah dengan memanfaatkan bahan baku lokal.

Para peserta diskusi sangat antusias  dengan gagasan dan pemikiran  TGB. Mereka ingin mengetahui dan mendengar penjelasan tentang capaian kemajuan pembangunan NTB yang selama ini hanya diperoleh dari media dan informasi dari mulut ke mulut.  TGB banyak mendapat pertanyaan terkait strategi mewujudkan keberhasilan pembangunan daerah.

Kebijakan kebijakan pemerintah untuk mengatasi permasalahan pembangunan, serta  pemikirannya  mempersiapkan generasi muda untuk menatap masa depan, serta strategi dan kebijakan  yang perlu dilakukan sebagai modal bagi generasi untuk menghadapi tantangan.

Usai acara, hingga di luar ruang pertemuan, TGB dikerubuti oleh pelajar dan mahasiswa untuk berbincang,  ada di antaranya yang memanfaatkan untuk selfi bersama TGB.

AYA/HMS




Rahmi Djalillah Contohkan TGB Sebagai Pemimpin Inspiratif

Saat bicara di depan santri Ponpes Darul Mahmudien, Rahmi Mencontohkan TGB Sebagai Pemimpin Inspiratif

LOTENG.lombokjournal.com  – Figur Dr M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) yang kini masih Gubernur NTB, menjadi magnet bagi jamaah NW. Bahkan kakak kandungnya, DR. Ir. Hj. Siti Rahmi Djalillah, MPd yang resmi menjadi calon NW untuk Pilgub NTB 2018, menyebut TGB sebagai tokoh inspiratif.

Itru dikatakan Hj. Siti Rahmi Djalillah saat menghadiri silaturrahmi dengan keluarga Pondok Pesantren Darul Mahmudien NW Montonggamang, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Rabu (26/7).

Saat memberikan tausyiah kepada jamaah NW dan tamu undangan yang menyambutnya, ia memberikan motivasi dan semangat kepada semua siswa yang bernaung dibawah Yayasan Ponpes Darul Mahmudien atau YADAMA, dengan mengambil sosok TGB sebagai contoh.

“TGB itu contoh pejuang yang ulet sejak kecil,” ungkapnya..

Saat ini TGB muncul sebagai figur  yang dikenal secara nasional. Rahmi mengatakan, seperti hanya para siswa YADAMA, TGB sosok yang lahir dari daerah atau kota kecil di Lombok Timur.

“TGB memiliki hobi yang sama dengan kebanyakan orang (Sasak), yaitu makan pelecing kangkung, dan sayur bening,” kata Rahmi.

Rahmi memberi ilustrasi kehidupan TGB sebagai alasannya mengambil TGB sebagai contoh tokoh inspiratif di hadapan seluruh siswa semua dan tamu undangan. Intinya, semua siswa YADAMA khususnya dan  generasi muda umumnya, bisa meniru jejak TGB.

“Hanya saja butuhkeseriusan dan niat yang mulia,’ kata Rahmi. Rahmi yang kini menjabat Rektor salah satu Universitas NW di Lotim ini juga memberikan tip menggapai kesuksesan, yaitu mengembangkan kepampuan yang ada pada diri sendiri.

Di tempat sama, Ketua Yayasan Darual Mahmudien NW yang sekaligus masih menduduki jabatan penasehat NW Loteng menyatakan rasa bangganya atas kehadiran Rahmi.

Tokoh NW di Loteng itu juga berharap agar kegiatan ini bisa memberi pencerahan bagi Yayasan untuk kedepannya. Ia sempat menegaskan, YADAMA adalah pintu utama masuk NW ke Loteng.

Gilang




Kunjungi Dahlan Iskan, TGB Diminta Siap Jadi Milik Indonesia

Meski berlatar belakang ulama, TGB dipuji Dahlan Iskan karena juga kuat di manajerial pemerintahan

lombokjournal.com  – Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang terkenal sebagai Tuan Guru Bajang (TGB) bertandang ke rumah mantan Mmenteri BUMN masa pemerintahan SBY, Dahlan Iskan, di komplek perumahan Sakura Regency Surabaya, Sabtu (22/07). Saat bertemu Dahlan, TGB mendapat sanjungan.

Menurut Dahlan Iskan, biasanya pemimpin berlatar belakang Ulama cenderung lemah di manajerial. “Berbeda dengan TGB, justeru menjadi sosok yang komplit,” ujar Dahlan.

Menurutnya, TGB selain kuat di sisi keagamaan, juga kuat di sisi manajerial. Terbukti dengan usia muda mampu memimpin selama dua periode dan mampu membawa NTB menjadi lebih baik dengan menurunnya angka kemiskinan di Provinsi NTB dari 25 persen awal tahun 2007/2008, menjadi 16 persen di awal tahun 2017 ini.

“Tuan Guru Bajang harus bersiap untuk tidak hanya menjadi milik Lombok atau NTB saja tapi menjadi milik Indonesia,” pintanya.

Menanggapi harapan bos Jawa Post Group tersebut,  TGB menyebut Dahlan Iskan sebagai tokoh nasional sangat mencintai NTB. Nyatanya sampai sekarang tetap memantau perkembangan pembangunan di provinsi Nusa Tenggara Barat. Pertemuan silaturrahmi tersebut diakhiri dengan sholat zuhur berjamaah yang di Imami langsung oleh Gubernur TGB.

Kunjungan TGB menemui tokoh Nasional dan Wartawan senior tersebut, merupakan pertemuan silaturahmi biasa,  serangkaian kunjungannya memenuhi undangan sebagai narasumber dan silaturahim yang digelar para Tokoh Masyarakat dan sejumlah Organisasi kemasyarakatan di Wilayah Surabaya dan Jombang Provinsi Jatim (Sabtu-Minggu, 22-23 Juli).

Pertemuan singkat yang dihadiri beberapa sahabat Dahlan Iskan, menjadi ajang temu kangen kedua tokoh. Diselingi acara jamuan makan siang bersama, saat itu Dahlan Iskan  memuji  TGB sebagai  tokoh muda yang langka, dan sosok pemimpin yang komplit, memiliki kemampuan yang lengkap.

AYA

 




Ancaman Kematian Dari Kanker Serviks

Kanker leher rahim atau serviks bisa dicegah dengan pemeriksaan dini. Lebih dini diketahui,  lebih murah biayanya dan mudah mengobati. Kalau terlambat, fatal akibatnya

MATARAM.lombokjournal.com – Sosialisasi IVA (inspeksi visual asam asetat) diselenggarakan Perhimpunan Ahli Kebidanan dan Penyakit Kandungan bersama BPJS Kesehatan Cabang Mataram, di aula Kantor Camat Gunungsari, Lombok Barat, Sabtu (22/7).

Sosialisasi yang dimulai sejak pagi itu dibuka oleh Camat Gunungsari, H Rusni, S.Sos. Selain dihadiri Danramil danKapolsek Gunungsar, juga diikuti sekitar seratus kelompok wanita, ibu-ibu dan remaja dari Kecamatan Meninting dan Gunungsari, Lombok Barat.

Kedua wilayah kecamatan itu mendapat perhatian mengingat lokasinya termasuk dalam kawasan pariwisata

Selama penyuluhan tentang penyakit kanker serviks itu, kelompok wanita dan ibu-ibu itu tampak antusias.

Meski sudah beberapa kali BPJS Kesehatan Cabang Mataram melakukan sosialisasi deteksi dini kanker serviks, namun sosialisasi IVA langsung bersama para ahlinya.

Selain dr Ario Damanto, SpOG yang memberikan penyuluhan kanker serviks, hadir dr Doddy Ak, SpOG, ahli kandungan yang juga Ketua Perhimpunan Ahli Kebidanan dan Penyakit Kandungan serta Koordinator Female Cancer Programme Lombok.

Satu-satunya ahli penyakit kanker di NTB, dr IMW  Mahayasa, SpOG, juga hadir memberikan penyuluhan. Mahayasa juga menjawab pertanyaan dari ibu-ibu yang ingin mengetahui lebih banyak seputar kanker serviks. Selama ini ibu-ibu mendengar penyakit kanker serviks yang sering disebut di berita hiburan TV, karena merupakan penyebab kematian artis Julia Peres.

Ibu-ibu dapat langsung melakukan tes IVA, setelah penyuluhan dengan didampingi dokter ahil kanker.  Tes IVA merupakan salah satu cara untuk melakukan deteksi dini kanker serviks.  Leher rahim dipulas dengan asam asetat 3-5 persen dan ditunggu selama 1 menit.

Tidak sakit dan hasilnya saat itu juga dapat disimpulkan, pasien normal (negatif) atau  positif (lesi calon kanker). “Tes IVA merupakan deteksi dini kanker serviks. Murah, mudah dan langsung terdeteksi,” jelas dr Dodik.

Ancaman Kematian

dr Doddy Ak, SpOG

Kanker serviks merupakan tumor ganas yang mengenai leher rahim, yang ditimbulkan oleh HPV (Human Papiloma Virus), mudah ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak sehat. Dari data rumah sakit sentral di Indonesia, terdapat 15 ribu pasien baru kanker leher rahim tidap tahun, 8 ribu di antaranya meninggal dunia.

“Tiap jam terdapat orang Indonesia meninggal dunia akibat kanker serviks,” kata dr Dodik.

Menurutnya, baru sepuluh tahun terakhir penyebab kanker serviks diketahui di Indonesia. Sejak itu dilakukan upaya deteksi dini sebelum virus berkembang  menjadi kanker. “Penyuluhan yang kita lakukan juga untuk melatih bidan-bidan di rumah sakit seluruh NTB, untuk melakukan deteksi dini, antara lain melalui tes IVA,” katanya.

Hanya melalui deteksi dini segera diketahui virusnya, dan langsung dilakukan pengobatan untuk penyembuhan total. Sebab kalau perjalanan kanker sudah sampai stadium lanjut, belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan. “Hanya menunggu kematian,” ujar Dodik

dr IMW Mahayasa, SpOG

Lebih jauh, dr Mahayasa menjelaskan, menemukan lesi pra kanker masih bisa diatasi, kalau sudah kanker pengobatannya membutuhkan biaya mahal,dan akan menjadi beban negara.

Di NTB sudah banyak ditemukan pasien penderita serviks stadium lanjut. Dalam sebulan sudah ditemukan 25 pasien yang harus dilakukan kemo terapi. Sebaliknya, sangat sedikit pasien yang melakukan pemeriksaan deteksi dini.

“Kita lebih banyak menemukan pasien stadium lanjut. Artinya, masyarakat kita masih rendah kesadarannya untuk melakukan pemeriksaan dini,” dr Mahayasa, ahli kanker satu-satunya di NTB itu.

Mahayasa menjelaskan tentang daya tahan orang yang telah mengidap kanker serviks. Untuk penderita stadium 1 tanpa pengobatan intensif, orang hanya bisa bertahan maksimal 15 tahun. Stadium 2 dan 3 juga makin pendek kemampuan seseorang untuk bertahan.

“kalau sudah stadium empat yang sudah tidak bisa disembuhkan, seseorang hanya bisa bertahan hidup cuma empat bulan,” tegas Mahayasa.

Karena itru, melakukan pemeriksaan secara dini mutlak penting.

Rr




BPJS Kesehatan Lakukan Sinkronisasi Kepastian Penjaminan Peserta Laka Lantas

Penjaminan peserta kecelakaan lalu lintas butuh koordinasi dan kolaborasi multi pihak.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram, dr MuhammadAki (kanan) dan Dirlantas Polda NTB, Kombes Pol, Budi Indra Darmawan (foto: Rr)

MATARAM.lombokjournal.com – BPJS Kesehatan NTB (Kantor Cabang Mataram, Selong dan Bima) menyelenggarakan ‘Pertemuan Koordinasi Penjaminan Peserta Kecelakaan Lalu Lintas di Era JKN’ di Hotel Aston di Mataram, Kamis (20/7).

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut koordinasi sebelumnya yang melibatkan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Dirlantas Polda NTB, Jasa Raharja NTB, PT Taspen dan Asabri NTB.  Koordinasi kali ini juga mengundang para Kasat Lantas seluruh kabupaten/kota se NTB, sebagai aparat yang memahami fakta di lapangan.

“Pertemuan koordinasi ini diharapkan menghasilkan out put, bagi kepastian penjaminan peserta kecelakaan lalu lintas (laka lantas),” kata Kepala BPPJS Kesehatan Cabang Mataram, dr Muhammad Ali.

Sebelum diskusi untuk mengambil kesimpulan tentang apa yang akan dilakukan setelah pertemuan koordinasi tersebut, enam orang menjadi menjadi nara sumber mewakili institusinya.

Masing-masing nara sumber tersebut adalah Dirlantas Polda NTB Kombes Pol. Budi Indra Darmawan, S.Ik, BPJS Kesehatan yang diwakili Kepala BPJS Kesehatan Cabang Selong, dr Gerry Adhikusuma, Kepala BPJS Ketenagakerjaan yang diwakili Kepala Bidang Pelayanan, Yulia Ika Wardani, Kepala PT Taspen NTB, Abdul Gofur, Kepala Jasa Raharja NTB, Dasrul, dan Bagian Pelayanan ASABRI NTB, Johan.

Kombes Pol Budi Indra Darmawan mengatakan, kecenderungan turunnya angka kecelakaan lalu lintas di NTB hingga 20 persen.  Namun diakuinya, masih banyak ditemui perilaku masyarakat dalam berkendaraan yang tidak tertib, salah satu contohnya kendaraan dengan bak terbuka yang dipakai mengangkut penumpang.

“Ada kecelakaan yang tidak dicover Jasa Raharja. Sedang masyarakat tidak memahami penjaminan di era JKN,” kata Budi. Meski demikian, ia menegaskan pentingnya memberi rasa nyaman karena ada penjaminan.

Dr Gerry Adhikusuma saat bicara sebagai nara sumber menekankan, pertemuan koordinasi dilakukan karena masing-masing berniat melakukan sikronisasi, untuk memberi layanan yang cepat dan pasti. Gerry memberikan c ontoh pengalamannya berkolaborasi dengan Polda Sulteng terkait sinkronisasi itu.

“Penjaminan peserta kecelakaan lalu lintas butuh kolaborasi,” katanya.

Kepala Jasa Raharja NTB, Dasrul, dalam kesempatan bicara juga menegaskan perlunya kepastian penjaminan bagi peserta laka lantas. Dalam era sekarang, kepastian ini juga merupakan jaminan kehadiran negara bagi tiap warga bila mengalami kecelakaan.

“Tapi itu tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, para pihak harus bersinergi dan melakukan terobosan untuk melayani masyarakat,” ujar Dasrul.

Setelah mendengar penuturan para Kasat Lantas se NTB tentang situasi lapangan, dilanjutkan dengan diskusi yang berakhir hingga menjelang makan siang. Diskusi tersebut intinya untuk mencari masukan, secara tehnis apa yang bisa dilakukan setelah pertemuan kordinasi.

Rr




Tim Nawa Cita Melirik Industri Tebu NTB

Industri tebu di Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat peluang dikembangkan

MATARAM.lombokjournal.com – Penjajakan untuk mengembangkan pembangunan industri tebu di Wilayah Provinsi NTB, dilakukan Tim Nawa Cita Indonesia. Ketua Tim Nawa Cita Indonesia, Dr. RM. Suryo Atmanto mengungkapkan itu  saat menemui  Gubernur NTB, Dr. TGH. M.Zainul Majdi  di Pendopo Gubernur NTB di Mataram, Jum’at  sore (21/7).

Rencana pengembangan industri tebu itu sejalan dengan program Nawacita yang diluncurkan Presiden RI  Joko Widodo. Yang dikedepankan adalah kebhinekaan, serta membangun infrastruktur di seluruh negeri, termasuk di NTB, untuk meningkatkan soko ekonomi masyarakat.

Pertemuannya dengan Gubernur NTB yang akrab disapa TGB itu, menjelaskan program Nawa Cita yang dikembangkan di NTB, salah satunya  pembangunan industri tebu.

“NTB memiliki potensi yang besar untuk industri tebu, karena tersedia lahan dan juga iklim yang cocok,” ujar Suryo Atmanto.

Atas kunjungan Tim Nawa Cita, TGB menegaskan komitmennya merawat kebhinekaan, memperkokoh persatuan dan kesatuan serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan

“Kami di NTB juga memiliki skala prioritas yang  sama dengan cita-cita Presiden Jokowi dalam skala nasional. Tugas kita semua di daerah adalah mewujudkan cita-cita nasional tersebut”, ujar TGB.

Menurut TGB, tumbuhnya berbagai industri di NTB, bukan saja menjadi suntikan energi bagi peningkatan perekonomian masyarakat, tetapi juga mendorong terbangunnya kultur berkompetisi secara sehat.

TGB menyarankan Tim Nawa cita segera mengambil langkah awal menginventarisir lahan dan potensi yang tersedia. Menyangkut perizinan, ia menjamin Pemerintah Provinsi NTB memberikan kemudahan sesuai aturan yang berlaku.

Gubernur sempat menitipkan pesan, agar Pemerintah Pusat mempertimbangkan kebijakan penetapan PPN 10 persen terhadap gula tebu oleh Dirjen Pajak.

“Ini menjadi beban cukup berat bagi petani,” kata TGB.

AYA