NTB Rentan Bencana, Masyarakatnya Harus Tangguh Bencana

Nusa Tenggara Barat (NTB) tergolong rentan bencaana, dari 14 jenis potensi bencana di Indonesia, 11 di antaranya terdapat di NTB

MATARAM.lombokjounal.com — Kondisi geologis NTB terutama di wilayah pegunungan dan pesisir pantai, mulai dari barat sampai timur rawan bencana.

Wakil Gubernur NTB, H. Muh Amin, SH., M.Si mengungkapkann itu dalam pembukaan Rakor (rapat koordinasi) Peningkatan Kapasitas Pemerintah, Pemerintah Daerah dan Masyarakat dalam Penanganan Bencana Tahun 2017, di hotel Lombok Raya Mataram,  Selasa (8/8).

“Mengantipasi rengtan bencana, selain membutuhkan program  penanganan  komprehensif dan terintegrasi, juga penting menyiapkan masyarakat agar tangguh bencana,” katanya.

Menurutnya, bila bencana terjadi akan , melumpuhkan tingkat  produktivitas masyarakat.  Lahan pertanian dan infrastruktur rusak. “Semua pihak harus berperan ‘merecovery’ akibat bencana tersebut,” katanya.

Merujuk Undang-Undang 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, penyelenggaraan penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab pemerintah dan pemerintah Daerah. Dalam menjalankan amanah konstitusi tersebut, perlu disusun konsep penangulangan bencana yang  terencana, terkoordinasi dan menyeluruh.

Pemerintah daerah dan semua pihak terkait, untuk menyatukan langkah-langkah taktis yang cepat dan tepat untuk meminimalisir dampak bencana, sekaligus mempersiapkan diri untuk menghadapi resiko bencana di masa depan.

“Sebagai langkah preventif,  saya minta BPBD NTB selaku leading sector penanggulangan bencana mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat agar menjadi masyarakat tangguh bencana,” pinta Wagub.

Di kesmepatan sama, Asdep Tanggap Cepat Bencana, Kemenko PMK, Joko Yuwono mengatakan, hasil Rakor diharapkan dapat diperoleh masukan dan pemikiran serta komitmen lebih jauh, agar dapat mengantisipasi berbagai permasalahan kebencanaan. Selanjutnya dapat dirumuskan berbagai langkah penanggulangan melalui keterpaduan kebijakan dan perencanaan, khususnya dalam penguranga resiko bencana.

Herbin Manihuruk selaku Asdep PRB (Pengurangan Resiko Bencana) menambahkan, hasil indeks resiko bencana (database tahun 2014) dari 478 kabupaten/kota, 77 persen wilayah Indonesia merupakan resiko tinggi rawan bencana. Di NTB, 88 persen dari wilayah ini menjadi lokasi prioritas.

Herbin mengatakan, hal yang perlu dilakukan pemerintah adalah sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia mengungkapkan gagasannya tentang upaya mewujudkan ketangguhan bencana di setiap desa.

Artinya ketika terjadi bencana, maka pihak pertama yang bisa menyelamatkan masyarakat, bukan BPBD atau Tim SAR tetapi masyarakat sendiri.

“25 persen selamat karena diri sendiri, maka dari itu masyarakat harus kita internalisasikan bagaimana upaya-upaya penyelamatan diri,” tegasnya.  Program Desa Tangguh Bencana menjadi prioritas, tambahnya.

AYA




Al-Quran Harus Selalu Dekat Dengan Anak-anak

Kewajiban utama para orang tua membangun kedekatan  anak anak dengan al- Quran

lombokjournal.com –  Membangun kedekatan  anak anak dengan al Qur’an merupakan tugas utama para orang tua. Pendidikan terbaik bagi anak-anak ada dalam Al Quran.

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) mengatakan itu di depan ratusan jamaa’ah di Rumah Tahfizh Miftahul Jannah, di Kelurahan Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Jum’at (/8).

“Menjadi anak yang sholeh atau terbaik,  jalan yang paling utama adalah al quran,”  kata TGB.

TGB menegaskan, membangun masa depan bukan pembangunan sisi lahir belaka. Juga penting membangun kekuatan batin bangsa seperti keberanian, semangat juang dan kepercayaa diri juga sangat penting.

“Bangsa ini perlu orang-orang dengan keteguhan iman,  karakter yang kuat dan tak kenal menyerah. Dan kita akan mendapatkannya dengan terus  mendekatkan anak-anak dengan Al Quran, ” tegasnya.

TGB dijadwalkan melakukan kunjungan di Kota Medan, Sumatera Utara, sejak Jumat (4/8) hingga Minggu (6/8), memenuhi undangan para ulama dan tokoh masyarakat Sumatera Utara, KH.  DR.  Dedi Masri,  LC. MA serta sejumlah Pimpinan Ponpes. Kunjungannya menghadiri acara temu tokoh dan dialog kebangsaan pada pelantikan DPW Ikatan Pondok Pesantren (IPI ) Sumut, Jum’at malam.

Kemudian, Hari Sabtu (5/8-17) diawali shalat subuh berjemaah, dilanjutkan Tablik Akbar dan silaturahim dengan sejumlah Tokoh Masyarakat.

Hari pertama tiba di Sumut, Jumat siang, TGB mengawalinya dengan sholat Jum’at dan menjadi khotib di Masjid Agung Kota Medan. Usai sholat Jum’at dilanjutkan bersilaturrahmi dan bertausyiah di Rumah Tahfizh Miftahul Jannah, di Kelurahan Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.

“Menjadi anak yang sholeh atau terbaik,  jalan yang paling utama adalah al quran,”  kata TGB.

Rasulukllah membangun kota Madinah tidak hanya melihat kekayaan sumber daya alamnya. Tapi lebih melihat potensi penduduk dan generasinya mudanya, dan mendidiknya sebagai  pembawa cahaya Al Quran

“Nabi Muhammad melihat Madinah sebagai kota cahaya yang akan memancarkan agama islam, dan anak anak kita sekarang adalah para penjaga cahaya islam, ” ungkapnya.

AYA




NTB Expo, Ihtiar Mempromosikan Produk UMKM

Penyelenggaraan NTB Expo memacu kreatifitas  UMKM

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Muhammad Amin mengatakan, penyelenggaraan NTB Expo merupakan salah satu ikhtiar memacu kreatifitas dan mempromosikan hasil kerajinan NTB.

“Pameran ini menampilkan produk unggulan dari NTB yang bisa tingkatkan daya saing daerah,” katanya saat dimulainya NTB Expo di Islamic Center NTB di Mataram, Kamis (3/8)

Menurutnya, kontribusi sektor perdagangan termasuk produk-produk dari UMKM di NTB terhadap pertumbuhan ekonomi masih relatif kecil. Hanya berkisar di angka 21 persen.

Jumlah sebesar itu tertinggal jauh dari kontribusi sektor pertanian yang masih menjadi sektor andalan NTB dengan sumbangsih sebesar 46 persen.

Wagub memaparkan beragam kendala yang masih membelit para pelaku UMKM di NTB, sehingga kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi belum berjalan maksimal.

“Kendala utama memang masih pada bagian produksi dan pendanaan,” katanya.

Dikatakannya, sejumlah perbankan sudah berinisiasi memberikan akses permodalan pembiayaan bagi para pelaku UMKM di NTB. Namun tidak semuanya terpenuhi lantaran adanya proses seleksi cukup ketat.

Keterbatasan pembiayaan, menurutnya, kerap menjadi pemicu bagi para UMKM di NTB secara mandiri mengembangkan usahanya hingga mampu merambah pasar internasional.

Pemprov NTB berupaya mencari solusi terkait persoalan permodalan para pelaku UMKM mengingat peran pentingnya sektor ini dalam memajukan sektor pariwisata.

“Salah satunya solusi dengan menggelar NTB Expo 2017,” ungkap wagub.

BACA : NTB Expo di Islamic Center, Menguatkan Branding Destinasi Wisata Halal

AYA

 

 




Siti Mariam, Pendaki Yang Sempat Raib di Rinjani, Ditemukan Pengembala Sapi

Pendaki asal Jakarta, Siti Mariam (29) yang dikabarkan hilang akhirnya ditemukan Suhaldi, pengembala sapi  asal warga Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Lombok Tiimnur

MATARAM.lombokjournal.com – Penegasan ditemukannya Siti Mariam yang dilaporkan hilang hari Minggu (30/7), dan dalam keadaan selamat hari Rabu (2/8) sekitar pukul 07.00 Wita, disampaikan Mustafa Imran Lubis, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

“Korban ditemukan oleh pengembala sapi salah seorang warga Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun bernama Suhaldi,” ujar Lubis, Rabu (2/8).

Saat ditemukan Siti Mariam posisinya berada 1,5 Km dari jalur pendakian Desa Sembalun ke arah selatan. Menurut penuturan Suhaldi, Siti ditemukan di daerah Abangan Sembalun dalam keadaan pucat pasi.

Dikatakan Lubis, Siti telah mendapatkan pertolongan dari petugas Balai TNGR Resort Sembalun Seksi Pengelolaan Wilayah II serta Tim Evakuasi Edelweis Medical Help Center (EMHC) dan dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap korban Siti Maryam.

“Hhasil pemeriksaan Dokter Puskesmas Sembalun, korban dalam keadaan sehat, “ kata Lubis. Siti hanya mengalami cidera ringan dan trauma akibat musibah yang dialaminya.

Sebelumnya, Siti dilaporkan hilang saat mendaki di Gunung Rinjani. Menurut penuturan Agus Budi Santoso, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), kejadian adanya pengunjung yang hilang diterima petugas Balai TNGR Resort Sembalun pada Ahad (30/7) sekitar pukul 18.00 Wita.

Laporan tersebut berasal dari petugas Polhut BTNGR Lalu Wira Jaya yang sedang melaksanakan tugas pemantauan pengunjung di Pelawangan Sembalun dan diterima Kepala Resort Sembalun Zainuddin.

Dikatakan, tim evakuasi berangkat menuju lokasi sekitar pukul 20.00 Wita dengan jumlah petugas 10 orang dan tiba di lokasi pada Senin (31/7) sekitar pukul 14.00 Wita.

Agus menerima laporan, informasi yang dikumpulkan tim evakuasi dari rekan-rekan korban, mereka merupakan endaki grup berjumlah 28 orang, berasal dari Jakarta. “Masuk melakukan pendakian melalui Sembalun hari Jumat (28/7),” ujar Agus di Mataram, Selasa (1/8).

Rombongan tersebut pada hari pertama bermalam di Pos 3, kemudian hari Sabtu (29/7) pagi menuju Pelawangan Sembalun dan bermalam. Sehari berselang, sekitar pukul 02.00 Wita, rombongan munca dan kembali ke pelawangan sembalun pada pukul 09.00 WITA.

Pada saat track turun di letter “S” korban, lanjut Agus, izin kepada temannya untuk buang air besar. Siti Mariam menitipkan barang-barangnya berupa HP, tas dan dompet pada rekan grupnya.

Setelah satu jam, korban yang beralamat di Cakung, Jakarta Timur tidak juga kembali dari buang hajatnya sehingga rekan korban mencari namun tidak ditemukan. Kemudian dilakukan pencarian oleh rekan-rekan korban lain namun tidak ditemukan.

Agus menyebutkan, saat melakukan pendakian tersebut, korban mengenakan pakaian berwarna merah marun, sweater abu-abu bertuliskan backpacker Jakarta, dengan jilbab berwarna agak merah muda.

Siti Mariam sempat dperkirakan jatuh karena tim evakuasi menemukan jejak di lokasi di mana terakhir kali korban izin untuk buang hajat. Berdasarkan jejak kaki diperkirakan korban jatuh ke jurang dengan kedalaman sekitar 100 meter lebih,” kata Agus.

BACA : Cerita Lain Hilangnya Siti, Pendaki Dari Jakarta

Namun, karena kondisi cuaca, tim akan kembali melakukan pencarian dengan membawa peralatan untuk evakuasi. Kata Agus, saat ini 25 orang rekan korban sudah turun menuju Sembalun dan 2 orang termasuk pelapor juga sudah berada di Sembalun.

AYA




Dana Desa Juga Untuk Tanggulangi Kemiskinan

Akan dilakukan pelatihan bagi Pemerintahan Desa agar APBDes program dan kegiatannya berkontribusi untuk pengentasan kemiskinan.

MATARAM.lombokjournal.com –Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, akan melakukan pelatihan kepada para Kepala Desa dan seluruh Pendamping Desa, untuk memastikan merencanakan APBDes program dan kegiatannya berkontribusi untuk pengentasan kemiskinan.

“Saya harapkan semua kepala Desa dan Pemerintah Desa untuk bersama-sama memahami potret kemiskinan di Desa,” kata Kepala Bappeda Provinsi NTB Ir. Ridwan Syah, MSc,.MM,MTp di Mataram, Selasa (1/8).

Selain itu, pemerintah akan mengintegrasikan program antara Provinsi dengan Kabupaten. Saat ini sudah dimulai antara SKPD dengan pendekatan desa berbasis kawasan.

Irwansyah  mengatakan, untuk menurunkan angka kemiskinan Pemprov NTB akan melakukan berbasis Desa. Pemerintah sudah mempunyai data terintegrasi berbasis desa yang menjadi acuan dalam merencanakan program penanggulangan kemiskinan.

Kemiskinan juga sudah menjadi agenda rutin setiap tahapan pembangunan. Untuk mengatasinya, sudah banyak program dan kegiatan pemerintah yang berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan.

Salah satunya dengan adanya dana desa yang akan diarahkan untuk menanggulangi kemiskinan di NTB

“Dana Desa juga diarahkan untuk penanggulangan kemiskinan,” tegasnya.

Irwansyah meilihat dalam struktur APBD yang ada,  hampir semua fokus untuk masalah penurunan angka kemiskinan.

AYA

 




Relokasi Pasar Seni Trawangan, Mulai Jum’at Malam

Hari Selasa malam (malam ini) dan Rabu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lombok Utara (KLU) akan sosialisasi untuk melakukan relokasi pasar seni Trawangan.

MATARAM.lombokjournal.com  –  Relokasi pasar seni itu dipastikan tidak akan merugikan pedagang pasar seni dan tak akan mengganggu perekonomian pasar tersebut.

“Setelah sosialisasi, kita buatkan event sambil pasang spanduk relokasi,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja KLU H Ahmad Dharma, usai berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pariwisata NTB di Mataram, Selasa (1/8).

Ahmad Dharma mengaku sudah turun melihat lokasi baru, jaraknya sekitar 1 kilo meter lebih dari lokasi sebelumnya. Pihaknya menunggu jadwal dari Dispar NTB. Meski begitu ia akan melakukan sosialisas terlebih dahulu selama dua hari kepada pedagang yang akan direlokasi.

Rencana Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) dalam waktu dekat memang segera merelokasi seluruh pedagang di pasar seni Gili Trawangan. Relokasi tersebut diyakini tidak akan mengganggu perekonomian dalam pasar tersebut.

Sebelum direlokasi, rencananya pemda KLU akan melakukan sosialisasi sekaligus mengadakan event. Relokasi pasar seni sebenarnya telah lama direncanakan. Hanya saja, belum bisa diselesaikan.

Dharma mengatakan, ada tahapan yang telah disepakati sebelum melakukan relokasi terhadap pedagang di pasar seni tersebut.

“Malam ini dan besok malam kita akan lakukan sosialisasi. Malam sabtunya (Jum’at malam) sudah bisa kita lakukan pemindahan,” jelasnya.

Pasar seni tersebut akan direlokasi sekitar 1,5 kilometer dari lokasi semula. Di tempat relokasi telah dibangun 24 lokal baru berupa tenda untuk para pedagang. Termasuk termasuk empat toko di depan pasar seni.

Relokasi diyakini tidak akan merugikan para pedagang, karena di lokasi lama akan dipasang spanduk pemberitahuan, sehingga pelanggan dapat dengan mudah lokasi pasar seni yang baru.

“Tidak akan membuat pedagang rugi atau takut pemasukannya bekurang , karena nanti kita akan pasang pemebritahuan lokasi pasar seni yang baru,” jelas Ahmad Dharma.

AYA




PLTGU Lombok Peaker Akan Tambah Listrik NTB Sebesar 150 MW

Sistem kelistrikan NTB terus meningkat, apalagi adanya rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Lombok Peaker yang memproduksi listrik 150 MW

MATARAM.lombokjournal.com – Peningkatan itu menjamin kebutuhan listrik masyarakat terutama untuk menggerakkan simpul-simpul ekonomi masyarakat.

“Pemerintah Provinsi NTB terus mendorong pembangunan pembangkit tenaga listrik di NTB,” kata Wagub NTB, H Muhammad Amin,Sh. MSi saat membuka Rapat Koordinasi Rencana Pembangunan Sistem Kelistrikan Di Provinsi NTB di Hotel Golden Palace, Selasa (1/8).

Sistem kelistrikan di NTB terus meningkat, berkat diresmikannya mobile power plant 2×25 MW oleh Presiden RI Joko Widodo baru-baru ini.

Apalagi dengan rencana pembangunan PLTGULombok Peaker yang mampu memproduksi energi listrik sebesar 150 MW, untuk mendukung proyek kelistrikan sebesar 500 MW di seluruh wilayah NTB.

Selain itu,pembangunan PLTGU merupakan bagian proyek kelistrikan nasional sebesar 35.000 MW.

Wagub berharap, itu penambahan daya listrik bisa berkontribusi mendorong percepatan pembangunan sektor usaha dan ekonomi produktif masyarakat NTB. “Listrik merupakan  infrastruktur dasar yang harus disediakan, mengingat semua usaha memerlukan dukungan listrik,” kata wagub.

Rencana pembangunan PLTGU Lombok Peaker sesuai PP Nomor 13 Tahun 2017 yang mengatur kegiatan pemanfaatan tata ruang yang bernilai strategis nasional tapi belum termuat dalam RTRW Provinsi atau Kabupaten/Kota.

Tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menunda pembangunan proyek PLTGU Peaker ini. “Saya harap pembangunan PLTGU ini rampung sesuai yang ditargetkan pada tahun 2018 mendatang,” ujar Wagub Amin.

Sebelumnya, GM Unit Induk Pembangunan (UIP) Nusra, Djarot Hutabri melaporkan perubahan di organisasi Induk PLN. Kini PLN Nusra bergabung dengan Jawa Timur dan Bali, sebelumnya bergabung dengan regional Sulawesi.

“Perubahan regional ini menunjukkan Nusra mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat dan diharapkan dapat mengurangi pemadaman listrik di kawasan Nusra,” ujarnya.

Djarot mengatakan, rakor memiliki dua tujuan, pertama membangun sinkronisasi antara kebutuhan listrik konsumen dengan kemampuan PLN untuk menyediakan kelistrikan. Kedua, adanya tindak lanjut yang lebih detail terkait tentang pembangunan kelistrikan.

Dalam waktu 10 tahun, PLN akan menambah kapasitas listrik sekitar 700 MW di wilayah Nusra, termasuk di Pulau Sumbawa, tambahnya.

AYA




Menstandarkan Usaha Pariwisata Halal

Pelaku pariwisata diharapkan punya pemahaman sama tentang destinasi wisata halal

MATARAM.lombokjournal.com —  Sosialisasi standarisasi usaha pariwisata halal dilakukan Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Mataram, Senin (31/7).

Kegiatan itu diharapkan bisa menyatukan pemahaman konsep wisata halal antara industri, pemerintah, dan regulator. Meski nama NTB terutama Pulau Lombok sudah dikenal dunia sebagai destinasi wisata halal melalui penghargaan destinasi wisata halal terbaik dunia.

“Namun penghargaan wisata halal harus dibarengi kesatuan langkah dan pemahaman yang sama,” Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal mengatakan

Sosialisasi kepada pelaku industri pariwisata NTB untuk melengkapi usaha dengan sertifikasi halal, baik hotel maupun restoran. Sebab masih banyak hotel yang bergantung pada sektor pariwisata konvensional seperti industri perhotelan.

Dikatakannya, para industri perhotelan harus menyiapkan pelayanan halal bagi wisatawan muslim. Misalnya, hotel menyediakan memberikan layanan halal seperti tempat untuk bersuci, dan perlengkapan ibadah.

Di tempat sama, LPPOM MUI NTB, Teti Indrawati mengatakan, sosialisasi sertifikasi halal sudah digaungkan LPPOM MUI. Namun, trennya terus meningkat seiring keberhasilan NTB ditetapkan sebagai destinasi wisata halal terbaik.

Teti menyampaikan, produk halal ialah makanan, minuman, obat, kosmetik yang tersusun dari unsur yang halal dan melalui proses produksi produk halal sesuai dengan syariah.

“Adanya sertifikasi halal, guna memberikan kenyamanan, keamanan, ketersediaan produk halal bagi masyarakat dalam mengonsumsi dan menggunakan suatu produk,” kata Teti.

Dalam perkembangan teknologi pangan, ada beberapa bahan terlarang yang bisa jadi bahan pangan dan kosmetik. Makanya perlu dilakukan penelitian atau pengecekan.

Tren sertifikasi halal di NTB terus meningkat tiap tahun. Pada 2016 tercatat ada 644 usaha yang sudah melengkapi diri dengan sertifikasi halal, dengan rincian UMKM sebanyak 269, rumah makan sebanyak 200, restoran hotel sebanyak 75, dan restoran non hotel sebanyak 100.

Angka tersebut melonjak signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 175 sertifikasi dari empat kategori usaha tersebut.

Teti meminta para pelaku industri pariwisata di NTB menjaga kualitas usai mendapat sertifikasi halal. Bagi yang belum melengkapi, Teti berharap para pelaku usaha segera untuk melengkapinya.

Penerapan sertifikasi halal belum berjalan maksimal lantaran masih rendahnya kesadaran para pelaku usaha sektor pariwisata dan UMKM untuk mengurusnya.

“Ada juga asumsi yang katakan kalau setiap produksi yang dilakukan orang muslim pasti halal sehingga enggan mengurusnya,” kata Tetti.

AYA




Pelatihan Media Untuk Mengawal Isu Gender

Media diharapkan dapat mengawal masalah gender

Loteng.lombokjpurnal.com – Pelatihan Pengarus Utamaan Gender (PUG), PP dan PA bagi SDM Media di Provinsi NTB, dibuka Kepala DP3AP2KB ( Dinas pemberdayaan perempuan perlindungan anak dan pengendalian penduduk keluarga berencana) Hj. Hartina MM, di Hotel Golden Palace, Sabtu (29/7).

Pelatihan tersebut diselenggarakan atas kerjasama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) bekerjasama dengan PWI Pusat. Penyelenggaraan pelatihan berlangsung hingga Minggu (30/7), yang diikuti 30 orang peserta baik wartawan maupun mahasiswa jurusan Jurnalistik di NTB.

“Pelatihan Pengarus Utamakan Gender Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bagi Media di NTB sangat penting, sehingga Media dapat mengawal masalah Gender di daerah ini dengan baik,” kata Hj Hartina.

Wartawan senior Kompas (1984-2015), Maria Hartiningsih, ebagai fasilitator pelatihan menyampaikan materi tentang Merebut Ruang Geder dan Media, dan Ketua Bidang daerah PWI pusat Atal S. Depari t sebagai fasilitor dengan materi Kode Etik Jurnalistik Penulisan Perempuan dan Anak.

Maria menguraikan, problem gender baik yang terjadi di Indonesia maupun di luar Negeri. Gender adalah kesamaan hak antara perempuan dan laki-laki, yang membedakan adalah kodratnya yaitu perempuan melahirkan dan menyusui.

“Gender tidak lagi oposisi tapi sudah beragam yang lebih terkait dengan relasi kuasa yang tidak seimbang,” katanya.

Menurutnya, isu Gender tidak hanya menyangkut perspektif perempuan tapi ada perspektif lain, yaitu yang kuat harus membantu yang lemah. Kalau relasi kuasnya timpang, maka kita tidak bisa melaksanakan demokrasi substansial yaitu menghargai hak dan martabat manusia.

Ketua Bidang Daerah PWI Pusat Atal S Depari dalam paparannya mengunngkapkan, Kode etik jurnalis ( KEJ ) merupakan panduan moral dan etika profesi wartawan dalam menjalankan kegiatan jurnalisme , mencari, memperoleh, memiliki , menyimpan, mengolah, dan menyajikan informasi (6 M).

Dikatakannya, Pelanggaran KEJ yang paling banyak mencampurkan fakta dan opini sebanyak 40 persen, disusul mengungkap identitas korban 38 persen, mengandung informasi cabul dan sadis 21 persen dan mengungkap identitas pelaku sebanyak 1 persen.

Ada banyak kode etik juralistik yang bisa menjadi pedoman para wartawan yakni kode etik jurnalistik 2016 yang disahkan Dewan Pers. Kode etik  yang khusus memberikan perhatian pada perempuan dan anak di pasal 4 yang berbunyi ” Wartawan indonesia tidak membuat berita bohong , fitnah, sadis dan cabul.”

Serta pasal 5 yang berbunyi ” wartawan indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan. Dimana identitas adalah sebuah data dan informasi yang menyangkut diri seseorang yang memudahkan orang lain untuk melacak korban.”

AYA

 




Kejuaraan Taekwondo Piala Gubernur, Diikuti Atlit Dari Bali

Kejuaraan yang menjadi ajang mengasah pengalaman dan jam terbang para atlet usia muda ini, juga untuk penjaringan untuk dipersiapkan menjadi atlit andalan NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Kejuaraan Taekwondo Indonesia (TI) Piala Gubernur 2017, dibuka Wakil Gubernur NTB di Mataram, Jum’at (28/07). Peserta kejuaraan sebanyak 650 peserta tingkat SMP dan SMA dari Pulau lombok dan Bali akan bertanding tanggal 28-30 Juli 2017.

Kejuaraan Taekwondo itu merupakan ajang pembinaan generasi muda, agar terhindar dari kegiatan- kegiatan yang tidak bermanfaat dengan berolahraga dan meraih prestasi. “Bisa terhindar dari obatan teralarang dan kegiatan yang kurang edukatif,” kata wagub.

Taekwondo merupakan salah satu dari 15 cabang yang akan dimainkan di PON. Kejuaraan kali ini jadi ajang menambah jam terbang bagi atlet- atlet muda. Peraih prestasi terbaik I sampai III, akan ditarik dan dibina lebih lanjut sebagai atlet NTB dalam wadah PPLP.

Taekwondo Piala Gubernur akan dijadikan agenda tahunan oleh Dispora NTB bekerja sama dengan Pengprov Taekwindo NTB. Kejuaraan ini bisa dijadikan ajang mengasah pengalaman dan jam terbang para atlet usia muda dalam meniti karier menjadi atlet Taekwondo NTB dalam menghadapi berbagai even kejuarnas taekwondo di tanah air.

“Atas nama Pemerintah Provinsi NtB, saya minta seluruh Atlet Muda yang bertanding termasuk para pelatih dan Pengurus Pengcab, dapat mengikuti Kejuaraan ini dengan sportif dalam meraih prestasi terbaik,” Ujar  Wakil Gubernur dalam sambutannya.

Ketua Pengprov TI NTB,  Lalu Wirahman mengatakan, ajang ini merupakan penjaringan atlit agar bisa menjadi atlit andalan NTB. “Kita koordinaai dengan Dispora dan mendpatkan Restu  dari gubernur. Karena pertama kita pakai nama  kejuaraan Pila Gubernur,” katanya.

Sebenarnya kejuaraan hanya diikuti atlit Lombok, tapi karena ada permintaan dari Bali, akhirnya hanya dari Klungkung dan Bangli yang diikutkan.

AYA