BPJS Kesehatan Terapkan Close Payment System, Untuk Kualitas Layanan Peserta Badan Usaha

Badan usaha atau perusahaan harus membayar besaran iuran sesuai jumlah yang ditagihkan

Sosialisasi close payment system .

lombokjournal.com

Jakarta – Peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang didaftarkan Badan Usaha atau sektor Pekerja Penerima Upah (PPU), kini bisa menikmati sistem pembayaran tertutup (close payment system) dari BPJS Kesehatan.

Sistem pembayaran tertutup akan diterapkan mulai 1 Februari 2018. Demikian siaran pers dari BPJS Kesehatan Kantor Pusat yang disampaikan ke media, Senin (29/01)

Penerapan sistem tersebut, data peserta terdaftar terkini (updated) diharapkan selalu sesuai dengan perubahan yang terjadi di masing-masing perusahaan.

Pembayarannya juga sesuai dengan jumlah tagihan yang dikirimkan ke setiap badan usaha atau perusahaan.

Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Kemal Imam Santoso menjelaskan, close payment adalah sistem pembayaran iuran JKN-KIS yang mensyaratkan pembayaran iuran hanya dapat dilakukan sesuai dengan jumlah tagihan yang ditagihkan oleh BPJS Kesehatan.

Artinya, badan usaha atau perusahaan harus membayar besaran iuran sesuai jumlah yang ditagihkan.

Kebijakan ini ditetapkan untuk kepentingan peserta. Terutama untuk memastikan tidak ada kendala saat peserta membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Misalnya kartu tidak aktif karena badan usaha membayar iuran tidak sesuai dengan yang ditagihkan. Pembayaran iuran tidak boleh kurang, dan kalau lebih harus sesuai dengan kelipatannya,” ujar Kemal.

Kemal melanjutkan, dengan sistem tersebut, badan usaha atau perusahaan juga lebih mudah dalam memprediksi biaya yang harus dikeluarkan untuk jaminan kesehatan pegawai/karyawannya.

Saat ini, iuran JKN-KIS untuk sektor Pekerja Penerima Upah (PNS, Anggota TNI atau POLRI, pejabat negara, serta pegawai pemerintah non pegawai negeri dan pegawai swasta), dibayar oleh pemberi kerja sebesar 5 persen dari gaji atau upah per bulan sesuai ketentuan.

“Perusahaan punya kewajiban membayar besaran iuran kepesertaan pegawai sebesar 4 persen. Sedangkan pegawai membayar 1 persen sisanya,” ujar Kemal.

Agar berjalan dengan sukses dan tidak terhalang hambatan pada 1 Februari 2018, saat ini BPJS Kesehatan terus melakukan sosialisasi dan rekonsiliasi data.

Kemal mengimbau kepada badan usaha atau perusahaan untuk segera melakukan rekonsiliasi data.

BPJS Kesehatan membuka akses seluas-luasnya kepada badan usaha atau perusahaan terkait rekonsiliasi data. Sebab, hal ini penting untuk menghitung kekurangan atau kelebihan pembayaran iuran sebelum pelaksanaan close payment system.

Selain itu, akan terdapat data individual peserta terkini sehingga bisa meningkatkan kualitas dan akurasi data peserta JKN-KIS. Dengan demikian, akurasi data kepesertaan dan jumlah iuran yang tercatat baik di perusahaan maupun pada BPJS Kesehatan akan lebih terjamin.

Badan usaha diimbau menggunakan aplikasi New e-Dabu (aplikasi online untuk perubahan data karyawan badan usaha atau perusahaan).

“Karena akan memudahkan dalam hal administrasi data peserta serta tidak perlu repot-repot mendatangi kantor BPJS Kesehatan,” jelas Kemal.

Kemal mengundang perusahaan yang belum melakukan rekonsiliasi data untuk segera menghubungi Kantor Cabang BPJS Kesehatan tempat badan usaha atau perusahaan tersebut terdaftar. Tujuannya agar close payment system dapat memberikan manfaat terbaik bagi mereka.

Re

(Sumber : Siara pers  BPJS KESEHATAN)




Lombok Marathon Kacau, Dipicu Keterlambatan Datangnya Medali

Kadispar NTB, Lalu Mohammad Faozal tidak menampik, insiden tersebut akan berdampak besar pada pariwisata di NTB.

MATARAM.lombokjournal.com  – Ketua KONI NTB, Andy Hadianto angkat bicara terkait insiden ricuh yang terjadi pada event Lombok Marathon, Minggu (28/1). Andi  mengatakan, kericuhan tersebut diakibatkan oleh keterlambatan datangnya medali.

“Keterlambatan itu bukan disengaja, karena medali yang disediakan penyelenggara (EO) datang pada pukul 09.00 Wita,” kata Andy saat acara konferensi pers terkkait insiden itu  di Rumah Langko, Senin (29/1).

Ia menjelaskan, kericuhan berawal ketika staf penyelenggara yang membawa medali, peserta yang melihat kedatangan medali tersebut langsung menyerbu dan berupaya mengambil medali.

Andy yang melihat hal tersebut berupaya menghalangi peserta yang jumlahnya mencapai ribuan, karena kalah jumlah ia pun meminta pihak keamanan untuk mengamankan situasi.

“Akhirnya saya arahkan pembagian medali di atas panggung,” ujar Andy.

Sementara itu, Kadis Pariwisata NTB, Lalu Faozal dihadapan wartawan menyampaikan permintaan maafnya akibat kejadian yang tentunya diluar dugaan tersebut.

“Saya mewakili pemerintah Provinsi NTB meminta maaf atas kejadian ini,” ucap Faozal.

Faozal tidak menampik insiden tersebut akan berdampak besar pada pariwisata di NTB. Untuk itu, dengan kejadian tersebut pihaknya bersama dengan instansi terkait akan melakukan evaluasi.

“Kami akan ambil pelajaran dari kejadian ini. Dispar dan KONI tidak ingin di posisi yang benar, tapi ini harus menjadi pembelajaran kita bersama,” pungkas Faozal.

AYA




Keluarga Sepakat Segera Memakamkan Jasad Munawir

Korban yang hanyut di Lokoq Segara ditemukan sudah membengkak

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Warga Dusun Todo Desa Jenggala Kecamatan Gangga, Munawir (25) yang hanyut terbawa arus sungai Lokoq Segara pada Sabtu lalu, akhirnya ditemukan Tim SAR gabungan, dan warga, Senin (29/1).

Korban awalnya ditemukan mengapung di pantai Kuranji Dusun Karang Amor, Desa Gondang, Kecamatan Gangga, oleh salah seorang warga, Amaq Us, sekitar pukul 10.00 Wita, dan kemudian langsung menginformasikan Tim SAR dan pihak keluarga.

“Korban yang sudah tak bernyawa berhasil dievakuasi sekitar 11.20 Wita, oleh Tim SAR Gabungan,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram I Nyoman Sidakarya, Senin.

Setelah dievakuasi Tim SAR, lanjut Nyoman, korban langsung dibawa menuju kediamannya di Dusun Todo.

Pihak keluarga korban sepakat untuk segera dimakamkan mengingat kondisi korban yang sudah membengkak.

DNU

 

 




Munawir Hilang Terseret Arus Saat Mandi di Sungai

Korban sempat ditolong teman-temannya, namun karena arus yang terlalu deras, korban akhirnya terlepas dan hanyut

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Warga Todo, Desa Bentek Kecamatan Gangga, Munawir (25), dinyatakan hilang terseret arus saat mandi di sungai Lokoq Segara (perbatasan Desa Bentek-Jenggala), Sabtu (27/01).

Kronologi kejadian berwal saat Munawir bersama 8 orang temannya mandi di pinggir sungai sekitar pukul 17.00 Wita. Namun Naas, saat asyik mandi, korban tiba-tiba terseret arus sungai yang saat itu airnya sedang meluap.

“Ada warga hilang terseret arus pak, sampai sekarng blum ditemukan,” kata sejumlah warga yang berkumpul kenyaksikan proses pencarian, Sabtu (27/1) petang.

Kepala BPBD Lombok Utara, M. Iwan Maret Asmara., mengatakan menurut keterangan warga, korban sempat ditolong oleh teman-temannya, namun karena arus yang terlalu deras, korban akhirnya terlepas dan hanyut.

“Laporan warga hanyut kami terima Sabtu sore sekitar pukul 17 : 30 Wita,” paparnya.

Dikatakan Iwan, Proses pencarian terus dilakuan oleh 50 petugas yang dibantu warga hingga Sabtu malam, namun kondisi air yang keruhnya menyebabkan pencarian dihentikan sekitar pukul 22.30 malam.

“Pencarian kembali dilanjutkan pada Minggu siang. Tapi hingga sekarang belum ditemukan,” katanya.

Dalam kesempatan berbeda, Humas Kantor SAR Mataram, I Gusti Lanang Wisnunanda, memaparkan, Tim SAR Bangsal Pemenang langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan pada Sabtu sore.

“Ada tambahan Tim SAR yang kembali diturunkan ke lokasi pencarian pada Minggu pagi. Pencarian dilakukan pada radius 4 kilometer dari lokasi kejadian,” terangnya, Minggu (28/1).

Proses pencarian melibatkan tim gabungan dari Basarnas Pos Bangsal, Tagana KLU, BPBD KLU, Polsek Gangga, Koramil Gangga, yang dibantu warga sekitar.

DNU

 




Lombok Marathon 2017, Amburadul dan Mengecewakan

Soal kekecewaan peserta, pihak KONI NTB menganggap kurang sabar saja, padahal medali sudah ada cuma terlambat dikirim dari Singapura, dan Lombok Marathon diaktakan sebagaqi sport tourism terbaik di Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com —  – Lomba lari Marathon 2017 yang digelar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB bersama Dinas Pariwisata hari Minggu (29/01) 2018 pagi, yang diharapkan menjadi sport tourism  andalan,  berlangsung mengecewakan.

Pelaksanaan kegiatan tersebut meuai keluhan peserta,  sebab tidak mendapatkan baju dan medali sesuai janji panitia.

“Mestinya, KONI harus kerjasama dengan dunia lari supaya tidak amburadul seperti ini. Kalau begini, harus kita dievaluasi lagi, ” ungkap Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL Moh Faozal, Minggu (29/1).

Faozal mengatakan, teknis pelaksanaan ada di KONI, Dispar hanya siapkan venue sport tourism kemudian branding wisata NTB, dan tidak ada persoalan yang ditangani Dispar

“Asli, belajar dari berbagai persoalan, malu sekali rasanya. Yang jelas, pasca ini kita akan evaluasi, sungguh memalukan pelaksanaan kegiatan kali ini,” tegasnya terus terang.

Faozal mengaku, tidak terlibat dalam teknis lomba karena yang mengatur pendaftaran adalah KONI dengan dunia lari.

“Kecewa sekali, jika pelaksanaan sperti ini sangat berdampak ke NTB,” cetusnya.

Faozal menambahkan, kegiatan tersebut bermakna untuk mendorong Lombok sebagai venue sport tourism di Indonesia. Karena penyelenggaraan Lombok Marathon merupakan event tahunan yang diselenggarakan sejak tahun 2016.

Sehingga, diharapkan dapat mendorong dan menjadikan Pulau Lombok sebagai daya tarik sport tourism di Indonesia.

“Padahal setelah ajang ini akan ada lagi Rinjani 100, yang akan dilaksanakan Mei 2018,” terangnya.

Untuk diketahui sebanyak 5.000 pelari dari 15 negara dipastikan ikut dalam penyelenggaraan Lombok Marathon yang ikut meriahkan tersebut.

Lima belas negara itu, antara lain Amerika Serikat, Australia, Belanda, Kanada, Denmark, China, Francis, Jerman, Jepang, Malaysia, Kenya, Puerto Rico, Singapura, Ukraina, dan tuan rumah Indonesia. Bahkan, jumlah pelari dan negara masih diperkirakan akan bertambah.

“Tapi, pelaksanaan sangat mengecewakan, ini perlu di evaluasi, “terangnya.

Kepada wartawam, Ketua KONI NTB Andy Hadianto, menyampaikan yang bertolak belakang. Andy menyatakan,  Lombok Marathon menjadi sport tourism terbaik di Indonesia. Bahkan, memiliki ciri khas seperti lari marathon di tempat lain.

“Sebenarnya kita ingin happy ending. Agar jadi ciri khas tersendiri. Agar bisa kalahkan event lari di tempat lain,” ucapnya.

Disinggung soal kekecewaan peserta? Andy menegaskan, itu karena kurang sabar saja. Padahal medali sudah ada, cuma terjadi keterlambatan pengiriman dari Singapura sehingga, proses pemasangan tidak langsung saat finish.

Dia mengaku, medali diperuntukkan bagi 500 finisher pertama saja, bukan bagi semua peserta.

“Mungkin peserta lokal juga beranggapan dapat medali semua, itu yang bikin ricuh. Soal baju, lengkap kok, malah tersisa, siapa bilang tidak dapat,” kilahnya.

Yang jelas, semua sudah dijelaskan dari awal terhadap peserta lokal mengenai medali. Tapi karena tidak paham, kalau menginginkan medali supaya kumpulkan nomor lari agar diantarkan ke alamat bersangkutan.

Pantau wartawan di lapangan banyak peserta kecewa bahkan teriak minta medali juga baju. Termasuk, panggung juga jebol akibat.

Salah seorang peserta sempat melontarkan kekecewaan.

“Pak Wagub, kita ini mau diapain, apakah biarkan kami seperti ini. Pimpin daerah kok kayak begini,” tutupnya salah seorang peserta asal Surabaya yang enggan sebut namanya.

AYA




Iuran atau Tarif BPJS Kesehatan Terbaru

Sistem gotong royong, iuran yang dibayarkan akan digunakan untuk membiayai peserta lain yang membutuhkan (sedang sakit).  Ketika anda sakit, biaya di rumah sakit ditanggung BPJS Kesehatan melalui iuran peserta lainnya

BPJS Kesehatan yang semula merupakan Askes (asuransi kesehatan) telah melayani masyarakat sejak 1 Januari 2014. Untuk menjamin layanan kesehatan masyarakat, semua Warga Negara dan anggota keluarganya, diwajibkan mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Kesehatan baik itu melalui BPJS Kesehatan Mandiri atau PBI.

Pada tanggal 1 Januari 2019,  semua WNI harus sudah mendaftar sebagai peserta BPJA Kesehatan tanpa terkecuali.

Bila tidak mendaftar maka akan dikenakan sanksi, yaitu tidak bisa menggunakan layanan publik seperti mengurus KTP, mengurus SIM, mengurus paspor, mengurus KK atau layanan pemerintah lainnya.

Peserta PBI adalah peserta yang mendapatkan bantuan iuran dari Pemerintah. Artinya iurannya akan ditanggung pemerintah daerah melalui Dinas sosial. Sedangkan untuk peserta BPJS Mandiri harus membayar iuran bpjs sendiri sesuai dengan kelas yang dipilih, ada kelas 1, kelas 2 dan kelas 3.

Berapa Tarif Iuran Peserta Tahun 2018? 

Sebenarnya, sudah berulang kali pihak BPJS Kesehatan menyampaikan informasi kepada seluruh pembaca mengenai program BPJS Kesehatan, tentu saja termasuk besaran iuran yang harus dibayar bagi peserta sesuai pilihan kelasnya.

BPJS Kesehatan telah menetapkan harga atau biaya atau tarif iuran peserta berdasarkan kelas, yang diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2016. Perlu anda ketahui bahwa iuran ini wajib dibayar oleh Peserta BPJS Mandiri tiap bulannya.

Sistem iuran yang dibuat adalah sistem gotong royong, iuran yang dibayarkan akan digunakan untuk membiayai peserta lain yang membutuhkan (sedang sakit). Begitu sebaliknya ketika anda sakit, biaya berobat anda di rumah sakit akan ditanggung BPJS Kesehatan melalui iuran peserta lainnya.

Iuran Kelas 1 Rp80.000

BPJS Kesehatan telah menetapkan biaya iuran untuk peserta kelas 1 sebesar Rp80.000 per orang per bulan, besar iuran peserta telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2016. Peserta kelas 1 akan mendapatkan fasilitas ruang rawat inap sesuai dengan kelas yang dipilih, yaitu peserta akan mendapatkan kamar kelas 1 untuk dirawat dan biayanya akan ditanggung BPJS Kesehatan.

Iuran Kelas 2 Rp51.000

Iuran peserta kelas 2 sebesar Rp51.000 per orang perbulan, yang juga telah menjadi ketetapan dalam peraturan yang berlaku. Peserta tidak boleh menunggak, apabila menunggak maka status kartu BPJS Kesehatan akan dihentikan (tidak aktif)  sementara sampai peserta melunasi iuran yang tertunggak.

Fasilitas yang diberikan juga sesuai dengan hak nya, yaitu mendapatkan kamar rawat kelas 2. Peserta boleh mengajukan naik kelas ruang rawat inap kelas 1. Namun peserta akan dikenakan biaya selisih dari yang menjadi tanggung BPJS Kesehatan.

Iuran Kelas 3 Rp25.500

Iuran kelas 3 sebesar Rp25.500, ini kelas yang paling bawah dengan iuran terjangkau. Bagi  yang merasa tidak mampu maka bisa pilih kelas 3. Bila masih tidak mampu juga maka kami sarankan untuk mengajukan bantuan untuk mendaftar menjadi peserta PBI.

Demikian informasi mengenai iuran peserta BPJS berdasarkan kelas. Perlu diketahui, perbedaan tiap-tiap kelas hanya pada kamar nya saja sedangkan untuk obat-obatan yang diberikan kepada pasien tetap sama. Jadi tidak ada perbedaan dari layanan selain kamar rawat inap.

Dian Armaia

(Sumber: Pasien BPJS Kesehatan)




Jangan Lihat ‘Wisata Halal’ Pakai Sedotan

Negara-negara yang minoritas muslim saja seperti London, Tokyo, Korea dll sedang giat-giatnya mengembangkan konsep wisata halal mengejar prestasi kita (NTB

oleh : Dian Sandi Utama
Aliansi Pemuda NTB-Jakarta

Trend wisata halal mulai berkembang seiring dengan meningkatnya populasi Muslim dunia. Meningkatnya populasi Muslim yang berusia muda, berpendidikan dan memiliki jumlah pendapatan yang tinggi, membuat industri pariwisata internasional mulai menargetkan wisatawan Muslim sebagai target pasarnya.

Wisata halal sebenarnya tidak jauh berbeda dengan wisata umumnya. Wisata halal merupakan konsep wisata yang memudahkan wisatawan Muslim untuk memenuhi kebutuhan berwisata mereka. Kebutuhan itu antara lain : adanya rumah makan bersertifikasi halal, tersedianya masjid/musholla di tempat umum, adanya fasilitas kolam renang terpisah antara pria dan wanita, dan lain-lain.

Adapun wisata syariah mengandung konsep yang lebih luas, yaitu  pariwisata yang keseluruhan aspeknya tidak bertentangan dengan syariah. Itu Point-nya!

Kalau saya membaca pernyataan salah seorang Cagub NTB, yang mengharamkan ‘Wisata Halal’ hanya karena mengartikan wisata sebagai ajang foya-foya, yang kemudian membandingkan dengan; pernah atau tidak itu dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, saya rasa itu sangat tidak relevan dengan keadaan kita hari ini. Kondisinya jelas tidak sama sebab hari ini ‘berwisata’ sudah masuk kategori kebutuhan.

Pada jaman dahulu wisata itu sejenis tadabur alam; menikmati keindahan alam sebagai refleksi diri untuk terus mensyukuri keagungan Allah SWT akan alam semesta dan ciptaan-Nya. Namun, kalau yang dibandingkan adalah “Sikap foya-foyanya” dengan jaman dahulu, ya memang wisata pada saat itu tidak menyediakan tempat belanja-belanja seperti hari ini. Lagipula hari ini-pun tidak semua wisatawan bersifat foya-foya.

Sedangkan, kalau beliau kritik kesempurnaan dari konsep-nya, saya sependapat dengan beliau. Oleh karena itu kita harus terus mendorong pihak-pihak terkait dan yang memiliki otoritas untuk memperbaiki sistemnya, agar kemudian apa yang telah kita capai benar-benar menjadi sebuah kebanggaan.

Seperti hal-nya pada tahun 2015, Indonesia meraih penghargaan dari The World Halal Travel Summit & Exhibition 2015 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Lombok itu terpilih sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia mengalahkan Malaysia, Abu Dhabi, Turki, Qatar, dan beberapa negara nominasi lainnya.

Bahkan negara-negara yang minoritas muslim saja seperti London, Tokyo, Korea dll sedang giat-giatnya mengembangkan konsep wisata halal mengejar prestasi kita (NTB).

Itu jelas sebuah prestasi dan pengakuan Dunia internasional terhadap kita. Makanya saya heran kalau ada tokoh yang mengkritik keras bahkan sampai ‘mengharamkan’ konsep itu.

Jelas itu adalah sebuah ‘dekadensi’ dalam berfikir menurut saya dan bagi saya itu cukup sebagai bukti bahwa selama ini beliau melihat konsep ‘wisata halal’ hanya menggunakan corong sedotan.

Lombok, 26 Januari 2018

 

 

 

 




TGB; Peluncuran Wisata Halal Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Ke NTB

Wisata halal  akan membuka ruang ekonomi baru tidak hanya terbatas bagi umat muslim tapi juga untuk semua kalangan umat

MATARAM.lombokjournal.com –  Peluncuran wisata halal bukan bertujuan mematikan wisata konvensional.  Tapi membuka pasar baru serta memperbanyak pilihan wisata bagi sebagian wisatawan, khusunya wisatawan muslim yang ingin berwisata sesuai dengan tuntunan agama.

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi menjelaskan itu, saat menerimA kunjungan silaturrahim Forum Masjid dan Mushollah BSD dan sekitarnya (FMMB)., serta rombongan dari Alumni Universitas Islam Negeri Syarifhidayatullah, Jakarta, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Jum’at (26/1/18).

Gubernur NTB yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu menjelaskan, NTB mendeklarasikan destinasi halal tourisme ata pariwisata halal didasari pertimbangan, pariwisata memiliki nilai potensi pasar sangat besar. Hal itu memberikan kemanfaatan besar bagi umat.

“Setelah peluncuran wisata halal di NTB, alhamdulillah wisatawan yang berkunjung di NTB terus meningkat,’ ujar TGB TGB yang juga Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia.

Membuka dan membangun satu wilayah ekonomi yang berbasis pada nilai-nilai Islam akan meningkatan kesejahteraan bagi semua.

“Begitu pula halnya dengan wisata halal yang akan membuka ruang ekonomi baru tidak hanya terbatas bagi umat muslim tapi juga untuk semua kalangan umat,” ujar gubernur.

Gubernur menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas dipilihnya NTB sebagai lokasi kunjungan. Diharapkannya, pertemuan akan membawa keberkahan yang lebih besar bagi pembangunan ke depan, khususnya bagi kemaslahatan umat.

TGB menekankan, eksperimen menghadirkan satu kebijakan yang mengedepankan nilai-nilai Islam akan menghadirkan banyak kebaikan dalam kehidupan. Saat ini seluruh elemen umat Islam lebih semangat dalam membangun negeri.

“Perjuangan tidak cukup hanya dengan semangat, tapi membutuhkan ilmu dan pemahaman. Karenanya tepat kiranya saat ini kita saling bersilaturrahim dan berdialog dengan FMMB dan alumni UIN Syarifhidayatullah Malang yang di dalamnya ada para kaum cendikiawan yang berilmu,” tutup TGB.

Pimpinan rombongan FMMB, Marta Bachtiar menyampaikan tujuan silaturrahim ke Nusa Tenggara Barat adalah dalam rangka sharing informasi dan berbagi pengalaman terkait wisata halal.

NTB merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan icon wisata halalnya. Begitu pula Dr. Karsa Sukarna sebagai pimpinan rombongan dari alumni UIN Syarifhidayatullah, memiliki tujuan dan maksud yang sama.

AYA/Hms

 




‘Tendangan Kungfu’ Ahyar Abduh Sampai Ke Negeri Cina

Saat penyerahan tongkat komando, Kasat Sat Pol PP minta walikota melakukan apa yang disebut uji kesigapan

MATARAM.lombokjournal.com — Walikota Mataram TGH. Ahyar Abduh angkat bicara terkait pemberitaan tendangan kungfunya kepada salah satu anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Mataram, yang kini viral di media sosial (medsos).

Ahyar mengatakan, kejadian itu tidak sedramatis yang dikira, sehingga membuatnya menjadi cukup viral. Bukan saja di Kota Mataram atau NTB, bahkan viral di Nasional bahkan sampai ke negeri Cina.

“Saya kaget, ternyata seorang Walikota itu tendangannya kalah-kalah tendangan kungfu dari negeri Cina,” ujar Ahyar saat jumpa pers di Pendopo Walikota Mataram, Jumat (26/1).

Ahyar menjelaskan, kejadian tersebut terjadi pada Rabu (17/1) usai melantik dua pejabat di Kota Mataram, yakni Kepala Dinas Sosial dan Kapala Sat Pol PP Kota Mataram.

“Kejadiannya itu di dihalaman Kantor Walikota ” katanya

Khusus untuk Sat Pol PP, secara internal atau satu tradisi dilakukan penyerahan tongkat komando dan pemasangan tanda jabatan yang dilakukan di depan halaman Kantor Walikota.

Di saat penyerahan tersebut, di depan dirinya sudah berbaris siap satu pasukan Sat Pol PP yang menggunakan kaos khusus. Setelah selesai penyerahan, Kasat Sat Pol PP meminta dirinya untuk melakukan apa yang disebut uji kesigapan.

“Saya diminta secara spontan dan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, itu suatu permintaan dari anggota maka dengan sendirinya saya lakukan,” jelas Ahyar.

“Saya juga kan seorang pesilat, mungkin kaget melihat saya dengan kejadian itu. Tapi tendangan itu tidak kena, saya hanya menguji kesigapan,”

Untuk itu, pada kesempatan tersebut, Ahyar mengharapkan masyarakat dapat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Menurutnya, seorang Walikota tidak bisa sewenang-wenang terhadap bawahan apalagi melakukan kekerasan.

“Kejadian itu adalah spontanitas dari permintaan bawahan,” tegas Ahyar Abduh.

AYA




Paslon Zul-Rohmi Makin Eksotik, Dan Menolak ‘Tunduk Takluk’

Dengan strategi silent operation, Zul Rohmi ingin memberikan pesan tidak tunduk takluk meskipun rating elektabilitasnya belum di atas 20 persen

MATARAM.lombokjournal.com —  Paska pengumuman Paslon oleh KPU NTB, 12 Februari lalu, paslon Zul-Rohmi makin  melesat  elektabilitasnya.

Menurut Direktur Mi6, Bambang Mei F, paslon Zul-Rohmi makin intensif membuka jejaring baru di kalangan warga masyarakat dari berbagai strata sosial.

Zul-Rohmi menjaga dan mengamankan jejaring  konstituen yang baru agar tidak ‘dibandrek’ paslon lain. “Caranya  tetap menyambangi pemilihnya door to door, dan menempatkan kontak person di setiap wilayah pemilihnya,” kata Bambang melalui siaran persnya di Mataram, Jum’at (26/01).

Paslon ini  bergerak secara fleksible dan cepat di basis pemilihnya dengan tim yang ramping. “Ibarat das boat, baik Dr Zul dan Siti Rohmi day by day tetap ‘move on’ sambangi pemilihnya rata rata 5 sampai dengan 7 titik per hari,” ujar Bambang yang didampingi Sekretarisnya, Lalu Athari Fathullah, SE.

Dengan strategi silent operation, Zul Rohmi ingin memberikan pesan tidak tunduk takluk meskipun rating elektabilitasnya belum di atas 20 persen. Paket Zul.Rohmi meski dipandang sebelah mata, tapi justru itu menjadi spirit yang kuat untuk membalikkan asumsi tersebut.

“Tidak tertutup kemungkinan Zul Rohmi memenangi PilGub NTB,“ tambah Bambang Mei F yang kerap disapa Didu.

Zul makin Eksotik

Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fathullah menilai, manuver dan gerakan Dr Zul  makin Eksotik dan piawai dalam operasi ke basis dan  konstituen , khususnya di Bima dan Sumbawa.

“Beberapa   media di kota  Bima mengakui, intensitas Dr Zul ke Bima melebihi Paslon lain,” tambah Athar.

Paslon  Zul Rohmi makin leluasa bergerak di kota Bima, karena linier dengan Paslon Pilwakot kota Bima yakni ManuFer yang diusung Demokrat, PKS dan PDIP.

“DPT kota Bima 104 ribuan, Jika Zul-Rohmi dapat suara 50 persen itu sdh bagus karena pilkada kota Bima ada empat Paslon,” lanjut Athar.

Bagi Athar, pasangan ini berani menambrak mainstream yang memasang Dr Zul dari Sumbawa jadi papan satu . Sementara demokrat yg punya 8 kursi parlemen justru memasang Rohmi yang tidak memiliki pengalaman politik sebagai Cawagub ntb.

“Intinya  Zul Rohmi ini  adalah kreasi politik  ekstra ordinary yang berani dan penuh sensasi yang tidak biasa,” imbuhnya.

Menurut Bambang, figur Siti Rohmi merupakan tandem politik yang baik buat Dr Zul karena kharisma dan aura Rohmi yang sejuk,  jauh dari kesan politiking.”Dari sisi gestur, tampilan Rohmi memiliki magnet yang kuat menarik simpati pemilih,” jelasnya.

PilGub NTB 2018 penuh kejutan politik tak terduga, seperti tampil nya paket Anomali,  Zul- Rohmi. Selain itu tampil calon independen Ali-Sakti.

Dalam sejarah PilGub NTB, momentum PilGub NTB kali ini paling mempesona dari aktor aktor yang terlibat pertarungan ‘die hard’. “Pasti akan  ada kejutan politik tak terduga,” tegas Bambang.

Konstruksi empat Paslon PilGub NTB membawa konsekwensi politik tidak mudah dilupakan di akhir konstestasi nanti. “Seandainya Zul Rohmi yang tak diunggulkan menang, bisa dibayangkan bagaimana runtuhnya psykologi politik para jawara petarung tersebut,” ujarnya

Pun demikian sebaliknya, jika Ali Sakti yang menang PilGub NTB, betapa malu dan hancurnya moral politik para pimpinan Parpol di NTB atas realitas tersebut.

“Kemungkinan Ali Sakti memenangi PilGub NTB tetap terbuka, mengingat tren kenaikkan elektabilitas Ali Sakti cukup signifikan,” kata Bambang.

Karena politik itu unpredictable, maka di akhir konstestasi ini akan ada tiga Paslon yang menjadi pecundang.

Re (*)