Heri Susanto Terpilih Aklamasi Jadi Ketua REI NTB

Heri Susanto semula tidak termasuk dari lima calon yang ikut mendaftar dalam bursa pemilihan ketua baru DPD REI NTB

MATARAM.lombokjournal.com —  Musyawarah daerah (Musda) Dewan Perwakilan Daerah Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu (14/2),  secara aklamasi memilih H Heri Susanto menjadi Ketua Baru REI NTB tiga tahun mendatang.

Heri Susanto, yang juga ketua Panitia, tidak menyangka dirinya akan dipilih oleh anggota DPD REI NTB bahkan secara aklamasi.  100 persen anggota pemilik suara sebanyak 43 orang, dari jumlah perusahaan developer sebanyak 63 perusahaan, memilih Heri.

Heri Susanto selaku Ketua dan Indra Setiyadi sebagai Sekretaris, Rabu malam (14/02) langsung dilantik oleh Sekretaris Jenderal DPP REI Pusat, Totok Lucida.

Pemilihan suara dimulai pada pukul 16.00 Wita. Sebelumnya, Heri Susanto tidak termasuk dari lima calon yang ikut mendaftar dalam bursa pemilihan ketua baru DPD REI NTB tersebut.

Pasalnya, posisi Heri Susanto sebagai Ketua Panitia Musda ke VIII tahun 2018, tidak memungkinkan untuk mencalonkan diri.

Hanya saja, mekanisme pemilihan pengurus DPD REI NTB yang cukup dinamis, anggota REI NTB di detik-detik akhir proses pemilihan menunjuk dan menyepakati H Heri Susnato bersama Indra Setiyadi.

Keduanya menjadi penerus kepemimpinan REI NTB sebelumnya, H Miftahuddin Mahruf dan H Lalu Anas Amrullah.

Sekretaris Jenderal DPP REI Pusat, Totok Lucida memberikan selamat atas terpilihnya H Heri Susanto dan Indra Setiyadi sebagai Ketua dan Sekretaris REI NTB yang baru untuk periode 2017-2020.

“Selamat kepada pak Heri dan Indra untuk menjalankan roda organisasi REI NTB tiga tahun kedepan,” kata Totok.

Totok mengingatkan, pengurus REI NTB yang baru untuk merangkul semua anggota baik yang lama dan juga anggota baru untuk bersama-sama membesarkan organisasi developer tersebut.

Selain itu, sesama anggota REI NTB untuk tidak saling bersaing dalam membangun perumahan baik itu komersil maupun program rumah berusbsidi bagi maysarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Anggota REI jangan saling bersaing, tapi saling merangkul dan membantu persoalan yang dihadapi sesama anggota,” ucapnya.

Lebih lanjut Totok juga meminta kepada anggota REI yang baru untuk lebih aktip menjalin komunikasi bersama pengurus dan sesama anggota REI lainya. Sehingga, tidak ada lagi kesan ataupun anggapan dari anggota baru bahwa REI hanya untuk pengurus saja.

‘Anggota baru jangan pesimis dan khawatir. Organisasi REI ini untuk kemanfaatan bersama anggota, bukan untuk pengurus,” tukasnya.

Ketua DPD REI NTB terpilih periode 2017-2020, H Heri Susanto mengucapkan terimakasih atas kepercayaan diberikan oleh seluruh anggota REI NTB yang menunjuknya menjadi Ketua Baru. Ia dipercaya melanjutkan estafet kepemimpinan pengurus lama yakni H Mahruf dan Lalu Anas Amrullah.

“Terimakasih atas kepercayaan anggota REI NTB dan dalam kepengurusan yang baru ini kami bersinergi antara yang muda dan senior,” ujarnya.

Heri juga berjanji untuk merangkul dan mengakomodir semua anggota REI NTB dalam memajukan organisasi kedepanya menjadi lebih baik.

Selain itu merangkul seluruh angota, juga akan memfasilitasi segala persoalan anggota baik menyangkut perijinan, perbankkan, perpajakan dan masalah regulasi yang tidak berkeadilan dari pemerintah.

“Kepengurusan yang baru ini bersinergi antara yang muda dan senior,” imbuhnya.

Me




Gubernur Ingatkan Penjabat Bupati, Jaga Netralitas

Diingatkan tentang sorotan masyarakat tentang ketidaknetralan atau keberpihakan dari perangkat pemerintah daerah terhadap salah satu pasangan calon

MATARAM.lombokjournal.com –Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi melantik Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Saswadi, MM sebagai penjabat Bupati Lombok Barat. Dan Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Halik, S.Sos sebagai Penjabat Bupati Lombok Timur di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Rabu (14/02).

“Semoga kedua penjabat yang dilantik bisa melaksanakan tugas dan amanah dengan sebaik-baiknya. Saya minta kepada kedua penjabat yang baru saja dilantik untuk memedomani kewenangan atau tugas sebagai penjabat bupati yang diemban,” kata gubernur..

Pelantikan dua orang penjabat bupati dilaksanakan atas dasar Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 131.52-287 tentang pengangkatan Penjabat Bupati Lombok Barat dan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 131.52-253 tentang pengangkatan Penjabat Bupati Lombok Timur.

Gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) ini kembali mengulas 5 butir kewenangan / tugas sebagai penjabat bupati/walikota. Kewenangan yang pertama, adalah melaksanakan tugas-tugas pemerintahan.

Kedua, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, dan ketiga memfasilitasi penyelenggaraan pemilukada dan menjaga netralitas ASN. Keempat, membahas rancangan Peraturan daerah dengan DPRD atas persetujuan Menteri Dalam Negeri, dan yang kelima adalah terkait mutasi.

Bila ada kebijakan mutasi yang berkepentingan dengan organisasi maka silahkan diproses, namun tentunya dengan persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri.

TGB juga tidak lupa menghimbau agar aparatur sipil negara selalu  dapat menjaga netralitas selama proses Pemilukada berlangsung.

“Pilkada selalu menjadi perhatian khusus  masyarakat, terutama tentang ketidaknetralan atau dengan kata lain keberpihakan dari perangkat pemerintah daerah terhadap salah satu pasangan calon,” ujar TGB.

Diharapkan apa yang menjadi kekhawatiran dari masyarakat, dapat ditepis untuk daerah Lombok Timur dan Lombok Barat yaitu dengan melaksanakan tugas-tugas yang telah diamanahkan dalam surat keputusan menteri dalam negeri dengan sebaik-baiknya.

TGB menitipkan harapan semoga penjabat sementara Lombok Barat dan Lombok Timur dapat sering turun ke masyarakat, menjalin silaturrahmi dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat.

Termasuk simpul-simpul stakeholder Lombok Barat dan Lombok Timur, menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat dan dapat menjadi peneduh, pengayom dan pemimpin selama menjabat sebagai bupati sementara yang bisa menghasilkan kenangan yang baik.

AYA

 

 




Gubernur Tekankan Keseriusan Berantas Narkoba

Gubernur NTB  menekankan pentingnya dukungan semua pihak memerangi narkoba.

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH M. Zainul Majdi menandatangani nota kesepakatan bersama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) NTB, Rabu, (14/2/2018) di ruang kerjanya.

Kesepakatan ini terkait kerja sama pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di lingkup Pemerintah Provinsi NTB.

Sesuai dengan ketegasan dan komitmen kuat memerangi narkoba yang berulangkali dinyatakannya pada berbagai kesempatan, saat itu Gubernur NTB  yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) kembali menekankan pentingnya keseriusan dan dukungan semua pihak memerangi serta memberantas narkoba.

Terlebih bagi para ASN yang notabene merupakan pelayan masyarakat, yang seharusnya menjadi panutan, tentu harus bersih dari narkoba.

Gubernur menyampaikan dukungannya, agar kerjasama ini dapat segera dilaksanakan. secara khusus, gubernur menugaskan Sekretaris Daerah  selaku pembina kepegawaian tertinggi di lingkup Pemerintah Provinsi NTB, untuk  melanjutkan kerjasama ini secara lebih detail dan aktif berkoordinasi dengan BNN terkait teknis di lapangan.

Kepala BNN NTB, Imam Margono di hadapan Gubernur menyampaikan, penandatanganan Mou ini merupakan Implementasi dari surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), sebagai bentuk komitmen pemberantasan narkotika di kalangan ASN.

Tiga point penting yang tercantum dalam Mou ini, yakni menyangkut sosialisasi dan diseminasi informasi, pelaksanaan tes urin dan pembentukan satgas maupun penggiat P4GN, yang semuanya menyasar Aparatur Sipil Negara lingkup pemprov NTB.

“Teknisnya nanti akan dibicarakan lebih lanjut. Akan ada relawan penggiat pada masing masing OPD yang akan membantu BNN mensosialisasikan dan menyebarkan informasi secara luas terkait narkoba,” jelasnya.

AYA




Paslon Deklarasikan Tolak Politik Uang Dan Politisasi SARA

Pemilu merupakan solusi dalam mencari pemimpin, bukan harus menimbulkan masalah

MATARAM.lombokjournal.com —  Pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Calon Wakil Gubernur (Cagub – Cawagub) Provinsi Nusa Tenggara Barat ( NTB ) melakukan deklarasi bersama tolah politik uang dan politisasi Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (Sara) dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018.

Deklarasi bersama tersebut dilaksanakan bersama di jalan Udayana, Kota Mataram, depan Kantor Bawaslu NTB, Rabu (14/02), bersama Ketua Bawaslu, KPU, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Selain melakukan deklarasi bersama tolak politik uang dan Politisasi Sara, para Paslon juga membubuhkan tandatangan pada spanduk besar, sebagai bentuk komitmen bersama

“Politik uang sebagai kejahatan dalam pemilu, politisasi sara harus ditolak dan dilawan, Pemilu sebagai solusi dalam mencari pemimpin, bukan harus menimbulkan masalah,” kata Ketua Bawaslu NTB, Khuwailid di acara deklarasi bersama Paslon tolah Politik uang dan Politisasi Sara di Mataram,

Sebagai pengawas Pemilu, Bawaslu, Panwaslu sampai pengawas tingkat kecamatan siap mengawal, pengawas pemilu harus menjadi pelopor menjadikan pelaksanaan pemilu yang berintegritas

Paslon juga harus ikut menolak politisasi sara dan politik uang, perbedaan harus dibuat dalam bentuk keindahan, bukan ketegangan, melainkan sebagai sumber penguatan energi persatuan, tidak boleh menjadi bibit perpecahan

“Standar integritas pengawas pemilu harus lebih tinggi dari KPU, karena tugasnya mengawasi, karena itu harus pengawas pemilu harus senantiasa menjaga dan menjunjung tinggi integritas tersebut,” katanya.

Dengan aparatur pengawas yang berintegritas tentu akan menghasilkan pemimpin yang berintegritas juga melalui proses demokrasi jujur tanpa ada sesuatu apapu yang mencidrainya

Lebih lanjut Khuwailid juga meminta masyarakat bisa mengambil peran aktif melakukan pengawasan bersama, sehingga peluang terjadinya pelanggaran Pemilu seperti politik uang dan politisasi Sara bisa dicegah

“Mari bersama bergandengan tangan, penyelenggara pemilu, Paslon dan masyarakat untuk sama – sama memerangi dan menolak Politik uang dan Politisasi Sara, demi mewujudkan demokrasi berkeadilan dan berkualitas” katanya,” pungkasnya.

AYA

 




Usai Undian Nomor Paslon, Kampanye 15 Februari Sampai Juni

Pengundian nomor paslon merupakan penuntasan semua tahapan pemilu

MATARAM.lombokjournal.com – Semua tahapan Pemilu Kepala Daerah atau Pemilihan Gubernur (Pilgub) Nusa Tenggara Barat (NTB) 2018 sudah tuntas dengan Pengundian Nomor Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur.

Komisi Pemiliham Umum Daerah Nusa Tenggara Barat (KPUD) NTB, menggelar Rapat Pleno Terbuka Pengundian Nomor Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2018-2023, di Hotel Lombok Raya di Mataram, Selasa (13/02).

Ketua KPU NTB Lalu. Akshar Anshori saat membuka Rapat Pleno Penetapan Nomor Urut Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB menyatakan, kegiatan pengundian nomor paslon ini merupakan penuntasan dari semua Tahapan Pemilu .

Dalam pengundian nomor urut tersebut Pasangan Suhaili-Amin mendapat nomor wahid atau nomor satu (1) disusul pasangan Ahyar-Mori mendapat nomor urut dua (2), pasangan dengan nomor urut tiga (3) Zul-Rohmi, sedangkan pasanhan pasangan nomor urut buncit atau nomor empat (4) didapat oleh Ali-Sakti.

Selanjutnya, setelah pngundian nomor masing-masing paslon tersebut, dilanjutkan dengan masa berlangsung kampanye mula tanggal 15 Februari sampai dengan bulan Juni 2018.

AYA




Pemilihan Ketua Baru REI NTB Diikuti Tiga Calon

 Izzat Husen dan Gde Surya Primanadi yang mengharapkan hadirnya regenerasi mengundurkan diri

MATARAM.lombokjournal.com —  Musyawarah Daerah Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Nusa Tenggara Barat hari ini, Rabu (14/2) digelar.

Jika sebelumnya sebanyak 5 orang mendaftar sebagai calon ketua baru DPD REI NTB dalam bursa pemilihan¸ternyata H-1 jelang pelaksanaan Musda ke VIII DPD REI NTB, hanya tersisa 3 orang kandidat.

Sementara itu, dua orang calon ketua baru REI NTB telah mengundurkan diri dari bursa pemilihan DPD REI NTB tersebut.

“Ya, benar dua orang kandidat calon ketua mengundurkan diri dan sekarang tinggal tiga orang. Tapi masih dinamis, bisa jadi sebelum rapat umum di Musda akan bertambah calon yang ikut bersaing,” kata Ketua Panitia Musda DPD REI NTB ke VIII, H Heri Susanto, Selasa (13/2).

Sebelumnya, sebanyak lima orang kandidat telah mendaptar untuk ikut berkompetisi di ajang pemilihan ketua baru DPD REI NT pada pelaksanaan Musda ke VIII yang dilaksanakan, Rabu (14/2) di salah satu hotel berbintang di Kota Mataram.

Sebanyak lima orang kandidat itu diantaranya, Presiden Direktur PT Dasar Sakinah Group, H Ahmad Rusni, Direktur Utama PT Royal Property, H Izzat Husein, Direktur PT Varindo, Gde Surya Primanadi, Direktur PT Anugrah Alam, Husein Sewet, Direktur Utama PT. Permata Biru Property dan PT. Citra Mulia Property, Indra Setiyadi.

Dari lima kandidat yang menjadi calon ketua dalam Musda DPD REI NTB ke VIII tersebut, hanya tinggal tiga nama yang berlanjut untuk tetap ikut dalam pemilihan ketua bru tersebut.

Ketiga nama yang tetap ikut dalam bursa pemilihan ketua baru DPD REI NTB tersebut diantaranya, Presdir PT Dasar Group, H Ahmad Rusni, Direktur PT Anugrah Alam, Husein Sewet, Direktur Utama PT. Permata Biru Property dan PT. Citra Mulia Property, Indra Setiyadi.

Sementara itu, dua kandidat lainnya, yakni Direktur Utama PT Royal Property, H Izzat Husein, Direktur PT Varindo, Gde Surya Primanadi menyatakan mengundurkan diri dari bursa calon ketua baru DPD REI NTB. Izzat Husein kabarnya menginginkan regenerasi dalam kepengurusan REI NTB.

Menurut Heri Susanto, kemungkinan jumlah calon ketua pada pelaksanaan Musda akan bisa bertambah atau bahkan tetap 3 calon. Pasalnya, pelaksanaan Musda DPD REI NTB ke VIII lebih dinamis.

Hanya saja calon yang ikut dalam kontestan pemilihan ketua baru organisasi perusahaan pengembang perumahan ini harus tetap mengikuti ketentuan serta syarat-syarat yang sudah ditentukan.

“Kemungkinan calon ketua baru yang ikut dalam Musda akan bertambah di hari H. Karena pendapftaran calon ketua baru ini masih dinamis,” jelasnya.

Dijelaskan Heri, mekanisme dalam pemilihan ketua REI NTB yang baru nanti adalah cukup sederhana. Dimana mekanisme tergantung dari rapat umum terlebih dahulu, kemudian disepakati apakah menggunakan sistem aklamasi, musyawarah mufakat atau voting.

Dengan demikian, mekanisme pemilihan nanti sangat bergantung dari hasil kesepakatan rapat umum tangal 14 Februari.

“Jika terpaksa memilih dengan mekanisme voting, maka akan dicari minimal peraih suara 50+1,” ucap Heri.

Sementara itu, salah satu calon ketua baru DPD REI NTB, Direktur Utama PT. Permata Biru Property dan PT. Citra Mulia Property, Indra Setiyadi berjanji akan membawa organisasi yang begerak dalam perusahaan pengembang perumahan ini berjanji memberika pengabdian terbaiknya jika dipercaya oleh anggota REI NTB menjadi ketua baru.

“Memberi pengabdian yang terbaik untuk bangsa dan negara di bidang pengadaan perumahaan dan mensukseskan program sejuta rumah,” ucap Indra.

Selain itu, Indra juga memastikan untuk mengajak semua anggota REI NTB untuk membantu masyarakat yang memiliki  rumah tidak layak huni untuk berkenan untuk membantu agar rumah masyarakat tersebut bisa dilayakan untuk tempat tinggal yang aman dan nyaman.

“Hakikat hidup ini adalah mengabdi dan berbuat baik kepada sesame. Maka landasilah sendi-sendi hidup kita ini untuk berbuat baik sesuai dengan bidang masing-masing,” ungkapnya.

Me




FIDDIN, Kreasi Politik Yang Piawai Nan Cerdik Melihat Celah Kekuatan

Samsul Lutfi dan jamaah NW tidak ingin mengulang kisah Pilkada Lotim 2013 silam. Apalagi sekarang The Prince NW Samsul Lutfi, menjadi papan satu sesuai aspirasi Jamaah NW.

lombokjournal.com –

Samsul Lutfi dan Najamuddin Moestapa

Belajar dari kekalahan Pilbup Lombok Timur 2013 silam, paket Fiddin merupakan kreasi politik piawai nan cerdik, melihat celah kekuatan  dengan  menggabungkan kekuatan jamaah, yakni NU dan NW.

Mergernya dua blok kekuatan jamaah ini  sebagai upaya taktis meraih dukungan suara para jamaah untuk kemenangan Fiddin.

Analisis Politik itu disampaikan Direktur Mi6, Bambang Mei F, menyoroti kinerja dan performance Politik Fiddin New Generation yang disampaikan ke Media, Selasa (13/02).

Selain itu, Direktur Mi6, Bambang Mei F memprediksi, akselarisasi Fiddin di basis  pemilih, khususnya di akar rumput akan lebih efektif dan intensif  mengikuti langgam gerak  Zul-Rohmi.

Dengan Armada kecil, Fiddin lebih leluasa bergerak dari satu titik ke titik lain secara informal tanpa protokoler yang justru terkesan membuat jarak dengan konstituen.

Hal ini tercermin dari pola gerakan Cabup, Samsul Lutfi dan Cawabup Najamuddin Moestapa yang tetap menyambangi konstituen setiap hari, khususnya diwilayah pedesaan.

Field trip politik harian Fiddin ini harus dimaknai sebagai cara memperkuat dan mengamankan basis pemilih agar tetap setia dan loyal sampai akhir.

Agaknya Samsul Lutfi dan jamaah NW tidak ingin mengulang kisah Pilkada Lotim 2013 silam. Apalagi sekarang The Prince NW Samsul Lutfi, menjadi papan satu sesuai aspirasi Jamaah NW.

Tentu ini menjadi spirit baru jamaah NW makin solid dalam menyukseskan Fiddin.

Mi6 menilai, uji material soliditas dan loyalitas jamaah NW pastinya akan terlihat nanti dalam survey politik, terakhir saat di TPS. Hal ini penting sebagai alat mengukur  kinerja politik Fiddin dalam melakukan penetrasi dibasis pemilih.

“Survey politik sebagai Tools, harus diyakini sebagai pandu suar melihat persepsi pemilih,” ujar Direktur Mi6 , Bambang Mei Finarwanto  yang akrab disapa Didu.

Dikatakan Didu, Cawabup Fiddin, Najamuddin Moestapa akan menjadi tandem politik yang efektif dalam mendulang pundi pundi suara dari kaum Nahdliyin.

Selain itu Najamuddin sebagai the rising star dalam jajaran Cawabup juga tetap melakukan turba dan bersilaturahmi ala NU yang mengedepankan ukhuwah islamiyah yang menghormati adat istiadat dan kebiasaan setempat.

“Karakter dasar warga Nahdliyin adalah toleran terhadap nilai nilai dan adat kebiasaan di masyarakat,” ungkapnya.

Dalam konteks pemilih di Lombok Timur, kata Didu, Fiddin dituntut adaptif dan terbuka dengan kelompok pemilih yang tidak berafiliasi dengan jamaah NU ataupun NW.

“Ini tentu butuh treatment tersendiri untuk meraih simpati ,” jelas Didu sembari mengatakan tag line politik Fiddin sudah menjelaskan harapan kelompok non afiliasi ataupun pemilih pemula.

Solo Run Samsul Lutfi

Samsul Lutfi yang juga Ketua DPC Partai Demokrat saat ini  terkesan lebih mengutamakan  gerakan solo run yang lebih fleksible dan lincah dalam menembus kantong-kantong basis pemilih baru pada semua tingkatan strata sosial.

Tentu ini berkaitan dengan makin mendekatnya tahapan akhir pilkada bulan Juni 2018.

“Secara psykologis politik, Samsul Lutfi ingin memperluas basis pemilihnya secara terukur dengan cepat dan praktis ,’ kata Didu .

Didu menambahkan, Lutfi tentu berkejaran dengan waktu sementara dengan luasnya medan geografi Lombok Timur, maka pilihan taktik Lutfi yang lebih mengedepankan aksi solo run nya untuk mempercepat akses menguasai pemilih baru.

Gerak cepat melakukan penetrasi wilayah baru penting dilakukan agar simpul jaringan pemilih terintegrasi dengan baik.

“Pada waktunya nanti Fiddin skan menggerakkan mesin partai untuk mengakumulasi jumlah dukungan konstituen,’ lanjut Didu

Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fathullah mengatakan daya jalajah Fiddin jauh lebih rapi dan terukur dalam meraih simpati masyarakat Lombok Timur.

Hal ini tak terlepas dari motivasi kuat Samsul Lutfi dan Najamuddin berbuat terbaik dalam mengemban amanah loyalis vottersnya .

“Kecepatan akselerasi membentuk jejaring pemilih baru patut diapresiasi,” kata Athari yang juga Sekretaris KNPI NTB ini .

Kata Athari, Fiddin adalah  ppaket yang komplit dan efektif,  Diusung dua Partai Politik,  Demokrat dan PKB dengan 11 kursi parlemen.

Paslon nomor  4 Ini mewakili Unsur Organisasi NW dan NU,

Bagimnapun Najamuddin merupakan mantan Ketua DPW PKB NTB identik dengan Kalangan dan kelurga Besar NU, sementara itu Samsul lutfi representasi dari Kelurga Besar NW.

Athar menambahkan, berkaca pada PILKADA LOTIM lima tahun lalu,  Samsul Lutfi yang saat itu maju bersama dengan Sukiman tidak ingin kembali gagal. Dengan gerakan partai koalisi yang ramping akan memudahkan gerakannya terus turun ke basis masyarakat.

“Samsul lutfi adalah sosok politisi yg sudah teruji, gagal jadi Wakil Bupati Lima tahun lalu tidak membuatnya patah arang,  Lutfi maju sebagai calon DPR RI NTB dan Terpilih sebgai salah satu wakil NTB di Senayan. Kiprah Politik Syamsul Lutfi sudah tidak di ragukan lagi,  publik sudah mengenalnya sebagai sosok petarung yang gigih dan bersahaja,” ungkapnya

Bagi Athari pertarungan PILKADA Lotim menjadi menarik dengan Dengan Munculnya Khaerul Warisin sebagai Calon Bupati,  karena akan menambah spirit bagi para Kandidat lain. Karena Khaerul warisin yg dulu maju melalui jalur Independent kini berubah haluan dan diusung oleh Koalisi partai politik.

“Menariknya lagi ada Calon Lain yg maju melalui Jalur Independent untuk mencoba meneruskan tradisi Bupati sebelumnya. Maka Gengsi politik akan semakin tinggi bila melihat dan berkaca Pada PILKADA Sebelumnya,  Partai Politik tidak ingin kalah untuk yg kedua kalinya,” tambahnya

Dimata Athari segala manuver dan infiltrasi dibasis pemilih strategis tidak terlepas dari kuatnya motif Samsul Lutfi yang tidak mau jadi pecundang lagi dalam Pilbup Lotim.” Fiddin pasti akan All out bertarung secara satria ,’ lanjutnya .

Kekompakan dan soliditas Fiddin akan menjadi simpul utama dalam menggerakkan agenda utama menguasai step by step basis pemilih yang terpetakan secara arah dukungan politiknya.

“Disinilah titik krusialnya , apakah Fiddin mampu mengabsorbsi dan merawat Kesetiaan pemilihnya hingga Hari H pencoblosan,” ulas Athari .

Dalam berbagai kasus di Pilkada, imbuh Athari, tak jarang terjadi migrasi dukungan rakyat ke paslon lain karena hal hal yang tidak elementer.

“Pragmatisme rakyat bisa jadi karena proses komunikasi sblmnya dibangun atas dasar tawaran janji Dan angka-angka, bukan dalam kerangka membangun kesadaran kolektif,” pungkasnya .

Me




PSMTI NTB Bantu Pembangunan Laboratorium Gizi UNU

Kehadiran PSMTI  sebagai bentuk kepedulian terhadap UNU, dan berharap UNU mampu menghasilkan lulusan terbaik dan siap pakai

MATARAM.lombokjournal.com —  Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) NTB memberikan bantuan pembangunan Laboratorium Gizi Universitas Nahdatul Ulama (UNU) NTB. Bantuan itu diberikan karena merasa memiliki tanggung jawab moral, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di NTB,

Bantuan berupa dana sebesar Rp271 juta diserahkan langsung Dewan Penasehat PSMTI, Jamal Buyung kepada Rektor UNU NTB, Baiq Mulyana Taqiuddin Mansyur, di hadapan pengurus PSMTI dan Jamaah Nahdliyin di AULA PW NU NTB, Selasa  siang (13/2).

Rektor UNU NTB, Baiq Mulyana dalam sambutannya mengatakan pembangunan sumber daya manusia sesuai dengan Tri Dharma perguruan tingi, yakni hak hidup, hak agama, hak akal, hak regenerasi dan hak ekonomi.

Baiq Mulyana menjelaskan, pengembangan sumber daya manusia merupakan upaya untuk meningkatkan indeks prestasi SDM dan pendidikan di NTB. UNU sebagai salah satu universitas yang konsen dalam pengembangan kualitas pendidikan, turut ambil bagian membantu pemerintah dan tetap memperhatikan segala kebutuhan dan sarana penunjang kegiatan akademik.

UNU mempunyai tanggung jawab memajukan pendidikan di NTB, selalu berusaha meningkatkan sarana dan prasarana penunjang kegiatan akademik.

“Bantuan ini sangat berarti artinya ada kesamaan visi untuk membangun SDM NTB menjadi lebih unggul kedepannya,” ungkap Baiq Yuliana.

Penasehat PSMTI, Jamal Buyung mengatakan, kehadiran PSMTI  sebagai bentuk kepedulian terhadap UNU.

“Kami berharap UNU mampu menghasilkan lulusan terbaik dan siap pakai,”  ujarnnya.

PMSTI lanjutnya akan tetap terbuka dengan semua pihak sehingga harmonisasi kerukunan hidup terjaga.

Sekretaris NU, Lalu Winengan menyambut baik kunjungan dan bantuan tersebut.

“ini suatu bentuk kepedulian dan hubungan timbal balik antara NU dan masyarakat Tionghoa yang baik, tetap terjaga serta tidak akan terlupakan oleh kaum Nahdliyin,” papar Winengan.

Sebelum acara diakhiri, terlebih dahulu dilaksanakan peletakan batu pertama oleh Ketua PMSTI, Agus Sinta dan Ketua NU NTB, Taqiuddin Mansyur.

Me




Tipu Wisatawan, Empat Preman Bangsal, Pemenang Diciduk Polisi

Korbannya seorang WNA atas nama Emerich (24) asal Jerman dan seorang pengusaha jasa travel, Abdul Manan (45)

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Satuan Reskrim Polres Lombok Utara, berhasil menangkap empat pelaku premanisme dan pungutan liar yang biasa beroperasi di kawasan Pelabuhan Bangsal, Kecamatan Pemenang, Sabtu (10/2).

Empat pelaku ditangkap di Bangsal sekitar pukul 11.00 Wita masing-masing ber-inisial, SH (20), Zul (32), UDN (38), dan SB (32). Dari 4 pelaku, SH berperan sebagai eksekutor.

“Korbannya seorang WNA atas nama Emerich (24) asal German dan seorang jasa travel, Abdul Manan (45),” ungkap Kasat Reskrim Polres Lotara, AKP Kadek Metria., S.Sos. SH. MH., dalam jumpa pers di Gangga, Senin (12/2).

Kronologinya, pada hari Selasa (6/2), pelaku mengaku sebagai pemilik penyedia jasa Travel Cahaya Bintang Utara Tour, dan menawarkan angkutan antar jemput kepada korban dengan biaya sebesar Rp. 800 ribu.

Pelaku juga memberikan nomer HP-nya yang sudah hilang. Oleh pelaku, korban justru disuruh naik travel kosongan yang memang hendak kembali ke Kawasan Kuta Lombok Tengah.

Biaya yang diminta pelaku Rp. 800 ribu, sementara yang dibayarkan ke trevel kosongan hanya Rp150 ribu. Dari sisa pembayaran, SH mendapat jatah Rp. 400 ribu, tiga orang lainnya masing-masing mendapat Rp. 50 ribu.

“Karna tidak kunjung dijemput pada hari Sabtu (10/2), korban akhirnya komplin ke pihak travel Bintang Utara Tour,” tukasnya.

Dikatakan Metria, selama ini pihak travel sering dikomplin  oleh tamu WNA. Namun kali ini pihaknya baru bisa bertindak setelah ditemukannya bukti-bukti.

Sebelumnya para pelaku juga sudah pernah menandatangani surat pernyataan, namun diulang kembali.

“Para pelaku akan dikenakan pasal 378-372 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” sambungnya.

Metria berharap, semua pihak harus ikut serta dalam mengawasi keberlangsungan pariwisata di KLU, khususnya Desa Gili Indah, setidaknya dari aspek keamanan.

“Mari sama- sama kita jaga keamanan, jangan sampai persoalan ini bisa merusak citra pariwisata di daerah ini,” tutupnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan polisi berupa kwitansi pembayaran, dan uang sisa pembayaran berjumlah Rp.300 ribu.

DNU




Dikenal Cerdik, Pengedar Narkoba ini Akhirnya Diringkus Polisi

Modus sebagai penjual stiker di Tanjung, RA yang dikenal cerdik juga berprofesi menjadi penyedia penyewaan sepeda di Gili Trawangan, Desa Gili Indah

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Bermodus sebagai penjual stiker reparasi motor, seorang pengedar narkoba berinisial RA (26) warga Tanjung, akhirnya berhasil diringkus Satuan Narkoba Polres Lotara, di Dusun Telok Dalem, Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Minggu (10/2).

Selain menggunakan modus sebagai penjual stiker di Tanjung, RA yang dikenal cerdik juga berprofesi menjadi penyedia penyewaan sepeda di Gili Trawangan, Desa Gili Indah.

“RA diamankan tim sekitar pukul 20.05 Wita. saat akan transaksi narkotika jenis sabu dengan pelanggannya,” kata Kasat Narkoba Polres Lotara, AKP Remanto, SH. Senin (12/2).

Pelaku, lanjut Remanto, dalam pemeriksaannya mengaku barang haram tersebut ia dapatkan dari orang yang tidak dikenal di wilayah Kodya Mataram.

“Kepolisian melakukan operasi berdasarkan laporan warga. Setelah dibuntuti, RA berhasil diringkus kemudian dilakukam penggeledahan disaksikan beberapa orang saksi,” paparnya.

Barang Bukti (BB) yang berhasil diamankan kepolisian, sambung Remanto, berupa sembilan poket sabu seberat 3,4 g.

“Pelaku akan di kenekan pasal 112 KUHP Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan maksimal hukuman 12 tahun penjara,” cetusnya.

DNU