Mantan Aktivis Merapat ke AHYAR-MORI

Ahyar-Mori dipercaya sebagai pasangan calon yang memiliki sikap dan garis perjuangan yang jelas terhadap upaya mensejahterakan rakyat

MATARAM.lombokjournal.com — Dukungan terhadap pasangan Cagub-Cawagub nomor urut dua terus mengalir. Kali ini, dukungan datang dari aktivis berbagai latar belakang organisasi seperti mantan aktivis HMI, PMII, LMND, FMN, dan FKMM. Mereka menamakan diri sebagai Aktivis Pro Ahyar-Mori.

Dalam deklarasi yang dihadiri ratusan aktivis pada Minggu (18/02), Cagub H. Ahyar Abduh di dampingi Mori Hanafi mengucapkan terimakasih tiada terkira atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan para aktivis lintas organisasi ini.

Ahyar Abduh, lebih jauh menyebut deklarasi ini adalah tidak sekedar seremonial saja, melainkan sebuah “social change” demi mewujudkan kemenangan pasangan nomor urut dua.

“Momentum penting dan bersejarah bagi kita. Inilah suatu kebangggan bagi kami,” ujarnya.

Selain itu, deklarasi ini adalah ikhtiar politik. Di samping adanya tambahan dukungan para aktivis bisa diyakini sebagai satu kekuatan baru.

“Dukungan ini tidak asal-asalan dari para aktivis. Rupanya harapan-harapan itu dipercayakan kepada Ahyar-Mori,” ungkap Walikota Mataram dua periode ini.

Koordinator Umum Aktivis Pro Ahyar-Mori, Sirra Prayuna, sebelumnya menyampaikan, tugas seorang pemimpin ialah mensejahterakan masyarakatnya. Sesuai amanat UUD 1945 yang mengamanatkan bahwa esensi kemerdekaan sejati ialah membawa seluruh masyarakat Indonesia menuju kemakmuran.

Dilanjutkan Sirra, seorang pemimpin yang tidak berpihak pada rakyat miskin, maka dia bukanlah seorang pemimpin. Dia pun percaya pasangan Ahyar-Mori memiliki sikap dan garis perjuangan yang jelas terhadap upaya mensejahterakan rakyat.

“Para aktivis memiliki satu nilai kejuangan yang sama. ingin melihat NTB yang sejahtera,” sambung Sirra.

Ditambahkan, deklarasi ini adalah sebuah gerakan movement, karena ingin membuktikan ke publik posisi para aktivis pada Pilkada ini.

“Kita ingin membuktikan, Ahyar-Mori yang pantas. Perjuangan ini membutuhkan spirit kuat. Saya mengajak semua bekerja di tingkat basis masing- masing,” tukasnya.

AYA




Di Tegal Maja, Tanjung, Buah Berduri ini Disebut Buah “Sehabat”

Petani tidak hanya mengembangkan durian lokal, juga menanaman bibit durian jenis Kane (Chane) yang merupakan varietas unggul asal Thailand

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Siapa yang tidak tahu buah durian, dengan cita rasa yang nikmat dan beraroma khas, menjadikan buah berduri ini diminati banyak orang.

Bahkan saking pamiliarnya, orang-orang di Leong Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung Lombok Utara, menyebut buah ini dengan nama buah “Sehabat”.

Leong adalah daerah perbukitan dengan kondisi tanah yang sangat subur dan dingin. Tak heran berbagai jenis buah bisa tumbuh subur di daerah ini, salah satunya durian, pisang dan manggis.

“Biasanya saat mencari durian ke sini (Leong, Tegal Maja, red) orang ramai-ramai datang dengan keluarganya atau dengan teman-temannya berkumpul bersama, itulah alasan kenapa dinamakan buah sehabat,” kata Kepala Desa Tegal Maja, Rusdi.

Istilah buah sehabat, lanjut Rusdi., mulai pamiliar sejak beberapa bulan lalu, ketika orang-orang sengaja datang ke Leong mencari teman atau sehabatnya dan berkumpul sambil menikmati durian.

“Saat musim berbuah, orang-orang dari Mataram datang ke sini mencari durian. Ada juga yang sengaja datang mencari temannya yang kebetulan tinggal di Leong sambil membeli durian,” cetusnya.

Rusdi juga menceritakan, warga di Tegal Maja, khusnya Leong, mulai tertairk menanam pohon durian sejak beberapa tahun lalu, bahkan kini jumlah pohonnya sudah ratusan.

“Tidak pasti berapa hektar total luasan kebun durian warga di sini, tapi yang pasti sangat banyak, karna di tanam juga di sekitar pekarangan rumah,” jelasnya.

Salah seorang petani durian di Leong, Jaenudin., mengatakan, durian Leong memiliki ukuran lebih kecil jika dibandingkan durian di daerah lain, tapi daging atau isinya lebih tebal dan bertekstur lembut dengan rasa sangat manis.

“Orang-orang yang datang ke sini (Leong,red) bilang kalau durian Leong lebih manis walaupun ukurannya lebih kecil dari durian lokal pada umumnya,” katanya.

Seperti halnya di daerah-daerah penghasil durian lainnya di pulau lombok, produksi durian Leong juga tergolong cukup tinggi. Biasanya petani menjual ke pengepul sebelum dijual kembali ke pasaran dengan harga bersaing.

“Kalau lagi musim, harganya bisa lebih murah. Tapi kalau produksinya masih sedikit atau terbatas tentu harganya sedikit lebih mahal. Kecuali membeli langsung ke petani,” bebernya.

Saat ini, lanjut Jaenudin, petani tidak hanya mengembangkan durian lokal, tapi juga menanaman bibit durian jenis Kane (Chane) yang merupakan varietas unggul asal Thailand.

“Durian Kane ukurannya jauh lebih besar, bahkan beratnya bisa mencapai 4 kg ke atas per biji,” cetusnya.

Saat musim durian seperti sekarang, Leong bisa memproduksi ratusan hingga ribuan butir buah durian setiap harinya yang siap dipasarkan ke Tanjung dan sekitarnya.

Bahkan sejak akses jalan menuju Leong bisa dilalui kendaraan roda 4, petani tidak kesulitan lagi memasarkan hasil duriannya.

DNU 

 




Napak Tilas Jejak Silaturrahim Tuan Guru Pancor

Catatan TGB; Safari Silaturrahim ke Lasem, Rembang, Jawa Tengah (Sabtu-Minggu, 17-18 Februari) 2018

lombokjournal.com —

AKKHIRNYA, sampai juga menginjakkan kaki napak tilas jejak silaturrahim Kakek Saya, Tuan Guru Pancor, Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.  Semasa hidupnnya beliau kerap bertemu dan saling bertukar pikiran dengan Kiai-kiai kharismatik di kawasan Lasem Rembang, Jawa Tengah di masa lalu.

Sesuatu yang selalu disebutkan Kakek Saya tersebut, bahwa Lasem dikenal sampai ke Lombok karena di tempat ini hidup orang-orang sholeh dan baik.

Dimulai dengan berjumpa KH Gus Qoyyum Mansur di Ponpes An Nur, yang menjamu Saya dan rombongan dengan sangat menyenangkan, sekaligus menyediakan tempat bermalam bagi kami.

Silaturrahim berlanjut dengan jamaah sholat subuh di Masjid Jami’ Lasem. Masjid yang memiliki daya tampung hingga 3.500 jamaah, dan bergaya arsitektur bangunan mengikuti perpaduan dari unsur Jawa, Cina, dan Islam.

Setelah kuliah subuh dan berziarah makam para Kiai di dalam area masjid, silaturrahim kami lanjutkan ke Ponpes Assholatiyah untuk bertemu KH Ahmad Attabik, yang menyambut kami dengan penampilan Marching Band para santrinya.

Kemudian ke Ponpes Al Wahdah bersua dengan KH Afhas, dan diteruskan ke Ponpes Al Hidayat beranjangsana dengan KH. Zaim Ahmad Ma’soem. Terakhir bersilaturrahim dengan KH. Luthfi Thomafi, pengasuh SMK Islam Terpadu Avicenna.

Dalam beberapa kesempatan memberikan tausiyah ke para santri dan santriwati, Saya menyampaikan beberapa materi terkait konteks kondisi sosial keterkinian. Terutama terkait maraknya tindak kekerasan terhadap para pemuka agama, baik para Ulama Islam maupun pemuka agama lainnya.

Bahwasanya kunci untuk menuntaskannya adalah penegakan hukum yang tegas, adil dan transparan untuk membongkar semuanya lebar-lebar. Selain mempercayakannya pada para aparat hukum sepenuhnya, kita juga wajib untuk selalu waspada dan siap siaga menjaga keamanan serta keselamatan para Kiai dan Ulama kita.

Karena jika kita lengah dan biarkan, hanya akan membuat para pelaku senang dan bebas mengulangi tindakannya. Sementara jika kita kukuh melawan, mereka akan jeri melakukannya lagi.

Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT yang begitu tegas dan detail memberikan petunjuk serta perintah dalam Al Quran terkait pentingnya orang beriman menjaga harta, jiwa, dan kehormatan orang beriman lainnya.

“Tidak boleh orang menakut-nakuti sesamanya, apalagi sampai membunuh dengan sengaja tanpa alasan. Tidak boleh siapa pun orangnya, setinggi apa pun jabatannya, merusak kehormatan orang lain dengan cara apa pun, baik melalui ucapan maupun perbuatan.”

TGH M ZAINUL MAJDI




Deklarasi Kampanye Damai, Diikuti Antusias Seluruh Paslon

Deklarasi kampanye damai menyimpan makna penting, yakni mewujudkan komitmen paslon benar-benar melakukan kampanye damai.

MATARAM.lombokjournal.com —  Seluruh pasangan calon (paslon) Gubenur dan Wakil Gubernur NTB, Ahad (18/02), antusias mengikuti deklarasi pilkada damai yang digelar Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua KPUD NTB, Lalu Aksar Anshari mengungkapkan kegembiraannya atas atensi yang diberikan seluruh paslon untuk hadir di acara ini. Aksar juga mengapresiasi pertunjukan seni budaya Gendang Beleq yang ditampilkan tim gabungan dari Polda NTB dan Korem.

“Kami gembira dan bersyukur karena seluruh paslon telah memberikan atensi besar terhadap deklarasi kampanye damai ini,” ungkapnya.

Aksar menyebutkan, deklarasi kampanye damai menyimpan sejumlah makna penting, yakni mewujudkan komitmen paslon untuk benar-benar melakukan kampanye damai.

“Tentu tidak hanya ditandatangani dan ungkapan, tapi juga hadir dari pikiran, hati, dan keteladanan,” ujarnya.

Selain itu, deklarasi kampanye damai juga menjadi medium bagi KPUD NTB untuk mengenalkan para paslon kepada masyarakat melalui pawai keliling Kota Mataram.

Aksar menyebutkan, prosesi tahapan kampanye akan berlangsung hampir lima bulan, mulai dari 15 Februari hingga 23 Juni mendatang. Aksar berharap para paslon memanfaatkan masa kampanye yang cukup panjang untuk menyampaikan program, visi, dan misi kepada masyarakat NTB.

“Sangat cukup ruang untuk paslon menyapa warga dari seluruh pelosok NTB. Waktunya sangat cukup, harapkan kami tahapan panjang ini harus-benar menjadi ruang pendidikan kepada warga,”

Aksar mengimbau para paslon bersaing secara sehat tanpa melakukan hal-hal negatif yang mengundang kebencian dan permusuhan.

“Paslon dan tim mendidik warga agar hiruk pikuk (pilkada) diwarnai pikiran dan gagasan menjawab permasalahan NTB, bukan hiruk pikuk dengan ungkapan yang timbulkan kebencian dan permusuhan,” pungkasnya.

AYA

 

 

 




Lutfi; Siap Disumpah Rakyat Di Lapangan Terbuka.

Sumpah Rakyat sebagaih bentuk Hutang budi FIDDIN kepada warga Lotim yang kelak mempercayai memegang amanat

LOMBOK TIMUR.lombokjourmal.com —

Calon Bupati (Cabup) Lombok Timur No 4, Samsul Lutfi mengunghkapkan, kehendak rakyat Lombok Timur yang menginginkan perubahan di berbai bidang kehidupan melalui suksesi pilkada, merupakan wujud kesetiaan rakyat  berpartisipasi menyukseskan pemilukada.

Bagi Lutfi, momentum Pilkada Lombok Timur dimaknai sebagai upaya menyatukan semua keinginan dan harapan warga Lombok timur, untuk melakukan perubahan elementer demi mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bersama.

“Fiddin siap berjuang bersama seluruh elemen  masyarakat melakukan perubahan yang mendasar guna memenuhi harapan warga Lotim,” kata Samsul Lutfi, Cabup Lotim melalui siaran pers yg disampaikan ke Media, Sabtu (17/02).

Sebagai tanggungjawab moral dan politiknya , Lutfi siap melakukan sumpah rakyat, jika kelak terpilih akan menuntaskan semua janji janji politiknya.

“Saya siap disumpah rakyat di lapangan terbuka,  jika terpilih Bupati Lotim berjanji tidak KKN dan mementingkan hajat hidup rakyat,” tungkasnya.

Bagi Lutfi, sumpah rakyat ini merupakan rambu-rambu memperjuangkan aspirasi seluruh warga Lombok Timur. Selain itu Sumpah Rakyat sebagaih bentuk Hutang budi Fiddin kepada warga Lotim yang kelak mempercayai memegang amanat.

“Saya siap dilaknat jika ingkar janji kepada warga lotim,” imbuhnya

Lutfi meyakini secara psykologis,  Sumpah Rakyat di atas Al Quran akan berkonsekwensi  langsung dan tunai jika dilanggar.

“Sumpah ini  sebagai jaminan keyakinan menilai track record kinerjanya melayani kepentingan rakyat,” ungkapnya, sembari mengatakan  Sumpah Rakyat ini wujud garansi total Fiddin jika kelak terpilih

Kantong Pemilih Baru

Lebih jauh Lutfi mengakui progress field trip hariannya mengunjungi kantong pemilih baru sudah ada di 300 titik kantong pemilih dengan sebaran yg merata di setiap desa atau dusun.

“Prinsipnya Fiddin  akan mengunjungi konstituen agar  bisa diterima rakyat tanpa cela,” ujarnya.

Lutfi berjanji dalam sisa waktu empat bulan menuju pemilihan Pilbup, pihaknya makin intensip dan agresif membuka jejaring pemilih baru. Hal ini agar Rakyat Lotim bisa diyakinkan tentang performance dan cita cita Fiddin.

“Fiddin akan takzim melayani kepentingan rakyat dengan mengutamakan keadilan dan pemerataan pembangunan,” tegasnya.

Samsul Lutfi yang juga anggota DPR RI dapil NTB dari Partai Demokrat menyadari, Pemilukada serentak ini makin berat variasi tantangannya, terkait perubahan perilaku pemilih yang tidak mudah diyakinkan dengan janji-janji didepan.

Kecendrungan pragmatisme rakyat yang kuat,  tidak sabar menantikan perubahan yang diinginkan.

“Fiddin memiliki  tanggungjawab moral  melakukan votters education agar pemilihnya memiliki pemahaman yang sama arti perubahan yang sesungguhnya,” pungkasnya.

Me




Gubernur Serahkan Bantuan Masyarakat NTB Bagi Rakyat Palestina

Di tengah masalah Palestina, khususnya pembebasan Al quds, Indonesia merupakan negara yang selalu memberi dukungan besar dan bersama Palestina

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menyerahkan bantuan dari masyarakat NTB, berupa uang tunai seratus juta untuk masyarakat Palestina, di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center NTB, Jum’at (16/02).

Bantuan yang diserahkan usai sholat Jum’at tersebut diterima  Sekjen Komite Al Quds Ikatan Ulama Internasional, Syeikh Dr. Muraweh Mousa Nassar.

Gubernur yang dikenal sebagai Tuan Guru Bajang (TGB) menjelaskan bantuan tersebut merupakan salah satu cara membalas jasa baik masyarakat Palestina.

“Palestina adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia,” ungkap TGB di hadapan ribuan jama’ah yang hadir. TGB mengajak masyarakat NTB untuk senantiasa memberikan bantuan dan doa untuk masyarakat Palestina.

Sekjen Komite Al Quds Ikatan Ulama Internasional, Syeikh Dr. Muraweh Mousa Nassar yang menerima bantuan tersebut menyampaikan terima kasih yang tinggi atas bantuan masyarakat dan pemerintah Indonesia, khususnya NTB.

Bantuan tersebut adalah amanah besar yang akan selalu diingat oleh Masyarakat Palestina. Ia mengakui, di tengah masalah Palestina saat ini, khususnya pembebasan Al quds, Indonesia adalah negara yang selalu memberi dukungan besar dan selalu berada dan berdiri bersama Palestina.

Meskipun Palestina merupakan negara pertama yang mengakui mengakui kemerdekaan Indonesia, namun menurutnya, bukan berarti Palestina ingin meminta balasan. Namun, masalah Palestina adalah masalah kemanusiaan.

“Kami tidak tau dengan cara apa kami membalas kebaikan masyatakat Indonesia,” ungkapnya disambut Takbir oleh jamaah sholat Jumat di Islamic Center NTB.

AYA




Jelang Pilkada Serentak, KLU Harus Bebas Hoax dan Politik SARA

Panwaslu terus melakukan pengawasan di lapangan,  selain di masyarakat juga melebarkan pengawasannya dari aspek teknologi, khususnya Media Sosial (Medsos)

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com —  Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Lombok Utara, Adi Purmanto, berharap tidak ada praktik kampanye hitam atau politik yang menggunakan isu Suku, Agama, Ras (Sara) jelang kontestasi Pilkada serentak pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur dan Bupati/Wakil Bupati, 27 Juni 2018 mendatang.

“Kita harap tidak ada praktik kampanye hitam dan plotik Sara di KLU. Dan alhamdulillajh sejauh ini belum ada kita temukan terjadi di sini,” katanya, Kamis (15/2).

Adi mengaku, pihaknya masih terus melakukan pengawasan di lapangan. Tidak hanya di masyarakat, tapi juga melebarkan pengawasannya dari aspek teknologi, khususnya Media Sosial (Medsos). Mengingat banyak munculnya akun-akun Medsos yang kerap menyebarkan informasi Hoax dan Sara.

“Khusus untuk media sosial, pengawasan hanya dilakukan pada akun-akun medsos yang sudah terdaftar,” paparnya.

Rencananya, lanjut Adi, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan KPU terkait rencana penertiban baliho yang sudah beredar sampai saat ini.

Disamping meminta kepastian penetapan lokasi atau titik-titik pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) bagi masing-maaing calon sesui regulasi yang ada.

DNU

 




Rastra Yang Diterima Warga Harus Berkualitas

Beras sejahtera yang diterima masyarakat harus sesuai jumlahnya, dan berkualitas bagus

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Beras Sejahtera (Rastra) yang dihajatkan pemerintah kepada masyarakat kurang mampu, harus benar-benar memiliki kualitas bagus.

Hal itu diungkapkan Sekertaris Daerah (Sekda) KLU, H. Suardi, saat membuka kegiatan Sosialisasi dan Monev Distribusi Rastra tahun 2018, di Aula Kantor Bupati, Kamis (15/2).

“Beras sejahtera yang nantinya akan diterima masyarakat harus sesuai jumlah dan berkualitas bagus,” paparnya.

Tahun 2018 ini, lanjut Suardi, masyarakat penerima akan diberikan jatah masing-masing sebesar 20 kg per Kepala Keluarga (KK).

Dalam kesempatan yang sama, Kabid Opp Bulog Divre Provinsi NTB, Burhanudin Ashari SH., menjelaskan Bansos rastra merupakan salah satu cara pemerintah guna menekan kesenjangan harga beras di pasaran.

“Dua  program Divre NTB saat ini diantaranya operasi pasar khusus, atau bansos rastra yang sasarannya khusus untuk masyarakat berpendapatan rendah dan operasi pasar murni,” katanya.

Operasi pasar murni,  lanjut Ashari, sasarannya langsung ke pasar, dengan tujuan agar bisa mengintervensi harga di pasar.

Bansos rastra menggunakan sistem order langsung dari pusat, dimana daerah bisa langsung mengeluarkan surat perintah pengeluaran dari kementerian berdasarkan Keputusan Menteri Sosial tentang Penugasan Khusus Bulog dan surat edaran Mendagri No 511.1/9087/SJ. tanggal 8 Desember 2017 perihal Pelaksanaan Program Rastra dan BPNT tahun 2018.

Hadir sebagai narasumber dalam acara itu, Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB, Kabid OPP Bulog Drive Provinsi NTB, Kasubdit Bimas Polda NTB, Kadis Sosial KLU, Badan Pusat Statistik KLU.

Peserta yang hadir di antaranya perwakilan OPD KLU, Camat se-KLU, Kepala Desa Se-KLU dan tamu undangan lainnya.

DNU

 




Ahmad SH Sindir Jubir Ahyar-Mori Bicara “Ngawur”

Pernyataan Suaib Qury dinilai paling ngawur dari semua pernyataan tim pemenangan pasangan calon di Pilgub NTB

Ahmad SH

LOMBOK TENGAH.lombokjournal.com – Sekretaris Tim Pemenangan Suhaili-Amin Kabupaten Lombok Tengah, Ahmad SH, menyindir juru bicara (Jubir) pasangan calon (paslon) Ahyar Abduh-Mori Hanafi telah menyampaikan ‘pernyataan paling ngawur’.

Pasalnya, jubir Ahyar-Mori, Suaib Qury, membuat pernyataan terkait ketidakhadiran paslon Suhaili-Amin. Menurut Suaib Qury, ketidakhadiran  dalam Deklarasi  Tolak Politik Uang yang digelar Bawaslu NTB, akan menimbulkan spekulasi bahwa paslon Suhasili-Amin “mundur sebelum bertarung”.

Statement Suaib Qury dinilai sebagai pernyataan kalap dan cenderung tendensius.

“Pernyataan tersebut adalah pernyataan paling ngawur dari tim pemenangan pasangan calon di pilgub NTB ini.” tegas Ahmad SH dalam siaran pers yang disampaikan ke media, Kamis (15/02).

Pernyataan Suaib Qury tersebut dimuat luas dimedia cetak dan online paska acara Deklarasi Tolak Politik Uang yang diadakan oleh Bawaslu NTB.

“Dalam hemat kami, semua calon mempunyai komitmen yang kuat soal menolak politik uang ini,” kata Ahmad.

Menurutnya Ahmad,  dalam memajukan demokrasi dan mensukseskan pilkada yang bermartabat semua pihak harus memegang teguh komitmen itu.

Ahmad menambahkan, sebagai partai modern, NasDem sendiri mempelopori politik non transaksional. Sehingga dalam koalisi Golkar, NasDem dan PKB sangat mensyaratkan hal tersebut.

Dua hari paska penetapan nomor paslon, masa kampanye telah dimulai sampai H -3 hari pencoblosan. “Jadi, pernyataan jubir Ahyar-Mori itu sangat tidak produktif dan bisa menimbulkan sentimen negatif terhadap Tim Pemenangan calon lain,” katanya.

Terkait solidnya partai koalisi, Ahmad menegaskan, koalisi ramping Suhaili Amin adalah koalisi paling solid. Seluruh unsur pemenangan tiap zona berkoordinasi berjenjang dan terarah.

Lebih lanjut dikatakannya, pernyataan Suaib Qury bahwa PKB secara individuil banyak anggotanya menyebrang dan memilih Ahyar Mori tidak bisa ditelan mentah-mentah.

“Pernyataan itu berbahaya, karena itu provokatif dan takutnya bisa menyulut hal yang tidak perlu selama proses pilkada,” tegas Ahmad

Ahmad menyyindr, seharusnya jubir itu perbanyak baca buku bagaimana komunikasi yang baik.

“ jangan serampangan, paling pokok dia harus bongkar PKPU itu supaya dia punya bahan belajar yang lain. Ingat, 4 bulan masa kampanye ke depan, rakyat akan banyak menilai.” tutup Ahmad SH.

Me




Lombok Sumbawa Great Sale, Tingkat Hunian Hotel Naik 30 Persen

Event LSGS 2018 yang dihajatkan untuk menarik wisatawan datang ke Lombok dan Sumbawa di masa low season Januari-Februari, cukup efektif dan memberi efek sangat positif

MATARAM.lombokjournal.com — Lombok Sumbawa Great Sale (LSGS) 2018 yang dimulai sejak 28 Januari hingga 28 Februari, sudah mulai terasa dampak positifnya bagi sektor Pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hingga pertengahan event LSGS 2018, Rabu (14/2), Dinas Pariwisata NTB dan stakeholders kepariwisataan di NTB mencatat, prosentase tingkat hunian kamar hotel (Ocupancy) mengalami peningkatan berkisar 25-30 persen.

Selain itu, sejumlah paket wisata yang ditawarkan pelaku industri wisata di NTB juga tercatat naik transaksinya, dan sejumlah destinasi wisata buatan juga mulai mengalami trend tingkat kunjungan.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal mengatakan, event LSGS 2018 yang dihajatkan untuk menarik wisatawan datang ke Lombok dan Sumbawa di masa low season Januari-Februari, cukup efektif dan memberi efek sangat positif.

Sampai pertengahan event LSGS ini, kami lihat LSGS membawa dampak positif bagi pertumbuhan kunjungan.

“Indikatornya seperti meningkat ocupancy hotel, dan penukaran voucher yang sudah sesuai skema great sale,” kata Faozal, dalam keterangan pers bersama jajaran PHRI, ASITA, dan INCA, Rabu (14/02) di Mataram.

Faozal memaparkan, occupancy hotel saat ini di perkotaan atau city hotel tercatat rata-rata 60-70 persen, sementara di resort-resort wisata seperti Senggigi di Lombok Barat, dan Gili di Lombok Utara tercatat hingga 80-85 persen.

“Jadi ada peningkatan rata-rata 30 persen, dibandingkan dengan occupancy Januari. Meski peningkatkan ini tidak bisa dipastikan garis lurus bersama Great Sale, tapi kami yakin ini salah satu dampak positif gerat sale,” katanya.

Selain peningkatan kunjungan wisata domestik dan mancanegara yang terbaca dari tingkat hunian kamar hotel, event LSGS juga memberikan dampak positif bagi masyarakat di NTB, di Kota Mataram dan sekitarnya.

Masyarakat Mataram dan lokal NTB juga tercatat banyak yang mulai memesan paket-paket wisata, pesta perkawinan, pesta ulang tahun, hingga memilih destinasi dan hotel sebagai lokasi arisan.

“Ini membuktikan dampak positif LSGS juga, bagi masyarakat Mataram dan NTB umumnya, dan pasti dampak ini terasa bagi pelaku industri pariwisata kita,” kata Faozal.

Dinas Pariwisata NTB dan stakeholders kepariwisataan bersama dunia industri pariwisata di NTB meluncurkan LSGS 2018 pada 28 Januari 2018, dengan harapan meningkatkan kunjungan wisata ke NTB di saat low season tahun ini.

Sejumlah tawaran menarik dilemparkan untuk menarik minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Mulai dari diskon harga, hingga bonus-bonus untuk para wisatawan yang berkunjung ke wilayah NTB selama periode 28 Januari hinbgga 28 Februari nanti.

Sedikitnya 137 merchant dan tenor yang ikut meramaikan LSGS 2018 ini. Itu semua terdiri dari city hotel & resorts hotel, restaurant, toko oleh-oleh, travel agent, taman rekreasi, hingga industri UMKM pariwisata, yang menawarkan diskon harga hingga 65 persen dari harga normal.

Ketua Putri NTB, sebuah organisasi pengelola destinasi wisata buatan dan rekreasi, Muhammad Thahrir mengakui, event LSGS 2018 bukan hanya menjadi ajang promosi dan trik menarik wisatawan domestik dan asing berkunjung ke NTB, tapi juga mengedukasi masyarakat NTB.

“Dari analisis kami selama LSGS, ternyata banyak juga masyarakat NTB sendiri yang belum tahu atau tidak tahu bahwa ada banyak destinasi-destinasi wisata yang harus dikunjungi di NTB ini. Jadi LSGS juga memberikan edukasi ke masyarakat kita sendiri,” katanya.

Menurut Thahrir, Lombok dan Sumbawa juga memiliki banyak destinasi buatan dan wahana rekreasi yang tidak kalah dengan yang ada di daerah lain.

Masyarakat lokal di NTB juga bisa memanfaatkan beragam keringanan harga untuk mengunjungi destinasi-destinasi itu selama LSGS berlangsung hingga 28 Februari nanti.

AYA