Lapak Di KEK Mandalika, Ditata Mirip Pasar Seni Di Wisata Borobudur

Yang menempati lapak di pasar tersebut bukan hanya UMKM prioritas kawasan setempat. Namun juga UMKM yang benar-benar menghasilkan produk unggulan

MATARAM.lombokjourna.com —  Persiapan lapak untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika terus dilakukan.

Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) NTB mengungkapkan akan ada sentra pasar seni mirip seperti di wisata Borobudur Jawa Tengah. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Harian Dinas Koperasi UMKM NTB, H. Mohmad imran di Mataram

Ia menyatakan, pasar seni tersebut nantinya akan menjual produk unggulan. Bukan hanya dari UMKM Lombok Tengah saja, namun juga dari luar daerah tersebut.

“Nanti ada juga produk Luar daerah, tidak hanya produk lokal saja ” tegasnya

UMKM yang menempati lapak di pasar tersebut, bukan hanya sekedar UMKM prioritas kawasan setempat. Namun juga UMKM yang benar-benar menghasilkan produk unggulan.

“Kami tidak turun langsung namun akan berkoordinasi dengan Pemkab Lombok Tengah untuk menentukan mana yang layak,” jelasnya.

Rencananya pasar tersebut akan menjadi unggulan di KEK Mandalika. Semua paket wisata yang masuk ke KEK Mandalika harus melewati pasar tersebut. Entah itu mau berbelanja maupun tidak.

Hal ini serupa dengan pasar oleh-oleh di Candi Borobudur. Semua wisatawan yang ingin keluar candi tersebut digiring melalui satu pintu melewati pasar tersebut.

Sementara untuk skema dan desain pasar seni tersebut, Imran mengatakan Diskop UKM NTB tidak bisa memutuskannya sendiri. Hal tersebut harus melibatkan Bappeda NTB, Pemkab Lombok Tengah dan pihak pengelola KEK Mandalika.

“Harus melibatkan semua pihak,” terang Imran.

Ia berharap tidak ada yang sia-sia sebab meski tidak berbelanja, namun wisatawan melihat langsung produk unggulan NTB.

Ia melanjutkan, hingga saat ini lapak UMKM di KEK Mandalika masih belum dibangun. Namun ia mengatakan, pihaknya akan menyiapkan pendampingan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk UMKM nantinya.

Hal tersebut dilakukan untuk membantu UMKM  yang membutuhkan modal. Namun targetnya masih tergantung pihak perbankan.

Dalam pendampingan tersebut, UMKM akan dilatih beberapa hal. Mulai dari membuat laporan keuangan hingga cara menjalankan usaha dengan baik.

Hal ini tentu menjadi tugas bersama, baik Diskop NTB, Bappeda NTB, pihak KEK Mandalika hingga perbankan. Saat ini kondisi UMKM di kawasan tersebut belum tertata rapi. Masih banyak pelaku usaha yang berseliweran.

“Harapan ke depan, bagaimana pengelola KEK Mandalika dan Pemkab menempatkan UMKM nantinya,” kata Imran.

Penataan tersebut dilakukan agar tamu merasa nyaman dan tidak merasa tertipu. Bahkan, pihaknya juga memikirkan permasalahan bahasa bagi UMKM. Kemungkinan akan ada kursus kilat Bahasa Inggris bagi mereka.

Ia menambahkan, saat Rakortek beberapa waktu lalu, pihaknya mengajukan beberapa usulan. Di antaranya pengusulan lapak dan trading house. Trading house tersebut akan menjadi tempat UMKM melakukan penjualan online.

“Namun ini masih usulan,” kata Imran..

AYA




Soal Dana WUB, Masyarakat Jangan Salah Persepsi

Di APBD, tertera proposal nama kelompok, jadi tidak untuk dibagikan per orang, tapi dikelola oleh kelompok untuk satu jenis usaha

Ketua Komisi I DPRD KLU. Ardianto.(Foto Danu)

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Rencana realisasi program Wira Usaha Baru (WUB) tahun 2018 ini mendapat sorotan kalangan Dewan KLU. Salah satunya datang dari Ketua komisi I DPRD KLU, Ardianto.

Menurutnya, mekanisme pencairan dan peruntukan anggaran WUB harus sesuai dengan nomenklatur yang tertera pada APBD.

“Di APBD, tertera proposal nama kelompok, jadi tidak untuk dibagikan per orang, tapi dikelola oleh kelompok untuk satu jenis usaha. Jadi masyarakat jangan salah mengartikan,” jelasnya, Senin (12/3).

Misalnya, kata Ardianto, jenis usaha perbengkelan, maka diklasipikasikan ke kelompok usaha perbengkelan, tidak dicampur dengan usaha dagang kerupuk.

“Contohnya begini, Ada 10 anggota usaha perbengkelan dalam satu kelompok, maka angaran sebesar Rp. 30 juta itu dikelola secara kolektif oleh kelompok. Dan lokasi usahanya ya di satu tempat, bukan di masing-masing bengkel. Uang Rp. 3 juta mana cukup beli kompresor,” paparnya.

Lebih jauh Ardianto menjelaskan, tenaga pendamping WUB yang sudah direkrut, akan bertugas untuk mengawasi setiap kelompok, bukan per orangan.

Sebelumnya, Asisten II Setda Lombok Utara, Ir. Hermanto, mengatakan 33 tenaga pendamping WUB akan bekerja dan ditempatkan sesuai SK.

“Penempatannya sesuai SK. Mereka nantinya tidak hanya bertugas mengawasi pengelolaan keuangan kelompok. Tapi juga banyak hal,” paparnya.

DNU

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




Pemda KLU dan Kepolisian, Larang Desa Pungut Biaya Prona

Masih menunggu fatwa dari Mahkamah Agung (MA), soal kepastian regulasi terkait PTSL. Untuk sementara jangan ada pungutan apa pun

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Polemik program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau Prona paska terbitnya Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, masih terus berlangsung.

Menyikapi itu, Pemda KLU dan Kepolisian menghimbau Pemerintah Desa agar tidak melakukan pungutan kepada masyarakat pemohon.

“Kita masih menunggu fatwa dari Mahkamah Agung (MA), soal kepastian regulasi terkait PTSL. Untuk sementara jangan ada pungutan apa pun,” ungkap Kepala bagian Hukum KLU, Raden Eka Asmarahadi.

Pernyataan itu disampaikan Raden Eka Asmarahadi, dalam rapat kerja Komisi I dengan Kejari, BPN, Kepolisian, Pemerintah Daerah dan AKAD, di ruang sidang DPRD KLU, Senin (12/03).

Hal senada juga dikatakan Wakil Kapolres Lombok Utara, Kompol Tengku Ardiansyah, yang juga menjabat sebagai Ketua Saber Pungli KLU.

Wakapolres mempersilahkan pihak Desa melanjutkan program PTSL. Meski begitu ia menghimbau agar Desa tidak melakukan pungutan kepada masyarakat pemohon.

“Silahkan dilanjutkan, tapi jangan ada pungutan sampai atau fatwa MA,” tandasnya.

Ketua Komisi I DPRD KLU, yang langsung memimpin sidang menjelaskan, setidaknya ada 4 kesimpulan dalam rapat. Di antaranya mempersilahkan Desa untuk tetap menjalankan PTSL 2018, sementara untuk yang 2017 dipastikan tidak ada persoalan.

“Oleh karena itu, Bupati, Ketua DPRD dan BPN segera duduk bersama dengan Kejaksaan guna menyatukan persepsi soal PTSL, agar ada kepastian dan kenyamanan bagi para Kepala Desa,” katanya.

Jika nanti fatwa MA berkata lain atau berbeda dengan apa yang diperintahkan di Perbup, maka lanjut Ardianto, AKAD meminta Bupati bertanggung jawab sebagai pihak yang menerbitkan Perbup terkait PTSL.

Kepala Kantor BPN KLU, Keman, dalam penyampaiannya memastikan tidak ada dobel anggaran untuk PTSL, baik di APBN ataupun APBD.

“Anggaran PTSL tidak ada di Dipa BPN,” cetusnya.

Dalam SKB Tiga Menteri (Menteri Dalam Negeri, Menteri Agraria dan Tataruang, Menteri Desa PDT dan Transmigrasi), Desa melalui Perbub diberikan wewenang untuk memungut biaya persiapan kepada pemohon sebesar Rp. 350 ribu, jika tidak dianggarkan dalam APBN ataupun APBD.

Tahun 2018 ini, terget PTSL untuk Lombok Utara, mencapai 19 ribu lebih.

DNU

 




Di Bima, Kampanye Suhaili-Amin Menyedot Puluhan Ribu Massa

Suhaili-Amin yakin akan menang di Kabupaten Bima, sebab, pemimpin Kabupaten Bima merupakan kader andalan Golkar

lombokjournal.com —

BIMA;  Kampanye akbar pasangan calon (paslon) Gubernur Dan Wakil Gubernur nomer urut 1 (satu) H Moh Suhili FT dan H Muhammad Amin di Lapangan Pacuan Kuda, Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, Minggu (11/03), menyedot puluhan Ribu simpatisan.

Selain itu, kampanye monoligis tersebut juga dihadiri jajaran kader partai pengusung (Golkar dan  Nasdem), dan disemarakkan sejumlah artis dangdut dari Jakarta.

Calon Gubernur NTB, M Suhaili FT yakin akan menang di Kabupaten Bima. Sebab, pemimpin Kabupaten Bima merupakan kader andalan Golkar. Jadi Kabupaten Bima merupakan kekuatan nomor 1 untuk Suhaili-Amin.

‘’Kita yakin Bima akan menjadi kekuatan. Karena disini ada kader militan Golkar. Dan insya Allah kita bisa menang,’’ ujarnya.

Bupati dua periode tersebut menyerukan, untuk ikhtiarkan yang perlu dan pantas kepada masyarakat,  Dan kalau masyarakat tidak berkenan memilih Suhaili-Amin, jangan marahi mereka,  jangan musuhi mereka, jangan cerca mereka,

“Silahkan walau kita berbeda, tapi jangan saling musuhi kita adalah saudara,  kita di persatukan oleh Alloh, Ini yang perlu kita sampaikan kepada tokoh, kader Golkar, Nasdem PKB dan tokoh masyarakat pulau Sumbawa. Kita bergandengan tangan dengan ormas ormas keluarga Suhaili-Amin. Silahkan saling bahu membahu, semoga Alloh SWT senantiasa merestui ikhtiar dan langkah kita semua,” imbuhnya

Suhaili-Amin terus berikhtiar untuk mendapat dukungan dan kepercayaan masyarakat. Dirinya yakin bisa menjadi pelayan dan pesuruh masyarakat NTB.

‘’Saya maju jadi Cagub NTB untuk jadi pelayan yang baik buat masyarakat,’’ katanya.

Ia berjanji, jika terpilih menjadi Gubernur NTB akan bekerja secara profesional, proposional dan berkeadilan. ‘’Kita hadir untuk menjawab semua keluhan masyarakat. Maka nanti jangan lupa coblos nomor satu,’’ katanya.

Sementara itu calon Wakil Gubernur NTB ,H Muhammad Amin   sesuai dengan visi-misi, ia bersama H Moh Suhaili FT memiliki komitmen yang samauntuk membangun NTB menjadi daerah yang maju dan masyarakatnya semakin sejahtera.

“Kami komitmen dengan visi misi yang telah kami canangkan membawa kesejahteraan untuk masyarakat NTB,” katanya.

Dituuturkan, kondisi NTB secara nasional dinilai berhasil oleh pemerintah pusat dalam meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Di bidang pariwisata NTB sangat diharapkan dapat mendorong percepatan pengembangannya.

Menurutnya Pulau Sumbawa memiliki peluang dengan potensi lahan pertanian yang sangat luas, ditambah sektor peternakan dan pariwisata yang menjanjikan, jika dapat dimanfaatkan secara optimal, akan membawa kemajuan luar biasa bagi masyarakat.

”Daerah ini akan semakin maju jika pemerintah dan masyarakatnya mau bekerja keras. Semua tergantung dari kemauan seluruh masyarakatnya,” ujarnya.

Menurutnya Kunci tergarapnya potensi Pulau Sumbawa secara lebih optimal ialah terbukanya peluang berinvestasi. Peluang dan kenyamanan berinvestasi harus diciptakan, dan salah satu cara menciptakan peluang tersebut adalah menciptakan kondusifitas daerah.

“Investasi akan masuk jika ada kepastian hukum, rasa aman dan nyaman, maka dari itu jangan lupa coblos topi putih,” imbuhnya.

Ketua Tim Pemenangan Suhaili-Amin, Kabupaten Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri mengatakan, tim pemenangan Paslon Suhaili-Amin di Bima memasang target tinggi dan ingin menang di Kabupaten Bima.

“Kabupaten Bima akan jadi lumbung suara Suhaili-Amin,’’ ujar Hj Indah Dhamayanti Putri.

Bupati Bima ini menuturkan, bukan tanpa alasan memasang target menang untuk paslon Suhaili-Amin di Bima. Menurutnya kekuatan partai Koalisi dan Simpatisan Suhili-Amin sangat solid di Bima.

“Kemenangan itu saqngat kami yakini,” tegasnya.

AYA




Ikut Kampanye, Bupati dan Dewan Harus Cuti

Ada sanksi bagi Kepala Daerah dan DPRD yang ikut kampanye tapi tidak mengantongi ijin cuti

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Utara, mengingatkan Kepala Daerah dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) KLU, untuk mengurus ijin cuti lebih dahulu jika ingin ikut kampanye dalam Pilgub NTB Juni mendatang.

“Harus mengajukan ijin cuti dulu, itu sesuai Peraturan-KPU nomor 4 tahun 2017 tentang tahapan Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota,” kata Koordinator Hukum dan Pengawasan KPU Lombok Utara, Juraidin, Minggu (11/03).

Ijin cuti itu, sambung Juraidin, harus disampaiakan atau diajukan ke KPU paling lambat 3 hari sebelum pelaksanaan kampanye. Sejauh ini diakuinya belum ada yang mengajukan izin cuti.

Terpisah, Ketua Panwaslu Lombok Utara Adi Purmanto, mengaku pihaknya selama ini tetap melakukan pengawasan di lapangan.

“Tentu ada sanksi yang akan kita berikan kepada Kepala Daerah dan DPRD yang ikut kampanye tapi tidak mengantongi ijin cuti,” tegasnya singkat.

Pelaksanaan masa kampanye Pilgub akan berakhir pada 23 Juni mendatang.

DNU




Artis Ibu Kota Siap Gemparkan Kampanye Suhaili-Amin di Bima.

Dipilihnya kabupaten Bima untuk kampanye Akbar tersebut karena suara besar bisa didapatkan di daerah tersebut

MATARAM.lombokjournal.com —  Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Nomer Urut satu (1) H Moh Suhaili FT dan h Muhammad Amin melakukan kempanye Akbar pertama di Lapangan Pacuan Kuda, Desa Panda Kecamatan Palibelo kabupaten Bima yang Siap menghadirkan penyanyi Dangdut Ibu Kota.

“Insyaalloh hari ini (Sabtu, 10/3) paslon Suhaili-Amin akan  kempanye akbar, Artis yang akan dihadirkan itu Joni Iskandar, Yus Yunus, Yunita Ababil, Nazar KDI, Adi KDI,  Isma KDI,  Sukma Shariz pada pukul 14.00-18.00 WITA,” ujar Sekretaris Tim relawan Paslon Suhaili-Amin Muhiddin Rusnan, di Mataram.

Menurutnya dipilihnya kabupaten Bima untuk kampanye Akbar tersebut karena suara besar bisa didapatkan di daerah tersebut

“Yakin Suhaili-Amin akan  dapat suara Suara besar di Bima,“ ucapnya.

Ia menyebutkan pada kampanye tersebut, Paslon Suhaili-Amin ingin menunjukkan kepada seluruh masyarat NTB, masyarat khususnya kabupaten Bima sangat cinta dan sayang kepada Suhaili-Amin.

“Kita lihat waktu kempanye dibeberapa tempat di Pulau Sumbawa kedatangan Suhaili-Amin sangat diterima dengan baik Dan bahkan antusias masyarakat menyambut Suhaili-Amin, bahkan sampai menangis,” terang Muhiddin.

Ia menuturkan dengan diadakannya kampanye akbar yang menghadirkan artis ibukota ini, pihaknya juga ingin memperlihatkan “power” (kekuatan) yang dimiliki oleh Suhaili-Amin di Bima serta partai pengususung.

Muhiddin optimistis, kampanye ini akan dihadiri oleh partai pengusung, dan  Puluhan ribu relawan Suhaili-Amin serta  masyarat Bima.

“Jelas sangat optimis,  Suhaili-Amin Siap mengemparkan tokoh masyarakat Bima,” pungkasnya.

AYA (*)




Bupati Najmul; Lombok Utara Sebagai Kabupaten Toleransi Umat Beragama

Bupati berharap kerukunan umat beragama di KLU semakin kuat dan saling menjaga

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Di Lombok Utara, pemeluk antar beragama telah membaur menjadi kesatuan masyarakat yang bertaqwa, dan menjalani kehidupan sosial secara rukun.

Demikian dikatakan Bupati KLU, H. Najmul Akhyar, dalam sambutannya saat menghadiri peresmian 11 Vihara, di Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, Sabtu (10/03).

“Lombok Utara, telah dinobatkan Gubernur, sebagai Kabupaten yang perduli dan menjunjung nilai-nilai toleransi antar umat beragama,” katanya.

Kehadirannya di tengah-tengah masyarkat, lanjut Najmul, tidak hanya sebagai seorang Bupati, tapi juga sebagai tempat berkeluh kesah bukan hanya sebagai bupati.

“Saya berharap kerukunan umat beragama di KLU semakin kuat dan saling menjaga,” tuturnya.

Dalam kesempatan sama, Dirjen Bimas Budha Kemenag RI Caliadi SH MH, yang turut hadir dalam peresmian itu, mengungkapkan rasa syukurnya telah berkesempatan ikut meresmikan 11 vihara sekaligus.

“Ini sejarah yang patut diapresiasi, bahwa di KLU bisa resmikan 11 vihara sekaligus.Silahkan dioptimalkan sebagai tempat Puja Bakti, tempat pembinaan mutu spiritual, pengembangan pendidikan, serta pengembangan seni budaya Budhis,” tandasnya.

11 Vihara yang dibangun tersebar di beberapa daerah di Lombok Utara, dengan sumber dana dari Pemda KLU, Dirjen Bimas Budha, dan para donatur.

Hadir juga dalam acara itu, Kakanwil Depag NTB, Kan Depag KLU, Camat Tanjung, Kapolsek Tanjung, Parabhikku dan tamu undangan lainnya.

DNU




Moeldoko Ajak Mahasiswa Bangun Sikap Optimistik dan Inovatif

Presiden Jokowi sangat mengapresiasi aksi-aksi dan langkah-langkah nyata yang dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda dalam merespons perkembangan di era ekonomi digital

kombokjournsl.com —

MATARAM;  Mahasiswa dan anak-anak muda diajak melihat masa depan secara lebih optimis dan produktif. Memang masih banyak masalah di sekeliling kita. Nammun kalau mau melihatnya sudut pandang optimistis, justru dapat menjadikan masalah-masalah itu sebagai peluang dan kesempatan.

Hal itu dikatakan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko di hadapan sekitar 650 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Mataram yang hadir memenuhi Auditorium DOME Universitas Mataram, Jum’at (09/03).

Moeldoko mengajak anak-anak muda menyambut tantangan zaman dengan berinovasi. “Berinovasilah atau mati!”  itulah yang selalu dikatakan Moeldoko di hadapan anak-anak muda.

Perubahan-perubahan di dunia berlangsung sangat cepat, mulai dari teknologi robot, kecerdasan buatan, dan sebagainya.

Moeldoko mengatakan, Presiden Jokowi mendorong terciptanya ekosistem yang tepat untuk menumbuhkan sikap adaptif dan responsif terhadap perubahan. Dalam konteks itu, Presiden Jokowi sangat mengapresiasi aksi-aksi dan langkah-langkah nyata yang dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda dalam merespons perkembangan di era ekonomi digital.

“Dalam sistem sosial politik seperti sekarang ini, terbuka kesempatan bagi siapa pun dan menjadi apa pun,” kata Moeldoko.

Hadir dalam kegiatan di Universitas Mataram tersebut antara lain Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH. A. Zainul Majdi, Rektor Universitas Mataram Prof.Dr.H. Lalu Husni, SH, M.Hum, Kapolda NTB Brigjen (Pol) Drs. Firly, M.Si, Komandan Pangkalan Udara Rembiga Kolonel (Pnb) Dodi Fernando, SE, M.Soc, Komandan Korem 162/Wirabakti Kolonel (Inf) Farid Makruf, MA, dan beberapa pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB dan Universitas Mataram.

Penanggap dari kalangan akademisi adalah DR. Firmansyah.

Ajakan membangun sikap optimis dan sikap positif juga datang dari Gubernur NTB.

“Jika ada orang lain memberikan hal baik kepada kita, kita harus membalasnya dengan yang lebih baik. Mari kita berlomba-lomba untuk menjadi inovatif dan optimis,” kata Gubernur.

Acara bincang-bincang yang digelar oleh Kantor Staf Presiden bekerja sama dengan Universitas Mataram tersebut, merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kantor Staf Presiden menyambangi kampus-kampus.

Tujuannya untuk mendapatkan masukan, usulan, kritik, dan tanggapan atas berbagai program dan kebijakan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi-JK. Sebelumnya, kegiatan serupa telah diselenggarakan di Yogyakarta, Bandung, Padang, dan Makassar.

Dalam paparannya, Moeldoko menjelaskan, apa saja yang telah dikerjakan oleh pemerintahan Jokowi. Ia menunjukkan beberapa komitmen Pemerintah Pusat terhadap Provinsi NTB.

Sekarang ini, ada tiga kawasan di NTB yang dapat didorong untuk menjadi lebih besar dan lebih baik, yakni Mandalika, Samota (Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Gunung Tambora), serta Global Hub Kayangan.

“Jika tiga itu saja kita kembangkan secara baik, ekonomi NTB memang akan tumbuh lebih baik. Pertumbuhan ekonomi NTB di luar tambang saat ini mencapai 7,1%,” kata Tuan Guru Bajang, panggilan sehari-hari Gubernur NTB.

Selain ekonomi, pembangunan di bidang sosial dan lingkungan juga menjadi salah satu perhatian penting yang harus diperhatikan dalam konteks membangun NTB.

Selain bertemu dengan para mahasiswa dan kalangan kampus, Moeldoko sebelumnya juga bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Manshuriyah, Lombok Tengah, dan Pondok Pesantren Nurul Haramain yang diasuh oleh TGH. Hasanain Juaini.

Selain itu, digelar juga bincang-bincang santai dengan para tokoh dan ulama, pengelola media massa, penggerak kebudayaan, tokoh masyarakat, dan aktivis sosial dan lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Kantor Staf Presiden yang dipimpin oleh Moeldoko menerima berbagai masukan dan saran terkait dengan pembangunan yang berlangsung di NTB. Beberapa topik yang dibahas antara lain adalah buruh migran, lingkungan, pariwisata, pendidikan, kebudayaan, dan perhutanan sosial.

Pada kesempatan bincang-bincang di Dome tersebut, Moeldoko juga menerima masukan dari perwakilan mahasiswa, yang diterima secara langsung oleh Kepala Staf Kepresidenan.

Dokumen tersebut, kata Moeldoko, akan dipelajari, dan jika memang relevan, akan disampaikan kepada Presiden Jokowi.

AYA




Dukungan Zul-Rohmi dan Fiddin, Dideklarasikan Masyarakat Kecamatan Swela

Paslon Zul-Rohmi dan Fiddin punya kesamaan semangat dan harapan baru untuk NTB dan Lotim

lombokjournal.com —

LOMBOK TIMUR:  Dukungan untuk Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah dan Dr.Hj.Siti Rohmi Djalilah, dan dukungan Palson Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur H.Syamsul Lutfi dan H.Najamuddin Moestafa, dideklarasikan pemmuda dan tokoh di Keccamatan Swela, Lombok Timur.

Masyarakat Swela yang tergabung dalam Relawan Sahabat NTB bertekad mendukung paslon Zul-Rohmi untuk NTB Gemilang dan Paslon Fiddin untuk Lotim Baru.

Deklarasi dukungan pemuda dan tokoh Masyarakat Kecamatan Swela Lotim, Sabtu (09/03)  sekaligus menggelar pembekalan relawan..

Acara pembekalan relawan dan Deklarasi dukungan diselenggarakan di Desa Swela Kecamatan Swela Lombok Timur, dihadiri oleh perwakilan Relawan Zul-Rohmi dan Fiddin dari tiap-tiap dusun dan desa di Kecamatan Swela.

Sekitar 100  Relawan yang hadir merupakan relawan dari kalangan pemuda baik Laki-laki maupun perempuan dari wilayah Kecamatan Swela. Berbeda dengan relawan lainnya kelompok Relawan yang menggunakan jargon “Kami Fiddin untuk Lotim Baru,  Kami Zul-Rohmi untuk NTB Gemilang, Pilkada 2018 Insyaallah Menang”.

“Kami dari Relawan Sahabat NTB Lombok Timur memang menggunakan jargon yang berbeda “Kami Zul-Rohmi”,  “Kami Fiddin ini”  ini adalah bentuk simbolik semangat kaum muda, Jargon ini digunakan sebagai sikap asosiatif dengan paslon Zul-Rohmi dan Paslon Fiddin.

“Kedua paslon ini mewakili sikap batin kami dari kalangan muda,  kami yakin mereka mampu mengemban amanah masyakat NTB dan masyarakat Lombok Timur, personifikasi muda ditambah kapasitas yang kuat dan berpangalaman memimpin birokrasi dan parlemen meneguhkan kayakinan kami sebagai pemuda, bahwa beliau-beliau ini mampu dan bisa melanjutkan kemajuan NTB pasca TGB,” kata ketua Relawan Zul-Rohmi dan Fiddin Rasyid Ridho.

Lebih jauh Ketua Relawan Sahabat NTB untuk Zul Rohmi dan Fiddin  Kecamatan Swela dalam pernyataan sikapnya bersama para Relawan menegaskan dukungannya itu.

“Kami Relawan Sahabat NTB untuk Zul Rohmi dan Fiddin Kecamatan Swela  Lombok Timur menyatakan dukungan kepada Paslon Zul-Rohmi untuk NTB dan Paslon Fiddin untuk Lotim,  Forum silaturahmi kami ini mengakomodir seluruh dusun dan desa sekecamatan Swela Lotim, kami sudah konsolidasikan wilayah Swela dengan semangat perubahan dan kemajuan untuk NTB dan Lotim,”   tegas Rasyid Ridho,  Ketua Relawan Sahabat NTB untuk Zul-Rohmi dan Fiddin Kecamatan Swela Lotim.

Dukungan Relawan Sahabat NTB untuk Zul-Rohmi dan Fiddin Kecamatan Swela menurut Rasyid Ridho yang juga mantan aktivis pemuda mahasiswa Lotim ini punya alasan kuat. Mereka merasa punya kesamaan semangat dan harapan baru pada kedua paslon ini baik untuk NTB dan Lotim, kedua paslon ini yang mampu merepresentasikan semangat dan harapan kaum muda NTB dan Lotim.

Mereka percaya Zul-Rohmi dan Fiddin adalah dua paslon yang tepat untuk melanjutkan ikhtiar Gubernur NTB.

“Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi di NTB yang telah sukses membangun daerah ini selama 10 tahun memimpin dan paslon Fiddin di Pilkada Lotim memiliki visi dan misi yang bagus dan bermasa depan,  dan paslon Fiddin ini memiliki komitmen kuat untuk mendorong Kabupaten Lotim yang baru dan maju,”  tegasnya.

Ridho menambahkan, Relawan Zul-Rohmi dan Fiddin sudah mengorganisir dan mengkonsolidasikan kekuatan muda Lotim untuk memenangkan paslon Zul-Rohmi untuk NTB Gemilang, dan Fiddin untuk Lotim Baru.

“Organisasi Relawan kami ini menyebar di seluruh dusun dan desa di wilayah Lotim yang kami kordinasikan di basis kecamatan, dan kerja-kerja politik kami di tingkat desa-dusun bahkan sudah ada sebagian di basis TPS masing-masing. kami akan mendorong politik bersih dan santun, politik bermasa depan gemilang dan baru,” kat Ridho.

Menutut Ridho,  semangat kelompok muda di Lotim baik laki-laki dan perempuan harus berasosiasi dan bergabung dengan calon pimpinan muda karena pada merekalah harapan dan semangat pembangunan itu.

“Paslon ZulRohmi untuk NTB dan Paslon Fiddin untuk Lotim,” tegas Jun Ketua Sahabat NTB Relawan Zul-Rohmi dan Fiddin Kecamatan Swela Lombok Timur.

Me (*)




Gubernur; Infrastruktur NTB Mantap Karena Dukungan Pusat

Berkat dukungan pembangunan infrastruktur dari pemerintah pusat, ekonomi NTB tumbuh 7,1 % tanpa tambang

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi bersyukur atas segala bentuk dukungan pembangunan pemerintah pusat kepada NTB.  Terutama pembangunan Infrastruktur sehingga NTB memiliki kemantapan infrastruktur yang tinggi.

Hal itu disampaikan Zainul Majdi saat bicara pada Diskusi Nasional bertajuk Pencapaian 3 Tahun Pemerintahan Jokowi – JK di Auditorium Dome Universitas Mataram, Jum’at (09/03)

“Infrastruktur sebagai salah satu daya ungkit ekonomi di NTB mantap. Sehingga saat ini, berkat dukungan pemerintah pusat, di bawah kepemimpinan Presiden Ir. H. Joko Widodo, ekonomi NTB berhasil tumbuh dengan baik sebesar 7,1 persen di atas nasional,” teranngnya

Bahkan, kalau prinsip kemantapan infrastruktur ini terus diupayakan oleh presiden Jokowi, Gubernur yakin NTB bahkan Indonesia akan terus mengalami kemajuan.

“Alhamdulillah berkat dukungan dan support pembangunan infrastruktur dari pemerintah pusat, alhamdulillah ekonomi NTB tumbuh 7,1 % tanpa tambang”, ungkap Gubernur pada acara yang menghadirkan Kepala Staf Presiden Dr. Moeldoko sebagai keynote speaker-nya.

Gubernur yang akrab di panggil  TGB (Tuan Guru Bajang) ini mengajak masyarakat NTB untuk berterima kasih, karena itu merupakan etika yang paling tinggi, sedangkan akhlak yang paling mulia itu adalah bersyukur, ujarnya.

Gubernur memberikan motivasi kepada masyarakat dan generasi muda Indonesia, khususnya di NTB, agar menyikapi kondisi sosial sebagai suatu tantangan, bukan sesuatu yang harus diratapi. TGB yakin dan selalu berpandangan positif kepada pemerintah untuk bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Dari hasil diskusi yang dilakukan, Gubernur memberikan catatan kepada pemerintah pusat terhadap dua hal. Sektor pembangunan infrastruktur, agar tidak hanya yang berskala besar saja yang menjadi prioritas pemerintah, seperti jalan TOL.

Infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan akses masyarakat juga diharapkan menjadi sektor yang diprioritaskan oleh pemerintah saat ini.

Sehingga konektivitas distribusi arus ekonomi dari masyarakat dapat berjalan dengan baik, tidak hanya perusahaan-perusahaan besar saja yang merasakan pembangunan infrastruktur tersebut.

Selain itu, dalam proses pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah saat ini, agar melibatkan masyarakat melalui kegiatan padat karya yang telah ada, sehingga masyarakat akan menjadi bagian dari proses pembangunan itu, serta dapat merasakan dampak dari proyek-proyek infrastruktur yang ada saat ini.

“Saya harap tidak hanya jalan TOL saja yang menjadi prioritas, tapi juga infrastruktur yang berkaitan dan menyentuh aktivitas ekonomi masyarakat. Selain itu saya juga berharap, dalam proses pembangunan infrastruktur melibatkan masyarakat melalui program padat karya, agar mereka merasa sebagai bagian dari proses pembangunan itu, ” ungkap TGB.

Gubernur menilai saat ini kurangnya kegiatan sosial keagamaan di masyarakat akibat dari berkurangnya transaksi ekonomi sosial masyarakat.

Hal ini disebabkan oleh tumbuh pesatnya ritel-ritel modern yang mengurangi transaksi tradisional masyarakat.

Menurutnya hal ini cukup berbahaya. Selama ini kegiatan sosial kemasyarakat yang timbul dari hasil transaksi tradisional melalui pasar-pasar tradisional, memiliki peran sangat efektif dalam memberikan pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat.  Ssehingga terhindar dari perbuatan kriminal dan radikalisme.

“Saya khawatir dengan hilangnya kegiatan sosial kemasyarakatan akibat dari pertumbuhan ritel modern akan merusak transaksi tradisional yang sudah ada. Sehingga menyebabkan masyarakat untuk berbuat kriminal dan radikal,,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia berharap agar segala macam bentuk kebiijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat, agar disiapkan jaring pengamannya, sehingga tidak merusak jaringan ekonomi sosial kemasyarakatan yang sudah ada.

AYA