‘Literation Fair’ Pegadaian Digelar Di 19 Kota

Literasi  atau  pengetahuan penduduk tentang pergadaian masih terbilang rendah, baru sekitar 15% dari jumlah penduduk  Indonesia  yang  tahu  pergadaian.

lombokjournal.com —

JAKARTA;   PT Pegadaian (Persero) agresif melakukan  literation fair  di 19 kota di Tanah Air sebagai solusi di  tengah masih rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat terhadap bisnis pergadaian.

Selain itu, pegadaian juga memperkenalkan berbagai produk dan layanan Pegadaian yang makin beragam.

“Dalam rangka ulang tahun PT Pegadaian ke 117, kami gencarkan literasi keuangan di  berbagai  kota  agar  pengetahuan  masyarakat  tentang  bisnis  pergadaian  dan produk  serta  layanan  Pegadaian  meningkat,”  kata  Sunarso,  Direktur  Utama  PT Pegadaian  (Persero)  di  sela-sela  Pegadaian  Literation  Fair,  Sabtu  (31/3),  di  Mall Gandaria City, Jakarta Selatan.

Menurut  data  riset  Otoritas  Jasa  Keuangan  (OJK)  RI,  literasi  atau  pengetahuan penduduk tentang pergadaian masih terbilang rendah. Baru sekitar 15% dari jumlah penduduk  indonesia  yang  tahu  pergadaian. 

Sedangkan  yang  menjadi  nasabah Pegadaian baru 5 persen.

Pegadaian Literation Fair, jelas  Sunarso, semacam roadshow ke berbagai mal di 19 kota  di  Indonesia  yaitu  Banda  Aceh,  Medan,  Pekanbaru,  Padang,  Palembang, Balikpapan,  Banjarmasin,  Pontianak,  Bandung,  Jakarta,  Semarang,  Tegal, Yogyakarta,  Bekasi,  Surabaya,  Denpasar,  Makassar,  Manado,  dan  Jayapura.

Diharapkan dari hari ke hari semakin banyak masyarakat khususnya pelaku usaha mikro  dan UKM yang semakin mengenal Pegadaian.

“Kami punya target tahun ini meningkatkan nasabah Pegadaian naik sekitar dua juta nasabah menjadi 11,5 juta nasabah  dan  Literation  Fair  menjadi  sangat  strategis  dan  efektif  utk memperkenalkan  bisnis  pergadaian  dan  juga  PT  Pegadaian  (Persero)  beserta produk dan layanannya.”

Sunarso  menjelaskan untuk mencapai 11,5 Juta nasabah pada tahun ini Pegadaian akan  melakukan  digitalisasi  business  process,  pengembangan  distribution  channel melalui Agen Pegadaian maupun produk berbasis digital dan tranformasi di bidang human capital termasuk corporate culture.

Lebih lanjut  Sunarso  mengatakan, Pegadaian saat ini sudah terjun ke berbagai lini bisnis selain gadai yang belum banyak diketahui masyarakat. Seperti mikro finansial, pola pembiayaan syariah, investasi emas, tabungan emas, aneka jasa pembayaran iuran televisi berlangganan, telepon, air, pembelian pulsa hingga gadai emas untuk ibadah haji.

“Dengan  berinteraksi  yang  intens  dengan  para  pelaku  usaha  dan  masyarakat  khususnya generasi milenial yang sering berkunjung ke mal, kami harapkan  terjadi multiplier  effect  penyebaran  informasi  tentang  Pegadaian.  Karena  banyak  sekali produk-produk  pegadaian  yang  berbasis  kerakyatan,  tapi  belum  dikenal  luas  oleh publik,” tambah Sunarso.

Ag




Ada Kemeranggasan Nilai, Saat Kampus Absent Dalam Pemilukada

Gelaran Pesta demokrasi rakyat di NTB saat ini minus partisipasi aktif kalangan intelektual Kampus dalam memberikan pencerahan politik kepada rakyat . Sebagai Avant Garde demokrasi, Kampus tidak boleh membiarkan rakyat berjalan tanpa panduan moral

lombokjournal.com –

MATARAM ;  Minimnya keterlibatan kalangan kampus dalam mewarnai proses dialektika Pemilukada NTB, makin memperkuat asumsi bahwa kampus back to basic dan steril dalam urusan politik. Akibatnya Kampus makin terasing dengan realitas  lingkungan sosialnya.

Kampus dipandang makin berjarak dengan realitas sosial politik kemasyarakatan,  karena absent memberikan  edukasi dalam perspektif moral politik yang benar kepada konstituen. Sebagai pemandu moral yang netral, sejatinya Kampus bisa memainkan perannya sebagai wasit moral

Bambang Mei Finarwanto

yang baik bagi rakyat dalam menentukan pilihan politiknya.

Akibat tidak adanya second opini yang aktif dari kalangan kampus yang dihibahkan buat referensi rakyat,  maka ada nuansa yg hilang dan kemeranggasan nilai dalam konstestasi Pemilukada serentak di NTB 2018.

Bambang Mei Finarwanto, SH Direktur Mi6 menyampaikan penilaian itu mellallui siaran ers yang dikirimkan ke media, Minggu, (01/04).

Menurut Bambang, di tengah hiruk pikuk situasi partisan menyongsong Pilkada serentak ini, harusnya intelektual  kampus turut berpartisipasi secara aktif memberikan votter education atau pendidikan pemilih, agar konstituen memiliki perspektif politik yang benar dalam menentukan pilihannya.

“Kampus sebagai salah pilar lokomotif demokrasi tidak boleh berpangku tangan menyaksikan Pemilukada NTB ini,” ujar Didu, panggilan akrab Bambang Mei F .

Bagi Didu dalam konteks kekinian, trust publik terhadap Kampus masih tinggi dan opini yang dibangun oleh  intelektual kampus masih memiliki kredibilitas yang tinggi Dimata rakyat.

“Untuk itu kampus segera mengagregasi situasi Pilkada NTB membangun wacana/opini secara intens sekaligus turba,” pinta Didu

Mi6 menghimbau intelektual dan cendekiawan di NTB segera turun gunung dari menara gading tembok Kampus, dan merapatkan barisan bersama rakyat  memberikan pencerahan dan pendidikan pemilih yang benar.

“ Keterlibatan kampus ini akan menjadi spirit buat rakyat menjadi pemilih yang bertanggungjawab,” ujar Didu .

Selain itu, Didu melihat apatisnya kalangan kampus dalam Pilkada NTB tidak terlepas dari ketidaksamaan pandangan dalam melihat proses politik Pemilukada.

“Benturan nilai/moral dengan realitas politik (baca: politik transaksional) inilah  salah satu yang  membuat kampus agak menghindar dalam percaturan politik Pemilukada agar tidak dikooptasi,” pungkasnya.

Me (*)




Baiq Inde, ‘Perempuan Tangguh NTB Itu Namanya Sitti Rohmi’

“Perempuan Bersatu Tak Bisa Dikalahkan”

Baiq Indie

lombokjournal.com —

MATARAM;  Suara perempuan dalam Pemilihan Kepala daerah (pilkada) dianggap hanya pelengkap. Padahal jumlah suara perempuan yang cukup banyak tak bisa diremehkan.

Potensi itu pun memungkinkan munculnya keterwakilan perempuan. Di tengah hegemoni kaum Adam dalam pilkada NTB, sosok Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah hadir dalam Pilkada NTB 2019.

Calon Wakil Gubernur NTB Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah adalah pasangan Calon Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah.

Hadirnya Sitti Rohmi dalam kontestasi pilkada, membuat aktivis lingkungan asal Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Baiq Indraningsih bersuara.

“Perempuan NTB jangan sekadar memilih kita cetak sejarah dengan memantapkan pilihan ke pasangan# Zul-Rohmi,” katanya.

Kata perempuan yang akrab disapa Baiq Inde ini, 27 Juni para perempuan harus menggunakan hak kita sebagai perempuan NTB apa pun partai dan golongannya jangan ragu mencari yang jilbab hijau nomor 3 lalu coblos.

Menurut Baiq Inde, sebagai perempuan NTB tidak ada kata lain selain mendukung penuh sesama perempuan maju dalam kontestasi Pilgub NTB 2018 ini.

Ini dianggap “kaffah” sebagai perwujudan hak perempuan yang terwakili di segala bidang.

“Bukan sekadar perempuan yang hanya tau sumur, dapur, dan kasur,” tambahnya penuh semangat.

Para perempuan, lanjutnya, bukan sekadar  ikut sebagai tim hore dalam segala pesta demokrasi di daerah. Kodrat perempuan sebagai Ibu tentu yang utama tapi sifat dasarnya sebagai pengayom terlihat. Hal ini pula yang tak bisa dilepaskan dari sosok Sitti Rohmi.

“Beliau tangguh,” ucapnya sambil mengulang tiga kali kata ini.

Baiq Inde menambahkan, walaupun Sitti Rohmi lebih terkenal sebagai pendidik, kakak kandung Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi ini bak politisi yang punya kekuatan laten dan penuh pesona. Dari ratusan tempat dia kunjungi, Sitti Rohmi begitu luwes dan menguasai persoalan mendasar masyarakat.

Memang ini di luar kebiasaan Cagub-Cawagub NTB yang lain, Sitti Rohmi langsung ke masyarakat tanpa batasan.

“Dan saya yakin pasangan calon lain takkan mampu melakukan hal yg Sama. Selain faktor usia juga faktor fisik yang tak memungkinkan,” tandas Baiq Inde.

“Sekali lagi saya ajak semua perempuan memilih Ibu Rohmi.  Akademisi sekaligus aktivis perempuan cantik ini terkenal mempunyai seabrek kegiatan pemberdayaan kemasyarakatan,” tambahnya.

Terakhir Inde setengah orasi menitip pesan kepada seluruh aktivis perempuan NTB, saatnya perempuan NTB menunjukkan pada dunia begitu banyak perempuan tangguh di NTB yang bisa menjadi inspirasi bagi dunia.

Keterwakilan perempuan penting, karena perempuan yang faham persoalan dan kebutuhan perempuan. Percuma para aktivis perempuan berteriak menuntut adanya perempuan yang duduk di pemangku kebijakan dan isu gender. Ketika ada perempuan tangguh, mampu, berani maju, dan keberpihakannya pada perempuan tidak diragukan lagi, malah tidak ikut mendukung.

“Ingat slogan kita aktivis perempuan, perempuan bersatu tak bisa dikalahkan,” tegasnya.#

Me (*)




Pagi Hari, DR Zul Sudah Blusukan Di Pasar Kecamatan Bolo

Pedagang ikan berharap agar Zul kalau menjadi gubernur tidak melupakan nasib pedagang kecil

 

 

 

lombokjournal.com —

KABUPATEN BIMA ;

Hari Jumat (30/03) pagi, sekitar pukul 10.00 Wita, Calon Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr Zulkieflimansyah sudah di tengah-tengah pasar di Kecamatan Bolo,Kabupaten Bima.

Blusukan dan tatap muka Calon Gubernur nomor 3 dengan masyarakat Bima ini. menyusuri sejumlah desa di Kecamatan Bolo termasuk pasar pagi dan pasar sore Sila di Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Jumat (30/03).

Saat blusukan di Kecamatan Bolo, DR Zul menyapa masyarakat setiap lorong gang yang dilewati. Cagub yang diusung Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Demokrat ini juga menapakkan kaki di pasar pagi Sila.  Tentu saja kehadiran Cagub yang duduk di kursi legislator DPR RI ini disambut antusias pedagang kecil.

Pedagang ikan di pasar Sila, Romlah menyampaikan harapannya kepada DR Zul agar memerhatikan pedagang kecil seperti dirinya bila kelak terpilih sebagai pemimpin di NTB.

Secara umum, para pedagang kecil menghadapi masalah modal sehingga terjerat ekonomi rente yang digeliatkan para rentenir. Hal yang sama juga dihadapi para pedagang kecil lain di pasar Sila.

“Selama ini sulit untuk mengembangkan usaha karena kami menjalankan usaha dari modal dari rentenir,” katanya.

Unek-unek para pedagang ditanggapi langsung oleh Dr Zul. Ia berjanji akan mengatensi persoalan modal bagi pedagang kecil atau pelaku usaha termasuk usaha bakulan.

“Bila ada restu dari masyarakat Bolo pada umumnya, dan berhasil meraih kesuksesan menuju EA 1 NTB. Apa yang menjadi permasalahan masyarakat dan para pedagang semuanya akan diwujudkan,” isyarat alumnus sejumlah kampus ternama di Eropa dan Amerika ini.

Dikatakannya, persoalam modal usaha kebetulan sudah menjadi program unggulan Paslon nomor 3 yang masuk dari bagian di antara  15 komitmen Gemilang Zul-Rohmi. Sejumlah program itu sebutnya,  mendorong pengembangan pengolahan industri, mendorong modal usaha dan akses keuangan bagi rakyat. Serta  pengadaan rumah industri kreatif.

“Pada intinya segala yang menjadi kebutuhan masyarakat akan kami perioritaskan,” isyaratnya.

Selain di pasar pagi, blusukan Dr Zul juga dilaksanakan di pasar sore di Desa Kananga Kecamatan Bolo. Pada sore hari, mantan Cagub Banten ini menyapa masyarakat Bolo di sejumlah desa.

Sejumlah desa di Kecamatan Bolo seperti di Desa Rada dan Desa Nggembe antusias menyambut kunjungan dan kampanye tatap muka DR Zul. Saat magrib anggota rombongan melaksanakan shalat berjamaah di masjid Desa Nggembe Kecamatan Bolo.

Tepis Anggapan Tak Serius

Di sela-sela kunjungannya itu, Dr Zul  sempat menepis anggapan lawan politiknya yang mengatakan tidak serius tampil dalam Pilgub NTB.

“Ah lawan jangan Panik dong saya Cagub. ayo kejar sekarang saya Di Bima,”ungkapnya

Secara Gamblang Dr Zul mengungkapkan, saat dirinya  keliling di Lombok bertemu ribuan warga dan ratusan dusun  menyapa langsung warga NTB. Mereka senang dan gembira didatangi calon pemimpin Mereka. Belum lagi Buk Rohmi juga  Rajin menyapa warga,” kata Dr Zul bercerita kepada warga Bolo di Bima.

“Nah sekarang saya di Bima, Calon lain mana? Jangan jual “gorengan” murahan ah. saya Calon Gubernur dan saya serius untuk itu dengan target menang ,” ujar Dr Zul dengan senyuman khasnya saat ditanya awak media soal isyu pencalegan-nya oleh PKS.

Lebih jauh Dr Zul mempersilahkan caranya  berkunjung ke puluhan dusun tiap hari boleh ditiru.

“Kalau ngumpulin orang di lapangan atau gedung pertemuan itu cara lama,” tandas Zul.

ME (*)

 




Menilai Kinerja Kapolda NTB Jelang Pilkada Serentak.

Tahun politik sudah mulai memasuki tahapan proses kampanye. kegiatan hiruk pikuk politik karena beda pilihan tidak menutup kemungkinan menimbulkan gesekan di tengah masyarakat, KPU sebagi pihak penyelnggara tentu sudah melakukan koordinasi yang matang bersama pihak kepolisian.

Bagimana dengan Jajaran Polda NTB?

Oleh : Lalu Athari Fathullah, SE (Sekretaris DPD KNPI NTB & Sekretaris Lembaga M16

lombokjournal.com —

Di bawah Komando Brigjen.  Pol M.Firli, MSi,  kesiapan Pihak kepolisian dalam mengawal Keamanan tidak hanya menjelang pemilu ini saja, POLDA NTB sudah cukup teruji bagimana mengamnkan beberapa konflik di tengah Masyrakat baru-baru ini.

Misalnya konflik yang terjadi antara warga di Karang Taliwang Monjok Kota Mataram beberapa bulan lalu, langkah – langkah yang di ambil oleh Pihak Kepolisan Daerah NTB begitu bijak dan tenang,  sehingga kedua belah pihak berdamai dan menyerahkan senjata mereka yang langaung diterima oleh KAPOLDA NTB Brigjen. Pol M. Firli,  MSi.

Dalam rangka menyukseskan pemilihan kepala daerah baik Gubernur dan Bupati Juni mendatang, tentu  pihak kepolisian sudah menyiapkan berbagai persiapan baik analisa, titik rawan dan melakukan berbagai sosialisasi dengan mengandeng semua element seperti yang di lakukan beberapa tempo hari dalam ailaturrahmi dan jamuan makan malam Kapolda dengan Kelompok OKP2 dan Organisasi Kemasyrakatan lainya yg di Hadiri oleh KPU dan BAWASLU.

Brigjen Pol M. Firli Kapolda NTB selama bertugas satu Tahun terakhir di NTB cukup intens melakukan silaturrohmi dengan kelompok-kelompok organisasi dan perguruan tinggi, bahkan turun lansung di tengah-tengah masyrakat bertatap muka langsung dengan tokoh agama dan Masyrakat di seluruh NTB, dalam rangka menjalin hubungan kekelurgaan demi terwujudnya NTB dami dan nyaman serta selalu mengajak semua lapisan masyarakat untuk menjaga kondoaifitas di seluruh Wilayah NTB.

Di samping persiapan Menghadapai PILKADA serentak Polda NTB juga tetap memperhatikan dan memprioritaskan keamanan NTB sebagai salah satu Distinasi pariwisata Dunia,  sudah bareng tentu soal keamanan menjadi salah satu prioritas utama menunjang keberlangsungan dan perkembangan Pariwisata NTB, hadirnya pihak keamaanan di berbagi sektor pariwisata dan lokasi geliat yang sedang berlangsung menjadi salah satu bukti kongkrit keseriusan dari pihak kepolisian mengawal perkembangan pariwisata di NTB.

Brigjen Firli sering tekankan, Menjaga keamanan yang sedang dipikul oleh Kepolisian adalah kewajiban negara atas rakyatnya. Sehingga rakyat akan nyamab beraktifitas dan berusaha. Investasi di NTB juga akan tumbuh.

Untuk itu, kita harus dukung dan apresiasi Kapolda dan Jajarannya.

Mataram, 30 Maret 2018.




Dr Zul Yang Bersahaja: Kepergok Mandi di Loang Gali

Dr Zul mengatakan,  pariwisata adalah sektor andalan NTB di masa kepemimpinan TGB pasti akan ia  lanjutkan,  terutama Wisata halal dan  Industri kreatif pendukung Pariwisata

lombokjournal.com —

Lombok Timur

Setelah menjalani rutinitas menemui konstituennya se NTB dalam beberapa bulan ini, Calon Gubernur NNTB, Dr Zul dan  bersama rombongan bisa santai/rileks sejenak  di pemandian tua di Loang Gali, Lenek Daye, Lombok Timur, Kamis (29/03).

Kehadiran Cagub NTB No 3 Ini bukan tirakatan atau semacam mandi ritual yang diduga biasa dilakukan oleh politisi tertentu untuk meraih jabatan tertentu.

“Ini sekaligus upaya memperkenalkan Destinasi Wisata kita yang ternyata memang berlimpah di NTB.  Bayangkan saja tempat se-Indah ini tak tergarap maksimal,” ungkap Dr Zul yang lulusan Universitas ternama di Inggris ini.

Dengan keindahannya  yang natural, pemandian tua Loang Gali Lenek Daye menurut Dr Zul, semestinya  Bupati Lotim  melanjutkan Ikhtiarnya memperbaiki dan menata kawasan pemandian tua ini agar lebih baik.

“Yakin dah banyak manfaat yang akan diperoleh oleh masyarakat sekitar dan Lotim,” katanya sambil mengatakan  Zul  Rohmi  siap bekerjasama memajukan Loang Gali bila  terpilih  melanjutkan Ikhtiar TGB.

Selanjutnya  Dr Zul mengatakan,  pariwisata adalah sektor andalan NTB di masa kepemimpinan TGB pasti akan ia  lanjutkan,  terutama Wisata halal dan  Industri kreatif pendukung Pariwisata.

“Insya Alloh jika Zul Rohmi ditakdirkan menang tetap akan melanjutkan program dan  ikhtiar TGB yang belum sempat dituntaskan,” imbuhnya .

Selain itu Dr Zul bertekad membenahi semua destinasi wisata yang belum dioptimalkan secara penuh. Ia berjanji akan memperbanyak pelatihan untuk masyarakat sekitar destinasi Wisata.

“Untuk pengusaha lokal dibidang pariwisata , saya akan perkuat kemampuan resources melalui skema kerjasama yang produktif. Pesan saya Jangan Gampang Jual Tanah,”  pungkasnya

Me (*)




Sitti Rohmi Tak Kenal Lelah Kunjungi Pedukungnya

Pendukungnya bangga dengan TGB yang sekarang diminta masyarakat Indonesia menjadi pemimpin Nasional sekarang

 lombokjournal.com

LOMBOK BARAT:

Cawagub NTB No 3 Jilbab Ijo,  Sitti Rohmi Djalilah makin tak tertahankan.  Akselerasi gerakan day by day pasangan calon (paslon) yang mengusung Jargon “Lanjutkan Ikhtiar TGB”, sejak Kamis  (29/3)  sambangi kawasan Kabupaten  Lombok Barat

Seolah tak kenal lelah, Sitti Rohmi menjelajah setiap titik wilayah konstituennya yang tersebar di dusun/lingkungan Lombok Barat. Kali ini kawasan Narmada di sambangi oleh pasangan Doktor Zul.

Kehadiran Sitti Rohmi  mendapat sambutan baik dari warga dusun yang dikunjungi. Bukan hanya Ibu-Ibu dan Remaja Putri yang menyambut, para  pemudapun  antusias menyambutnya.

Sementara itu salah satu tokoh pemuda setempat mengharap estafet pembangunan TGB bisa dilanjutkan oleh yang Bajang juga, jangan di Bajang-Bajangin.

“Kami akan berikhtiar dan  bergotong royong memenangkan Zul Rohmi,” ungkap Slamet Riyadi, salah satu tokoh pemuda kreatif asal Narmada ini.

Ia pun  bangga dengan TGB yang sekarang diminta masyarakat Indonesia menjadi pemimpin Nasional sekarang.

“Kita juga meminta NTB dipimpin oleh Pasangan yang Tetap Gubernur Bajang,” ungkap Yadi panggilan akrab Slamet Riyadi.

Selain itu, dalam setiap pertemuan di wilayah  yang dikunjungi tersebut, Sitti Rohmi senantiasa berdoa agar warga yang ia kunjungi tetap diberikan keselamatan dan nikmat kesehatan oleh Alloh SWT.

Sitti Rohmi juga memaparkan secara jelas dan ringkas program, visi dan misi Zul Rohmi dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami warga dusun.

“Mari kita berikhtiar memenangkan Zul Rohmi dengan cara coblos perempuan  yang pakai Jilbab Ijo tanggal 27 Juni 2018,” ajak Sitti Rohmi yang tetap kelihatan bugar dan energik ini.

Me (*)




Imigrasi Mataram Kukuhkan 130 Timpora

Terbentuknya Timpora ini, pihak Imigrasi bisa memantau para orang asing yang ada di NTB, dan menginformasikan kegiatannya

MATARAM.lombokjournal.com — Kantor Imigrasi Mataram menggelar Pengukuhan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) tingkat kabupaten, kota dan kecamatan di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas 1 Mataram. Kamis (29/03) di Hotel Aston Inn  Mataram.

Timpora ini dibentuk sampai tingkat kecamatan Hingga tingkat desa, agar orang asing bisa dipantau keberadaannya.

“Beberapa waktu lalu pihak Imigrasi herhasil mengunkap kasus-kasus yang dilakuan oleh para orang asing ,” jelas Kepala kantor Imigrasi mataram, Dudi Iskandar, kepada media hari Kamis.

ia menyatakan dengan terbentuknya timpora ini, pihaknya  bisa memantau para orang asing yang ada di NTB, dan mengimpormasikan kegiatan-kegiatannya

“Biar kita bisa pantau lagi para orang asing yang ada di NTB ini,” cetusnya

Hal ini mengingat banyaknya jumlah para orang asing yang masuk ke NTB Khuausnya Lombok yang mencapi 3.000/hari. Masuk melalui Bali langsung menuju Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno.

Sehingga Timpora ini dibuat melibatkan  berbagai elemen di antaranya Resort Kota, Kejaksaan Tinggi, Kecamatan dan Babinkantibmas hingga tingkat pedesaan, agar para Timpora bisa memantau orang asing.

Jumlah Timpora yang dikukuhkan tersebut sebanyak 130 orang di 4 kabupaten dan 18 kecamatan yang ada di NTB.

AYA




TGB Sharing Ke Tokoh Lintas Agama, Tentang Keberhasilan Toleransi Di NTB

TGB diundang tokoh lintas agama untuk berbagi gagasan dan pengalaman membangun kehidupan yang toleran di daerah

lombokjournal.com–

JAWA TENGAH ;

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu daerah yang berhasil membangun kehidupan toleransi di Indonesia. Berbagai suku, ras, agama dan golongan hidup rukun dan saling membantu, untuk kepentingan daerah dan bangsa.

Bahkan, NTB merupakan contoh kerukunan hidup antar umat beragama di dunia.

Kesuksesan masyarakat dan pemerintah NTB membangun kerukunan dan toleransi tersebut, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi diundang tokoh lintas agama Jawa Tengah untuk berbagi gagasan dan pengalaman membangun kehidupan yang toleran di daerah yang dikenal Bumi Seribu Masjid tersebut.

Acara itu dikemas dalam bentuk Sarasehan, dengan tema “Toleransi Beragama/Berkeyakinan Di Indonesia, Fakta Dan Prosoeknya” di Kampoeng Percik, Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah, Rabu (28/03).

Pada acara yang dihadiri unsur kepolisian, Pemda dan tokoh lintas agama dan dikemas santai itu, Gubernur yang akran disapa Tuan Guru Bajang (TGB) menjalaskan sejumlah program unggulan pemerintah daerah selama kepemimpinannya, yang memiliki kaitan langsung dengan toleransi kehidupan beragama.

Salah satunya, sektor pariwisata yang selama ini dikembangkan  memiliki dua makna.

Pertama lanjut TGB dari sisi ekonomi, sektor tersebut akan mendorong perekonomian dalam menunjang kesejahteraan masyarakat. Kedua adalah makna yang sangat dalam, jika dilihat dari  toleransi dan kedewasaan beragama.

Makna tersebut dapat terlihat dari Sekian juta turis yang datang ke NTB dan berbaur dengan masyarakat.

“Tidak satupun  insiden yang menimpa para turis yang berbeda keyakinan tersebut,” jelas TGB.

Bahkan TGB mencontohkan saat terjadi event sekelas MTQ Tingkat Nasional yang diselenggarakan di NTB beberapa waktu tahun 2016 lalu, tidak sedikit komunitas yg berbeda agama menawarkan sumbangan moril dan meteriil untuk mensukseskan event tersebut.

“Sebenarnya di dalam masyarakat kita sudah terdapat kedewasaan beragama dengan pondasi yang jauh lebih  kokoh dari yang kita bayangkan,” tegas TGB.

Selain itu, di bawah kepemimpinan TGB, Pemerintah NTB untuk pertama kali dan yang pertama di Indonesia telah mengeluarkan perda BALE MEDIASI. Perda tersebut mengatur, segala masalah yang di tengah masyarakat terkait toleransi diselesaikan secara kekeluargaan.

Terakhir TGB menyampaikan, pluralisme di dunia adalah skenario Tuhan Yang Maha Esa yang kalau dipungkiri maka kita termasuk ingkar terhadap ajaran agama.

AYA/HMS




TGB Disambut Antusias Di Salatiga

Al-Qur’an telah cukup bagi zaman kini dan zaman akan datang, Al-Qur’an juga telah berkecukupan dimana pun kita berada

lombokjournal.com —

SALATIGA ;

Gubernur NTB, Dr. TGH.M. Zainul Majdi memenuhi undangan dari sejumlah elemen masyarakat dan pemerintah daerah serta beberapa institusi perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta, di Provinsi Jawa Tengah, Rabu  (28/03).

Mengawali kegiatan tersebut, Gubernur NTB yang lebih dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) memenuhi undangan IAIN Salatiga sebagai narasumber pada seminar nasional di hadapan ratusan mahasiswa kampus setempat.

Bersama Novelis ternama, Habiburrahman El-Shirazy atau yang lebih akrab disapa Kang Abik itu, TGB disambut antusias jajaran akademika kampus itu.

Bahkan, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga Rahmat Hariyadi menyampaikan, kehadiran dua alumnus Universitas Al Azhar Mesir ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi keluarga besar IAIN Salatiga.

“Ini (TGB) bukan gubernur sembarang gubernur, ini gubernur penghafal Alquran,” ujar Rahmat saat sambutan yang disambut tepuk tangan para mahasiswa.

Rahmat berharap, TGB bisa memberikan motivasi dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa IAIN Salatiga

Kemudian, TGB didaulat untuk mengupas tema “Arah Baru Penafsiran Al-Qur’an di Indonesia” pada seminar tersebut.

TGB menjelaskan, Al-Qur’an telah cukup bagi zaman kini dan zaman yang akan datang. Di samping itu Al-Qur’an juga telah berkecukupan dimana pun kita berada, baik di indonesia maupun di belahan lain di bumi Allah ini.

“Tantangannya adalah bagaimana menemukan kecukupan yang dimaksud dalam Al-Quran itu dapat dibumikan dalam kehidupan kita,” jelas TGB.

Sebab lanjutnya, banyak atribut yang disematkan pada Al-Quran, dan atribut yang paling tinggi adalah Al-Quran sebagai “hudallinnas” (petunjuk bagi manusia) dalam kehidupan.

Pada bagian lain TGB juga berpesan kepada mahasiswa IAIN Salatiga utk terus menggali ilmu Al-Quran. TGB mengatakan bahwa kekuatan suatu bangsa bukan hanya pada pengusaan tentara dan kekuatan militer.

Tetapi juga dari generasi yang dibekali dengan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang berkecukupan terhadap semua bidang dapat dijadikan media sebagai dakwah Islam dimanapun muslim berada.

Terkait pertanyaan beberapa peserta seminar seperti tafsir mana yang paling cocok di Indonesia, dengan piawai TGB menjelaskan, memberi atau menafsirkan Al-Quran dapat dilakukan dengan menggunakan bahasa ibu (budaya) setempat, namun jangan sampai budaya dijadikan pedoman dalam menafsirkan, itu sangat berbeda dan berbahaya.

AYA/HMS