Tahun 20018, Target PAD Sektor Peternakan NTB Rp1,005milyar

Kontribusi usaha peternakan sapi di NTB terhadap pengembangan sapi dan kebutuhan daging dalam daerah dan Nasional, sangat signifikan

MATARAM.lombokjournal.com — Dinas Peternakan dan Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)  merilis transaksi perdagangan sektor peternakan tahun 2017 mencapai angka Rp3,01 Trilyun.

Di tahun 2018, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, drh H Aminurrahman M Si., mengatakan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk sektor Peternakan ini sebesar Rp1,005 Milyar.

Dijelaskannya, target PAD sebesar Rp1,005 M ini dari berbagai aspek pemanfaatan asset seperti holding ground untuk kandang pengiriman ternak keluar daerah, pelayanan kesehatan laboratorium, dan dari produksi mani beku.

“Pemerintah Kabupaten dan Kota di NTB juga memiliki target masing-masing dari sektor peternakan ini,” jelas Aminurrahman saat menggelar konferensi pers yang difasilitasi oleh Biro Humas Setda Provinsi NTB, Rabu (04/04).

Kontribusi usaha peternakan sapi di NTB terhadap pengembangan sapi dan kebutuhan daging dalam daerah dan Nasional, sangat signifikan. Tiap tahun NTB mengirimkan sapi potong rata-rata 16.500 ekor dan sapi bibit 12.000 ekor dengan tujuan ke berbagai Provinsi di Indonesia.

Untuk tingkat konsumsi masyarakat NTB terhadap produk peternakan terutama yang berasal dari daging dan telur, menunjukkan trend meningkat, dari 2,9 kg/kap/thn tahun 2016 untuk daging sapi dan kerbau menjadi 2,93 kg/kap/thn di tahun 2017.

Demikian pula untuk konsumsi daging unggas seperti ayam ras, buras, dan itik, juga mengalami peningkatan sebesar 57,41 % dari 4,65 kg/kap/thn menjadi 8,01 kg/kap/thn.

Sedangkan untuk konsumsi telur di NTB saat ini 6,6 kg/kap/thn untuk telur ayam ras dan 1,24 kg/kap/thn untuk telur ayam buras serta 0,20 kg/kap/thn untuk telur itik.

Menurut Aminurrahman, meningkatnya konsumsi masyarakat ini diakibatkan daya beli dan pendapatan masyarakat terutama masyarakat pedesaan semakin baik.

Tingkat kesejahteraan masyarakat peternak di NTB,  tercermin dalam Indeks Nilai Tukar Petani Sub Sektor Peternakan yang secara rutin di relase oleh BPS NTB, yaitu 117,98 poin di tahun 2016, naik menjadi 120,60 poin di tahun 2017.

“Release terakhir bulan Januari-Maret 2018, Indeks Nilai tukar Petani Sub Sektor Peternakan adalah 121,10 poin dengan total nilai transaksi perdagangan mencapai angka Rp3,01 trilyun,” tandasnya.

AYA/Hmas 




Ingin Olahraga Maju, Zul-Rohmi Kuncinya

Perintis kampus di Sumbawa ini menyebut, sirkuit yang dibangun di Sumbawa bagian dari komitmen serta perhatian terhadap dunia olahraga

lombokjournal.com —

SUMBAWA ;  Masih ingat dengan Jhony Pranata crosser handal NTB dimasa lalu? Jhony dulu jadi menu wajib berita di TVRI kalau bicara Motocross.

Lalu siapa sekarang dari NTB?

Dunia olahraga NTB menjadi perhatian pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah-Dr Sitti Rohmi Djalilah.

Secara blak-blakan Doktor Zul menegaskan akan memberi dukungannya terhadap kejuaraan Motocross di Sirkuit Angin Laut Sumbawa.

“Kita dukung olahraga itu bukan sekadar pada saat kampanye begini,” ucapnya.

Perintis kampus di Sumbawa ini menyebut, sirkuit yang dibangun di Sumbawa bagian dari komitmen serta perhatian terhadap dunia olahraga.

“Sirkuit ini bukti dukungan ke olahraga bukan cuma kampanye,” imbuhnya.

Hal lain, lanjut Doktor Zul, dukungan terhadap pacuan kuda. Bahkan ia memiliki kuda yang kerap ikut lomba.

“Di dunia balap kuda teman-teman boleh tanya Kuda Gadis Villa punya saya itu. Dan untuk pacuan kuda di Sumbawa kita sangat sering support. Mudah-mudahan ke depan joki-joki asal NTB bisa mendunia,” bebernya.

Selain itu, ada nama Agus Salim Putra NTB yang dikenal sebagai pemain voli handal. Kiprahnya sampai internasional. Ini harus dilanjutkan generasi sekarang.

“Atlet yang potensial akan terus kita dukung,” tegasnya.

Zul bercerita, petinju muda di NTB juga banyak dan ia bertemu dengan mereka di Sasana yang ada di Taliwang, Selasa (03/04).

“Saya merasakan semangat mereka dengan binar mata yang kuat untuk mengharumkan nama NTB,” ujarnya.

“Olahraga lain adalah sepeda. Gubernur NTB saat ini TGB HM Zainul Majdi juga sangat senang bersepeda bahkan ikut Lomba di Jatim berapa waktu lalu. Ini potensi untuk dikembangkan,” tambahnya.

Doktor Zul adalah pecinta bola, idolanya ialah pemain nomor punggung 3 Paolo Maldini itu. Ada juga Franco Baresi pemain elegan nomor 6. Kedua pemain Milan. Termasuk Cristiano Ronaldo adalah idolanya.

“Komitmen pada olahraga juga bisa dilihat saat Bu Rohmi mengunjungi Atlet pencak silat Diah Ayu Lestari di Mataram,” ucapnya.

Zul menambahkan, potensi olahraga di NTB cukup bagus. Tinggal mencari formulasi yang tepat sehingga prestasi makin moncer.

“Ke depan, kesejahteraan para Atlet kita perhatikan,” tukasnya.

Mme (*)




Penerus Ikhtiar TGB Itu Zul-Rohmi dan Fiddin

Doktor Zulkieflimansyah dan Doktor Rohmi, keduanya adalah refresentasi TGB pada era kepemimpinan masa depan NTB

lombokjournal.com —

LOMBOK TIUR ;  Pilkada NTB dan Lombok Timur tinggal beberapa bulan lagi. Warga mulai menentukan arahan pilihan. Seperti warga Kecamatan Sembalun yang menjatuhkan pilihan pada Dr Zulkieflimansyah-Dr Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) di NTB dan H Syamsul Lutfi-H Najamuddin (Fiddin).

“Terimakasihnya kepada Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi, karena telah memberikan hadiah kepada Sembalun dengan mendapat penghargaan sebagai tujuan destinasi halal terbaik dunia dengan kategori tempat berbulan madu terbaik di dunia,” kata Ketua Sahabat NTB Kecamatan Sembalun, Sipawarman, Minggu (1/4)

Konsolidasi relawan se Kecamatan Sembalun yang dihadiri seluruh perwakilan dusun. Dalam konsolidasi yang dihadiri hampir 100 orang relawan tersebut, mereka mengungkapkan ingin tetap berbulan madu lagi dengan penerus ikhtiar TGB dalam melanjutkan tradisi kepemimpinan muda yang baik dan progresif.

“Tentu kita akan pilih Doktor Zulkieflimansyah dan Doktor Rohmi, karena keduanya menurut kami adalah refresentasi TGB pada era kepemimpinan masa depan NTB,” tegas Sipawarman.

Lebih lanjut, pembangunan di NTB harus diimbangi dengan koordinasi Pemprov dan Pemkab. Supaya lebih kuat lagi untuk Lotim harus pilih yang pas.

“Ya jelas penerus TGB di Lotim ya kita pilih pasangan Syamsul Lutfi dan Najamuddin (Fiddin),” sambungnya.

Relawan lainnya menyebut, baik Zul-Rohmi maupun Fiddin bukan pasangan coba-coba. Jelas arah visi dan misi untuk Sembalun.

Calon Provinsi NTB dan Kabupaten Lotim ini ada kesamaan visi dan misi tentang pembangunan pariwisata di Sembalun. Termasuk pengembangan kemajuan pertanian di Sembalun.

“Ini jelas akan menguntungkan kami,” teriak salah satu relawan.

Selain itu, Zul-Rohmi serta Fiddin komitmen akan memperbanyak fasiltas infrastruktur wisata di Sembalun. Dengan begitu wisata di kaki Gunung Rinjani ini bakal lebih maju.

“Turis akan lebih senang kalau pariwisata didukung infrastruktur bagus,” lanjutnya.

Oleh relawan Kecamatan Sembalun paslon Zul-Rohmi dan Fiddin dianggap calon pemimpin muda dan pendidikan tinggi. Ditambah, khusus Zul-Rohmi  pimpinan dan pengelola kampus sehingga ada harapan pada mereka pengembangan pendidikan generasi muda.

“Paling penting dan harus dicatat pasangan  ini di dukung TGB yang terbukti sukses membangun NTB,” tegas Sipawarman.

Me (*)




BPJS Kesehatan Sudah Bayar 30 Milyar Ke RSUD Provinsi NTB

Soa pembayaran klaim kepada rumah sakit pemerintah tersebut, pihak BPJS Kesehatan kooperatif

MATARAM.lombokjournal.com — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB memnjelaskan, sampai saat ini pihaknya sudah mendapatkan pembayar klaim dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan secara bertahap.

Menurut Direktur RSUD Provinsi NTB, dr HL Hamzi Fikri,mengatakan, tahun 2017 jumlah tunggakan  BPJS Kesehatan sebesar Rp 30 milyar, namun  dari jumlah tersebut sudah mendapatkan pembayaran.

“Alhamdulillah sudah mulai terbayarkan,” ucapnya,Selasa (3/4) pagi.

Ia menilai, pihak BPJS Kesehatan kooperatif dalam melakukan pembayaran klaim kepada rumah sakit pemerintah tersebut.

“BPJS Kesehatan kooperatif dan terus dibangun komunikasi, sudah terbayarkan secarah bertahap,” jelasnya.

Namun, sejujurnya diakui Hamzi,  dengan adanya keterlambatan pembayaran klaim tersebut dari sempat menggangu operasional rumah sakit.

“Kalau satu, dua, tiga bulan tidak terbayar,bisa sesak nafas kita,” ujarnya.

Karena dengan terbayarnya klaim itu, pihak rumah sakit bisa mengelolah uang tersebut untuk berbagai keperluan seperti kebutuhan pembayaran obat.

AYA




Koperasi Masjid Bantu Tuntaskan Target Koperasi Syariah NTB

Koperasi masjid tersebut menjadi penggambaran cara masyarakat memakmurkan masjid

MATARAM.lombokjournal.com — Koperasi syariah di NTB terus berkembang.  Di tahun 2018, target koperasi syariah di NTB tersisa tinggal 191 koperasi.

Kehadiran koperasi masjid yang dikelola Dewan Mesjid Indonesia (DMI) NTB memiliki pengaruh pada target tersebut. Saat ini DMI menyumbang 100 koperasi syariah untuk NTB.

“Kita punya target 500 koperasi syariah dan DMI punya target 100 koperasi masjid. Kekurangan target kita sekarang menjadi 191 koperasi syariah,” jelas Plh Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Mohamad Imran, Selasa (03/04).

Koperasi syariah berbasis masjid berbeda dengan koperasi syariah lainnya. Koperasi masjid memiliki basis anggota hanya jamaah yang intens datang ke masjid tersebut.

Ini memiliki potensi yang cukup besar, mengingat jamaah di masjid cukup besar. Sementara koperasi syariah anggotanya bisa berasal dari mana saja.

“Sistemnya nanti bisa saja berbentuk KSU agar mereka bisa melakukan simpan pinjam,” sambungnya.

Imran mengaku sangat mengapresiasi langkah terbentuknya koperasi masjid tersebut. Sebab ini menjadi penggambaran cara masyarakat memakmurkan masjid.

Selain itu, masjid juga memakmurkan jamaahnya sendiri. Hal seperti ini sudah diterapkan di beberapa daerah lain di luar NTB. Koperasi masjid tersebut justru sukses memberikan bantuan kepada anggota dan masyarakatnya.

“Misalnya biaya berobat, biaya sekolah, dan lainnya,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, koperasi masjid memiliki peluang perkembangan yang cukup besar. Hal ini melihat banyaknya masjid di NTB, khususnya Lombok. Jumlah masjid di NTB mencapai 4.000 lebih. Sebab itu, perlahan tapi pasti pihaknya mendorong perkembangan koperasi masjid.

“Kita harus rubah mindset masyarakat dulu,” katanya.

Mindset sebagian masyarakat terkait koperasi masjid masih terbilang tabu. Terutama bagi masyarakat yang ada di pedesaan.

Banyak dari mereka mengaggap masjid hanya untuk beribadah dan bukan tempat berbicara ekonomi. Ini yang masih menjadi kendala perkembangan koperasi masjid di NTB.

“Beda kalau dengan di kota yang pengetahuannya sudah lebih maju,”  pungkasnya.

Imran mengatakan, masyarakat perlu lebih intens diberikan sosialisasi. Sebab itu DMI NTB sering turun ke masjid untuk melakukan sosialisasi langsung. Ia juga menambahkan, pihaknya bekerjasama dengan Kopsah perwakilan pusat untuk mencapai target 500 koperasi syariah tersebut.

AYA




RSUD Provinsi NTB Terus Tingkatkan Kualitas Layanan

Berdasarkan Indeks Kepuasan Masyarakat pengguna layanan publik, RSUD Provinsi NTB menunjukkan kecenderungan peningkatan kepuasan sebesar 1,74 persen (dari Tahun 2008 sampai dengan Tahun 2017)

MATARAM.lombokjhournal.com — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB dari tahun ke  tahun terus meningkatkan ketersediaan sumber daya dan pemgembangan kuantitas maupun kualitas layanan.

Terkait peningkatan pelayanan itu dapat dilihat dari indeks kepuasab pelanggan terhadap layanann berdasarkan penilian yang dilakukan setiap tahun dengan menggunakan tools dan Menpan RB dan Menteri Kesehatan.

Menurut Direktur RSUD Provinsi NTB,dr HL Hamzi Fikri, berdasarkan Indeks Kepuasan Masyarakat pengguna layanan publik RSUD Provinsi NTB menunjukkan kecenderungan peningkatan kepuasan sebesar 1,74% (dari Tahun 2008 sd Tahun 2017).

Layanan yang dilakukan RSUD Provinsi NTB memberikan pelayanan yang bermutu, sesuai standar, dan mengutamakan keselamatan pasien  (patient safety )  dengan ikhtiar terus meningkatkan sumber daya RS.

Kepuasan pelanggan yang diikuti dengan peningkatan pendapatan fungsional rumah sakit, berdampak dengan prestasi-penghargaan yang diterimah oleh RSUD Provinsi NTB.

“Alhamdulilah, RSUD Provinsi NTB terakreditasi Paripurna oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) pada tanggal 10 April 2017 kemarin,” jelas Hamzi Fikri didampingi Kabag Humas Pemprov NTB,Lalu Ismunandar Eka Saputra, Selasa (3/4) pagi

Selain itu, penghargaan dari Kementerian PAN-RB pada bulan Desember 2017 yaitu Predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK), serta memperoleh predikat juara 1 penilaian pelayanan publik berprestasi lingkup Pemerintah Provinsi NTB.

Dikatakannya, untuk peningkatan kapasitas Sumber Daya Aparatur dari tahun 2008 sampai 2017 dengan dukungan dan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dengan mengirim sebanyak 62 orang doktet tugas belajar menjadi dokter spesialis, maupun sub spesialis lalu 253 orang tenaga medis tugas belajar sesuai profesi kejenjang lebih tinggi.

AYA

 




Sekda Pantau Hari Kedua UNBK Dipastikan Lancar

Kualitas UNBK dari waktu ke waktu terus dievaluasi dan dilakukan perbaikan dan peningkatan kualitas,  mMulai daya listrik dan IT, sehingga kendala-kendala sekecil apa pun dapat diminimalisir

MATARAM.lombokjournal.com — -Guna memastikan lancarnya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Sekertaris Daerah (Sekda)  NTB. Rosiadi Sayuti bersama jajaran Dinas Kebudayaan Provinsi NTB, melakukan pemantauan langsung hari kedua jalannya UNBK tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di SMK 4 Mataram.

“Kalau kita lihat sejak kemarin ujiannya berjalan kondusif, lancar, dan baik, tidak ada keluahan,” ujarnya saat melakukan kunjungan ke SMK 4 Mataram, Selasa (3/4).

Ia menuturkan, dari hasil pemantauan yang dilakukan sejak hari pertama UNBK di sejumlah SMK se-NTB, secara umum berjalan dengan baik dan lancar.  Walaupun ada kendala yang terjadi di salah satu SMK karena persoalan teknis. Mamun hal tersebut sudah dapat diatasi dan akan dilakukan ujian susulan.

“Secara umum UNBK untuk tingkat SMK di NTB berjalan dengan tertib dan lancar, walaupun ada satu SMK yang mengalami kendala teknis, namun sudah dapat diatasi dan akan dilakukan ujian susulan,” ungkapnya.

Rosiadi mengungkapkan, awalnya yang ia takutkan adalah masalah jaringan internet. Karena jaringan sering sekali tidak begitu baik. Namun dia bersyukur karena dari beberapa sekolah ini, belum ada keluhan dan belum ada laporan masalah server atau jaringannya.

Bukan hanya masalah jaringan tapi juga khawatirkan masalah listrik yang bisa saja padam secara tiba-tiba dan jaringan error.

“Tapi Alhamdulillah sudah semua dipersiapkan dengan baik,” ucap Rosiadi.

Ia menghimbau. Ke depan kualitas UNBK di semua jenjang pendidikan dapat terus ditingkatkan, mulai dari koordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti ketersediaan daya listrik yang aman agar tidak terjadi pemadaman pada saat proses ujian, dan sisitem Information technology (IT) yang betul-betul matang.

Dengan demikian ia berharap kendala-kendala teknis yang terjadi sekecil apapun di lapangan dapat diminimalisir.

“Ke depan, kualitas UNBK dari waktu ke waktu terus dievaluasi untuk dilakukan perbaikan dan peningkatan kualitas.  Mulai dari daya listrik dan IT, sehingga kendala-kendala sekecil apa pun yang terjadi di lapangan dapat diminimalisir,” serunya.

Ia berharap, dengan ujian nasional berbasis komputer ini, segala proses yang dilakukan benar-benar berjalan dengan penuh kejujuran. Sehingga proses ini akan melahirkan calon generasi-generasi emas NTB yang kredibel dan berintegritas di masa-masa yang akan datang.

Sementara itu Kepala sekolah SMKN 4 Mataram, Bakriyanto mengatakan dari awal pihaknya melakukan koordinaai dengam PLN jangan sampai servernya bermaslaah.

“Dan Alhamdulillah  di setiap sekolah ada tehnisi apabila ada yang urgent sudah ada yang antisipasi,” ujarnya.

Ia mengaku kecurangan dan integritaas sangat-sangat bisa di minimalisir oleh pihak sekolah maupun Dikbud.

Tidak mungkin para siswa-siswi akan bekerja sama kecuali kalau gurunya membiarkan. Selama gurunya sesuai dengan aturan tidak membantu siswanya bekerjasama ia meyakini hasil ujian Siswa-siswi ini akan murni.

“Karena tokennya ini dirilis 10 menit sebelum mulai baru kita  bisa mengetahui soalnya. Jadi Guru pun tidak mungkin tahu soalnya. sehingga dengan sistem ini apa yang menjadi kekahwatiaran ini bisa di minimalisir,” imbuhya

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Muhammad Suruji menyebutkan Total peserta  sebanyak 19,539 siswa dari 275 SMK Negeri dan Swasta di NTB yang ikut sebagai peserta UNBK.

“Alhamdulillah 100 persen ikut UNBK semua, meski ada puluhan SMK yang gabung dulu,” ujarnya.

Sedangkan untuk 60 SMK swasta harus  menumpang  melaksanakan UNBK di SMK negeri terdekat. Lantaran tidak memiliki fasilitas yang memadai seperti Komputer dan Jaringan internet.

AYA




Ekspor Tanpa Surat Keterangan Asal, Tidak Bisa Lolos

Ekspor tanpa Surat Keterangan Asal (SKA)  membuat komoditas yang seharusnya berasal dari NTB, justru tidak tercatat di daerah tujuan

MATARAM-lombokjournal.com — Pemprov NTB melalui Dinas Perdagangan melakukan pencegatan ekspor tanpa Surat Keterangan Asal (SKA) melalui pelabuhan Bima.

Hal ini menjadi langkah tegas pemerintah, untuk mempertahankan komoditas asli NTB, agar tidak diklaim daerah lain. Sebab pengiriman keluar NTB tanpa SKA dinilai sangat merugikan NTB.

“Kita sangat dirugikan,” ujar Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj Putu Selly Andayani, di Mataram, Selasa  (03/04).

Ia menuturkan, ekspor jagung tanpa SKA memang tidak merugikan secara material. Sebab harga jual jagung telah ditentukan.

Namun hal tersebut tetap saja merugikan NTB. Ekspor tanpa SKA membuat komoditas yang seharusnya berasal dari NTB, justru tidak tercatat di daerah tujuan.

“Kita teriak-teriak ekspor, ternyata sampai tujuan tidak ada nama NTB,” tegasnya.

Sebab itu ia meminta pihak bea cukai maupun Dinas Perhubungan untuk memberhentikan ekspor sebelum pengiriman. Eksportir jagung harus memiliki SKA terlebih dahulu agar bisa melakukan ekspor.

Mengurus SKA menurut Selly tidaklah sulit. Syaratnya hanya berupa PEB (pemeberitahuan ekspor barang) dari bea cukai, invoice dan packing list.

“Jadi tidak sulit untuk membuat SKA itu. Tapi mereka tidak mau menggunakan SKA itu,” sambungnya.

Seperti jangung 11.500 ton yang akan diekspor NTB ke Filipina. Para eksportir mengatakan akan datang mengurus SKA pada Senin (kemarin, red). Selly mengaku telah berkoordinasi dengan pihak bea cukai untuk meloloskannya ketika SKA sudah ada.

Sama halnya dengan pengusaha di Surabaya. Pihaknya sudah bersurat dan menghubungi via telpon agar pengiriman harus menggunakan SKA NTB.

“Karena Permendagnya sudah jelas, tidak boleh dari daerah lain tapi harus daerah asal,” jelasnya.

Ia melanjutkan, pengiriman selanjutnya pun harus menggunakan SKA. Pihaknya pun siap memberikan layanan tersebut, bahkan mempermudahnya. Selain itu mereka sudah memiliki PEB dari bea cukai sehingga hal tersebut tidak sulit.

Selly mengungkapkan, alasan pengusaha Surabaya tidak membuat SKA dikarenakan mereka langsung ke Bima dan tidak ke Mataram.

Mereka kerepotan jika harus kembali lagi ke Mataram untuk mengurus hal tersebut. Sebab itu, Selly mengatakan akan mengirim staf untuk menindaklanjutinya.

“Sebab NTB dirugikan dengan posisi seperti ini, di negara tujuannya bukan dari NTB nantinya,” pungkasnya.

Ia menambahkan, pemberlakuan SKA juga untuk membuat neraca perdagangan NTB semakin bagus. Sebab bagusnya neraca perdagangan jika barang tersebut berasal dari asalnya. Sebab itu, pihaknya berkoordinasi dengan bea cukai dan Dinas Perhubungan.

“Nanti di pelabuhan barang tidak bisa lolos kalau tidak punya SKA,” pugkasnya,

AYA




Ekspor Tanpa Surat Keterangan Asal, Tidak Bisa Lolos

Ekspor tanpa Surat Keterangan Asal (SKA)  membuat komoditas yang seharusnya berasal dari NTB, justru tidak tercatat di daerah tujuan

MATARAM-lombokjournal.com — Pemprov NTB melalui Dinas Perdagangan melakukan pencegatan ekspor tanpa Surat Keterangan Asal (SKA) melalui pelabuhan Bima.

Hal ini menjadi langkah tegas pemerintah, untuk mempertahankan komoditas asli NTB, agar tidak diklaim daerah lain. Sebab pengiriman keluar NTB tanpa SKA dinilai sangat merugikan NTB.

“Kita sangat dirugikan,” ujar Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj Putu Selly Andayani, di Mataram, Selasa  (03/04).

Ia menuturkan, ekspor jagung tanpa SKA memang tidak merugikan secara material. Sebab harga jual jagung telah ditentukan.

Namun hal tersebut tetap saja merugikan NTB. Ekspor tanpa SKA membuat komoditas yang seharusnya berasal dari NTB, justru tidak tercatat di daerah tujuan.

“Kita teriak-teriak ekspor, ternyata sampai tujuan tidak ada nama NTB,” tegasnya.

Sebab itu ia meminta pihak bea cukai maupun Dinas Perhubungan untuk memberhentikan ekspor sebelum pengiriman. Eksportir jagung harus memiliki SKA terlebih dahulu agar bisa melakukan ekspor.

Mengurus SKA menurut Selly tidaklah sulit. Syaratnya hanya berupa PEB (pemeberitahuan ekspor barang) dari bea cukai, invoice dan packing list.

“Jadi tidak sulit untuk membuat SKA itu. Tapi mereka tidak mau menggunakan SKA itu,” sambungnya.

Seperti jangung 11.500 ton yang akan diekspor NTB ke Filipina. Para eksportir mengatakan akan datang mengurus SKA pada Senin (kemarin, red). Selly mengaku telah berkoordinasi dengan pihak bea cukai untuk meloloskannya ketika SKA sudah ada.

Sama halnya dengan pengusaha di Surabaya. Pihaknya sudah bersurat dan menghubungi via telpon agar pengiriman harus menggunakan SKA NTB.

“Karena Permendagnya sudah jelas, tidak boleh dari daerah lain tapi harus daerah asal,” jelasnya.

Ia melanjutkan, pengiriman selanjutnya pun harus menggunakan SKA. Pihaknya pun siap memberikan layanan tersebut, bahkan mempermudahnya. Selain itu mereka sudah memiliki PEB dari bea cukai sehingga hal tersebut tidak sulit.

Selly mengungkapkan, alasan pengusaha Surabaya tidak membuat SKA dikarenakan mereka langsung ke Bima dan tidak ke Mataram.

Mereka kerepotan jika harus kembali lagi ke Mataram untuk mengurus hal tersebut. Sebab itu, Selly mengatakan akan mengirim staf untuk menindaklanjutinya.

“Sebab NTB dirugikan dengan posisi seperti ini, di negara tujuannya bukan dari NTB nantinya,” pungkasnya.

Ia menambahkan, pemberlakuan SKA juga untuk membuat neraca perdagangan NTB semakin bagus. Sebab bagusnya neraca perdagangan jika barang tersebut berasal dari asalnya. Sebab itu, pihaknya berkoordinasi dengan bea cukai dan Dinas Perhubungan.

“Nanti di pelabuhan barang tidak bisa lolos kalau tidak punya SKA,” pugkasnya,

AYA




Rinjani Travel Mart III ASITA NTB, Tingkatkan Wisatawan Ke Lombok Dan Sumbawa

Sejak penyelenggaraan RTM tahun 2015, memberi kontribusi penting bagi tingkat kunjungan wisatawan ke Lombok-Sumbawa

MATARAM.lombokjournal.com — Rinjani Travel Mart (RTM) III, akan menjadi ajang bisnis penting di kalangan industrI pariwisata Nusa Tenggara Barat.

RTM  memberi kontribusi besar untuk kemajuan pariwisata dan ekonomi masyarakat NTB. Peran pentingnya adalah kontribusinya dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Lombok dan Sumbawa.

NTB diharapkan mampu mencapai target kunjungan wisatawan hingga tahun 2019, mencapai  4 juta kunjungan wisatawan.

Untuk mendukung pencapaian target itu, DPD ASITA NTB, optimis, momen RTM III ini mampu memberi kontribusi maksimal, mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan ke Lombok dan Sumbawa.

RTM tahun ketiga yang digelar ASITA NTB dilakukan untuk mengulang suksesnya RTM sebelumnya yang di adakan dari tahun 2015 silam. Pasar bisnis pariwisata bertajuk Rinjani Travel Mart III menghasilkan sejumlah transaksi wisata bernilai miliaran rupiah.

Sejak penyelenggaraan RTM dari 2015, memberi kontribusi penting bagi tingkat kunjungan wisatawan ke Lombok-Sumbawa.

Target kunjungan wisatawan NTB tahun 2016 melampaui target 2 juta kunjungan. Memasuki tahun kunjungan  2018 sampai awal 2019 mendatang, target kunjungan wisatawan ke NTB diharapkan mampu tembus angka 4 juta kunjungan.

Pemerintah NTB optimis mencapai target ini jika didukung kalangan industri pariwisata. Promosi dan program kerja kalangan asosiasi pariwisata NTB, bisa menjadi tolak ukur capaian target kunjungan wisatawan ke Lombok Sumbawa hingga tahun 2019 mendatang.

“Bagi ASITA, RTM ini menjadi penting karena disinilah tempat bertemunya sellers dan buyer (agen wisata luar Lombok-Sumbawa). Di arena ini akan terjadi transasksi langsung maupun tidak langsung antara kedua belah pihak. Tujuan kunjungannya jelas ke Lombok dan Sumbawa,” papar Ketua DPD ASITA NTB, Dewantoro Umbu Joka. Senin (02/04

Tahun lalu, lanjut Dewantoro, RTM II sukses mengantarkan anggota ASITA menyambut wisatawan melalui sejumlah transaksi. Transaksi di RTM I berhasil melampaui target yang kami tetapkan.

“Tahun ini kami harapkan bisa mengulang sukses RTM sebelumnya. Kami harapkan transaksi bisa melebihi target yang sudah kami tetapkan. Kami optimis bisa terlampaui, karena jumlah buyers yang kami undang tahun ini jumlahnya lebih banyak. Hal ini harus ditingkatkan terus seiring dengan meningkatnya target kunjungan wisatawan ke daerah. Inilah bentuk dukungan asosiasi kepada pemerintah,” jelas Dewantoro panjang lebar.

Program Tahunan DPD ASITA NTB in (RTM III) mengundang lebih dari 200 buyers dari dalam dan luar negeri. Lebih dari 60 sellers akan disiapkan untuk memperlancar agenda table top-nya.

Pertemuan sellers dan buyers nantinya akan menghasilkan transaksi wisata dari program dan paket wisata yang sudah disiapkan oleh para sellers. Belajar dari pelaksanaan RTM sebelumnya, RTM tahun ini diharapkan bisa mendatangkan buyers dan transaksi yang lebih besar.

Jumlah transaksi yang terkumpul dapat memberikan gambaran, seberapa besar wisatawan yang bisa didatangkan ke Lombok-Sumbawa. Termasuk dampak ekonomi yang dihasilkan berdasarkan hitungan standar.

Agenda-agenda seperti RTM ini, menjadi penting mengingat kontribusi yang diberikan untuk peningkatan kualitas dan kuantitas kunjungan wisatawan ke depan. Kalangan agen wisata yang datang dari luar tentu akan melakukan evaluasi. Sejauh mana pelaku dan industri pariwisata NTB mampu meningkatkan kualitas dan fasilitas pendukung destinasi wisata.

Salah sataunya bagaimana meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan layanan (service) kepada wisatawan.

“Tentu, kami tidak berharap, wisatawan yang datang ke Lombok-Sumbawa ini hanya sekali. Kepuasan wisatawan itu dapat kita lihat dari jumlah kunjungan mereka ke NTB.

AYA (*)