Sitti Rohmi Blusukan, Berdialog Dengan Warga Pringgarata

Majunya Sitti Rohmi sebagai Cawagub mendampingi Zulkieflimansyah, agar perempuan tidak lagi diremehkan

lombokjournal.com —

LOMBOK TENGAH :  Pergerakan Cagub-Cawagub nomor urut 3, DR. Zulkieflimansyah dan DR. Hj Siti Rohmi Djalilah atau yang dikenal sebagai Duo Doktor terus berlanjut.

Kali ini, Cawagub,  Hj. Sitti Rohmi menyasar rumah penduduk di wilayah Kecamatan Pringgarata, dan melakukan kampanye dialogis di  rumah warga sebagai basis kampanye pada Minggu (15/4).

Tidak tanggung-tanggung, untuk mengamankan suara di lokasi ini, wanita yang terkenal dengan jilbab hijaunya turun langsung tanpa diwakili di wilayah yang katanya, merupakan basis pemilih terbesar ke dua di NTB ini.

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Juma’ah yang menyambut kedatangan Duo Doktor mengatakan, kedatangan Rohmi merupakan sebuah berkah karena dia merupakan cucu dari seorang Ulama besar NTB bahkan ulama nusantara yaitu TGH. Zainudin Abdul Majid.

“Kita patut berbangga, karena kakak TGB (Zainul Majdi, Red) ini satu-satunya calon wakil gubernur perempuan yang pastinya akan memperjuangkan hak para perempuan,” ungkapnya.

Sementara itu, Rohmi dalam kampanyenya menyampaikan,a dia diberi amanah untuk melanjutkan perjuangan TGB yang merupakan adiknya guna memajukan NTB ke depan.

Dia juga mengatakan, majunya dirinya sebagai Cawagub mendampingi Zulkieflimansyah agar perempuan tidak lagi diremehkan.

“Ini amanah untuk melanjutkan perjuangan maupun program dari TGB untuk kaum perempuan serta membangun NTB,” katanya berorasi.

Selain itu, visi dan misi ke depan adalah memperjuangkan sejumlah program NTB khususnya pariwisata agar bisa dikenal sampai ke luar negeri, termasuk negara Eropa.

“Kalau masalah anggaran pembangunan di NTB, ke depan Zul-Rohmi komitmen  akan memprioritaskan  bagi masyarakat menengah kebawah, disamping itu juga akan memprioritaskan bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, maupun perkebunan,” tukasnya.

Agar semuanya tercapai, lanjut dia, dia berharap semua pihak bersama sama-sama memperjuangkan Paslon Gubernur & Wakil Gubernur NTB, Zul-Rohmi pada tanggal 27 Juni 2018 dengan mencblos No Urut 3.

“Ingat jilbab warna hijau yang satu satunya perempuan, jangan lupa ceritakan dan kepada keluarga untuk memilih Pemimpin yang baik,” pesannya.

Me (*)




Subhunuri, Hengkang Dari Hanura Kini Hinggap di PAN

Meskipun Subhunuri sudah  masuk  atau bahkan sudah menjadi kader PAN dirinya tetap akan mendukung Zul-Rohmi

MATARAM.lombokjournal.com — – Subhunuri atau yang lebih akrab dipanggil “Bung Nuri”, melabuhkan pilihannya menjadi kader Partai Amanan Nasional ( PAN ).

Jalan ini ditempuh BungNuri setelah hengkang dari Partai Hanura.

Namun yang membuat orang heran,  walaupun Bing Nuri sudah menjadi Kader PAN, ia masih Tetap mendukung pasangan Calon Gubernur dn Wakil Gubernur omor Urut tiga, yakni Zul-Rohmi.

Itu yg menjadi  keputusan awal Bung nuri tetap mendukung ZUL- ROHMI, walaupun mungkin PAN sekarangg melalui Surat Keputusan (SK) dari DPP,t dukungan sudah  ke paslon  Ahyar- Mori,” tegas Subhunuri kepada media usai Acara Rakorda Wilayah III PAN di Hotel Grand Legi, Sabtu (14/04).

Nuri menuturkan, meskipun dirinya Sudah  masuk  atau bahkan sudah menjadi kader PAN dirinya tetap akan mendukung Zul Rohmi .

“Saya masih di Zul-Rohmi apapunn resikonya, seandainya PAN mau mengeluarkan saya sebagai kader, saya akan siap menerima.” ungkapnya

Ia pun menjelaskan  kalau  di dalam politik itu memang yang perlu adalah harus menanamkan komitmen

“Jadi komitmen itulah yg membut orang jadi besar ,” imbunnya.

Contoh tadi Ketum PAN, Dr. Zulkifli Hasan berbicara komjitmen awal itu, jangan sampai  sekali kita maju yakin untuk menang, jangan kita Ragu dengan langkah kita tentunya.

“Teman teman  media kan sudah tau , sebelum saya masuk PAN saya lebih dahulu  mendukung dan akan tetap mendukung  Zul-rohmi ”

Saat disinggung apa pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak PAN, Nuri mengatakan akan membicarakannya nanti

“Jadi mengenai komunikasi nantilah kita bicarakan. Kalau PAN sih tetap ke Ahyar Mori tetapi kalu secara pribadi Bung Nuri tetap ke Zul-Rohmi,” pungkasnya

AYA




Warga Pelat Sodor Tanah Wakaf, Minta Hj Rohmi Bangun Ponpes

Keberadaan pensantren di Desa Pelat ini juga, sebagai jawaban atas keresahan masyarakat selama ini terkait minimnya pendidikan agama bagi anak-anaknya

lombokjournal.com —

Sumbawa Besar;  Kampanye dialogis Calon Wakil Gubernur NTB nomor urut 3, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah M.Pd di Desa Pelat, Kecamatan Unter Iwis, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (14/04), terbilang berbeda dan spesial.

Selain disambut ratusan orang, warga setempat juga menyerahkan tanah wakaf seluas 1 hektar kepada kakak kandung Tuan Guru Bajang (TGB) M Zainul Majdi Gubernur NTB saat ini.

Tanah wakaf yang diberikan H. Malady Ayang S.Pd—salah seorang tokoh masyarakat tersebut, sebagai bentuk keinginan masyarakat Desa Pelat yang sangat mendambakan dibangunnya Pondok Pesantren (Ponpes) di wilayah tersebut.

Penyerahan yang dilaksanakan di Lapangan Umum Desa Pelat ini disaksikan Kepala Desa setempat Herman, para kadus, ketua RT, ketua RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, Tim Kartini dan Jilbab Ijo serta ratusan masyarakat yang antusias menyambut kehadiran wanita kharismatik tersebut.

“Ini momen bersejarah bagi warga Desa Pelat karena kita telah menemukan calon pemimpin yang amanah untuk menitipkan tanah wakaf ini,” kata Haji Malady Ayang.

Haji Malady mengakui jika penyerahan itu bertepatan dengan momen politik. Namun momen tersebut merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi kepada calon pemimpinnya.

Terlebih lagi Hj. Sitti Rohmi ini calon pemimpin NTB yang mengunjungi masyarakat Desa Pelat setelah sebelumnya Calon Gubernur, Dr. H. Zulkieflimansyah.

Terlebih lagi Doktor Zul dan Hj Rohmi berpasangan pada Pilgub NTB dan keduanya merupakan tokoh pendidikan yang tentunya lebih konsen di bidang ini jika dibandingkan pasangan lainnya.

“Sangat tepat bagi kami menyerahkan tanah wakaf itu kepada Hj Rohmi bagi pembangunan pondok pesantren,” ungkapnya.

Meski demikian, pembangunan Ponpes tersebut menjadi tanggung jawab bersama baik secara organisasi seperti NW, NU, Muhammadiyah dan lainnya, maupun secara individu serta bagi siapa saja yang ingin berniaga untuk bekal akhirat. Karena di jaman globalisasi sekarang ini generasi masa depan harus dibentengi dengan ilmu agama melalui pendidikan pensantren.

Keberadaan pensantren di Desa Pelat ini juga, sambung Haji Malady, sebagai jawaban atas keresahan masyarakat selama ini terkait minimnya pendidikan agama bagi anak-anaknya dalam upaya membentuk karakter yang memiliki kecerdasan keilmuan maupun kecerdasan spritual.

Selain itu di Desa Pelat sudah ada tiga sekolah dasar negeri dan 1 SMP Negeri. Ini semakin lengkap dengan keberadaan Ponpes yang di dalamnya ada Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah (setingkat SD, SMP dan SMA) serta tidak menutup kemungkinan ke depannya dibangun perguruan tinggi.

Apalagi saat ini pemerintah memberikan perhatian lebih kepada sekolah swasta terkait dukungan anggaran yang lebih besar daripada sekolah negeri.

Disinggung tentang nama Ponpes yang akan dibangun ini, Haji Malady dengan mantap menamakan Ponpes Jamaluddin Almajdiyah.

Ia sengaja menitipkan sepenggal nama putranya, Jamaluddin Malady yang kini menjabat sebagai Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Propinsi untuk Pulau Sumbawa, serta menjadi salah satu ketua PD Nahdlatul Wathan (NW) Kabupaten Sumbawa.

“Semoga niat dan keinginan masyarakat kami di sini dapat difasilitasi oleh Ibu Hj Rohmi dan Ponpes ini bisa berdiri dalam waktu tidak terlalu lama,” pintanya.

Sementara Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyambut positif penyerahan tanah wakaf ini. Upaya warga Desa Pelat ini sebagai bentuk ikhtiar dalam memajukan pembangunan di bidang pendidikan.

Untuk merespon keinginan masyarakat tersebut, Hj Rohmi yang merupakan Ketua Muslimat Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PB NW) langsung memerintahkan Pengurus Daerah (PD) NW Sumbawa menyiapkan rencana pembangunan Ponpes agar dapat dibangun secara bertahap.

Pantauan media,  kehadiran Cawagub pasangan Zul Rohmi yang diusung PKS dan Demokrat disambut dengan sukacita.

Meski saat itu hujan mengguyur, namun warga tak beranjak. Warga tak menyangka wanita lemah lembut dan terlihat anggun ini bisa menyempatkan diri hadir di tengah-tengah mereka yang berada di pelosok desa.

Terlebih lagi pasangan Zul Rohmi satu-satunya calon pemimpin yang menyapa dan mendengar aspirasi mereka secara langsung.

Me (*)




Zul Rohmi Ingin NTB Jadi Pusat Teknologi Dan Industri Nasional

DR Zul maju sebagai Cagub NTB bukan karena tidak laku di Jakarta, tapu karena kecintaannya pada provinsi yang dipimpin Tuan Guru Bajang

lombokjournal.com —

LOMBOK TIMUR :  Calon Gubernur Nomor Urut Tiga, Dr. H. Zulkieflimansyah mengunjungi Kabupaten Lombok Timur. Doktor Zul menyapa ratusan masyarakat dan mendengar keluh kesah kehidupan mereka, , Jumat  (13/04).

Doktor bidang ekonomi industri yang bercita-cita menjadikan NTB sebagai pusat teknologi dan industri nasional ini, menyempatkan waktu menyapa dan berdialog dengan warga korban banjir yang pernah menggegerkan Lotim, November 2017 lalu.

Duduk santai bersama warga desa di wilayah kecamatan  salah satu titik terparah yang diterjang banjir saat itu, Doktor Zul dengan sabar mendengar keluh kesah warga.

Di hadapan Doktor, beberapa warga begitu bersemangat menceritakan kondisi mereka saat diterjang banjir. Rumah-rumah mereka ada yang terbawa arus, yang tertinggal hanya pondasinya, sampai sekarang belum diperbaiki.

Mereka juga mengeluhkan jalan yang rusak dan pemimpin daerah  yang jarang turun. Masalah keamanan dan minuman keras selalu merisaukan masyarakat. Mereka berharap Doktor Zul dapat memberikan solusi seandainya terpilih  menjadi Gubernur NTB  nanti.

Menurut Muhammad Said, Lima bulan paska  banjir, tempat ini belum ditata betul. Beberapa rumah warga  tinggal pondasinya saja. Jalan-jalan belum diperbaiki.

Yang menghawatirkan, ada dua masalah yang merisaukan didesa ini.  Pertama, masalah keamanan dan ketentraman.

Di kampung ini tidak ada yang mau menjadi kaya karena banyak perampokan. Kalau ada sedikit hasil pertanian, malamnya dirampok. Dulu di sini banyak sekali peternak sapi, karena perampokan merajalela sekarang tinggal beberapa saja yang ternak sapi.

Kedua, masalah minuman keras yang semakin hari semakin menjadi-jadi.

“Bagaimana masa depan kami, kalau di tempat  ini tidak ada jaminan keamanan dan ketentraman,” Ungkap salah satu tokoh pemuda kecamatan keruak Muhammad Said.

Menyawab keluhan warga, Doktor Zul menyampaikan misi mulianya pulang ke NTB. Ia Nyagub bukan karena tidak laku di Jakarta, Ia balik ke NTB karena kecintaanya pada provinsi yang dipimpin Tuan Guru Bajang.

Dr Zul juga  membeberkan pernah bersama TGB menghadiri presentasi dari pemerintah pusat menyangkut masa depan NTB.

“NTB ke depan adalah NTB yang baru dan berbeda. NTB akan mengerjakan berbagai proyek-proyek besar demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat,” ujar Dr Zul dengan nada optimis.

Lebih jauh Dr Zul mengutarakan, ke depan geliat pembangunan akan semakin cepat di NTB. Dan NTB akan  sangat terbuka dan menjadi destinasi menggiurkan bagi industri dan proyek-proyek besar di negeri ini.

Proyek-proyek Trilyunan Rupiah akan akrab menyapa kita semua.

“Yang siap akan berpartisipasi dalam arus besar ini. Yang tidak siap akan ketinggalan dan hidup dengan mengutuk malam,” ungkapnya.

“Saya pulang ke NTB karena tidak menginginkan anak-anak kita di daerah ini menjadi penonton di tempatnya sendiri. Masalah kriminalitas, perampokan, miras, dan sekelumit problematika yang kita hadapi saat ini akar masalah utamanya adalah karena kemiskinan dan pengangguran. Pemimpin kita jarang sekali turun menyapa rakyatnya, sehinga mereka merasa jauh, seolah-olah tidak punya pemimpin,” lanjutnya.

Iapun  menjelaskan, Zul-Rohmi berkomitmen penuh akan tetap turun menyapa masyarakat ketika nanti terpilih menjadi Gubernur seperti yang dilakukan saat ini.

Untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran, Zul-Rohmi akan mendorong pengembangan industri olahan dan menghadirkan industri permesinan.

Walaupun tidak mudah, Doktor Zul optimis, ke depan NTB akan banyak hadir industri pengolahan, akan banyak hadir pabrik-pabrik pengolahan. Ia berpesan agar masyarakat menyiapkan diri.

“Jadi, mari kita berbenah secara serius. Sekolahkan putra-putri kita. Yang muda-muda, upgrade kapasitas dan asah keahlian baru untuk menyambut era peradaban baru. Tak cukup dengan berdiam diri, mengomel mengutuk kegelapan untuk kemudian jadi penonton dan pengamat,” tegasnya.

ME (*)




Mi6 : Invisible Hand dan Takdir Politik Mewarnai Pilgub NTB

Mi6 menduga ketatnya persaingan elektabilitas para Paslon di Pilgub NTB dipengaruhi juga oleh besarnya ekspektasi pemilih di masing-masing kabupaten/kota untuk memenangkan jagonya

lombokjournal.com —

MATARAM :   Mi6 menilai hasil Pilgub NTB makin sulit  diprediksi karena ada invisible hand yang turut mengawal pesta demokrasi ini.

Fenomena ini  nampak dari bocoran berbagai  info hasil survey, semua  Paslon menunjukkan tidak ada satupun kandidat yang dominan yang  elektabilitasnya di atas 30 persen. Ditambah masih tingginya swing votters  rata-rata diatas kisaran 30 persen.

Selain itu,  jarak keterpautan masing-masing Paslon Pilgub  berkisar antara satu sampai dengan dua persen d ibawah toleransi margin error sekitar 3 persen. Melihat konstruksi elektabilitas seperti ini , kuat dugaan akan ada keajaiban yang memenangi Pilgub NTB.

Bisa jadi invisible tangan dan takdir politik akan menjadi penentu akhir pemenang Pilgub NTB. Sehingga urutan elektabilitas para Paslon versi lembaga survey  tidak bisa lagi dijadikan garansi atau kartu truff dalam memenangkan Pilgub NTB.

Karena perubaha elektabilitas bergerak dinamis secara berkala.

Demikian Analisis Lembaga sosial dan Politik  Mi6 yang disampaikan ke Media, Sabtu (19/05) terkait elektabilitas dan Pemenang  Pilgub NTB.

Mi6 menduga ketatnya persaingan elektabilitas para Paslon di Pilgub NTB dipengaruhi juga oleh besarnya ekpektasi pemilih dimasing2 kabupaten/kota untuk memenangkan jagonya. Selain itu pro aktif calon dan tim sukses mendekati dan mempenetrasi wilayah pemilihnya turut memberikan kontribusi utama.

Agresifitas The Rising Star  ZulRohmi

Di mata Mi6, agresifitas kandidat the rising star Zul-Rohmi dalam melakukan gerakan blusukan day by day merupakan cara ampuh meraih simpati dukungsn rakyat.

Sebagai pendatang baru,  Zul-Rohmi sadar, hanya dengan cara gerilya seperti inilah  rakyat bisa mengenalnya Face to Face dengan benar.  Pada akhirnya para pemilih tersebut  bisa diikat dalam satu kesatuan komitmen politik secara kolektif  memenangkan Zul-Rohmi.

Meskipun demikian, Mi6 mengingatkan bahwa  strategi blusukan ini akan berdampak menggerus/menurunkan  elektabilitas Zul-Rohmi diakhir ronde,  apabila tidak ada yang menjaga dan merawat ekpektasi pemilih jelang pencoblosan nanti.

“Karena pertemuannya serba instan , maka perlu dijaga suara pemilih tersebut agar tidak berpindah ke lain hati,” ungkap direktur Mi6 , Bambang Mei Finarwanto ,SH yang didampingi Sekretaris Mi6 , Lalu Athari Fadlulah SE.

Di bawah Margin Error

Selanjutnya Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fadlulah  menambahkan, dengan jarak  pautan elektabilitas para Paslon berkisar  2 persen di bawah margin error  mengindikasikan Pilgub NTB,  kekuatan para Paslon  berimbang dan memiliki keunggulan pada wilayah yang dijadikan benteng kekuatan pemilih loyalnya

“Maka jangan heran,  jika beberapa  lembaga survey tidak mau  mempublikasi hasilnya  karena trend elektabilitas para Paslon relatif imbang dan fluktuatif yang terkendali,” tambahnya .

Dengan waktu tersisa 38 hari menjelang hari pemilihan tgl 27 Juni 2018 , maka apapun bisa terjadi, termasuk keajaiban yang memenangi Pilgub NTB ini.

Semua ini tergantung pada kepiawaian dan strategi taktik yang dimainkan para Paslon mengamankan wilayah pemilihnya.

“Prinsipnya gini, makin sering Paslon bangun pagi dan rajin mendatangi rakyat selalu ada harapan baik disisinya,” imbuh Athar .

Me (*)

 




Dr Zul Dialog dan Belanja Di Pasar Getap

Menurut DR Zul,  tidak mungkin bisa menyusun program yang sesuai kebutuhan masyarakat kalau kita tidak tahu kondisinya, tidak mengetahui apa yang menjadi aspirasi masyarakat.

lombokjournal.com —

MATARAM ;  Dr. H. Zulkieflimansyah menyambangi wilayah Cakranegara Selatan menjadi titik pertama yang dikunjungi, Kamis, (12/4)

Cagub muda enerjik ini berkomitmen tiada hari tanpa blusukan, menyapa, dan berdialog dengan warga. Ia tampak begitu bersemangat saat mendekap dan menjabat tangan warga yang ditemuinya.

Di Cakranegara, Doktor muda yang juga Staf Pengajar Sekolah Komando Angkatan Laut ini blusukan bersama rombongan ke Pasar Getap. Ia kerap blusukan ke pasar maupun lorong-lorong untuk melihat langsung kondisi masyarakat dan menyerap aspirasi mereka.

Di Pasar Getap, Dr Zul  mendengar langsung problematika yang dihadapi para pedagang kecil. Ada yang kesulitan permodalan sehingga susah mengembangkan usahanya. Ada juga yang mengeluhkan tidak nyaman berdagang karena kondisi pasar yang sumpek dan sempit.

“Bagaimana bisa berdagang dengan nyaman, tentram, dan melayani pembeli yang datang dengan baik kalau situasi pasar sumpek dan sempit. Kami ingin tempat kami berjualan ini lebih baik lagi agar nyaman berjualan,” ungkap Ibu Hadyani salah satu pedagang di Pasar Getap.

Menanggapi keluhan para pedagang, Doktor Zul menyampaikan maksud kedatangannya. Ia menjelaskan bahwa ia datang untuk bersilaturahmi.

Ia ingin bertemu para pedagang untuk melihat kondisinya. Menurutnya, tidak mungkin bisa menyusun program yang sesuai kebutuhan masyarakat kalau kita tidak tahu kondisinya, tidak mengetahui apa yang menjadi aspirasi masyarakat.

“Setiap Silaturahmi ke Kabupaten/Kota yang ada di NTB, kami menyapa hingga ke perkampungan dan daerah pelosok untuk kampanye. Kami biasa menyasar pasar-pasar karena pasar merupakan pusat ekonomi masyarakat khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah,” ujar Dr Zul yang juga  membeli aneka makanan dan sayuran selama di pasar Getap .

Selanjutnya, pendiri Universitas Teknologi Sumbawa ini menjelaskan mengapa Zul-Rohmi lebih banyak memilih kampanye blusukan karena masyarakat di kampung dan dusun-dusun ingin disapa pemimpinnya.

Menurutnya, rakyat harus ditemui, rakyat harus disapa. Menyapa dan menemui rakyat bukan hanya untuk menyampaikan program tetapi untuk mengetahui kondisi masyarakat secara langsung.

Di hadapan para pedagang di pasar yang kebanyakan Ibu-Ibu, Ia menjelaskan program Zul-Rohmi selain akan memperkuat peran perempuan sebagai ujung tombak pembangunan pendidikan dan kesehatan juga menyiapkan modal usaha dan akses kuangan bagi rakyat.

Modal usaha dan akses keuangan ini dianggap sangat penting untuk pemerataan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami Zul-Rohmi telah menyiapkan program modal usaha dan akses keuangan bagi masyarakat terutama buat para pedagang kecil. Pemerintah harus hadir bersama kepentingan rakyat kecil. Kita memberikan modal usaha sebagai sebuah stimulus untuk mengembangkan usahanya,” tandasnya

Me (*)




Oknum Guru Di KLU “Ketahuan” Ikut Kampanye

Panwaslu KLU juga telah memanggil sejumlah ASN yang diketahui ikut me-like status di media sosial facebook

LOMBOKUTARA.lombokjournal.Com — Seorang oknum guru terciduk Panwaslu KLU, mengikuti kampanye salah satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, di Desa Pendua Kecamatan Kayangan, Sabtu (7/4).

Panwaslu KLU melalui Koordinator Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Pemilu, Deni Hartawan, saat dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut.

“Itu benar. Dia seorang kepala sekolah di salah satu TK negeri di Tanjung,” katanya, Kamis (12/04).

Dalam PKPU, lanjut Deni, tegas melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) ikut kegiatan politik atau meng-kampanyekan salah satu paslon.

Meski menolak identitas oknum tersebut, namun Deni mengaku piahaknya kini masih berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

“Kita lakukan penindakan. Hari ini sedang pembahasan di Gakkumdu, apakah masuk unsur pidana atau tidak,” cetusnya.

Sebelumnya Panwaslu KLU, juga telah memanggil sejumlah ASN yang diketahui ikut me-like status di media sosial facebook.

DNU

If left unattended, it can bring about atherosclerosis, a problem defined by the build-up of plaque in tonerin germania the arteries.




KPU Tandatangani Desain Surat Suara Bersama Tim Pemenangan Calon

Setelah secarah bersama sama menandatangani  dan menyepakati  desain surat suara dan nanti KPU NTB akan melelang surat suara dalam waktu dekat untuk cetak

MATARAM.lombokjournal.com — Komisi pemilihan Umum Daerah ( KPUD ) NTB menggelar pertemuan dengan masing- masing Tim pemenangan Calon Gubernur dan wakil Gubernur 2018, Kamis (12/04) di Kantor KPUD NTB.

Pertemuan ini merupakan bentuk lanjutan dari rangkaian Pilkada yakni penandatangan Desain Surat suara yang dilakukan oleh masing-masing Tim Pemenangan Calon.

“Kita undang masing-masing tim pemenngan Calon Gunernur dan wakilnya agar mereka mengetahui bagaimna desain dari surat Suara, ukuran serta Warna dari dan Foto masing-masing calonnya,” ujar  Ketua KPUD NTB,  L. Aksar Ansori.

“Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB tanda tangan desain surat suara pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan maju dalam pilkada NTB,” jelasnya.

Penandatangan desain surat suara tersebut dilakukan antara KPU NTB dengan empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, yang maju dalam pilkada serentak 27 Juni mendatang  diwakili oleh masing masing tim penghubung.

“Desain surat suara tersebut terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan yang terlebih dahulu diteliti nama dan gelar  dari masing masing pasangan calon gubernur dan wakil gubernur sebelum nantinya akan dilakukan pencetakan surat suara,” tegasnya.

Lalu Aksar Ansori mengatakan, nanti  setelah secarah bersama sama menandatangani  dan menyepakati  desain surat suara dan nanti KPU NTB akan melelang surat suara dalam waktu dekat untuk cetak.

“Jumlah surat suara yang akan dicetak nantinya sesuai dengan jumlah DPT ditambah dengan 2,5 persen,” ucapmya dalam acara penandatangan desaen surat suara calon gubernur dan wakil gubermur NTB,Kamis (12/4) pagi.

Menurutnya, kenapa proses desain hingga  nanti setelah adanya pemenang lelang kembali akan meminta persetujuan dari pasangan calon karena sebagai penyelenggara tidak ingin ada persoalan dibelakang hari terkait dengan surat suara.

“Setelah proses lelang dan ada pemenangnya kami akan minta persetujuan dari tim dan calon kerena tentu hal hal ini menjadi perhatian kami sebagai penyelenggara. Kami tidak ingin sepihak dan tidak ingin ada persoalan belakangan hari setelah pencetak surat suara karena jika ada masalah maka sangat tinggi resikonya terkait dengan anggaran,” terangnya di depan tim penghubung masing masing  pasangan calon dan komisioner Bawaslu NTB.

Sementara itu Komisioner KPU NTB Divisi Lgistik, Hesty Rahayu mengatakan, ukuran surat suara yang nantinya akan digunakan pada pilgub NTB dengan ukuran 36 cm x 23 cm dengan warna dan jenis tulisan serta desainnya sudah diatur dan aturannya langsung dari KPU pusat.

AYA




Kerajinan Ketak Tembus Pasar Asia Eropa

Beberapa pengrajin mmegakui, prospek kerajinan ketak terbilang sangat menggiurkan

MATARAM.lombokjournal.com — Kerajinan ketak tak hanya dikenal masyarakat NTB. Dan pasaran kerajinan khas NTB satu ini sudah menasional bahkan mendunia.

Seperti kerajinan ketak yang berada di Dusun Peresak Timur Desa Karang Bayan, Lingsar, Lombok Barat ini. Resellernya pun bahkan berasal dari negara di Asia dan Eropa. Terutama dari Negeri Sakura atau Jepang.

Salah satu Usaha Kecil Menengah (UKM) bernama UD Nusa Indah Awidi menuturkan, kerjainan berbahan baku ketak ini sudah masuk ekspor di beberapa negara Asia dan Eropa.

Salah satunya adalah Jepang yang bisa melakukan impor kerajinan ketak sebanyak tiga kali dalam setahun. Sekali order sebanyak 2.000 pcs kerajinan ketak.

“Sudah 10 tahun kami mengirim ke Jepang,” ujarnya, Rabu (11/04)

Ia mengungkapkan, prospek kerajinan ketak terbilang sangat menggiurkan. Bagaimana tidak, dalam sehari ia bisa memperoleh keuntungan bersih sebesar Rp 15 juta sampai Rp 20 juta.

Mengerjakan aneka kerajinan ketak, ia menggandeng 341 perajin dari dua desa,  yakni Desa Batu Mekar dan Desa Karang Bayan.

“Dari 341 perajin ini terdiri dari 15 pengepul se kecamatan Lingsar,” sambungnya.

Awidi melanjutkan, ada beragam jenis kerajinan ketak yang dihasilkan. Namun salah satunya yang saat ini tengah buming yaitu tas roda.

Tas ini biasa dikenal dengan tas Raisa. Disebut tas Raisa dikarenakan tas ketak bundar ini pernah diunggah di Instagram milik selebritis tanah air tersebut.

Hal tersebut membuat Awidi kebanjiran orderan. Hingga para pengrajin kewalahan, dengan banyaknya permintaan tas Raisa ini.

“Semua perajin kita kewalahan dengan permintaan tas ini,” akunya.

Ramainya pemesanan terlihat dari jumlah pesanan yang ia dapatkan. Dalam seminggu ia dapat menerima orderan hingga 1.000 pcs. Saat ini yang order sudah sampai ke Jepang, India dan Turki serta beberapa negara Eropa lainnya. Tapi kalau yang Turki di ekspor langsung.

“Untuk pemesanan Jepang dan India ia bermitra dengan agen di Jakarta dan Jawa Barat,” pungkasnya.

Ia mengatakan, untuk pemasaran internasional lebih banyak berasal dari Jepang. Pemesanannya pun beragam jenis kerajinan ketak. Mulai dari tas Raisa, tempat sendok, tempat roti dan lain-lainya. Sementara untuk pemasaran nasional, resellernya telah tersebar di Indonesia.

“Sampai ke wilayah Aceh,” ungkapnya.

Sementara untuk harga, setiap kerajinan di patok dengan harga berbeda. Harganya berkisar dari Rp 5 ribu hingga Rp 1 juta. Kerajinan ketak ini merupakan kerajinan yang tidak kalah kualitasnya dengan bahan lainnya. Salah satu kelebihan dari ketak yaitu anti rayap dan tahan lama.

“Itu yang membuatnya banyak dimintai,” pungkasnya.

AYA




Zul-Rohmi, Pasangan Berpendidikan Tinggi Namun Rendah Hati

Baik Dr Zul maupun Dr Sitti Rohmi, selalu akrab melebur tanpa sekat dengan masyarakat perkampungan yang mereka kunjungi

lombokjournal.com–

MATARAM ;  Pepatah semakin padi berisi semakin merunduklah tangkainya, kiranya tepat disematkan pada sosok Dr H Zulkieflimansyah dan Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur NTB dalam Pilgub 2018.

Meski mengenyam dan mampu menyelesaikan jenjang pendidikan tinggi, turut berkiprah membangun pendidikan, dan menjabat di sejumlah posisi strategis, pasangan Zul-Rohmi tetap menunjukan sikap yang sangat rendah hati.

Setidaknya, hal itu dirasakan masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB), baik di Lombok maupun di Sumbawa, yang sempat dikunjungi Zul-Rohmi Dalam tiap kampanye blusukan keduanya di tengah masyarakat sepanjang masa kampanye ini.

Baik Dr Zul maupun Dr Sitti Rohmi, selalu akrab melebur tanpa sekat dengan masyarakat perkampungan yang mereka kunjungi. Bahasa yang mereka sampaikan saat memapar visi dan misi kinerja kepemimpinan pun dengan bahasa sehari-hari yang merakyat.

“Bahasa yang disampaikan sangat sederhana, seperti masyarakat biasasaja, sehingga kami pun mudah memahami. Ini yang membuat kami merasa lebih dekat, merasa lebih mengenal dan juga dikenal oleh pak Zul dan bu Rohmi. Program-programnya sangat cerdas,” kata Mustaan, warga Bayan, Lombok Utara.

Perpaduan Hobi Menulis Dan Membaca

Dari sisi pendidikan, pasangan Zul-Rohmi memang calon pimpinan yang sangat mumpuni. Bukan hanya berpendidikan tinggi, kepedulian keduanyauntuk sektor pendidikan pun tak bisa diragukan.

Ibarat sudah ditakdirkan, pasangan Zul-Rohmi juga memiliki hobby yang berbeda namun saling melengkapi. Dr Zul yang hobby menulis, dan Dr Sitti Rohmi sangat suka membaca.

Dr H Zulkieflimansyah Ph.D atau akrab disapa Bang Zul, lahir di Sumbawa Besar, 18 Mei 1972. Pendidikan dasar hingga SMA ditempuhnya di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, hingga tamat SMA pada 1989.

Selepas SMA, Zulkieflimansyah mengambil S1 Ekonomi di Universitas Indonesia, Jakarta. Gelar Sarjana Ekonomi diperolehnya tahun 1995 dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) tempat di mana ia mengajar di program S1, S2 dan S3.

Postgraduate programme-nya ditamatkan di Strathlyde Business School, University of Strathclyde di United Kingdom (UK).

Pada tahun 1997 memperoleh gelar MSc in International marketing dari Department of Marketing. Tahun 1998 mengikuti program Master kembali dalam bidang Industrialization, Trade and Economic Policy di Department ofEconomics dan selanjutnya menyelesaikan program Doktoralnya di Departemen yang sama pada tahun 2001.

Sederet prestasi telah diukir Dr Zul sejak kanak-kanak. Berbagai perlombaan dan prestasi di menangkannya di Sumbawa Besar, tempat dimana ia dibesarkan.

Puncaknya ia terpilih mewakili propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada kompetisi pertukaran pelajar antara Indonesia-Australia selama hampir setahun pada tahun 1989.

Bang Zul bersekolah di Darwin High School di Darwin dan di Sadadeen Secondary College di Alice Springs. Pengalaman tinggal bersama keluarga Australia yang melakoni bisnis Outback Freight Business Service memungkinkan dirinya mengenal Australia sangat dalam sampai ke pedalaman dan berinteraksi dengan suku asli aborigin yang mengesankan.

Ketika kuliah di UI berbagai aktivitas dan prestasi juga ditorehkan. Mahasiswa berprestasi UI di bidang penalaran diperolehnya di tahun 1994 serta menjadi Pemenang pertama lomba menulis Mahasiswa bidang ekonomi tingkat Nasional.

Bang Zul juga menjadi pemenang di lomba menulis mahasiswa  dalam Bahasa Inggris yang di selenggarakan oleh Japan Airlines (JAL) baik di tingkat Universitas Indonesia maupun di Tingkat Nasional.

JAL kemudian mensponsorinya untuk belajar di Sophia University Tokyo, Japan tentang Comparative Asian Industrial System. Bang Zul tak hanya bergulat dengan buku di kampus, tapi juga berinteraksi dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan sebagai aktivis kampus.

Periode 1994-1995 Bang Zul dipercaya oleh  Mahasiswa UI sebagai KetuaSenat Mahasiswa tingkat Universitas yang kini menjelma menjadi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM UI).

“Belajar adalah kebutuhan untuk senantiasa meningkatkan kapasitas,”kata Bang Zul.

Selain degree programme yang ditempuhnya di Glasgow, Bang Zul juga menempuh pendidikan lanjutannya di Kennedy School of Government, Harvard University (US), Institute for New Technology, Maastricht (The Netherlands), Science and Policy Research Unit di University of Manchester (UK) serta di University of Dundee (Scotland).

Saat ini, Bang Zul sebagai Senior Research Fellow, Kennedy School of Government, Harvard University, USA. Ilmu tak dipendam sendiri. Bang Zul membagikan keilmuannya dengan menjadi dosen terbang di sejumlah perguruan tinggi nasional, bahkan beberapa diantaranya di luar negeri.

Ia juga mendedikasikan ide, pemikiran, dan biaya serta tenaga untuk membangun UTS di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Sebuah perguruan tinggi yang sejak beberapa tahun lalu mulai mencetak sumber daya manusia NTB yang andal dan berdaya saing.

Karir bang Zul semakin moncer sejak 2004. Pria ramah dengan senyum khas ini masuk ke panggung Politik Senayan sebagai anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kepercayaan publik padanya sangat kuat, ia bahkan menjadi anggota DPR RI selama tiga periode.

Bagi bang Zul, pendidikan menjadi sektor yang penting, karena ini akan berkaitan dengan akselerasi pengembangan sektor lainnya. Jika sumber daya manusia suatu daerah sudah maju dan mampu bersaing di tingkat global, maka bisa dipastikan kemajuan daerah itu akan sangat pesat.

NTB sebagai daerah yang secara natural sudah sangat kaya dengan sumber daya alam, akan semakin maju juga dengan didukung SDM yang berdaya saing untuk mengelolanya.

Menurut Zul, NTB sangat banyak potensi SDA-nya, dan kelak pasti pembangunan dan investasi di berbagai bidang akan masuk ke sini.

“Kami bertekad agar masyarakat jangan sampai hanya menjadi penonton di daerah sendiri, sehingga pendidikan juga menjadi hal utama yang harus terus didorong untuk meningkatkan SDM di NTB,” kata Bang Zul, dalam sebuah kesempatan blusukan di Lombok Utara.

Me (*)