PLN Pastikan Listrik Aman Di Bulan Ramadhan

Pihak PLN sudah melakukan pemeliharaan dan pemeriksaan

MATARAM.lombokjournal.com — Perusahaan Listrik Negara ( PLN ) NTB  memastikan kondisi kelistrikan di wilayah NTB selama bulan puasa dipastikan aman dari pemadaman.

Hal tersebut ditegaskan Manager Transmisi dan Distribusi PLN wilayah NTB Jhoni Putra, Kamis (03/04) di Mataram.

“Insyaallah Aman kok, karena kita di PLN sudah melakukan pemeliharaan dan pemeriksaan,” terangnya

Menurut Jhon,i dengan daya listrik  yang dimiliki Provinsi NTB yakni dengan rincian di sistem Lombok yakni di daya Mampu Pembangkit (DPM) sebesar 274.50 MW, dengan beben puncak sebesar 234.60 MW dan Cadangan sebesar 39.90 MW.

Dan sistem kelistrikan di Sumbawa dengan daya Mampu Pembangkit sebesar 50.05 MW, beban Puncak sebesar 42.25 MW ,Neraca daya sebesar 7.80 Mw.

Sedangkan untuk Sistem Bima, Daya Mampu Pembngkit sebesar 50.20 Mw, dengan beban Puncak 44.30Mw, dan Neraca Daya sebesar 5.90 Mw sudah dipastikan   semuanya  memadai.

“Jadi selama bulan Ramadhan kondisi kelistrikan di wilayah NTB  dipastikan aman,” pungkasnya.

AYA




PLN Pastikan Listrik Aman Di Bulan Ramadhan

Pihak PLN sudah melakukan pemeliharaan dan pemeriksaan

MATARAM.lombokjournal.com — Perusahaan Listrik Negara ( PLN ) NTB  memastikan kondisi kelistrikan di wilayah NTB selama bulan puasa dipastikan aman dari pemadaman.

Hal tersebut ditegaskan Manager Transmisi dan Distribusi PLN wilayah NTB Jhoni Putra, Kamis (03/04) di Mataram.

“Insyaallah Aman kok, karena kita di PLN sudah melakukan pemeliharaan dan pemeriksaan,” terangnya

Menurut Jhon,i dengan daya listrik  yang dimiliki Provinsi NTB yakni dengan rincian di sistem Lombok yakni di daya Mampu Pembangkit (DPM) sebesar 274.50 MW, dengan beben puncak sebesar 234.60 MW dan Cadangan sebesar 39.90 MW.

Dan sistem kelistrikan di Sumbawa dengan daya Mampu Pembangkit sebesar 50.05 MW, beban Puncak sebesar 42.25 MW ,Neraca daya sebesar 7.80 Mw.

Sedangkan untuk Sistem Bima, Daya Mampu Pembngkit sebesar 50.20 Mw, dengan beban Puncak 44.30Mw, dan Neraca Daya sebesar 5.90 Mw sudah dipastikan   semuanya  memadai.

“Jadi selama bulan Ramadhan kondisi kelistrikan di wilayah NTB  dipastikan aman,” pungkasnya.

AYA




Konvoi Kelulusan Di KLU Berujung Maut

Korban meninggal mengalami luka di kepala, sememtara korban lainnya saat ini sudah dirawat di RSUD KLU

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Perayaan kelulusan SMA sederajat tahun ajaran 2017-2018 di Lombok Utara, memakan korban jiwa.

Satu orang siswa SMPN 1 Gangga, Sony Rosandia (15), warga Dusun Lekok, Desa Gondang Kecamatan Gangga, meninggal dunia.

Tiga siswa lainnya mengalami luka parah setelah mengalami kecelakaan saat mengikuti konvoi sepeda motor di Desa Dusun Tembobor Desa Medana Kecamatan Tanjung, sekitar pukul 11. 30 Wita, Kamis (3/5).

Kasat Lantas Polres Lombok Utara, Iptu Agus Pujianto mengatakan, kronologi kejadian berawal dari sebuah mobil grand Max dengan nomor polisi BH 9588 AR datang dari arah timur.

Setelah sampai di TKP mobil yang membawa 11 orang penumpang itu oleng ke arah kanan lalu membentur speda motor yang dikendarai korban dan sepeda motor lainnya yang datang dari arah barat.

“Korban meninggal mengalami luka di kepala, sememtara korban lainnya saat ini sudah dirawat di RSUD KLU, masing-masing Nijar Hakiki (15) yang merupakan teman boncengan korban, Fahril Husaini (16), dan Ajib Gunadi (16), semuanya warga Gangga,” katanya.

Semua barang bukti, lanjut Agus, kini sudah diamankan pihak kepolisian. Diantaranya speda motor Suzuki New DR 2689 QH, dan speda motor Honda jenis Vario DR 7149 HG.

“Untuk kerugian materialnya belum bisa ditaksir. Tapi barang buktinya sudah diamankan,” paparnya.

Sopir mobil pickup, Sahdi (43), mengaku ia dan rombongan hendak pulang menuju Lombok Tengah setelah mengambil bahan baku untuk hajatan 9 hari (Nyiwaq.red) dari Dangiang, Kecamatan Kayangan.

“Saya berusaha menghindari siswa yang konvoi, banting setir tapi oleng,” cetusnya.

Dua penumpang mobil pickup mengalami patah tulang dan luka robek, sementara penumpang lainnya hanya mengalami luka ringan. Semua korban berasal dari Kecamatan Janapria Lombok Tengah.

DNU




Partai Berkarya Fokus Ke Legislatif

Partai Berkarya belum menentukan siapa Calon Presiden dan Wakil Presiden yang akan diusung

MATARAM.lombojournal.com — Ketua Dewan Pembina Partai Beringin Karya (Berkarya) hingga kini belum menyatakan akan maju menjadi calon presiden atau wakil presiden di Pilpres 2019. Pasalnya, ia enggan membicarakan soal Calon Presiden maupun Wakil Presiden 2019.

Selaku Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra atau yang akrab disapa Tommi Soeharto mengatakan sebagai partai peserta baru di pemilu, mereka masih ingin fokus untuk mendapatkan kursi di parlemen.

Partainya, juga belum menentukan akan menjadi koalisi pemerintah atau oposisi.

“Kalau masalah capres belum, Fokus kami adalah di legislatif dulu, setelah selesai baru bicara capres dan cawapres,” ujarnya usai meresmikan masjid Al-Mabrur dilingkungan Kekalik Timur, Kelurahan Kekalek Jaya,  Kota Mataram, Rabu (02/05).

Ia mengungkapkan, partainya juga belum menentukan siapa calon presiden dan wakil presiden yang akan diusung Partai Berkarya.

“Belum kita tentukan,”imbuhnya.

Tommi juga mengaku partai Berkarya telah menargetkan dapat menguasai kursi DPR pada masa pemerintahan 2019-2024.

“Ya kita targetkan Partai Berkarya paling sedikit dapat meraih 80 kursi di DPR RI pada pemilihan legislatif 2019 mendatang,” akunya.

Menurut putra bungsu Presiden ke-2 Indonesia Soeharto itu, Juga  telah menyusun sejumlah kriteria bagi kader maupun masyarakat yang ingin maju lewat bendera Berkarya.

“Kita tetap utamakan calon yang sudah mengakar di daerahnya masing-masing,” pungkasnya.

AYA

 




Tommy Suharto Di Lombok Memotivasi Kader Partai Berkarya

Peluang perekonomian NTB dinilai memiliki potensi besar

MATARAM.lombokjournal.com — Dengan menghadirkan Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra di Lombok, seakan menjadi awal baru bagi karir Dewan Pengurus Wilayah Partai Berkarya NTB yang dinahkodai oleh politikus senior H. Dharmawan.

Kedatangan pimpinan tertinggi dari partai berlambang rantai beringin, Rabu (02/05) ini dihajatkan langsung memberikan motivasi dan semangat bagi para kader partai. Sekaligus meraup dukungan masyarakat untuk menggelorakan visi dan misi Partai Berkarya di NTB.

Tommy Soeharto (panggilan akrab Hutomo Mandala Putra) dalam kunjungannya di Masjid Al Mabrur Kekalik Timur Mataram, meminta dukungan seluruh pihak untuk membesarkan Partai Berkarya di seluruh Nusantara, khususnya di Nusa Tenggara Barat.

Ia berharap agar Partai Berkarya dapat memberikan pengaruh dalam pembangunan daerah.

“Dalam kesempatan yang baik ini kami mohon kepada tuan guru dan masyarakat yang hadir untuk memberikan doa mudah-mudahan Partai Berkarya ini menjadi partai yang besar, partai yang amanah, partai yang menjadikan negera ini menjadi lebih baik dan khususnya Nusa Tenggara Barat lebih maju lagi,” kata Tommy.

Di hadapan para tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh kader partai, Tommy menyinggung peluang perekonomian NTB yang dinilai memiliki potensi besar. Utamanya dibidang keberlangsungan dan peningkatan produksi pangan.

Tommy mengatakan, dengan produktivitas beras yang melimpah NTB seharusnya menyandang gelar sebagai lumbung pangan dunia.

“Karena saya melihat bahwa ntb ini sudah sungguh sangat baik menjadi lumbung pangan nasional. terutama pada beras saya melihat sudah 150 ribu ton beras dari ntb ini sudah didistribusikan ke nasional dan saya yakin dengan cakupan luas lahan 1200 hektar harusnya ntb bisa menghasilkan beras yang lebih banyak lagi. Dan akhirnya nanti ntb bukan hanya menjadi lumbung pangan nasional melainkan juga menjadi lumbung pangan dunia,” katanya.

Bahkan tidak hanya kejayaan beras melimpah yang menjadi perhatian dari putra mantan Presiden Soeharto ini, produksi jagung NTB yang beberapa waktu lalu mengekspor ke Nagera Filipina juga dipandang inspiratif. Sebagai penghasil jagung, NTB harus mandiri dalam eksportir.

Pemanfaatan kapal-kapal besar yang berlabuh dapat di memperlancar eksportir jagung ke Negara pembeli.

“Tidak hanya beras saya melihat jagung juga menjadi komudity unggulan juga di NTB ini. Dengan produktifitas yang besar saya mengharapkan agar eksport jagung ini tidak melalui provinsi tetangga, seharusnya dapat langsung di eksport ke negara Filipina, Korea dan Jepang,” tandas Tommy.

AYA




Bulan Maret, Statistik Transportasi Laut Turun

Jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan internasional naik sebesar 39,63 persen

MATARAM.lombokjurnal.com  — Badan Pusat Statistik (BPS) NTB merilis Jumlah penumpang yang datang dan berangkat menggunakan angkutan laut pada bulan Maret 2018, turun dibandingkan bulan Februari 2018.

Masing-masing sebesar -46,12 persen dan -20,57 persen.

Ada pun Jumlah barang yang dibongkar melalui pelabuhan laut pada bulan Maret 2018 naik 21,70 persen dari bulan Februari 2018. Demikian halnya dengan barang yang dimuat juga naik tajam sebesar 746,97 persen.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS NTB Endang Truwahyuningsih, Rabu (02/05).

Ia menyatakan,  jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan domestik pada bulan Maret 2018 sebanyak 168.699 orang, naik sebesar 22,36 persen dari bulan Februari 2018.

“Demikian halnya dengan jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan internasional juga naik sebesar 39,63 persen menjadi sebanyak 14.651 orang,” terangnya

Dimana Jumlah penumpang yang berangkat pada bulan Maret 2018 melalui penerbangan domestik sebanyak 156.972 orang, meningkat sebesar 14,39 persen dibandingkan bulan Februari 2018.

Demikian halnya dengan jumlah penumpang yang berangkat melalui penerbangan internasional juga meningkat sebesar 32,35 persen dari 9.937 orang menjadi 13.152 orang.

“Jumlah barang yang dibongkar pada bulan Maret 2018 melalui penerbangan domestik sebesar 683.530 Kg, meningkat sebesar 13,20 persen dari bulan Februari 2018. Sedangkan barang yang dimuat pada bulan Maret 2018 berkurang sebesar -9,68 persen dari bulan  sebelumnya,”pungkasnya

AYA




Hunian Hotel Meningkat Pada Bulan Maret

TPK bulan Maret 2018 mencapai 51,32 persen, mengalami kenaikan sebesar 10,72 poin dibandingkan dengan TPK Hotel Bintang bulan Pebruari

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Pusat statistik (BPS) NTB merilis Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada bulan Maret 2018 yang  mengalami kenaikan cukup tinggi dibandingkan bulan Pebruari 2018.

“TPK bulan Maret 2018 mencapai 51,32 persen, mengalami kenaikan sebesar 10,72 poin dibandingkan dengan TPK Hotel Bintang bulan Pebruari 2018, yaitu sebesar 40,60 persen. Jika dibandingkan dengan TPK bulan Maret  2017 sebesar 49,78 persen, berarti mengalami kenaikan sebesar 1,54 poin,” ujar kepala BPS NTB Endang Triwahyuningsih, Rabu (02/05) .

Ia menyatakan rata-rata lama menginap (RLM) tamu hotel bintang pada bulan Maret 2018 tercatat hanya 1,90 hari.

” Ini turun 0,21 hari dibandingkan dengan RLM bulan Pebruari 2018 sebesar 2,11 hari. Dibandingkan dengan RLM bulan Maret  2017 sebesar 2,05 hari berarti juga terjadi penurunan 0,15 hari,” tegasnya

Adapun Jumlah tamu yang menginap di hotel bintang pada bulan Maret 2018 tercatat 83.803 orang yang terdiri dari 66.135 orang tamu dalam negeri (78,92 persen) dan 17.668 orang tamu luar negeri (21,08 persen).

“TPK Hotel Non Bintang bulan Maret 2018 sebesar 31,75 persen mengalami kenaikan 6,11 poin dibanding bulan Pebruari 2018 dengan TPK sebesar 25,64 persen. Jika dibandingkan dengan bulan Maret 2017 juga mengalami kenaikan sebesar 7,25 poin dari 24,50 persen, ” imbuhnya.

Rata-rata lama menginap (RLM) tamu di Hotel Non Bintang pada bulan Maret 2018 sebesar 1,90  hari, sedikit mengalami penurunan 0,01 hari dibandingkan dengan RLM bulan Pebruari 2018.

“Jika dibandingkan dengan bulan Maret 2017 mengalami kenaikan sebesar 0,12 hari,” pungkasnya.

AYA




Inflasi Gabungan NTB Bulan April

Kota Mataram mengalami inflasi sebesar 0,25 persen dan Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,80 persen

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Pusat statistik ( BPS ) NTB merilis, bulan April 2018, Nusa Tenggara Barat mengalami inflasi sebesar 0,37 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK), dari 130,73 pada bulan Maret 2018 menjadi 131,21 pada bulan April 2018.

Angka inflasi ini berada di atas angka inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,10 persen.

Hal ini disampaikan Kepala BPS NTB Endang Triwahyuningsih, Rabu (02/05 ).

Endang menyatakan Untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram mengalami inflasi sebesar 0,25 persen dan Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,80 persen.

Menurut Endang, inflasi Nusa Tenggara Barat bulan April 2018 sebesar 0,37 persen terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan dengan kenaikan indeks pada Kelompok Transport, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 0,93 persen.

“Sedang pada Kelompok Kesehatan sebesar 0,71 persen; Kelompok Bahan Makanan skoebesar 0,47 persen; Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,2 persen; Kelompok Sandang sebesar 0,2 persen; Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan bakar sebesar 0,15 persen; Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah raga sebesar 0,02 persen,” terangnya.

Laju inflasi Nusa Tenggara Barat tahun kalender April 2018 sebesar 1,02 persen lebih rendah dibandingkan inflasi tahun kalender April 2017 sebesar 1,07 persen. Sedangkan laju inflasi “tahun ke tahun” April 2018 sebesar 3,65 persen lebih tinggi dibandingkan dengan laju inflasi “tahun ke tahun” di bulan April 2017 sebesar 3,05 persen.

AYA




Ratusan Mahasiswa Gedor Kantor Dikpora NTB

Mahasiswa menyoal komersialisasi pendidikan mulai dari tingkat TK hingga perguruan tinggi

MATARAM.lombokjournal.com  —  Kantor Dinas Pendidikan Provinsi NTB pada Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada hari  Rabu (02/05), jadi sasaran aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Untuk Pendidikan (ARP).

Mahasiswa yanng berunjuk rasa dari berbagai organisasi seperti PMII Cabang Mataram dan belasan organisasi Mahasiswa lainnya.

Dalam orasinya, dipertanyakan nasib guru honorer dan guru swasta yang tidak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah. Mereka menilai selama ini pemerintah masih menganak tirikan guru honor baik dari segi gaji maupun perekrutan.

Selain itu, mereka meminta pemerintah lebih memperhatikan nasib para guru honorer tersebut.

Selain itu massa aksi juga menyoal komersialisasi pendidikan mulai dari tingkat TK hingga perguruan tinggi. Mahasiswa menilai pendidikan saat ini sudah menjadi ajang bisnis. Mereka mencontohkan biaya pendidikan di TK yang melambung tinggi, bahkan komersialisasi hingga perguruan tinggi yang membutuhkan biaya tinggi.

Mahasiswa menuntut, agar pemerintah khsusnya Dikpora NTB mencabut regulasi pendidikan yang memperdagangkan pendidikan. Mereka juga menuntut penghapusan pungutan liar. Sementara dari PC PMII Kota Mataram menuntut agar pemprov NTB mengakomodir semua guru honorer baik negeri maupun swasta.

Massa PMII juga meminta pihak sekolah untuk tidak memberikan doktrin radikalisasi, serta meminta agar sekolah terbebas dari politisasi pendidikan dan menuntut pemerintah peningkatan sarana dan prasarana di sekolah swasta.

Sementara dari pihak Dikpora NTB di wakili oleh Sekretaris Dinas, Sukron yang menerima perwakilan massa menyatakan semua aspirasi yang disampaikan mahasiswa akan diteruskan ke Kepala Dinas. Pasalnya Kadisdikpora NTB tidak berada di tempat.

Usai menggelar orasi ratusan mahasiswa ini membubarkan diri dengan tertib.  Namun mereka mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar bila tuntutan mereka tidak dilaksanakan.

 




BPJS Kesehatan Bersinergi Bersama Kemensos Dalam Pengelolaan Data Peserta PBI JK

Masih ada potensi kuota bagi sekitar 15 juta jiwa lagi penduduk Indonesia yang bisa ditanggung pemerintah pusat sebagai peserta PBI JK

lombokjournal.com —

JAKARTA Pemerintah telah menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, sebagai komitmen memberikan perlindungan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Salah satu targetnya, tahun 2019 memastikan 107,2 juta penduduk menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) melalui Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Sampai dengan 27 April 2018, jumlah peserta JKN-KIS telah mencapai 196,4 juta jiwa. Dari angka tersebut, sebanyak 92,2 juta jiwa merupakan peserta PBI Jaminan Kesehatan (JK).

Artinya jika melihat target RPJMN, masih ada potensi kuota bagi sekitar 15 juta jiwa lagi penduduk Indonesia yang bisa ditanggung pemerintah pusat sebagai peserta PBI JK. Untuk memastikan peserta yang menjadi PBI adalah yang benar-benar berhak dan memenuhi kualifikasi yang ditetapkan pemerintah, pemutakhiran data pun secara rutin dilakukan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Menurut Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, pemutakhiran data merupakan wujud keseriusan pemerintah untuk memastikan penduduk yang terdata sebagai peserta PBI JK adalah yang benar-benar berhak.  BPJS Kesehatan, siap mendukung proses verifikasi-validasi (verivali) yang dilakukan Kemensos.

“Sesuai dengan peraturan yang berlaku, ada beberapa hal yang diverifikasi dan divalidasi Kemensos setiap waktu. Misalnya, penghapusan peserta PBI yang sudah mampu, sudah menjadi Pekerja Penerima Upah (PPU), meninggal dunia, atau memiliki NIK ganda. BPJS Kesehatan melaporkan setiap bulan ke Kemenkes dengan tembusan Kemensos. Selanjutnya jika sudah dikoordinasikan lintas kementerian, BPJS Kesehatan akan menerima perubahan PBI JK tersebut untuk diperbarui,” terangnya usai melakukan pertemuan dengan Menteri Sosial, Idrus Marham di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Rabu (02/05).

Fachmi juga menjelaskan, tahun 2017 lalu, BPJS Kesehatan telah memperkokoh sinergi dengan Kementerian Sosial dalam hal pengintegrasian sistem informasi data PBI berbasis NIK.

Melalui kerja sama tersebut, Kementerian Sosial dapat melakukan pengecekan data pengganti peserta PBI secara realtime, serta memperoleh data peserta PBI yang pindah ke segmen lain dan peserta PBI meninggal setiap bulan.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Sosial Nomor 5 Tahun 2016, saat ini pengisian instrumen verifikasi dan validasi data PBI JK yang akan didaftarkan, wajib mencantumkan NIK. Jika masih ada data PBI JK yang belum sesuai dengan dokumen kependudukan, maka akan dilakukan proses update data peserta dalam masterfile BPJS Kesehatan sesuai dengan dokumen kependudukan akurat yang dimiliki peserta terkait.

Alternatif lainnya, BPJS Kesehatan akan melakukan pemadanan data dengan Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.

Hingga 27 April 2018, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 20.069 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Puskesmas, Dokter Praktek Perorangan, Klinik Pratama, RS Kelas D dan Dokter Gigi), 2.381 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (Rumah Sakit dan Klinik Utama), serta 2.690 fasilitas kesehatan penunjang seperti apotek dan optik yang tersebar di seluruh Indonesia.

Rr

(sumber : BPJS Kesehatan)